Tampilkan postingan dengan label dunia lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dunia lain. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Mei 2013




Yang Terlupakan, Yang Ingin Dikenang

Saat mengantar kerabat luar Malang menjenguk sebuah makam kerabat yang lain, saya menemukan bahwa makam tersebut lebih mirip " dunia yang terlupakan " karena nampak sangat tidak terawat dan bahkan seram. 

Terletak didaerah utara kota Malang, makam ini seperti dibiarkan tidak terurus. Belukar yang tumbuh liar dimana mana, serta batu batu nisan yang rusak, patah ataupun ambles. 

Mencari makam disitu disulitkan oleh semak semak yang meninggi serta tidak tampak adanya juru makam yang biasanya menjaga atau merawat area makam

Ada beberapa makam pejuang disitu, tampak dari simbol bendera dan bambu runcing yang menandainya dengan tulisan dibawahnya yakni : " pejuang " . Besinya yang berkarat, seolah menyiratkan bahwa para pejuang ini memang sudah terlupakan.

Sementara saya menunggu makam kerabat yang dituju itu dibersihkan, saya berkeliling makam untuk menjepret hal hal menarik. Ada beberapa catatan unik. 

Pertama, tidak biasanya pada sebuah makam keluarga muslim, ditemukan tulisan atau semacam puisi yang mengekspresikan perasaan keluarga yang ditinggalkan terhadap si almarhum/ almarhumah. 

Disalah satu makam muslim, saya menemukan catatan atau ukiran dinisannya begini : " Your love and smile will always be with us forever " . Saya terharu. Andai saja disetiap batu nisan terdapat ungkapan perasaan semacam itu, pastilah makam akan menjadi tempat yang menarik dan menginspirasi. 

Di negara negara barat terutama, ungkapan dibatu  batu nisan sangatlah biasa dan indah indah hingga kita ikut terhanyut dalam emosi si penulis puisi.

Misal ada yang begini terjemahannya : " Engkau tidak pernah pergi, engkau menungguku, hingga saatnya nanti kita akan kembali berjalan berdua seperti yang selalu kita lakukan, cinta : MV " ( waa .. ber lama lama di makam seperti itu, bisa menangis .. )

Oya, cerita unik lain adalah bahwa ternyata setelah saya meng edit foto foto makam itu dirumah, didua foto dari delapan foto yang ada, kamera saya menangkap fenomena Orbs seperti yang sering kita lihat dilayar kaca ketika para pakar meneliti adanya enerji tertentu ditempat tempat semacam ini. 

Mereka menyebutnya Orbs sesuai bentuknya yang memang berupa bulatan bulatan tembus pandang. Saya tidak akan mengupasnya lebih lanjut, karena saya bukan ahlinya, hanya saya menemukan persamaan bentuk sebagaimana yang sering diketemukan para pakar yang mereka tidak menyebutnya sebagai arwah atau apa, melainkan Orbs, sejenis enerji.

Saat saya jepret, itu masih sekitar jam 12 siang hari dan terang benderang, sehingga saya hampir yakin bahwa kamera saya tidak salah menyetelnya atau salah lightingnya. Selebihnya, Wallahualam, karena semuanya memang berasal dariNya termasuk segala macam fenomena alam ghaib yang kita wajib mempercayainya sebagai bagian dari ciptaanNYA.
Yang terpenting, kita tidak mengkultuskannya apapun alasannya, karena hal itu jelas melanggar dan masuk dalam sesuatu yang paling dimurkaiNYA..

Semoga pemkot Malang juga mampu memberikan perhatiannya kepada area area makam yang  kurang terurus agar tidak ada penyalah gunaan area makam untuk hal hal yang negatip. Semoga .. ( th )


  
Keterangan foto ( all taken by : th , May 2013 ) :

01. Semak belukar menimbulkan kesan seram.
02. Orbs, yang tampak didekat ujung bendera besi makam pejuang.
03. Makam pejuang lainnya yang tampak agak terurus.
04. Batu nisan dengan ukiran kata yang cantik. 



gunaan area makam untuk hal hal yang negatip, semoga ... ( th )


Keterangan foto ( all taken by : th, May 2013 ) :
   


Selasa, 08 Juni 2010

Misteri Hutan Pletes





Dibagian lain, tepatnya kalau membuka halaman Wana Wisata, saya sudah bertutur tentang perjalanan menembus belukar dan hutan Pletes Malang Selatan pada tanggal 06 Juni 2010 yang lalu untuk mencari keberadaan sang raja rimba yang konon masih ada 3-4 ekor dikawasan itu.

Nah, tulisan ini hanya menambahi catatan yang sudah ada, tapi dari sisi misterinya. Sebetulnya saya termasuk orang yang tidak mudah percaya tahayul karena beberapa bukti ternyata mementahkan tahayul selama ini. contoh : pemakaian nomor rumah 13, seorang teman saya bahkan sukses studi dan karir serta kehidupan keluarganya padahal nomor rumahnya 13.

Maka ketika sang guide dalam rombongan kami memasuki hutan liar Pletes yang lalu mengingatkan agar kami tidak " cekakak-an " ( becanda yang keterlaluan ) dan saat tiba didekat goa yang kami cari, saya memang sempat melihat diantara belukar didepan kami ada semacam
( setidaknya sepintas menurut saya seperti semacam ) benda kehitaman yang tidak jelas bentuknya karena terhalang belukar. Saya pikir itu adalah pintu goa yang akan kami tuju,
padahal kenyataannya goa tersebut letaknya masih jauh diatas kepala kami.

Pak Jui, nama guide kami, mengatakan : " Saya lihat semacam sayap lebar seperti sayap kelelawar yang ber bintik bintik putih, tapi ketika saya dekati kok tidak ada lagi .... " ( sayapun yang melihatnya tidak sedetil pak Jui memperkirakan benda tersebut berdiameter sekitar 50 an cm dan nyaris bulat ) Pak Jui menambahkan : " Saya rasa itu adalah si penunggu goa, tapi ngga apa apa kok asal kita tidak merusak atau mengganggu disini ... " , waduh.. saya yang sempat melihatnya menjadi agak merinding mendengarnya ...

Sering memang kita mendengar cerita2 aneh saat ditengah hutan, misalnya tersesat ber putar2 tidak bisa menemukan jalan keluar karena menginjak " wilayah gaib " yang tak kasat mata.
Sebenarnya kalau di pikir2, tujuan dari berbagai informasi berbau tahayul ini adalah untuk menjaga perilaku kita agar tidak sembrono atau ceroboh dialam bebas sehingga tidak menyebabkan kerusakan lingkungan. Selebihnya : Wallahualam ....

( Photo by : TH ( di lokasi inilah saya "  melihatnya " )

Kamis, 29 April 2010

" Wisata Horor " ..... ?







Beberapa waktu yang lalu sebuah surat kabar terkemuka di Jatim telah memuat dihalaman depannya, berita tentang riwayat sebuah rumah di jalan Rinjani , Malang. Rumah ini konon dikenal " angker " karena lama tidak dihuni dan terlihat kurang terawat. Tetapi ketika saya mencoba melihatnya minggu yang lalu, tampak sudah ada perubahan yaitu pada taman sebelah depan yang terlihat mulai dibersihkan. 

Tidak jelas mengapa rumah yang berarsitektur Eropa dan nampak masih kokoh ini dibiarkan lama tidak berpenghuni. Maka bila kemudian muncul berbagai rumor tentang keanehan keanehan yang ada disitu, mungkin didorong oleh fantasi atau imajinasi atau halusinasi orang orang yang kebetulan melihatnya atau melewatinya terutama dimalam hari.


Andaikanpun ternyata rumor itu benar, maka barangkali ini akan cukup menantang adrenalin para pemburu " penampakan ". Bila Jakarta punya " rumah Pondok Indah " bolehlah yang penasaran mencoba datang kerumah Jl. Rinjani ini. 

Terus terang di Malang ada beberapa rumah yang juga dikenal cukup " sangar " karena riwayatnya yang kelam. Seperti misal, pemiliknya bunuh diri dirumahnya, atau pemiliknya meracuni anak anak kandungnya dirumahnya dll yang cukup menyeramkan. Atau di Batu misalnya, sekitar 20km dari Malang, juga ada rumah yang dulu menjadi terminal akhir para buronan teroris yang akhirnya tertembak mati semuanya divilla tersebut.


Nah, para penantang adrenalin, sudah siapkah Anda ?

Keterangan foto ;

Rumah Jalan Rinjani ( pojok ), Malang (  photo taken by me )

Rabu, 03 Maret 2010

Salah Satu Sudut Sejarah : Makam Sukun






Mungkin ketika tulisan ini dibuat, perobahan di salah satu sudut kota Malang ini sedang berlangsung. Makam Sukun. Apa yang menarik dari tempat ini dibanding makam makam lain yang ada di kota Malang? Terletak di daerah Sukun, makam ini berjarak sekitar 2km dari pusat kota Malang arah Kepanjen. Sebelum memasuki komplek makam, lebih dulu kita melewati gedung ber arsitektur kolonial yang saat ini ditempati oleh oleh Dinas Pemakaman Malang.

Jalan masuk ke makam yang terkesan sempit, ternyata langsung disambut oleh luasnya area yang konon hampir sekitar 10ha ( bila data yang saya peroleh mendekati benar ) . Menurut petugas dari dinas makam, mereka yang dimakamkan disini terdiri dari berbagai bangsa. Antara lain ada Jepang, Belanda, Jerman, China, Inggris. Dalam Perang Dunia ke II, dimana Indonesia saat itu juga mengalami dampaknya, para serdadu maupun officer yang gugur di Indonesia dalam membela keyakinan mereka saat itu, telah menghuni makam Sukun ini bahkan ada yang sejak sebelum Indonesia merdeka.

Keluarga keluarga para officer inipun banyak yang dimakamkan disini, terlihat dari puisi atau ukiran kalimat indah yang ada di nisan nisannya. Nisan nisan ini ada yang dibuat dari marmer yang diimpor langsung dari Italy, dengan pahatan khas yang banyak ditemukan di Eropa. Tetapi sayangnya sudah banyak yang tercuri, entah atas pesanan kolektor barang antik atau sekedar dijual marmernya karena lumayan untuk di loakkan.

Saya diantarkan kesebuah sudut makam yang agak terisolir dan bersemak, ternyata disana terbaring sepotong nisan marmer yang beratnya lebih dari 1 ton serta sudah terlepas dari makamnya. Ukiran wanita Eropa diatasnya sangatlah cantik, dalam pose berbaring menekukkan kakinya. " Rupanya pencurinya tidak mampu mengangkat marmer ini, jadi setelah dipotong digeletakkan begitu saja disini... ", begitu kata petugas. Ck ck ck.....

Saya terus melangkah melewati tengah makam yang ternyata memiliki rancangan indah mirip taman taman di Eropa. Pohon pohon besar ditambah bentuk bentuk nisan yang beraneka rupa serta bahasa, membuat makam ini lebih mirip tempat wisata. Ada makam serdadu Jepang, Belanda, dan keluarga keluarga Jerman. Salah satu yang nisannya berbahasa Jerman menuliskan angka kelahiran yang kebetulan sama persis dengan tanggal lahir saya. Sedetik saya merasa aneh tetapi antusias untuk memotretnya.

Jepang dan Korea serta China ternyata mempunyai bentuk makam dan nisan yang berbeda meski sekilas ketiganya seolah sama huruf hurufnya. Menurut petugas dinas makam, memang dimasa datang kompleks ini akan menjadi proyek percontohan dari wisata makam, dimana makam bukan lagi sebuah lokasi menyeramkan tetapi merupakan sebuah area indah yang tertata bak sebuah taman kota.

Disini kita bisa melihat jejak sejarah kota Malang betapa dimasa lampau Malang menjadi salah satu wilayah favorit para bangsa asing untuk menetap hingga akhir hayatnya. Apakah makam makam unik dan khas ini akan hilang tergerus perubahan? Atau pemkot akan mempertahankan serta memugarnya sebagai sebuah ikon pemakaman? Waktu yang akan menjawab .Dan semoga pencurian dan pengrusakan oleh tangan tangan yang tidak bertanggung jawab ini segera bisa dihentikan
Disatu sisi, bila makam ini nantinya telah terpugar dengan indah, tentu akan mengundang banyak wisatawan asing untuk mengunjungi dan mengenal sejarah nya, disamping peninggalan peninggalan kolonial lainnya yang masih banyak dijumpai di Malang.


( Photos by : Titiek Hariati )