Selasa, 11 Juni 2013



Haruskah " seragam " agar diterima?
buat SS.

" Saya sering dikritik sebagai yang eksentrik lah, yang pengen tampil beda lah, yang ngga umumlah, aneh, apakah memang saya harus menyamakan diri seperti yang lain lain agar saya " diterima "? Dan apakah orang tidak ber hak menjadi dirinya sendiri yang memang dari sononya sudah mendapatkan talenta tertentu?"

Wajah manis itu cemberut, murung, dan saya yang dipanggilnya " bude " ini mencoba membagi kemurungannya. " Apanya yang dikritik dari kamu, boleh kasi contoh sedikit?" ... SS atau panggilan akrabnya saya singkat dan samarkan menjadi Sil menghadapkan wajahnya pada saya : "  Semuanya. Mulai cara berpakaian saya, hobi saya, cara bicara saya, cara bergaul saya, pokok dianggapnya sok mau beda "
" Bisa agak spesifik?"

" Misal gini, saya memang sulit untuk cengengesan apalagi dijalanan meski kumpul temen rame2 dan saya cenderung mengendalikan diri untuk tidak hahahihi disembarang tempat seperti lazimnya yang lain bila ketemu temen dijalan langsung bengok bengok, saya tidak bisa, dan ini disebutnya arogan " . 

" Terus masih ada lagi, hobi saya yang agak masculin juga dibilangnya sok sok an, arung jeram dan paralayang plus naik gunung, itu salahnya dimana? Sudah pasti tidak setiap cewek seperti saya, tapi apakah itu sebuah dosa?  Terus saya kan juga sering bikin naskah buat sinetron pendek dan nulis di koran koran online, e.. dikomentari katanya mekitik . Lho .. kapan benernya?" 

Saya tersenyum, dan hati hati menjawab begini : " Siapa bilang kamu sama dengan yang lain? You are different ! And it is simply a GIFT ! " .... saya sambung " Selama kamu tetap seperti biasa saja dengan siapapun, saling menghormati menghargai, ya sudah, just go on .. Setiap manusia memiliki style atau gaya yang berbeda dan TIDAK ADA KEHARUSAN kita harus seragam dalam segala tindak tanduk, pakaian, hobi, minat dll, siapa yang mewajibkannya, no one !  

Mungkin ada diantara temenmu yang cemburu dengan kelebihan2 yang kamu miliki dan kritikan itu untuk mematahkan semangat kamu. Lihatlah orang orang yang sukses itu diawalnya adalah orang orang yang dianggap gila atau tidak normal oleh lingkungannya sebab mereka memiliki sesuatu yang berbeda dengan harapan orang, misal ide ide yang aneh atau tidak umum, aktivitas yang tidak seperti lazimnya yang lain dll karena mereka memiliki mimpi mimpi besar yang tidak terbaca oleh yang lain dan itu memang butuh kekuatan ekstra untuk Melawan Arus yang kadang ingin menenggelamkan ide ide besar itu ! 

Seringkali malah mereka harus bekerja sendiri untuk mewujudkan impiannya karena ditentang lingkungannya contoh si penerima award lingkungan hidup yang diawalnya dianggap gila karena membuat saluran air menembus bukit seorang diri. Lihatlah, ketika usahanya berhasil dan dapat dirasakan manfaatnya oleh yang lain maka " si orang gila " tersebut menjadi pahlawan untuk lingkungannya. 

Kamupun bisa menjadi apapun yang kamu inginkan, di bidang yang engkau minati dan engkau dianugerahi bakat untuk itu. Pembalap wanita, kenapa tidak? Soal tampilan, tokh kamu pandai membaca sikon, kapan tampil ber hijab disaat engkau berkumpul dalam pengajian, dan kapan engkau memakai helm dalam mobil balapmu? " ...... 

" Sebetulnya kenapa sih mereka itu ngributin hal hal yang ngga perlu, tokh aku ngga merugikan mereka dan aku juga ngga pernah ngurusin mereka ?" Ha ha ha ... inilah masalahnya, tapi saya coba menghiburnya " Gini, manusia itu makhluk yang kompleks. Dan banyak faktor yang mempengaruhi seseorang dalam hal bagaimana dia menyikapi sesuatu. 

Misal pola asuh dikeluarganya. Anak yang dididik untuk mampu menerima perbedaan diluar dirinya akan tumbuh menjadi pribadi yang dewasa yang wise. Juga orang tua yang terlalu suka dan sering mengkritik bahkan pada hal hal yang tak terlampau penting untuk dikritik akan menghasilkan anak anak yang juga jago kritik tetapi tidak mampu memberikan solusi " .

" So .. bude?"

" So .. menjadilah dirimu sendiri! Jangan risaukan apa kata orang lain sebab kamu memang dikaruniai bakat untuk menjadi beda, tinggal bagaimana kamu memenejnya agar karunia ini tidak sia sia dan bermanfaat bagi orang lain pada gilirannnya nanti. Siapa tahu satu saat kamu mewakili Indonesia diajang internasional untuk salah satu cabang atau hobimu? " ....

Dia tersenyum. Saya masih lanjutkan " Yang penting kamu tetap selalu rendah hati dan  bergaul wajar dengan siapapun bahkan mereka yang tidak menyukaimu, sebab mereka itu sebenarnya kurang mengenalmu sehingga yang mereka lihat hanyalah permukaan mu yang mereka nilai sebagai " tidak umum " itu. Mungkin satu saat kamu bisa buat workshop gratis untuk lingkunganmu agar mereka bisa mengenal apa itu paralayang, panjat gunung, balap mobil dll sehingga kamu menjadi salah satu nara sumber yang dibutuhkan. Jangan berkecil hati mendapat predikat " sok mau beda " karena faktanya kamu memang beda sejak dari sononya yang itu tidak dimiliki setiap kita. 


Kamu memiliki style dan kharisma, jadi kalau itu menimbulkan kecemburuan bagi sementara orang, biar saja, yang penting kamu tetap bergaul dan berteman seperti wajarnya dan yakinlah satu saat nanti mereka pasti juga akan menyadari bahwa kamu memang terlahir sudah seperti itu, satu paket istilahnya, naa .. bersyukurlah !" ...... Saya mendapat hadiah sebuah pelukan. 
( th )

Keterangan foto ( all taken by : th )

01. My painting.
02. Batang padi.

Tidak ada komentar: