Tampilkan postingan dengan label " waroeng djadoel ". Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label " waroeng djadoel ". Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Mei 2014






.. " Jang Djadoel Jang Ahlinja " ..
( Depot Mie Sawahan, Malang )


berdiri sejak 1966 ( apa nggak capek ya hehe ... ) depot yang satu ini masih bertahan dalam arus jagad kuliner Malang yang terakhir ini didominasi cafe cafe modern. 

Depot Mie Sawahan, dijalan Yulius Usman, atau Sawahan Malang,
 adalah salah satu yang banyak dicari pecinta2 masakan jadul dari luar kota Malang. 
resep asli diturunkan dari generasi ke generasi serta dijaga keasliannya sehingga tampilan dan rasa tidak bergeser meski perwajahan depot sedikit berubah mengikut jaman.

menu standar seperti mie goreng, cap cai, nasi goreng dll adalah sesuatu yang sulit ditinggalkan kalau masuk di warung sejenis Mie Sawahan ini , karena disitulah letak 
" kekuatannya " yang tidak tergeser oleh kedai kedai masa kini.


 tetapi sudah jadi rahasia umum bahwa porsi seperti depot ini hampir tidak mungkin
( bagi wanita lo ! ) bisa dihabiskan sendiri satu piring, jadi sarannya ya cermat2 saja menghitung jumlah orang yang akan bersantap dan 
menu dipesan sesuai kebutuhan
( bukan sesuai jumlah orang ! ) supaya tidak mubazir 
( siang itu saya ber 8 jadi ya wajar kalau yang dipesan 6 porsi saja hehe .. )

komentar? rasanya depot yang satu ini sudah tidak perlu dikomentari tetapi perlu untuk dikunjungi! nama depot ini ( Depot Mie Sawahan ) adalah memang merupakan nama jalan sebelum berubah menjadi Yulius Usman, naa .. selamat bernostalgi !
( th )

( photos by : th, Depot Mie Sawahan, Malang, April 2014 )

01. cap cai
02. koloke
03. mie cap cai goreng
04. nasi goreng
05. mie goreng
06. nama depot
07. daftar menu









Kamis, 24 April 2014








 .. " Rujak ? Datanglah 1 jam sebelum lapar ! " ..
( Warung Rujak Pojok, Jl. Pejajaran, Malang )

kali ini, sengaja saya " mengublek " daerah Stasiun KA Malang yakni sekitar jalan Trunojoyo dan Pajajaran yang juga padat dengan bermacam kedai, resto, cafe, warung dll yang 
buat saya sama saja sebab semuanya sama sama menawarkan mamin hehe .. 

saya mencari sebuah warung " djadoel " yang sebenarnya sejak jaman saya masih remaja sudah ada disitu, tetapi mungkin saja sudah beda pengelola dan berganti nama, entahlah,
 yaitu Warung Rujak Pojok .

melihat deretan kendaraan yang parkir, saya sudah menduga pasti nanti rujaknya antre ! 
dugaan tidak meleset, diwarung yang berlokasi di pojok an Jalan Pajajaran dan 
depan stasiun KA Malang ini ternyata memang lumayan ramai.

 saya datang dengan perut sudah siap bersantap akibat perjalanan luar kota yang lumayan,
  yang ternyata ini adalah  sebuah kesalahan besar karena saya memesan menu andalan mereka yaitu Rujak Cingur.
 wow ... 10 menit lewat .. 20 menit ... 30 menit ... lho lho lho ... hampir sejam, 
dan dimeja sebelah saya ada anak anak sekitar 10 tahun an yang rupanya " sama menderitanya " dengan saya, mereka mulai protes :
" kok lama seeee ... " hehe, saya merasa " terwakili " ! 



 90% yang datang disitu rupanya sama sama memesan rujak, maka disana sini tampaklah wajah wajah " memelas " menunggu cingur e.. rujak ! 
( naa ... bagi yang tidak ingin bernasib seperti saya , silahkan memesan menu yang siap saji seperti rawon, nasi campur dll ) .

 untunglah disitu ada meja yang menyediakan lumpia, tahu berontak dll maka ( wow ... apakah ini sebuah trik ? ) tampaklah wajah wajah  " memelas " tadi ber bondong bondong kemeja kue dan mencari ganjalan perut sementara dengan lumpia, menjes dll termasuk : saya hehe .. 

tiba tiba : " mbak, rujaknya lomboknya berapa ya?" waduhhh,
 sudah hampir sejam ternyata masih baru ditanya lombok, ber arti saya masih harus menunggu lagi nihh ... o lala, untunglah sebuah lumpia sudah diluncurkan ...

 tapi masih belum selesai rupanya kisah rujak saya, sebab saat pramusaji keluar membawa rujak kok ternyata dibawa ke meja lain yang tamunya  justru belakangan datangnya. lho ?
 waktu saya tanya, dijawab " iya mbak maaf, lomboknya yang ngulek keliru !" ... 



 lengkap sudah penderitaan saya hehe ... tetapi saat cingur e.. rujaknya sudah dimeja saya, semua penderitaan terlunasi sebab memang rujaknya boleh dapat nilai 7.5 , dan saya menduga petis yang dipakai mungkin petis Madura ( waa, nanti jangan2 ada yang mengira saya punya ikatan emosi khusus dengan Madura hehe .. )
 es dawetnya juga boleh dapat nilai 7 sebab santannya asli, lidah saya sulit dibohongi hehe.

 ya sudah, saya tinggalkan warung yang satu ini dengan sebuah pesan ( penting ) buat pembaca :
" datanglah sebelum lapar bila ingin rujak ! ", dan selamat " menderita " hehe ... ( th )

( secara khusus dalam catatan ini, saya ingin menyapa kembali teman teman yang siang tadi berada di tempat yang sama, Mrs. Amir, Mrs. Hardi and friend , 
semoga kita kapan kapan bisa ngobrol2 lagi ) 



( photos by : th, Warung Rujak Pojok, Jl. Pajajaran, Malang, April 2014 )

01. rujak cingur penguji kesabaran
02. lumpia, es dawet
03. es degan
04. warung pojok
05. " peringan penderitaan "
06. daftar menu