Tampilkan postingan dengan label wisata cangkruk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata cangkruk. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Januari 2022





 
.. " SEPASI Cafe " 
Yang Semoga Tidak Berjarak " .. 
pendatang baru dijagad cangkrukan dikota 
Malang ini memang bisa dibilang masih gres
 bahkan kemarin saat saya kesana beberapa papan 
ucapan selamat masih berjajar didepannya . 
berlokasi di Jalan Joyo Agung no 3 Malang , dimana 
saat saya datang bahkan baru saja buka
 pada jam 13.00 siang , konon hingga jam 23 .00 .
 
 
 
saya tidak tahu apakah Sepasi Cafe ini merupakan
 cabang dari yang ada dikota lain ,
 yang jelas kehadirannya menambah daftar pilihan
 tempat cangkruk yang di Malang semakin meluber
 bahkan saat pandemi banyak cafe cafe baru
 yang lahir atau mungkin bermetamorphose 
dari cafe yang lama untuk menggaet pengunjung
 dengan tampilan dan selera baru ! 
 

 
 
sebut saja yang lahir disaat pandemi seperti
 AADK, Kotask , NAKOA , Heritage , Hindia , dll .
 maka saat saya memasuki halaman Sepasi Cafe 
sekian hari yang lalu ,
 saya berharap mendapat kejutan dengan sesuatu
 yang belum pernah saya temukan ditempat lain .
 Sepasi Cafe ini juga memiliki area " rooftop " meskipun
 mungkin tak banyak yang bisa dinikmati disitu
 karena rooftopnya tidak cukup tinggi 
untuk kita bisa melihat pemandangan yang dikejauhan
 dan dengan cuaca yang terik atau hujan
 memang sulit untuk duduk disitu . 
diteras sebelah luarnya yang luas itu juga tidak
 terdapat pelindung cuaca sehingga pilihannya akhirnya
hanyalah diruang dalam yang siang kemarin dulu
 terasa cukup gerah . 
 

 
 
beberapa pilihan  menu saya ternyata belum sepenuhnya
 mereka siap , akhirnya dimeja saya siang itu
 ada Lychee Yakult , Chocolate Latte , Mentai Egg
 ( yang konon Mentai Egg ini adalah
 salah satu andalannya menurut pramusaji ) 
dan Garlic Chicken ! 
naa .. mudah ditebak bukan , kearah mana pilihan
 Cafe Sepasi ini untuk  kastamer kastamernya nanti ! 
lucunya siang itu 90% pengunjungnya adalah cewek ,
 tentu saja para milenial dan hanya ada 
dua ibu ibu muda .
 

 
 
 tentu ini hanya sebuah kebetulan meski saya sempat 
bertanya tanya apakah kehadiran sesuatu yang 
baru itu umumnya lebih menarik cewek daripada cowok ?
 ( bandingkan saja dengan munculnya 
mode baju atau sepatu atau tas baru dll yang 
khas cewek hehehe .. ) . 
setelah jeprat jepret disana sini , saya tinggalkan 
Sepasi Cafe dengan harapan cafe ini tidak sekedar 
hadir sebagai penggembira jagad cangkrukan
 di Malang tetapi hadir dengan sesuatu yang
 berbeda yang jujur saja belum saya rasakan
 atau temukan disitu !
 

 
 
 
dan dari skala 1 - 10 saya rela memberikan nilai 6 
untuk Atmosfer , Rasa , Layanan dan Harga 
meskipun minusnya adalah ketiadaan
 payung payung taman terutama yang di " rooftop " 
dan kurangnya kehijauan 
sehingga masih terasa " gersang " .
 bagaimanapun selamat buat Sepasi atas
 " kelahirannya " !
( Writing & Photos : Titiek Hariati , 27 .01 .22 ) 
keterangan foto : 
01 . pendatang baru , Sepasi Cafe
02 . Garlic Chicken 
03 . taman samping , sayangnya
 tak ada payung pelindung
04 . tampak samping depan ,
 terkesan " gersang " ,
 kurang kehijauan atau payung payung taman ?
05 . ruang dalam , satu satunya yang agak sejuk meski
 tanpa AC tetapi bersyukur masih ada kipas listrik
06 . tatanan dalam ruang yang agak
 sedikit " membingungkan "
07 . Mentai Egg yang diandalkan ( ? )
08 . Lychee Tea
09 . " rooftop " yang panas
10 . sejenak menjajal kamera
11 . caller
12 . melompong ...
 

Selasa, 25 Januari 2022

 
 
 
 
 
 
 
 .. " Joglo " P.W  " di Merjosari " ..
senyampang sudah berada di 
Simpang Gajayana Merjosari Malang , 
maka sayapun sekaligus pada siang yang sama
 setelah mblusuk di Suaco , 
saya lanjutkan ke tetangga terdekatnya yaitu " P .W "
 yang nyaris tidak berbatas dengan Suaco . 
hanya beberapa langkah dari Suaco ,
 saya sudah berada dihalaman " P.W " yang 
 bergaya Jawa Tradisionil alias Joglo . 
 

 
 
atmofernya tentu saja klasik dengan furniture yang
 juga bergaya jadul dan mengingatkan pada
 rumah rumah dari eyang eyang bahkan buyut buyut
 tempo doeloe .. 
sebenarnya di Malang sudah sejak lama ada
 beberapa resto yang bergaya seperti ini ,
 sebut saja RM Inggil , Jati Joglo Sawojajar ,
 nDalem Ratu Singosari , Sontoloyo , 
Warung Tani dll . 
di " P.W " ini menu menunya memang tak semuanya
 tradisionil sebab siang itu saya memesan minuman
 yang biasanya ada di cafe cafe milenial .
 
 
 
tetapi untuk camilannya saya kombinasikan 
dengan yang jadul yaitu pisang goreng .
 jadi disini memang menyajikan kombinasi menu lokal ,
 tradisionil hingga menu menu manca dan modern .
 maka kalau ada Jamu Jamu atau 
Wedhang Wedhang Rempah , 
kastamer juga bisa memesan Vietnam Drip ,
 pokoknya dari timur ke barat meski hanya secuil secuil . 
saya jeprat jepret hingga halaman belakangnya
 yang ternyata cukup panjang dan pastinya
 sejuk disiang hari , meskipun siang itu saya
 memilih duduk diruang depan karena 
ingin menjajal atmosfer disitu . 
 
 
dengan range harga antara 8 hingga sekitar 15an ribu ,
 agaknya " P.W " memang ingin menyasar 
milenial utamanya anak anak kos yang
 memang banyak disekitarnya karena kedekatan
 dengan dua kampus besar yaitu UB dan UIN  dll . 
Merjosari perlahan tapi pasti telah ber metamorphose
 dari yang semula areanya kurang menarik 
dan terkesan gersang dan ruwet lalinnya ,
 saat ini terlihat ada upaya menyulapnya
 menjadi area wisata cangkruk dengan
 menjamurnya warkop maupun kedai kedainya !
 
 
 
untuk " P.W " , dari skala 1 - 10 , saya rela memberikan
 6,5 untuk layanan , atmosfer , rasa dan harga !
 persaingan ketat jagad kuliner dimasa pandemi
 memang berat , tetapi saya optimis bahwa 
" P.W " bisa bertahan dengan HRAL
 ( Harga , Rasa , Atmosfer , Layanan ) seperti sekarang ,
 atau bahkan bisa lebih ditingkatkan !
 

 
 
 
( Writing & Photos : Titiek Hariati , 
diposting pada 25 .01.22 )
keterangan foto :
01 . lampu gantung yang cantik
02 . lampu kebun yang juga cantik
03 . ruang joglo depan
04 . sudut jadul
05 . daftar menu yang usang 
atau " diusangkan " ? 
06 . non tradisionil
07 . jadul & modern ( 01 )
08 . jadul & modern ( 02 )
09 . kebun belakang 
10 . ( seperti ) gitar pengamen jalanan atau
 gitar dalam grup musik keroncong
11 . tampak depan
12 . lagi , lampu kebun yang cantik

Senin, 24 Januari 2022


 
 
 
.. " SUACO , mengubah wajah Merjosari " ..
sekitar dua tahun ini ,
 perwajahan Simpang Gajayana Merjosari Malang
 perlahan berubah .. 
kalau dulu area ini hanya dipadati bengkel mobil 
dan toko toko kecil maupun rumah rumah yang 
padat maupun lingkungan yang lalinnya ruwet
 karena cukup sempit , perlahan hadirnya
 beberapa cafe disitu nampaknya mengubah area
 ini menjadi sedikit " lumayan " dan menjadi
 jujugan banyak " cangkrukers " 
( maaf saya harus buat istilah sendiri karena sulit menggambarkan para cangkruk-lovers dalam satu kata ) . 
 
 
 
 diawali oleh cafe Sarijan sekian tahun silam , 
saat ini sudah ada beberapa warkop disitu
 dan juga resto dengan makanan beratnya .
 saya coba masuk di " Suaco Cafe " yang siang itu
 hanya ada sekitar 15an cangkrukers .
 padanan dua kata , Sua dan Coffee ini memang
 " standar standar saja " seperti lazimnya
 tempat cangkruk , yaitu menyajikan kopi kopian 
seperti Espresso, Cappucino , Affogato dll . 
juga ada light meals sebagai teman kopi seperti donat ,
 brownies atau kentang goreng .
 disiang terik itu , saya memang " ngisis " diteras
 belakangnya sebab didalam ruangan dan ruang
 setengah terbuka dibelakang ,
 ternyata masih terasa gerah . affogato sajalah 
sebagai teman cangkruk plus donat yang disiang itu 
saya pikir lebih pas .
 

 
 
tak banyak yang bisa ditulis disini selain bahwa
 dari skala 0-10 , untuk atmosfer adalah 6 ,
 rasa juga 6 dan harga serta layanan
 masing masing  6,5 .
 

 
 
 
 setidaknya hadirnya Suaco dan yang lain lain diarea
 ini memang mampu mengubah perwajahan
 kampung disitu menjadi area yang boleh 
diperhitungkan  sebagai tempat cangkruk 
utamanya bagi milenial yang umumnya adalah 
anak anak kos karena kedekatan geografis
 Suaco dengan beberapa kampus disitu ..
 
 
 naa ...  semoga tetap bertahan disaat
 sulit pandemi ini !
( Writing & Photos : Titiek Hariati , 25.01.22 ) 
keterangan foto : 
01 . tampak luar
02 . teras samping kiri
03 . kasir atau barista ?
04 . samping kanan 
05 . sebelum di tuang kopi
06 . sesudah dituang kopi 
07 . donat
08 . halaman belakang yang agak sejuk
09 . arah ke WC
10 . nama ditembok
11 . entrance 

Minggu, 23 Januari 2022

 
 
 
 
 .. " Unicorn di Van Der Man Coffee Batu " ..
 biasanya , dan umumnya , dan dimana mana , 
dan layaknya sudah standar , dan bukan lagi kejutan , 
Art Coffee atau melukis diatas kopi itu saya temui
gambar atau goresannya berbentuk " itu itu saja " !
  bahkan ketika Nopember yl saya " mbolang " 
sepanjang Malang - Banten - Malang melewati jalan tol
 dan jalan biasa , disepanjang Rest Area ataupun 
kota kota yang saya lalui ,
 saat istirahat cangkruk dan ngopi ,
 lukisan diatas kopinya ya itu itu saja sampai sampai
 saya ingin ke " dapur " nya untuk menjajal seberapa
 sulit sih membuat gambar yang agak lain ?
 
 
maka adalah sebuah kejutan manis ketika sekian hari 
yang lalu karena gerimis mulai melebat , 
diputuskan untuk sejenak cangkruk di sebuah cafe
 di Jalan Sultan Agung , Batu , daerah Sisir .
 Van Der Man Coffee ,
 berlantai dua yang sebenarnya adalah pemain lawas
 dijagad perkopian tetapi memang saya baru 
pertama kali kesana dengan sedikit saya sesali 
karena ternyata dilantai duanya menawarkan atmosfer 
dan view yang cantik !
 
 
dan ternyata bukan itu saja . 
kejutan yang saya paling sukai adalah adanya 
Art Coffee di cangkir saya yang berbentuk
 Unicorn ... wow ! 
( Unicorn dalam mitos klasik Yunani adalah
 perwujudan kuda bertanduk . tetapi istilah ini juga
 dipakai dalam dunia bisnis yang maknanya adalah
 gelar atau predikat yang diberikan pada perusahaan 
dan atau startup yang memiliki nilai valuasi
 mencapai 1 miliar dolar atau setara dengan 14 triliun ) . 
 
 
 
maka saya sengaja turun kelantai bawah untuk
 minta ijin menjepret barista yang membuat 
Art Coffee berbentuk Unicorn ini sekaligus
 komplimen untuk karyanya .
 dan selanjutnya saya nikmati view cantik dilantai dua
 sampai gerimis agak reda . sebenarnya di Van Der Man
 ini konon yang disukai kastamer antara lain 
rice bowl yang berisi Spicy Meatballs atau
 juga Chicken Katsunya . mungkin lain kali saya akan mencobanya ketika saya setengah lapar hehehe ..
saat ini dimeja hanya ada coklat panas yang ber Unicorn 
dan Vietnam Drip .
 
 
 
atmosfer , layanan , rasa dan harga ,
 saya pikir Van Der Man ada pada 6,5 dari skala 0-10 . 
nama Van Der Man juga sudah dikenal lama meski 
berubah menjadi Panderman karena lidah jawa yang
 cenderung memudahkannya dan diberikan pada sebuah bukit ikonik di Batu . jadi menurut saya ,
 nama tersebut pas banget karena cafe ini secara
 harafiah memang berhadapan dengan
 bukit Van Der Man ee .. Panderman .
 
 
nah ... buat yang belum pernah menjajalnya , 
meski cafe ini adalah pemain lawas jagad perkopian ,
 silahkan ke Jalan Sultan Agung  Batu 
... yukkkk ...
 ( Writing & Photos : Titiek Hariati , Malang , 23.01.22 )
keterangan foto :
01 . unicorn diatas coklat panas saya
02 . vietnam drip plus view cantik
03 . atmosfer lantai atas ( 01 )
04 . tangga kelantai atas
05 . barista pembuat Unicorn
06 . kuda bertanduk yang cantik 
07 . menikmati view dari lantai dua 
08 . cangkir saya sampai kosong 
09 . Van Der Man tampak luar 
( satu2nya foto yang saya ambil dari google 
saat itu masih sedikit gerimis 
dan saya tidak ingin HP basah )


 

Sabtu, 22 Januari 2022



 
 
 
.. " Dapoer Cobek ,
 Sambal Kurang Mantap ? " ..
membuka kedai , warung atau cafe didaerah kampus 
yang jumlah kos kosan dan mahasiswanya 
berlimpah adalah sebuah impian para pelaku
 bisnis kuliner . 
tak terkecuali Dapoer Cobek di 
Jalan Bendungan Siguragura 26 ini juga menjadi
 jujugan terutama anak kos .
 
 
 mungkin tatap muka 
dikalangan mahasiswa belum dimulai saat saya
 ke Dapoer Cobek kemarin dulu , tetapi pengunjungnya
 siang itu adalah 99% milenial yang saya 
perkirakan adalah juga mahasiswa .
 kedai yang memiliki ruang cukup luas ini memang 
 mengkhususkan diri di menu menu lalapan saja sebagai
 menu favorit milenial yang umumnya( mungkin )
 rindu dengan masakan rumahan
terutama sambal buatan ibunya yang 
jauh dari tempatnya kuliah . 
 
 
dengan sistim prasmanan maka silahkan saja mengambil
 nasi dan lauk pauk suka suka untuk kemudian
 digoreng ulang oleh yang didapur dan sambalpun
 ada beberapa pilihan level , juga lalapannya . 
saya lihat ada paru paru , ayam goreng , mujair goreng , 
lele goreng , tempe goreng , mendoan , bakwan jagung ,
 bergedel , udang , ceplok telur , telur dadar , dll .
dan dengan harga dan menu anak kos , 
kedai ini memang kurang pas untuk keluarga atau 
family gathering walaupun saya yakin pasti sudah ada juga
 yang salah masuk hehehe .. 
 
 
untuk jus saya saat itu memilih apukat dengan 
permintaan khusus yaitu tanpa es , gula dan coklat ,
 murni rasa apukat .
 untuk sambal yang  menurut saya adalah KUNCI 
dari menu menu lalapan , 
ternyata sangat disayangkan karena rasanya hambar .. 
entah karena kurang garam atau apa ,
 maka menurut saya kekuatan menu lalapannya
 menjadi sangat kurang .. 
( ini membuat saya kangen dengan sambal di warung
 daerah PWeg yang juga menunya tunggal yaitu
 lalapan ayam dan ikan , dan juga warung 
Sambel Korek di Blimbing yang sambalnya yummyyyy... ! )
  
 
 
ya sudah , mau diapakan wong sudah terlanjur
 ya dinikmati saja pilihan dipiring saya yaitu
 ayam , paru dan mendoan serta bakwan dan 
 sayur lalapannya .
tetapi untuk kembali lagi , rasanya mungkin berat .
 bagaimanapun saya ikut bersyukur bahwa
 disaat pandemi ini ternyata masih cukup banyak
 kedai kedai yang menyiapkan diri untuk 
tempat bersantap anak anak kos .
 
 
 
 
bayangkanlah kalau semua tutup , bagaimana 
anak anak kos mencari tempat makan terutama
 yang tidak biasa memasak sendiri ..
  yo wes , Dapoer Cobek , 
riwayatmu ini kata Gesang ..
( Writing & Photos : Titiek Hariati , 21.01.22 )
keterangan foto : 
01 . pilihan lauk ( 01 )
02 . pilihan lauk ( 02 )
03 . atmosfer ( 01 )
04 . menu meja saya 
05 . apukat tanpa gula dll
06 . atmosfer ( 02 )
07 . apalah arti sebuah nama ?
08 . atmosfer ( 03 )
09 . lalapan bebas 
10 . atmosfer ( 04 )