Kamis, 25 April 2019



.. " Saya Butuh Di Charge ! " ..
sebagaimana HP atau Laptop yang secara 
berkala harus di charge supaya enerjinya kembali pulih ,
 maka sayapun sama .
 tentu saya tidak dicolokkan kedalam steker untuk 
beberapa menit atau jam . tetapi saya perlu
 dicolokkan kepada sebuah atmosfer yang segar dan lain
 dengan atmosfer keseharian saya !
 bosan , jenuh ? ya ! 
siapakah manusia yang tidak pernah merasa jenuh 
atau bosan pada titik tertentu dalam 
ritme hidupnya senyaman apapun yang dijalaninya . 
kebosanan atau kejenuhan ini muncul
 ketika tidak ada lagi sesuatu stimulus atau tantangan.
  atau tantangannya menjadi sebuah rutinitas 
sehingga tidak lagi memunculkan " greget " ! 
manakah yang lebih menimbulkan kejenuhan antara 
kesulitan2 atau kenyamanan2? keduanya sama .
 semisal lagu , meskipun mungkin suara penyanyinya
 merdu tapi cara menyanyikannya monoton ,
 tidak ada kejutan yang menyentak ,
 maka lagunya juga menjadi menjenuhkan . 
perubahan atmosfer berpengaruh besar baik 
secara fisik maupun psikis , contoh :
 dari suasana kota yang ruwet dan macet serta
 bikin mumet , beralih pada suasana pedesaan
 yang senyap , sejuk dan ayem ! 
maka mumpung saya belum betul2 Low Bat , 
Jumat siang besok saya akan men charge diri saya
 1000km dari Malang . dekat saja .
 sudah lama saya tidak mencari obyek pemotretan 
yang unik untuk bahan blog ini dan juga ( mungkin ) 
bertemu dengan beberapa orang yang
membawa saya ke obrolan2 yang berbeda
 untuk membawa mind saya kearah yang lebih segar .
 apakah saya mengalami stres sehingga
 butuh di charge ?
 saya pikir tiap orang tidak harus mengalami stres 
lebih dulu untuk nge charge otak dan jiwa , 
sederhana saja bahwa 
Keluar Dari Rutinitas adalah 
Sebuah Kebutuhan Jiwa agar ketika kembali
 dari nge charge kita akan lebih segar dan fokus !
 lakukan sesuatu yang berbeda dan
 itu akan menyenangkan .
 misal , naik gunung , ke laut , masuk hutan ,
 naik MRT tanpa tujuan , memancing ,
 traveling ke tempat2 yang asing dll .
 meski saya hanya beberapa hari saja nge charge , 
saya yakin saya akan kembali dengan mind 
yang lebih segar dan fokus ...
 mau join ? yukkk ... 
( Titiek Hariati , Malang , 25 .04 . 19 )
gambar2 diambil dari google . 

Rabu, 24 April 2019



.. " PUBLIC , 
Menambah Ramenya
( tempat ) Cangkruk " ..

kota Malang makin lama makin ruwet, macet dan sumpeg ,
dan cafe cafenya rasanya tak beda jauh . 
hampir tiap terlihat ada bangunan direnovasi di kota
 Malang , pilihannya hanya 3 yaitu : 
dibuat guest-house , apartemen atau kos2an mewah , 
atau cafe ! 
satu lagi wajah cafe yang terbilang gres adalah 
PUBLIC di Jalan Kawi Atas Malang . 
 sebetulnya dulu2nya ya sudah dibuat usaha sejenis , 
dan tidak perlu heran kalau disana sini banyak bangunan
 dan usaha yang " mlungsungi " untuk bertahan
 ditengah ketatnya persaingan . 
saya dan seorang teman di pengajian kebetulan ingin
 sedikit santai untuk ngopi . saat sedang mikir serius
 tentang enaknya cangkruk dimana , 
teman tadi bilang 
" anak saya kalau malam nyanyi di Public Jalan Kawi " . 
 langsung saya setuju untuk ngopi disana saja sekalian 
saya ingin tahu seperti apa cafe yang 
gres ini suasananya . 
berhubung datangnya siang2 dan cuaca juga
 cukup panas , maka rencana ngopi diganti 
dengan cocktail ! 
 Public siang itu memang tidak terlalu rame 
tetapi udara menghangat ,
dan saya tidak berniat makan siang disitu . 
 live music ternyata disediakan setiap malam dan teman 
saya tadi terlihat gembira bisa melihat dari dekat 
tempat putrinya tiap malam nyanyi disitu 
( kegiatan nyanyi ini konon hitung2 juga untuk
 mengisi waktu karena sudah tidak
 terlalu disibukkan kuliah karena saat ini memang 
sedang menyusun skripsi ) .
 diam diam saya salut juga sebab generasi milenial 
saat ini sangat berbeda dengan jaman muda 
saya dimana pekerjaan2 partimer semacam 
nyanyi di cafe , pramusaji di resto atau cepat saji dll 
sangatlah terbuka peluangnya buat mereka 
disamping kuliah.
 kalau jaman saya , waaa ..
 jangan lagi nyanyi di restoran atau hotel dll ,
 juga pramusaji yang pada masa itu masih
dipandang sangat negatif bahkan rendah ! 
 menu menu di Public ini dari Timur sampai Barat .
 catat saja mulai Tahu Cabe Merah atau Paru Cabe Merah 
sampai Trafaltar Sirloin atau Trafaltar Ribs , Lamb Grill , 
juga Sup Buntut dll .
 yang suka pizza disini juga banyak pilihannya . 
dan bermacam Starter untuk mancing selera awal ,
 kita disuguh pilihan yang lumayan beragam . 
deretan minuman juga menyediakan berbagai 
Soft Drink sd jenis Bir 
( awas, para pelajar tidak boleh mencobanya ya .. ! )
 Juices , Cocktails dll .
naa .. ada yang mau coba nyanyi di Public ? 
( Writing & Photos : Titiek Hariati , 24.04.19 )
 keterangan foto :
01 . duduk2 diluar juga nyaman ..
02 . atau didalam ?
03 . gampang ditemukan
04 . lukisan didinding
05 . mango yang segar ..
06 . atmosfer ( 01 )
07 . atmosfer ( 02 )
08 . daftar menu ( 01 )
09 . daftar menu ( 02 )
10 . pintu masuk ..
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Senin, 22 April 2019



 .. " Onthel Yang Mengecewakan " ..
ditulis gede2 dalam beberapa baliho tentang
 Festival Sepeda Onthel di Malang 
tanggal 19-21 April 2019 , saya sudah mencegatnya 
sejak awal . ini masih ditambah dengan
 pesta duren yang semuanya dipusatkan di 
Museum Brawijaya Jalan Ijen Malang . 
 kebetulan saya kesana pada siang hari tanggal 20 
bersamaan dengan seorang bapak yang 
mengayuh sepeda onthelnya dan menggerutu 
" saya kira 3 hari festivalnya .. e ngga taunya baru 
nanti tanggal 21 pagi , ya sekali tanggal 21 itu saja " ..
  seorang teman lain malah lebih gawat 
memberitakannya pada saya 
" mbak , ada festival Malang Tempo Doeloe lagi lo .. " , 
waduh saya tiwas sudah seneng , 
ternyata hoax hehehe ..
 stan2 yang berjejer didepan Museum Militer itu
 juga bukanya pada sore hari dan beberapa
 penjual duren yang saya lihat saat itu sedang
 leyeh leyeh santai . 
ya sudah daripada pulang dengan hampa ,
 saya masuk untuk  menjepret beberapa peserta 
sepeda onthel yang sudah ada disitu dan 
mereka ini termasuk " barisan kecelik " ... 
seorang ibu penyewa stan makanan yang menjual
 rawon dll curhat pada saya 
" tiwas bayar sewa stan mahal2 ternyata festivalnya 
cuma sehari pada tanggal 21 , 
lha sewanya untuk 3 hari , waa .. modus apa ya .. ? " 
saya memang tidak nonton konvoi onthelnya yang
 tanggal 21 , jadi foto foto disini adalah apa yang bisa
 saya lihat pada tanggal tanggal sebelum 21 .
 adanya kesalahpahaman informasi seperti ini sudah 
tentu harus dievaluasi pada penyelenggaraan2 yang 
mendatang agar tidak ada pihak pihak yang dirugikan .
 untung saya sempat bertemu dengan 
beberapa peserta yang lumayan unik ,
 sehingga blog ini masih punya berita hehehe ..
selamat ngonthel ... !
( Writing & Photos : Titiek Hariati , 22. 04 . 19 ) 
 keterangan foto : 
01 . bapak dan anak peserta festival dalam
 kostum jaman 
Jepang di Indonesia
02 . bapak ini juga " kecelik " ,
 tiwas sudah siap kostum dll
03 . yang jual duren leyeh leyeh ..
04 . penjual onderdil sepeda djadoel ..
05 . panggung untuk peresmian festival onthel








 



.. " Mie Bangcad atau Bangs ...t ? " ..
sekian hari yang lalu , 
pas hujan lebat yang disertai angin kencang , 
saya terjebak disebuah kedai mie mungil di 
Jalan Panderman Malang . Mie Bangcad . 
harap tidak menanyakan ke saya apa singkatan atau
 arti nama kedai sebab bisa bisa orang 
mengasosiasikannya ke yang lain .. 
 nama adalah nama , apapun itu , pasti yang punya hajat
 memiliki makna khusus . kalau saya tidak salah ingat ,
 kedai ini sudah beberapa kali " mlungsungi " 
bahkan rasanya saya pernah beli baju tenun ikat disitu
 sekian tahun lalu ketika masih menjadi 
sebuah boutique mungil !
 namanya bisnis , bisa saja ganti berganti hingga
 satu saat menemukan jalannya yang paling tepat atau 
memang berganti pemilik bangunan ? entahlah .
 naa .. dikedai ini kita bisa pilih bermacam olahan mie
 mulai lokal sampai internasional .
 saya dan seorang teman disore yang lebat hujannya itu 
memesan mie lokal dan mie Singapore yang 
berkuah dan pedas . 
 bagaimana tentang rasa , harga dan layanan serta 
atmosfernya ? lagi lagi untuk ke 3nya saya harus 
memberi angka 6,5 dari skala 1-10 karena saya terlanjur
 punya pembanding mie lokal yang pikulan di Yogya !
 weleh2 .. jauh banget ?
 begitulah kalau rasa sudah nyanthol , 
meski mie pikulan Yogya itu sudah dijaman jadul 
saat saya kuliah di Yogya ,
tapi lidah saya rasanya masih bisa merasakan lezatnya
 dan saya ikhlas memberi angka 8 ! 
 hujan masih deras saat saya harus pulang dan 
" nyeker " ke tempat parkir daripada sepatu ambles ! 
penasaran dengan Mie Bangcad ? 
harap diingat saja bahwa karena lokasinya yang dekat
 dengan sekolahan , pada jam jam tertentu 
sangat padat kendaraan dan sebaiknya
 parkir agak jauh misal di BCA atau KFC .
 yukkkk ...
( Writing & Photos : Titiek Hariati , April 2019 ) 
 keterangan foto : 
01 . mie Singapore
02 . bangcad ..
03 . mie lokal
04 . atmosfer
05 . daftar menu
06 . level berapa daya tahan pembaca ?





 


 .. " SEPIRING , BERDUA ... ? " ..
beberapa minggu ini saya seolah tidak
 berkesempatan ngeblog ! ada saja alasannya . 
dan suatu sore ketika pulang dari menengok pasar duren 
 Museum Militer Brawijaya , 
saya lewat di Jalan MayJend Panjaitan , Malang , 
saya melihat sekilas ada kedai mungil yang 
manis berjuluk " SEPIRING " dikiri jalan . 
 sebenarnya sudah sangat dekat saat mahgrib , 
sekitar 20 menit lagi , tetapi saya putuskan berbelok dihalamannya yang saya pikir kalau perlu
 " makanannya akan dibungkus saja " ... 
dugaan tidak salah sebab ternyata kedai ini memang
 baru berusia seminggu ! dengan tatanan sederhana 
tapi lumayan kekinian , saya melihat 
deretan masakan prasmanan disitu . 
" silahkan .. maaf sudah sejak pagi buka , 
jadi beberapa sudah mulai habis " , jelas pramusajinya .
 ada oseng2 cumi , udang , kangkung , cap jai ,
mie goreng , dll yang seabreg meski sore itu 
beberapa sudah nampak menipis " sisanya " . 
 
di papan daftar menu tertera puluhan lauk yang siap 
dipilih , mulai urap2 , tahu tempe bacem , dll 
dengan harga per porsi mulai 3ribu sampai 10ribu 
per porsinya ( belum termasuk nasi ) . 
saya tidak sempat bertanya mengapa kedainya bernama 
Sepiring , tetapi kalau ada lagu berlirik 
Sepiring Berdua koq ya rasanya kurang andai 
dibagi dua hehehe .. 
dengan masakan standar Jawa dan suasana yang
 lumayan nyaman meski kedai ini berukuran tidak luas , 
saya tidak jadi " mbungkus " tapi saya 
nikmati ditempat !
 saya cuma berharap bahwa Sepiring jangan hanya
 Hangat2 Tai Kambing alias Muncul Untuk Lenyap 
seperti halnya puluhan kedai lain di 
Malang Raya yang saya tulis di blog ini . 
diakhir kunjungan , tiba2 dari arah dalam muncul
ownernya yang mengucap terimakasih pada saya ,
 lho .. kok dari tadi nggak muncul yang 
semestinya bisa saya korek2 infonya tentang Sepiring ini .
dan berhubung saat maghrib sudah diambang 
saya tidak sempat lagi bertanya ini itu .
dari skala 1-10 , untuk Rasa , Harga , Layanan dan Atmosfer secara rata rata saya tidak keberatan memberi nilai 6,5
hanya berharap semoga Sepiring bisa bertahan
diketatnya persaingan jagad kuliner Malang Raya . 
naaa .. penasaran ? buat yang suka main ke
kantor Arema dijalan yang sama , 
Sepiring ini tinggal menyeberang saja dan 
 untuk parkirnya bisalah memuat sekitar 4 mobil
 atau 20an motor .. 
mau Sepiring Berdua ? silahkan ..
( Writing & Photos : Titiek Hariati , 22.04.19 ) 
keterangan foto :
01 . Sepiring , malam hari
02 . oseng2 udang dan cumi plus kangkung
03 . mulai 3rb sampai 10rb
04 . silahkan pilih sendiri ..
05 . tirai ala kedai2 Jepang