Tampilkan postingan dengan label catatan pilpres 2014. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan pilpres 2014. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Desember 2017





 .. " NoMu9 , Terserah , Berat atawa Ringan " ..
 semula saya pikir cafe ini , NoMu9 , 
hanya tempat untuk ngopi dengan lightmeals seperti pastry 
atau pasta2an . sebab tampilan luarnya mengesankan begitu .
 ternyata salah . disini ada banyak makanan berat . 
catat saja Beef Slider dengan bagian sapi pilihan terbaik yang
 biasa disebut dalam bahasa Jawanya Lulur Dalam .
 terus juga ada Spice Ribs yaitu iga atau rusuk sapi goreng .
 kalau yang diimpor dari resep India ada kare yang nama kerennya
 Curry & Cilanto Butter Rice . 
 terus yang masih ingin ber lama lama tidak langsung makan
 berat boleh ke daftar Appetizer yang seabreg . 
dan sesudah makan berat juga masih ada daftar dessert nya yang
 panjang . itu belum cukup . dalam daftar minuman ,
 disamping kopi2an , yang suka manis2 juga dimanjakan dengan
 pilihan yang beraneka .
 maka , berhubung saya salah mengira tentang cafe ini dan
 saya datang setelah jam makan siang dirumah , 
maka saya hanya memesan 3 macam dimeja saya . 
 " apa Pop Corn Chicken ini mbak " ? 
( saya membayangkan brondong jagung dikombinasi ayam )
  dijawab sang pramusaji :
" memang seperti brondong jagung tapi 
dibuat dari ayam " . karena penasaran , 
saya pesan  disamping Picolo Latte Hot dan 
Americano Hot ( sore2 pas rasanya yang serba hot ) .
yang muncul akhirnya sama sekali tidak mirip brondong
 jagung apalagi rasanya yang tidak nyenggol jagung sama sekali .
 tapi berhubung itu konon kreasi NoMu9 sendiri , 
  sayapun masih bisa " menerima "!
atmosfer NoMu9 memang lumayan nyaman ,
 saya duduk di lantai duanya yang muat untuk sekitar 30an tamu .
 live music hanya ada dua minggu sekali , akustik .
 dilantai yang sama , kita juga dapat menengok toko sepatu mini
 yang saat itu kebetulan buka . sayangnya nomor yang 
saya cari tidak ada , dan : " bisa pesan kok kalau
 bersedia menunggu beberapa hari " , kata petugasnya .
 sangat jarang saya bertahan  hingga hampir 2 jam saat
 ngopi dimanapun kecuali kalau rame rame dengan 
kerabat atau teman . tapi kali ini ternyata saya sudah 97 menit  
berada di NoMu9. 
berlokasi di jalan Pandan 6 , Malang , 
buat yang berencana untuk hangout pada longweekend ini ,
 silahkan mencarinya ... 
( Titiek Hariati ) 
( Writing & Photos by : Titiek Hariati , Nov . 2017 )

01 . americano hot
02 . " pop corn " ayam
03 . daftar appetizer
04 . lantai 2 yang nyaman
05 . pilihan menu
06 . " brondong " ( ? )
07 . lampu2
08 . pojok toko sepatu dilantai 2
09 . daftar minuman
10 . pilihan main course
11 . picolo latte hot
12 . ngopi sambil liat2 sepatu













 

Sabtu, 26 Juli 2014







.. " Rakyat Milih Menterinya " ..

ganti pimpinan, ganti gaya, ganti warna, ganti orang orangnya, ini wajar.
 sebab dalam sebuah team-work akan bisa bekerja dengan baik kalau 
satu dengan yang lain itu " klop " ataupun bila terpaksa beda ya nggak jauh2 amat lah. 

naa, presiden terpilih Jokowi rupanya punya gaya " dari rakyat untuk rakyat " dan tidak ingin kecolongan bahwa kabinetnya nanti kesusupan oknum oknum yang 
berpotensi merugikan rakyat 
maka salah satu caranya adalah melibatkan rakyat untuk ikut 
menunjuk, mengusulkan, menyarankan orang orang yang mereka anggap capable untuk bidang tertentu dalam kabinet baru nanti. 

lha .. cara ini sudah tentu disambut dengan suka cita sebab yang namanya usul, ya silahkan saja, mungkin ada tetangganya, bossnya, kerabatnya dll tapi ya yang benar benar " patut diperhitungkan " sebagai calon menteri bidang tertentu. 

sementara ini memang sudah muncul nama nama tertentu untuk menteri ini itu, tetapi tidak tertutup kemungkinan akan sangat banyak bertambah. 

meskipun boleh usul secara online, tidak berarti rakyat bisa seenaknya mengusulkan nama nama yang tidak atau kurang kompeten, misalnya : 
" pak Jokowi,
mertua saya orangnya sangat jujur lo, pasti cocok untuk menteri keuangan supaya tidak ada lagi kasus seperti century " ( mertuanya adalah mantan bendahara kas desa )

pelibatan warga seperti ini dirasa sebagai sebuah angin segar .
bisa saja seorang calon menteri punya biodata yang  bagus dengan track-record cemerlang tapi dimata tetangga tetangganya justru ia adalah " Public Enemy " ( iko opo to yo? hehe .. ) 
karena rumahnya dikelilingi oleh pagar beton tinggi dan tertutup serta tidak 
pernah berbaur dengan warga setempat . 
itu belum cukup, ybs juga pernah menyakiti hati warga karena menutup akses jalan ke kampung sebelah saat pembangunan pagar rumahnya yang lebih mirip benteng itu.

lha yang begini2 ini mungkin tak ditemukan dalam biodatanya tetapi boleh ditulis oleh warga sebagai " bahan pertimbangan " tim pak Jokowi. 
maka mari kita lihat saja bagaimana pemerintahan yang baru ini nanti mengusung slogannya Mari Berubah, sebab yang namanya berubah itu
 selalu punya dua sisi mata uang. 

harapan rakyat sudah tentu berubah kearah yang lebih baik dari sebelumnya, dan semua pihak memang sudah siap melihat Indonesia Baru yang
 lebih bersih, lebih aman, lebih maju, lebih sejahtera rakyatnya dan lebih lebih lebih ini itu tentunya. inipun sebuah pengharapan yang wajar .

naaa sebagai rakyat kecil, marilah kesempatan2 yang diberikan pemerintah untuk urun rembug ini dimanfaatkan sebaik baiknya dengan benar. 
ini adalah awal sebuah perubahan dimana rakyat benar benar  dilibatkan dalam setiap pengambilan keputusan yang strategis, sebab pengalaman2 yang lalu dimana menteri2 yang dipilih sendiri oleh Presiden ternyata banyak yang 
kesandung bermacam masalah hukum.

 mungkin ada yang lalu komentar 
" lho lha nanti kalau ketauan ada menteri yang korup atau tersangkut tindak pidana, jangan2 rakyatnya yang disalahkan kok milih menterinya yang busuk ? "  hehehe... 

kalau ada track-record negatip ya pastinya tidak direkomendasikan, tapi ( lha ini repotnya ! ) kalau kejadiannya itu Dalam Masa Ybs Jadi Menteri, 
lha ini yang rakyat tidak bisa disalahkan to ...

sudah, sekarang lebih baik mulailah " mempelototi " daftar calon menteri yang sudah ada, 
atau mau menambah panjang daftar camennya? 
kesempatan sudah terbuka, saatnya Untuk Berubah!
( th )
( gambar dari google )

Kamis, 24 Juli 2014








 Surat buat mas Dimyati,
( catatan kecil Sunda Kelapa kepada Prof. Dr. H. M. Dimyati Hartono S.H )

malam tadi, presiden terpilih Joko Widodo didampingi wapres terpilih Jusuf Kala memberikan sambutan pertamanya sebagai presiden-terpilih 2014 - 2019. 
dan mas Dim, 
yang menarik dalam salah satu poin isi pidatonya adalah tentang rencana kedepan pemerintahan baru yang akan menjadikan Indonesia sebagai negara maritim. dan kedua tokoh terpilih ini secara simbolis memilih lokasi pinisi sebagai tempat pidato perdananya, 
ini sungguh sebuah pesan dan makna yang dalam.

  sertamerta ingatan saya melayang ke Jalan Kartanegara, Kebayoran, dirumah mas Dim.
 betapa tidak, karena kalau sudah bicara soal kelautan, 
rasanya mas Dim lah narasumber yang paling tepat . 
obrolan obrolan panjang lebar kita di Kartanegara tentang kekayaan lautan Indonesia, 
ancaman ancaman kelestarian dan kedaulatannya dll dll semuanya membukakan mata dan hati saya betapa Indonesia ini kayaraya namunpenduduknya sebagian besar miskin.
koq bisa ya ?

lalu kegeraman mas Dim pada pengrusakan biotalaut dan ancaman negara negara lain diwilayah laut kita serta keterbatasan peralatan yang kita miliki untuk mengawal 
perairan Indonesia yang begitu luas, seolah menciutkan hati saya bahwa kitalah yang memang  kurang mampu menjaga kekayaan ini.

kegusaran lain adalah terjualnya pulau pulau terluar dan terpencil kepada prang orang asing yang kesemuanya tidak lepas dari kelalaian pejabat pejabat kita 
yang tergiur oleh dolar.

berbagai permasalahan yang menyangkut kelautan ditanah air ini seolah menyindir bangsa Indonesia yang " kaya namun tidak tahu bagaimana cara mengelola kekayaannya " 
sehingga yang menikmati pada akhirnya adalah bangsa asing yang secara legal maupun ilegal mengurasnya dari dalam laut kita, 
menyedihkan.

mas Dimyati,
bak setetes air dipadang pasir tandus, apa yang terkandung dalam isi pidato Jokowi tadi malam tentang " Indonesia sebagai negara maritim " ini melegakan. 
berapa presiden yang sudah pernah kita punya namun belum ada satupun yang secara khusus menempatkan agenda ini dalam rencana kerjanya 
meskipun melalui menteri2nya sudah banyak langkah yang diambil namun nyatanya 
kelautan kita masih saja dikerumuni berbagai masalah baik internal maupun 
dalam hubungan dengan negara lain.


 gaya bicara mas Dim yang berapi api yang kadang mengingatkan pada Soekarno 
dan sulit disela
( ! ) apalagi kalau sudah bicara soal kelautan di tanah air.
 maka kalau dulu mas Dim sempat diminta menjadi penasehat menteri untuk masalah 
Hukum Laut, semoga saja kali ini mas Dim masih bisa mengawal lagi 
di tim yang baru sebab Indonesia hanya memiliki 3 pakar dibidang ini walaupun hanya sebatas pada pemikiran2 dan tidak secara fisik.
  
lihat mas Dim, 
di kampung halaman kita disepanjang lingkar Malang Selatan yang saat ini sedang dikebut, disepanjang garis pantai itu, ada hal hal yang mulai mencemaskan saya. 
 nanti bila lingkar ini selesai, 
siapa yang bisa menikmati kecantikan garis pantai ini ?

pasti hotel2 berbintang tidak akan melewatkannya! 
  ah mas Dim, kalau saja mas Dim bisa saksikan pembangunannya yang melegakan namun sekaligus juga mencemaskan ini .... 

Insya Allah sebelum akhir 2014, 
saya akan sempatkan lagi ke Kartanegara. 
dan apakah mas Dim juga sedang menulis buku yang lain setelah yang terakhir 
" Problematik dan Solusi Amandemen UUD 45 " yl ?  

beberapa ide yang mas Dim pernah sarankan kepada saya tentang ( khususnya ) Sendang Biru itu memang menarik, namun mencari mereka yang sepemikiran sungguh tidak mudah kecuali 
kita sendiri yang melaksanakannya hingga orang lain 
bisa ikut menikmatinya dan 
terakhir mungkin mengakuinya, nampaknya harus begitu ?

ide ide besar dan bagus tidak selalu mendapat dukungan bahkan mengundang celaan, namun hanya kemauan dan kesungguhan yang menaklukkannya.

terima kasih mas Dim, 
semoga pemerintah yang baru nanti menepati janjinya untuk mengawal , menjaga kelestarian dan kekayaan serta kedaulatan perairan kita yang luas ini agar 
anak cucu kita kelak masih bisa menikmati terumbu karang ataupun laut biru 
tanpa genangan minyak dan sampah.
 juga pencurian2 kekayaan lautan dan hutan kita yang 
diangkut lewat laut  serta penyelundupan2 dll yang merugikan negara dapat teratasi.

selain itu, sudah lebih dari saatnya masyarakat perlu dibuat " Sadar Laut " untuk menumbuhkan sebuah Sense of Belongings kepada lautan kita treutama untuk anak2 sekolah
 lewat berbagai kegiatan sekolah yang mendorong  
kecintatan pada lautan kita 
( daripada ke mall mall mengapa tidak melakukan survey ilmiah di sekolah dan ke pantai pantai ditanah air yang diwajibkan sebagai sebagai tugas yang sekaligus
akan membentuk remaja kita agar memiliki jiwa explorer dan researcher ? )

Indonesia masih sangat membutuhkan sumbangan pemikiran mas Dim baik secara langsung maupun lewat karya karya tulisannya.
terima kasih nasehat dan sumbangan ide idenya selama ini,
sampai jumpa di Jakarta !
( th )




( gambar2 dari google ) 






Selasa, 08 Juli 2014





.. " Ketika Kelingking Sudah Ungu " ..
( catatan kecil Pilpres 2014 )

pagi tadi, jam 06.58 saya sudah di TPS perumahan, sesuai undangan, 07.00. 
ternyata itupun sudah ada yang lebih pagi dari saya. 
dan tepat jam 07.00 TPS dibuka . 



lho, maksudnya bukan dibuka untuk langsung bisa nyoblos, tapi dimulai " upacara " nya. maka saya " menjadi saksi " beberapa agenda nya, al :
 penyumpahan para petugas TPS, pembukaan segel kotak suara dll yang semuanya mengambil waktu sekitar 30 menit.

 naaa ... daripada bengong menunggu saat coblosan, sayapun jeprat jepret sebab di tas memang selalu ada kamera. mengapa koq saya perlukan datang pagi2? 
selain supaya segera bisa kembali kerumah tanpa melewati antrean, juga melapor bahwa ibunda saya yang sudah berusia hampir 90 tahun ini ingin menggunakan hak pilihnya tetapi beliau tidak dapat ke TPS. 

jadi saya harus mengatur kesepakatan dengan petugas TPS yang nanti akan kerumah  begitu kira2 alasannya ( saat saya ketik ini, 3 petugas TPS tadi sudah melaksanakannya, terima kasih secara khusus saya sampaikan )



 dan seorang bapak yang datangnya lebih awal dari saya berkata :
" wahh, paling siang nanti jam jam 2 an gitu sudah ketahuan ya hasilnya, lha itu quick-count kan biasanya mendekati to hasilnya? " . 

saya tidak siap menjawabnya, jadi yang keluar hanya sebisanya " mudah2an pak .... "  obrolan berlanjut ke soal black-campaign dll wong namanya saja " perintang waktu " sampai akhirnya muncul panggilan " nomor urut satuuuu, silahkan .... " ....

maka setelah tadi pagi dikejutkan oleh kekalahan telak Brazil dari Jerman, 7-1, diam diam saya berdoa semoga dalam pilpres kali ini tidak ada kejutan yang 
mengejutkan sendi dan nadi bangsa Indonesia yang sudah sangat rindu 
pada sosok pemimpin yang 
benar benar " hanya " memikirkan rakyatnya dan bukan memikirkan kelompok atau golongannya sendiri apalagi dirinya sendiri.

200 juta lebih rakyat Indonesia sudah luamaaaa  mengimpikan perubahan negeri tercinta ini, agar Indonesia bisa kembali berkibar , dihormati dan disegani 
dunia internasional dan bukan menempati ranking atas dunia dalam 
prestasinya sebagai negara terkorup !


begitu banyak harapan rakyat digantungkan pada pemimpin baru nanti, siapapun. dan rakyat pastinya menunggu nunggu bagaimana sang pemimpin akan memenuhi janji2nya serta mewujudkan harapan rakyatnya untuk mensejahterakan mereka 
lahir batin lebih baik dari hari ini.

begitu banyak tantangan yang dihadapi, dan begitu banyak kesulitan yang menghadang terutama dalam bidang pemberantasan korupsi yang 
semakin merajalela dan melanda lapisan elit.

doa Anda, doa kita semua, semoga Indonesia berada ditangan pemimpin2nya yang 
tepat, amin. ( th )


( photos by : th, TPS Bukit Hijau/ Permata Hijau , 09 Juli 2014 )

01. Persiapan Penyumpahan
02. pembukaan segel kotak suara
03. ruang ruang pencoblosan
04. pemeriksaan berkas
05. penyumpahan
06. persiapan lembar suara
07. "  early birds "
08. sudah ungu ( trims kepada yg bersedia jarinya difoto )