Tampilkan postingan dengan label inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspiratif. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Mei 2014






 " Lilin Lilin Ukir Yang Dikagumi Kangguru "

saat James Sondakh ( atau Sondah ? ) mencipta lagu Lilin Lilin Kecil di era tahun 77 an, era itu memang belum dikenal yang namanya Lilin Ukir. 
kalau sudah dikenal pasti James membuatnya menjadi Lilin Lilin Ukir Kecil hehe .. 

naa, lilin ukir ini memang cantik, tetapi mungkin banyak juga yang belum tahu bahwa di Malang ternyata ada beberapa seniman Lilin Ukir. 
salah satunya adalah mas Dedi yang bersama beberapa rekan rekannya 

sejak sekitar 2010 men seriusi bisnis Lilin Ukir . 
tidak hanya menjualnya, tetapi sejak proses awal hingga siap jual semuanya dikerjakan sendiri. 

ukir mengukir lilin bukan hal yang mudah, karena pengerjaannya memerlukan ketepatan waktu serta temperatur agar diperoleh hasil maksimal. 



dengan harga jual antara 7500 hingga sekitar 75.000 untuk ukuran tertentu, kelompok anak muda kreatif di Jalan Danau Matana Sawojajar Malang ini ternyata sudah mampu 
menembus pasar manca, misalnya Australia. 

menemukan sebuah usaha yang prospektif dan menguntungkan bukan disulap dalam semalam, tetapi melalui proses Jatuh Bangun yang butuh ketahanan mental. 

pemesanan dalam parti kecil maupun besar juga disediakan secara on line disamping yang langsung datang kealamat workshop mereka. naa ... bagi yang berencana mau menikah, mungkin souvenir Lilin Ukir bisa menjadi alternatif pilihan apalagi kalau 
inisial nama pengantinnya di ukir disana? ( th ) 

( photos by : th, Lilin Ukir Sawo Jajar, Malang, Mei 2014  )

Sabtu, 17 Mei 2014







.. " Lampion, Lampion " ..
 dalam kegelapan, lampu lampu yang terbuat dari rotan dan kertas itu terlihat begitu
 camtik dan eksotis sebab saat terhembus angin mereka 
bergoyang dengan anggun. 
pada perayaan hari hari tertentu seperti Imlek, lampu lampu hias ini seolah 
Wajib Harus Ada 
dan ketiadaan mereka itu seperti menghilangkan sukma dari
 perayaannya itu sendiri !

 yaaa ... lampion nama populernya, 
adalah lampu hias dari kertas atau terkadang kain yang sudah dikenal dimana mana sebagai hiasan dan lampu penerang pada tempat  dan perayaan tertentu. 
sangat disukai, karena lampion ini " bergoyang dan bergelantungan secara khas " dan kecantikannya beda dengan lampu lampu buatan pabrik yang mahal sekalipun,
 lampion tetap tak tergantikan !
indah dalam kegelapan, sehingga banyak dipakai oleh cafe cafe atau hotel hotel yang memiliki taman atau teras. 

di Malang ternyata ada beberapa pengrajin lampion yang bahkan sudah meng ekspor produknya. saya mengunjungi salah satunya, yang ada di Jalan Juanda, Malang. 



 membuat kerangka lampion, menge lem kertas atau kain pada kerangka lampion, memberi gambar atau lukisan atau tulisan pada lampion, adalah sebagian dari 
aktivitas rutin para pembuat lampion disini.

 disaat akan mengirim lampion lampion yang sudah jadi, kesibukan terlihat pada pengemasannya, terutama untuk lampion lampion berukuran 
" yang sebenarnya dan sesuai aslinya " . 
siang itu ada beberapa " harimau " yang akan terkirim ke Kalimantan dengan ukuran seperti aslinya, karena lampion lampion berbentuk harimau putih berloreng hitam ini harus
 terkemas dengan aman alias tidak ada kerusakan hingga tiba dialamat. 

" cukup sulit, sebab ada bagian bagian yang menonjol seperti ekor misalnya,
 harus diusahakan jangan sampai rusak ", kata seorang karyawannya. 

usaha yang dirintis sejak beberapa tahun ini memang mampu menyerap tenaga kerja para pemuda disitu, sebuah upaya kemandirian yang sangat positip! 
pemesanan dari manca juga ada. 
Perancis misalnya, meskipun saya sempat " geram " sebab si pemesan itu mendapat harga lokal yang sangat murah untuk ukuran mata uang mereka ( Euro ) .
 padahal dinegara mereka, 
lampion ini dijual cukup mahal, sekitar 150 ribu per buah
 (  mereka membelinya dari Malang dengan harga hanya sekitar 25 ribu per buah ) . 

saat saya menanyakan mengapa tidak disesuaikan dengan kurs Euro untuk pemesan manca, mereka menjawab " tidak apa apa, kami sudah senang ada orang manca yang tertarik produk kami " , sebuah keikhlasan atau kerugian, entahlah ... 
( saya hanya tidak rela kalau ada orang asing yang memanfaatkan keikhlasan bangsa kita,
 atau saya yang terlampau berlebihan ? ) .. 


 

lampion, lampion, teruslah bercahaya dalam kegelapan meskipun sinarmu tak terlampau benderang namun engkau pemberi harapan !
( th )  

( photos by : th, Lampion, Jl. Juanda, Malang ) 

01. aneka warna dan bentuk lampion
02. macan putih dalam kardus
03. mengelem kain pada kerangka lampion
04. bulat bulat lampion
05. bambu diatas kain kuning
06. lampion tinggi
07. sibuk, sibuk
08. salah satu bahan penting lampion

Rabu, 07 Mei 2014











.. " Tolong lukis sepatuku ... " ..
( Joni Agung, Kreatif, Inovatif, Inspiratif )


terpilih sebagai salah 1 dari 10 Finalis Wirausahawan Muda Mandiri 2012 tingkat nasional,
Joni Agung Sudarmanto, 21 tahun , asal Tulung Agung yang kuliah dan 
tinggal di Malang ini pasti " ada apa apanya " . 

jurusan Desain Komunikasi Visual yang dipilihnya di Universitas Negeri Malang telah  menghantarnya memperoleh beasiswa dari DIKTI dalam Program Kreativitas Mahasiswa/ PKM . dari 5 proposalnya, satu yang akhirnya disetujui DIKTI dengan bantuan dana sebesar 5 juta untuk mengawali kreativitasnya dibidang Sepatu Lukis, 
sebuah pilihan unik yang orisinil.


bantuan ini bukan untuk " enak enak an ", tetapi Joni harus " memutarnya " menjadi sebuah Kreativitas Yang Menghasilkan alias profitable-goods. 
memulai sesuatu ide menjadi sebuah usaha nyata dan ber prospek itu tidak mudah dan butuh keuletan serta ketidak putus asaan menghadapi bermacam kendala. 

Joni yang semula hobi corat coret lukisan lukisan lucu bernuansa tokoh dongeng anak anak dengan segala keceriaannya, termasuk pengalamannya membuat buku dongeng bergambar untuk anak anak, kali ini harus " memindahkan " 
imajinasinya diatas sepatu sepatu kain yang putih polos. 
pasti tidak " mak jleg " diawalnya, 
karena sepatu sepatu yang dilukisnya dengan cat akrilik dicampur 
resep " rahasia " nya ini harus punya nilai jual 
terutama dikalangan remaja sebagai pangsa pasar yang dibidiknya. 

dirumahnya yang merangkap sebagai " bengkel lukis " dan galerinya, yakni di komplek perumahan Arumba Utama, Malang, saya melihat bermacam jenis dan model sepatu mulai yang untuk  balita hingga remaja, yang siang itu nampak sudah siap 
di kemas dalam kardus kardus. 


 sepatu sepatu itu tampak begitu  cantik dan lucu sebab lukisan tangan di bagian luarnya menampilkan warna warna cerah yang khas anak anak dan remaja.
 " iya, sedang siap siap ikut pameran InaCraft di Jakarta " , begitu jelasnya saat itu
 ( belakangan saya tahu bahwa semua kardus kardus yang dibawanya pameran ke 
Jakarta itu 100% isinya habis terjual, 
sebuah prestasi lain dari Joni ! )

 Joni juga memperlihatkan pada saya karya karyanya yang lain yang ternyata juga tidak kalah cantiknya yaitu :
Lukis Frame Kacamata, Lukis Headphone dan Lukis Midangan.

 saya tertarik pada Lukis Midangan karena alat ( midangan ) ini adalah sebuah alat bantu menyulam wanita wanita jaman dulu yang berupa lingkaran bulatan kayu tipis berdiamater sekitar 25 cm ( ukuran diamater ini memang bermacam macam ) dilengkapi 
dengan alat pengencang kainnya yang khas.


" lho, midangan ini kan populer dijaman eyang eyang saya dulu, kok Anda sebagai generasi muda bisa tertarik to ? " , Joni tertawa :
" justru itu yang membuat saya tertarik, karena midangan ini sekaligus berfungsi sebagai bingkai kanvas lukisan saya dan ternyata banyak juga yang suka dan pesan "
 oooo, pancene kreatif bocah iki, batin saya.

 lukisan Joni diatas midangan yang rata rata berdiameter sekitar 25 cm ini lagi lagi mengusung  warna warna cerah dan ceria, sangat pas untuk menghias dinding kamar anak anak dan remaja 
( yang manula juga boleh koq kalau suka hehe .. )

Joni yang ramah mempersilahkan saya jeprat jepret apa saja yang ada di galerinya siang itu. sebuah kreativitas anak muda yang patut di support karena berhasil membuat 
sebuah hobi corat coret menjadi sebuah usaha prospektif yang bahkan
membuka lapangan kerja bagi yang lain. 

saat ini ada beberapa kota yang sudah dijadikan " agennya " yaitu Surabaya, Jakarta dan Merauke disamping Malang sendiri. pemkot Malang sendiri sudah memberikan  tempat khusus bagi produk produk Joni yang mengawali pemasarannya di 
trotoar Pasar Tugu Malang.

label produknya adalah Corpies Costum Clothing yang merupakan kependekan dari Creative, Original, Reliable, Painted, Innovative, Exclusive dan Spectacular !

semoga Joni Joni yang lain juga bermunculan di kota Malang khususnya dan produk produknya tidak lama lagi akan mendunia serta ikut mengharumkan nama Indonesia di jajaran usahawan muda dunia yang sukses. ( amin )

dan Joni sebagai salah satu usahawan muda  inspiratif agaknya mewakili " wajah yang bertolak belakang " dengan perwajahan dari sebagian generasi muda Indonesia yang terperosok ke lembah obat obatan. mengisi masa muda dengan kreativitas yang profitable 
adalah sebuah pilihan yang brilian.

naaa, siapa bilang kesuksesan itu perlu modal besar ? 
tapi kalau yang dimaksud " modal besar " adalah kerja keras, semangat dan keuletan, 
biarlah saya yang paling pertama untuk setuju ! ( th ) 


 ( photos by : th, Sepatu Lukis, Malang, April 2014 )

01. sepatu lukis karya Joni Agung S.
02. midangan lukis karya Joni Agung S.
03. headphone lukis
04. blue shoes dengan lukisan cantik disebelah luarnya
05. yang muda yang inspiratif
06. midangan, midangan
07. anak anak pasti suka !
08. key holder, juga lukis tangan




Selasa, 03 September 2013



.. mengenal lebih dekat, " si setan " ..

( catatan tercecer lebaran 2013, 10/11 bagian II , 
Salah Satu Tokoh Dibalik Mie Setan, 
Malang )

" mewawancarai " keponakan sendiri memang tidak lucu, tetapi saya ingin membaginya dengan pembaca blog ini yang mungkin seusia Dimitri, 
begitu namanya atau saya singkat Dim, untuk bahan sharing dan dapat saling meng inspirasi. mudah mudahan.

ini  bukan wawancara serius, anggap saja obrolan santai sebab kebetulan kami ya sudah cukup lama tidak saling ketemu, ngobrol dsb meski sekota dan senenek moyang hehe ..
duluuu, saat Dim masih kuliah disebuah kampus di Vila Puncak Tidar dimana kebetulan saya juga masih berkantor disana, kami sering bertemu diruang kerja saya, sekian tahun yl. 
lama tidak saling berkabar, tahu tahu Dim ini sudah menjadi usahawan muda dibidang kuliner bersama seorang rekan bisnisnya .

malam itu sambil menunggu pesanan menu, kami ngobrol ngobrol ringan :
" sibuk ya Dim? gimana awalnya sampai sukses seperti ini?"
" ya sibuk nya gitu lah, tapi sukses kok belum ya, cuma lumayannn hehe ... 
awalnya sih dari iseng, komunitas sepeda itulah awalnya .. resep mie ini ternyata banyak yang suka dan disebarluaskan ke komunitas komunitas lainnya .. ya cuma gitu aja, tapi akhirnya 
diseriusi menjadi seperti yang sekarang ini... "

" naa .. melihat prospeknya yang bagus, mau buka cabang di luar Malang nih?" saya penasaran.
" iya sih .. ada rencana itu.. tapi ya ada syarat syaratnya bagi yang mau kerjasama .. "
( syarat syarat itu lalu disebutkan satu persatu, tapi saya tidak turunkan disini sebab khawatirnya itu masih confidential hehe .. )

" ada rencana mengembangkan bisnis dibidang lain? sepertinya kamu bertangan dingin? "
 Dimitri tertawa " ada sih .. mungkin dibidang transpotasi atau travel atau banyaklah ide ide itu , doakan saja yaa ... " ... naaa , berbicara dengan orang bisnis memang beda, sebab dimata mereka " apa saja bisa jadi duit " , beda dengan saya yang  banyak memakan  energi pikiran dalam bekerja tetapi tak ada duitnya hehe ..

bak tukang ramal saya mengatakan begini " memang Dim, saat kamu masih kuliah dulu saya sudah melihat bahwa kamu sebenarnya lebih pas ber wirausaha daripada di kampus, sebab bakat berbisnismu lebih menonjol .. " kami tertawa bersama, sok meramal ramal ya hehe ..

" ada pesan kamu buat kaum muda yang lain, Dim ?"
" apa yaa .. ya paling paling tekuni dengan sungguh sungguh apa yang menjadi mimpi besar kita, Insya Allah bisa berhasil .. " 

tekun, tekun, tekun, ini memang terdengarnya simpel tapi tidak setiap orang tahan, apalagi bila dihadang kesulitan2, dan konon tekun dapat mengalahkan kepandaian sebab 
meski pandai kalau malas ya tidak bisa sukses, 
sebaliknya yang tekun meski otak pas pas an akan bisa lebih sukses, naa... ngga percaya, silahkan dibuktikan ... ! 
btw, terima kasih atas waktu dan traktirannya Dim, sukses ya setannya e .. mie nya !  ( th )

( Photo by : th, Dimitri in blue )