Tampilkan postingan dengan label wisata sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata sejarah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Juni 2021

 
 
 
 .. " Kesekian Kali ( Lagi ) : Candi Badut " .. 
 siang tadi tiba2 saja saat melewati
 daerah Tidar , saya ingin menjenguk
 ( lagi ) Candi Badut yang terakhir saya
 kunjungi sekitar 3 tahun yl . 
 terletak didaerah Karang Besuki , hanya
 sekitar 5km dari rumah saya ,
 candi yang satu ini berada ditengah 
pemukiman penduduk meskipun 
menempati area tersendiri yang cukup luas .
 tidak banyak yang berubah kecuali
 di dinding dinding jalan masuknya
 menuju tempat parkir , 
ada perubahan mural yang kali ini 
agaknya bertema 
" Malang Full of Love " hehehe ..
memasuki pagar candi ,
 saya mengisi buku tamu dan kas yang
 tidak ditentukan jumlahnya . 
sebuah pemandangan cantik dari 
Candi Badut yang terpelihara ini ,
 membuat hari Minggu saya terasa cerah .
 tetapi ketika melihat beberapa
 bagian candi tampak " ditambal " secara
 sembrono , saya merasa sedih .
 bagaimana tidak kalau melihat tumpukan 
bebatuan purba disekitar candi tidak
 tersentuh tangan arkeolog 
tetapi " tambalan2 " bagian candi yang 
melompong termakan waktu ,
ternyata begitu sembrono ditambal 
dengan ala kadarnya memakai 
sejenis cor cor an semen atau entah apa 
yang terlihat mencolok jeleknya ! 
 mengapa tidak memakai 
bebatuan purba
 yang begitu banyak disekeliling
 candi dan berusaha untuk menemukan
 ukuran yang pas dari pada memakai
cor cor an yang asal2 an!
juga sedih melihat 
Kejahilan Pengunjung yang ikut ikutan
 mengukir namanya , 
nama komunitasnya , nama gengnya 
dll di dinding2 candi
 yang langsung mengorek dengan
sejenis benda tajam 
sehingga sepintas seperti tulisan
peninggalan jaman purba tetapi 
setelah saya dekati ternyata 
tulisan modern. 
 ada nama nama disana seperti 
" Ismail " , Dupak , nama2 pasangan 
yang rupanya pacaran disitu dll yang
 secara tidak bertanggung jawab
 dikorek langsung didinding candi !
menyedihkan mengingat rendahnya
 kesadaran pengunjung terhadap 
pelestarian budaya leluhur dan
 menyamakannya dengan tempat 2 wisata
 seperti air terjun dll yang sering
dicorat coret itu . 
 adapun sejarah singkat candi ini
 adalah kembali pada jaman
 Kerajaan Kanjuruhan di Dinoyo Malang
 dimana candi ini dibangun untuk 
memuliakan Resi Agastya yang
 sangat dihormati oleh Raja Gajayana 
seperti yang tertera di
Prasasti Dinoyo bertahun 760M .
 pada tahun 1921 ,
 seorang kontrolir Belanda ,
 Maureen Brecher yang bekerja di
 Malang , menemukan candi ini dalam
 sebuah gundukan tanah 
bebatuan dan 
memberitakannya penemuannya 
dikemudian hari .
 dan pada tahun 1925 - 1927  Candi Badut
 dibangun kembali dibawah pengawasan
 Jawatan Purbakala Hindia Belanda
 saat itu , yaitu B. de Haan . 
candi yang ternyata telah runtuh itu
 dengan sepenuh ketekunan disusun 
kembali dimana bagian kaki atau dasar
 candi masih terselamatkan kecuali
 atapnya . 
 bagi yang ingin kesana , 
bisa mengambil jalur Jl . Bondowoso ,
 Raya Tidar , Jl. Puncak Mandala , 
Jl . Puncak Yamin , Jl. Esberg belok kanan
 melewati ujung Jl. Himalaya 
 dan Jalan Candi , beloklah kekiri . 
 ( Universitas Ma Chung hanya sekitar 
10 menit dari candi ini )
yang ingin menikmati sesuatu yang khas
 Malang setelah berkeliling candi , 
dapat kembali ke Jl . Esberg disitu ada 
Rujak Cingur yang khas Malang
 dan terkenal !
 naa, sesekali luangkan waktu untuk 
menikmati momen kejayaan masa lampau
 dari para leluhur , agar kita lebih dapat
 menghargai nikmatNya yang
 diberikan kepada kita pada saat ini ..
bayangkanlah andai saja kita
 hidup dijaman Kerajaan Kanjuruhan
 yang masih 
tanpa listrik apalagi teknologi internet dll 
kemudahan hidup jaman now ,
  dimana kita diharuskan bekerja tanpa gaji 
untuk membangun situs situs maupun 
bangunan bangunan perintah raja . 
dan saat itu pemahaman kepada 
Sang Maha Pencipta juga masih sangat 
sederhana antara lain melalui pemujaan2
 kepada tokoh2 spiritualnya dan bangunan2 
candi yang dipenuhi
patung patung dewa dewa mereka ,
 adalah sulit dibayangkan pada 
saat sekarang . 
 tetapi benarkah bahwa kita saat ini jauh
 lebih beruntung hidup dijaman 
yang serba materialistik ini ?
di tangga Candi Badut , siang tadi saya
 berusaha menemukan jawabannya .. 
( Writing & Photos : Titiek Hariati , 20 .06 . 21 )
keterangan foto : 
01 . Candi Badut warisan leluhur
02 . Lingga
03 . Pohon diarea Candi Badut
04 . Ditangga atas candi , 
menghirup oxygen " bersih " 
05 . Malang Full of Love ..
06 . Jalan Setapak Disekeliling Candi
07 . Di sekumpulan bebatuan candi yang
 belum tersusun sesuai aslinya
08 . Salah satu patung yang tergeletak
 disisi belakang candi , sapikah ... ?
09 . Dibawah pohon Mojo yang Pahit buahnya ,
awal nama MAJAPAHIT ..
10 . Tangga keatas candi 
11 . Buah Mojo
12 . Salah satu bagian candi ..
13 . Masih di tangga atas ..
14 . " ngiyup " ...
15 .Tertua , Candi Badut ..

Jumat, 27 Oktober 2017








 .. " Menyapa Soekarno di Bima Shakti " ..
dalam kisah kisahnya , Presiden I kita , Soekarno , ketika menyongsong event2 penting
 pidato2nya menjadi tonggak tonggak sejarah bangsa yang berpengaruh besar ,
 ia hampir selalu " menyepi " ketempat tempat tenang untuk mencari inspirasi .
 catat diantaranya , Istana Bogor , Istana Tapaksiring Bali dll .
 ada satu lagi yang juga mencatat kehadiran Soekarno selama beberapa waktu disana ,
 yaitu villa atau wisma Bima Shakti atau aslinya disebut Villa Brandarice
yang ada dikawasan Taman Rekreasi Selecta , Batu , Malang , Jatim.
pada jaman pendudukan Jepang 1942 ,
 Soekarno dan beberapa tokoh lain berada di villa ini untuk selama 15 hari .
 kemudian pada sekitar tahun 1956 Dwi Tunggal Soekarno Hatta kembali 
berada di villa ini untuk menghadiri konferensi KNIP saat itu . 
 beberapa pemikiran pentingnya lahir ditempat ini dan
 Indonesia mencatat berbagai kristal pemikiran besar mereka  yang lebih populer
dikelak kemudian sebagai " Ajaran Ajaran Bung Karno" ataupun 
Bung Hatta yang terkenal dengan ajaran " Ekonomi Kerakyatan " nya ! 
maka ketika saya sudah berada dikawasan Selecta , Batu , Malang ,
 saya pun tak ingin melewatkan kesempatan menelusuri jejak kedua bapak bangsa
 yang kharismatik ini dengan secara khusus mencari villa Bima Sakti .
 hanya berjarak beberapa puluh meter dari gerbang masuk taman rekreasi Selecta ,
 villa Bima Shakti tampak berdiri kokoh dan gagah diatas sebuah
 bukit kecil atau tepatnya tanah tinggi disebuah tikungan yang bertebing tinggi .
 saya masuk lewat jalan setapak yang menanjak dan 
dengan diantar seorang staf villa Bima Shakti , saya diajak berkeliling dan 
secara khusus kekamar dimana Soekarno pernah tinggal 
beberapa waktu dan beberapa kali .
kamar no 47 adalah tempat dimana Soekarno ( mungkin ) melakukan 
perenungan bagi naskah pidato2nya yang terkenal itu ,
 dimana saya bisa melihat pemandangan indah dari arah cendela dan terasnya
 seolah saya sedang akan mewawancarai Soekarno secara imajiner .
( S/ saya ) : Bung , apakah yang sedang terpikirkan oleh Bung ditempat 
sesunyi dan seindah ini menjelang kemunculan Bung didepan rakyat Bung 
terutama generasi muda atau para pemudanya ? 
( B / Bung ) : saya hanya ingin pemuda pemuda kita bangkit dan bersatu padu
 membangun sebuah Indonesia yang baru , berdaulat , bermartabat serta
 membebaskan diri dari kebodohan dan keterbelakangan agar 
Indonesia mampu berdiri sejajar dengan bangsa bangsa maju lainnya didunia !
( S ) : apakah Bung cukup optimis dengan masa depan para pemuda kita ?
( B ) : sangat optimis ! 
mereka adalah pewaris nilai nilai luhur sebuah bangsa yang besar dan 
nilai nilai ini justru tidak dimiliki oleh bangsa bangsa dari negara negara maju 
yang hanya mementingkan kecerdasan otak tanpa kecerdasan iman dan spiritual .
 saya sangat optimis!
( S ) : Bung .... ( tiba tiba saya ditepuk bahu oleh kerabat yang tadi bersama sama saya
 dan seluruh wawancara imajiner saya menjadi berantakan ... )
" mbak , ayo .. katanya mau foto foto disini " ... ,
 saya manut dan saya tinggalkan teras kamar 47 tempat dimana 
saya tadi " bersua " dan mewawancarai  Soekarno !
 saya lalu menjepret tiap titik penting yang ada disekitarnya .
 dimulai dari teras tadi , cendela , tempat tidur , bufet , lemari , kursi , lukisan ,
 foto foto dll yang semuanya terkait dengan Soekarno . 
" ini lemari , bufet , tempat tidur dll asli sejak Soekarno disini " , jelas staf villa .
 " lo apakah kamar ini juga boleh dihuni tamu ? " ..
 konon boleh , meskipun saya lebih suka andai kamar 47 ini dijadikan
" museum villa " saja untuk mengenang sejarahnya , 
tetapi agaknya bisnis tetap bisnis ! 
kerabat saya bertanya " mbak tadi di teras melamun ya ? " , 
saya nyengir2 dan  tentu tidak saya kisahkan yang sebenarnya kuatir dia 
berpikir macam2 .. saya tinggalkan Bima Shakti dengan berbagai adukan emosi .
 villa yang hanya terdiri dari 10 kamar ini memang telah mengalami sedikit
 renovasi atau perubahan yang tidak berarti sebab 90% masih menampakkan
 wajah aslinya terutama di kamar 47 tadi . 
 hari itu kebetulan sepi , sama sekali tidak ada tamu ,
 sehingga saya leluasa jeprat jepret . kalau diantara pembaca ada 
yang ingin " melanjutkan wawancara imajiner " tadi , 
mungkin anda harus " napak tilas " kesana ! 
tempat tempat bersejarah hanyalah sebuah persinggahan takdir untuk 
memberi pengingat pada yang masih ada bahwa
 " Jangan Lupakan Sejarah Sebab Belajar Dari Sejarah Adalah
 Tonggak Pengaman Masa Depan
Yang Menghindarkan Kita Dari Kesalahan / Kegagalan/ Kejatuhan 
Yang Sama " ! semoga.
 ( Titiek Hariati )
( Writing & Photos by : Titiek Hariati , October 2017 )

01 . kokoh , diatas bukit kecil
02 . sungkem ibunda , tanda bhakti
03 . kenang kenangan 1955 singgah di Malang
04 . kamar no 47 , villa Brandarice / Bima Shakti
05 . dari cendela kamar itu ..
06 . disini BK beristirahat
07 . meja kursi dan foto asli seperti semula
08 . kursi disamping tempat tidur
09 . Bima Shakti













 

Sabtu, 06 Februari 2016







  
.. " Misteri Goa Jepang ? " ..

tahun 2014 sekitar bulan Mei saya sudah menulis di blog ini tentang kunjungan saya ke Goa Jepang yang
 ada di desa Tlekung , Junrejo , Batu sekitar 20 km dari kota Malang .
 kemarin saat saya menelusuri foto foto lama yang akan saya edit ,
 saya menemukan sederet foto foto Goa Jepang yang saya jepret tahun 2014 itu . 
ada sedikit kejanggalan yang saya rasakan ketika melihat deretan 
foto foto goa tersebut . pertama , saat itu , 2014 , saya memfoto dua anak laki laki desa yang mengantarkan saya 
ke goa tersebut . foto foto mereka biasa saja alias wajar .
 saat itu mereka membawa sepeda pancal nya dan sangat senang ketika saya jepret dipintu masuk goa
 Jepang tersebut . setelahnya , saya ingin sedikit masuk kedalam goa untuk
 mengetahui apa yang mungkin bisa dilihat  atau dijepret disana . 
tetapi kedua anak desa tersebut mengingatkan saya supaya tidak masuk sendirian 
sebab didalamnya konon ada beberapa " cabang / gang " yang bisa menyesatkan kalau belum
 pernah kesana , jadi sebaiknya membawa guide . 
naa , meskipun mereka anak anak , saya tidak mau mengecilkan arti saran mereka ,
jadi saya manut manut saja dan akhirnya saya hanya menjepret goa dari kedalaman tertentu yang hanya sekitar sepuluh meteran dari tempat kedua anak tadi berdiri untuk saya foto .
 hasilnya agak mengherankan ,
 karena dalam beberapa kali jepretan ternyata semuanya menampakkan adanya
semacam Asap / Kabut Tebal yang nyaris menutupi lobang goa, padahal sewaktu saya jeprat jepret sama sekali
 tidak terlihat adanya asap atau kabut .
 bagi pakar fotografi , mungkin akan melihatnya sebagai " kesalahan teknis " dalam mengatur mode kamera saya yang entah itu ASA nya , atau apanya saya awam . 
yang jelas saat itu masih sangat siang dan terik diluar goa . didalam dan diluar goa tidak ada 
pembakaran apapun yang bisa menyebabkan timbulnya asap atau kabut .
lepas dari itu semua , saya menjadi tertarik untuk membagi foto2 " aneh " ini di sini ,
 siapa tahu ada diantara pembaca yang bisa memberi penjelasan pada saya supaya saya tidak penasaran atau
bertanya tanya apalagi lalu menghubungkannya dengan hal hal yang berbau supranatural .
 naa  ..  ada yang ingin mengomentarinya ?
 ( th )

 ( photos by : th , Goa Jepang , May 2014 )

Foto Dari Bawah Keatas :
1 . anak anak desa yang mengantar saya ke goa 
02 . asap " aneh " masih rendah 
03 . asap mulai naik perlahan
04 . asap semakin naik
05 . asap meninggi dan muncul asap lain disebelah tepi kanan
06 . asap cukup tinggi nyaris menutupi goa





 

Jumat, 23 Mei 2014







 .. " Jejak Saudara Tua di Goa Jepang " ..

mumpung sudah didesa Tlekung, Junrejo, Batu, Malang, sekitar 20 km dari Malang, saya sekalian saja menengok Goa Jepang yang ada disitu.
 sangat mudah ditemukan sebab letaknya terlihat dari jalan yang dilalui dan bisa dilewati kendaraan apa saja. tapi saya yakin dulunya goa ini pasti tersembunyi dan tidak sejelas sekarang, sebab namanya saja tempat persembunyian.

saya tidak memakai guide, jadi tidak berani masuk terlalu dalam karena konon goa ini mempunyai 7/ tujuh lorong yang saling terhubung dan tanpa guide salah salah saya bisa masuk tak bisa keluar lagi hehe .. 
duluuuuu, konon goa ini memang semacam tempat penyimpanan bahan bahan makanan maupun pakaian para serdadu Jepang saat peperangan antara tahun 1942 - 1945 .

pembangunan didalamnya, mengerahkan tenaga lokal dan mereka dibawa dari berbagai daerah seperti Lumajang, Blitar dll. apakah mereka itu tenaga gratisan atau diberi honor, mungkin masih perlu di lacak sebab pada masa itu memang kedatangan Jepang ditanah air membawa bendera sebagai " Saudara Tua " yang pada akhirnya sebenarnya adalah 
Saudara Tua Yang Kejam hehe ...

 keping kecil dari perjalanan sejarah yang kelam ini antara lain dapat dilihat melalui Goa Jepang ini. dalam goa yang gelap dan pengab mereka ber bulan bahkan tahun menghimpun cadangan makanan dan obat obat serta pakaian dan persenjataan,
 pastilah sebuah pengalaman yang pahit bagi
 serdadu serdadu muda Jepang yang harus mempertahankan diri 
ribuan kilometer jauhnya dari kampung halamannya.

 andai saja mereka tidak datang sebagai penjajah namun lebih sebagai Saudara Tua yang bersahabat, barangkali mereka tidak memerlukan goa goa persembunyian seperti ini karena bangsa kita terkenal sebagai bangsa yang sangat welcome kepada siapapun,
 namun sayang kehangatan dan ketulusan hati bangsa kita ternyata 
dikhianati.


 juga sayang sekali saya  tidak sempat bertemu dengan sesepuh didesa ini yang mungkin masih menyimpan kenangan masa kecilnya pada keberadaan Goa ini 
berikut serdadu serdadunya, 
sebab seorang wanita tua yang saya temui diluar Goa ternyata bukan penduduk asli.

pun dua anak anak desa yang menguntit saya masuk ke dalam goa juga tidak bisa memberi informasi apapun . mungkin sekolah mereka didusun ini belum pernah memasukkan
 goa ini sebagai salah satu jejak sejarah yang perlu di sosialisasikan
 latar belakangnya pada siswa siswanya.

masih banyak goa goa Jepang lainnya ditanah air yang tersebar dibeberapa daerah dan provinsi. mungkin pemkot Batu dapat lebih merawatnya dan menambah Papan Informasi diluarnya
 agar pengunjung dapat membaca sejarah Goa Jepang ini.

 tanpa senter dan guide, saya putuskan untuk masuk hanya sejauh sekitar 20 meter dalam kegelapan dan " mumpung " belum bertemu binatang binatang yang berbisa yang mungkin saya injak dalam kegelapan, saya keluar lagi.

Goa Jepang, keping sejarah serdadu serdadu yang malang .. mari kita mulai kenali tapak tapak sejarah disekeliling kita yang cukup banyak tapi terlewatkan dari perhatian ( th )

( photos by : th, Goa Jepang, Tlekung, Batu, Mei 2014 )

01. lobang goa dibalik rerumputan tebal
02. pintu goa
03. anak anak penguntit saya
04. biar pakar fotografi yang menjelaskan tentang asap ini
05. masih sama, asap dalam goa yang saat terjepret tidak tampak ada asap sama sekali, saya yakin ini hanya sebuah bias cahaya yang bisa dijelaskan secara teknis