Tampilkan postingan dengan label wisata belanja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata belanja. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Mei 2015






.. " bertemu Ning Ayu di ( m ) Batu " ..

menjamurnya bisnis batik rumahan di Malang Raya melegakan, sebab hanya sekitar 10 tahun yang lalu rasanya batik belum sepopuler sekarang dan di Malang hanya ada beberapa toko batik 
yang masih awet sejak saya remaja , itupun hanya ada beberapa di jalan Basuki Rahmat 
dan satu lagi di Pecinan . 
ada dua jenis usaha dari batik rumahan . 
pertama yaitu yang memang memiliki " bengkel " batiknya sehingga pengunjung sekaligus bisa melongok ke dapur batiknya bahkan kalau berminat kursus juga bisa. 
itu misalnya di Andi Batik, nDruju Malang Selatan atau Batik Celaket. 
lha yang kedua adalah rumah batik yang hanya menjual batik saja , entah itu di " kulak " dari kota lain atau  batiknya diproses diluar rumahnya , pokoknya kita disitu hanya bisa melihat 
batik batik atau baju baju batik yang sudah siap pakai seperti 
Kemeja, Daster, Blus , Sarung batik
tapi ada juga yang mengkhususkan diri pada jenis batik tertentu dan dari daerah tertentu misal Batik Madura , Batik Pekalongan , Batik Cirebon dll . 
perkembangan ini sangat menggembirakan lha wong duluuuu kalau orang pakai baju batik umumnya dikomentari sebagai " ndhesooo ... koyok wong tuwooo .... kunoooo .... dst " ... 
( jadi saat tahun 1978 saya membuat kursus membatik dirumah dengan label " Dewangga Batik Course " maka tak lah heran bahwa murid murid saya saat itu 100% hanya para ekspat atau
 istri istrinya yang tinggal di Malang dan peminat lokal nihil hehehe .. )


naa .. sejak batik diumumkan UNESCO sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia dan dunia maka mak byurrr ... di Malang Raya pun bermunculanlah para batik - lovers yang jumlahnya semakin meningkat dari tahun ketahun .
 pun para remaja saat ini tidak lagi alergi pada batik karena ditangan desainer desainer muda yang kreatif maka batik telah disulap menjadi busana trendi yang uptodate dan fashionable !
sebenarnya Indonesia sudah sangat getol memperkenalkan batik secara nasional maupun internasional sejak sekian dasawarsa lewat melalui beberapa perancang batik yang 
legendaris seperti Iwan Tirta , Ramli dll bahkan dalam bermacam versi yang unik baik diatas kain mori  ataupun dalam bentuk batik bordiran , dll . 
naa .. salah satu rumah batik kita kali ini adalah " Griya Batik Ning Ayu " yang berlokasi di Batu tepatnya di Jalan Metro , perumahan Sisir Batu . 
disebuah rumah yang sejuk inilah kita bisa secara santai dan lesehan memilih milih berbagai jenis batik mulai yang untuk santai sampai yang formil 
dengan range harga cukup lebar untuk semua level kantong hehehe ..
jadi, kalau kebetulan wisata ke arah Selecta dan disebelah kiri jalan , boleh lah mencoba masuk ke gerbang jalan Metro dan hanya sekitar 25 meter dari gerbang itu kita sudah akan  
bertemu si Ning yang Ayu ... 
( th ) 


 ( photos by : th , Griya Batik Ning Ayu , ( m ) Batu , Malang , Mei 2015 )

01. batik lesehan
02. salah satu sudut
03. monggoooo ...




Senin, 28 April 2014








Ki RANGAN, Ki RANGAN
 ( idealisme besar dibalik kaos )

janji saya penuhi untuk membawa pembaca mengenal Apa, Siapa, Bagaimana dan Mengapa serta Dimana nya kaos kaos seperti dalam tulisan sebelum ini 
( lihat : " Sayap Sayap Itu .. " , 27 April 2014 ) . 

mungkin ada yang berkomentar " apane maneh sing aneh ? kaos yo kaos ! " itu sangatlah tidak salah. yang perlu dikoreksi barangkali adalah " pesan " yang ada dibelakang kaos itu. 
lo, nanti pasti dikomentari lagi " pesan opo se? paling paling yo duit ! " , 
sekali lagi tidak saya bantah, tetapi masih ingin saya koreksi lagi bahwa
 " duit " nampaknya bukan satu2nya.

 sebab merawat, memelihara dan menekuni sesuatu agar sebuah idealisme itu terjaga dan itu butuh waktu serta ketekunan luar biasa, tidaklah dimiliki setiap pelaku bisnis utamanya
 kaos mengkaos atau sablon mensablon ini. 

tercatat sekitar 13/ tiga belas tahun merintis bisnis dibidang pembuatan sablon kaos ini bukan waktu yang pendek. pasang surut sudahlah pasti bahkan terkadang 
sempat menciutkan mimpi, apalagi ide yang diusung termasuk kurang populer dikalangan anak muda yang lebih suka kaos kaos bergambar " modern " seperti gambar grup band  dunia yang terkenal atau tulisan gaul yang aneh aneh yang sedang IN. 

tokoh wayang adalah pilihan yang " menentang arus " dijaman teknologi internet sudah mendunia. namun pak Budhi, begitu panggilan dari owner Ki Rangan ini, 
yakin bahwa Wayang sebagai Warisan Budaya Luhur Bangsa Indonesia,
 harus diangkat dan di tampilkan dipermukaan .



 dengan mengambil setting khas yakni kaos berwarna dasar hitam, munculah diatasnya tokoh tokoh dunia pewayangan seperti : Yudhistira, Khresna, Arjuna, Bhima dll. 
dalam perkembangannya, tokoh tokoh nasional terkemuka juga dimunculkan 
seperti Soekarno, dll. 

menghimpun anak anak muda berpotensi dibidangnya, usaha yang dirintis belasan tahun ini sudah mulai menapaki " jalan tol yang nyaris bebas hambatan " ! 
pesanan bahkan lebih banyak dari luar Malang dan pulau dan kesibukan yang saya lihat di 
" bengkel " nya di daerah Mergan Kelurahan adalah sebuah jawaban 
dari kerjakeras dan ketekunan berbelas tahun.

mengusung nama " Ki Rangan " sebagai trade-mark nya, nama usaha kaos mengkaos ini dalam bahasa Jawa sebenarnya kalau disambung yaitu " kirangan " punya makna : 
" Ngga tau yaa ... ". 
tetapi kejelian untuk memisahkan kata ini menjadi " Ki Rangan " seolah itu adalah sebuah nama dari seorang " Ki atau Aki " yang bernama " Rangan " 
( Ki itu dalam bahasa Jawa bisa berarti seseorang yang memiliki
 keilmuan atau kepakaran dalam bidang tertentu ) . 


naa .. ciri khas lain dari produk Ki Rangan ini adalah sablonannya yang 100% Hand-Made alias tidak memakai mesin atau teknologi. 
 maka ditunjang kwalitas kain kaosnya yang 100% katun, dijamin kaos ini tahan setrika, 
dan sablonannya awet ( lho saya tidak menerima suap lo dari Ki Rangan untuk menulis ini, tetapi 
1 kaos yang saya pernah beli itu sudah saya " tes " dengan saya setrika, ternyata aman )

untuk sebuah souvenir yang khas Malang, 
kaos Ki Rangan ini sangat tepat karena 100% merupakan olah ide, karya dan tangan Arema asli! " tidak masalah ketika kita berbeda ide, pendapat atau pikiran dengan orang lain, tetapi saat sudah masuk ke masalah teknis, kita harus satu warna ! " , 
itu tadi pesan p. Budhi menutup obrolan singkat kami. 
sebuah pesan yang terlihatnya sepele, namun bila dimaknai secara serius dan melihat apa yang dicapai Ki Rangan saat ini, pesan " sepele " tadi sungguh tidaklah sepele.

 Yogya punya Dagadu, Bali ada Joger, Malang punya Ki Rangan dan bahkan masih ada beberapa lainnya yang juga 100% asli buatan Arema !
 selamat menemukan Ki Rangan di outletnya yang juga ada di BATOS, MATOS dan MOG .... !
( th )

( photos by : th, Ki Rangan, Malang, April 2014 )

01. suasana kerja di " bengkel " Ki Rangan
02. pesanan menumpuk
03. santai tapi serius
04. Soekarno, Fatmawati dalam kenangan
05. sibuk, sibuk
06. gunungan ( dari google )








Minggu, 16 Maret 2014











 " Brawijaya , ( m )Batu Ketularan ( m )Bali ? " ..


perlahan tetapi pasti, kota Malang dan Batu berbenah mengejar ketertinggalannya dari Bali atau Yogya dibidang pariwisata. tertinggalnya memang cukup " parah " sebab
 baru dua tahun terakhir ini keduanya seolah " bangun dari tidur panjang " . 
ya sudahlah, daripada tidak bangun bangun masih mending terlambat bangun hehe ... 

hotel hotel berbintang, wisata kuliner, wisata alam, wisata budaya dll mulai menggeliat di Malang dan Batu. yang paling menonjol adalah menjamurnya hotel hotel berbintang plus dunia kuliner yang keduanya seolah bersaing ketat.

 


apalagi Batu punya kelebihan dibanding Malang dalam hal " kesejukan udara " yang sebetulnya ya sudah tidak sejuk lagi, terus juga view nya dan  bermunculannya berbagai ikon bertaraf internasional di Batu seperti Museum Museum, Secret Zoo, Eco Park dll.

 naa .. " virus " Bali dan Yogya nampaknya mulai menjalar juga di Batu, antara lain dengan  hadirnya Pusat Cenderamata terpadu, yaitu
 Istana Oleh Oleh dan Cenderamata Brawijaya. 





disitu wisatawan tidak perlu jauh jauh ke berbagai wilayah di tanah air, karena tersedianya bermacam souvenir dari beragam pulau di Indonesia.
 ada dari Yogya, Bali, Jawa Tengah, Jawa Timur, dll di lantai II. 

sedang dilantai bawah pengunjung dapat memuaskan hasrat membawa Oleh Oleh nya diantara beratus jenis makanan / minuman ringan yang khas Batu, Malang dan sekitarnya. 
beratus jenis kripik buah maupun sayur, kacang kacangan, krupuk krupuk-an, kue kue kering, dodol dodolan dll.

buat yang membawa rombongan dan ingin menikmati view alam pegunungan Batu yang cantik, dapat terlebih dahulu melakukan reservasi sebab di basement dari gedung ini terdapat tempat lesehan yang luas dan mampu menampung sekitar 200 bahkan lebih tamu. 

di Pusat Oleh Oleh  yang sangat luas ini, semoga wisatawan yang berkunjung ke Batu maupun Malang, pulang dengan buah tangan khas yang sudah ditunggu tunggu 
" orang rumah " ! 
Oya, lokasinya ada di Jalan Diponegoro 74, Batu, Malang 
(  sebelah kiri jalan raya arah Batu ke Malang ) . 

naa .. sebelum ke Brawijaya, selamat membuat daftar panjang dari orang orang tercinta
 yang akan dibelikan oleh oleh khas Batu/Malang ... ! ( th  )



( photos by : th, Brawijaya Istana Oleh Oleh, Batu, Malang, March 2014 )

01. batik batik berbagai provinsi
02. mr. dower
03. asesoris
04. tas tas " blaco "
05. silahken ..
06. rombongan bis bis
07. atmosfer dalam toko