Jumat, 31 Januari 2014











( The Lost Poems )

Sahabat di Penghujung Jalan


telah berbilang ratus mungkin ribu,
kau sentak aku dalam cengkeram malam,
dawai dawai itu,
mengepak sayap sayapku ke lazuardi biru,
dongeng dongeng peri,
akulah putri,
bermandi matahari pagi,
sementara,
engkau , bianglala penghias cakrawala ...


 lalu, 
musim musim berucap salam,
saat alam kemayu berganti gincu dan gaun
engkau membawa dongeng baru :
" selamat datang cinta ... "
dan
peri peri beringsut pergi,
udara pengab oleh debu bedak dan gincu gincu memerah kan langit,
dongeng dongeng bilik  berhias syahwat ...
wahai,
siapa sesungguhnya engkau bianglala? 
adakah engkau pendongeng luka ?
................

 

 selamat tinggal bianglala,
dongeng kita tak lagi sama,
antara bening tetes embun pertama disubuh menggigit,
dan
gincu gincu menyala dilantai dansa,
pun  temaram temaram yang kau suka,
bahkan nafas nafas berbau tembakau dan vodka,
.................

di  penghujung ini,
masih sama,
aku menyimpan resik dongeng itu, 
meski kita belum sekalipun  bertatap muka dan saling  bicara,
mungkin 
masa kelak mengirim kembali dongeng peri,
saat lantai dansa dan vodka mu berujung hampa,
...........

saat itulah,
bacakan lagi dongeng peri padaku hingga huruf penghabisan.
meski tlah berjarak samodra dan benua  ..
...................

( malang, imlek 2014, 31 januari, 01.05 lewat tengah malam )

( buat seorang sahabat :
 " jangan ada yang terlewat sehurufpun dari buku tafsir penenteram hati itu, ialah pembasuh luka dan pemberi nyala dalam keredupan, terima kasih " ) 


( gambar dari google )  




Rabu, 29 Januari 2014




.. Happiness Is On The Way ..

to all my dearest friends who celebrate Chinese New Year ,
may the New Year bringing you and your beloved one 
an abundance of Happiness and Joy !

my warmest greetings : th.

( gambar dari google )

Selasa, 28 Januari 2014





 .. " Besten Dank, Max .. " ..

Ich danke Dir fur die Einladung zu Ihrer Show im Marz. 
Salzburg, die Musik mit den Alpen als die Hintergrund, ist es etwas das schoner als diese sein konnte? Ich bin sicher, es wird eine unvergessliche Nacht uber Pop, Jazz und Klassiker Musik und naturlich die Trio und Tenor !



 Ich wirklich traumen,  sitz in einem Sessel in die Nacht die Show , aber lassen uns sehen wie der Wind weht und bringt meiner Traume.
 Meine herzlichsten Grusse fur Euch alle und Max :
Aufwiedersehen ....!
( titi )

 
 




" Tidak perlu seseorang yang sempurna, 
cukup temukan orang yang selalu 
membuatmu bahagia 
dan 
membuatmu berarti lebih dari siapapun " 
 ( BJ Habibie )

( gambar dari google )

Minggu, 26 Januari 2014





.. Perlukah Memuji Sampai " mblenek " ? ..


siapa yang tak suka dipuji? apalagi dipuji orang yang dicintai. tapi eitt, tunggu dulu, sebab sebenarnya ada 2/dua jenis pujian. 
pertama, pujian untuk Basa Basi terutama dikalangan bisnis , politik atau diplomat. mengapa? 
karena pemanis lidah ini dapat melicinkan suasana dan 
kepentingan kepentingan  tertentu. 

contoh :  " suasana di kantor Anda menyenangkan sekali, pasti para karyawan disini sangat bersemangat bekerjanya dan Anda sebagai pimpinannya sangat berhasil menciptakan atmosfer perusahaan yang luar biasa " ,

 atau : " sebagai dubes yang baru dari negara anda di negara kami, anda telah membawa angin segar yang sangat positif bagi hubungan kedua negara yang selama ini belum tercapai sepenuhnya ",

atau : " para wakil dari partai kami sangat berterima kasih atas sambutan masyarakat disini yang ternyata begitu ramah, hangat dan penuh kekeluargaan yang ini mencerminkan kepribadian asli bangsa kita dimana hal seperti ini sudah semakin sulit ditemukan di tempat tempat lain
 terutama kota kota besar. maka bla .. bla ... " .

jenis pujian Basa Basi lain juga ditemukan dipergaulan, utamanya antara lawan jenis, biasanya di awal awal pdkt supaya si " calon " nya " klepek klepek " , misal :





" dengan gaun hijau ini, kamu terlihat begitu charming " atau,
" hari ini kamu tampak sangat beda , yang jelas lebih cantik " atau,
" entah apa yang membuatmu saat ini terlihat begitu manis, saya harap akan selalu begitu "
atau,
" bagaimana mungkin saya berpaling kepada yang lain, kamu memang beda " 

( sudah segitu saja contoh contohnya, sebab pujian Basa Basi yang lebih kearah 
" penggombalan " ini memang sarat dengan 
kepentingan kepentingan tertentu )

 jenis pujian kedua adalah yang TULUS, kata orang " wetan pasar " itu From The Bottom Of The Heart/ FTBOTH. jenis ini biasanya tidak muluk muluk, sederhana namun terdengarnya
 memang lain alias sungguh sungguh.
 contoh : " hmm, boleh tambah lagi ya supnya, habis enak sihh ... " , lha, sesuatu yang tidak berlebihan memang menarik.

jadi, sebaiknya bagaimana memuji itu? secara umum bisa disebutkan bahwa " memuji itu sebaiknya  wajar wajar " saja. 

walaupun misalnya kita mengagumi atau menyukai seseorang, tidaklah serta merta segala/ setiap tindakannya kita berikan applaus atau pujian dari bangun tidur hingga bangun tidur berikutnya bahkan seperti tanpa cacat. 

pujian yang Tepat Waktu dan Sikon, meski sedikit/ tidak berlebihan akan terasa tulus dibanding yang berlebihan dan terus menerus yang justru akan menumbuhkan " kecurigaan dan kejenuhan serta terasa sangat artifisial alias tidak setulusnya " , 
kecuali ( lha ini ! ) orang yang diberi pujian ini kebetulan memiliki kecenderungan 
" pujian mania " alias suka terus menerus dipuji meski 90% pujian kepada dirinya itu cuma pujian Basa Basi karena orang lain menyimpan kepentingan tertentu kepadanya 
( sayangnya dia tidak menyadari hal itu ) .

dalam sebuah proses pdkt memang lain, pujian seringkali menjadi  sebuah " lagu wajib " meskipun orang sering lupa bahwa pujian2 itu hanyalah sebuah 
strategi mencapai tujuan tertentu.






 lha nanti kalau sudah berhasil, wow .. meskipun si do'i pasang make up/gaya rambut/ mode baju yang baru , boro boro dipuji, dilirikpun kadang tidak hehe .. sering disaat becanda dengan teman2, kita mendengar " guyonan jadul " begini :

( sebelum jadian ) " aduh, kamu tambah cantik saja dengan sepatu hak tinggi, sexy ! "
( setelah jadian ) " mangkanya jangan gaya2 pake hak tinggi, kita jadi ngga bisa cepet nih jalannya ... " hehehe ...



jadi, pada akhirnya Kwalitas Pujian itu lebih penting daripada Kwantitas nya. 
apalagi kalau memujinya TO/tanpa otak, sehingga terdengar aneh bahkan menyinggung misal : 
" wow kamu terlihat agak langsing deh pake kaos ini " ( lho padahal yang dipuji itu jelas jelas overweight dengan perut jemblung atau lemak yang sudah berlipatganda ) . 

naa ... buat remaja remaja putri khususnya, ada baiknya " mewaspadai " pujian pujian
 ( baik secara langsung, melalui lagu , lewat media sosial dll yang berlebihan/ flamboyan dan tetaplah " membumi " ( tidak melayang layang ke langit biru hehe ) agar tetap bisa
 berfikir jernih dan rasional )

 percayalah bahwa sesuatu yang tulus meski tidak berlebihan, akan bertahan lebih lama!naa .. memujilah disaat dan sikon yang memang tepat dengan sewajarnya, semoga ( th ) 

catatan :
untuk sedikit membantu yang tidak memahami bahasa lokal, ini saya coba :
" mblenek ", rasa kekenyangan yang tidak nyaman
" klepek klepek ", ketidak berdayaan
" guyonan ", gurauan, canda
  
( gambar diambil dari google )







.. Insya Allah, segera ... ! ..

2 email berbeda masuk, menanyakan kapan dongeng KL yang lalu ditulis? memang sudah tiga bulan lebih, dan masih ada sekitar 150 foto yang tersisa belum diedit. untuk keterlambatan ini saya minta maaf, mohon kesabarannya ya hehe ..
salam : th.

Jumat, 24 Januari 2014






.. " Menghadapi BG/ Bayi Gede " ..

bayi gede atau saya singkat BG ini sebetulnya lebih tepat disebut BT/bayi tua, tapi sungguh tidak enak didengarnya sebab konotasi " tua " itu seolah memberi batas antara 
tua dan muda,
 padahal soal tua atau muda itu tidak semata ditentukan usia, 
kadang yang muda bahkan jauh lebih " tua " daripada yang benar benar " sudah tua ",
 lho bingung kan? maka saya lebih suka pakai kata " gede " yang mewakili pengertian bahwa gede itu bukan lagi anak anak, soal sampai batas usia berapa yang disebut gede itu pokoknya sudah " diatas anak anak " hehe ... 

( kalau yang ingin lebih konkrit ya kira kira antara usia 18 sampai tak terbatas ! ) . waaa, pasti ada yang protes apakah 18 = 81 ? dalam artian gede menurut saya, jawabannya " iya ", sebab diatas 18 hingga tak terbatas itu artinya gede, hehe, mbulet? 
( ada virus mbulet hehe ... )

lalu bagaimana saya menjawab pertanyaan " cara jitu menghadapi BG " ini ? naaa ... kita lihat yang ini dulu bahwa yang  namanya bayi 
( asli ) itu mempunyai kebiasaan kebiasaan antara lain :

01. ingin selalu nyaman
02. sedikit saja gangguan, entah itu gigitan nyamuk, suara bising, haus, lapar atau merasa sumug/ gerah, ngompol, kedinginan, jenuh/ bosan, merasa diabaikan dll langsung
 ber " teriak2 " ( menangis )
03. ingin selalu mendapat perhatian, bila menangis tidak akan berhenti sebelum ada yang menggendong dan membuatnya nyaman apapun alasannya menangis.
04. 24 jam seorang bayi " ber hak " untuk " merepotkan " tanpa pandang jam orang melek atau tidur.
05. " cepatlah tangani kebutuhanku, atau aku akan menangis lebih keras hingga kalian tidak bisa tenang " , itu slogannya bayi
06. senang di " kudang " ( di manja manja )
07. butuh banyak asupan makanan ( fisik mental ) yang " bergizi " agar tumbuh sehat lahir batin


naaa ... itu tadi beberapa "ciri khas " bayi. lalu bagaimana dengan bayi gede/BG? tak terlalu jauh bedanya, hanya beda " sedikit " pada caranya meng ekspresikan 
" ketidak nyamanannya " .
 tentu saja ia tidak menangis karena ( maaf ) ngompol, atau haus/ lapar atau digigit nyamuk. kebutuhan para BG ini umumnya adalah psikologis, yaitu :
- kebutuhan akan perhatian, kasih sayang, rasa aman, dan sejenisnya.

sebetulnya ini juga dibutuhkan oleh setiap kita , jadi wajar saja. tetapi bagi para BG ini
 menjadi 
" kurang/ tidak wajar " karena porsi kebutuhannya yang berlebihan dan
 cara meng ekspresikan ketidak nyamanannya itu seringkali justru membuat 
orang lain tidak merasa tidak nyaman dan aman. 

 yang kedua, para BG ini seringkali " lupa " bahwa orang lain diluar dirinya itu juga berhak untuk Memiliki Kepentingan Pribadi Dan Tidak Selalu Harus  Siap Memahami Kepentingan si BG.

maka bila para BG ini kemudian merasa " dilupakan/ diabaikan/ diacuhkan bahkan dikhianati " oleh lingkungannya atau orang orang tertentu  yang dia harapkan 24 jam penuh memberikan dukungan/ perhatian/ kepedulian kepada dirinya , masalah serius bisa timbul. 

kekecewaannya dapat diekspresikannya dalam bentuk kemarahan, ancaman bahkan dalam kasus tertentu dapat lebih fatal yakni pembunuhan.

mengapa para BG ini sulit memahami kepentingan orang lain dan semuanya hanya berputar disekitar kepentingannya sendiri? 
biasanya ada pengalaman pengalaman traumatis dimasa lalunya yang cukup membekas sehingga ia " mengira " bahwa hal itu akan dapat terulang kembali dengan orang / lingkungan yang berbeda yang akhirnya mendorong nya pada  rasa curiga atau prasangka yang berlebihan.

se suka/ sayang / cinta apapun seseorang pada pasangan atau pacarnya, menghadapi sikap BG ini pastilah merepotkan dan melelahkan. contoh sederhana : terlambat sedikit saja untuk menelpon/ sms/ melapor, dijamin timbul perang dunia. 

" darimana saja kamu? bersama siapa? apa yang kamu lakukan disana? mengapa tak segera menelpon/ sms? apakah kamu mulai bosan dengan saya atau meninggalkan saya secara perlahan? mengapa tidak membalas sms saya? mengapa telpon tak segera kau angkat? mengapa kamu biarkan saya menunggu begitu lama? dst dst ..... "






sehari  " kebetulan hanya " 24 jam, sehingga bila para BG ini mengharapkan perhatian penuh 24 bahkan 48 jam dari pasangannya TANPA mau peduli apakah pasangannya merasa nyaman dengan " tuntutan " itu, maka para BG ini bolehlah bersiap siap untuk lebih kecewa karena ternyata dunia tidak berputar hanya pada dirinya. 

satu saat , pasangan seorang BG bertanya  kepada saya begini :
" maaf ya mbak, boleh tanya apa perbedaan suami bule dan melayu?"
saya tertawa, tertawanya malah keras, sebab menjawab yang seperti ini harus hati hati untuk tidak menyinggung siapapun bahkan SARA hehe .. 

jadi saya balik bertanya " kenapa kok ditanyakan ?" ...
" endak, soalnya denger2 bule lebih romantis?" ...
" ya tergantung, ada yang gitu ada yang endak, seperti di sini juga gitu to , ada apa ?"
" ini lho, kalau di film2 barat kan memang biasa tuh suami isteri saling mengucap I Love You meskipun udah lama married, misal saat bangun tidur atau salah satu mau pergi kerja, tapi kan ngga terus menerus to mbak?" ...

saya tertawa lagi, saya pikir ybs ini pasti kebanyakan nonton film2 Hollywood hehe meskipun saya juga tak membantah kalimat kalimatnya .. setelah agak saya desak, akhirnya keluar " pengakuannya " :

" ini nih, Hari ( maaf, nama saya ganti ) ini aneh mbak, mosok saya harus sering2 sms/ nelpon dan mengucap ILY seperti baru jadian aja. aku ini kan ya sibuk kerja, kalau sering2 sms an apalagi nelpon2 kan ngga enak dilihat yang lain. 
e .. malah dituduhnya yang macam macam, dibilang aku ngga romantis lagi, aku punya ttm di kantor, aku berubah dll, capek dah ... " 

saya komentari " coba dibicarakan baik2 keberatan2mu dan minta pengertiannya bahwa ada yang lebih penting dari sekedar mengulang ulang kata ILY yaitu teguh pada komitmen yang sudah saling di sepakati berdua , ya kalau sehari 2 - 3 kali saja kan cukup to ILY itu?" ...

" waaa, sulit mbak, mana cemburuan lagi, jadinya persis seperti balita, dikit dikit merengek kalau aku sedikit telat melapor " .... 
" melapor? " ... 
" iya mbak, seperti sama komandan gitu lo haha ... bahwa aku sudah nyampe kantor, aku makan siang, aku mau meeting, aku ini aku itu, bisa marah dia kalau berjam jam aku ngga laporan ...." 

weleh weleh, batin saya ...
" happy kah kamu bersamanya selama ini?"

" ya gitulah, so so ... , kadang sempat ngga betah dengan sikapnya yang kekanak kanakan plus temperamen. seperti anak balita yang kalau tak segera dituruti , ngambek, ngamuk "

" jadi, mengapa selama ini kamu turuti saja?"

" males ribut dan males denger tuduhan2nya yang ngga masuk akal "
" lha kalau kamu seperti itu ya dia ngga bakal ngerti2 bahwa hal itu tidak seharusnya terjadi dan membuat kamu tidak bahagia " 

" iya sih, gimana cara merubahnya ?" 

" sulit untuk memgubah, karena kebiasaan itu membentuk karakter. yang bisa kita lakukan hanya memenej nya dan membuat kesepakatan baru, misal :
 @ tolong mengerti kepentinganku dan hargai aku dilingkungan kerjaku, bagaimana kalau aku menelpon/ sms 3x pada jam jam kerjaku, yaitu pagi hari saat nyampe kantor, siang saat istirahat, dan sore saat mau pulang kerja, bukankah ini fair ? tokh aku juga tidak menuntut kamu untuk sering2 sms/ nelpon, karena aku paham kesibukan dan posisimu plus 
aku sangat percaya kamu@"

" memang susah punya pasangan BG, tapi akan saya coba mbak .. lha mosok kalau pagi bilang ILY dan jam 12 siang ngga sempat sms atau nelpon untuk bilang ILY itu sudah dia artikan ada sebuah pengkhianatan haha, kok kelewatan 
lagian meskipun orang bilang ILY sehari seribu kali itu juga bukan jaminan orang itu bener bener setia, kok lebih percaya tulisan atau omongan daripada buktinya " ... 
( kami tertawa bareng ) ....

saya timpali " : " segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik dan menjenuhkan termasuk ungkapan ILY itu, keseringan jadi hambar, jadi ya sedang sedang saja. dan kwalitas pada akhirnya adalah yang terpenting dibanding kwantitas, itu intinya .. " 

" tapi mbak kalau udah di omong2in masih ngga berubah enaknya gimana ?"  masih penasaran rupanya, maka saya beri jawaban pamungkas :

" belikan saja tempat tidur bayi dan bawa ketempat kerjamu, biarkan dia didekatmu jadi kalau sewaktu waktu dia nangis kamu tinggal menggendongnya dan tak lelo lelo lelo ledhunggg ... " 
( dia tertawa " ngakak " dan sebagai " honor konsultasi " saya setelahnya ditraktir di Bakso Gun jalan Kawi hehe, makacih MT, semoga " bayimu cepet gede " hehe ...  ) ( th ) 

( gambar gambar diambil dari www.dazzlingwallpaper.com )





 


Kamis, 23 Januari 2014





 " Mencari Jejak Airlangga di Sumber Brantas" 

disaat gelombang laut selatan sedang pasang dengan angin kencang yang mencemaskan para pencari kehidupan di samudra, sayapun untuk sementara meliburkan diri kearah laut dan kompas diarahkan ke daerah pegunungan.

 ada satu tempat yang sudah sejak lama tertunda tunda untuk menjenguknya karena bermacam hal, kemarin saya sempatkan kesana karena dua alasan. 
alasan pertama adalah " sumpeg " gara gara pln seenaknya byarpet sejak pagi hari.
 alasan kedua adalah Mumpung Belum Hujan, diputuskan kali ini ke Sumber Brantas. 

mirip seperti kalau ke Cangar, Batu, tetapi setiba di kecamatan Bumiaji, kita belok kekiri
 ( kalau lurus ke Cangar ) . 
jalan kearah Sumber Brantas atau mata air pertama dan utama sungai Brantas ini cukup sempit meski terawat, jadi disarankan untuk tidak dikebut meski sepi. 




 dari gerbang masuk, hanya sekitar 3 menit kita sudah akan sampai di gedung atau rumah dinas Jasa Tirta sebagai pengelola Brantas. udara sangat sejuk, dan sesaat setelah parkir, saya dipesonakan oleh sebuah pemandangan cantik yang luar biasa, Gunung Welirang yang tampak aktif berkepul dan pagi itu puncaknya terlihat sangat jelas !

 wow .. paduan panorama perbukitan yang serba hijau dengan siluet Gunung Welirang yang tampak kebiruan dengan asap dipuncaknya, membuat saya sesaat lupa tujuan awal ke Sumber Brantas hehe .. puas jeprat jepret mumpung puncaknya belum tertutup kabut,
 saya masuk ke halaman Rumah Dinas Jasa Tirta. 

bertemu dengan pak Re, salah 1 petugas disitu ( semuanya ada 6/ enam orang ), saya diijinkan melihat mata air atau sumber Brantas diantar oleh petugas yang lainnya. 
dan lagi lagi " wow ... " saat saya melintasi jalan kearah mata air yang kanan kirinya penuh dengan tanaman bunga yang sedang bermekaran indah, 
serasa berjalan disebuah taman istana ! 

 tidak ada kebisingan disana selain suara kicauan burung dan gemericik air plus hutan cemara bercampur dengan pepohonan dari berbagai jenis tanaman seperti Kayu Manis, Kina, Apokat dll. saya sangat menikmatinya dan paru paru rasanya begitu lapang dan lega. 





setelah berjalan kaki sekitar 10 menit, sampailah disebuah anak tangga besi yang menurun kearah sebuah mata air jernih yang berdiameter sekitar hanya 1/ satu meter .......
 inilah mata air atau sumber utama dari Sungai Brantas kita!

 air yang keluar dari sela sela batu disekelilingnya itu sama sekali tidak deras, bahkan
 nyaris tidak terlihat alirannya. 
tetapi siapa yang mengira bahwa dari ketenangannya ini lahirlah sebuah sungai sepanjang 525 km yang merupakan sungai terpanjang kedua dipulau Jawa setelah sungai Bengawan Solo ! 

Brantas melewati beberapa kota di Jawa Timur yakni Malang, Blitar, Kediri, Tulung Agung, Mojokerto. di Mojokerto sungai ini terpecah dua yakni Kali Mas dan Kali Porong. 
sesungguhnya Brantas ini berasal dari Gunung Arjuno. 
dalam perjalanannya menyusuri berbagai kota, sungai ini terbendung di beberapa bendungan terkenal yakni : Bendungan Sengguruh, Sutami, Lahor, Wlingi, Bening, dan Serut yang kesemuanya ada dalam pengelolaan Jasa Tirta

sejak adanya kasus Lumpur Lapindo, sungai Brantas bahkan difungsikan untuk menggelontorkan lumpur ke Selat Madura dan sebagian lagi ke Kali Porong. 
konon, saat debit Brantas masih tinggi, sungai ini menjadi salah satu jalur transpotasi pelayaran yang penting. namun seiring berkurangnya debit air, maka saat ini fungsinya lebih banyak sebagai bahan baku air minum dan irigasi.

dalam legenda Brantas, tersebutlah nama raja Airlangga dari Kahuripan yang mempercayakan kepada Empu Bharada untuk membelah kerajaannya menjadi dua bagian guna diberikan kepada kedua putra ( selir ) nya yang sama sama dicintainya, agar adil. 





 sang empu dengan kesaktiannya lalu terbang dan dari udara ia menebarkan air kendinya. 
secara ajaib air kendi ini mengucur dan jatuh ditanah menjadi sungai yang kita kenal dengan Brantas ini. sungai ini membelah tengah Kahuripan menjadi dua bagian yang sama yaitu Jenggala dan Panjalu/ Kadiri/Kediri.




 raja Airlangga yang terkenal bijak ini sudah tentu juga pernah merendamkan kakinya di Brantas atau mungkin di mata air ini? saya tiba tiba saja menjadi sentimentil, dan berharap harap ada jembatan mesin waktu ke masa Airlangga .. Brantas adalah jembatan itu, dimana airnya mengalirkan jutaan kisah dan riwayat anak manusia yang dialirinya, 
termasuk tentunya Airlangga .. 
namun sekaligus dimata air ini, saya kehilangan jejaknya, jejak Airlangga ( th )




( photos all taken by : th, january 2014 )

01. papan pemberitahuan
02. kecantikan tersembunyi
03. mata air lainnya didekat sumber brantas
04. welirang, welirang
05. warisan buat anak cucu
06. Sumber Brantas awal dari 525 km
07. rumah dinas Jasa Tirta
08. papan nama sumber
09. pemandangan arah Cangar
10. kabut diatas puncak
11. Tuhan sedemikian dekat
12. pulang dari memanen
13. tidak bersua Airlangga, namun bertemu menu ini dikaki sumber brantas
14. tenteram
15. welirang, welirang 

.. " ikut prihatin " ...

hari ini, selasa 28 januari 2013, dua mahasiswa Surabaya yang hilang di gunung Welirang sejak sekitar 9/ sembilan hari diketemukan tewas dan telah dimakamkan di daerah 
masing masing. 

saat saya dikaki Welirang sekian hari yl untuk membuat tulisan diatas, cuaca memang sangat tidak menentu dengan perubahan yang sering mendadak. 
semoga peristiwa diatas menjadi sebuah pelajaran bagi kita semua bahwa
 janganlah pernah 
" memandang remeh " alam bebas seberapapun kecil /rendah / tidak berbahayanya sebuah bukit/ gunung/ lautan/ dll sebab alam memiliki bahasanya sendiri dan 
berbicara dengan caranya sendiri, demikian.
 
 dan semoga arwah keduanya mendapatkan tempat yang terbaik disisiNYA, serta bagi keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan , ketabahan serta keikhlasan, amin.
( th )
 



   

Rabu, 22 Januari 2014




 
 .. " My Son , My Edelweiss " ..

hari ini, 22 januari 2014, usiamu bertambah satu tahun, mari kita syukuri bersama, alhamdulillah, bahwa aku juga masih diberikan masa untuk menyaksikannya .. 
masih segar dalam ingatan, betapa aku pernah mengharap keajaiban kedua ketika keajaiban pertama terjadi yakni kakakmu " memilih " tanggal lahir yang persis sama denganku, 02.02.

maka saat engkau semakin membuncit dalam perutku dan  saat itu sudah bulan Desember, dokter yang mengawasimu berkata :
" waaa .. bisa bisa anak ke dua akan sama lahirnya, kita lihat nanti ya ... " ... wow, aku berdebar, akankah kamu juga 02.02? ... 

 hari hari lewat dan tiba pada tanggal 21 januari,
 dokter ternyata berkata lain : 
 " waa ... ini baby kok sepertinya sudah mau melihat dunia ya dalam waktu dekat ?"
 ... aku penasaran " dok, bagaimana dengan awal pebruari?" ...

 dokter itu tersenyum :
 " memang semula seperti itu, tapi kalau babynya tidak mau ditahan lagi ya harus segera dikeluarkan, mungkin besok atau lusa ... " .... 
 aku cuma bisa mengelus perut buncitku dan berkata dalam hati " apapun, aku pasrah .. " ... 

maka pada 22.01 siang hari aku sudah didorong ke ruang operasi, sebagaimana dulu kakakmu, kali ini juga harus lewat caesar, kalian lebih besar dari ukuran tubuhku hehe ... 
dan .. wow, saat aku sadar dari pengaruh bius, aku melihatmu untuk yang I kali di atas dadaku,
 so small, so cute, my edelweiss ..

mengapa edelweiss? 
bukan saja karena engkau terkecil atau bungsu dari dua bersaudara, yang saat baru lahir terlihat begitu mungil dan putih, tetapi  edelweiss juga melambangkan sesuatu.
 bunga yang satu ini baru dapat ditemui pada ketinggian tertentu setelah kita melewati perjalanan yang tidak mudah karena medan yang cukup sulit dan melelahkan.

saat kita melihat kuntum edelweiss yang pertama kita jumpai, rasanya berbalas segala kelelahan melihat  senyumannya yang se olah menyapa kita diketinggian dan kesenyapan serta dinginnya alam sekitar, ia indah dan ia ada diketinggian dan kesenyapan ...

meski engkau bukan seorang gadis tetapi engkau adalah bayi laki laki yang tumbuh sebagai seorang pria muda yang mandiri, bagiku engkau tetap edelweiss, karena engkau tumbuh dengan kecantikan batin secantik edelweiss .. 
tahap kehidupanmu sebagai balita, anak anak, remaja, pemuda dan ( mungkin serta semoga ) kelak adalah menjadi seorang ayah, telah kamu lalui dengan tanpa cela .. 

dan saat engkau menikah serta melakukan tradisi sungkem dipangkuanku, aku tercekat,seolah baru kemarin aku menunggui mu dan kakakmu yang hanya berbeda usia 11 bulan, kalian berdua, bermain di halaman belakang dengan teriakan teriakan kalian yang ramai ..
betapa waktu tak terhentikan ..

anakku, 
telah saatnya engkau harus berjalan tanpaku, dan telah masanya engkau mengepak sayap lebar lebar dan mengangkasa meninggalkanku, sarang itu telah kalian tinggalkan dan tidak akan pernah lagi terdiami, namun aku bangga, karena kalian telah mampu mengumpulkan ranting dan daun untuk membangun sarang sendiri nun jauh diseberang !
lihat, aku tidak berkalang tangis, namun ini adalah tangis yang lain, aku bahagia !

bila engkau sedang  mengangkasa dan melihat kuncup kuncup edelweiss disela sela gunung, menukik dan petikkan satu buatku sebagai penandaku bahwa engkau masih ingat 
" siapa dirimu " dan tetaplah seperti itu !

 engkau lahir saat udara diluar minus 14 derajat, sebuah kombinasi yang pas antara edelweiss dan dinginnya cuaca, 
semoga engkau tetap menjadi sebuah pribadi yang tangguh dalam segala tekanan " cuaca " dan tetaplah " bersih seputih edelweiss " dalam segala aspek kehidupan !

my son, my edelweiss, happy birthday ... !
mama.
( gambar dari google )

Selasa, 21 Januari 2014




 .. " Menunggu Durian Runtuh " ..

judul diatas bukan kiasan. saya betul betul menunggu durian runtuh disebuah kedai didaerah Batu, Malang. ini salah satu kedai favorit saya dan tulisan ini adalah kali yang kedua  
di blog yang sama. yang menarik bukan saja masakannya terutama pangsitnya, 
tetapi adalah view dan kebun buahnya yang terletak persis disebelah atau didepan kedai. 




 ini daftar pohon pohon buahnya yang bahkan sering hampir bersamaan panennya : 
durian, mangga, jambu air, jambu batu, delima, markisah dan entah apa lagi. 
maka tidak usah heran bila banyak pengunjung kedai yang berhalaman luas ini sebenarnya datang khusus untuk membeli buahnya ketimbang maminnya .  saya sendiri juga telah buktikan bahwa buah buah disini kwalitasnya memang yahud! 




dari arah Malang ke Batu, kedai ini ada disebelah kanan jalan yang ditandai dengan halaman yang luas dengan pohon pohon buah yang rindang serta musholla di halaman yang sama plus halaman parkir yang lapang. nama kedai?

 rasanya memang tidak pernah saya temukan tetapi didepan kedai ada banner ditepi jalan raya Malang Batu itu yang bertuliskan " Sop Kikil " . saya sering " ngijon " alias memesan buah sebelum masak/ dipanen, sebab peminatnya cukup banyak terutama 
durian dan jambu airnya yang berdaging tebal meskipun mereka buah/ bibit lokal. 

naaa, bagi penyuka buah buahan, bolehlah dicoba sambil makan siang pangsit atau ayam lalapan atau bakar bakaran ikannya yang juga yummyyy ... selamat menunggu durian runtuh !
 ( tidak usah khawatir kejatuhan durian dikepala, sebab setiap bijinya diikat dengan tali dipohon, sehingga tidak membahayakan .. ) ( th )

( all photos taken by : th, january 2014 )
01. calon durian runtuh ..
02. view disisi kedai
03. lesehan
04. musholla
05. durian, durian
06. durian runtuh ...  




 





.. " Mega Mendung Diatas Cirebon " ..

Cirebon, sungguh  saya harus meminta maaf kepadamu sebab  ketidak tahuan saya selama ini tentangmu telah mendangkalkan pendapatku tentang kotamu, yakni " sekedar " sebagai kota Udang dan adanya  makam makam para alim ulama terkemuka, itu saja.




Namun saat saya lebih melonggarkan waktu mengenalmu lebih dalam, ternyata engkau menyimpan begitu banyak kecantikan yang selama ini mungkin belum banyak ter ekspos. 
4/ empat hari menyusuri jalan jalan di kota dan pinggiran kotamu, saya surprise, engkau lebih dari yang saya duga.




Mungkin keberuntungan juga sedang berpihak pada saya. Saya sempat bertemu orang orang  luar biasa yang memberi kemudahan dan akses buat saya untuk memasuki area area yang bahkan konon " sulit tertembus " awam seperti saya. 
Dan inilah mereka mereka yang luar biasa itu dalam catatan Cirebon saya :




01. Ratu Ayu Setiawati, kerabat dekat dan keturunan ke 18 yang sekaligus merupakan cucu Sunan Gunung Jati dan Pangeran Purbaya , yang menemani saya disepanjang taman Istana Kanoman Cirebon bersama kedua malaikat kecilnya yang cantik. 

Terima kasih tak terhingga, 
karena kisah kisah legendarisnya yang bahkan mungkin tidak pernah ada di buku buku sejarah, telah membuka mata saya lebih lebar tentang kehidupan " dibalik tembok " istana. 

Lalu sumur Bandung dan bangunan I yang tertua di Cirebon, juga tembok tempat pengintaian kapal kapal Portugis plus gedung berarsitektur Portugis yang nyaris roboh dsb dsb kesemuanya berlangsung didepan mata dan tersimpan dalam jepretan saya.
 Terima kasih Ratu Ayu, semoga dalam persinggahan Anda berikutnya ke Cirebon, kita masih dapat bertemu kembali bersama dua malaikat cantik itu !



 02. Bapak Harjo di Prabayekso, dari istana yang sama, Kanoman,  banyak mengurai sejarah Kanoman serta kehidupan  spiritual istana sekaligus memberi ijin penjepretan diruang yang sama. Saat itu kebetulan masyarakat sekitar istana Kanoman baru saja merayakan
 Maulid Nabi Muhammad SAW, 
sehingga suasana sekitar istana masih sangat padat oleh tenda tenda para penjual barang dan mamin. Namun kesibukan pak Harjo tidak menghalanginya untuk
 membagi waktunya dengan saya, matur nuwun.




03. Di istana lainnya, yakni Kasepuhan ( sekedar informasi bahwa Cirebon memiliki 2/dua istana, Kasepuhan dan Kanoman ), saya harus berterima kasih pada dua siswi magang SMK yang menemani saya berkeliling istana plus menjelaskan segala sesuatunya. 

Juga kepada bapak Nanang yang secara " mencengangkan " membeberkan sejarah raja raja Cirebon secara rinci dan detil mirip e-book bahkan hingga riwayat lengkap Ken Arok ! 

Kasepuhan adalah istana tertua dan keduanya terletak didalam kota Cirebon meski dibangun diabad yang berbeda. Pada beberapa bagian, hampir mirip Kraton Yogya meski ukirannya lebih sederhana. Kasepuhan memiliki ruang ruang :
Penyimpanan Senjata ( Museum ), Penyimpanan Kereta, Ruang Pertemuan/ Perjamuan, Ruang Pelestarian Budaya/ Tari Menari, Musholla, dan ada beberapa mata air/ sumur yang masing masing diberi nama sesuai fungsinya. 

Yang melegakan adalah bahwa siang itu saya melihat sekelompok remaja yang sedang asyik melatih dirinya menari Topeng sebagai salah satu ciri khas Cirebon.
 Andai saja sebagian besar para remaja tanah air memiliki kepedulian seperti itu pada perbagai warisan seni budaya bangsa yang luhur ini, dapat dipastikan Indonesia akan menjadi salah 1 ikon pusat budaya dunia dengan kekayaan budaya kita yang beragam 
dari ujung ke ujung khatulistiwa.

04. Bapak Abdul Latief di kompleks makam Sunan Gunung Jati, yang telah mengijinkan saya untuk naik dan melihat dari dekat makam Sunan Gunung Jati yang dikenal sangat sulit mendapatkan ijin masuk kesana. 

Segenap pengunjung hanya diijinkan dari luar makam yang siang itu tampak dipenuhi rombongan rombongan pesiarah. Saya yang selama ini kurang tertarik untuk berkunjung ke makam makam seperti ini, siang itu secara tidak sengaja melewati papan penunjuk arah 
" Makam Sunan Gunung Jati " , 
kendaraan saya belokkan kesana dan maksud hati mau menjepret area luarnya yang penuh sesak bus bus pembawa peziarah. 

Tiba tiba saja saya sudah dikerubuti sekian banyak anak anak kecil yang menadahkan tangan meminta uang, saya bingung sebab saya tak bermaksud masuk area makam.
 Seorang penduduk lokal melihat kebingungan saya dan siap mengantar saya masuk bila memang perlu disertai penjelasan bahwa disitu memang sangat banyak peminta minta 
dan sebaiknya saya bersiap uang receh. 

Lha ini yang saya tak siap, maka saya beralasan membeli air mineral supaya mendapat receh. Aduhhh, saya makin bingung karena ternyata disepanjang jalan masuk itu ada puluhan peminta minta yang semuanya berharap recehan. 

Apa boleh buat, sudah kepalang masuk dan akhirnya tiba disebuah tangga naik yang menanjak. Diantar penduduk lokal tadi, saya bertemu dengan Cak Otong atau bapak Abdul Latief yang menanyakan maksud saya datang kesana, dialognya lucu kurang lebih seperti ini :

" dari mana?"
" Malang .. "
" tujuannya apakah akan ziarah ke makam Sunan Gunung Jati?"
" endak, e.. iya, kalau diijinkan "
" sendirian?"
" ya .. "
" mau motret makam?"
" iya .. "
" itu dilarang"
" ooo ... ya ndakpapa, kalau tidak boleh masuk juga ndakpapa koq pak, sebab saya tadi melihat rombongan2 peziarah lain juga hanya boleh sampai teras luar "
" betul. coba sebentar ... "

(  beliau lalu menilpun seseorang dan saat sudah tersambung hp nya diberikan pada saya yang ngga ngerti maksudnya hehe, katanya supaya saya minta ijin pada si penerima telepon, ooo .. )
 

" maaf pak, saya dari Malang, kalau diijinkan saya ingin melihat makam Sunan "
" berapa orang?"
" satu, sendirian "
" sudah ijin Cak Otong?" ( lho, ini siapa ijin siapa to hehe ... )
" sudah pak, dan sekarang tinggal minta ijin bapak"
" baiklah, silahkan naik "

Maka sayapun naik ke  pintu makam Sunan Gunung Jati dan  disana sudah menunggu seorang bapak yang lain yang usianya sekitar 70 an tahun. Wawancara pendek terjadi dan saya diwanti wanti untuk tidak memotret didalam makam Sunan. 

Saya masuk sendiri disebuah ruangan seluas sekitar 10 x 5 meter yang dipenuhi makam makam bertutup batu bata sederhana. 
Ada makam Sunan Gunung Jati, lalu ada makam ibunda dan ayahandanya dan
juga kerabat terdekat mereka.
Tidak ada hiasan apa apa dan batu batu bata sederhana ini hanya disusun begitu saja, tetapi dari ukurannya terlihat kuno ( sangat lebar dan panjang ) 

Suasana dalam ruangan sangat tenang dan sejuk. Saya tidak berlama lama karena saya memang tidak memiliki niatan apa apa kecuali memotret yang ternyata dilarang. Bagaimanapun saya bersyukur siang itu sudah diberikan kesempatan masuk, terima kasih bapak bapak.

05. Bapak Achmad di komplek Gedung Negara Cirebon, yang telah mengantar berkeliling plus memberikan penjelasan seputar latar belakang gedung berarsitektur Eropa ini yang hingga kini masih dipakai sebagai tempat transit tamu tamu negara yang penting.

 Dihalaman luarnya yang luas, ada beberapa puluh ekor kijang bintik bintik serupa dengan yang ada di Istana Bogor. Saksi bisu dari mesin waktu ini sayangnya dibeberapa bagian terlihat kurang terurus dan mungkin perlu perhatian pemkot agar aset bernilai sejarah ini lebih terjaga. 

Yang masih terawat sesuai aslinya antara lain lampu gantung dan beberapa meja kursi, sisanya konon " raib " entah kemana. Disalah satu ruangan saya masih bisa menjepret tegel asli, selebihnya sudah diganti porselen modern. 

Gedung Negara yang dulu merupakan kantor Karesidenan Cirebon yang cantik ini sungguh adalah sebuah permata sejarah yang perlu dirawat secara seksama. 
Saya sangat bersyukur bahwa Cirebon termasuk salah satu kota ditanah air yang masih peduli pada bangunan bangunan bersejarah yang sudah berusia berabad abad dan tidak berupaya merobohkannya untuk diganti dengan ruko ruko yang " mengerikan " . 
Yang saya lihat antara lain gedung Balai Kota, Bank Indonesia, Stasiun KA Pusat, dll.

06. Bapak Darsono, di Goa Sunyaragi, Cirebon. 
Goa ditengah kota adalah sesuatu yang "aneh" namun saya yakin dulunya goa ini tidak ditengah kota dan perkembangan pembangunan kota Cirebon lah yang agaknya " merubah " letaknya menjadi ditengah kota: Sunyaragi. 

Sunya itu artinya sunyi, senyap, dan ragi itu raga atau tubuh, maka kompletnya adalah Tempat Dimana Jasmani Menemu Kesenyapan alias tempat bersamadi atau merenung atau menyatukan diri kepada Sang Maha Pencipta, kira kira begitu.

Perjalanan saya suatu siang ke goa ini awalnya  hanya membayangkan sebuah goa layaknya goa goa yang perPnah saya lihat, dan " paling paling " berbeda ukuran saja. 
Ternyata saya harus sesali dugaan ini, karena setelah mengitari lekuk likunya hingga kedalamannya yang berair air serta gelap meliuk liuk, saya heran mengapa tempat seunik ini tidak mendapat perhatian yang cukup dari UNESCO? 

Sebuah warisan arsitektur nenek moyang yang mengawinkan alam dengan sentuhan teknologi manusia dijamannya, menghasilkan sebuah karya manusia yang luar biasa, lepas dari fungsinya dimasa lalu sebagai tempat beraktivitas secara spirituil. 

Ada satu hal menonjol yang saya juga ikut terheran heran yaitu dominasi bangunan yang terdiri dari batu batu karang tajam seperti yang banyak ditemukan di pantai pantai selatan pulau Jawa. Pak Darsono yang bisa dikatakan sebagai sesepuh atau kuncen di goa ini mengatakan :

 " Seperti yang kita lihat disini ini yang dominan selain batu bata adalah juga batu batu karang tajam seperti yang banyak terdapat di pantai pantai selatan Jawa. Padahal diutara Jawa ini pantai nya tidak berkarang seperti ini. Saya tidak punya penjelasannya. Ini sampai sekarang masih misteri, karena tidak ada catatan apapun tentang bagaimana
 karang karang ini bisa sampai disini?" . 

Ada berbelas goa goa disini, masing masing diberi nama sesuai fungsinya. 
Ada goa untuk penyimpan makanan, ada goa untuk menyantap makanan, ada ruang prasmanan, ada goa untuk bersamadi, ada goa untuk raja memberikan arahan/ pidatonya, ada goa untuk menyaksikan pemandangan Cirebon dari ketinggian tertentu dst dst. 

Saya sangat berterima kasih kepada bapak Darsono yang meluangkan banyak waktunya untuk berkeliling dengan saya dan masih bersedia naik turun goa yang jalannya 
sempit , gelap dan licin serta beranak tangga tinggi tinggi. 
Paduan batu bata kuno dengan batu batu karang pantai yang runcing runcing menghasilkan sebuah karya masterpiece yang seharusnya mendapat perhatian badan dunia.
 Cirebon boleh bangga dengan Sunyaragi!

07. Pelabuhan Kota Cirebon ( tidak bisa saya tanyakan nama ybs karena saya berada dibawah kapal kayunya yang tinggi dan besar sedang ybs ada diatas geladak kapalnya yang saat itu sedang berlabuh dan diperbaiki, tetapi terima kasih tak terhingga atas perkenannya 
memotret kapalnya, sebuah kapal buatan Banjarmasin yang begitu besar dan perkasa dan 100% terbuat dari kayu asli Kalimantan ) . 

Pelabuhan ini juga ada ditengah kota, dan siang itu saya menyaksikan bongkar muat barang barang antar pulau. Sebagaimana Surabaya atau Jakarta, Cirebon memang juga  menjadi salah satu kota tujuan dalam dunia pelayaran, baik untuk bisnis maupun petualangan laut. 

Gedung gedung peninggalan Belanda bahkan Portugis banyak terdapat disepanjang jalan masuknya, mirip sebuah penghentian mesin waktu.

08. Kampung Batik Cirebon, Plered. Beberapa orang yang saya temui disini juga sangat membantu dengan informasi mereka seputar sejarah batik di Cirebon.

Kampung ini terletak sekitar 4km dari pusat kota Cirebon, namanya Plered. 
Disepanjang kampung, kita akan temui aktivitas membatik mereka yang konon semuanya masih 
" mambu dulur " ( seketurunan ) meskipun saya lihat disitu masih ada kesenjangan sosial. 

Sebagian rumah rumah pembatik atau penjual batik itu masih sangat sederhana, tetapi sebagian lain sudah sangat modern dan mewah, sehingga ada kesan Ketidak Setaraan. 
Tetapi semuanya mengusung pesan yang sama, Batik Cirebon, dan ini sangat membanggakan ! 

Kalau Cirebon disebut sebagai kota Mega Mendung juga sangat tepat sebab motif batik bernuansa awan awan yang mendung menjadi ciri khas batik Cirebon yang disebut dengan Mega Mendung. Motif ini adalah " sebagai akibat " persinggungan Cirebon dimasa lampau dengan budaya pendatang yaitu China yang 
dalam perkembangannya kemudian saling berbaur dan menyatu. 

Banyak yang saya temui di kampung Batik ini, semuanya ramah dan murah senyum, sebuah rasa nyaman bagi pendatang seperti saya berada ditengah tengah kampung batik
 yang semula masih asing bagi saya.

09. Bapak penjual Empal Gentong di dekat istana Kanoman. Ada beberapa kuliner khas Cirebon, antara lain Empal Gentong dan Nasi Jamblang dan nasi Lengko.
Semula saya membayangkan " empal " seperti yang saya kenal selama ini, yakni irisan daging yang diberi bumbu tertentu dan digoreng.
 Ternyata meleset jauh, sebab yang dimaksud empal gentong itu adalah semacam kuah gulai berwarna kekuningan yang ada irisan bermacam bagian dari seekor sapi. 

Ada usus, babat, cingur atau kikil, ada hati, ada daging nya dll, yang disantapnya dengan nasi atau lebih afdol dengan lontong. Dan disebuah warung pkl didepan istana Kanoman, 
saya mencicipi Empal Gentong ini plus
 mendapat bonus kisah kisah seputar Empal Gentong dan istana, matur nuwun pak ! Soal rasa, adalah selera, dan yang jelas ini beda dengan rasa gulai, meski tampilan mirip. 

10. Staf HK Bentani Hotel Cirebon, yang selama beberapa hari banyak membantu 
" tetek bengek " yang saya perlukan bahkan pada jam jam
 " diluar normal ", terima kasih.

Cirebon yang merupakan pembauran sekaligus batas antara budaya Jawa dan Sunda, telah merebut hati saya setelah saya mengenalnya lebih jauh dan 
tidak sekedar berhenti di toko camilan atau oleh olehnya.

Sering kita bermimpi mengunjungi negara negara nun jauh diseberang, namun ternyata dinegeri sendiri kita merasa masih asing dan belum cukup mengenalnya. 
Mengapa tidak berkeliling dulu di tanah air sendiri? ( th )

( all photos taken by : th, cirebon january 2014 )

01. rebana asli dari jaman Sunan Kali Jaga
02. gedung negara / karesidenan
03. nasi lengko dan sate kambing
04. kapal modern di pelabuhan cirebon
05. kapal tradisionil dipelabuhan yang sama
06. Bank Indonesia yang cantik
07. empal gentong Cirebon
08. taman Sunyaragi
09. salah satu ruang istana Kanoman
10. juru kunci Sunyaragi
11. J.Co
12. tangga menuju makam Sunan Gunung Jati
13. salah satu tempat hangout di mall Cirebon
14. mempersiapkan empal gentong
15. piring piring antik didinding komplek makam Sunan Gunung Jati
16. batik khas Cirebon, Mega Mendung 
17. bentani