Tampilkan postingan dengan label National Day. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label National Day. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Juni 2013




Father's Day, setuju ... ?


Sonora Dodd, seorang wanita kelahiran Arkansas, tinggal di Spokane, Washington, dibesarkan bersama dengan kelima saudaranya oleh seorang single parent, 
yakni ayah kandungnya. 

Bukan perkara mudah, enam anak dan seorang bapak. 
Terinspirasi oleh hal ini plus untuk " mengimbangi " Mother's Day yang saat itu sudah sedemikian komersilnya, 
ia mempelopori peringatan Hari Ayah di lingkungannya .

 Bahkan ia ingin hari itu ditetapkan sebagai hari libur nasional untuk menghormati para bapak.
Ternyata hal ini tidak mudah. Di negara sebebas Amerika pun  masyarakat tidak serta merta menyetujuinya. 

Melalui sebuah perjuangan panjang dan melewati beberapa dekade , barulah pada pemerintahan 
Presiden Richard Nixon 1972, 
 hari minggu ketiga pada bulan Juni ditetapkan sebagai 
Father's Day. 

Tentangan sebenarnya lebih didasarkan pada pengalaman Mother's Day yang akhirnya lebih menjadi ajang komersil daripada hakekat peringatannya sendiri ,
sehingga banyak yang sinis terhadap wacana Father's Day ini.

Naa .. bagaimana disini? Hanya sebagian kecil saja yang tertular merayakannya . Tampak dilayar kaca beberapa selebriti memberikan opininya tentang Hari Bapak ini, 
bahkan ada presenter pria yang matanya berkaca.

Wajar, karena setiap orang memiliki kesan berbeda tentang 
figur ayah. 
Bisa menyenangkan, tak terlupakan, kagum, hormat, memuja, memuji, atau malah sebaliknya, membenci, geram, marah, dendam. Lho? 
Bisa saja terutama bagi mereka yang merasa " terlantarkan " dan belum sempat mengenal ayah kandungnya sejak lahir.
  Maka apapun adukan emosi dibelakang figur seorang ayah, 
 Ada atau Tidak Ada yang namanya Father's Day, 
sepatutnyalah kita memberikan tempat khusus dalam hati untuk orang yang telah mengukir kehidupan kita didunia. Kecintaan dan Kebencian memiliki alasannya masing masing, namun itu tidak akan pernah mengubah sejarah. 
Maka,
 apabila masih tersisa kecintaan meski sedikit, biarkan itu menghiasi sudut hati paling rahasia buat ayah yang kita hormati.
Tidak harus menunggu hari minggu ke tiga dibulan Juni 
untuk mengenang dan menghormati figur ayah, 
karena tiap saat kita ada untuk mereka, 
meski secara diam diam dan berbisik dalam hati.
Terima Kasih untuk semuanya, ayah ... ( th )

( gambar diambil dari google )

Selasa, 04 Juni 2013





Selamat Ulang Tahun, Bung ... !

 Tanggal 06 Juni 2013 ini, Soekarno , mantan presiden RI yang I, akan genap 112 tahun andai saja masih ada ditengah kita. 
Lahir di Surabaya dengan nama asli Koesno Sosrodihardjo, 06 Juni 1901, adalah putra seorang guru SD Raden Sukemi Sosrodihardjo dan seorang wanita bangsawan Bali, Ida Ayu Nyoman Rai. 

Keduanya bertemu saat R. Sukemi bertugas di Singaraja, Bali. Namanya berganti Soekarno saat berusia 5 tahun karena sakit sakitan. Ayahnya mengambil namanya dari babad 
Bharata Yudha, Karna, 
yang dikenal sebagai tokoh yang loyal dan berani berkorban.

Namun dikemudian hari Soekarno merubah ejaannya menjadi 
 " Sukarno " saja karena menurutnya 
ejaan " oe " itu warisan penjajah.

Soekarno remaja tidak selalu bersama ortunya tetapi juga pernah tinggal bersama kakeknya. 
Hingga saat melanjutkan ke sekolah tinggi di Bandung saat itu ( sekarang terkenal dengan nama ITB ) ia mengambil jurusan 
Teknik Sipil, lulus tahun 1926. 
Hanya ada empat lulusan orang " pribumi " saat itu, yakni : Anwari, Soetedjo, Johannes Alex dan Soekarno sendiri.

Diluar politik, karya monumentalnya dibidang arsitektur juga sangat terkenal. Salah satunya adalah Gelanggang Olah Raga Bung Karno ( nama saat itu ) yang  dipersiapkan untuk penyelenggaraan Asian Games ke IV di Jakarta .

Dan menyadari Jakarta sebagai etalase Indonesia, Soekarno banyak memberi sentuhan internasional disana.

Tahun 1955 saat beribadah haji, Soekarno mengusulkan kepada pemerintah Arab Saudi untuk mengubah area ibadah sa'i menjadi dua jalur yang terpisah dan dua lantai. 
Renovasi besar besaran pada area Masjidil Haram ditahun 1966 memasukkan ide Soekarno ini.

Soekarno menerima 26 gelar Honoris Causa dari universitas dalam dan luar negeri untuk berbagai kehormatan. 
Bahkan 35 tahun setelah wafatnya, ia masih menerima penghargaan dari presiden Afsel. 

Ini tidaklah lepas dari pemikiran besar Soekarno ditahun 1955 sebagai tuan rumah dari Konferensi Asia Afrika di Bandung yang fenomenal dan melahirkan Dasa Sila yang terkenal. 

Indonesia menjadi perhatian dunia dengan semangat solidaritas Asia Afrika ini serta mampu menggetarkan dunia barat.

Dan sebagaimana dialami oleh hampir semua pemimpin besar dunia, Soekarno pun mengalami pasang surut diterpa berbagai tekanan isu dalam dan luar negeri. 

Setelah 21 tahun lebih memimpin negeri ini ( 1945 - 1966 ) maka saat pertanggung jawabannya didepan sidang MPRS ditolak, Soekarno pun diberhentikan pada 12 Maret 1967. 

Adalah kemunculan Supersemar , Surat Perintah Sebelas Maret 1967 yang kontroversial, yang akhirnya harus membuat Soekarno mundur dan digantikan oleh pemerintah Orde Baru 
dibawah Soeharto. 

Upaya upaya pengecilan arti seorang Soekarno dihadapan bangsa ini, telah secara sistimatis dimulai. Penggantian nama nama yang berbau Soekarno, mulai dari nama jalan, gunung, gedung dll dan bahkan menyangkut Lahir nya Panca Sila.

Dan saat Soekarno wafat, permintaan untuk dimakamkan di salah satu area di Istana Bogor ditolak dan 
Soekarno dimakamkan di Blitar, Jawa Timur.

Berbicara tentang Soekarno dan wanita adalah dua sisi yang tak terpisahkan. Wanita adalah salah satu sumber inspirasinya. 

Tersebut nama nama yang pernah mengisi sukmanya dan masing masing mengisi tiap sudut hati Soekarno yang memuja sekaligus menghormatinya.
 Nama nama ini terurut sesuai tahun pernikahannya yaitu:
 Oetari, Inggit, Fatmawati, Hartini, Ratna Sari Dewi, Haryati, Yurike Sanger, Kartini Manoppo dan terakhir Heldi Djafar.

Perjumpaan dan perpisahan diakhirinya dengan 
penuh puisi dan hormat, 
sesuatu yang membuat para wanita ini tidak lagi mampu menemukan pria lain sebagai penggantinya, 
meskipun cinta sejatinya terbawa hingga liang lahat 
dan hanya menjadi rahasia seorang Soekarno.

Dalam politik luar negeri, nama nama besar seperti Tito, Nehru, Kennedy dan banyak lagi, adalah menunjukkan respek dunia internasional pada Indonesia kala itu.

Hari hari akhir Soekarno menjelang wafatnya, adalah sebuah siksaan psikis karena Soekarno dijauhkan dari rakyatnya, dari rakyat yang merupakan denyut nadinya. 
21 Juni 1969 , Soekarno wafat.

Ambulans yang mengangkut jenasahnya ke Blitar saat itu melewati kota Malang yang terguyur hujan tangis disepanjang jalan menyaksikan pemimpin besar ini terbaring dalam kendaraan 
dan 
iring iringan yang sangat sederhana dan kurang sesuai dengan jasa jasanya untuk negeri ini.

Sebagai proklamator kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 
bersama Moch. Hatta, 
perjuangan Soekarno dan tokoh tokoh lainnya 
dalam menegakkan kebebasan bangsa ini dari cengkeraman penjajah patutlah diberikan tempat khusus dihati kita. 

Meski sebagai manusia biasa, kekurangan dan kelemahannya sudahlah pasti ada, sebagaimana kita semua.

Kerinduan pada sosok seperti Soekarno yang mampu mengisi tiap dada rakyatnya dengan kebanggaan sebagai sebuah bangsa besar, Indonesia, 
sangatlah wajar disaat saat seperti sekarang dimana para pemimpin hanya disibukkan oleh pengumpulan kekayaan dan kolusi korupsi. 

Pasti Bung sedih kalau melihat ini, betapapun, Selamat Ulang Tahun , Bung ... ! ( th )

( disarikan dari sumber dan foto  Wikipedia )

Senin, 03 Juni 2013






Save The Earth.. !
( A little reflection of an environmentally friendly issue )

Udara kota Malang yang dulu semasa saya kecil masih sejuk dingin, saat ini sudah mirip Surabaya, gerah panas dan berdebu. Kemacetan lalin dimana mana, dipicu oleh makin padatnya kendaraan roda dua, tiga, empat mungkin lebih. 

 
Sampah  merajalela, bahkan di sungai sungai masih banyak terlihat pembuangan sampah sampah yang sembarangan. Pohon makin menipis sebab dikalahkan oleh pembangunan ruko, mall dll yang mewajibkan semua pohon dirobohkan.


Beton beton menguasai tata kota, sampaipun air kehilangan jalannya, sehingga saat hujan turun meski tidak lama, kota Malang sudah megap megap ... 
Inipun masih diperparah baliho baliho, spanduk , tas kresek, kotak makanan berbahan plastik, dll yang memakai bahan bahan tidak ramah lingkungan, maka komplit sudah Malang berubah wujud menjadi sebuah monster lingkungan ! 

Lihat saja paru paru kota semacam Alun Alun yang semestinya bebas kendaraan kok ini malah dibuat parkiran dan pos bapak ibu polisi yang " nggedablah " itu menambah ruwet pemandangan.. 


Tidak ada area bebas kendaraan, semua jalanan dan area di Malang seolah berlomba memacetkan diri. Kalau sudah begini, apakah dimasa depan orang masih akan terus menambah jumlah koleksi kendaraannya yang akan membuat jalanan se Malang Raya macet total tak bergerak meski satu cm, lalu buat apa punya kendaraan ? 

Apakah tidak lebih baik menggalakkan penggunaan sepeda onthel, selain lebih sehat juga hemat dan yang jelas tidak merusak lingkungan apalagi lapisan ozon? Penggunaan freon untuk AC rumah, mobil, ruang kantor, kulkas dll mempercepat bolongnya ozon yang akan berakibat kanker kulit dan bahkan lebih parah dari itu.

Kebrutalan kita tidak cukup sampai disitu. Bahan peledak yang dipakai menangkap ikan dilaut ikut mempercepat kehancuran biota laut yang rehabilitasinya memakan waktu bertahun tahun dan bahkan ada yang sudah tidak tersembuhkan lagi .. 

Pantai pantai penuh tuangan minyak dari kapal kapal nelayan plus buih buih deterjen dll, betapa pandainya kita mengundang bencana bagi diri sendiri.

Maka untuk memperlambat kerusakan yang ada di segenap sudut planet ini maupun juga semesta yang melindunginya termasuk lapis lapis ozon misalnya, dalam Sidang Umum PBB 1972 sekaligus menandai dibukanya Konferensi Lingkungan Hidup Manusia di Stockholm, 05 - 16 Juni 1972, telah menetapkan tanggal 05 Juni sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Tujuan penetapan HLHS ini  antara lain adalah :

01. Meningkatkan kesadaran global akan kebutuhan pengambilan   tindakan lingkungan yang positip ditingkat dunia.

02. Planet bumi sebagai milik bersama masyarakat dunia, maka perlu mendorong suatu tindakan global dalam menyuarakan penyelamatan planet bumi, pemanfaatan Sumber Daya Alam nya secara berkelanjutan serta mengetrapkan gaya hidup yang ramah lingkungan.

Disisi lain, kita juga mengenal Hari Bumi, 22 April yang awalnya diprakarsai oleh Senator Amerika, Gaylord Nelson, pada tahun 1970, seorang pengajar Lingkungan Hidup. Kedua hari ini, sama pentingnya dan saling terkait karena sifatnya yang meng global dan memberi pencerahan internasional tentang arti penting penyelamatan bumi dan isinya untuk kelanjutan kehidupan segala mahluk didalamnya.

Maka, apabila telah ada kesadaran bahwa planet tercinta ini butuh perhatian, kepedulian dan perawatan yang terus menerus dan berkelanjutan agar tidak timbul bencana yang mengancam kehidupan penghuninya, masihkah kita sembarangan membuang sampah, memakai freon, menebangi pepohonan, memakai bahan bahan tidak ramah lingkungan dst dst?

 Atau kita tidak perlu peduli karena yang penting hari ini kita masih bisa menikmati AC dirumah/ kantor/ dalam mobil dll,  juga masih bisa memasang bermacam baliho, banner dll untuk keperluan bisnis, membuang sampah disungai karena tidak ada pengawasan, menebangi pohon pohon yang mengganggu pembangunan dll dll yang lebih brutal?


Sudah siapkah kita untuk digulung banjir , kelaparan serta terkena kanker kulit pada saat yang sama? Seberapapun harta yang dimiliki, tidak akan lagi bisa mengembalikan kerusakan lingkungan yang terlanjur remuk akibat kesembronoan kita sendiri. 

Lalu masih mampukah kita , anak anak dan cucu cucu kita bertahan dengan kwalitas hidup yang sedemikian parah? 

 Jawaban ada pada masing masing karena perubahan tidaklah dimulai dari mana mana melainkan dari diri kita sendiri dan lingkungan terdekat kita yaitu rumah dan anggota keluarga dan mari kita periksa kebiasaan kebiasaan yang salah sebelum kita menghadapi kebinasaan.

Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia .... ditangan kita jualah nasib planet biru nan cantik ini terletak ! ( th ) 

Keterangan gambar/ foto ( sumber dan foto dari Wikipedia ) :

perangko Indonesia edisi khusus HLHS yang tiap tahun diterbitkan dengan versi berbeda beda.






 

Sabtu, 01 Juni 2013



Lahir dan Sakti
( catatan 01 Juni )


Entah bagaimana cara setiap warga negara Indonesia menyikapi dan memaknai Hari Lahir Panca Sila, 01 Juni, yang jelas dari pengamatan sepintas lintas di kota saya, Malang, kok " biasa biasa " saja, bahkan beberapa anak sekolah yang kemarin sengaja saya tanya tentang 01 Juni mereka heran " ada apa ya " , dan saya tidak tega untuk tertawa. Ya sudah, entah salah siapa, tapi nampaknya memang jaman telah bergeser. 

Sebagaimana tertera pada paragraf ke 4 Pembukaan Undang Undang Dasar 1945, maka sebagai way of life atau  dasar falsafah negara ini, tersebutlah Panca atau Lima , dan Sila atau Dasar negara yang kita semua ( harusnya ) " ngelontok " diluar kepala seperti jaman SD dulu.  

Adalah sebuah pidato spontan dari presiden RI yang I Soekarno pada tanggal 01 Juni 1945 yang ketika itu memperkenalkan ke lima dasar tersebut.

Dalam perjalanan sejarahnya, ke lima dasar ini pernah mengalami perubahan urutan dan kandungannya, meskipun pada akhirnya disepakati dengan urutan yang sudah kita kenal selama ini yaitu :

01. Ke Tuhan an Yang Maha Esa.
02. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab.
03. Kebangsaan Indonesia.
04. Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/ Perwakilan.
05. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Memang muncul bermacam pendapat para ahli mengenai lahirnya PancaSila ini, tetapi apapun itu, ternyata 5 Sila ini telah mampu melewati ujian ujian beratnya dalam pergolakan sejarah kebangsaan Indonesia. 

Peristiwa Gerakan 30 September 1965 yang nyaris membawa petaka bagi ideologi bangsa kita, ternyata tidak menggoyahkan Panca Sila sebagai dasar berpijak, berpikir, berfalsafah dan berbangsa masyarakat Indonesia serta perpecahan bangsa dapat diselamatkan karenanya. 


Enam jenderal yang terbunuh secara sadis dalam peristiwa itu seolah menjadi penanda bahwa bangsa Indonesia masih dalam  dan akan selalu berada dalam lindunganNYA selama kita masih akan selalu menempatkan Ke Tuhan an Yang Maha Esa sebagai Sila Pertama sekaligus utama.

Berangkat dari lolosnya bangsa Indonesia dalam peristiwa berdarah  30 September 1965 itu, maka keesokan harinya, 01 Oktober, dinyatakan sebagai Hari Kesaktian Panca Sila. Bagaimana tidak sakti kalau upaya upaya menggelincirkan ideologi bangsa ini ternyata gagal total karena bila sampai upaya itu berhasil mungkin Panca Sila sudah berubah kandungan dan isinya secara mengerikan !

Pro kontra bahkan masih saja ditemui mengenai kebenaran G 30 S yang sesungguhnya, karena banyak pihak yang melihatnya dari sudut kepentingannya masing masing. Tetapi sejarah juga membuktikan bahwa kebenaran itulah yang akan muncul sebagai pemenang dan waktu jua yang akan meluruskan  apa apa yang mungkin masih belum sepenuhnya lurus hingga saat ini. 

Menterjemahkan Panca Sila dalam kehidupan sehari hari kita itu bagaimana? Saya  sangat sulit menjawabnya sebab sudah lama rasanya generasi muda kita ini  " kekurangan asupan gizi " tentang ideologi dan falsafah bangsa akibat derasnya bermacam perubahan jaman ditanah air. 

Bagaimana generasi muda mau belajar itu semua kalau yang dilihat,dibaca sehari hari di berbagai media adalah para pemimpin atau tokoh tokoh panutan tetapi sekaligus juga koruptor koruptor kakap yang menggerogoti  kekayaan bangsanya? " Ayahku adalah seorang koruptor terkemuka negeri ini " , mungkin ini lagu kebanggaan yang tidak bisa dibanggakan? Maka sama sekali bukan salah generasi mudanya bila akhirnya tanggal tanggal bersejarah lewat begitu saja tanpa makna, dan generasi muda lebih disibukkan perkembangan teknologi digital yang jauh lebih menarik ketimbang memikirkan Panca Sila dan sejenisnya. Salah siapa?  

O ya, juga sekali lagi bahwa saya bukanlah  penganut parpol manapun meski saya termasuk pengagum Soekarno dengan pemikiran pemikiran besarnya untuk bangsanya. Jadi tidaklah perlu ada kekhawatiran bahwa tulisan ini untuk menarik orang menjadi anggota parpol tertentu. " Partai " saya berjuluk PN, Partai Netral meskipun ini bisa disalahtafsirkan sebagai sebuah parpol, yaitu partai yang beranggotakan golput, lho .. apa ndak pusing dijungkir walik seperti ini?

Maka sebuah gerakan menyeluruh yang dahulu sering di dengung dengungkan, agaknya perlu kembali dibangkitkan secara serius oleh para pakar pendidikan negeri ini yaitu sebuah Nation and Character Building. Jati diri bangsa ini telah lama mengalami pengeroposan, dan telah lebih dari saatnya kita harus  berbenah dengan lebih dulu membenahi puncak ke dasar, dan tidak sebaliknya. Kapan ? 
( th )

Keterangan gambar : ( semua diambil dari google ) :

Garuda Panca Sila, lambang negara.
Sampul buku " Lahirnya Pantja Sila "



               

Hari Tanpa Tembakau, 31 Mei


Tahun 1987 Organis. Kesehatan Dunia ( WHO ) memproklamirkan 31 Mei sebagai Hari Bebas Tembakau Sedunia meskipun hanya sehari itulah setiap tahunnya diharapkan para perokok berpuasa. 

Bagaimana ditanah air? Kemarin saya tidak melihat bedanya. Di mana mana masih terlihat orang merokok santai. Bahkan mungkin tidak banyak yang tahu tentang HTTS ini atau lebih tepatnya tidak peduli. Kata yang muda muda " nggak nge fek " ..

Parahnya lagi, masih banyak pula  yang   tidak dapat  menghargai
mereka yang tidak merokok. Contoh, saya pernah disebuah angkot menegur sopan seorang perokok yang kebal kebul, dan minta tolong cendela dibelakangnya dibuka supaya asap  tidak    mengganggu  penumpang lain yang padat. Diluar dugaan saya malah yang ganti ditegur " Waa .. mbak, ini kan bukan mobil pribadi, mbak saja yang naik taxi .... " ck ck ck ...

 Maka saya sangatlah setuju dengan HTTS ini meskipun kalau bisa tidak hanya sehari itu tapi selamanya.   Sebagaimana      himbauan pada kebaikan, pastilah ada pro kontra dan itu wajar. Terutama dari para produsen rokok, petani tembakau dan semuanya yang 
terkait dengan industri rokok.

Data    menyebutkan bahwa    pertahun ada sekitar 5,7 juta orang tewas merokok melalui bermacam gangguan kesehatan.  Mungkin ada yang mengatakan " Lha .. kematian itu kan sudah    takdirnya, merokok itu kan hanya jalannya ... " hehe .. memang akan    selalu ada excuses untuk sebuah perbuatan yang menimbulkan kerugian baik bagi diri sendiri maupun orang lain. 

Apa kerugian buat orang lain? Uang belanja berkurang, isteri anak mengomel. Asap rokok bagi yang tidak merokok malah lebih membahayakan dibanding si perokoknya sendiri,     terutama bila diruangan tertutup atau ber AC.   Di warnet  sering  saya       lihat 
para " kebal kebul " ini dengan santai tanpa memikirkan kepentingan orang lain,    menebarkan asap diruang   ber AC padahal tertulis tanda dilarang merokok. " Keren " bukan ?


Saya ingat kejadian konyol saat masih bekerja menjadi reporter di sebuah media di Jakarta dimana pada sebuah gathering mendapat gojlokan seru karena kekalahan dalam sebuah game,      dan  saya harus mencoba satu kali hisapan rokok yang asapnya harus melewati hidung! Saya ampun ampun, tapi dipaksa sebab hari itu memang diijinkan saling gojlok. Dengan rasa tak keruan saya mencoba tapi tidak saya hisap , semua protes, dan paksaan baru berhenti setelah tahu saya batuk batuk tidak keruan dan air mata meleleh .. 

It was first and last, saya bersumpah, benda yang satu ini sama sekali tidak ada manfaatnya he he .. ( maaf pembaca yang perokok, saya memang " ndheso " tapi biarlah ndheso karena saya tidak ingin paru paru saya menghitam dan mengkerut hehe ... ) 

Sebenarnya saya bahkan pernah bergabung disebuah perusahaan rokok terkenal di Malang, RoPM, sebagai Exec. Secret. to the Vice President. Dan karena saat itu saya " terbajak " meskipun saya juga suka dengan lingkungan kerjanya, saya tidak sempat lama karena saya harus kembali lagi ke " kampung halaman kedua " di kaki Alpen. 

Naa .. tiap gajian, saya mendapat empat slot rokok ber merk terkenal, padahal dirumah tidak ada yang merokok .    Maka tiap gajian, dirumah sudah menunggu  beberapa keponakan cowok      yang rajin menunggui saya pulang dan berebut rokok itu.. hehe, sebuah penggalan kecil dari kenangan pada yang namanya rokok .

Naaa ... selain juga duit boros, kesehatan keropos dan orang lain pada melengos, maka tidakkah para perokok ingin mencoba secara bertahap menguranginya hingga sama sekali tidak lagi merokok? 

Tinjauan psikologis perokok itu bisa bermacam sebab.   Tekanan tekanan tertentu misalnya, membuat orang merasa " lebih ringan bebannya " dengan melepas asap dari hidungnya. Juga lingkungan membuat seseorang merasa " kurang diterima " bila tidak ikutan merokok. Faktor lain adalah coba coba atau ikut ikutan yang akhirnya malah ketagihan.Untuk pria umumnya adalah untuk  "melengkapi " tampilan masculinnya . 

Bagaimana dengan wanita? Saya tidak tahu alasan yang lebih tepat, selain mungkin terbawa lingkungan, mode, agar terlihat modern/ metropolis, supaya lebih sexy, atau pengurang stres tertentu atau entah apa, tapi mengingat wanita " berkewajiban " hamil dan menyusui, ada baiknya rokok ditinggalkan demi janin atau bayinya.

Sebagai wanita, saya juga ingin ber opini tentang merokok dihubungkan dengan kejantanan yang menurut saya kok tidak begitu. Sisi ini tidaklah terwakili oleh rokok, melainkan lebih kepada attitude si pria misal bersikap menghormati wanita, berani bertanggung jawab pada setiap kata dan perbuatannya, berani mengambil resiko dan sportif disaat menjadi pemenang atau sedang mengalami kemenangan yang tertunda dalam hidupnya . 

Lebih spesifik lagi yaitu sexy, yang menurut saya itu tertampil disaat seorang pria memperlihatkan tingkat intelektualitasnya yang menumbuhkan rasa respek, dan bukan pada rokoknya. Apalah arti tampilan masculin dengan rokok apabila ternyata frame of thinkingnya konyol ? Tapi ini pendapat saya lho hehe ..

Naaa .... bagi yang menginginkan paru parunya " mlungsungi " dengan perubahan warna, bentuk dan ukuran yakni menjadi lebih hitam, berkerut, mengecil , berlobang lobang serta menimbulkan rasa    sesak dan sakit pada tiap hembusan nafas, bolehlah melanjutkan petualangan asapnya, siapa tahu akan ada program penganugerahan " perokok sejati sejagad "  satu saat nanti? .... 
( th )

Keterangan foto ( taken by : th ) :
Tembakau Sumatra Asli, Mei 2013.




Minggu, 19 Mei 2013



 20 Mei, ada apa ?


20 Mei " biasanya " diperingati rutin dengan upacara dan pidato pidato. Cuma itu? Dan sesudah upacara tidak ada lagi yang merasa wajib mengingat apalagi menterjemahkan makna dari apa yang tadi dipidatokan di upacara ?. Boro boro menterjemahkan makna, wong tahu 20 Mei itu hari apa, rasanya sudah banyak yang tidak tahu. " 20 Mei? Itu kan hari Senin! " hahaha, tidak salah tetapi juga sangat salah.

Disebut sebagai Hari Kebangkitan Nasional, maka 20 Mei seharusnya menjadi sebuah starter-line dari suatu perwajahan Indonesia Baru, dengan semangat baru, yang diinspirasikan oleh para tokoh dijaman kebangkitan nasional.

Semangat apa? Yakni semangat Persatuan, Kesatuan dan Nasionalisme meskipun tujuannya saat ini  berbeda. Pada masa itu semangat untuk bersatu adalah guna mencapai impian sebuah kemerdekaan bagi Indonesia. Lha saat ini kita memang sudah merdeka, tetapi ironisnya ternyata  spirit persatuan dan kesatuan serta nasionalisme agaknya masih sangat perlu dibangkit bangkitkan secara terus menerus. 

Pertikaian yang berbau SARA disana sini masih sering ditemukan dan ini memilukan mengingat betapa pengorbanan lahir batin fisik mental yang sudah diberikan pendahulu2 kita, tokoh tokoh perjuangan kita, untuk mewujudkan sebuah Indonesia yang bersatu dan berdaulat.

Tawuran antar pelajar, mahasiswa, suku, aparat / sesama anggota tni, supporter, anggota geng dll dll seolah menjadi hiasan rutin dihalaman depan media cetak dan sosial. Pemerintah bungkam, dan negara seolah " berjalan dengan sendirinya ", sak karep karep mu , kira kira begitu..

Dalam sejarah bangsa ini, diawali dengan berdirinya asosiasi atau persatuan para pedagang " pribumi " saat itu, yang tujuan awalnya untuk mengimbangi dominasi para pedagang cina, yakni Sarekat Dagang Islam 1905 di Pasar Laweyan, Solo, Jateng. Namun dalam perkembangannya, kelompok ini berubah menjadi sebuah organisasi pergerakan dibawah nama Sarekat Islam , 1906. 

Ini dapatlah dikatakan sebagai embrio dari sebuah mimpi besar anak bangsa untuk lepas dari cengkeraman penjajah Belanda saat itu. Pemikiran pemikiran itu mengkristal melalui berbagai perjuangan agar tidak tercium oleh penjajah yang kalaupun akhirnya ada yang terendus maka kita melihat dari sejarah betapa para tokoh tokoh pejuang ini bila perlu harus membayarnya dengan jiwa raga mereka. 

Akhirnya, pada tanggal 20 Mei 1908, berdirilah organisasi Boedi Utomo dengan tokoh tokohnya yang terkenal yaitu:
Sutomo, Ir. Soekarno, Dr. Tjipto Mangunkusumo, Raden Mas Soewardi Sorjaningrat ( yang pada tahun 1922 lebih dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara ), dan dr. Dowes Dekker dll.

Gerakan kebangkitan nasional ini diikuti selanjutnya pada tahun 1928 oleh sebuah gerakan yang mengguncangkan pelangi penjajah di nusantara, yaitu Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928. Maka keduanya, organisasi Boedi Utomo dan Sumpah Pemuda dijadikan tonggak  penting dalam sejarah perjuangan kebangkitan nasional ditanah air.

Janganlah dibayangkan mudahnya berorganisasi dijaman penjajah, sebagai mana dijaman ini yang sudah serba klak klik, rapat rapat secara bebas, bikin spanduk atau baliho organisasi, website organisasi, pembagian brosur brosur bermuatan politis secara bebas dst dst seperti saat ini.

Untuk sebuah pertemuan saja, mereka harus bermain " petak umpet " dengan penjajah yang tidak ingin rakyat Indonesia bangkit kesadaran nasionalisme nya. Lha lucunya, sekarang ini, justru terbalik balik, isu isu nasionalisme sering diidentikkan  hanya dengan parpol tertentu ataupun kepentingan kepentingan sesaat tertentu karena kita lebih disibukkan oleh  kepentingan2 yang ada dilingkaran perut dan prestige. " Wes gak nasionalisme2an, sing penting urip sejahtera, wong ngrasakno bbm mundak ae wes ngelu ... "  ( Sudahlah tidak perlu repot soal nasionalisme, yang penting hidup sejahtera,  memikirkan kenaikan harga bbm saja sudah pusing ... " , ini ya benar dan juga tidak benar ) .

Jadi sebaiknya bagaimana menyikapi hari Kebangkitan Nasional itu? Maka " mumpung " kita sudah ada di abad jagad media-sosial yang serba klak klik, sebaiknya para pendidik di negeri ini  mulai TK hingga SLA bahkan hingga level PT, memberikan pencerahan lewat website di masing masing sekolah atau PT nya tentang pentingnya sebuah kesadaran nasional akan persatuan dan kesatuan untuk menghindarkan siswa2nya dari    hobi tawuran, anarkis dll. 

Dan mengingat yang dihadapi adalah usia usia remaja " nan sulit alias penuh pemberontakan/ pergolakan " maka beliau2 dapat melibatkan para siswa nya sendiri dalam membuat sebuah sajian menarik tentang isu kebangkitan nasional dihubungkan dengan persatuan dan kesatuan tadi. 

Pencerahan dalam bentuk bentuk animasi misalnya, sehingga para siswa tidak merasa dipaksa atau digurui melainkan dilibatkan dalam sebuah " diskusi nasional " yang meliputi siswa siswa se nusantara. Siapa tahu akan muncul pemikir pemikir muda yang hebat yang seusia tokoh tokoh pejuang dimasanya yang kala itu masih sangat sangat belia? 


Dimanakah spirit persatuan dan kesatuan itu saat ini? Apakah mereka sudah lenyap tertelan Mc Donald, Pizza Hut dll ? Andai saja para tokoh pejuang diatas melihat, betapa seringnya tawuran dan tindak anarkis terjadi ditanah air, mungkin mereka akan menangis karena penjajah dalam bentuk yang lain saat ini merajalela, yakni " adanya rasa bangga yang berlebihan pada kelompoknya ", yang mendorong pada perilaku yang memecah belah persatuan dan kesatuan.

Jadi .. masih perlukah upacara2 Hari Kebangkitan Nasional itu bila diluar lapangan upacara kita masih selalu tawuran apapun alasannya? (  th )

( Foto2 dari dr. Sutomo diambil dari google:
  01. dr. Sutomo
  02. kongres I Boedi Oetomo, 1908
  03. masa muda Sutomo
  04. " poster " alumnus fak. kedokteran STOVIA )




Rabu, 20 Mei 2009

Catatan 20 Mei 2009






20 Mei, Kebangkitan Nasional. Lama saya tidak lagi sekolah, sampai tidak tahu kira2 sekolah2 saat ini berbuat apa pada hari ini? Upacara,pembacaan sejarah Kebangkitan Nasional, diskusi atau apa? Entah. Hari ini jugabanyak hal terjadi, tercatat mulai dari :
-jatuhnya Hercules di Magetan, korban 100 lebih.
-pemeriksaan kekayaan capres dan cawapres.
-Sampang guncang soal balita PKL yang tersiram kuah bakso panas karena ulah Satpol yang sok, dll.

Dari mana harus dimulai? Saya cuma miris bahwa saat ini makin banyak saja remaja remaja kita yang bahkan tidak tahu bahwa di Indonesia pernah ada yang bernama Boedi Oetomo, Bung Tomo, Ismail Marzuki ataupun Kartika.

Hal ini mengingatkan saya pada seseorang. Di era tahun 90  sampai 2000 an, saya masih beberapa kali duduk mengobrol dengan mas Leo Kristi baik dikediaman keluarganya maupun di DKS maupun ketika Leo diundang ke perusahaan tempat saya pernah bekerja saat itu di Surabaya.


Sebagai fans berat mas Leo yang identik dengan lagu lagu patriotik dan gitar hitamnya Christy yang terkenal itu, kami sempat berdialog macam macam antara lain ke prihatinan dengan semakin terkikisnya rasa nasionalisme dikalangan remaja . Disisi lain kita juga bangga dengan remaja2 kita yang berprestasi secara luar biasa mewakili nama bangsanya di tataran internasional meski jumlahnya tak sebanding dengan yang 
" lupa " pada nilai nilai patriotisme nasionalisme tadi.

"Salah e sopo yo?", "Salah e bapak ibuk -e!", " Lho kok ngono?", "Iyo, wong bapak ibuk e sibuk nontok sinetron ae, gak tau ngenalno buku buku sing genah gawe anak-e", " Utowo sibuk arisan la bapak e sibuk golek WIL ha ha.."..... begitu kata mas Leo . Juga masih ditambah dengan maraknya lagu2 remaja saat ini yang temanya 99,99% cinta tok, tapi bukan cinta tanah air.


Maka ketika grup Coklat muncul dengan Merah Putihnya, terlihat agak mencolok sampai akhirnya menggelitik pak Menteri untuk menganugerahi Coklat dengan special award. Memang sudah sulit mencari lagu sekaliber ciptaan mas Gombloh yang juga mantan sahabat dekat mas Leo Kristi, yaitu Gebyar Gebyar. Remaja lebih suka me ratap ratap dengan lagu lagu yang mendayu dayu soal cinta .


Lamunan buyar terpotong berita jatuhnya pesawat Hercules di Magetan. Korban yang sudah tidak berbentuk tampak dievakuasi satu persatu.Miris. Di negeri ini cerita pesawat ceblog itu mirip buku harian. Ya pesawat komersil, ya pesawat latih, ya pesawat perusahaan, ya pesawat militer dll. Membayangkan ukuran pesawat Hercules saja sudah luar biasa, apalagi membayangkan jatuhnya. Takdir sekian ratus orang untuk kembali kepangkuanNYA pada saat dan tempat yang sama adalah sungguh rahasia Sang Maha Pencipta.Pada tulisan lain, saya juga pernah menyinggung soal alutsita nya TNI kita yang memang sudah sangat kurang layak, padahal wilayah yang harus dikawal sangat luas baik bahari maupun dirgantaranya, sebuah ironi .


Berita lain adalah balita yang terpanggang kuah bakso karena ibunya yang PKL bakso diuber uber satpol dalam suatu razia PKL sampai terjambak rambutnya yang berakibat anaknya kecemplung kuah panas bakso dan berakhir dengan kematiannya.. Apa tidak hebat satpol satpol kita ini yang kadang dalam menjalankan tugas negara kelewat over acting bahkan hingga menewaskan orang?

Korban seperti balita ini bukan sekali terjadi. Waria dan PSK diuber sampai tewas kecebur sungai. Anak jalanan juga bernasib sama. La apakah tidak ada pembinaan mental sebelum para satpol diturunkan ke jalan? Cara cara penertiban yang lebih manusiawi mungkin sudah lebih dari saatnya di perkenalkan kepada para satpol ini meskipun dalihnya adalah " PKLnya yang membandel" tetapi PKL juga manusia, sama dengan satpolnya.


Trus ada juga berita tentang pemeriksaan kekayaan para capres dan cawapres. Ck ck ck.. saya diam2 bangga bahwa ternyata pejabat pejabat negeri ini sugih sugih ! Bayangkan ada yang sampai triliunan! Hillary Clinton pernah berkata : " Jadilah politikus kalau Anda sudah kaya!", rasanya kok ya betul sebab kalau masih melarat dikuatirkan rawan suap dan korupsi seperti kasus kasus para anggota DPR/D, caleg dll.Tapi e... apa iya yang sudah sugih itu kebal suap dan korup? Apa ndak tambah "embah nya korup"? Hanya waktu yang akan menjawab lha wong diantara capres dan cawapres itu ada yg "belum terbukti kekorupannya ", maksudnya: waktu jua yang akan menjawab semuanya .....

Maka memaknai Kebangkitan Nasional hari ini agaknya adalah lebih kepada memaknai semangat Indonesia Baru yang bebas korupsi, bebas KKN, bebas narkoba, bebas pengangguran dan bebas bebas lainnya yang merugikan rakyat, negara dan bangsa Indonesia, semoga ! ( th )

( Gambar2 diambil dari : khucluk2.wordpress.com/200704/12 )