Sabtu, 30 April 2022



 
 
 .. " Dia Pergi , Aku Tangisi .. " ..
Ramadhan tiba diujungnya . 
selalu kembali pada pertanyaan yang sama :
 " adakah Ramadhan yang berikutnya aku masih
diijinkanNYA untuk berada didalamnya ( lagi ) ? " . 
mengapa berat ditinggalkannya ? 
betapa tidak ketika manusia pada Ramadhan itu 
diberikan kesempatan membakar dosa dosanya dan 
memintakan ampunanNya plus dilipatgandakan pahala amalannya , sehingga selepas Ramadhan
berpeluang menjadi laksana bayi yang baru 
dilahirkan dari rahim ibundanya ?
 siapa yang tidak ingin ? 
tetapi , ternyata betapa tidak mudahnya ujian ujian
 kekuatan hati dan iman saat Ramadhan . 
bukan saja ujian dari luar , tetapi yang lebih berat
 adalah ujian dari dalam diri sendiri . 
ada saat tiba tiba saya begitu malas terbangun 
tengah malam dan melanjut tidur hingga saat sahur .
 ada saat tiba tiba saya memendekkan jumlah 
rakaat tarawih hanya supaya lekas selesai dan
 bisa kembali bersantai . 
ada saat dimana saya masih mengangkat telepon yang 
berdering dimana akhirnya saya masih harus menjawab pertanyaan yang mengarah pada ghibah ,
 MasyaAllah ! 
nampaknya setan masih belum rela ketika manusia
 berupaya menjadi yang lebih baik , tetapi saya sungguh 
tidak menyalahkan setan melainkan melihat 
kepada diri sendiri yang terkadang masih memberi celah 
sedikit kepada godaan setan . 
maka menangisi Ramadhan adalah sebuah keniscayaan 
ketika saya sadar bahwa saya berpeluang memiliki
 catatan puasa yang tidak sempurna bahkan jauh 
dari sempurna karena puasa bukanlah sekedar fisik 
dalam menahan lapar ,
 tetapi menahan lirikan setan yang bermunculan 
disegala segi kehidupan !
 Ramadhan tidak terhentikan kepergiannya , dititik ini 
saya hanya bisa berharap semoga ini bukan 
Ramadhan terakhir saya .. 
selamat jalan bulan terkasih ...
( Titiek Hariati , 01.05.22 ) 



 
 
.. " Memaafkan  & Dimaafkan " ..
mudah  diucapkan berat dilaksanakan yaitu 
kedua kata Memaafkan dan Dimaafkan . 
kapan Memaafkan dan kapan Dimaafkan ? 
tentu saya pribadi pernah mengalami keduanya karena
 saya bukan malaikat yang Zero Mistake . 
jika pertanyaan itu ditujukan pada saya , sayapun tidak
 segera bisa menjawab karena dibalik masing masing
 Me/Di maafkan saya punya alasan pembenaran diri
 sebagai manusia yang ingin selalu terlihat benar . 
 
 
mari kita lihat yang pertama yaitu 
Memaafkan . 
konyolnya saya dalam hal Memaafkan ini masih 
melakukan Tebang Pilih ( pinjam istilah yang dituduhkan 
pada KPK ) . yaitu bahwa 
Seberapa Dalam atau Besar Kerugian Yang Saya Alami 
Akibat Kesalahan Orang lain Pada Diri Saya .
 saya punya skala sbb :
kesalahan orang lain yang merugikan saya 0 -10 : 
saya sangat mudah memaafkan ybs .
skala 10 - 30 : jika ybs mendahului minta maaf maka
 sayapun masih mudah memaafkannya . 
 
 
skala 30 - 50 : masih saya pertimbangkan apalagi jika
 ybs merasa tidak bersalah atau merasa bersalah 
tetapi tidak ada itikad untuk meminta maaf . 
jadi disini saya mulai  agak sulit memberikan maaf .
skala 50 -70 : ini sudah mendekati tahapan " warning "
 bahwa kerugian yang saya alami akibat kesalahan
 orang lain pada saya sudah nyaris " tidak termaafkan " 
dan saya sedang dalam ujian untuk 
tidak memaafkannya atau memaaafkannya meskipun
 sebenarnya tidak sepenuhnya ikhlas . 
skala 70 - 100 : ditahap ini saya merasa kerugian 
yang saya alami akibat kesalahan orang lain pada saya
sudah sangat  sulit saya maafkan dan saya 
bahkan  tidak punya keinginan untuk memaafkannya 
karena kerugian yang umumnya bersifat moril 
( bukan materiil )  adalah " mustahil termaafkan " dan
 tidak dapat diganti bahkan dengan materi segede 
apapun karena kerugian moril itu memang
 tidak terukur dengan duit !
 
 
bagaimana sekarang dengan Dimaafkan ? 
ini terjadi ketika sayalah yang membuat kesalahan yang 
mungkin saja merugikan orang lain yang umumnya
 adalah juga moril . misalnya saja :
pada peringatan / perayaan penting tertentu dari 
kerabat/teman/tetangga dll tidak saya hadiri atau
 respon dengan atau tidak dengan alasan tertentu 
sehingga mengecewakan ybs .
 atau juga dalam jagad sosmed seringkali saya " diprotes "
 karena tidak segera mengkonfirmasi permintaan 
" mengikuti " di IG saya dll sehingga
 penantian ybs sangat mengecewakannya . 
dan juga kealpaan saya akibat faktor " pikun " 
membuat saya sangat mengecewakan orang lain 
karena saya dianggap melanggar janji yang sebenarnya 
saya bener benar dilanda lupa dan 
tidak mencatatnya atau melingkarinya di kalender . 
meminta maaf taklah selalu mudah apalagi saat saya
 dihadapkan pada 
01 ) perbedaan usia yang seolah menahan keinginan 
meminta maaf hanya karena Ego saya yang merasa 
" saya lebih senior , taklah pantas saya minta maaf 
pada yang jauh lebih muda " . 
tetapi disisi lain saya terkadang juga menjadi orang yang 
Supermudah Meminta Maaf  terutama untuk 
keseharian yang " ringan ringan " misalnya saja : 
keterlambatan janji 5-10 menit dari waktu bertemu ,
 jalan kaki melewati sekelompok orang yang 
duduk ditrotoar , 
terlambat dalam membalas WA , dll . 
 
 
02 ) bagaimana dengan kesalahan " berat " yang saya 
perbuat seperti misal 
( maaf contohnya sudah lama terjadi , sekitar tahun 
78/79 tetapi membekaskan rasa bersalah besar 
dalam diri saya ) yaitu janji saya untuk ke Medan
 menjumpai beberapa teman akrab di USU dimana 
mereka sudah sedemikian rupa mempersiapkan
 segalanya bagi saya ( penjemputan di bandara dll ) yang 
karena sesuatu alasan Saya Batalkan Secara Mendadak ! 
( saya dan teman2 USU ini saling kenal saat mereka 
berombongan menjadi tamu di UGM ) 
( kepada sobat AB di Medan, 
lewat tulisan ini saya sekali lagi meminta maaf
 meskipun itu telah lewat sekian dekade ) .
 saya tahu pada kasus seperti diatas , saya akan sangat 
maklum bila tidak termaafkan . tetapi saya tidak pernah
 lari dari permintaan maaf betapapun saya tahu
 mungkin itu tidak termaafkan . 
naa .... bagaimana dengan pembaca ? 
pernahkah anda mengalami hal yang sama baik 
Me/Di maafkan ? sebentar lagi kita merayakan 
Idul Fitri dimana tradisi Saling Memaafkan 
akan kita lalui meskipun bisa saja disana sini 
terdapat ganjalan hati . 
 
 
tetapi tulisan ini sebaiknya saya akhiri 
dengan mengutip
 QS : Surat Asy Syura ( 11 ) ayat ( 40 , 41, 42,43 ) :
" Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan 
yang serupa . Maka barang siapa memaafkan 
dan berbuat baik , pahalanya atas ( tanggungan ) Allah . Sesungguhnya DIA tidak menyukai orang orang
 yang zolim . Dan sesungguhnya orang orang 
yang membela diri sesudah teraniaya , 
tidak ada suatu dosapun atas mereka . 
Sesungguhnya dosa itu atas orang orang yang berbuat 
zolim kepada manusia dan melampui batas dimuka bumi
tanpa hak . Mereka itu mendapat azab yang pedih .
 Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan 
sesungguhnya ( perbuatan ) yang demikian itu 
termasuk hal hal yang diutamakan " .
 
 
 naaa .. sudah lebih siapkah kita sekalian menghadapi 
Hari Pemaafan besok pagi ? 
( Titiek Hariati , 01.05.22 )

Kamis, 28 April 2022


 
 
..  " Yang Luar Biasa : 
Prof . E . Sadtono , Ph.D " ..
tanggal 26 April 2022 yang lalu , 
saya dikejutkan oleh berita perginya seorang 
pakar bahasa asing yang pernah dimiliki kota Malang
 dan republik ini , 
Prof . E . Sadtono , Ph.D . 
( lahir di Malang , 16.06.34 )
sedih , karena Pebruari 2022 yang lalu , 
saya masih berkesempatan menengok almarhum 
dikediamannya , Jl. Tanggamus, Malang ,
bersama Rektor UPJ , Bintaro Tangsel , ibu Shinta ,
 yang adalah ex Rektor Universitas Ma Chung , 
Malang , tempat dimana kami ber 3 pernah berada
 dalam satu tim " babat alas " UMC
 sekitar tahun 2007 hingga beberapa tahun setelahnya .
 banyak kenangan dan catatan yang saya berikan 
secara khusus kepada almarhum karena 
ketelatenan , kesabaran , kearifan dan kejeniusan 
almarhum . saat saat tim kami mengalami 
pasang surut kesulitan diawal awal berdirinya UMC ,
 saya seringkali berdiskusi kecil dengan almarhum
 mengenai berbagai isu yang kami hadapi saat itu
 dan selalu saja diskusi atau sharing 
diakhiri dengan senyuman almarhum sambil 
melontarkan kalimat kalimatnya yang penuh motivasi
 seperti " keep strong bu .. we are on the same boat 
and let's solve these problems together " ! 
saya merasa beruntung pernah berkesempatan beberapa
 tahun bekerjasama dengan almarhum tetapi 
yang lebih  penting adalah bahwa saya
 berpeluang belajar dari almarhum berbagai 
aspek kehidupan yang bermanfaat terutama 
disaat saat sulit . 
mengikuti riwayat hidupnya , rasanya almarhum 
memang dinaungi berbagai karunia . 
pertama almarhum adalah seorang dosen sekaligus 
gurubesar  dan Direktur Sekolah Pascasarjana UM 
dan juga anggota 
Dewan Penasihat  Asosiasi Guru Bahasa Inggris Indonesia , 
TEFLIN . 
jangan tanyakan kesan kesan mantan mahasiswanya , 
mantan koleganya , mantan teman atau kerabatnya , 
mantan lembaga lembaga dalam dan luar negeri
 yang pernah bekerjasama atau mengundangnya , 
rasanya saya perlu berpuluh lembar menulisnya ! 
pengalamannya study ataupun mengajar ataupun 
workshop dll diluar negeri merupakan 
deret panjang yang membuat kita tak sempat menarik nafas , 
sebab hampir semua benua pernah dijelajahinya
 dengan segudang pengalaman dan catatan yang unik! 
sebut saja sebagian seperti 
Singapura , Amerika , Jepang , Itali , London ,
 Belgia , New Zealand , New Delhi , Bangkok dll . 
tetapi jangan kaget katika kita menemukan
 pengalaman pengalamannya yang menggelitik 
dan sebagai seorang guru besar ternyata dengan 
santainya almarhum mengisahkan sisi sisi 
" manusia " nya
 yang dalam pandangan ilmuwan seolah 
" out of the box " , misalnya saja : 
pada kisah Bertetangga Dengan Janda Putih Mulus , 
Hampir diRampok , Orang Jawa Yang Memalukan dll . 
saya jadi teringat sisi sisi humoris beliau, 
dimana terkadang secara mengejutkan ditengah tengah 
diskusi serius tercetus kalimat kalimatnya 
yang membuat terpingkal pingkal .. 
pendiam , tetapi sisi humornya seolah bom waktu ! 
jika ada yang ingin lebih lengkap mengenal almarhum , 
saya menyarankan untuk membaca
 Buku Biografi almarhum 
" Petualangan Seorang Dosen " yang ditulis oleh 
seorang jurnalis senior Djoko Pitono selaku editornya .
 menikah dengan Ibu Andayani tahun 1962 
( beliau telah wafat terlebih dahulu ) , 
bapak ibu Sadtono adalah pasangan yang selalu
 tampak harmonis hingga akhir hayat keduanya . 
almarhum juga pernah ditunjuk oleh 
Pemerintah RI sebagai wakil Indonesia 
untuk mengajar dilembaga bahasa milik 
negara negara ASEAN. 
rasanya tidaklah cukup tulisan pendek ini untuk 
mencatat seluruh prestasi dan personalitynya
 yang luar biasa ! bintang itu telah pergi , 
namun masih meninggalkan cahaya dihati semua
 orang dan pihak yang pernah mengenalnya .
 tentu tidaklah mudah menemukan yang serupa , 
bahkan mendekatupun tidak , 
karena kerendahan hatinya namun tidak mampu 
menutupi kejeniusannya dalam kepakarannya . 
Selamat Jalan Pak Sad , 
Selamat Barbahagia Telah Kembali Berkumpul 
Dengan Ibu , semoga keteladanan yang bapak
 tinggalkan dapat terus kami pelihara dan amalkan , 
aamiin .. yaaa Robbal alamiin...
( dalam duka , titiek hariati , 28.04.22 )
keterangan foto ;
Sampul Buku Biografi Prof . E.Sadtono , Ph.D
" Petualangan Seorang Dosen " 
Editor : Djoko Pitono ( cetakan pertama 2021 )

Sabtu, 23 April 2022



 
 
 .. " Puasa Itu Pilihan ? " ..

ketika Ramadhan menginjak minggu ke dua 
dan bahkan hari ini sudah memasuki hari ke 21 ,
 sering saya saksikan cafe cafe ataupun warung warung
 dan tempat cangkruk lainnya sudah kembali ramai
 seolah tidak Ramadhan . 
memang bisa saja pengunjungnya memang 
non muslim , tidaklah  masalah . 
tetapi ketika saya melihat dalam satu meja ada 
4 - 5 cewek berhijab , saya hampir pastikan dimeja itu 
mayoritas pastilah muslim . 
atau cewek cewek itu kebetulan secara bersamaan 
sedang menstruasi ? tidak itu saja , 
sebagian dari mereka juga tampak sedang merokok . 
 
 
memang disini tidak ada larangan saat Ramadhan 
dan pada jam jam sebelum berbuka untuk makan minum
 secara terbuka di cafe cafe atau warung warung . 
apalagi setelah jam berbuka hingga saat 
menjelang sholat subuh , sangatlah bebas .
 tetapi yang saya lihat tadi adalah pada sekitar 
jam 12.30 siang hari dan terjadi dibeberapa tempat 
yang kebetulan saya lalui . 
mengapa tidak menggunakan tirai untuk menutupi
 mereka yang sedang makan minum ? 
masalahnya disini adalah bukan tirai . 
tetapi lebih pada faktor " kepantasan " , 
andaipun yang cewek kebetulan sedang 
" mens secara serentak " 
maka entah alasan untuk yang cowok  membatalkan
 puasanya  itu apa ? 
 
 
mengapa harus secara demonstratif dan terbuka
 makan minum ? bukan karena itu dapat " menggoda " 
yang berpuasa , tetapi sungguh tidak elok menyaksikan
 hal seperti itu .
bukankah mereka dapat membeli mamin dan
 menikmatinya tidak secara terbuka tetapi dibawa pulang
 ke kos kos annya ? saya sedih sebab hijab 
adalah simbol ke Islaman untuk muslimah , 
dan " mempertontonkan " secara terbuka cangkruk 
seperti hari hari bukan Ramadhan rasanya terlalu 
" vulgar " bagi cewek cewek berhijab ini .
mungkin kalau mereka dirumah sendiri 
( bukan anak kos ) sesuatunya akan lebih terkontrol
 orangtua . pengalaman menjadi anak kos memang
 bisa memunculkan fenomena beragam . 
ada yang masih memelihara norma norma rumah 
meski jauh dari orang tua ,
 tetapi juga ada yang menjadi kebablas alias liar karena 
merasakan kebebasan yang semasa bersama 
orangtua banyak mengalami kekangan .
 
 
tidak ada manusia yang dapat memaksakan pilihan
 seseorang atas sesuatu termasuk berpuasa kecuali 
ia sedang berada disuatu pendidikan atau lingkungan
 tertentu yang secara ketat memberlakukan
 puasa kepada anggota atau anak didiknya . 
pada dasarnya manusia adalah mahluk yang memiliki 
kebebasan untuk menentukan pilihan atas 
sesuatu termasuk berpuasa , 
karena dikelak kemudian hari , pada 
Hari Penghitungan , 
sesungguhnya Masing Masing Manusia Adalah 
Penolong Bagi Dirinya Sendiri Karena Tidak Ada 
Seorang atau Sesuatupun yang Akan Dapat Membelanya 
DihadapanNYA sebagaimana tersebut dalam :
Surat Al An'am ( 06 ) ayat ( 94 ) :
" Dan kamu benar benar datang sendiri sendiri 
kepada Kami sebagaimana Kami ciptakan kamu 
pada mulanya . 
Dan apa yang telah Kami karuniakan kepadamu , 
kamu tinggalkan dibelakangmu ( dunia ) . 
Kami tidak melihat pemberi syafaat ( pertolongan ) 
besertamu yang kamu anggap bahwa mereka
 itu sekutu sekutu ( bagi Allah ) .
 Sungguh , telah terputuslah ( semua pertalian ) 
antara kamu dan telah lenyap dari kamu apa yang 
 kamu sangka  ( sebagai sekutu Allah ) " .
*******
 
maka , apakah kita masih berani mengatakan 
bahwa berpuasa itu adalah pilihan dan bukan 
sebuah kewajiban dan keharusan ?
( Titiek Hariati , 23 .04 .22 )

Kamis, 21 April 2022

 
 
 
.. " Ada Apa Dengan Lili dan Dewas KPK ? " .. 
 
4/empat kali melakukan pelanggaran etik selaku 
Wakil Ketua KPK , Lili Pintauli Siregar agaknya 
masih saja " dimanjakan " Dewan Pengawas KPK 
karena kasus demi kasus pelanggaran etikanya 
tidak membuat Dewas mengambil sikap tegas .
 yang terakhir adalah diterimanya fasilitas tiket dan 
akomodasi selama nonton MotoGP di Mandalika ,
 sesuatu yang " tabu " bagi anggota KPK karena rentan untuk dimanfaatkan pihak pihak tertentu
 yang punya kepentingan . 
inti 4 pelanggaran etika itu sebut saja yaitu :
01 ) Penyalah gunaan wewenang , 
02 ) Dugaan Menerima Suap , 
 03 ) Menerima hadiah tanpa lapor, 
dan yang terakhir 
04 ) Fasilitas untuk nonton MotoGP , tiket dan akomodasi .
 
 
 tentu saja publik berhak ber tanya tanya , AADL 
( ada apa dengan Lili ? ) . 
apakah ada " kartu kartu truf " yang dipegang seorang
 Lili sehingga KPK seolah " tutup mata dan telinga " 
dan kalaupun Dewas memberikan sanksi seolah 
hanya " berbasa basi " . 
KPK memiliki ruh kelembagaan yang berbeda dengan
 lembaga lembaga lain karena ia mengemban
 tugas mulia untuk melakukan penegakan integritas
dinegeri ini ,  diluar dan didalam tubuh KPK itu sendiri . 
maka rekrutmen tim KPK pun tidak seperti 
rekrutmen pegawai sebuah perusahaan yang umumnya
lebih menekankan faktor hardskill .
 trackrecord para calon anggota KPK menjalani filter ketat
 karena kejujuran menjadi pertimbangan utama . 
naa ...  munculnya kasus ke 4 Lili ini sudah tentu 
wajar jika kemudian membuat publik suudzon,
 termasuk saya sebagai warga jelata .
akibatnya , berbagai usulan bermunculan dari 
bermacam kalangan .
 sebut saja usulan pembekuan jabatan hingga pemecatan !  
 
 
mungkin inilah saatnya KPK terutama Dewas 
membuktikan pada masyarakat apakah KPK 
memang ( masih ) layak mendapat kepercayaan masyarakat
 atau harus " direnovasi total " ?!
 mendapat fasilitas tiket dan akomodasi bagi seorang 
anggota KPK apalagi Wakil Ketua bukanlah hal
 sederhana meskipun sepintas seolah " tidak ada
 apa apa yang perlu dikhawatirkan " . 
jika benar benar patuh pada pasal pasal yang ada dalam
 kode etik KPK , seharusnya kasus kasus Lili 
tidak akan terjadi dan kalaupun terjadi maka
 sanksi yang dijatuhkan haruslah sesuai dengan 
aturan yang ada .
 
 
 tentu kita tidak mengharapkan bahwa KPK akan
 dibanjiri pendemo yang menuntut sikap tegas
 Dewas atau KPK saatnya harus dirombak total ?
 mari drama lanjutannya kita lihat bersama yang
 sayangnya ini bukan drama Korea karena
 ini menyangkut kewibawaan pemerintah juga !
Quo Vadis Lili ?
( Titiek Hariati , 22.04.22 )
gambar gambar dari google :
01 . lili pintauli siregar
02 . markas KPK
03 . sudah tak layak di KPK ?
lili pintauli siregar
04 . jangan nodai KPK
*******


 
 
 
 
 .. " Wawancara Imajiner Dengan Kartini " ..
 
hari ini , 21 April 2022 , tepatnya 143 tahun yang lalu
 seorang Kartini lahir , 
yang setiap tanggal 21 April kita memperingatinya
 sekaligus menghormatinya sebagai 
pelopor atau pemikir hak hak wanita Indonesia
 ( pada masa Hindia Belanda ) yang pada jamannya
 masih dianggap " tabu " . 
disini , saya tiba tiba saja sangat merindukan 
bertatap muka dengan pemikir hebat ini .
 tetapi jarak pemisah memang tidak memungkinkan , 
namun saya masih berkesempatan " menemuinya " 
dalam sebuah dialog imajiner seperti ini :
 
 
( S/ saya ) : 
Assalamualaikum ... Nuwun sewu ibu , 
kepareng kawula ngresahi njih ... 
( aduh , saya mendadak gugup karena saya merasa 
bukan siapa siapa dihadapan seorang perempuan Jawa ,
 priyayi pula , yang pemikiran pemikirannya 
melampui jamannya ini ... )
( K/ Kartini ) : 
Waalaikumsalam , lho .. kok pakai bahasa Jawa ,
 biar lebih nyaman kita pakai bahasa Indonesia saja ya ..
 jangan memandang saya sebagai putri maupun
 juga istri bupati , saya dan anda sama kok .. 
( S ) :
 injih bu .. ee .. iya terima kasih .. 
( saya malah jadi gemetar hehehe .. )
( K ) : 
silahkan kalau ada yang ingin di sampaikan atau 
didiskusikan ..terbuka saja ..
( S ) : 
( aduh , istilah beliau " didiskusikan " rasanya tidak 
layak bagi saya , sebab saya merasa beliaulah yang
 harus " mengkuliahi " saya dengan berbagai ajaran
 kehidupan khususnya tentang wanita ) 
.. ee .. anu , maaf , mohon ibu bersedia sedikit 
menggambarkan alasan yang melatarbelakangi 
pemikiran ibu tentang perlunya anak anak perempuan
 ataupun wanita wanita ( Jawa khususnya pada saat itu ) mendapatkan persamaan kesempatan dan 
hak sebagaimana anak laki laki ,
 sebab bukankah ibu sendiri mengalami pingitan diusia
 12 tahun sesuai adat dan tradisi ?
 
 
( K ) :
  iya betul .. begini .. sebenarnya sebuah keberuntungan 
bagi saya dibesarkan sebagai putri bupati 
karena saya mendapat kesempatan bersekolah 
di Europeesche Lager School dengan bahasa 
Belandanya . meskipun diusia 12 saya dirumahkan
 sesuai tradisi . tetapi saya tidak mandeg ,
 dirumah saya tetap belajar , baik mengembangkan
 bahasa Belanda saya dan juga banyak membaca
 buku buku dan koran berbahasa Belanda . 
tetapi saya merasa resah melihat bahwa gadis gadis ,
 wanita wanita baik yang muda , yang sebaya saya 
maupun yang lebih dewasa , tidak seberuntung saya 
dalam mendapatkan pendidikan hanya karena 
status sosialnya . 
dan saya banyak membuat catatan catatan dari buku , 
koran dan tulisan tulisan penulis penulis ternama yang
 saya kutip terutama masalah masalah yang 
berkaitan dengan kebebasan wanita wanita barat 
dalam menentukan pendidikan nya , pekerjaannya 
dan berbagai peluang untuk dirinya . 
( beliau terdiam sejenak seolah merenungi sesuatu .. )
( S ) : 
( dengan hati hati saya menyela ) .. nuwun sewu ee ..
 maaf , apakah dari situ kemudian ibu tergerak
 untuk memperjuangkan peluang yang sama bagi
 gadis gadis , perempuan perempuan Jawa khususnya
 waktu itu , agar mereka juga bisa menentukan
 sendiri nasibnya ? 
bagaimana langkah ibu setelahnya ?
( K ) :
 tidak serta merta demikian karena sayapun
 terikat dengan adat dan tradisi dimana sebagai seorang
 istri saya berkewajiban mendahulukan suami . 
jadi , catatan catatan itu kemudian saya rangkai 
menjadi tulisan tulisan tentang keinginan keinginan
saya akan sebuah kebebasan berpendidikan dan 
berkarya bagi perempuan perempuan ditanah air .
 
 
( S ) : 
oo .. itukah yang kemudian ibu kirimkan kepada 
beberapa sahabat di Belanda dalam 
bentuk surat surat ?
( K ) : 
ya , karena hanya merekalah yang dapat memahami 
hal itu karena saya masih belum dimungkinkan 
membicarakannya secara terbuka dikalangan 
saya sendiri . 
( S ) : 
siapa sajakah sahabat sahabat ibu di Belanda waktu itu ?
( K ) :
 ada Tuan EC Abendanon , ada Nyonya MCE Ovink Soer,
 ada Zeehandelaar dll mereka sangat antusias 
dengan hal hal yang saya tulis dalam surat surat saya 
dan sangat memahami kesulitan kesulitan yang 
saya hadapi pada saat itu . 
( S ) : 
tetapi bagaimana dengan suami ibu ?
( K ) : 
alhamdulillah beliau sangat mendukung cita cita saya untuk mendirikan Sekolah Perempuan yang akhirnya disebut Sekolah Kartini pertama dan bahkan mendapat tempat dilingkungan  kadipaten . sungguh saya bersyukur bahwa suami saya memberikan kebebasan .
 
 
 ( S ) : 
ibu , saya adalah penggemar berat buku 
Door Duisternis tot Licht yang diterjemahkan oleh
 Armijn Pane menjadi 
Habis Gelap Terbitlah Terang dan disusun berdasar
 surat surat ibu kepada dan oleh Tuan JH Abendanon 
 ( catatan : Kartini wafat hanya berselang 4/ empat hari
setelah melahirkan putra tunggalnya Soesalit pada 
13 September 1904 , dan belum sempat melihat buku
 tersebut terbit ) .. 
sebuah buku yang isinya sangat menginspirasi 
kaum wanita
 untuk menjadi perempuan perempuan hebat ! 
apakah ibu bahagia bahwa buku itu menjadi sumber 
motivasi dan kekuatan yang menginspirasi 
wanita wanita Indonesia sehingga bisa hebat hebat
 seperti sekarang ini ? 
 
 
( K ) :
 memang saya tidak menyangka surat surat saya
 menjadi sebuah buku ditangan sahabat sahabat 
saya di Belanda .
 tentu Dari  Jarak Ini , 
saya bersyukur bahwa Sekolah Kartini telah mengawali 
sebuah perjuangan panjang kaum wanita kita
 untuk mendapatkan kebebasannya dan 
buku tersebut ( semoga )
 dapat mewariskan nilai nilai luhur bagi kaum kita ,
 wanita seperti saya dan anda .
(  S ) :
 maaf , bolehkah kami tahu nilai nilai luhur  
yang ibu maksud ?
( K ) : 
begini , se bebas bebasnya perempuan dalam 
menentukan pilihan pendidikan atau karirnya , 
tetaplah memegang teguh kodratnya baik kelaknya
 sebagai istri atau ibu . 
sebab perempuan adalah tiang aqidah dalam keluarga
 terutama bagi anak anaknya .
 juga jangan sampai tercerabut dari akar budaya bangsa 
meskipun mungkin wanita mendapat kesempatan 
bersekolah atau berkarir dinegara asing .
 ingatlah selalu bahwa jika sebuah keluarga itu 
terpelihara kehidupan spiritualnya secara baik , 
maka akan baik pula masyarakatnya .
 
 
( S ) :
 Oiya ... maaf saya jadi ingat bahwa ibu juga pernah 
mengusulkan kepada guru spiritual ibu , 
Kyai Sholeh untuk menyusun tafsir Al Quran 
dalam bahasa Jawa yang dicetak pertama kali 
di Singapura ?  
( K ) :
 ( tersenyum lebar ) Alhamdulillah .. 
saya bersyukur menjadi murid beliau .. 
( S ) :
Ibu , telah banyak saya menyita waktu ibu .. 
tapi saya masih ingin mendapat pesan pesan ibu 
buat kaum wanita kita yang saat ini bahkan sudah diakui kehebatannya oleh dunia ..
( K ) : 
tidak terlalu banyak , 
yaitu jangan mudah menyerah dalam kesulitan , 
kejar cita cita hingga berhasil , 
dan jagalah kehormatan serta martabat agar 
tidak direndahkan kaum pria ,
 jadilah teladan bagi anak anak dan istri yang berbakti ,
 serta peliharalah keimanan betapapun sibuk 
agar selamat dunia akherat .
 
 
( S ) :
 ..waduh ibu .. rasanya tidak cukup hanya terimakasih 
yang saya sampaikan ..semoga Allah 
melimpah ruahkan pahala dan nikmat surgaNYA 
kepada ibu , aamiin yaa Robbal alamiin...
( tidak ada jawaban lagi dan cahaya terang itu
semakin menjauh dari tempat saya 
tadi mewawancara Kartini .. ) 
Malang , 21 April 2022 / titiek hariati . 
gambar gambar diambil dari google