Tampilkan postingan dengan label wisata Ngopi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata Ngopi. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Januari 2022

 
 
 
  .. " NAKOA , Bertumbuh Saat Pandemi " ..
disaat puluhan usaha kuliner bergelimpangan dilanda
 covid yang tak berujung , NAKOA justru sebaliknya !
 setelah yang pertama di Jalan Bondowoso , 
kedua di Dinoyo , maka muncul pula yang ketiga 
di dekat Perumahan Permata Jingga ! 
 
 
apa rahasianya ? 
tentu saja bukan tugas saya untuk mengorek , 
tetapi sebagai pengunjung saya hanya bisa 
menduga duga saja . 
 
 muncul sebagai penambah
 semarak tempat cangkruk di Malang , 
maka Nakoa memang sudah mengibarkan bendera
 sebagai cafe atau resto atau apapun namanya yang
 Tidak Menyediakan Main Course
 alias hanya jajanan jajanan /
 makanan makanan ringan teman
 ngopi atau
minuman lainnya . dengan range harga 20 - 27 ribu
 untuk semua item , tentu saja Nakoa seperti
 lampu neon yang dikerubuti laron ! 
 
 saya mungkin termasuk salah satu laronnya karena 
nimbrung bersama para milenial disitu bukanlah
 sebuah pelanggaran . saya juga melihat banyaknya 
keluarga dengan putra putrinya menikmati atmosfer 
Nakoa yang siang itu kebetulan cerah . 
 
 
kalau nanti sekolah2 atau kampus sudah mulai
 tatapmuka , saya jamin Nakoa bakal lebih padat lagi pengunjungnya ! maka pilihan saya saat bersama
 eks kolega di SSE ( Surabaya Stock Exchange / BES ) 
cangkruk disitu untuk bertukar cerita ,
 tak jauh jauh dari camilan yang beraroma 
Apel dan Strawberry . 
 
 kebetulan teman saya tidak suka kopi , maka sayapun 
" menemani seleranya " dengan jenis minuman yang
 sebetulnya lebih pas buat anak anak sekolahan
 saking manis dan warna warninya hehehe .. 
( sesekali saya harus melanggar dengan minuman 
yang manis manis yaa .. tapi bukan karena merasa
 kurang manis lho hehehe ... )
 
 
naaa .. sekitar dua jam " gedabrusan " disitu , 
sayapun mulai me reka reka resep Nakoa bisa 
bertahan bahkan tumbuh pesat disaat yang lain 
kelimpungan . apa itu ?
 
 layanan , rasa , harga dan atmosfer adalah beberapa 
faktor yang ikut menentukan berhasil tidaknya sebuah
 usaha terutama kuliner , dan kalau saya 
memberi nilai Nakoa untuk ke 4 nya maka 6,5 adalah
 rata ratanya , yang saya yakin cukup untuk 
bertahan bahkan bertumbuh .. 
 
 pendapat boleh beda bukan ?
naa ... yukkk ke Nakoa ... !
( Writing & Photos : Titiek Hariati , 
baru sempat diposting pada 04 . 01 .22 )
keterangan foto : 
01 . kolam penyejuk atmosfer
02 . apel dan strawberry
03 . yummyyyy ...
04 . atmosfer ( 01 )
05 . atmosfer ( 02 )
06 . serba manis
07 . pesan , bayar , duduk
08 . strawberry
09 . teras belakang
10 . cangkruk ...


Rabu, 16 Juni 2021

 
 
 .. " Kopi Jaya Mengapa Selalu Rame ? " .. 
masih di jalan yang sama , 
jalan Buring 53 , Malang , 
setelah La Regina  & Titik Koma ,
 diseberang keduanya ada satu warkop
 lagi yaitu " Kopi Jaya " yang
saya singkat KJ . uniknya , 
warkop ini seolah merasa tidak perlu 
mempercantik tampilannya alias
 " apa adanya " . 
selain bangunannya yang masih asli
 kecuali sedikit renov mungkin dibagian
 kasir  , selebihnya semuanya
 sederhana saja . 
 bahkan dari luar atau jalan raya ,
 jika tidak terlampau memperhatikan
 maka warkop yang satu ini bisa
 dengan mudah dilewatkan ! 
tetapi dengan hampir selalu ramainya 
pengunjung terutama milenial ,
 sulit bagi mata untuk tidak melirik
 kearah warkop ini dan kita segera
 tahu bahwa ini adalah sebuah tempat
 cangkruk yang tampaknya asyik !
 maka siang tadi , 
saya bersama seorang teman ingin
menjajal atmosfernya untuk
 menjawab rasa penasaran kami .
ada sekitar 20 " milenialer " disitu
 yang terbagi didalam dan diluar
 ruangan atau diterasnya .
 tentu saja kami berdua adalah 
yang " termuda " hehehe ..
 ( tetapi untuk pembaca blog ini 
saya tidak keberatan menyusup 
diantara mereka ) . 
dalam daftar menunya memang terasa 
sangat khas " milenial " karena 
ada beragam coklat coklatan , 
teh teh an , soda soda an , serta
 paket paket untuk berdua dan bertiga
 juga camilan2 yang biasa dibawa
 nonton bioskop seperti popcorn ,
kentang goreng dll . 
maka sayapun harus memakai lidah
 ala milenial untuk bisa  menangkap
 jawaban " mengapa warkop 
sederhana ini disukai milenial ? " .
 matcha  dan thai tea adalah
 pilihan meja kami . mengapa tidak kopi ?
 saya lihat hanya ada sekitar 4-5 
pilihan kopi yang rata rata standar
 seperti cappuccino , latte dll . 
tetapi saya harus menyelipkan pesan
 pada barista nya untuk tidak 
memberi gula terlalu banyak pada
 matcha tea saya yang ketika datang
 dimeja saya ada tulisan
 " less sugar " dibawahnya ..thanks ! 
( maklum diusia saya segala yang
 manis2 bisa jadi masalah hehehe .. ) .
 tentang harga , warkop ini betul2 pas
 untuk anak kos ! dan suasananya
 yang simpel , cozy dan casual ternyata 
menjadikan warkop ini disukai
 ( padahal diseberangnya ada juga
 " warkop " yang classy .. ) . 
agaknya jawaban sudah saya temukan
 bahwa " atmosfer yang casual ,
 natural , dan simpel adalah daya tarik
 dari Kopi Jaya " ! 
naa .. ingin mencobanya ? 
jangan terlampau mengkhawatirkan
 usia jika kebetulan disitu lebih banyak 
mereka yang seusia anak anak kita ,
 sebab mereka juga tidak
 mempermasalahkannya hehehe ..
 yukkk ..
( Writing & Photos : Titiek Hariati ,
 15 .06 .21 ) 
keterangan foto :
01 . atmosfer ( 01 )
02 . atmosfer ( 02 )
03 . menjajal minuman milenial
04 . halaman depan
05 . pintu luar
06 . pilihan minuman

Senin, 14 Juni 2021



 .. " Warunk WOW KWB Batu Yang Wow " ..
melihat cafe di Malang adalah hal biasa,
 apalagi saat ini sudah ada puluhan
 bahkan mungkin sudah diatas
 100 angkanya .
tetapi di Batu yang hanya berjarak
 sekitar 15km dari rumah saya , 
cafe cafe yang bernuansa milenial memang
 masih bisa dihitung dengan angka
 belasan karena yang terbanyak 
adalah kedai atau restoran 
untuk keluarga yang sudah punya
 nama sejak lama ,
 sebut saja Mesir , Ayam Wong Solo ,
 Warung Jawa , Depot Flamboyan
 dan sejenisnya .
berlokasi di Jalan PangSud 39 , pojok ,
 Warunk WOW KWB ini 
( saya singkat WWK ) ini memang
 menyasar milenial , meskipun tidak
 menolak untuk generasi saya hehehe .. 
suasana dan interiornya yang
 memang digarap cermat dan sangat pas
 buat milenial ini bahkan 
tidak keberatan saat saya memilih duduk
 dilantai atas ! 
mengapa saya tulis begini ? 
dari pengalaman pribadi selama ratusan
 kali menjajal tempat2 cangkruk baru ,
 umumnya saat saya memilih 
duduk dilantai lantai atasnya 
mendapat jawaban :
 " maaf , kami belum bersihkan .. "
 atau " maaf , belum siap untuk
 ditempati tamu " .. atau 
" maaf lantai atas sementara ditutup "
 dan lain lain alasan yang membuat 
saya kadang sebel karena mereka
 mempunyai view cantik yang 
lebih bisa dinikmati dilantai atasnya .
 bahkan sempat saya simpulkan 
bahwa ini hanyalah ulah para 
paramusajinya yang malas untuk
 mengantar mamin keatas tanpa 
setahu boss mereka . 
terbukti ketika saya bertemu langsung
 dengan boss boss dari puluhan cafe
 atau resto yang berlantai atas ,
 mereka akan dengan " suka cita "
 ( atau terpaksa ) mengantarkan
 mamin kelantai atas hehehe .. 
di WWK , saya hanya menjajal kopinya
 dan kentangnya saja karena saat itu
 saya dalam
 perjalanan pulang dari " ONSEN "
 dan hari masih cukup pagi
 untuk heavy meals . 
untuk ragam menu , harga dan layanan
 serta atmosfer , saya tidak keberatan 
memberi nilai 6,5 untuk WWK . 
naa .. dijalan utama Batu ,
WWK sangat mudah ditemukan
 dan selamat menjajal atmosfernya !
( Writing & Photos : Titiek Hariati , 
diposting pada 14 Juni 2021 ) 
keterangan foto :
01 . saya jepret dari lantai atas
02 . cara meramu memunculkan
 rasa yang beda
03 . kaktus yang hampir tid ak pernah
 saya lihat dimanapun
 sebagai bagian dari tampilan
04 . pilihan biji kopi
05 . atmosfer lantai atas ( 01 )
06 . atmosfer lantai atas ( 02 )
07  . camilan 
08 . dalam Black White
09 . atmosfer malam hari 
saya ambil foto ini dari google

 
 
 .. " Titik Koma Tetangga La Regina " ..
sebelum ini saya menulis tentang
 La Regina yang letaknya berdempetan
 dengan Titik Koma ini .
berlokasi di jalan Buring 52 
( La Regina nomor 50 ) ,
 cafe yang satu ini ( " ; " ) justru 
" berlawanan " arah dengan LR
 yang ke Itali . ( " ; " ) ini menampilkan
 suguhan kopi kopi lokal dengan
 koleksi kopi Nusantara nya ! 
 konon TK langsung bertukar informasi
 dengan para petani kopinya
 disegenap penjuru Nusantara sehingga
 hadirnya jenis2 biji kopi di 
Titik Koma ( " ; " ) ini bukan 
" asal " comot ! 
 naa .. berhubung disini saya tidak
 menghadapi " penghalang " untuk 
mencicipi menu nya ( sementara di
 La Regina tadi saya tidak dapat 
mencicipinya ) , maka saya dan
 seorang kawan menjajal dua light meals
 yang berbeda ( saat itu masih sekitar
 jam 10.30 pagi ) . 
atmosfernya cukup nyaman karena 
rumah eks londo ini memang menawarkan 
 suasana Tempo Doeloe yang cozy .
 saya mecoba Kopi Gula Aren yang
 pagi itu ditemani toast sandwich 
sementara teman saya memilih
 makaroni schotel . 
 " mohon menunggu sebentar ya 
karena menu menu tersebut akan
 dikirim dari Soga Too di Hotel Salimar "
 ... o gitu ..  ( seperti juga La Regina 
disebelahnya , ( " ; " ) dan LR ini
 memang masuk dalam group Shalimar ) 
 sementara menunggu datangnya
 pesanan, saya jadi terbang ke ingatan
 masa kecil saat di Taman Kanak2 ( ! ) 
dimana sekolah TK saya ada di 
jalan Ungaran no 3 ( TK Sriwedari )
 dan tiap pagi sebenarnya saya 
selalu melewati dua rumah ini 
( Buring no 50 dan 52 )
 dan baru sekian puluh tahun kemudian
 saya memasuki kedua rumah ini
 sebagai pengunjung cafe .
 oya Titik Koma di Malang ini adalah
 cabang yang ke 38 di Indonesia .
 naa .. yang penasaran dengan
 rasa kopi dari berbagai provonsi 
di tanah air dan juga olahan
 camilan Soga Too , 
Jl. Buring no 52 sangatlah mudah
 ditemukan ... yukkk ..
 ( Writing & Photos : Titiek Hariati , 
diposting pada 14 .06 .21 ) 
keterangan foto : 
01 . toast sandwich ala SogaToo
02 . foto2 jadul menambah atmosfer 
Tempo Doeloe 
03 . ngopi ala Titik Koma
04 . makaroni schotel
05 . barista sibuk ..
06 . saya dan teman
07 . orang2 jadul dirumah
 jadul hehehe .. 

Senin, 12 April 2021




.. " Holland Golden Tulip Batu, Lain 
Iklan Lain Fakta" ..
sudah lama terniat ke tempat yang satu ini ,
 tetapi baru terwujud hari selasa yang lalu itupun
karena teman saya ' wanti wanti ' agar
 menunjukkan tempat ngopi yang dia belum pernah juga 
 lho .. padahal setelah saya sebutkan beberapa nama
 yang sudah pernah saya tulis di blog ini
 dia memberi tawaran 
" yang kita bersama belum pernah " , ooo .. gitu .
buka2 internet ada foto bagus dari atap teratas
 Holland Golden Tulip Batu/ HGTB dan 
kamipun meluncur kesana melewati 
komplek Panderman Hill yang ber kelok2 dan cantik.
 karena masa pandemi, saya ikhlas saja jadi 
" sopir " dan teman tadi duduk belakang ala boss , 
tetapi ini lebih baik supaya berjarak aman .
 masuk di area HGBT dan rooftopnya , eee ... ternyata yang rooftop malah sudah dibooked dan kami hanya
 dapat yang didalam ruangan yang itupun atmosfernya 
samasekali tidak secantik foto2 di webnya !
 juga view diluar dinding kacanya " biasa2 saja " 
malah dinding kirinya hanya nampak bagian atap
 dari bangunan hotelnya . 
pasti kecewa karena yang membuat " kepincut " adalah
 foto foto di webnya yang kata pramusajinya
 " mungkin cara pengambilan fotonya yang pandai "
 yo wes jelas to mbak , oalaa...
sudah terlanjur dan juga untuk menikmati yang 
outdoor juga tidak bisa sedang yang
 diindoor ya " begitu2 saja " ,
 maka kami memang tidak berniat ber lama2
 kecuali mencicip avogattonya dan lumpia
 ( inipun mengecewakan sebab disajikan sudah
 tercampur padahal kalau terpisah antara
 icecream dan kopinya kita
 dapat mengatur sesuai selera ) . 
mengetahui teman tadi " ngedumel " si parmusaji 
tanggap dan sanggup menggantinya dengan yang
 terpisah hehehe .. ya sudah , yang penting sudah 
" keturutan " ke HGTB meskipun tidak sesuai iklannya !
 kata pepatah jadul 
" jangan percaya pada foto sebelum 
melihat aslinya " yang untungnya hanya bangunan
 dan bukan manusia yang terlanjur kita 
sukai lewat fotonya hehehe .. 
( Titiek Hariati , 06 . 04 .21 )
keterangan foto :
01 . lumpia udang 
02 . atmosfer indoor
03 . sudut kanan belakang
04 . outdoor sudah terpesan ,
 jadinya ya disini saja ..
05 . tidak seindah iklannya ..

Kamis, 08 April 2021

 
 
 



 .. " Dua Ruang , Bertetangga Dengan 
Raksasa " ..
 jaman now , nama nama cafe tidaklah
 perlu diperdebatkan . beda dengan
jaman dulu yang nama nama restaurant 
atau warung warung " haruslah "
 taat pada tradisi dan adat ! 
sebut saja nama nama djadoel seperti 
" Rahajoe " , " Soedi Mampir " , 
" Soegeng Rawoeh " , " Soto Soeloeng " dll . 
 maka kalau nama nama jaman now
 berbalik 360* tidaklah perlu heran sebab
 anak anak jaman now diberikan kebebasan penuh untuk berkreasi dan berinovasi !
 sedang pada jaman saya semua hal
 adalah sangat tergantung pada
 Kehendak dan Aturan Ortu !
 naa .. maka muncullah dijaman now 
 cara cara unik bin ajaib didunia kuliner
 baik itu menyangkut nama usahanya , 
produknya , cara pemasarannya dll .
 Bakso Buka Baju , Ayam Nelongso ,
 Mie Setan dll hanyalah sedikit dari 
ratusan nama lain yang aneh2. 
minggu yl saya diundang ngopi seorang
 sohib yang sama2 ber haji 2018 
dengan saya ( meski kami berbeda travel ) 
disebuah cafe dalam perumahan 
Pondok Blimbing Indah , Malang ,
namanya  Dua Ruang . 
" untungnya " nama ini sesuai dengan 
keadaannya yang memang hanya
 ada dua ruang didalamnya . 
tidak banyak yang bisa saya komentari 
karena seperti pada umumnya tempat2
 ngopi seperti itu hanya soal 
" rasa " saja yang membedakannya 
yang konon bergantung pada 
Cara Penyiapan Kopi nya dimana
 satu barista dengan yang lain itu berbeda
 meski secara teori sebetulnya 
( harusnya ) sama .
avogatto misalnya . dicafe A disajikan 
terpisah antara kopi dan ice creamnya . sementara di cafe B langsung
 dicampurkan sehingga kastamer tidak
 dapat menentukan sendiri seberapa
 banyak dia ingin memberikan kopi
 diatas ice creamnya ! 
 sama halnya dengan penyajian 
Vietnam Dripp yang ber beda2 .
 tetapi untuk sekedar ber reuni kecil dan 
bertukar cerita sedikit setelah lama tidak saling bertemu , agaknya Dua Ruang ini sah2 saja 
( sekedar info , tidak jauh dari cafe ini , diperumahan yang sama , ada Starbucks . 
 jadi hanya tinggal masalah selera saja
 ketika kastamer harus memilih
 antara keduanya sebab sebetulnya 
mereka " berkasta " beda )
( yang lebih saya maksudkan adalah
 disegi cara penyajian , rasa dan
 harga serta atmosfer , 
dan bukan terletak pada 
siapa siapa yang datang / kastamernya )  
bagaimanapun saya salut atas 
 " keberanian " Dua Ruang untuk
" bertetangga " dengan raksasa Starbucks , 
karena berkeyakinan bahwa
 " rasa lokal tidaklah kalah
dengan rasa internasional "  ..... !
semoga Dua Ruang tetap bertahan ! 
( Writing & Photos : Titiek Hariati , 09 . 04. 21 )
keterangan foto :
01 . duo hajjah hehehe ..
02 . sepeda bagian interior atau .. ?
03 . saya suka warnanya saja
04 . selama pandemi selalu saya
 minta penutup gelas meski tak lazim 
05 . barista sedang sibuk
06. entrance , memang cuma dua ruang 
sebelah dalam yang tak besar
 plus sedikit diteras luar tapi panas ..
07 . kasir