Senin, 30 Mei 2022




 

 
 
.. " CARLTONS , 
Bikin Kangen Melbourne " ..
 
terletak dipaling ujung Apartemen Begawan 
menghadap ke jembatan dengan view gunung 
Arjuna dikejauhan, Carltons Eatery & Coffee ini 
memang punya tampilan tersendiri yang classy !
 sepintas , melemparkan ingatan saya saat
 blusukan di Lt Collins dan Elizabeth Street di
 Melbourne yang lorong lorongnya terdapat cafe cafe
 yang mungil dan nyaman untuk cangkruk !
 
 
 
 
  dengan dominasi warna hijau daun yang membuat 
mata nyaman , kehadiran Carltons Eatery & Coffee 
 di komplek Apartemen Begawan , 
Tlogomas Malang ,
adalah penambah nilai plus buat apartemennya sendiri ,
 sebab para cangkrukers tidak terbatas penghuni 
apartemennya saja tetapi justru lebih banyak
 yang bukan penghuni .
 
 
 
masuk kedalam cafenya ,
 sebetulnya cukup nyaman atmosfernya .
 tetapi karena saya suka 
" ber angin angin " ( meskipun tidak sampai " kebacut "
 seperti Melbourne yang siang malam anginnya 
cukup keras hehehe .. ) , saya memilih duduk 
diteras luarnya yang menghadap ke jembatan dan
 ke area tengah apartemen Begawan yang
 dipenuhi cafe cafe plus pengunjungnya yang aneka
 macam tujuannya . catat saja misalnya ada yang
 bermaksud untuk sekedar cangkruk disalah satu cafe, 
ada yang ingin menjadi fotomodel dengan 
memakai area apartemen sebagai latar belakangnya , 
ada yang bahkan PreWed , dan juga bermacam
 pelajar dari berbagai jurusan yang melakukan
 riset tertentu di area apartemen ini dst dst dll .
 
 
 
        membuka daftar menunya , cafe yang satu ini 
sangat jelas arah seleranya yang kalau boleh saya bilang 
" separuh ostrali " hehehe ...
 lihat saja misalnya di " chapter " All Day Breakfast 
dengan Smashed Avo yang dulu sering saya
 buat sendiri saat musim apukat mini yang 
berdaging tebal di Melbourne ! 
kalau maincoursenya , cafe ini sah sah saja 
melompat dari Australia ke Italy atau Spanyol 
dengan El Classico dll . pecinta kopi sudah pasti
 akan memilih salah satu diantara 
Cold Brew , Flat White , atau Long Black .
 
 
 
 yang suka teh atau susu atau jus , juga disediakan 
pilihan yang beragam . tetapi khusus untuk 
Carltons Juice , silahkan menjajal beragam 
campuran buah dalam satu gelas yang bakal 
mendinginkan cuaca Malang yang terkadang panasnya 
menggigit ini ! dimeja saya saat itu ada 
1 porsi Biggie Smalls alias Sayap Ayam Berbumbu
 dan Lychee Tea juga ada White Mocha , 
maklum masih jam 10:29, belum terasa 
bener bener lapar !
maka untuk LHAR
 ( Layanan , Harga , Atmosfer dan Rasa ) , skala 1-10 , 
saya suka memberikan nilai 6,5 untuk 
Carltons Eatery & Coffee , dan menunda
untuk  memberinya 7 hingga satu saat nanti saya 
akan kembali untuk menjajal maincoursenya ! 
 
 
 
naa .. yang belum pernah cangkruk di cafe ini , 
saya sarankan secepatnya mencoba karena
 Carltons layak untuk dipilih sebagai tempat 
santai maupun WfH ataupun temu bisnis yang serius ! 
sentuhan ostrali , itali atau spanyol maupun manca 
lainnya , akan siap menjelajahi  lidah!
yukkkk ...
( Writing & Photos : Titiek Hariati , 28.05.22 )
keterangan foto : 
01 . beragam pilihan
02 . teh leci yang segar ..
*******
03 . terujung ..
04 . tapi punya view yang cantik ..
*******
05 . atmosfer ( 01 )
06 . atmosfer ( 02 )
*******
07 . camilan atau yang berat ?
08 . sayap yang yummyyy ... 
*******
09 . moca yang segar ..
10 . sepotong kenangan didinding ..
*******
11 . barista 
12 . layanan yang ramah
*******



Sabtu, 28 Mei 2022


 
 
 
 
 
 
 .. "  IKINIKU RAMEN , 
Jawa Yang Di Jepangkan ? " ..

pada jaman ramen menggurita ditanah air lewat 
kedai ataupun cafe cafenya yang tersebar 
dihampir semua kota besar tanah air , kehadiran satu
 lagi waram di komplek
 Apartemen Begawan Tlogomas Malang adalah 
sebuah tambahan tempat cangkruk yang nyaman . 
 
 
 
kedainya cukup mencolok dengan dominasi 
warna merah terutama gantungan lampionnya yang 
memadati teras luas sekaligus lorong jalan 
apartemen disitu . sejak peresmian apartemen ini , 
sebetulnya saya sudah berpuluh kali kekomplek ini
 untuk menjajal hampir semua cafe yang ada disitu
 kecuali waram yang satu ini . 
bukan rahasia jika penamaan kedai atau warung
 atau cafe atau toko saat ini seringkali merupakan 
plesetan antara dua bahasa terutama Jawa dan Asing .
 lihat saja misalnya Nakoa 
( " apa ada yang bertanya ? " ) ,
 Akeno ( " perbanyaklah " ) , 
Koono ( " Kok ada " ) dst sebagai terjemahan 
bebasnya versi saya hehehe ..
 
 
 
 maka ketika saya membaca nama waram ini yaitu 
IKINIKU RAMEN maka langsung saya terjemahkan
 bebas dalam hati sebagai 
" Ini sesungguhnya adalah Mie "  ! 
Cerdik buat para penggagas nama nama diatas ! 
naa .. ramen sudah bukan barang baru terutama
 bagi kalangan milenial bahkan seolah sebuah 
lagu wajib untuk jajan di waram waram . 
 
 
 
pilihan menunya beragam , sebut saja 
Shoyu Ramen , Curry Ramen , dengan olahan pilihan
 antara ayam , daging sapi  dan tentu saja Sushi dll . 
dan dideretan minumannya juga cukup panjang . 
coba saja Ice Black Charcoal atau
 Ice Coffee Hazelnut dll . dengan range harga untuk
 mamin antara 19 sampai 36 , kita sudah akan bisa
 menikmati atmosfernya yang lumayan nyaman .
 
 
siang itu kebetulan saya duduk di ruangan dalam
yang tak terlampau luas karena 
diterasnya saat itu terasa agak gerah . tetapi 
" suara keras obrolan " crew nya memang sedikit 
mengurangi kenyamanan 
( meskipun saya juga maklum bahwa ruangan
 yang tak terlalu luas bisa saja menjadi penyebabnya 
sehingga tidak ada peluang bagi suara obrolan  
untuk tidak terdengar kastamer hehehe .. ) . 
dimeja saya ada Shumay dan Gyoza plus dua 
macam minumandan teman semeja saya memilih Gyoza .
 
 
 
untuk LHAR ( Layanan , Harga , Atmosfer dan Rasa )
 saya memberi nilai 6,5 dari skala 1-10 kecuali untuk 
Shumay saya beri angka 7 ! 
naa ... yang penasaran dengan waram yang satu ini
 sebaiknya bergegas sebelum waramnya 
dipadati pengunjung !
 yukkkkk !
( Writing & Photos : Titiek Hariati , 24.05.22 )
keterangan foto : 
01 . depan kedai yang mencolok dan menarik !
02 . yummyyyy ..... ada dimeja saya !
********
03 . penyegar siang hari ... !
04 . daftar menu
********
05 . area kasir
06 . sayangnya bukan sakura asli ...
********
07 . daftar menu ( 01 )
08 . daftar menu ( 02 )
********
09 . teman semeja saya sedang berunding menu
********
10  . sisa dipiring ....
11 . gelas saya ..
********




 




" Mblusuk Di Stasiun Baru KA Malang ?  " 

sejak Stasiun Baru KA Malang  diresmikan  pada 
10 Mei 2021 , baru setahun setelahnya saya
mblusuk disitu . 
alasan pertama , saya belum punya kepentingan
 naik KA jarak jauh .
 alasan kedua , di awal awal pembangunannya ,
saya masih dilarang masuk kearea tersebut 
karena pembangunan masih berjalan 
sekitar 60% . 





maka kemarin , saya mengubah rute jogging saya kearah Tugu dan  memarkir gerobak di 
Stasiun KA Baru untuk kemudian berjalan  sepanjang 
 PangSud melewati Rawon Rampal dan berbelok kekiri , berjalan lagi disepanjang Jalan Trunojoyo hingga jembatan 
KA Embong Brantas yang tinggi itu .
kebetulan diatas jembatan Embong Brantas ada KA sedang melintas diatas kepala saya , 
jeprat jepret sejenak , dan akhirnya kembali berjalan masuk di halaman Stasiun KA yang Baru . 




naik kelantai dua yang sayangnya ditutup
dan tidak dapat jeprat jepret disepanjang terasnya 
 maka sayapun harus  cukup puas membidik 
" apa saja yang bisa terlihat " dari atas . 
sayangnya , untuk jeprat jepret disepanjang lorongyang  menuju gerbong gerbong KA Jarak Jauh 
tidak memungkinkan kecuali penumpang 
yang memang sudah bertiket . 
cara melakukan check-in yang seperti di bandara
 dan juga fasilitas lainnya memang sudah mencerminkan 
" digitalisasi stasiun " yang memadai . 





beberapa warung kopi maupun nasi belum buka 
semuanya atau apakah Kamis kemarin tutup karena 
tanggal merah ?
 pusat oleh oleh dan souvenir juga ada 
dan saya melihat kebersihan disitu cukup terjaga 
sejenak saya melepas lelah dengan " ngopi kalengan "
 karena ditempat saya mau beli kopi panas
ternyata kehabisan gelas kata si pramusaji hehehe ...
 menyaksikan lalu lalang para calon penumpang
 maupun di area kedatangan , 
sungguh mencerminkan " traveler jaman now "
 yang rata rata milenial maupun pasangan2 muda 
yang tampak fashionable !
 diam diam saya tertawa dalam hati membayangkan 
betapa jauh bedanya dengan gambaran penumpang KA 
dijaman saya masih kecil dan remaja yang 
umumnya sudah usia pertengahan dengan 
bawaan dan perbekalan yang begitu menumpuk . 



jangan ceritakan adegan dalam gerbong yang
berubah menjadi Pasar Kaget dengan banyaknya 
penjual penjual mamin yang bebas berkeliaran 
dari gerbong ke gerbong menawarkan dagangannya dan
 bahkan melompati begitu saja penumpang penumpang
 yang tidak kebagian kursi dan harus duduk 
dilantai lantai KA .
 " pecel pecel anget .... " , " tahu petis .. tahu petis .. " ,
" es .. es  kacang ijo .. " , " kopi panas .. kopi panas "
dst dst seolah berlomba saling mengeraskan suaranya
 sementara gerbong gerbong terasa makin panas
 karena cendela yang hanya bisa dibuka sedikit !
 lalu masuk jaman lebih " modern " dengan 
datangnya KA yang " eksklusif " yakni 
kereta malam jarak jauh dengan gerbong restoran maupun layanan VIP . 





tetapi inipun belum bebas sepenuhnya dari 
para penjual pecel dll yang sudah mulai dilarang 
masuk gerbong gerbong tetapi pemberhentian di
 stasiun stasiun tertentu ternyata masih berpeluanguntuk menawarkan jualannya disebelah luar dari
gerbong gerbong tempat penumpang naik turun . 
ternyata upaya ini cukup efektif karena tidak 
semua penumpang KA eksklusif ini membeli mamin 
lewat  layanan restoran dalam gerbong dan 
membeli pecel dll dari pintu pintu luar gerbong adalah
 sebuah adalah penghematan hehehe .. 
dengan makin " modern " nya layanan KA ,
 perlahan model model seperti itu mulai ditinggalkan 
dan saat ini 
kita sudah masuk jaman digital dimana
 semua pesanan , pembelian & transaksi apapun 
dilakukan secara online .


nyamankah ? bagi milenial ini adalah sebuah kemudahan dan kenyamanan . bagi sebagian angkatan saya justru
 menilai ini adalah sebuah " bencana " karena adanya ketimpangan penguasaan teknologi !
 bagaimana tidak kalau yang melakukan perjalanan kebetulan
 " malas teknologi " dan berkesendirian diperjalanan ,
 maka sudah dipastikan banyak pihak yang harus siap membantunya mulai  melakukan check -in , pemeriksaan pedulilindungi , 
pembayaran secara online ,
 melihat menu menu lewat barcode , 
pemesanan taxi  dst dst . nah .. kalau sudah begini ,
 salah siapa ? 
lamunan saya bubar seketika saat menampak 
serombongan penumpang KA keluar dari area 
Kedatangan / Arrival didepan saya .
 tidak nampak lagi suasana
 berdesakan ataupun bawaan peti peti kardus besar dll yang dijaman dulu merupakan pemandangan lazim
 diarea kedatangan hehehe ..
 oya , memang stasiun KA yang lama dengan yang  baru ini
masih terkoneksi lewat jalan khusus meskipun
 keberangkatan dan ketibaan hanya bisa
 lewat stasiun yang baru . 


bagaimanapun , saya bangga bahwa Malang 
" sudah  menyesuaikan diri pada digitalisasi jaman " 
dan kenyamanan agaknya menjadi prioritas
 utamabagi KIA ! selamat !
( Writing & Photos : Titiek Hariati, 27.05.22 )
keterangan foto
01 . " sepanjang jalan kenangan "
02 . stasiun lama terlihat dari lantai dua
 stasiun baru
03 . nama yang baru
04 . dijepret dari lantai dua
*********
05 . patung simbolik penjajah yang terkalahkan
06 . taman Jalan Kartanegara
07 . " raksasa " itu roboh 
*********
08 . jembatan KA Embong Brantas
09 . diatas kepala saya
********
10 . area check-in
11. " waiting room "
12 . info ketersediaan tiket
13 . lantai satu dan dua
*********
14 . warkop dipojok Klojen Lor
( maaf buat mas yang kejepret ya .. )
15 . saya " diatas " KA
*********
16 . perjalanan tanpa ujung
17 . area kedatangan di Stasiun Lama
18 . lorong Stasiun Lama 
********
19 . tangga naik samping ( manual ) di Stasiun Baru
********
20 . salah satu sudut stasiun baru
********