Rabu, 29 September 2021





 .. " Berbayar Atau Gratis Tetep  Penting " ..
pemerintah rupanya mulai utak utik kemungkinan 
vaksinasi ke 3 untuk antisipasi gelombang ke 3
 yang memang perlu diwaspadai .
 kalau untuk nakes nampaknya sudah tak ada
persoalan  karena itu sebuah keniscayaan 
dan pastinya gratis .
 sedang untuk masyarakat umum yang sampai
 saat ini bahkan sama sekali belum divaksin ,
 agaknya masih perlu ada pembahasan khusus .
 yang jelas jika akhirnya vaksinasi ke 3 diberikan ,
 (  pastilah itu untuk yang sudah
 tervaksinasi satu dan dua )  persoalannya adalah
  Gratis atau Berbayar .
 atau bisa saja akan ada dua pilihan ,
 yang gratis harus menunggu giliran sedangkan
yang berbayar tiap saat tinggal memilih tempat nya .
 lagi lagi saya bisa menebak bahwa
 yang akan diprioritaskan untuk vaksin ke 3 ini
 adalah mereka2 yang banyak kontak dengan publik 
( wartawan , salesgirl/boy , pedagang di pasar2 ,
 pramusaji , pengemudi online dll ) . 
saya pribadi sangat setuju bahkan sudah siap 
mengantri andaipun besok pagi sudah diadakan .
 tidak perlu berpikir jenis vaksin yang mana .
 Sinovac , Sinopham , Astra , Pfizer , Moderna
 atau apapun bagi saya yang penting :
 ada yang ke 3 !
 apakah tidak berdampak jika
 vaksin 1 dan ke 2 berbeda dengan yang ke 3 ? 
untuk isu ini biarlah itu para ahli yang
 menelitinya , kalau buat saya silahkan saja yang
 mana pokoknya bisa dapat yang ke 3 ! 
segitunya ? so pasti , sebab tidak ada manusia 
yang bisa tahu apakah covid19 ini akan berakhir
 atau justru akan ada lonjakan baru .
 jadi masalahnya sekarang apa ?
 01 ) menunggu keputusan / kepastian yang
 punya wewenang .
 02 ) menyisihkan dana untuk persiapan 
andai yang ke 3 nanti berbayar .
itu saja ? nampaknya ya .
 tetapi pada saat yang sama tentu saya juga 
punya perasaan bersalah .
 kepada siapa ? 
kepada mereka yang bahkan belum tersentuh
 vaksin pertama  maupun yang menolak 
untuk divaksin . 
bahkan hari ini di TV saya melihat kejadian di
 Aceh dimana ada sebagian masyarakat 
melakukan pengrusakan terhadap fasilitas 
vaksinasi disebuah daerah dimana ketidak setujuan
 mereka untuk di vaksin diekspresikan dalam
 tindakan vandalisme . sedih . 
sementara ada daerah lain yang masyarakatnya 
 mengantre untuk di vaksinasi tetapi harus pulang 
dengan kecewa karena tidak kebagian jatah . 
dan disisi lainnya lagi , ada masyarakat yang 
seperti saya yang berharap mendapatkan yang ke 3 .
 adilkah saya ?
 sungguh saya tidak bisa menjawabnya karena 
bagi saya kelihatannya secara perlahan
( mengamati kejadian2 selama ini )  vaksinasi 
sudah berubah menjadi sikap pilihan yang
 semestinya adalah sebuah kewajiban tanpa ada pilihan ! 
mengapa bisa terjadi vandalisme 
fasilitas vaksinasi ? 
apakah kurangnya sosialisasi yang menyebabkan
 kesadaran sebagian masyarakat masih rendah
atau adanya faham2 tertentu yang 
meyakini tidak perlunya vaksinasi atau bahkan
 mengharamkannya ? 
maka jika terjadi 
" persimpangan jalan " antara yang
 menolak divaksin dengan yang mengharapkan
 vaksinasi ke 3 , pertanyaannya : 
tugas siapakah yang dapat mempertemukan
 kedua kutub ini ? tentu kita tidak perlu
 jauh jauh melihatnya ke Aceh atau daerah2 lain
 yang  melalukan penolakan , mungkin 
dilingkungan terdekat bahkan kerabat kitapun 
diam diam 
masih banyak yang belum ( bersedia ) divaksin
 dengan alasan yang beragam .. 
apakah saya atau pembaca akan sanggup
 menyadarkannya ?
 ( Titiek Hariati , Malang , 28.09.21 )
gambar2 dari google









 

Minggu, 26 September 2021



.. " Dia Jodohku Atau Bukan ? " ..
mendapat pertanyaan diatas ya sudah pasti saya 
tidak sanggup menjawab sebab 
jodoh , lahir , mati itu rahasiaNYA .
 tapi kalau saya dipaksa memberi jawaban , 
paling paling hanya bisa bercermin pada
 pengalaman2 orang lain maupun pribadi karena
saya juga bukan peramal .
dijaman now yang sudah serba bebas bahkan 
kebablas ini rasanya perkara jodoh 
semakin melonggar . 
bagaimana tidak kalau melihat misalnya para 
seleb yang begitu mudah ber ganti ganti pasangan
 sampai2 tidak tahu lagi itu memang jodoh
 atau jodoh sesaat sambil nunggu jodoh yang
 permanen atau apalah istilahnya terserah saja
 karena sudah lebih mirip
 ganti ganti baju saking mudahnya ..
padahal dijaman nenek moyang , pasangan 
suami istri itu umumnya hasil dari perjodohan 
antara kedua orang tua pihak laki dan perempuan
  yang ajaibnya malah bisa awet
 hingga anak cucu .. 
lha jaman now yang bebas memilih milih sendiri
 kok malah tidak bisa awet , dimana salahnya ?
 maka saya mencoba coba mencari benang 
merah soal Jodoh atau Bukan ini 
antara lain :
01 ) Jika terjadi  " percikan pertama " yang 
berlanjut ke pertemanan dan persahabatan
 hingga pernikahan , saya setuju ini memang jodoh .
02 ) Jika terjadi " percikan pertama " tetapi
 tidak dapat berlanjut hingga pernikahan
 karena sesuatu hal , maka mungkin
 memang bukan jodoh atau 
Jodoh Yang Tertunda yang mungkin
 mempertemukan mereka setelah masing2 
melewati sebuah fase 
( misal Janda bertemu Duda dan bahagia ) .
03 ) Jika sebuah hubungan penuh dinamika
 alias kesulitan2 dibanding kemudahannya ,
 tinggal melihat apakah pasangan itu mampu
 bertahan atau tidak . 
Jika bertahan dan berakhir bahagia ,
 mungkin memang jodoh . Kalau tidak ,
 berarti bukan jodoh . 

04 ) Jika dihadapkan pada beberapa pilihan
 wanita atau pria untuk pasangan hidup ,
dan bingung menentukan yang
 manakah yang sesungguhnya adalah jodoh .
 Maka lakukanlah sholat malam meminta
 petunjukNYA agar tidak salah memilih .
 Pilihan manusia mungkin yang terbaik , 
tetapi pilihan Tuhan adalah Yang Tertepat !
 Satu hal yang perlu diingat bahwa
 tidak ada manusia yang sempurna dan 
dalam memilih diantara yang ada ,
 bersiaplah juga untuk menerima kekurangan2nya
 sebab Jodoh Juga Sepaket Antara
 Kelebihan dan Kekurangan Seseorang ! 
05 ) dalam kisah tercatat Raja Edward ke VIII
 pada tanggal 10 Desember 1936 menyatakan
 melepaskan mahkotanya sebagai Raja 
demi menikahi janda yang sudah 
dua kali bercerai ,
 Wallis Warfield Simpson janda Amerika .
 pengorbanan luar biasa ini menghebohkan dunia
 tetapi mereka ternyata hidup bahagia .
 sebuah kisah nyata bahwa jodoh terkadang muncul 
lewat sebuah tragedi sekaligus memberi 
sebuah cermin bahwa 
Jodoh Juga Butuh Pengorbanan .
06 ) Jodoh Tak Kenal Status .
 bukan mustahil jika 
Jodoh Datang Tak Pandang Status . 
pasti sulit jika tidak saling beradaptasi . 
selain pandangan minir dari lingkungan , 
meremehkan dll juga penuh perjuangan untuk
 " menyamakan irama " 
Maka jika mereka mampu bertahan ,
itu memang Jodoh , dan jika ternyata berantakan
 berarti Jodoh Hanya Sampai Disitu .
07 ) Jika sejak awal sesuatu hubungan itu 
berjalan mulus dan mudah hingga perkawinan
 dan anak anak , tetapi tetap terjadi perceraian 
apakah ini Jodoh Yang Terpenggal ? 
Sungguh tidak ada yang tahu
kemana perahu jodoh berlabuh .
08 ) Jika pasangan masa muda ternyata 
tak dapat melanjutkan rajutan cinta tetapi
 mereka bertemu kembali saat sudah 
sama sama lansia dan berakhir bahagia . 
Mungkin ini adalah 
Jodoh Yang Masih Masih Menyisakan Usia
 Untuk Bahagia diakhir hayat ? 
mungkin . 
09 ) Perjodohan Antar Orang Tua , 
berakhir bahagia itu memang jodoh .
 jika tidak , itu memang bukan jodoh . 
mudah bukan ?
10 ) Jodoh lewat medsos atau biro jodoh .
 Jika tidak tertipu foto yang diedit edit dengan
 berbagai aplikasi sehingga lebih mirip bretpit 
daripada mandra , berarti beruntung .
dan jika tertipu padahal sudah terlanjur kasmaran , 
ya harus ikhlas merugi dan 
anggap saja memang bukan jodoh . 
 jika ternyata foto dan data memang asli ,
 bukan editan dan saling suka plus
berlanjut menikah , itulah memang jodoh .
11 ) LDR memang tidak mudah apalagi 
antar benua 
( ehemm  .. , pengalaman pribadi nii yee .. ) .
 tetapi jodoh memang tak pandang jarak
bahkan samodrapun jika perlu direnangi cieee ... 
disisi lain , hubungan yang sekotapun justru 
banyak yang berantakan karena berbagai hal .
 maka Jodoh memang tak bisa ditebak .
naaa .. dari sekian banyak telaah saya tentang jodoh ,
 tentu saja saya serahkan pembaca 
bagaimana melihat Jodoh atau Bukan Jodoh .
yang jelas , biasanya diawalnya Jodoh memberi
 sinyal berupa " sengatan listrik " yang
 mengirim pesan
bahwa " She / He is My Destiny " .. 
naa , sudah pernahkah pembaca tersengat ? 
 ( Titiek Hariati , Malang , 26.09.21 )
gambar2 dari google
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Jumat, 24 September 2021

 
 
 .. " Belanja Darat atau Online ? " ..
dijaman serba online ini ,
 belanja adalah salah satu kemudahan yang
 ditawarkannya . apalagi disaat pandemi dimana
 kerumunan ataupun tempat2 yang berpotensi
 terpapar covid19 , dapat dihindarkan dengan cara 
belanja online .
 mudah dan cepat serta praktis ? pasti ! .
 tetapi benarkah selalu demikian ? 
 pengalaman pribadi menunjukkan betapa 
rentannya belanja online yang " asal asalan " alias 
tidak ber hati hati dan tidak teliti 
memilih penjualnya . 
pertama , masalah " penampakan " barangnya
 yang terkadang menggiurkan karena tampak 
meyakinkan diklannya dengan kwalitas yang
 menjanjikan . dan ketika barang datang , 
ternyata tidak seindah foto foto yang diiklankan
 dan bahkan terkesan aspal alias hasil tiruan yang
 menyedihkan kwalitasnya . 
 dikembalikan ? sudah pasti bisa tapi barang 
tidak ditukar , jadi percuma !
 bahkan terkadang alamat si penjual tidak jelas dan
 tidak tertera di formulir pengiriman .
 dengan harga Asli tetapi mendapat kan barang 
Tiruan sudah pasti menimbulkan kegeraman . 
nomor yang dihubungi ternyata sudah ditutup .
 WA tidak dibalas . 
pada pengalaman yang lain , barang yang datang 
sesuai yang diiklankan , juga harga dan ongkirnya .
 jadi tidak ada keluhan . 
maka pertanyaannya , bagaimana agar kita 
selalu mendapatkan barang yang sesuai iklan atau
 yang dijanjikan ? saya tidak ingin melihat 
pengalaman orang lain yang bisa saja
 berbeda caranya , tetapi dari pengalaman pribadi
 saya semoga bisa sedikit bermanfaat : 
 01 ) untuk mengetahui " pasaran harga "
 sesuatu barang , sebelumnya lakukan pengecekan 
dibeberapa situs , misalnya tokopedia , shopee dll
 sebagai perbandingan , juga yang menyangkut
 kwalitasnya dan brand nya .
02 ) jangan langsung pesan tetapi adakan dulu 
komunikasi via WA dengan salesnya untuk 
menjajagi kemungkinan2 al jika : 
barang salah ukuran , warna dll atau ada
 kecacatan atau kerusakan atau
 pembengkakan ongkir dll .
 03 ) mintalah balasan WA dari mereka yang
 MENJAMIN bahwa jika ada hal2 yang merugikan
 konsumen ( barang tak sesuai pesanan , rusak , dll )
 mereka menjamin untuk menukarnya .
 ( jangan melalui telepon )
04 ) mintalah alamat penjual atau kantornya via
 WAberikut nomor yang bisa dihubungi 
selain sales tsb .
05 ) dan : pilihlah tempat belanja yang memang
 sudah dikenal luas dan terbukti dapat dipercaya !
 ( jika mereka baru dikenal atau pemain2 baru 
dibisnis online , lakukan pengecekan alamat 
dan nomor teleponnya atau cobalah 
terlebih dulu dengan pemesanan yang
 kecil2 /murah/ tidak beresiko ) 
 06 ) tentu saja jika transaksi ternyata berujung
 penipuan apalagi dengan nilai transaksi yang besar ,
 jalur hukum adalah yang paling tepat untuk 
memberi efek jera bagi penipuan2 lainnya yang ada . 
jika masih ragu ragu ,
 tentu saja belanja secara manual adalah yang
 paling aman karena kita bisa langsung 
melihat , meraba atau merasakannya tanpa 
harus was2 seperti halnya saat menunggu kiriman
 barang secara online ..
07 ) terakhir , sistim COD adalah salah satu
 alternatif pilihan yang lebih baik karena
 " ada barang , ada duit " selalu lebih baik
 daripada " ada duit tak ada barang yang datang " 
dan saat ini rata2 memang COD 
karena maraknya penipuan sehingga toko2 online
 ingin menjaga kepercayaan konsumen 
lewat COD .
btw , karena saya bukan tipe tukang belanja ,
 sebetulnya belanja online lebih saya sukai 
karena saya tidak perlu keluyuran ke toko
 atau mall mall kecuali ketoko buku 
( saya harus lewat darat ) hehehe ....
naa .. pilih yang mana ?
( Titiek Hariati , Malang , 24.09.21 )
gambar2 dari google

 
 
 .. " Tatap Muka , Tatap Virus ? " .. 
sedih melihat di TV ataupun membaca berita2 
di internet dll bahwa anak anak sekolah hampir
 dua tahun ini seperti dalam Masa Membingungkan .
 betapa tidak bingung ?
 para orangtua juga lebih bingung lagi ketika ijin 
untuk putra putrinya bertatap muka disekolah
 ternyata bergantung 100% pada orang tua . 
 ketika grafik covid menurun secara umum ditanah air ,
 timbul semangat dan optimisme bahwa 
sekolah tatap muka akan bisa " mengejar " 
ketertinggalan2 semasa daring yang tentunya 
tidak sesempurna kalau tatap muka . 
tetapi ketika semangat itu mengiringi langkah 
mereka ke sekolah untuk belajar secara langsung
 seperti sebelum sebelumnya ada pandemi ,
 ternyata grafik melonjak lagi dan muncul 
klaster klaster baru di sekolah2 !
lalu bagaimana sebaiknya ? 
tes tes Swab dll yang dikenakan pada pelajar2
 ini bahkan menunjukkan adanya klaster klaster
 baru tadi dan semua pihak kembali dilanda
 kekhawatiran dan kecemasan ..
 pemerintah lewat Menteri2nya yang terkait
 dalam soal tatap muka sekolah2 inipun tidak
 kurang pusingnya antara 
Membuka Dan Menutup Kran Kran Tatap Muka
 yang tampaknya harus " kucing kucingan "
 dengan virusnya ! 
 siapapun orangtua pastilah berharap 
anak anaknya bersekolah dengan normal dan
 berprestasi , tetapi bagaimana berprestasi 
kalau Buka Tutup Kran Tatap Muka ini
 masih saja berlanjut hingga hampir 
dua tahun lamanya ?
 parahnya lagi masih banyak juga sebagian wilayah
 tanah air yang belum terambah internet 
sehingga pembelajaran hanya bisa secara 
manual bagaimanapun sulitnya
 ( geografis , ekonomis dll ) . 
 pertanyaan " Sampai Kapan " situasi ini berlanjut
 dan berakhir adalah pertanyaan yang mendunia
 dan bukan hanya milik Indonesia meski
 dibeberapa negara lain situasi sudah relatif
 lebih aman untuk anak2 sekolah .
 saya bisa ikut merasakan keprihatinan para
 orangtua yang masih memiliki putra/i usia sekolah
 dan di jalan2 saya sering melihat 
bagaimana para orangtua mengantar dan 
menjemput anak2nya pagar luar sekolah .
 tetapi darimana timbulnya klaster2 baru ini, 
apakah terbawa dari rumah masing2 murid
 ataukah interaksi sesama murid yang 
tidak selalu bisa menjaga jarak atau lalai bermasker
 pada saat2 tertentu atau justru dari para guru 
atau atau atau atau yang lain ? 
 jika kelak ditanah air kita akan mendapati satu 
atau dua generasi yang 
" kurang berprestasi secara akademis "
 dibanding dengan generasi2 sebelumnya , 
maka hendaklah kita berbesar hati tidak
 mencoba mencari Kambing Hitam nya karena
 tidak ada seorang manusiapun yang dapat
 melawan kehendak alam yang penuh
 dengan misteri Ilahi ini ..
 tidak ada satu kejadianpun yang semata kebetulan ,
 karena pesan pesanNYA dapat melalui 
beragam cara dan kejadian yang terkadang
 diluar kemampuan manusia untuk memahaminya ..
 bahkan kalaupun covid19 ini adalah 
hasil rekayasa manusia untuk kepentingan tertentu ,
 maka hanya Allah yang dapat 
menghentikan atau justru tidak menghentikannya
 untuk saat sekarang karena
 IA memiliki rencana2NYA yang luar biasa
 bagi umatNYA .. 
 IA memberikan karunia kecerdasan pada
 sebagian umatnya melebihi umat yang lainnya
 dan dengan kecerdasan itu sungguh disaat saat
 seperti pandemi ini , dunia menantikan hasil hasil
 olah pikir mereka untuk mengatasi 
bencana virus ini .. akan kah berhasil ?
 atau ini adalah sebuah Tanda Jaman Yang Lain
 bahwa manusia sudah harus berdampingan hidup
 dengan lingkungan yang telah
 compang camping dirusaknya sendiri selama ini ? 
 industrialisasi adalah faktor terdepan 
dalam pengrusakan alam dan lingkungan ,
 disamping bergesernya gaya hidup manusia dari
 agraris ke industri dimana gaya hidup konsumtif
 menuntun manusia menuju kebinasaaannya sendiri . 
pencemaran lingkungan dan udara ,
 kerusakan ozon , sampah2 yang meracuni
 kehidupan darat dan laut , serta peningkatan 
persenjataan dan teknologi nuklir yang
 mengancam dunia pada potensi PD III yang 
tidak memberikan harapan hidup lagi diatas
 planet yang kelak sudah penuh radiasi .. 
inikah masa depan dari anak cucu kita ?
 inikah kehidupan yang tidak lagi memberikan
 ruang sehat bagi pertumbuhan fisik , jiwa dan 
intelektual serta spiritual anak cucu ? 
 adakah kehancuran itu telah dimulai saat ini 
dan kita hanya punya pilihan untuk
 hidup berdampingan dan menyesuaikan ?
 sungguh saya juga tidak memiliki jawabannya ..
 ingin saya akhiri tulisan penuh kesedihan ini 
dengan mengutip surat :
 QS : Ar - Rum : 41 - 42 :
" Telah tampak kerusakan didarat dan dilaut 
disebabkan karena perbuatan tangan manusia ,
 Allah menghendaki agar mereka merasakan
sebagian dari ( akibat ) perbuatan mereka ,
 agar mereka kembali ( kejalan yang benar ) .
 Katakanlah ( Muhammad ) : 
" Bepergianlah dibumi lalu lihatlah bagaimana
 kesudahan orang orang dahulu . 
Kebanyakan dari mereka adalah orang orang
  yang mempersekutukan ( Allah ) " . 
( Titiek Hariati , Malang , Jumat , 24 . 09 . 21 ) 
 ( gambar2 dari google )