Senin, 14 Januari 2019







.. " Di Dempo Juga Ada Ayam " ..
tidak ada lagi area steril di kota Malang , 
termasuk Jalan Dempo yang letaknya dibelakang
 Ijen Boulevard . bangunan bangunan ex 
jaman kolonial disitu secara perlahan tapi pasti mulai
 berdandan dengan sentuhan kekinian .
 disatu pojok , dengan alamat Jalan Dempo nomor1 ,
 sejak sekitar dua tahun terakhir sudah 
" mlungsungi " menjadi Depot Ayam Goreng .
 saya memang baru kemarin mencicipi sebab tiap kali
 lewat disitu , terkesan " sepi sepi " sehingga
 saya putar balik kearah lain yang lebih terlihat 
berkerumun . ini adalah bahasa psikologis dimana 
manusia lebih mudah dipengaruhi oleh 
sesuatu yang " diminati banyak orang " padahal 
belum tentu memuaskan .
 kemarin juga sama , hanya ada satu meja terisi saat 
saya masuk . dengan ruangan2 yang terasa 
lapang dan lega , depot yang satu ini memang 
punya kelebihan atmosfer yang  sejuk nyaman .
 disebelah dalam atau belakang saya malah 
menemukan lebih banyak privasi .
pilihan menu saya sudah tentu ya ayam ,
 meskipun disitu menyediakan opsi udang dan gurami .
 ayam penyet , kuah asem , oseng2 tahu tempe ,
 itu yang saya pilih . dari segi rasa , skala 1 - 10 , 
saya ikhlaskan 6,5 dan layanan , atmosfer , 
harga dan lahan parkir saya berikan angka 7 . 
tentu saya betah untuk diminta berlama lama disitu
 karena suasana yang tenang , bersih dan sejuk
 meskipun 1,5 jam lewat tak terasa .
  untuk rombongan yang sekitar 100 orang bahkan
 lebihpun  tempat ini terlihat tidak masalah , 
dan event2 seperti ultah dll rasanya juga pas .
 naa .. yang penasaran seperti apa perwajahan 
Jalan Dempo jaman now , 
buat yang diluar Malang atau negeri, silahkan buka2
 internet untuk melihat ayam penyetnya
 .. yukkk ...
( Writing & Photos : 
Titiek Hariati , Malang , January , 2019 ,
 saya tulis di tempat service Daihatsu Blimbing , 
sambil nunggu  ) 
keterangan foto :
01 . ayam penyet dan oseng2 tempe tahu
02 . atmosfer depan
03 . atmosfer belakang
04 . pilihan menu
05 . kasir






 

Sabtu, 12 Januari 2019



 .. " Berhala Jaman Now ? " ..
bukan rahasia bahwa saat ini HP menjadi 
kebutuhan paling tinggi melebihi teman , saudara atau 
pasangan hidup ataupun pacar . masak segitunya ? 
ya iyalah , betapa paniknya seseorang ketika sadar
 HP nya ketinggalan atau ketlisut atau lowbat dll 
yang kalau itu teman atau pasangannya yang 
ketlisut masih bisa ditolerir dengan 
" ah , paling2 nanti kan pulang juga .. " ! 
keluhan para ortu angkatan saya adalah bahwa kalau 
kumpul2 dengan anak atau cucu atau kerabat ,
 aktivitas di ruang kumpul2 atau meja makan 
adalah HP , dan obrolan menyusut . 
belum lagi yang punya kepentingan gawat seperti 
sedang kasmaran , maka HP menjadi berhalanya !
 mingset sana mingset sini untuk 
menyembunyikan 
 komunikasinya dengan si do'i dan segala aplikasi yang
 bersifat melindungi rahasia WA , Insta , FB dll 
dipakai agar kerahasiaan terjamin .
 perpecahan dan perceraian meningkat gara gara HP
 dan sosmed sudah menggantikan komunikasi manual .
 George Orwell yang saya baca bukunya yang
berjudul " 1984 " sudah melihat jauh kedepan bahwa
 kita akan hidup dijaman yang serba " less " .
 paperless , officeless , cashless , dan less less lainnya 
yang pada akhirnya tidak mustahil humanless
 alias jaman robot ! dan di negara2 maju hal ini sudah lama 
 terbukti . industri2 sudah memakai robot dan
 manusianya makin sedikit sebab robot tidak perlu 
digaji dan dipensiun serta bayar pajak !
dengan saat ini setiap orang via HP nya dapat 
mengendalikan kegiatan hidupnya cukup dengan 
klak klik fitur HP , maka untuk apa lagi ke
 bank , restaurant , daftar sekolah , booking tiket ,
 check in pesawat dll secara manual ? 
sekolah atau kuliahpun sudah dapat tergantikan 
dengan sistim online , maka benar benar manusia
 dihadapkan pada persaingan besar yaitu 
Teknologi Digital dan Kecerdasan Buatan yang
dulu hanya ada di komik komik fiktif ! 
 tidak mustahil satu saat kita tidak lagi perlu dan
 tidak bisa lagi melamar kerja bahkan 
lapangan pekerjaan amblas karena sudah
 digantikan robot2 dan mesin2 cerdas lainnya ! 
silaturahmi lebaran atau hari hari keagamaan 
lainnya sudah digantikan dengan kunjungan via 
hologram yang saat ini masih memakai 
videocall !
 miriskah ? ada yang berpendapat justru
 menyenangkan karena bisa berhemat ongkos pesawat
 dan oleh oleh . dipihak lain ada yang sedih karena 
silaturahmi secara fisik atau manual sudah 
makin menyusut  dan kehilangan ruh nya .
 lalu bagaimana sebaiknya menyikapi perkembangan 
jaman yang pesat ini ? nasehat kepada 
anak cucu untuk mengurangi aktivitas HP disaat
 kumpul2 mungkin tidak selalu berhasil apalagi kalau
  berdalih untuk aktivitas pekerjaan yang tidak bisa
 ditinggalkan walau pas kumpul2 . 
jadi bagaimana sebaiknya ? 
sungguh tidak ada nasehat yang dapat bersifat 
general karena masing2 keluarga memiliki 
" family culture " yang beda beda .
 hanya dengan " wisdom " sesuatunya dapat dikendalikan
 dan para ortu memiliki tugas untuk menanamkan
 kesadaran ini agar putra putrinya tidak HP maniak
 disaat saat silaturahmi yang menjadi barang mewah
 karena kesibukan yang merampas
 waktu bercengkerama dalam keluarga . 
 saya yang hidup melewati 4/ empat jaman merasa 
bersyukur bahwa Jaman Emas itu pernah ada
 dimana komunikasi manual masih terpelihara
 meskipun disisi lain ada kesulitan2 
dikarenakan Jarak , Tempat dan Waktu yang 
saat ini sudah bukan lagi masalah . 
yang demikian ini memang plus minus sebuah jaman .
maka pertanyaannya :
 sudah siapkah kita digantikan dan 
hidup berdampingan dengan robot2 ... ? 
( robot PRT , robot sahabat , robot teman kencan , 
robot perawat disaat kita sakit dll ? )
( Writing : Titiek Hariati , January 2019 )
all pictures taken from Google . 






Jumat, 11 Januari 2019



.. " Moen Moen Steak atau Steak2an ? " ..
bicara tentang steak , 
tentu saja jajanan steak untuk anak sekolah
 atau mahasiswa pasti ya beda dengan 
steak hotel bintang lima . 
maka jangan terlalu berharap kalau bertemu dengan
 harga steak yang belasan atau beberapa puluh ribu 
saja sebab memang resto tertentu mendesain 
untuk pasar yang lebih luas yaitu
 anak muda atau mahasiswa dan Malang
 sebagai kota pendidikan sangat pas ! 
salah satunya adalah Moen Moen Steak yang punya 
beberapa cabang di Malang dan saya kemarin dulu 
mampir di cabang Soekarno Hatta no 27 , 
Blimbing Malang . 
terasa bahwa saya disitu seperti " salah tempat " sebab 
 pengunjungnya memang kaum muda dan 
mereka pasti ya fine fine saja dengan
 steak ala Moen Moen . 
memiliki atmosfer yang lumayan nyaman di
 lantai dua meski sedikit berisik suara lalin , saya siang itu mengombinasikan menunya dengan 
Es Lidah Buaya yang lidah buayanya saya temukan 
didasar gelas saya sekitar  7 - 8 potong kecil . 
juga saya pesan yang kontras yaitu teh panas atau hangat 
yang sayangnya terkesan cangkirnya kurang bersih
 mencucinya sehingga bekas teh yang kecoklatan
 masih jelas terlihat 
( sebuah masukan untuk bagian pencucian ) .
 untung daging nya yang tipis cukup empuk ,
 mungkin karena " dipukul pukul " cukup lama dan rata . 
( menulis tentang " pukul pukul " ini ,
 tiba tiba saya kangen bikin Wiener Schnitzel hehehe ... )
 yahh .. untuk sebuah siang yang casual dan 
tidak banyak tuntutan, 
Moen Moen bolehlah  dicoba ..
( Writing & Photos : 
Titiek Hariati , Malang , January 2019 )
 keterangan foto :
01 . atmosfer lantai dua 
02 . lantai satu  
03 . salah satu varian hotplate nya
04 . atmosfer lantai bawah






 

Kamis, 10 Januari 2019








.. " Bersaing Cantik di Malang " ..
makin hari kampung kampung di kota Malang makin genit !
 ide ide digali , apa saja yang bisa ditonjolkan
 dikampungnya akan dijadikan tema . 
yang sudah jadi ikon wisata juga ada beberapa ,
 misal Kampung Warna Warni , Kampung Arema , 
Kampung Keramik , Kampung Hijau dll . 
dalam tulisan kali ini saya akan menambah dua 
kampung yaitu
 Kampung Ornamen dan 
Kampung Heritage Kajutangan
 Kampung Ornamen itu nama aslinya adalah
Jalan Celaket Gang Satu yang saat ini terkenal 
dengan Batik Celaketnya . dan karena terinspirasi 
corak corak batik , maka kampung ini memilih
 nama Kampung Ornamen sebagai
 perwujudan dari kekayaan bentuk bentuk ornamen
 di berbagai daerah ditanah air yang dipindahkan
 keatas kain batik maupun dinding dinding rumah .
 di kampung ini kita melihat rumah rumah 
penduduk yang dinding dindingnya dihiasi ornamen 
dari berbagai provinsi maupun suku suku ditanah air . 
misalnya ada ornamen
 Suku Dayak , Bali , Jawa ( Timur , Tengah , Barat ) , dll .
 cukup menarik karena masing masing rumah
 menampilkan kreasi dan seleranya masing masing
 yang saling memperkaya dan mempercantik .
 di kampung lain , yaitu masuk dari 
Gang Talun Es yang legendaris itu , 
kita akan menemukan perwajahan Tempo Doeloe 
di beberapa bagian kampung . nama tema kampungnya
 adalah Kampung Heritage Kajutangan .
 beberapa rumah yang didirikan hampir seabad lampau
 menjadi ikon kampung ini sebagai cagar budaya
 dimana rumah rumah tersebut mewakili arsitektur
 serta sejarah pada jamannya . 
saya beruntung bertemu dengan salah seorang penghuni
 rumah djadoel yang telah mendiami rumah 
tersebut secara turun temurun dan semuanya
 masih seperti aslinya . 
 saya bahkan dipersilahkan untuk menjepret isi 
rumah yang meubel2nya mengingatkan saya pada
 kediaman para almarhum/mah dari para leluhur saya . 
" saya sudah berada dirumah ini sejak lahir 
hingga sekarang dan mewarisinya dari orang tua 
saya sekitar 70 tahun yang lalu " , 
begitu kata ibu yang siang itu saya temui 
disalah satu rumah djadoel warisan ayahandanya
 yang seorang pelukis dan foto almarhum
 tergantung di dinding rumah itu 
dalam pose sedang melukis !
mengenal kampung2 tematik di Malang Raya 
akan sangat menarik karena akan menyadarkan
 kita bahwa sebenarnya masing2 kampung berpotensi
 untuk menarik wisatawan baik
 karena warisan budayanya , keunikannya ,
produk produk yang dihasilkannya , dll .
mau ikut blusukan ? yukkk ...
( Writing & Photos : 
Titiek Hariati , Malang , Dec . 2018 ) 
keterangan foto :
01 . alm . bpk . Jacoeb , 
pemilik asli bangunan djadoel dalam pose
 sedang melukis
02 . kampung heritage kajutangan
03 . kampung ornamen
04 . motif Dayak
05 . motif mega mendung cirebonan
06 . motif tubanan
07 . pagar penuh ornamen ( 01 )
08 . pagar penuh ornamen ( 02 )
09 . depot es talun legendaris sejak tahun 50an
10 . putri alm . bpk Jacoeb
11 . meubel djadoel di kediaman 
alm . bpk . Jacoeb
12 . rumah djadoel
13 . teko2 djadoel







Selasa, 08 Januari 2019







.. " Happy Milad Sahabat  !.. " ..
kemarin tanggal 05 dan 06 Januari 2019 saya
 benar benar dikepung jadwal hepi hepi . 
tanggal 05 ada dua acara dan tgl 06 ada tiga acara ,
uedhann .. ! membagi diri sungguh tidak mudah
 karena bergabung di 1/3 acara di masing2 undangan
 juga sulit dikarenakan saya ketiban sampur
 untuk cuap2 ! jadi yang mana ? 
maka apa boleh buat saya harus fair dengan 
mengurutkan prioritasnya yaitu
 arisan ada di urutan paling belakang , 
ditengah adalah pertemuan keluarga rutin 
dan diawal adalah ultah temen yang sudah wanti2 
agar saya tidak sampai meleset tidak hadir karena
 " hidupmati acarane onok ndhik tanganmu " ,
 waduh kalau yang ini rasanya saya harus
 seriusi hehehe .. 
yang lebih lucu adalah karena ada embel embel pesannya
 begini " kowe ae lho sing nyekel acarane sebab
 ono koncoku sing biasane mendominasi mikrofon
 sampek acara habis padahal suarane gak enak .. " 
.. lho , saya agak bingung juga dengan WA ini ..
 pertama teman mana yang dimaksud dan kedua 
kalaupun nanti teman ybs juga hadir dan
 " ikut cuap cuap " rasanya saya juga tidak berhak 
melarang hehehe .. yo wes , jam 10 [agi saya sudah di 
Javanine jalan Pahlawan Trip Malang .
 resto ini memang sejak pembukaannya dulu sampai 
sekarang tidak pernah sepi . memiliki beberapa venue yang
 bisa dipilih untuk berbagai event kecil sampai yang gede
 seperti wedding , maka tidak heran kalau dalam 
sehari ada belasan events sekaligus disini .
 akhirnya , sesuai yang diinginkan yang punya hajatan ,
 saya telah " laksanakan tugas " dengan seksama "
 dan menghantar ultah teman ini mulai dari
 momen yang serius , sakral sampai yang hepi2 plus
 diseling  Poco2 dan Maumere yang untung saja
 salah satu temen kami memang instrukturnya ! 
saya tokh tetap harus meminta maaf pada yang
 punya hajat karena saya masih harus nyambung ke
 tempat lain untuk acara yang lain , 
betul betul mirip seleb yang kebanjiran job meski
 saya sama sekali bukan seleb dan " pemberi job " pun 
semuanya temen dan saudara ,
jadi jangan membayangkan angpao hahaha .. 
 oya , semasa kami masih sama2 sekolah dulu di 
SMPN3 Jl . Cipto Malang , temen yang berultah ini 
termasuk " primadona " dengan wajah manisnya 
yang jaman itu banyak disamakan dengan
 Ida Royani , artis top dijamannya . pernikahannya
dengan seorang dokter kandungan ternama di Malang
telah menghantarnya menjadi eyang putri dari banyak 
cucu yang manis2 dan membanggakan . 
 nah Atta , 
" Semoga Pertambahan Usia ini Membawa
Lebih Banyak Keberkahan Bagi Kamu dan Keluarga ,
Dan Lebih Banyak Lagi Manfaat Yang 
Bisa Kamu Bagikan Pada Sesama " ,
 aamiin ...
( Writing & Photos : 
Titiek Hariati , Malang , 07 .01 . 19 ) 
keterangan foto : 
01 . Atta terkiri , hijau ,
sebelahnya yang juga hijau , Darwati ,
 instruktur Poco2,
 saya yang duduk dan Pudi yang terkanan . 
02 . konco2 lawas
03 . Atta cs ber Poco2
04 . sekalian reunian hehe ..
05 . Javanine