Rabu, 29 Juni 2022




 .. " Star Up Mie & Coffee , Masih Pemula ? " ..

pendatang baru dijagad mie ini memang makin
 memperkuat kesan bahwa Jalan Bandung di Malang 
ini adalah pusatnya " mie mie an " . 
hitung saja berapa kedai mie yang ada disitu , 
apalagi diujungnya yaitu dibelokan ke Jalan Banten ,
 merupakan " stasiun mie " yang tiap hari 
dibanjiri anak anak sekolah yang mengisi bbm
 perut mereka . 
dipojok jalan ini ada beberapa penjual mie yang 
meski berupa gerobag tapi mereka adalah
 tergabung dalam penjualan online dan omset nya 
sudah pasti jauh melebihi kedai atau resto mie yang
 ada di Jalan Bandung .
 


naa ... kemarin saya menyempatkan mampir ke 
kedai mie yang masih terbilang gres di 
Bandung no 36 , Malang , kedai " Star Up "
 ( bukan start up lho ya .. ) . 
sejak dibukanya bulan yl , banner gede ditepi jalan
 Bandung nya memang menarik untuk dijajal 
karena harga semangkuk mie nya yang 7000,- 
dengan kedainya yang tampak lumayan ,
 pasti mengundang rasa penasaran termasuk saya .
 saat masuk , memang terkesan sepi meski 
saat itu adalah jam istirahat dan makan siang , 
yakni jam 13.04 . 
melihat daftar menunya , ada White Star , Black Star , 
Rock Star , dan beragam Dim Sum . 
yang ingin nasi juga ada , sebut saja 
Chicken Black Paper , Chicken Asam Manis , 
Chicken Sambal Merah . 
yang suka camilan macam macam dalam satu piring ,
 Mix Platter , juga ada . 
roti dan waffle juga tersedia plus deretan pilihan kopi 
maupun teh bahkan es campur ! 


dengan range harga 6 - 21K , bisa jadi anak anak
sekolah di seberang kedai ini tidak makan siang 
dirumah mereka tapi memilih nongkrong disini .
 pesanan White Star saya plus Es Taro dan Spring Roll
 siang itu memenuhi meja kecil saya . 
jika saya boleh berkata jujur , memang rasa mie
 pesanan saya agak mengecewakan meski 
tampilannya lumayan . 
untung kekecewaan sedikit terobati oleh Spring Roll 
supermini yang satu porsi berisi 3 biji 
serta minumannya yang lumayan . 
atmosfer disitu juga lumayan nyaman meskipun 
sepinya kedai siang itu agak menimbulkan
 rasa " aneh " .
apakah karena penerangan kedai yang memang 
" hemat listrik " , sehingga terlihat dari luar 
maupun didalam ruangan , kedai ini terkesan " gelap " .
 


untuk LHAR 
( Layanan , Harga , Atmosfer dan Rasa ) dari 
skala 1 - 10 saya berikan 6 , dengan harapan 
kedepan bisa 6,5 atau bahkan 7 kalau 
Rasa bisa lebih ditingkatkan ! 
sebuah perbandingan mencolok kalau kita saksikan 
padatnya pembeli terutama anak anak sekolah di 
gerobag gerobag mie diujung Jalan Bandung 
dan Jalan Banten , sementara dikedai yang bagus ini
 sepi pembeli .



semoga kedai Star Up menemu jawabnya dan 
kedepan akan bisa seramai gerobag gerobag mie 
dijalan yang sama !
( Writing & Photos : Titiek Hariati , 29.06.22 )
keterangan foto :
01 . atmosfer ( 01 )
02 . nama kedai
****
03 . mie ditembok
04 . atmosfer ( 02 )
****
05 . menu saya
****
06 . gelas saya
07 . penari bali
****
08 . atmosfer ( 03 )
09 . atmosfer ( 04 )
****




 .. " 50 Ways To Say Goodbye " ..
 
kemarin dulu disebuah kedai mie yang 
terbilang gres di Jalan Bandung , Malang 
( segera akan saya tulis tentang kedai ini di blog
 yang sama ) , saya mengobrol dengan seorang 
ibu tunggal yang putrinya masih duduk di SMP .
 seperti " lazimnya " , 
saya hampir selalu " di ibu kan " oleh mereka yang
 butuh curhat dan kebetulan mereka bisa lebih terbuka
kepada saya  dibanding kepada 
ibu mereka sendiri . mudah ditebak , 
persoalannya masih seputar rumah tangga . 


aduh , siapa sih didunia ini yang tidak punya 
masalah disitu ? kata para pinisepuh dulu , 
hidup ini Sawang Sinawang bahwa
 rumah tangga di A terlihat selalu hepi , 
rumah tangga si B selalu nampak rukun rukun , 
rumah tangga si C adem ayem dst dst . benarkah? 
bisa saja benar . tetapi yang tahu persis tentu saja
 yang menjalani dan kemarin dulu saya harus mau
 mendengarkan " pembedahan " dari 
sawang sinawang ini . 
tentu saya selalu terikut prihatin ketika saya harus 
memberikan atau tepatnya diminta urun pandangan 
pada sesuatu masalah rumah tangga . 
apalagi jika lawan bicara saya mulai merembak matanya ,
 wah .. rasanya tertular sedih . 


tetapi saya tak boleh larut , wong dicurhati kok 
malah ikut " mewek " , jadi saya harus terlihat kuat ! 
berpisah memang tidak mudah apalagi jika
 sudah beranak pinak . untuk sampai pada kata
 " cerai " pun tidak mudah kecuali bagi mereka 
yang punya hobi gontaganti .
 ada yang bahkan butuh ber tahun tahun hanya 
untuk sampai pada perpisahan yang sesungguhnya 
terutama secara emosi alias keberanian untuk
 melangkah sendiri dan syukur syukur bisa 
segera move on ! 
pertanyaan yang diajukan pada saya adalah :
 bagaimana cara memberi tanda tanda bahwa 
kita menginginkan perpisahan dan supaya tidak 
terkesan drastis atau " mentoloan " kata orang jawa ?
 tentu pertanyaan ini tidak mudah saya jawab
 sebab saya tahu bahwa " tanda tanda " yang dia
 maksud itu justru menurut saya justru menyakitkan .
 bahasa jermannya itu begini : 
" lebih baik langsung mak del atau mak jret saja " 
daripada ber dikit dikit yang menyakitkan ! 
bayangkan saja kalau orang menyembelih sapi atau
 kambing ber dikit dikit , 
apakah tidak tambah menyiksa ? 
ternyata saya didebat : 
" lho kan kasihan .. pasti kaget atau mungkin 
malah marah " ? . saya jawab : 


" ya itu juga tergantung bagaimana cara 
menyampaikannya .. tentu dengan cara yang baik dan 
 mengedepankan logika dibanding emosi
 sehingga ybs tidak merasa direndahkan " . 
melansir lagu 50 Ways To Say Goodbye , 
menurut saya itu keterlaluan ! 
mari kita bayangkan 50 cara pelan pelan mulai dari
 jarangnya membalas teleponnya , WA nya , 
tidak menyiapkan keperluannya , 
mulai mengacuhkan peristiwa2 pentingnya seperti 
ultah dll , tidak merespon pembicaraannya , 
bahkan mulai memblokir atau 
unfollow IG nya , FB nya dll ... weleh weleh ... 
lebih parah bagi suami isteri adalah 
perpisahan ranjang yang ber bulan bahkan tahun !
susah amat dan mbulet dan tidak ada upaya 
mediasi baik kerabat maupun konsultan .
mengapa tidak berbicara langsung sebagai 
dua orang dewasa yang siap menerima ketidak 
nyamanan dari pasangannya dan siap menerima
 konsekwensi dari pilihan hidupnya untuk berpisah .
 berat ? so pasti diawalnya .
 tapi lha untuk apa ber lama lama tidak hepi dan
 tidak ada lagi kesesuaian dan saling bermain drama
 sebagai pasangan yang bahagia padahal 
didalamnya amburadul ?
 

disisi lain ,
amatlah  beda jika perpisahan itu dikarenakan
 hal hal diluar kendali mereka dan bukan karena
sudah lunturnya sarung ee .. cinta , misalnya saja
 karena perbedaan keyakinan yang 
 mengharuskan mereka berpisah , 
maka kalau itu sih boleh jurus 
50 Ways To Say Goodbye , karena pada dasarnya 
mereka saling cinta ! 
mbulet ruwet karena dalam kasus ini mereka 
sebenarnya sulit berpisah dan lebih memilih bahagia 
meski secara fisik tidak mungkin bersatu . 
lho ini bukan DraKor lho , ini hanya untuk
 pembanding saja bahwa perpisahan itu bisa karena
 adanya ketidak sesuaian karakter dan atau
 karena kaidah kaidah tertentu yang tidak dapat 
 dikompromisasikan seperti 
perbedaan keyakinan / agama misalnya .


akhir pembicaraan kami siang itu , 
saya bahkan tak yakin bahwa lawan bicara saya 
akan mampu menuruti saran saya untuk 
" mak jebret atau mak del " tadi , 
saya yakin dia lebih memilih 50Ways To Say Goodbye 
dari Train yang ruwet mbulet .. 
tentu saya tak dapat memaksakan saran saya ,
 karena bagi saya ber lama lama dalam situasi unhappy 
lebih menyiksa daripada 
" mak del atau mak jebret " berpisah dan tidak 
membuang waktu untuk menyiksa diri sendiri ..
 saya tahu diantara pembaca mungkin ada yang 
berkomentar " sadis nih .. " , percayalah bahwa 
jika ada luka membusuk di kaki karena diabetes itu
 lebih menyiksa jika masih dipertahankan ber lama lama , 
 mengapa tidak langsung diamputasi untuk kemudian
 dijaga baik baik dengan mengatur pola makan dll 
agar tidak terjadi luka lagi ?


tetapi pembaca memang punya pilihan , 
sebagaimana teman bicara saya tadi ...
( Titiek Hariati , 29.06.22 )
gambar dari google 
 
 
 
.. " Yang Lawas , Yang Masih Bertahan ,
Ayam Bakar Lientang " .. 
 
hampir siapapun kecuali mereka yang tinggal 
didaerah Sawojajar Malang , punya kesan bahwa 
mencari alamat di Sawojajar sama dengan
 mencari jarum di jerami! 
bukankah sudah ada GPS ? betul dan untunglah GPS
 mengeluarkan dari keruwetan itu meskipun harus
 tetap " waspada " bahwa ketika salah memahami 
instruksi di GPS bisa malah kesasar ! 
misal ada perintah " 200 meter belok kiri " , naa .. 
kadang kalau sebelum 200 meter sudah ada belokan 
kekiri dan ternyata kita terlalu awal beloknya ,
malah runyam !
( mengingatkan saya saat 2017 , 
saya bersendiri dari Solo arah Malang dan sebelum 
arah Nganjuk terlalu cepat belok menuruti mbah GPS ,
 akibatnya saya berada dijalan gelap dan sepi 
ber kilo kilo meter sebelum akhirnya nyampe dijalan 
besar dan itu sudah menjelang sunset hiiii ... ) 
 
 
 
  maka untuk warung atau cafe cafe didaerah Sawojajar , 
saya tidak pernah secara khusus kesana untuk 
mencarinya tetapi biasanya saya temukan tidak
terencana ketika saya kebetulan mempunyai keperluan 
lain di Sawojajar . naa .. minggu yl saya punya
 keperluan ke kerabat yang ada di Danau Ngebel dan 
Danau Toba , keduanya mudah ditemukan sebab 
tidak harus melewati blok A1/G4/H2/X dst dst hehehehe ,
 ruwetttt dan mumetttt .... ! 
seusai urusan saya masih punya waktu berkeliling 
karena saya pernah tidak sengaja menemukan 
seorang ibu penjual Nasi Kuning ditepi jalan Sawojajar 
yang masakannya yummyyy ...
 
 
 
 setengah ingat setengah lupa , tempat mangkal ibu
 itu akhirnya tidak ketemu dan saya malah menemukan
 sebuah Resto berjuluk " Ayam Bakar Lientang " di 
Jalan Danau Bratan C2A no 16 
( huh .. mengingat alamatnya saja pusing , 
saya harus membuka internet ! hehehe .. ) . 
resto bertingkat dua ini nampak lumayan masih gres , 
saya masuk dan tetapi tiba tiba ada yang memberitahu 
saya " maaf .. kalau disini hanya untuk yang 
dibawa pulang , kalau yang dimakan ditempat 
silahkan ke warung yang sebelah " ... oooo ... gitu !
 karena saya sedang didesak perut , 
sayapun menuju warung disebelahnya yang terlihat jauh
 lebih lawas dan modelnya jadul . 
rupanya kedua warung lawas dan yang baru ini sedang
 dalam proses peralihan yaaa , 
dari warung jadul ke yang baru dan sayapun mencari
 tempat duduk yang siang itu hanya tersisa beberapa 
" kotak " model lesehan . 
ya sudah diterima saja meskipun saya terlanjur suka
 dengan warung yang baru disebelahnya 
( karena terlihat " higinis " hehehe .. ) . 
sesuai nama warungnya , pilihan menunyapun tak 
jauh jauh dari Ayam Bakar Lintang , Ayam Bakar Dada , 
Ayam Bakar Paha , Ayam Penyet Dada ,
 Lalapan Ayam Bakar dll meskipun ada juga yang 
diluar ayam yaitu Udang Mayo , Gurami Asam Manis dll . 
menu yang datang dimeja saya terlihat lumayan lengkap ,
 karena disamping ayam masih dilengkapi dengan 
 urap urap , lalapan , dan sambel ! 
 
 
 
sayangnya Sayur Asem yang saya pesan sedang
 tidak ada ( ?) dan untuk minuman cukup Jus Jeruk. 
konon warung yang sudah ada sejak puluhan tahun ini
 memang punya banyak penggemar dan saya tidak
 mendebatnya karena untuk rasa memang lumayan .
 sebuah temuan yang tidak saya sengaja tetapi ( untungnya )
 tidak mengecewakan kecuali untuk menemukannya lagi 
mungkin saya masih harus pakai 
GPS lagi hehehe ...
 
  
( Writing & Photos : Titiek Hariati , 
baru sempat diposting pada 29.06.22 ) 
keterangan foto : 
01 . warung lientang yang baru
02 . warung lientang yang lawas
( maaf buat yang terjepret disini yang 
tidak saya kenal )
******
03 . lesehan warung lawas
04 . tak perlu jauh jauh ke warung
******
05 . tampak depan
06 . dapur yang sibuk 
******
07 . menu saya
08 . saya menikmati atmosfernya
******
09 . urap urap yang ngangeni
******
 

Selasa, 28 Juni 2022

 
 
 
 
.. " Adu Kutipan di Warkop Langgeng " ..

tidak seperti umumnya warkop warkop yang
 memajang ini itu untuk mempercantik warungnya , 
di Warunk Kopi Langgeng di daerah 
Ngelo ( Raya Tlogomas ) Malang ini justru pengunjung
 diajak untuk meresapi kutipan kutipan popular 
dari tokoh tokoh nasional . 
 
 
 
tentu bukan sekedar untuk dipajang dan dibaca 
tetapi sambil nyruput kopi ,
 pengunjung dapat merenungi dan memaknai nya
 tersebab para tokoh tokoh tersebut adalah
 pemikir pemikir hal hal yang " besar " ! 
maka kalau biasanya di warkop warkop banyak terbaca didindingnya kalimat kalimat yang bikin baper 
karena berkisah seputar patah hati , jatuh hati 
dan hati hati ( hehehe .. ) maka di warkop yang satu ini
 kita akan dimotivasi untuk mencari dan membaca
 buku buku para tokohnya kalaupun ada
 yang belum mengoleksinya !
 
 
 
simak saja beberapa kutipan popular dibawah ini :
* Gus Dur " Gitu aja kok repot ! "
* Sujiwo Tejo " Tuhan Maha Asyik "
* KH Moh. Hasyim Asy'ari 
" Pak Tani itulah penolong negeri "
* KH Ahmad Mustofa Bisri 
" Kau ini bagaimana atau aku harus bagaimana "
* Chairil Anwar " Kalau sampai waktuku ... dst " 
naa .... ada yang tidak suka atau merasa kurang pas ? 
sebaiknya mencari warkop lain yang penuh
dengan kalimat kalimat ala novel picisan hehehe .. 
mengapa ? 
 
 
 
karena sesungguhnya ,
sebuah buku kalaupun sekarang sudah menjadi ebook ,
 adalah makanan jiwa , nutrisi rokhani , 
karena ia mengajak pembacanya untuk berfikir &
 merenungi serta memaknai kalimat yang tercetak disitu 
dan jika akhirnya setuju , 
maka kita akan bertambah kekayaan wawasannya atau
jika tak setuju maka 
mungkin ada kandungan kandungan beracun yang
 bisa dibuang dan tidak untuk  ditiru . 
 
 
 
hitam putih adalah pilihan kehidupan dan lewat buku
 adalah salah satu filter buruk baik sebuah cermin 
atau pengalaman atau pemikiran 
orang lain atau penulisnya .
 eee.... maaf , kok saya jadi keterusan ... 
kembali ke warung yang terbilang masih gres ini , 
tampilannya yang simpel tetapi nyaman ini membuat 
saya tidak ragu ragu untuk masuk dan duduk
 menunggu pesanan . 
 
 
 
tidak model barista baristaan , sayapun merasa seperti 
duduk di warung Sumawe yang membuat kerasan . 
dalam daftar menunya juga tidak " neko neko " ,
lihat saja misalnya : 
 Kopi Hitam , Kopi Gresik , Robusta Dampit , 
Robusta Bromo dll . juga beragam milkshake untuk 
melayani selera milenial yang tidak kenal dengan 
kopi tubruk hehehe .. 
juga ada berbagai teh , mulai teh jahe , teh rosella dll . 
camilannya ? juga tidak neko neko . 
ada Cireng , Siomay , Tahu Walik, Roti Maryam dengan
 beragam topping  dan yang terberat dalam daftar menunya
 adalah Indomie baik kering atau basah ,
 single atau dobel . 
 

 
 
 
naa .. siap untuk cangkruk di Warunk Kopi Langgeng ?
 dengan range harga 5 - 14K , rasanya kita bisa 
mentraktir teman semeja untuk menikmati kopi , 
camilan dan atmosfernya yang nyaman !
yukkkk ....
( Writing & Photos : Titiek Hariati , 
baru sempat diposting pada 29.06.22 )  
keterangan foto :
01 . kopi ijo dimeja saya dalam Black White
02 . kopi ijo dimeja saya dalam warna asli
******
03 . sujiwo tejo bicara
04 . warunk kopi langgeng tampak depan
******
05 . emha bicara
06 . atmosfer WKL
******
07 . kutipan para kyai haji
08 . kutipanpara kyai haji
******
09 . yang tersohor dari gus dur
10 . si jalang , chairil anwar
******
11 . gelas saya
12 . samping warung
******
13 . daftar menu ( 01 )
14 . daftar menu ( 02 )
15 . gelas saya terlihat dari atas , 
milkshake oreo
******