Tampilkan postingan dengan label wisata kuliner pandemi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata kuliner pandemi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Januari 2022




 
 
.. " Lima Meter Pilihan Di 
Warung Prasmanan Bu Marni Malang " .. 
di Malang ada berpuluh warung prasmanan
 terutama didaerah padat kos kosan dan 
kampus kampus yang umumnya didominasi Warteg .
 kalau sedang jenuh dengan warung tertentu yang
 menjual menu tertentu saja , maka warung prasmanan
 adalah pilihan anti jenuh . 
kali ini kita tengok salah satunya di 
Jalan Soekarno Hatta Malang , berjuluk 
" Warung Bu Marni Prasmanan " yang termasuk
pemain lawas jagad kuliner Malang . 
 
 
disini , siap siap saja mengambil nafas besar
 karena pilihan menunya
 sepanjang sekitar lima meteran full !
 yang pedas , yang setengah pedas , yang
 sama sekali tidak pedas , yang bening ,
 yang berlemak , yang merah , yang kuning , yang coklat ,
 yang putih dst dst membuat piring saya 
lama tak terisi apa apa saking bingungnya
 milih hehehe .. 
 
 
diujung sekali , saya disambut dengan bakso yang 
putih mulus dan disebelahnya langsung 
disambut dengan " sesuatu " yang kemerahan
 yang pastinya pedas ! 
naa .. kalau sudah bingung ,
 maka biasanya lari ke pilihan pilihan yang " aman " 
 yang lebih sering saya kenal sehari hari
 katimbang milih yang " beresiko " pedas
 atau lainnya yang lidah saya 
kurang mengenalnya hehehe ..
 
 
 tetapi meskipun piring saya berisi kombinasi yang
 satu sama lain tidak terlalu pas ,
 akhirnya piring saya menuju kasir sebelum 
acara makan dimulai . 
bagaimana mau mencari yang pas kalau 
disana sini ketemu yang saya sukai ? 
di piring saya ada bakwan jagung , mendoan , 
bakso dan entah apa lagi yang saya tahu 
tidak pas kombinasinya  hehehe ..
 begitulah prasmanan , sulit menolak ketemu yang 
kita sukai dan pilihan untuk " mbungkus " 
barangkali lebih bijak daripada piring berisi 
kombinasi yang aneh hehehe .. 
( ini kontras dengan sajian prasmanan di
 Abundacio yang tak banyak dan 
" memaksa " tamu memilih itu itu saja .
 soal mana yang lebih cerdas dari sisi profitnya ,
 saya serahkan pada pembaca untuk 
menghitungnya hehehe .. ) .
 
 
naa .. dalam warung bu Marni , dengan 
atmosfer nya yang khas warung ,
 rasanya tak banyak yang bisa saya tulis 
karena di bu Marni ini tentu bukan cafe 
yang modern melainkan sebuah
 tempat makan yang beratmosfer rumahan biasa saja .
 
 
tetapi untuk rasa masakannya,
 biarlah saya beri nilai 6,75 meskipun mungkin
 ada yang protes mengapa tidak sekalian 7 . 
yang pasti , untuk kembali lagi ke bu Marni , 
saya tiap saat akan siap... yukkk ! 
( Writing & Photos : Titiek Hariati , 15.01.22 )
keterangan foto :
01 . bingung .. semua tampak yummyyy ...
02 . bening bening juga lengkap ..
03 . berkeliling memilih ..
04 . aneka jus ada
05 . gado gado , rawon , soto , lalapan juga ada .. 
06 . hmmm .. makin bingung ...

Senin, 22 November 2021

 
 
 
...  " Roma Boyong Ke Ijen 91 " ...
 pada Oktober 21 yang lalu , 
saya betul betul menyempatkan diri ke 
Jalan Ijen  91 Malang . mengapa ?
 karena terniat sudah lama , hanya kesempatannya
 yang belum datang . maka disatu siang yang
 tak begitu terik , saya sudah berada disitu 
untuk sejenak " berwisata " ke 
Kota Tujuh Bukit alias Roma yang juga dikenal
 sebagai Eternal City , Kota Abadi .
 pertama yang menarik adalah tampilan 
" kedai " nya yang membuat sejenak lamunan
 melayang ke Eropa . dan ketika masuk , 
musik musiknya juga sangat Italy dengan lagu lagu
 abadi yang tak lekang jaman seperti 
O Sole mio , te Quiro alias 
ailapyu ! 
 lalu juga ada Volare yang khas dan sempat 
dipopulerkan oleh kelompok Gypsi Kings ... !
" volare oh oh .. Cantare , oho hoho ..
Nel blu dipinto  di blu .. Felice di stare  lassu .. " .. 
yang membuat saya ikut bersenandung 
dan menggoyang kaki .. 
 serasa di Italy ? belum ! jelas belum lengkap 
kalau belum memanjakan lidah dengan 
menu menu khas nya ..
 seabreg pilihan ada disitu .. 
sebut saja Classico yang memang klasik , 
Cotoletta , Chicken Pesto , dan salah satu ikonnya
 yaitu Signor , Salsicia e Crauti, Frittata ,
 Tegamino dll ...
 dideretan minumannya ada bermacam kopi , 
juga yang non kopi seperti Lemon Tea , 
Orange Soda , 
Frappe al Cioccolato dll .. 
harga ? rasanya jika disoal rasa sudah okay , 
maka tidaklah perlu ditulis sebab pepatah
 mengatakan " Ono Rego Ono Rupo "
 ( yang ini tentu saja bukan bahasa Italy ) .
 jika kita butuh sekitar 22 jam lebih ke Roma dari 
Indonesia , maka kali ini cukup 10 menit saja 
dari rumah saya dan benar benar saya
 menikmati atmosfer yang berbeda 
dengan cafe cafe lainnya . 
 kebetulan siang itu saya berkesempatan mengobrol sejenak dengan owner nya 
yang masih belia dan cantik , 
Tamara , Sarjana Tehnik Mesin 
yang konon " kesasar enak  " kearah 
kuliner hehehe ..
 dari seorang ibu berasal dari Palembang dan
 ayah yang asli Italy rasanya memang Tamara benar benar terlahir dengan dua budaya indah yang
 diwarisi dari ortunya.. !
 naa .. lengkap sudah bahan tulisan saya tentang 
" kedai Italy " Signor Panino yang melengkapi
 kota Malang sebagai kota dengan 
Wisata Kulinari Internasional 
 ( catat saja resto : China , Korea , Jepang , 
Malaysia , Singapore , Amerika , India , 
Swedia , Thai , Timur Tengah , Mexico , 
Belanda , Perancis etc etc dapat ditemukan di Malang ! )
 saya pilih dua menu yang berbeda untuk
 sejenak bernostalgi di Italy ...
dan akhirnya saya tinggalkan Signor Panino
 siang itu dengan sebuah janji : 
" saya pasti akan kembali " 
 ( soal " kapannya " itu yang saya sungguh
 belum tahu hehehe .. ) . 
terimakasih atas keramahannya Tamara , 
semoga Signor Panino makin " beranak pinak " 
di Malang Raya...
" Ci vediamo e successo .. ! " ..
( Malang , diposting pada 23 . 11 . 21 )
Tulisan & Foto Foto : Titiek Hariati
 

Rabu, 20 Oktober 2021

 
 
.. " Jakarta 88 " , No Price List  ? ..
beberapa kali " kejebak harga " didaerah
 jajanan Malioboro , maka saya memang lebih suka 
kalau tempat cangkruk itu secara fair 
mencantumkan harganya didaftar menu .
 alasan kedua , saya tidak berpenghasilan dari
 Youtube , Tiktok dll yang sedang in , 
sehingga saya tidak bisa sembrono untuk masalah
 cangkruk meskipun saya suka .
 naa .. satu siang sekitar seminggu yl ,
saya lewat di Jalan Rajekwesi  Malang , 
dan melihat warung yang tergolong jadul karena
 sudah cukup lama eksis di jagad kuliner Malang Raya . 
 warungnya juga tidak butuh di poles poles , 
sebuah rumah bergaya kolonial kalaupun disebut
 bekas rumah rumah jaman Belanda tentu 
juga tak salah .
  berjuluk " Jakarta 88 " tentu saja punya 
ke khas an sendiri sebab yang menjadi ikonnya 
adalah Ketoprak sebagai salah satu makanan 
khas Betawi ( kalau ketoprak di jawa timur 
lain lagi karena tontonan ketoprak ini semakin 
langka dan menghilang perlahan
 padahal saya suka nontonnya ! ) . 
anehnya saya ke warung ini  malah tidak memesan
 ketoprak tetapi ingin menjajal yang diluar ketoprak .
 " boleh lihat price list mbak ? " ,
 saya bertanya langsung kepada owner nya yang
 ramah dan cantik . 
" maaf , belum saya buat tetapi percayalah 
kami tidak mempermainkan harga kok .. " .
 pesanan saya jatuh pada 
Asem Asem Bandeng Cabut Duri dan 
Tongseng Kambing dan segelas jeruk panas ! 
 lho lho lho .. kok tidak pesan yang menjadi ikonnya ?
 naa .. ini yang namanya Lapar Mata , 
karena tiba tiba melihat dua menu yang 
 sudah cukup lama saya  ( sejak pendemi ini ) 
tidak menemu . 
saya berani makan ditempat karena siang itu
 yang ramai sebetulnya adalah 
mas mas Gofood dan hanya beberapa pengunjung
yang makan ditempat . 
skala 0 - 10 , untuk Rasa , Atmosfer dan Layanan
 saya iklaskan 6 . tentang harga ? no comment ,
 yang jelas untuk ke tiganya saya 
membayar 105 ribu . 
sekitar 8 tahun warung ini konon sudah berdiri ,
 saya pikir sudah saatnya memiliki selembar
 price list yang itu penting agar pengunjung
 sekaligus dapat mempertimbangkan mana mana
 yang diprioritaskan .. 
( saya tahu bahwa para Selebgram atau SelebTok
 dan seleb2 lain atau bahkan 
anak anak kos jaman now pasti tertawa 
dengan angka 105 ini ,
 tetapi  ini sesungguhnya lebih pada 
masalah fairness )
 saya kewarung " Jakarta 88 " ini sekitar seminggu
 yang lalu yang semoga saja saat ini
 sudah memiliki price list !
 naa .. buat pecinta ketoprak atau soto betawi dll yang
 berbau bau Betawi , silahkan mencoba warung jadul
 ini . dan yang ingin men cek harga menu menunya
 bolehlah membuka lewat aplikasi 
pemesanan makanan online meskipun mungkin saja
 untuk dimakan ditempat lebih murah ?
 saya tidak tahu, dan darimana saya bisa tahu " wong "
  tidak tersedia pricelist diwarungnya hehe ..
( Writing & Photos : Titiek Hariati , 21 .10 .21 )
keterangan foto :
01 . tanpa harga ..
02 . atmosfer
03 . asem asem bandeng cabut duri
04 . tongseng kambing
 

Sabtu, 16 Oktober 2021

 
 
 
 
 
  .. " Suka Tongseng ? Ke Mundu lah ! " ..
bermula dari kerinduan pada tongseng kambing 
maka  setelah buka buka internet ,
 malah ketemunya  dengan tongseng sapi ! 
kambing dan sapi tentu saja pada umumnya orang 
( terutama saya )
 lebih milih kambing dari segi rasa .
  tetapi karena saya termasuk yang belum pernah
 mencicipi tongseng sapi maka saya perlukan
 menengok ke Warung Mundu yang 
berlokasi di Jalan Mundu , Malang 
( dari Kawi Atas sebelum Dieng ada belokan kekiri ) . 
bayangan tentang sebuah warung yang nyaman 
segera buyar karena ternyata ini jauh 
lebih sederhana dari itu . 
diawaki oleh sekitar 5 milenial , warung ini ternyata
 tidak pernah sepi meskipun harus duduk agak berjejal .
 tentu saja saya memilih mbungkus
 sebab saya tidak mau pulang dengan 
tongseng corona hehehe .. 
tertera di daftar menunya ada Tongseng Sapi , 
Sate Sapi , Tengkleng , Nasgor , Sate Paru , Sate Usus ,
 bahkan ada juga Tongseng Ayam , Sate Ayam ,
 Sate Ati Ampela dan wedhang uwuh , es beras kencur dll
 sebagai minumannya .
 berhubung belum pernah kesitu saya hanya memesan
 Tongseng Sapi , Sate Ati Ampela dan Sate Sapi .
 kok banyak ?
  tidak juga sebab sebelumnya saya sempat 
mengintip ke meja sebelah , saya lihat kok porsinya
 " biasa biasa saja " bahkan untuk ukuran wanita . 
dugaan tak meleset , setelah dirumah ,
 saya lihat ke 3 menu pesanan saya itu cukup 
untuk makan siang dan malam 
( bahkan kalau pria mungkin cukup untuk 
sekali makan saja hehehe .. ) .
 lha yang unik apanya ya ? pertama karena ini 
sate sapi dan tongseng sapi ( alasan si penjual 
menjawab pertanyaan saya kok ngga kambing to mas ? 
dijawab " kambing harus beli seekor bu ,
 jadi ya sapi saja .. " . 
oalaa.. iya sih beli kambing separuh ekor juga 
ngga bisa ya mas hihihi .. ) . 
yang kedua yaitu awak kapal e ..  awak warung ini 
semuanya milenial yang biasanya lebih suka 
kerja di cafe cafe . naa .. pelestarian dan ketertarikan
 mereka pada kuliner tradisionil seperti ini patut
 diacungi jempol ( kaki ? ya enggaklah .. ) . 
 harga termahal disitu adalah 35 ribu untuk Tengkleng , 
lainnya dibawah itu . dan melihat antrian pembelinya
serta  mobil2 luar Malang , 
saya merasa " tertinggal " sebagai Arema
 kok malah keduluan hehehe .. 
ya sudah yang penasaran segera saja ke 
Jalan Mundu yaa ..
( Writing & Photos : Titiek Hariati , 
diposting pada 16 .10 .21 )
keterangan foto :
01 . mendapat baunya tongseng saja sudah seneng 
02 . jaman serba setan ?
03 . sate gajah yang untung bukan daging gajah 
04 . ayam ayaman juga ada
05 .  masih harga anak kos ..

Rabu, 06 Oktober 2021

 
 
 
 
 .. " Nasi Kuning Ndalem Ratu  " ..
berlokasi di Jl . Kertanegara Barat I/ 9 Singosari ,
 Malang , ada dua buah bangunan yang mencolok
 karena menarik ingatan pada
 abad abad silam jaman kerajaan Singosari . 
yang disebelah kiri jalan  adalah model 
joglo Jawa yang khas ,
 yang berdiri disitu seolah merupakan
 sebuah penggalan Abad Lampau Jawa .
 
 
 persis diseberangnya , 
juga ada bangunan tradisonil Jawa yang 
" satu manajemen " dengan yang pertama diatas . 
keduanya dibawah bendera " Ndalem Ratu " atau 
terjemahan bebasnya kira kira adalah
 Kediaman ( dari Sang ) Permaisuri .
 saya masuk dibangunan yang kedua karena 
bangunan yang dikiri jalan tampak masih tertutup 
dengan pembatas rantai siang itu .
 
 
  bangunan kedua ternyata adalah Warung Khas Jawa
 yang menyajikan menu menu Jawa djadoel . 
tetapi yang pertama tama menarik saya adalah
 tampilan warungnya yang ditata sedemikian
 tradisonil sehingga saya merasa seolah
 berada di rumah rumah Jawa Abad Lampau .
 hiasan meja dan interiornya yang khas membawa
 kenangan pada rumah buyut buyut saya didesa .
 ada kelapa cengkir , gula aren , madumongso ,
 rempah rempah , mainan dakon , batik batik tulis , 
tombak , keris , meubel meubel kuno dll
 semuanya menyatu membentuk imajinasi pada
 Jawa Tempo Doeloe . 
 
 ini masih diperkuat oleh tampilan para pramusajinya
 yang juga berkostum khas tradisionil Jawa 
sehingga terasa tidak ada lompatan abad .
 saya memesan Nasi Kuning Ndalem  Ratu sebagai
 salah satu khas nya dan wedhang rempah .
 ternyata saya malah dipersilahkan dan diantar
 menyeberang jalan kearah bangunan Joglo
 yang pertama tadi yang itu ternyata adalah galeri .
 saat ini memang belum dibuka dan 
benda benda galerinya juga belum ditempat 
terkait pandemi .
 
 
 berkeliling galeri ini saya mendapat kesan bahwa
 ownernya adalah seorang pemerhati budaya yang kental . 
ada seperangkat gamelan disana . 
dinding2 disebelah depannya, adalah perpaduan
 antara batubata modern dan purba yang diambil 
dari beberapa petilasan candi .
 tentu saya berharap bahwa galeri ini akan segera 
dibuka untuk menambah wawasan seni dan budaya
 anak2 jaman now yang sudah terlanjur 
lebih suka ke mall mall daripada ke museum2 .
 
 
 juga warung2 bernuansa seperti Ndalem Ratu , 
perlu lebih banyak digalakkan karena
 ada tambahan pengetahuan tentang 
akar budaya bangsa disamping sekedar tempat
 makan minum disitu .
 
 
 
 saya sangat menikmati atmosfernya ,
hingga rasanya enggan segera pulang karena 
alunan musik Uyon Uyon ( musik khas tradisionil Jawa )
 yang diperdengarkan lamat lamat 
membuat ayem dan .. mengantuk hehehe .. 
( ini harus disyukuri daripada ke cafe cafe
 yang musiknya bising malah bikin
 kemrungsung tidak ayem .. ! ) .
 
 Ndalem Ratu sudah memikat hati saya untuk kembali
 dan kembali lagi lain kali ..
( Titiek Hariati ,  diposting pada 06 . 10 .21 )
foto foto 95% saya jepret sendiri  
 
 keterangan foto :
01. galeri Ndalem Ratu
02 . gerbang warung Ndalem Ratu
03 . daftar menu
04 . galeri nampak depan
05 . warung nampak depan
06 . ala Djawa Djadoel
07 . batik batik tulis 
08 . pramusaji berkostum khas Jawa
09 . kostum yang nJawani
10 . patung ( 01 )
11 . patung ( 02 )
12 . gamelan Jawa di galeri 
13 . waluh , kelapa dll
14 . nasi kuning khas Ndalem Ratu
15 . papan daftar wedhang2
16 . pepohonan yang teduh
17 . teras luar warung
18 . interior