Tampilkan postingan dengan label catatan kecil/ khusus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan kecil/ khusus. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Juli 2020







.. " Gowes Penyebar Covid ? " ..
hari ini ada berita bahwa komunitas Gowes di
 Blitar menjadi penyebab 21 tenaga medis di 
RSUD Ngudi Waluyo Blitar terpapar positif covid19 ! 
gara garanya adalah karena salah satu nakes
 ikut kegiatan Gowes yang diantaranya ada yang
 positif covid19 sehingga nakes tersebut 
membawa " oleh oleh " virus ke RS tempat dia bekerja .
 Dirut RSUD tersebut menyesalkan karena
 dilingkungan RS nya pengetrapan protokol sangat
 dijaga ketat tetapi kegiatan diluar RS ternyata
 ada yang lalai atau " sembrono " . 
saat ini memang gowes sedang naik daun .
 dimana mana berbagai komunitas gowes menggelar 
program gowes beramai ramai .
 ber ramai ramai ? 
waduh , apakah betul betul kegiatan semacam ini 
bisa terjaga dari kemungkinan terpapar ?
 apalagi kalau saat program dimulai tidak ada 
pemeriksaan ketat tentang protokol yang harus 
dipatuhi seperti : ber masker , mengukur suhu tubuh ,
 memakai jaket atau lengan panjang ,
 sarung tangan , mencuci tangan dll . 
 memang sepintas terlihatnya para pe gowes ini adalah
 orang orang yang " bugar dan sehat " tetapi benarkah 
demikian ? banyaknya OTG / orang tanpa gejala
 yang tiba tiba pingsan atau bahkan 
mati mendadak .
ini menunjukkan bahwa covid 19 dapat menyerang 
Siapa Saja , Dimana Saja dan Kapan Saja !
 saya pribadi bukannya tidak suka gowesan ,
 saya penghobinya . bagi saya gowes adalah salah satu
 OR sehat yang sangat bermanfaat 
bagi jasmani dan rokhani ! 
saat saya masih punya tempat
 istirahat sekian tahun silam di sebuah area 
yang bergunung gunung dan sejuk ,
 saya rutin bergowes sebab area disitu sangat 
mengundang untuk bergowesan . 
 bahkan saking semangatnya , seringkali dibeberapa
 bagian area harus " nuntun " sepeda saking
menanjaknya jalanan dan saya kekurangan tenaga
untuk mancal ditanjakkan !
 berkeliling kebun jeruk dan ladang serta kebun kebun
 sayur , buah dll betul2 saat itu saya penggemar berat
 sepedahan . beberapa tahun sesudahnya , 
hobi saya tinggalkan karena kesibukan lain . 
naaa .. apakah saat pendemi ini saya tidak tertarik
kembali ber gowes ? jujur saja tidak .
mungkin kekhawatiran saya berlebihan , 
tetapi sungguh saya tidak tahu apakah saat saya bertemu
 dengan pe gowes2 lain itu membawa
 dampak positif atau sebaliknya ? paranoid ?
 mungkin , sebab jujur saja pandemi ini lebih mirip
 " hantu " yang tidak kasat mata namun
 akibatnya sangat nyata .. 
maka aktivitas saya selama pandemi memang lebih
 banyak saya lakukan di ruang2 yang agak tertutup 
atau sama sekali terbuka misal di 
area pegunungan dll yang minus kerumunan ! 
 naa .. buat yang masih aktif ber gowes ria ,
sekali lagi , tetaplah ber hati hati karena yang nampak
bugar dan sehat belum dijamin tidak terpapar 
dan sebaiknya tetap waspada sambil ber gowes dan ..
 jaga jarak aman dengan tanpa bersalaman dan
 berhahahihi atau cipika cipiki ..
  bawalah mamin sendiri alias tidak sembarangan
 beli jajanan diluar ..
 apa boleh buat , covid19 memang tidak pandang bulu !
 jangan sampai tujuan untuk berbadan sehat 
justru mendapat musibah , naa ..  
selamat ber gowes ria ..!
( Titiek Hariati , Malang , 23 . 07 .20 )
gambar dari google . 








 

Sabtu, 23 Mei 2020






.. " Surat Pada Sahabat Terbaik " ..
diujung Ramadhan ini ,
 ijinkan aku mengulurkan tangan dan 
menjabat tanganmu dengan segenap
 permintaan maaf atas segala kata dan laku
 yang mungkin pernah menyinggung atau menyakiti .
sungguh Yang Maha Sempurna hanyalah Allah 
dan manusia tempat segala khilaf dan dosa .
tidaklah selalu mudah
 memberi dan meminta maaf bahkan
 untuk kesalahan yang terkecil sekalipun
 karena kadang Ego tidak mengijinkan
 untuk memulainya .
tetapi pada hari ini aku melepas segala Ego
 karena sadar bahwa itu tidak membuatku
 lebih baik kecuali menjadi lebih buruk karena
 membutakan mata hati kepada hal hal
 yang semestinya tidak perlu terjadi .
sekali lagi , semoga masih ada ruang kecil
 dalam hatimu untuk memberi maaf dan
 marilah kedepan kita saling berupaya menjadi
 yang lebih baik dan bijak .
segala carutmarut yang tersebab tidak adanya
 komunikasi wajar yang baik telah 
membuat banyak kesalah pahaman
 yang disesaki prasangka ,
 mari kita sama kita hapuskan .
kiranya TUHAN memberkati dan 
semoga hari hari yang terbentang didepan
 dipenuhi dengan 
ampunan dan rahmatNYA , aamiin ..
( Bukit Hijau , 23 .05 .20 )  

Senin, 09 Desember 2019


Serial Menutup Tahun 2019 
Dengan Catatan Padat
( 02 )


.. " Panen Pete Dan Daster ? " ..
seorang sohib dibarat kota Malang 
" mengumumkan " di grup bahwa kebunnya
 sedang panen pete ! siapa tidak kenal pete ?
 ( meski tidak semua orang suka karena 
baunya yang khas ) .
 tetapi saya mendapat WA dari teman yang lain 
begini : " kapan Hariati mau ke tempat temen kita
 yang lagi panen pete ? aku ikut ya .. ! " ..
ajakan seperti ini memang sulit ditolak , 
sebab saya ini selain penyuka jalan jalan juga
 sesekali ingin lalapan pete hehe .. 

maka kamipun sudah dalam perjalanan menuju 
tawaran pete di grup itu dan rejeki memang
 sedang berlimpah ! bukan saja karena 
masing masing kami mendapat " sak gombyok " pete
 tapi bahkan si nyonya rumah menahan kami
 untuk makan siang dengan sambel petenya 
yang luar biasa sedepnya ! wow ..
 mana mungkin menolak ? 
nasi anget plus sambel dan lalapan pete dan bothok !
 jangan sebut menu menu kekinian yang 
berbau bau keju, sungguh bukan lawan dari
 sambel pete ini .... serius !!
 ini belum cukup sebab nyonya rumah ini juga
 seorang pengusaha sukses dibidang 
" Daster Malang " yang tersohor itu ! 
kamipun diajak berkeliling tokonya yang luas dan
 pulang dengan daster Malang yang khas yang
 saya sulit juga menahannya karena 
motif nya yang lucu ( tentu saja kalau daster
 tidak gratis seperti pete hehehe .. ) . 
 pulang dengan perut yang nyaman dan daster yang lucu, 
tetapi diatas pete dan daster ini tentu saja yang
 termahal adalah pertemanannya ..
 dirumah saya mendapat WA dari
 nyonya rumah " daster dan pete " tadi : 
" waduh .. sangat mengesankan yo makan siang kita
 tadi .. kapan2 kerumah saya lagi ya ? " .. 
lho, bukankah mestinya saya yang mengirim WA
 kepadanya sebagai ungkapan terimakasih , 
saya telah keduluan .. 
inilah pertemanan yang tidak terukur materi, 
karena ia tumbuh dari pete e ... maaf , 
tumbuh dari ketulusan akan pentingnya
 silaturahmi terutama diusia senja .. 
terimakasih tidak terhingga atas sambel petenya
 yang luar biasa , 
entah saya harus membalas apa
 mengingat dikebun saya hanya ada 
bunga2 yang " standar " ? 
yang jelas , 
saya akan mengundangnya dalam waktu dekat ...
( btw , pete yang saya bawa pulang
 sebagian sudah menjelma menjadi
 Sambel Goreng Ati dan Pete dan 
sebagian lain saya kupas dan simpan dalam 
kulkas supaya awet hehehe .. )
( Writing & Photos By : Titiek Hariati , Nop . 2019 )  
keterangan foto : 
01 . hujan pete .. 
02 . sambel , bothok dan pete ..
03 .  kalau yang ini masakan saya sendiri,
 sambel goreng ati dan pete
04 . toko daster Malang  

Selasa, 13 Agustus 2019






.. " Panen Sayur Dan Lele " .
disebuah lahan yang tidak terlalu luas di
 komplek perumahan kami di Malang ,
 warga punya sebuah kebun yang ditanami
 berbagai jenis sayuran serta tanaman untuk 
obat obatan herbal maupun untuk keperluan 
dapur se hari2. 
hampir semua jenis sayuran, buah  dan rempah ada
 disitu . sebut saja bayam , kangkung , wortel ,
 sawi , lombok , timun , daun brambang ,
 sledri , kunyit , jahe , jeruk , jambu merah , 
belimbing wuluh , pepaya , tomat , dll . 
 memang ini program dari pkk tetapi rasanya jadi
 ikut memiliki sebab setiap kali ada " panenan " 
maka wargapun boleh menikmatinya dengan cara 
membeli dan hasil nya untuk kas warga .
 bukan itu saja , dilahan ini juga ada budidaya
 ikan lele yang saat panen banyak warga ikut
 menikmati dengan harga 25 ribu per kilonya ! 
mungkin ada yang bertanya 
" siapa pengelola dan perawatnya yang rutin ? " . 
jangan khawatir , sebab sudah ada jadwal pembagian
 tugas alias piket bagi seluruh warga 
diperumahan kami . 
 rata rata per tugas jaga dan rawat  terdiri dari 2-3 
warga setiap harinya yang digilir per RT . 
 sebagai " laporan piket " nya , yaitu foto foto
 saat merawat kebun dan dikirimkan ke
Grup PKK RW kami .
 naa , jadi ketahuan siapa yang mangkir dan
 rajin hehehe .. harga jual nya memang tidak
 mengikuti harga pasar secara umum 
sebab tujuannya adalah untuk membantu kas PKK RW .
 jadi kalau saya harus bayar tomat hijau kecil kecil
 sejumlah 5 biji dengan harga 5 ribu rupiah ,
 ya ikhlaskan saja sebab memang tujuannya tidak 
semata beli sayur atau buah hehehe .. 
naa , kalau saja kita mampu memanfaatkan tiap 
jengkal lahan yang ada disekeliling kita , bisa
 dijamin bahwa para ibu2 tidak perlu lagi setiap hari
 belanja sayuran atau buah kecuali 
untuk daging sapi dll .
malas merawat kebunnya ? 
pengalaman saya pribadi , ditanah air yang konon 
" sekeping tanah surga " ini , apa saja yang 
dilempar bisa tumbuh , contoh : 
tanaman lombok, pepaya dan sirsak  di
halaman saya yang buahnya lebat lebat itu berasal 
dari lemparan sisa buah/ biji biji yang 
begitu saja terserak di kebun.
 luar biasa bukan anugerahNYA? 
maka ketika saya harus panen karena buahnya
 lebat bergelantungan , saya coba menebus
 rasa bersalah saya yang tidak merawat mereka 
dengan baik , dengan membagikan buahnya
 kesegenap tetangga2 terdekat hingga 
radius 7 rumah ke depan, samping , dan
 sebelah dalam perumahan . 
anehnya , bukannya semakin habis buahnya ,
 tetapi makin melebat .. ! maka sungguh 
benar kata pepatah :
 " kebahagiaan bukan disaat engkau memiliki 
segalanya , tetapi adalah disaat 
engkau mampu membagi
 yang kamu miliki dengan sesama "
 ... naa, yang " semalas " saya dalam berkebun , 
siap2 saja melempar biji2an apapun itu ,
 siapa tau akan terpanen sesuatu kejutan ... ! 
silahkan mencoba ..
( Writing & Photos :
 Titiek Hariati , Agustus 2019 ) 
keterangan foto :
01 . ya berkebun , ya action ..
02 . salah satu ibu sedang memanen sawi
03 . kalau sedang serius ya seperti ini ..
04 . lebih banyak action apa berkebun ya ?
05 . sedang serius diskusi tentang sayur .. 
 ( maaf saya jepret bu .. )
06 . dilatar belakang tampak tong berisi bibit ikan lele
07 . panen kangkung
08 . saat tour ke kebun jeruk di Punten