Tampilkan postingan dengan label jalan jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jalan jalan. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Mei 2014





.. " Seniman Tak Kenal Panas " ..

siang terik itu, mungkin lebih terik dari Surabaya disisi rel KA disamping Bakso President Malang, ada suara musik yang cukup " berisik " karena mono, yang mengiringi tarian Jatilan atau Jaran Kepang atau Kuda Lumping dari sebuah tape. 

seorang yang saya perkirakan berusia 70an tahun dengan makeup mencolok serta dandanan penari Jatilan, nampak bersemangat menggerakkan kudanya yang terbuat dari gedhek/ anyaman bambu. tidak ada penontonnya, kecuali beberapa
 tamu di kedai bakso itu 
tetapi tidak mengendorkan semangatnya untuk beraksi. 

gerakan gerakannya cukup dinamis untuk usianya yang sudah senja, tetapi spirit yang dimilikinya tampaknya mengalahkan usianya dan saya meninggalkan 
mangkok bakso dimeja, mencari angle yang pas untuk menjepretnya.

regenerasi dari pengamen Jatilan jalanan ini nampaknya tidak banyak bahkan nyaris punah, berbeda dengan jaman saya kecilllll dulu yang hampir 
mudah ditemukan dimana mana. 
generasi baru kelihatannya lebih suka mengamen membawa alat musik,
 selain praktis juga lebih " menjual " karena perkembangan lagu lagu baru itu menjadi
 selling-pointnya, sementara Jatilan 
" ya itu itu saja musik dan gerakannya ", kira kira begitu mungkin ? 

padahal sebenarnya Jatilan ini adalah salah satu kekayaan budaya Indonesia yang bahkan banyak menarik bangsa asing untuk mempelajari dan menelitinya.

 sejarah Jatilan sendiri konon jauh surut kejaman raja raja Jawa kuno yang dalam lawatan LN nya ( cieee, seperti diplomat saja ya ... ) kesebuah negeri , terpesona dengan pasukan berkuda dari negeri tsb. hal inilah yang menginspirasinya 
untuk memiliki pasukan berkuda yang sama, tetapi dimodifikasi dalam bentuk 
kuda2an dari bambu. 

Jatilan menuju kepunahan? entahlah. mungkin seperti juga gamelan, wayang dll, satu saat nanti kita akan belajar Jatilan ini dari orang Jerman atau Australia. 
seperti yang tampak di tv pagi tadi di Adelaide, Australia, seorang guru gamelan Jawa itu asli tulen bule Australia, dengan salah satu siswanya orang Indonesia yang ada disana.
naaa loo, jangan pernah berkata " Tak Mungkin " ... ! 
( th )

( photos by : th, Jatilan Dipinggir Resl KA, Ciliwung, Malang )






 








.. " Lebih banyak Hotel dari Tamu nya ? " ..

 seolah berlomba antara Malang dan Batu, keduanya terus menambah jumlah hotel hotel baru yang berbintang, berapapun bintangnya.
 minggu yl saya " tenguk tenguk " diatas sebuah jalan yang cukup tinggi di Batu, sehingga pemandangan dibawahnya leluasa dipandang.
 dan Batu memang cantik dalam soal view nya sehingga mau dimana saja tiang bangunan dipancang, tetap saja dikelilingi oleh panorama yang cantik.

lha mengapa saya " tengak tenguk " ?
 saya melihat sebuah mega-proyek tengah dibangun merambah perbukitan dibawah saya yang lembahnya naik turun sehingga bangunan disitu seolah timbul tenggelam. 
ya, sebuah embrio Hotel baru, Amarta Hills yang sangat luas dan 
terlihat unik karena memiliki beberapa blok. 

isu terakhir tentang adanya keberatan penduduk lokal tentang pemanfaatan sumber air oleh pihak hotel, semoga saja sudah menemui solusinya sebab penduduk yang sudah
 berpuluh tahun memanfaatkannya sebagai pengairan sawah dll tentu cemas dengan kehadiran bangunan bangunan baru semacam AH ini yang dikhawatirkan akan mempengaruhi 
kemudahan penduduk mendapatkan airnya.


mungkin ini juga harapan kita semua, agar proyek proyek baru yang bermunculan, apapun itu, tidak merugikan lingkungannya tetapi justru membawa berkah bagi masyarakat setempat.

 pertanyaan lain yang muncul mungkin adalah 
" seberapa besar sebenarnya kebutuhan kita akan jumlah hotel ? apakah memang sudah sedemikian mendesak dan tidak seimbang antara akomodasi yang tersedia
dengan tamu yang membutuhkannya? " . 
mungkin diperlukan sebuah survey yang khusus untuk menjawabnya. 

apabila tujuan menambah jumlah hotel ini untuk lebih mendukung kebutuhan M.I.C.E maka jumlah kamar saja tidaklah cukup,
 sebab infra struktur M.I.C.E juga diperlukan.
Jakarta, Yogya, Bali , Medan, Manado mungkin lebih siap, dan semoga Malang dan Batu sedang/ akan/ sudah/ menyusul untuk itu, entahlah ... 
mungkin PHRI Malang dan Batu lebih memiliki jawabannya.
( th ) 
( photos by : th, Amarta Hills, Batu, May 2014 )