Sabtu, 31 Agustus 2013




 ..My KopiO, 
dari " cangkrukan " menuju "hangout-an" ..

( catatan tercecer lebaran 2013, 09/11 )

jaman duluuu, istilah " ngopi " itu identik dengan warung warung kopi yang biasanya ada 
dikampung kampung atau pkl pkl dipinggir jalan. biasanya pada pagi atau sore hari, orang " cangkruk " disitu sambil ngopi dan menikmati kue kue atau gorengan.

tidaklah pernah terlintas bahwa model model " cangkrukan " ini pada sekian tahun berikutnya bermetamorphosis menjadi model model " cangkrukan ala eropa " alias cafe cafe cantik yang menyediakan keperluan orang untuk menikmati suasana santai dengan 
minuman dan makanan ringan. gorengan berubah menjadi kue kue ala eropa, kopi  tubruk berubah menjadi bermacam jenis minuman kopi improt e .. import.

di Malang pun tak terkecuali , " warung warung kopi modern " tumbuh subur dengan berbagai style dan ke khas an masing masing. lebaran yl, rombongan mudikers saya penasaran dengan munculnya warung kopi yang dibangun secara mencolok antara MATOS dan MX. 
sebuah lokasi yang cerdas karena sangat " aiketcing " !


 MyKopiO adalah namanya.entah ini merupakan cabang yang ke berapa setelah Jakarta, Semarang dll, yang jelas konsep yang diusung adalah kopitiam. 
kopitiam itu sebenarnya
terinspirasi dari warung warung atau toko toko kopi di cina. jadi sepintas cafe MyKopiO ini memang dari luar mirip " rumah tinggal " dengan suasana yang " homely"dan disebelah dalamnya lebih kearah minimalis modern, simple and chic.

 bermacam jenis kopi dapat dinikmati disini, mulai yang  lokal hingga mancanegara.
kalau " camilan " nya , mulai yang ringan hingga yang berat disediakan. 
lihat misalnya Chicken Karaage Omurice, Thai Chili Fish, Chicken Gordon Blue, Spaghetti, Nasi Lemak Padang, Beef Rendang dll.

Cappucino sudah pasti, juga ada Teh Tarik.soal harga? relatif, sebab yang lebih " dijual " disini adalah atmosfernya yang memang hangat dan santai, 
pas buat ber hangout atau curhat berlama lama dengan teman, pacar, pasangan , klien dll.naaa ... saat rombongan mudikers saya pada lebaran yl ke sana, kami kehabisan tempat dilantai bawah, jadi naik dilantai II yang dalam sekejap ternyata juga jadi penuh.
dilantai II ini ada terasnya juga, yang dengan udara terbukanya suasana akan lebih nyaman.

foto foto yang saya jepret di cafe ini biarlah bercerita lebih banyak daripada tulisan saya.
 yang pasti, layanan cepat dan ok, minuman makanan juga ok, harga relatif, suasana ok, dan para mudikers saya cuma singkat komentarnya ( saya terjemahkan ) :
" waa .. Malang sudah sama ya mahalnya dengan Jakarta, MyKopiO Jakarta juga segini .. " 

saya tidak berkomentar sebab tidak tahu bagaimana MyKopiO Jakarta, tapi andai memang benar seperti itu, berarti yang hebat sebenarnya orang orang Malang alias Arema hehe ...
sebuah sore " cangrukan " yang manis di MyKopiO ! ( th )



 ( keterangan foto, all taken by : th , lebaran 2013 ) :
01. dua dari sekian banyak jenis kopi di MyKopiO
02. gelas botol yang unik
03. ember mini hijau menjadi aksen unik diantara warna 
merah sosis, kuning telur orak arik dan salad.
04. salah satu menu
05. menu sosis
06. terinspirasi stick, sekedar keisengan saya
07. pembungkus oleh oleh yang dirumah
08. atmosfer dilantai II
09. sudut ditangga ke lantai II yang artistik
10. maaf ya mbak, punggungnya " dipinjam " sebentar ..
11. strawberry peach tea dalam gambar di table menu-card











Jumat, 30 Agustus 2013




.." aduhh cantikk, maaf yaaa, 
kami memang kejam, 
menjadikanmu Sate Kelinci " ..
( catatan tercecer lebaran 2013, 08/11 )

terus terang saat ada tawaran makan malam di Sate Kelinci, nDau, Batu, saya tidak langsung mengiyakan karena seumur hidup baru sekali saya menyantapnya yang 
itupun terpaksa karena semua menu habis dan tersisa hanya sate kelinci dikawasan  Selecta sekian tahun lewat. 

bukan apa apa tetapi hanya alasan psikologis, 
kelinci rasanya lebih pas untuk dipelihara dan di sayang daripada 
dipotong untuk memuaskan perut manusia. tapi berhubung kalah suara, saya mengalah dan ikut dalam rombongan mudikers saya, menuju Ndau, Sate Kelinci.

resto ini sudah puluhan tahun ada dilokasi yang sama dan terkenal karena kekhususannya di pengolahan daging kelinci. sulit membayangkan betapa selama itu sudah berapa ratus ribu kelinci yang " dibantai " .. hampir sulit menemukan meja kosong malam itu, 
entah memang seperti ini setiap harinya atau kebetulan ini hari hari lebaran sebelum kupatan ..?

dihidangkan diatas hotplate dengan jumlah masing masing hotplate 30 tusuk sate kelinci.
dan dilengkapi nasi, bumbu sate,dan wedang jahe. 
sulit saya menjelaskan rasanya, 
sebab antara ayam dan kelinci ada kemiripan sekaligus ada bedanya, tapi tidak tahu bagaimana menjelaskannya, mungkin kelinci dagingnya lebih lembut.

bagi penggemar Sate Kelinci, resto yang satu ini memang memiliki atmosfer yang lumayan nyaman dan cukup untuk menampung sekitar 200 an tamu pada saat yang sama atau bahkan lebih. layanan cukup ramah dan cepat, cocok untuk yang sudah lapar hehe ..
kelinci, kelinci , maafkan kami manusia manusia kejam ini yaaa ...( th )

( foto foto by : th , Sate Kelinci, lebaran 2013 )







 


Kamis, 29 Agustus 2013




 ..Rumah Sosis tanpa Sosis? ..
( catatan tercecer lebaran 2013, 07/11 , dari Rumah Sosis Bandung di Batu, Malang ) 

ini adalah kali yang ke II saya ke Rumah Sosis Bandung / RSB didepan BNS Batu, Malang. 
yang I dulu saat RSB baru launching, semuanya ok, termasuk layanan, maminnya dll.
naaa .. pada lebaran 2013 yang lalu, saya  lupa itu lebaran hari ke II atau ke III, 
sekitar itu ( maaf karena ini ditulis agak lama setelahnya, 
yang pasti masih dekat dengan 
HH lebaran ). saat itu sudah sekitar jam 15.00 karena rombongan kecil saya baru selesai mengunjungi Eco  Green Park. 

semua sepakat ke RSB selain jaraknya dekat juga mau mencoba sang Naga dan sebagai tuan rumah saya paling semangat ! beruntung kami masih dapat tempat parkir dihalaman dalam 
dan dengan tanpa ragu ragu kami mencari tempat duduk di rumah panggung 
karena disebelah depan terlihat mulai padat. 

" tingak tinguk " karena tidak ada yang mengarahkan untuk ini itu, termasuk tempat rombongan duduk, dan selanjutnya saya berinisiatif memanggil staf RSB meminta menucard. dasar semua sudah kelaparan, sebentar saja sudah selesai memilih dan sekali lagi karena tidak ada staf RSB yang menghampiri meja kami maka saya mengundang salah satu staf yang ada disitu. kami bengong saat staf bertanya ditepi meja kami :
" Ya bu, ada apa?" ..

. lho, apa nggak salah pertanyaan ini, lha kira kira kalau ada rombongan tamu datang dan duduk dimeja apakah kami tidak nampak seperti orang orang yang " perlu makan " tapi lebih tampak seperti " teroris " ( Ha .. Ha .. ) .
saya jawab : " lho mbak, kira kira menurut mbaknya setelah tadi kami minta menucard dan sekarang mbak diundang kemeja ini, apa hubungannya menurut mbak?" ... 
si staf ini tambah terlihat bengong, maka saya menimpali :
" apa mbak ini lagi magang aja ya disini? kalau begitu tolong dipanggilkan yang lebih senior atau manajer nya " si staf itu lalu berlalu dan datang kembali dengan seorang staf lain. 

" ya bu, ada yang bisa dibantu?" .. kami semeja tertawa bersama, " iki temenan ta rek " ?
 setelah kami jelaskan secara singkat tentang " Maksud dan Tujuan Orang Masuk Kedalam RSB" maka staf yang lebih senior tadi menjawab :
" begini bu, pak, mas mas, mbak mbak, maaf ya .. kebetulan ini semua sosis habis. jadi sementara pesanan sosis tidak bisa dilayani, tapi kalau yang lainnya bisa ... " ..oalaaa mbakkk.. 

maka karena sudah terlanjur duduk dan lapar, maka kami sepakat mengambil jalan cepat yaitu : " bikinkan saja nasi goreng semua ... " walaupun Heran bin Surprise bahwa cadangan sosis yang menjadi andalan utama kok malah sudah kosong, padahal masih jam 15.00. 


pun minuman kami permudah sebab yang tersisa katanya hanya softdrink, ya sudah ndakpapa asal cepet makan hehe namanya saja sudah laper, padahal dalam Ramadhan yl jam jam sekitar ini kami tidak mengalami rasa apa apa, ajaibnya Ramadhan ! 

Kami lalu ber hahahihi mengenang RSB yang tidak bersosis sambil guyon guyon  menunggu nasgor ... E... ngga lama si staf senior tadi kembali lagi kemeja dan 
buru buru mengatakan begini : 
" Maaf, ternyata untuk menu yang lain lainpun belum dapat disiapkan sekarang, kami sedang preparing, jadi kalau bersedia menunggu sekitar sejam akan dipersiapkan ... " ..

Wow, dasar orang Malang yang " bludreg " an, semua langsung mengomel sebab sejak kami masuk sampai detik si pramusaji memberikan informasinya yang sangat mengecewakan itu rasanya tidak ada respon positip dari staf staf RSB ( orang masuk dibiarkan mencari tempat sendiri, memanggil staf untuk minta menucard, memanggil lagi untuk take-order nya, memanggil lagi staf lain yang lebih senior, dan staf seniorpun membuat kesalahan dalam memberikan infonya, klop sudah, perut lapar plus kekecewaan menumpuk !). 

Kami dengan kesal meninggalkan RSB dan tak habis pikir bagaimana mungkin management RSB tidak mengantisipasi membludaknya pengunjung disaat lebaran dengan cadangan sosis
yang terbatas . Tokh RSB di Batu ini adalah cabang yang sudah kesekian, 
masakan tidak bisa belajar dari cabang cabang lainnya bagaimana mengantisipasi pembludakan tamu , layanan disaat mbludak dll..

Kedua,  harusnya juga antisipasi berkurangnya jumlah staf disaat lebaran karena mungkin bergiliran libur, sehingga staf yang ada di operasional lebih antisipatif pada membludaknya tamu tamu tanpa harus merubah standar layanan yang sudah baku. 

Andai saja kepada kami diberitahukan sejak awal bahkan sejak tamu belum membuka pintu kendaraannya, maka kekecewaan tak akan terjadi bahkan kami anggap RSB sangat profesional karena informasi diberikan seawal mungkin.

Tulisan ini semoga terbaca management RSB dimanapun berada, agar tak terjadi tamu 
" kapok " datang gara gara layanan yang mengecewakan.
Hallo RSB, dimanakah sosis sosis mu... ? ( th )
( foto foto oleh : th, pada kunjungan ke RSB yang I ) 





 .. yang tak kenal libur, Pizza Hut ..

( catatan tercecer lebaran 2013, 06/ 11 )

disaat saat lebaran dimana para mudikers berkumpul keluarga, berwisata dan mencari 
tempat tempat kuliner yang lama tidak dikunjungi serta untuk ' tombo kangen ' ,
sebenarnya lebih banyak mudikers yang kecewa karena sebagian besar tempat tempat 
yang ' ngangeni ' itu tutup. maka yang ada sajalah akhirnya yang mendapat serbuan mudikers. salah satunya adalah Pizza Hut.

saya sudah pernah menulis tentang PH ini di blog yang sama, tetapi kali ini yang saya tulis adalah salah satu cabang PH yang termasuk masih ' kinyis kinyis 'di Malang, 
yakni di jalan Soekarno Hatta, atau SoeHat.Salah satu ciri khas PH adalah selalu mencari lokasi di pojok pojok jalan, juga yang di SoeHat ini. 

kesan minimalis modern tercermin pada interior design nya yang didominasi warna putih,
" chic, modern, simple , comfort " .ada dua atau bahkan tiga lantai ( ? ) ,
 yang meskipun belum seluruhnya rampung digarap tetapi atmosfer yang dibangun sudah mulai dapat dinikmati.

yang menonjol menurut saya, atau entah ini hanya kebetulan atau memang merupakan standar-layanan di situ, yaitu dimulai saat pengantaran tamu ke meja, pemesanan menu hingga saat terakhir kami semua akan meninggalkan meja, saya diam diam menghitung ada sekitar 6/enam pramusaji yang datang dimeja kami secara bergantian.

yang ke 01, mengantarkan rombongan ke meja dan menyerahkan kartu menu. ke 02, menanyakan menu yang dipesan. ke 03, yang mengantarkan menu, inipun bergantian yaitu ke 03, ke 04, dan ke 05. terus disaat makan, ada yang datang lagi hingga 2X yaitu 
pramusaji yang menanyakan : 
" bagaimana bpk ibu, apakah ada yang kurang memuaskan dan mungkin kami bisa bantu?" ini adalah pramusaji ke 06. kedatangannya  yang ke 2X dimeja  kami mulai terasa agak 
" mengganggu " keasyikan makan karena sejenak kami harus menghentikan hahahihi dimeja kami ..mungkin cukup sekali ya mbak?

saya tak banyak berkomentar soal rasa, karena PH sudah sedemikian rupa standarnya dan bagi penyuka pizza memang disinilah tempat paling tepat, apapun toppingnya! 
tapi bagi yang lebih  pas dengan " perut jawa " di PH juga menyediakan ayam . 

gambar gambar dihalaman ini sajalah yang saya pikir bisa lebih bercerita. yang jelas, atmosfirnya nyaman, layanan ok meski agak berlebihan, dan soal harga memang relatif, pun rasa , sebab ke tempat2 seperti PH ini memang lebih dikhususkan untuk mereka yang lidahnya sudah " pas " dengan rasa Itali hehe .. mengapa? saya teringat seorang teman yang pernah saat di PH berkomentar " enak an sego pecel mbak ... " hehe...

bagaimanapun, malam itu rombongan saya " diselamatkan " PH gara gara dua tempat favorit yang dituju ternyata tutup semua, jadi " terpaksa " selera dialihkan ke Itali ..
" Italia, condimenti ci possomo essere diversi, ma una questione di gusti, ci sono glistessi, delizioso ! " ( th )


( foto foto oleh th, di PH SoeHat,Malang, lebaran 2013 )







Rabu, 28 Agustus 2013



 .. lebaran dihutan, 
Eco Green Park, Batu..

( catatan tercecer lebaran 2013, 05/ 11 )

mencari tempat berwisata disaat lebaran itu sama dengan bunuh diri, sebab tidak akan ada yang nyaman dan bisa dinikmati selain suasana " umpel umpelan " dimana mana, 
mirip sepanci cendol yang dikopyok kopyok hehe .. 

padahal para " mudikers " saya hanya memiliki cuti terbatas dan inginnya mumpung sudah di Malang ingin menikmati sebanyak banyaknya tempat tempat menarik dan 
" dalam tempo yang sesingkat singkatnya " ( lho.. ). 

maka diadakanlah " meeting " dimana saya harus " mempresentasikan dihadapan para klien ini " hehe, tentang keunggulan keunggulan wisata yang ada yang setelah " brainstorming " ( embuh iki opo .. ) dicapai kesepakatan diatas meja linggarjati ( ups .. ) 3/tiga tujuan utama :

01. Museum Malang Tempo Doeloe/ MMTD, Jalan Gajah Mada.pertimbangannya bahwa masyarakat kita umumnya belum museum-minded jadi hampir pasti meski lebaran tapi museum bukan tujuan wisatanya, sebuah pilihan yang " waras " hehe ..

02. Arung Jeram, Kasembon. naa .. pertimbangannya juga karena umumnya masyarakat kita tidak semuanya menyukai tantangan alam yang kurang menghibur dan butuh adrenalin ini. jadi meski lebaran sepertinya tak akan sampai " umpel umpelan " ..

03. Eco Green Park / EGP , di Batu ( bukan Emangnya Gue Pikirin lho hehe .. ). 
lha yang ini sudah jelas sebuah pilihan paling bodoh, sebab tempat wisata yang satu komplek dengan Secret Zoo dan Museum Dino ini dijamin umpel-umpelan. 
tetapi dengan pertimbangan bahwa saat mudik tahun yl belum sempat nonton, maka tetap dipilih dalam Tiga Besar. apa boleh buat, saya manut, sebab tuan rumah yang baik ya harus begitu hehe ..

naaa .. maka disebuah siang dihari hari lebaran ( yang disebut hari hari lebaran itu terletak antara HariH sampai dengan ketupatan ) rombongan kecil saya berangkat menuju MMTD. 
saya tidak akan menulisnya lagi sebab 
sudah ada di blog ini yang saya postingkan pada bulan Maret 2013 dengan judul : 
" Menumpang Mesin Waktu Menuju Malang Tempo Doeloe " !

setelahnya dan dengan komentar " bagus ... !", dari MMTD kami lanjut ke Batu, Eco Green Park, sekomplek dengan Secret Zoo dll. saya sudah " males " dan " mules " melihat macetnya arah Batu dan mimpi jadi kenyataan, 
mau parkir saja sulitnya 1/2 hidup ! terpaksa demi " bangsa dan tanah air " saya relakan berjalan hampir 1,5 km jarak tempat parkir liar dengan EGP, 
aduhhh .. dan suara kendaraan yang tat .. tit .. tat ... tit .. menambah pusing. 
ratus mungkin ribuan pengunjung memadati komplek ini dan dalam terik surya rombongan kecil saya menuju loket EGP yang juga panjang antriannya, wes klop, MMM males, mumet, mules hehe .. 
( kalau tidak karena para mudikers saya yang tercinta ini, amit amit saya tak akan kesitu disaat peak seperti ini .. )

tetapi seluruh MMM tadi agak terobati setelah masuk, melihat, mengamati dan meresapkan 
The Grand Design yang ada dikepala para konseptor taman ini 
seberapapun besar nilai komersilnya ..EGP adalah sebuah Wisata Belajar, Wisata Lingkungan, Wisata Belajar Cara Mencintai dan Melestarikan Lingkungan, saya salut !

dimulai dengan cara mengolah limbah menjadi benda benda seni, terus juga pengolahan air siap minum secara alami, sejarah planet bumi dan isinya, 
pengenalan pada Fauna dan Flora yang menjadi rantai dalam ecosystem. 

lalu juga ada yang disebut Petualangan Hutan memakai kendaraan khusus, dimana pengunjung diajak berkeliling kesuatu suasana hutan yang berisi antara lain:
 penduduk primitif, satwa dan tumbuhan liar, dsb dsb seolah kita benar benar berada dalam sebuah hutan antah-berantah. 

lalu juga ada pembelajaran tentang terjadinya bencana alam yang diakibatkan kecerobohan manusia seperti : pembuangan limbah secara sembrono, penebangan kayu secara brutal, dll dll.

maka saya diam diam bersyukur bahwa ditempat ini ternyata jumlah pengunjung balita dan remaja luar biasa banyak. saya berharap bahwa ortu mereka akan 
dengan sabar dan telaten mengantar mereka kesetiap sudut pembelajaran, bukan hanya untuk bersenang senang, sehingga akan terjadi transfer of knowledge antara 
si penggagas EGP dengan pengunjungnya terutama balita dan remaja yang notabene adalah para pengawal kelestarian lingkungan Indonesia!

adalah sangat rugi bila Big Idea yang ada dibelakang EGP ini ditangkap " dangkal " dan EGP hanya sekedar tempat untuk bersantai, makan minum dan bermain.

 lamunan saya buyar seketika saat saya di " cowel " anak anak : 
" ma, tolong difotokan ... " .. ooo yaa, ada si tampan dipojok taman, Elang Jawa.dia dilepas diluar kandang, dan berfoto bersama satwa keren seperti ini agaknya masih menjadi hal favorit hehe ..semoga satwa satwa langka seperti itu tidak punah akibat kecerobohan kita dalam memperlakukan alam secara brutal dan
 melenyapkan habitat mereka yang semestinya kita jaga ..!

sebuah pilihan tujuan wisata yang diawalnya terlihat salah, namun saya akhiri dengan rasa syukur bahwa ternyata Masih Ada " Tontonan " Bermutu yang bukan sekedar tontonan biasa.

ayo anak anak, adik adik, cucu cucu, ibu bapak guru, dosen, mahasiswa dll dll buatlah tur tur atau study-tour ketempat tempat semacam EGP ini dan jangan hanya ke 
mall mall atau wahana wahana bermain ... !! ( th  )




keterangan foto ( all taken by : th ) :

01. peternakan sapi.
02. limbah menjadi benda seni.
03. atap unik dari akar dan ranting pohon.
04. patung hidup.
05. dunia unggas.
06. waluh kuning menginspirasi dinding.
07. dari limbah menjadi tokoh dongeng anak anak.
08. lagi limbah bungkus permen, coklat dll menjadi benda seni yang unik.
09. rajawali, rajawali perkasa penguasa angkasa ... !




Selasa, 27 Agustus 2013






.. Ayam Prambanan, 
dimana kah sang Roro Jonggrang? ..

( catatan tercecer lebaran 2013, 04/11 )

hampir tak ada waktu yang tersia sia selama liburan lebaran yl dimana para " mudikers " saya berusaha penuh memanfaatkan waktunya di Malang dengan menikmati kulinernya. 
yang djadoel djadoel sejak beberapa hari sudah dicoba, 
yang setengah djadoel mulai dirambah. salah satunya adalah 
Ayam Prambanan di pojok jalan Welirang dan Bromo.

sebenarnya AP ini sudah cukup lama berdiri di Malang, terbilang belasan tahun. 
tetapi saya memang belum pernah memasukkannya di blog ini karena " tertutup " oleh kehadiran tempat tempat kuliner yang baru dan lebih menyita perhatian. 

di AP ini kita bebas memilih, mulai ayam, lodeh, sambel goreng, gudeg dll. sebagian meja tertata dalam gaya lesehan dan sebagian lain normal.soal rasa agaknya AP memang sudah tidak perlu dikomentari terutama sambalnya.




naa .. saat saat lebaran yang lalu, sudah pasti AP berjubel karena banyaknya tempat kuliner yang masih berlibur/ tutup.
( lha wong hari hari biasa saja sudah penuh, apalagi lebaran )
 naa ..bagi penyuka ayam goreng kampung, 
AP adalah salah satu tempat yang sebaiknya tidak dilewatkan ! ( th )

( foto foto oleh : th )




.. "jang djadoel "dari lamongan, 
soto lamongan ..

( catatan tercecer lebaran 2013, 03/11 )

saat saat mudik, adalah saat saat " djadoel " sebab yang dicari jauh jauh ke Malang adalah makanan makanan djadoel yang tersisa tak banyak lagi di Malang. 
lebaran yl, para mudikers saya cukup beruntung bahwa Soto Lamongan di jalan Oro Oro Dowo, Malang, itu buka. masuk dalam deretan kuliner djadoel, soto yang satu ini hampir 
sulit dicari sepinya, apalagi lebaran disaat banyak kedai dan warung tutup. 

ada sedikit trik bagi yang biasanya menambah porsi, yakni langsung memesan porsi berlebih. ada dua orang yang berniat " nambah " diantara rombongan kecil saya, 
maka langsung saja dipesan " sekian plus dua " daripada menunggu antrian yang luamaaaa ..

tapi diam diam saya juga tidak begitu yakin apakah di Lamongan soto ini ada atau benar benar berasal dari sana? apapun itu, yang penting soto yang satu ini memang 
menawarkan rasa segar karena kuahnya yang bening dan tanpa koya/kelapa 
seperti halnya soto ditempat lain.

lebaran yang menguntungkan bagi para " mudikers " saya sebab mamin djadoel yang mereka cari cari hampir ketemu semuanya disaat banyak tempat tempat kuliner yang tutup.
lamongan, lamongan, segarnya sotomu ... ( th )
  ( foto foto oleh : th )


( foto2 oleh : th , agustus 2013 )







.. ronde titoni, ronde " prasmanan " ..
( catatan tercecer lebaran 2013, 02/11 )

mencari jajanan ronde dan angsle di Malang akhir akhir ini makin sulit. dulu mereka masih sering bersliweran di jalan jalan. saat ini di Malang hanya bisa terhitung jari. 
misal tempat nongkrong ronde di Soehat, di Warung Subuh dll yang tak banyak lagi. 

lebaran 2013, disaat banyak tempat tempat kuliner tutup, untunglah masih ada satu warung ronde yang popularitasnya sudah sampai di jagad maya, 
Ronde Titoni, Jalan Zainul Arifin 17, Malang.

RT ini masuk dalam daftar makanan populer Malang yang djadoel, karena berdirinya RT ini sudah sejak 1948 !bisalah dibayangkan betapa resep djadoel yang jadi andalannya ini 
memang ampuh karena mampu bertahan ditengah munculnya kuliner modern yang 
akhir akhir ini bertebaran di Malang.

lebaran bersama para " mudikers " saya, dengan tujuan ke RT ini sudah tentu bukan tanpa halangan. berjubelnya pengunjung RT, sulitnya tempat parkir dan pernah bahkan sudah kehabisan. maka untuk mencegah semuanya terjadi, direncanakan datang 
seawal mungkin karena para mudikers dari betawi sudah " mengancam " harus dapat RT hehe ..

 gaya warung ronde yang satu ini memang ala prasmanan,jadi kita bebas memilih mau ronde seperti apa. ada ronde kering, ada basah, ada yang komplit ada yang 1/4 komplit dll, 
bebas milih ! juga ada angsle dan bermacam kue seperti cakwe, roti goreng dll.

ternyata para mudikers saya bahkan pulangnya masih mbungkus RT lagi, disantap malam malam waktu rame rame nonton sikat miring hehe .. naaa, tak ada ceritanya pulang ke Malang tanpa bertemu RT, yukkkk .. ( th )
( foto foto : th , agustus 2013 ) 


Minggu, 25 Agustus 2013



.. diantara yang modern, 
" jang djadoel jang ditjari " ..
( catatan tercecer lebaran 2013, 01/11 )

kisah kisah seputar lebaran selalu menarik karena banyak hal hal tak biasa terjadi. 
maklum, umumnya pembantu pada mudik, majikannya juga mudik, warung warung banyak yang tutup sehingga banyak orang yang " menyesatkan diri " 
ketempat tempat kuliner asing yang belum dikenalnya. 

tetapi saya dan para " mudikers " yang menginap selama lebaran dirumah, tidak menyesatkan diri melainkan merencanakan diri ke warung djadoel yang satu ini, 
karena jauh jauh hari saya sudah mendapat " jaminan " bahwa selama lebaran mereka buka! 

itulah " buk Duro " di jalan Kawi Atas, Malang. 
ya sudah sangatlah mudah dibayangkan, wong lebaran " kok berani " buka warung, maka yang namanya " umpel umpelan " itu sudah pasti dan yang mau makanpun harus berbesar hati mengantri dan menunggu .. termasuk kami hehe ..
" nek nang Malang gak mrene iku jenenge gak moleh ... " ( kalau ke Malang tidak kewarung ini namanya nggak mudik ) ..

 rawon, lodeh, nasi campur, nasi buk, soto daging dll dll yang siang itu semuanya tampak " kepul kepul" membuat cacing diperut menggeliat hehe ..kalau saja bok duro ikutan mudik ke madura, saya bayangkan kemana omset hari itu berlari hehe ..

sebenarnya itu sebuah kecerdasan manakala 90% pesaing tutup, maka rejeki " terpaksa " mengalir deras ke pundi pundi, yang datang senang karena ada warung buka dan pemilik warungpun lebih lebih  lagi senangnya hehe .., win win.( th )



( foto oleh : th )

01. nasi empal bok duro.
02. sebagian dari menu menu lain di bok duro.






.. paru paruku membiru ..
( memburu oxygen pantai Ungapan, minggu 25 Agustus 2013 )
( 10/ 12 )


pagi tadi, rencana melaut yang sudah tertunda ber bulan bulan akhirnya terlaksana.
apalagi memburu waktu dimana saat bermaafaan dengan kerabat didekat pantai selatan itu semakin menyempit. maka rute rutin  Malang Selatan, saya mulai disaat masih cukup pagi.

seperti biasanya, target : Sendang Biru dan pantai pantai sekitarnya yang ada sekitar lima pantai.dan saya cukup nyaman diperjalanan karena sama sekali tidak ada kemacetan padahal ini hari minggu.

 sampai di Sendang Biru, langsung menuju TPI mencari " kudapan " dikedai favorit, yaitu sambel goreng tuna dan urap urap. hmm ... siapa dapat menggantikan kenikmatannya? saya ditanya sipemilik kedai yang sudah seperti keluarga sendiri kok lama tidak kesitu. 

memang kali ini saya akui, paru paru saya sudah berasa " kering " kekurangan angin dan udara laut berbulan bulan hehe .. dan setelah perut kenyang,  saya lanjut kesepanjang pantai lingkar selatan dan saya berhenti di pantai Ungapan untuk : tidur! 

bukan karena lelah nyetir sepanjang 80km, tapi memang sudah " diniati" untuk tidur dihembusan angin laut .. si mini saya parkir menghadap kelaut persis, dan pintu pintu terbuka lebar ..  sebentar saja saya sudah " amblas " bahkan bermimpi 
sedang berjalan diatas gelombang ck ck ck, mimpi disiang bolong dalam artian sebenarnya!

hampir dua jam tidur nyenyak, saya akhiri dengan mengupas degan dan meminum air serta memakan dagingnya, cukup kenyang, lalu saya lanjutkan perjalanan hingga aspal habis yang
berbatas dengan semak semak, jeprat jepret sebentar, terus berbalik arah .

 dalam perjalanan pulang, singgah dirumah beberapa kerabat yang meminta untuk agak lama ngobrol dan makan makan, tapi saya harus berpamitan karena mengejar saat maghrib dirumah. 

e .. tapi alamakkk ...  didesa yang tak jauh dari Sumawe, saya terjebak karnaval 17 an , aduhhhh .... kendaraan maju sesenti sesenti, 
dan akhirnya meski dikebut tetap saja saya masuk pagar rumah sudah gelap, jam 19.11. 

masih ngepel dll, tapi badan segar karena mungkin paru paru saya seharian kenyang angin laut dan sudah membiru sebiru samodra selatan ... 
ahhh, kalau saja saya punya pondok kecil diatas bukit yang menghadap langsung kelaut ....byarrrrr, lamunan bubar karena ada tikus kecil lari diteras mengagetkan saya ..
( th ) 

keterangan : foto2 oleh th :

01. jembatan lingkar selatan, Bajul Mati Bridge.
02. pantai sepanjang jalan aspal yang mulus, spektakuler.
03. hutanmu, hutanku ...
04. ceruk disalah satu sudut pantai selatan.



Rabu, 21 Agustus 2013




.. maafkan Den, dan terima kasih ..


siang tadi, disaat makammu telah sepi, saya datang sendiri seperti yang saya inginkan, 
tidak ada seorangpun diantara kita, kamu dan saya .. ujung kerudung saya basah, 
sebasah tanah merah dan kelopak mawar yang menimbuni jasadmu ..

ada sepasang kembar-mayang disitu, pertanda engkau masih lajang ..
 sungguh, ada penyesalan sangat dalam bahwa tak ada berita yang sampai pada saya tentang saat saat terakhirmu di RS dimana empat hari kamu menunggu keajaiban bahwa 
akan ada teman temanmu yang datang menjenguk .. 

sebuah keinginan diakhir hayat yang seharusnya mudah terpenuhi, namun sayang kesibukan menyita perhatian temantemanmu, 
andai saja berita sakitmu sempat lewat di telponku ..

diatas tanah basah ini seolah kita duduk berhadapan seperti halnya hari hari kita 
dikampus PuncakVila Tidar itu .. tawamu yang khas dan kehangatan hati kamu yang 
mampu menyebar diruang kerja kita dulu ..
" pakabar Den?" ... kamu tersenyum lebar dengan wajah bersih cerah .. 
" maaf ya Den, aku terlambat datang .. " , kamu masih tersenyum lebar ..
" sudah bertemu papamu?" .. lagi lagi wajahmu sangat ceria dan mengangguk kecil .. 
" masih ingat Den, saat kamu minta untuk tidak kukirim dinas memakai pesawat? sejauh apapun kamu sanggup jalani asal dengan KA atau kapal laut?" hahaha engkau tertawa .. 

tetapi saat aku mundur dari kampus kita, 2010, aku dengar engkau sudah berani kemana mana dengan pesawat, wow... aku bangga! 
saya ingat betapa saat aku resign, engkau adalah salah satu dari sekian banyak yang memintaku untuk tidak pergi, namun sebuah jabatan dan gaji prestisius tidaklah mampu mencegahku karena telah menyentuh masalah prinsip ..

( dari kamu saya mendapat info saat itu, bahwa jabatan dan meja kursi kerja yang saya tinggalkan ternyata kosong tak terisi selama hampir dua tahun. 
saya diam diam merasa mendapat kehormatan, ah Den, andai saja semuanya berjalan seperti yang semestinya mungkin kita masih seatap seperjuangan, namun hidup kadang memang harus memilih, dan saya telah jatuhkan pilihan untuk pergi meski berat, 
saat itu engkau adalah saksimata betapa sebuah prinsip itu mahal dan tak terbeli uang dan saya tidak akan pernah menggadaikannya dengan apapun dan semenggiur apapun ... )

juga mamamu yang hari ini  bersimbah tangis saat kami berpelukan, beliau bangga bercerita bahwa dalam perjalanan perjalanan dinas darat engkau sering menggantikan pak sopir kita untuk mengemudi jarak jauh, wow .. 

( ingat Den, dulu hal itu sering aku lakukan terutama didaerah Jawa Tengah, aku bangga engkau "napak tilas" ...) .. tetapi Den, begitu hancur hati saya mendengar cerita beliau betapa hari hari terakhirmu di RS engkau selalu melihat kepada jam dinding dan 
berharap ada teman teman kampus yang menjenguk, 
sebuah harapan sia sia hingga akhir hayat dan aku sangat marah mendengarnya ...

bagaimana mungkin ini terjadi? 
kalau saja kita masih seruangan kerja seperti empat tahun kebersamaan itu, 
pasti harapanmu itu tidak sia sia ..aku sungguh tidak habis mengerti ..
lalu Den, aku ingat pameran demi pameran kita disegenap pelosok tanah air, yang menguras tenaga, pikiran dan biaya, namun melihat hasilnya yang terus tumbuh dari tahun ke tahun, dari angkatan ke angkatan yang lain, rasanya perjuangan  dan kerjakerasmu sungguh tidak sia sia, 
engkau seorang hard-worker yang luar biasa !

aku tahu kita tidak selalu sependapat, aku sadar kadang aku terlalu keras dan disiplin pada kalian semua, tim kita, mungkin aku termasuk leader yang memakai tangan besi, 
maaf Den, 
pasti aku punya banyak perikata dan laku yang kadang menyakiti kamu, 
tetapi percayalah, aku lakukan semuanya untuk tujuan yang lebih besar : kampus kita saat itu ! 

ingat disaat aku memaksamu dalam banyak hal yang engkau masih kurang PD, aku bilang 
" Yes, you can!" yang akhirnya engkau coba dan memang bisa bahkan 
akhirnya engkau sudah menggelinding sendiri dan 
saya saksikan betapa presentasi demi presentasi plus promosi dari provinsi ke provinsi yang lain sudah bisa kau tangani sendiri sepenuhnya, luar biasa!! 

saya telah pernah berikan tongkat itu kepadamu Den, dan engkau begitu cerdas dan tangkas memainkannya, saya bangga kepadamu Den !
juga ada saat saat lain dimana engkau datang sebagai anak yang curhat kepada ibundanya dengan bermacam permasalahan pribadimu hingga 
pernah engkau tersengguk menangis, ah Den, saya seolah kehilangan anak saya sendiri ..

tetapi saat ini, ternyata engkau mendahuluiku dalam perjalanan abadimu .. 
saya merasa begitu kehilangan karena tidak ada saat berpamitan itu.kalau saja kita masih seruangan seperti dulu pasti saya tidak akan tahan memandangi bangku dan mejakerjamu yang kosong dan kertas kertas kerjamu yang penuh diatasnya ..
Nina dan Ita pasti merasakan hal yang sama saat ini, betapa ruang kerja itu akan 
sudah berbeda untuk selamanya .. 

engkau meninggalkan lubang yang tak pernah lagi bisa terisi, dan saya akan membawa nama kamu dalam setiap doa doa saya agar kamu mendapatkan tempat terindah disisiNYA,amin ..

sekali lagi maafkan saya dan terima kasih untuk semuanya Den, pertemuan terakhir kita dirumah kakakmu yang lalu sudah terbingkai dalam kaca dan dinding rumah saya, 

difoto itu kamu duduk disebelah saya, tersenyum lebar,
saya sangat kehilangan, namun kamu memang milikNYA .. ( th )

( foto oleh :th, makam sama'an 21.08.13 )