Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Januari 2016










 .. "An Escape , Lombok Island " ..
( 01 of 15 )

1990 untuk pertama kali saya menginjakkan kaki di pulau Lombok ,
 tetapi untuk urusan pekerjaan di Newmont. dan pada akhir Agustus 2015 yang lalu , 
untuk kedua kalinya saya kembali kesana meski tujuannya bertolak belakang , untuk " bertukar hawa "
 alias bersantai beberapa waktu . 
dengan bergaya backpacker , saya sebetulnya sudah siap lahir bathin untuk " ngemper " 
( baca huruf2 " e " nya seperti membaca Batuceper ) . tetapi Lombok sudah banyak berubah ,
 setidaknya daerah2 wisatanya sudah mulai tertata , sehingga tidak dapat dikatakan Lombok " murah " karena
 sentuhan dolar disana sini akibat makin derasnya investor asing masuk seperti halnya Bali .
 apa boleh buat , pariwisata memang memiliki sisi sisi yang tak terelakkan ,
termasuk komersialisasi disegala aspeknya . dan karena buat saya Lombok itu lebih pas dikisahkan lewat foto
 daripada kata kata , maka saya membaginya dalam 15 / lima belas sekuel pendek2 .
sebab kalau dirangkum jadi satu akan banyak menghilangkan kecantikan Lombok . 
bagaimana mungkin kita memuja kecantikan negara lain kalau 
keindahan negara sendiri dilewatkan ?
na , ikuti jalan jalan saya kali ini yaa meskipun mungkin ada yang sudah sering ke Lombok .
( photos by : th , Lombok Island , August 2015 )
 01 . Batu Kura Kura in CANVAS .
02 . Sunshine  , Sand and Sea of Senggigi
03 . Gili Trawangan , warm atmosphere
04 . welcome ..
05 . " kapal jodoh " some say so ..   



.. " Dari Awan Ia lebih Cantik " ..
( 02 of 15 )
berangkat dari Juanda dengan penerbangan terpagi menuju Mataram , 
rombongan kecil saya tiba di Mataram juga masih lumayan pagi .
perjalanan yang hanya memakan waktu beberapa puluh menit itu tidak saya sia siakan 
 jeprat jepret dari ketinggian sekian ribu meter sungguh sangat berharga . mungkin saat menciptakan gugusan pulau pulau disekitar Lombok ini TUHAN sambil tersenyum ?
 perjalanan terasa terlalu singkat sebab keindahan yang terlihat dari atas sangat menawan .
 mendarat dengan selamat di Mataram International Airport dalam udara cukup cerah . tak ada bagasi , kami semua cukup membawa tas punggung , namanya saja " backpacker " meskipun aspal ,
 sebab pihak " sponsor " saya tidak mengijinkan untuk " bekpeker-an " alias harus stay dihotel yang normal yang sudah disediakan hehehe .. driver sudah menjemput dan membawa kami ber 3 ke sebuah warung dekat bandara yang
 konon adalah " satu2nya " disitu , tak heran kalau agak bejubel .

 berhubung saat berangkat tadi masih subuh , jadi memang lumayan lapar dan dipesawat juga " hanya " dapat roti ,
 maka seperti layaknya perut Asia yang " makan itu identik nasi " maka kamipun langsung nyam nyam ..
 menu standar , nasi campur , ya sudah , tak perlu diperdebatkan , yang penting kenyang hehehe .. 
Mataram dengan cidomo nya ternyata memang sudah banyak berubah terutama pada fasilitas untuk pariwisatanya meskipun sebagian lainnya juga masih tidak berubah seperti 1990 yl .
 agenda kami rupanya sudah diatur oleh pihak " sponsor " dengan cukup padat ,
 sehingga tampaknya akan Tiada Hari Tanpa Kluyuran , begitu kira kira acaranya nanti .. 
( th ) 
  ( photos by : th , OTW to Mataram , August 2015 )

01 . cantiknya dari atas awan 
02 . breathtaking - view 
03 . sulit diurai kata kata
04 . menu " satandar " dekat bandara Mataram






 

Minggu, 03 Januari 2016








 .. " The Gun , Jalan Lawu " ..

tidak perlu jauh jauh berpikir soal transaksi senjata , 
tapi ini adalah " terjemahan bebas " dari " degan " ( bahasa Jawa artinya kelapa muda ) yang banyak dijual di mana mana . dan salah satunya adalah kedai degan yang mengusung 
nama " The Gun " di jalan Lawu , depan SMPN I Malang . 
sebenarnya penjual degan ini sering berpindah pindah , duluuu saya sering menjumpai mereka di jalan Jakarta yang itupun berpindah 2x di jalan yang sama . dan ( lagi 2 ) duluuu , pada tiap bulan Ramadhan , 
kedai degan mereka seperti tempat praktek dokter spesialis , 
orang2 mengantre dan menunggu dalam barisan cukup lumayan panjang ..  
 dan kalau ( lagi2 ) duluuuu, terkenalnya mereka adalah karena kelapa mudanya yang benar benar muda sehingga di lidah terasa sangat mak nyussss , maka  sekian hari yang lalu saat saya ingin 
mencoba lagi es degan dan bakso mereka di Jalan Lawu berhadapan tepat dengan SMPN I , Malang .
ditaman dan halaman depan dari sebuah rumah yang asri, 
" The Gun " ini membuka lapaknya . 
sebuah pemandangan yang kontras menurut saya , sebab rumah dan taman ini termasuk kawasan elit tetapi dengan adanya lapak degan dan bakso yang tertata agak " agak sembrono " maka 
 " view rumahnya " menjadi agak  " terganggu dan berkurang " .
 tetapi inti kehidupan  memang Sharing , jadi saya sungguh tidak tahu bagaimana bentuk " sharing " antara si pemilik rumah dengan si The Gun ini .
naa , disiang yang panas itu saya siap2 menikmati degan yang maknyuss , meski ternyata tidak terjadi karena nampaknya usia degannya sudah mulai " lanjut " hehehe ..
ya sudah , dan baksonyapun menurut saya standar saja , jadi mengapa ini tetep saya tulis , 
karena saya memang harus berupaya untuk jujur tentang apa apa yang saya alami di blog ini 
( bahasa kerennya " tidak ditambah dan dikurangi " , pas , passsss ! ) ... 
apalagi di Malang Raya saat ini  ada puluh dan mungkin ratus penjual degan dan bakso , 
dan dijagad persaingan bisnis yang makin ketat ini pelaku2 bisnis kuliner sangat kreatif dalam menawarkan produk2nya yang disegi Rasa , Atmosfer , Harga dan Cara Penyajian dan Layanan meski 
dalam bentuk lapak yang sederhana sekalipun !
cuma buat mereka yang menunggu siswa2 SMPN I yang akan dijemput , 
lapak yang satu ini mungkin bisa buat  tempat nunggu sambil nyamil meski bukan
untuk sebuah destinasi kuliner !
( golden words :
" kejayaan dimasa lalu tidaklah cukup untuk mempertahankan sebuah brand ,
 tetapi kejayaan harus terus menerus dipelihara / dipertahankan dan dikembangkan secara invovatif menuju sebuah keunggulan yang terus berkembang mengikuti tuntutan jaman , sebab rasa puas terhadap sebuah keberhasilan
justru akan menghentikan keberhasilan itu sendiri pada suatu titik " )
( th )


 ( photos by : th , kedai The Gun , Jl. Lawu , Malang , December 2015 )

01 . silahkan melayani diri sendiri
02 . perpaduan dua hal yang kontras
03 . pemilik kedai
04 . bakso The Gun