Tampilkan postingan dengan label Catatan Reuni 2021. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Reuni 2021. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Juni 2021

 
 
 .. " Mlungsungi , Raja Bally Ke La Fayette " ..
seangkatan saya pasti tahu Raja Bally
 yang terletak di perempatan jalan utama
 kota Malang atau Kajutangan atau 
saat ini adalah Basuki Rahmat
dan atau
 juga bisa masuk ke Jalan Semeru no 2-4 . 
duluuuuu .... , 
gedung ini terkenal sebagai toko penjual
 barang2 antik dan langka seperti misal
 batu batu permata, perak dll juga 
pedang2 samurai , keris dll yang pada
 jamannya masih digemari
sebagian besar masyarakat kita .
lama tidak terdengar lagi karena sayapun 
 merantau ke benua seberang , 
saat pulang ternyata sudah dihuni oleh
Dunkin Donuts ( mungkin sebelum itu 
bisa jadi oleh yang lain yang lepas
 dari pengamatan saya ) .
dan nama Raja Bally sendiri saat ini 
masih terlihat disamping belakang 
dari gedung utamanya tetapi
 sudah berganti usaha
 sebagai Money Changer . 
 masa kecil hingga remaja saya di Malang , 
 menjadikan gedung megah ini sebagai 
salah satu landmark Malang 
karena letaknya yang istimewa ditengah
 jantung kota .
tiba2 saja saya lihat Dunkin Donuts yang 
sudah cukup lama berada disitu , 
menghilang namanya .
 dan satu siang saya melihat sebuah nama
 baru yang asing , 
La Fayette , Coffee & Eatery , 
muncul menggantikan nama DD . 
wow .. betapa sejarah tak pernah berhenti 
 menuliskan penanya dan sayapun masuk
 dalam golongan yang penasaran
 akan cafe baru ini . mengapa ? 
karena sejak saya lahir hingga dua anak2
saya sudah pada menikah ini ,
 saya belum pernah berkesempatan 
melongok dalamnya gedung yang ikonik ini . 
sulitnya tempat parkir diberikan
 jalan keluar dengan cara 
Parkir Valet sehingga 
sayapun merasa sangat terbantu .
 dua kali saya menelusuri gedung ini ,
yaitu yang pertama bersama seorang teman 
di WIC dan kali kedua reuni kecil
 bersama kerabat dari 
luar Malang dan luar pulau . 
daya tarik lain adalah adanya rooftop 
dilantai 3 sehingga disaat pandemi ini cukup 
 melegakan karena cangkruk
diudara terbuka dengan jumlah pengunjung
 yang masih terbatas , 
menjadi salah satu pengamannya .
 tidaklah diragukan bahwa atmosfernya 
memang cukup nyaman karena 
gedung2 jadul pada umumnya memiliki
 ventilasi udara yang bagus .
 daftar menunya juga cukup lengkap
 mulai yang ringan hingga yang berat . 
sebut saja Nasgor Jawa , Ayam Cabe Garam , 
 Spaghetti Sambal Matah dll 
maupun deretan pastrynya yang
 terlihat menggoda !
 penggemar steak juga dimanjakan 
dengan tenderloin steak dan bermacam 
kopi yang ditangani para barista handal .
 jika datang sebelum jam jam " lapar " 
mungkin pembaca lebih nyaman
 dapat memilih tempat cangkruk yang tidak
 padat dan ini adalah 
salah satu strategi dimusim pandemi untuk 
 menghindari " kruwelan " ... 
 untuk tujuan apapun pembaca datang
( kencan , reuni , sekedar ngobrol kosong , 
bikin kerjaan dengan laptop dll ) 
La Fayette saya rekomendasikan .. !
( Writing & Photos : Titiek Hariati , 
diposting pada 10 .06 .21 ) 
keterangan foto : 
01 . atmosfer tempo doeloe dalam ruangan
02 . rooftop yang segar ..
03 . wajah asli Raja Bally tempo doeloe
04 . wajah saat ini 
05 . Raja Bally dalam kenangan 
menyisakan ruang kecil untuk
 Money Changer 
06 . baru sekarang saya bisa melongok
 ruang dalam gedung ikonik ini ..
07 . dating , chatting etc .. silahkan saja ..
08 . reuni kecil sekian hari yl ..
09 . perempatan Kajutangan 
yang legendaris 
10 . para barista yang sibuk
11 . gedung jadul yang
 tak termakan jaman ... cantik !

 
  .. " ONSEN " , Jepang KW " ..
kalau pembaca tidak bingung biarlah saya saja yang
 merasakan bingungnya . yaitu ketika menemu
 kampung ala Jepang di Songgoriti , Batu , Malang 
yang sudah ada sejak sekian tahun silam ,
 namanya " ONSEN " .
 saya sebut kampung karena memang dibuat ala 
sebuah perkampungan Jepang yang asri dan bersih
 seperti khasnya bangsa Jepang . 
tetapi memang bukan kampung biasa karena untuk 
menikmati atmosfer ala Jepang , semalam kita 
harus keluar duit 3 juta untuk sebuah cottage 
dengan 3 kamar dan tempat mandi 
" kumkum " bersama diterasnya ! 
 sebagai imbalannya , silahkan pembaca menikmati 
panorama ala Jepang , resto dan budaya mandi
 barengnya dll yang membuat pembaca serasa
 di Osaka atau tempat2 lain di Jepang ! 
sekian hari yang lalu saya ber reuni kecil disitu dengan
 kerabat dari Kupang , Bandung , Balikpapan
 dan Surabaya , jelasnya kami ber 8 saja ,
 jumlah maksimal saat pandemi !
tentu saja saya tak ikut menginap disitu
dan selaku " host " yang tinggal di Malang , 
saya " berkewajiban " menjenguk 
dan menyambutnya  ! jeprat jepret disitu tentu saja 
menyenangkan tetapi diam diam saya 
" dilanda rasa sedih " :
" lha laopo wong wong iki kok nggawe resort
ala Jepang , kok gak ala Toraja ,
 ala Bali ,ala Lombok dll 
sing gak kalah eksotis e ? " 
( terjemahan bebasnya " mengapa harus bikin resort 
ala Jepang padahal kita punya kekayaan budaya yang
 tak kalah indahnya misal 
ala Bali , ala Toraja ala Lombok dll yang 
tak kalah eksotisnya ? " ) .
 sebaliknya , apakah kira kira kalau di Jepang ada 
resort ala Toraja atau ala Bali bisa selaku
 " Onsen " di Batu ini ?
 tentu saja kalau bikin resort ala Toraja dll disesuaikan
 dengan standar bintang 4 atau 5 sehingga 
tamu tetap merasa nyaman .. 
 maka sayapun hanya bisa menikmati keindahan
 yang artifisial alias tidak 100% alami di ONSEN ini 
dengan satu mimpi bahwa :
kelak akan ada  para investor dibidang pariwisata
 khususnya perhotelan yang akan lebih bersedia
 mengangkat kekayaan budaya bangsa sendiri
 dibanding meng import budaya asing .. ! 
 (  bahkan jika diingat sejarahnya ,
bangsa Jepang ini pernah " mencicipi " bangsa Indonesia
 sebagai " budak " nya diawal awal 
perjuangan kemerdekaan kita selama beberapa tahun 
dengan catatan kelam kekejamannya  .. )
 tentu bukan itu alasan utamanya , 
melainkan : 
" Cintai Budaya Sendiri Jika Ingin
 Bangsa Lain Menghargai Budaya Kita " ! 
 (  Writing : TH , 
Photos : Titiek Hariati  & Irawan , 
Mlg 10 .06.21 )
keterangan foto :
01 . " kampung " Osaka
02 . resto ala Jepun
03 . tempat " kumkum " di teras
 masing2 cottage
04 . rombongan " Jepang KW " ..
Arigato Gozaimashita !
05 . saya dan kerabat dari Bandung
( yg lain masih tidur ... ! )
06 . saya didepan " gubug " ..
07 . sejenak serasa di Jepun
08 . jembatan khas ..
09 . ini Songgoriti , bukan Kyoto ..
10 . saya bersandar di tempat 
" kumkum " diteras cottage