Minggu, 22 November 2020



.. " Tanda Tanda Tukang Nggedabrus ! " .. 
ketika kemarin saya di WA keponakan yang ( rupanya )
 sedang patah arang dalam hubungannya yang
 tidak jelas dengan seseorang , 
saya didaulat untuk memberikan
tips cara mengenal tipe Penggedabrus .
 lho sebetulnya sudah beberapa kali saya tulis dalam 
blog yang sama , tetapi berhubung yang minta
 keponakan yang belum pernah " merepotkan " saya
 dengan curhat2nya maka saya bilang : 
" Yo wes nanti kamu baca saja ya di blog saya
 supaya yang kebetulan punya masalah yang serupa
 bisa ikut baca " . dia setuju dan malam ini
 janji saya penuhi . 
 naa .. pertanyaannya adalah
" bagaimana mengetahui bahwa orang terdekat kita
 adalah tergolong tipe Nggedabrus ? " . 
( lha ini susahnya bahasa Jawa yang kadang sulit
 dicari padan katanya dalam bahasa Inggris 
meski bisa saja diterjemahkan dengan 
" liar , cheater , atau looser " tapi uniknya 
dalam kata Nggedabrus itu mengandung 
10% kebenaran dan 90% meragukan  hehehe .. ) .
 naa .. ini beberapa ciri dari tipe yang suka Nggedabrus :
 01 . pandai bersilat lidah untuk 
menyembunyikan permainannya.
02 . manipulativ ( pasangannya sering tidak menyadari
 bahwa dia sebenarnya dibawa kesuatu 
arah yang merugikan tetapi menguntungkan
 bagi si Penggedabrus .. ) 
03 . kalau berjanji seperti angin lalu , wessss ....
04 . pakar dalam berbagi harapan bahkan
 sekaligus untuk beberapa orang dalam saat yang sama ,
 Memilih dan Membuang silih berganti
 bahkan dapat diulang ulang untuk satu
 atau beberapa wanita sekaligus .. ! 
05 . mudah membuat kesalahan dan meminta maaf
 secara ber ulang2 sehingga melemahkan
hati si wanita yang tidak cukup kuat 
menghadapi muslihatnya .
06 . kalau si cowok kebetulan adalah publik figur ,
maka ini justru dimanfaatkannya untuk 
Tebar Pesona dengan sekaligus membagi
 hatinya secara serius ( ! ) kepada pemuja2nya sambil
 " menyeleksi " pilihan2nya ala Idol
 ( babak seleksi , babak semi final , tetapi untuk
 sampai babak final masih terus di ulur2 nya
 karena dia lebih suka abadi 
berada di babak seleksi hehehe .. ) .
07 . kalaupun akhirnya dia menentukan pilihan 
dan memasuki jenjang serius , percayalah bahwa
 sesungguhnya hati kecilnya masih ( ingin dan terus ) 
berpetualang diantara wanita2 yang
 ( pernah ) disukainya atau sedang disukainya 
disamping pasangan resmi hidupnya !
 
08 . umumnya mereka adalah pakar dalam
 menebar bintang diangkasa tetapi ketika diminta
 untuk menjejak kaki dibumi secara nyata , 
mereka akan menghindar .
09 . opportunist dan bukan tipe risk lover .
 zona nyaman adalah istananya ,
 ingin mencapai tujuannya dengan resiko terkecil .
 dan disaat terjepit , lebih suka memilih
 kenyamanan yang terdekat 
yang bisa melindungi dan merawat harga dirinya .  
10 . bukan pejuang , tapi pecundang .
11 . memanfaatkan orang2 terdekatnya
 sebagai perisai karena ketidak beraniannya 
menghadapi masalah seorang diri .
 naaa ... semoga jelas ya dan kalau saya dikejar lagi 
dengan pertanyaan bagaimana sebaiknya
 menghadapi tipe seperti ini ? mudah saja : 
" hadapi Penggedabrusannya dengan bijak 
terutama kalau dia adalah tipe pendendam 
dan hindari kontak fisik dalam bentuk apapun 
 serta  berlayarlah kearah yang berlawanan 
menuju Pulau Kebenaran
 sehingga kalian terhindar dari sebuah pelayaran
 yang tidak pernah punya tujuan jelas !
dalam satu kata singkat  :
 cerdaslah !
( Writing & Photos : Titiek Hariati , Malang , 23.11.20 )
gambar2 diambil dari google 








 
 
 
 
 
 
 
 

 

Jumat, 20 November 2020

 

.. " Angel Wes Kandanane .... ! "

banyaknya kerumunan masa disaat pandemi ,
 membuat kepala geleng2 meski 
bukan tersebab Parkinson . 
mereka ini ngotot bin ndableg melanggar ptotokol , 
seolah pandemi sudah minggat !
 oalaa .. kok ndableg temen , batin saya 
menyaksikan betapa santainya orang orang yang 
punya gawe mulai mantu , hepi hepi ditempat tempat 
wisata , dll dll " pating kruntel " seolah 
covid19 sudah minggat !
 bukan cuma kruntelan , ngerinya lagi sudah
 tidak ada
 yang ingat masker , boro boro cuci tangan 
atau maskeran , wong desek2an saja semakin 
merasa anget dan " guyub " ! 
edhannn... 
saya pribadi sudah 8 bulan lebih tidak berani 
bertamu atau sebaliknya menolak ditamui 
karena semata saling menjaga . 
 buat tamu atau kerabat yang ke Malang , 
saya tawarkan ada Guest House yang cakep2
 dan tinggal pilih .." sadis kah saya ? " , mungkin ya , 
tetapi siapa yang menjaga diri saya kalau bukan
 saya sendiri dan cara saya menjaganya antara lain
 ya dengan cara " sadis " tadi hehehe ..
 yang kebetulan pernah ikut dalam gerobag sayapun
 pasti tidak lupa bagaimana saya
 memohon dengan hormat untuk duduk dibelakang ,
 padahal isinya 
hanya dua orang ! ( maaf pasti bu Indra ataupun 
bu Sita dll tidak akan
pernah lupa " kesadisan " saya 
memperlakukan beliau beliau hehehe .. ) . 
 belum lagi disaat cangkruk, saya biasanya
mengatur meja sendiri2 sehingga obrolan kami
 berjarak dua meter lebih hahaha ..
tetapi mereka malah bilang 
" nggapapa mbak , ini bener , jadi sama2 aman .. " !
 ( sementara ngobrol masker tetep dipakai
 setelah sebelumnya cuci tangan ) . 
sebegitu menjaganya kita yang bukan Nakes, 
agar pengorbanan para Nakes tidak sia sia dan 
urusan2 " duniawi " tetap bisa berjalan dalam
 kepatuhan protokol . 
 maka kalau kemudian muncul kluster2 baru 
sebagai akibat kruntelan tadi , siapa yang harus
 paling bertanggung jawab ? dicopotnya pejabat2 
yang dianggap lalai membiarkan adanya kruntelan2
 sudah tentu tidak fair ketika tidak dibarengi 
dengan pertanggung jawaban pihak2 atau 
orang orang yang bertindak sebagai Inisiator atau 
Penggagas atau Pemilik Hajat apapun itu !
 ini pun harus diikuti oleh Panitia atau Organizer
 dari hajatan2 tersebut sebab sang penggagas 
tidaklah mungkin bekerja sendiri .
 sehingga ketika sebuah hajatan ditengarai berpotensi 
" melanggar protokol pandemi " , 
maka segenap pihak yang terlibat sudah wajar 
harus ikut memikul bersama tanggung jawab 
dan konsekwensinya . 
saya sungguh rindu kepada karakter2 kesatria 
yang dengan terbuka dan sportif 
mengakui kesalahannya
 dan siap menerima konsekwensinya jika memang
 ditemukan melanggar atau bersalah .
 kira2 begini :
 " dalam hajatan / acara yang lalu , 
saya memang inisiatornya . adapun pihak2 yang 
membantu terselenggaranya hajatan / acara tersebut ,
 adalah semata karena adanya keseganan
 mereka untuk melarangnya dan
 untuk itu saya mengajukan diri saya sebagai 
penanggung jawab penuh dari pelanggaran tersebut
 dan siap menerima sanksi maupun hukuman
 yang sesuai dan meminta keringanan sanksi
 bagi pihak2 lain yang telah membantu 
penyelenggaraannya karena sayalah yang 
lebih patut menerima konsekwensinya " ... 
 grobyakkkkk !! 
saya terjatuh dari tempat tidur dan terjaga dari 
mimpi tentang sang inisiator yang kesatria tadi ,
 yang ternyata cuma saya temukan 
dalam mimpi .. 
sedih karena dalam kenyataannya ,
 para inisiator dan pihak2 yang mendukung nya
 justru ramai2 menghujat yang 
menegur pelanggarannya .. 
mungkin Tuhan juga sudah mulai bosan dengan
 tingkah kita semua ( seperti kata Ebiet ) ,
 mungkin Tuhan lah yang akan menjatuhkan 
sanksiNYA karena sanksi yang dijatuhkan
 oleh manusia tidak digubris .. 
 dalam bentuk apa Tuhan menjatuhkan sanksinya ?
 mungkin pandemi tidak punya ujung atau 
berujung pada kemusnahan umatNya
 yang ndableg2 bin angel kandanane ini ..
 wallahualam ..
( Writing : Titiek Hariati , 20.11.20 )
gambar2 diambil dari google . 
 
 
 
 
 
 





 

 
 
 
 
.. " Malang Raya Kaya Dengan Metik Metik " ..
wisata metik apel sudah biasa .
 metik strawberry juga . metik jeruk ya sudah biasa .
 metik apa lagi ? maka saat seorang teman 
menginfokan metik melon / MM ,
sayapun mulai  tertarik sebab " sak jeg jumbleg "
 di Malang puluhan tahun saya 
belum pernah MM ini .
 bukan karena tidak tahu , tapi " selalu kalah " 
dengan tempat tempat " spektakuler " lain di 
Malang Raya yang lebih menantang semisal 
: laut , gunung , danau , hutan , sungai , bukit , goa dll
 nya yang menuntut adrenalin ! 
 tetapi pandemi memang membalikkan keadaan dimana
 pencarian hal hal dan tempat tempat yang aman
 menjadi prioritas dan bukan lagi adrenalin .
terletak sangat dekat dengan rumah saya ,
 hanya sekitar 15 menit , sayapun menyiapkan
 waktu khusus blusukan kesebuah kebun buah . 
 ada jambu , melon dll disana . yang sedang berbuah
 adalah melon . Sengkaling adalah nama desa
 yang populer dan tidak jauh dari 
Wisata Sengkaling inilah kebun melon ini berada . 
masuk gratis , parkir gratis dan metik melon juga gratis
 kecuali saat pulangnya akan lebih dulu ditimbang
 berat petikan kita . 
begitu masuk kedalam kebun yang superluas itu ,
 mata akan tertumbuk dikejauhan pada gagahnya
 Gunung Kawi dan Bukit Panderman yang legendaris !
 melewati area kebun jambu yang baru akan
 berbuah Maret tahun depan , saya masuk diarea
 kebun melon yang nampak buahnya
 " pating nggrandul " dimana batang batangnya 
terlihat mulai keberatan menahan beban berat buahnya !
 ( kebun ini adalah milik provinsi yang dikelola 
oleh petani2 harian ) . wow .. pilih sana sini ,
 metik sana sini , padahal sebenarnya saya tidak ahli , 
akhirnya saya dapat sekitar 9kg melon .
 tetapi berdasarkan warna kulit luarnya ,
saya berharap pilihan saya tidak meleset hehehe ..
 pulang membawa 7/ tujuh buah melon dengan hanya
 membayar 40 ribu rupiah adalah  sebuah 
petualangan kecil yang murah meriah dan
 menyegarkan paru paru ..
tentu kedepan , saya tidak akan abaikan lagi 
acara metik2 seperti ini dan semoga segera disusul 
dengan metik " pohon duit " ups ... ! 
 ( jangan salah , setiap orang adalah penanam 
pohon duit yang lebat tidaknya bergantung 
pada ketekunan , kesabaran , keuletan dan 
doa doanya
 agar buah yang dipanen adalah buah buah
 yang diridhoiNYA , aamiin .. )
( Writing & Photos : Titiek Hariati , Malang , 20 .11. 20 )
keterangan foto :
01 . sejauh mata memandang , cantik ..
02 . tujuh melon hanya 40 ribu
03 . pating grandul ..
04 . menuju penimbangan melon
05 . kandang sapi , simbiosemutualistis ..
06 . kebun melon yang luas 
07 .  diawal jalan masuk adalah kebun jambu
 

Kamis, 19 November 2020

 

 

 

 

 .. " Bebek Pak Untung Yang Untungnya Sepi " ..

bicara " per bebek an " memang sulit diabaikan
 meski peringatan akan 
kolesterol sering didengar . 
tetapi seorang pakar berkata 
" tak ada pantangan makanan bagi siapapun , 
yang penting diatur frekwensi dan ukurannya " , 
ini saya setuju .
 maka kalau sudah menyangkut 
Menthog atau Bebek , 
saya harus membuat jadwal pribadi yaitu
 sebulan maksimal 2x mengkonsumsinya hehehe ..
 naa , termasuk ketika sebuah siang saya melewati 
Bebek Untung , sayapun melihat dua peluang :
 01 ) saat itu kedainya terlihat sepi hanya ada 
satu mobil parkir . 
02 ) terakhir saya makan bebek sudah 
seminggu lebih dan sebulan ini
belum dua kali , ups .. aman ?
 tidak ada yang istimewa dari Bebek Untung ini 
selain dari pengamatan saya adalah Gurihnya , 
Ukuran Porsinya dan Sambel Pencitnya !
 soal harga itu relatif sebab kalau di Malang
 seporsi 25-30 ribudianggap mahal , 
 maka untuk ukuran 
pemudik dari Jakarta itu sangat murah .
 ukuran restonya yang sangat luas seperti 
menelan tubuh saya yang kecil ini saking
 sepinya siang itu di bebek Untung .
 entah ini cabang yang keberapa , tapi kedai yang ada
 di Jalan Akordeon Malang ini memang sejak pandemi
 berkurang tamunya . 
jangan bertanya view nya disini sebab yang makan
 disini bukan pencari panorama melainkan
 mencari Rasa Gurih bebeknya , 
sambel pencitnya dan tempat parkirnya yang luas
 dan lega .. so ? yukkk ..
( Writing & Photos : Titiek Hariati , 18 . 11.20 ) 
keterangan foto :
01 . bebek pak untung
02 . jalan arkodeon, malang
03 . bersih dan senyap 
04 . hanya ada 3 gerobag siang itu 
05 . gurih .. 

 

Minggu, 15 November 2020


 
  .. "  Menemu Coban Kethak di Kasembon " ..
lama tidak ke Kasembon ( diatas Pujon ) 
dan saat pandemi kebutuhan akan udara bersih
terasa lebih besar yang mendorong saya 
untuk kembali menengok area Pujon 
dan sekitarnya .
 melewati Batu , Songgoriti , Coban Rondo dan
 terus naik kearah Kasembon ,
 akhirnya sampai di Desapa Rest Area .
 Desapa Reat Area / DRA ini masuk 
sekitar 100 meter dari jalan raya Kasembon .
 mengapa saya suka area ini ?
 selain berada ditengah alam ,
 rest area ini juga cukup luas sehingga tidak 
terkesan " ngruwel " seperti umumnya rest area .
 kebetulan juga hari biasa ,
 sehingga betul2 saya merasa seolah
 pengunjung tunggal ..
 ternyata ada satu lagi yang saya rindukan di sini 
 yaitu Zuppa Soup nya ! 
 menikmati suara burung dan udara sejuknya 
sambil menikmati Zuppa Soup setelah melaksanakan
 dengan tertib segala protokol
 ( cuci tangan dll ) ,
 saya pun ingin ber lama lama diudara bersihnya .
 hingga saya meninggalkan DRA ini setelah
 sekitar dua jam disitu , tercatat hanya ada dua mobil
 yang datang setelah saya yaitu
 ber nopol H / Semarang dan satu lagi L / Surabaya .
 saya duga mereka singgah untuk beristirahat
 sejenak ditengah perjalanan panjangnya .
 seorang pramusaji bertanya 
" Sudah pernah ke Coban Kethak ? " ..
 saya balik bertanya " Dimana itu , jauhkah ? "
  dijawab " Hanya sekitar 5 menit saja
 dari sini keatas lagi " ..
  .. " Coban Kethak " ..
 Wow , tentu saya tidak akan pernah men sia2kan
 tawaran semacam itu dan rencana balik
 ke arah Malang diubah kearah atas lagi
 melewati jalan yang sama lekuk likunya dengan
 triple triple triple S hehehe .. !
 ternyata Coban Kethak ini berada disebelah
 kanan jalan , sehingga saya harus putar balik
 seperti  kalau akan ke arah Malang . 
dengan hanya membayar 10 ribu rupiah per orang ,
 coban atau air terjun yang satu ini hanya
 berjarak 50 meter dari gerbang masuk .
melewati jalan yang berbatu yang cukup tertata ,
 akhirnya saya melihat air terjun yang cukup cantik
 meski tidak setinggi dan selebar Coban  Rondo .
 berpapasan dengan seorang pria sepuh yang
 memanggul cangkul , beliau ini menyapa 
saya " Sekarang ini sepi , tak ada pengunjungnya ... " 
 saya tidak membantah beliau , 
bukan sepi karena hari biasa tapi dari fasilitas yang
 saya amati disitu , terlihat tidak adanya
 tanda tanda " kehidupan " seperti 
halnya Tempat Istirahat / Warung , 
serta adanya sebuah Panggung Besar
 yang kosong tak terawat  berikut area
 tempat duduk penonton yang berkapasitas besar 
namun juga tak terawat , 
serta wahana mainan anak anak yang mulai 
berkarat karat , 
dan satu2nya petugas hanyalah di gerbang masuk
 untuk memberikan tiket bagi pengunjung . 
 ( saya malah sempat mbathin
 " Kok wani yo mbak iki dewean ? .. ) .
 menilik besarnya panggung yang ada disitu dengan
 area tempat duduk penonton dari semen yang
 berkapasitas sekitar 300 orang ,
 saya menduga Coban Kethak ini punya peran penting
 untuk kelangsungan tradisi desa 
setempat , baik itu kegiatan budaya maupun
 tradisi ritual2 tertentu , 
karena sangat langka saya temukan panggung gede
 dengan area tempat duduk penonton
 yang luas di air terjun yang manapun !
  setelah berkeliling dan jeprat jepret , 
sayapun meninggalkan Coban Kethak yang " mistis "
 ini dengan sebuah harapan bahwa kedepan
 coban ini akan sedikit
 berbenah agar mampu menarik lebih banyak 
pengunjung untuk menghidupkan kembali 
kepariwisataan diareanya . 
dalam tulisan yang lain di blog ini ,
 saya juga pernah mengunjungi Coban Sadang 
di Pujon yang meski kecil tetapi terlihat terawat 
dengan protokol dan fasilitas yang lengkap,
 mulai tempat cuci tangan , ukur suhu ,
 toilet , mushola , cafe , dll !
 bagaimanapun , saya bangga bahwa
 Malang Raya
 ini memiliki sedemikian banyak Wisata Alam 
yang luar biasa dan tidak terhitung jumlah
 Coban dan Gunung2nya serta pantai2nya
 yang spektakuler ! 
masihkah kita mengeluh bahwa
 negeri orang lebih cantik ?
( Writing & Photos : Titiek Hariati , 13 .11 . 20 )
keterangan foto :
01 . Zuppa Soup Rest Area Kasembon 
02 . Hijau , Hijau
03 . Teduh , Sejuk
04 . Kricik .. Kricik ..
05 . Coban Kethak Yang Mini
06 . Stage Kosong Yang Gede disebelahnya ..
07 . Sejenak ngecharge paru paru ..
08 . Buat yang suka selfie
09 . Nama ..
10 . Sang Coban ..
11 . Lagi , didepan Gunungan
12 . Stage " mistis " ..
13 . Mungil tapi cantik meski airnya 
sedikit kecoklatan ..
( Writing & Photos : Titiek Hariati , 16.11.20 )