Minggu, 31 Januari 2016







.. " Ayam Taliwang , Membuat Melayang " ..
( 07 of 15 )

makan malam hari I di Mataram rombongan kecil saya diundang secara khusus oleh " sponsor " saya ke 
sebuah warung tersohor karena Ayam Taliwang nya yang konon " tiada dua " .
 ternyata bukan cuma rumor bahwa memang warung ini menjadi " jujugan " para tamu lokal maupun
 pendatang luar Mataram bahkan luar negeri .
 hampir2 sulit menemu kursi kalau tidak memesan terlebih dahulu .
 kami ber 4 akhirnya bisa duduk setelah dibantu pramusaji .
 menjadi salah satu ikon Lombok , masakan Ayam Taliwang memang patut diperhitungkan dalam 
deretan masakan nasional terkemuka . 
apalagi pelengkapnya yakni Urap Urap dan Plecing Kangkung dengan bumbunya yang mak josss ,
 benar benar sebuah kombinasi antara rasa Ayamnya yang yummyyy dan 
urap urap plecing kangkungnya  yang membuat perpaduan keduanya  benar benar " pecahhhh " ... ! 
ya sudah , perjalanan seharian mengelilingi Mataram dan sekitarnya dan di pertemukan malamnya dengan Ayam Taliwang yang bikin melayang , rasanya sangat " komplit " ! 
disebagian kota Mataram pada malam hari memang mirip Bali ,
 sebab ketika pariwisata menggeliat ,
 maka atmosfer " Kota Yang Tak Pernah Tidur " memang terasa terutama 
diarea area tertentu yang padat turis wisman . 
apakah rombongan saya juga ikut ikutan Tidak Tidur ? 
jawaban mungkin ada di tulisan berikutnya ..
 ( th )


( photos by : th , Ayam Taliwang , Mataram , August 2015 )

01 . Urap Urap dan Plecing Kangkung
02 . Ayam Primadona 
03 . Penutup Mulut e .. Makan 



















.. " Cantik Yang Ditinggalkan " ..
( 06 of 15 ) 

biasanya , sesuatu atau seseorang yang cantik itu sulit dilupakan apalagi ditinggalkan .
 tetapi yang terjadi di eks - pelabuhan terbesar di Mataram itu ternyata sebaliknya .
 ia pernah dikagumi karena kecantikannya ,
 tetapi yang tersisa sekarang sangat mengibakan , ia ditinggalkan begitu saja . 
naa , saya berada di eks pelabuhan terbesar ini dan masih sangat merasakan jejak jejak masa lampaunya yang
 pasti sangat berjaya . pelabuhan ini yang entah karena alasan apa ,
 telah dipindahkan ke wilayah lain sehingga seluruh denyut nadi kehidupan dan perekonomian disana ikut layu .

 bekas bekas toko , restoran , wahana wahana mainan , tempat bersantai serta jalan panjang yang
 rapih disepanjang pantainya seolah menyuarakan Lagu Sepi .
 sulit membayangkan betapa beratnya keputusan memindahkan segenap aktivitas pelabuhan disana ketempat
 lain karena menyangkut sekian banyak kepentingan perut . 

 saya menelusuri keindahan lautnya , kenyamanan jalanan disepanjang pantai dan
 eks pertokoannya yang melompong ! 
ada sebuah bangunan kayu yang bagus dan luas / panjang yang tertulis " DIJUAL " ,
sedih , mungkin itu dulu direncanakan untuk tempat istirahat atau restoran yang kemudian batal .
 pembangunan sesuatu kawasan memang terkadang butuh pengorbanan disaat ada pengembangan
 yang mengharuskan sesuatu wilayah tergeser atau bahkan terlupakan . 
demikian kehidupan , yang tak selalu sesuai dengan harapan .
tetapi meski eks pelabuhan ini " terbuang " , saya menempatkannya sangat spesial dalam ingatan .
( th )


( photos by : th  , ex - Pelabuhan Mataram  , Lombok , August 2015 ) 

01 . area bekas pertokoan , restoran dll yang cantik dan rapih
02 . sejauh mata memandang , cantik ..
03 . jalan setapak dalam KANVAS
04 . duduk disepanjang bangku kosong nya memandangi laut lepas
05 . bersih namun terbengkalai ..

















.. " Katak Katak Cantik " ..
( 05 of 15 )

 saya memang tidak melihat katak hidup yang cantik , tapi katak dalam bentuk gerabah .
 perjalanan kali ini kesebuah pusat balai pelatihan untuk handy - craft seperti tenun ikat , batik ,maupun gerabah dan meubel serta patung2 kayu yang semuanya khas Lombok .
 disitu kita dapat melihat langsung bagaimana karya karya hand-made itu dibuat dan bahkan kita juga
 boleh mencobanya sendiri . tenun tenun ikat Lombok ini memang luar biasa magnetnya buat saya .
 selain warna2nya yang khas juga untuk bahan pakaian, bed cover , dll cukup nyaman karena asli katun .
 Lombok juga menghasilkan batik dengan desain yang khas . 
 disamping itu kerajinan terkenal lainnya disini adalah Gerabah . 
  
 berbagai bentuk gerabah unik dan sangat menarik dipajang , baik untuk dekorasi maupun peralatan rumah tangga
disebuah ruangan kita dapat menyaksikan proses pembuatan gerabah ini bahkan kita juga boleh mencobanya 
( silahkan kalau ada yang mau ber selfie atau groufie ala film GHOST yang populer dengan
 adegan mesranya disaat membuat sebuah vas bunga dari keramik hehehe ... ) .
 lalu disebuah ruangan lain yang luas kita dapat saksikan meubel meubel dan patung patung kayu khas 
Lombok yang tak kalah unik dan cantiknya ! 
maka bagi yang tidak sempat berkeliling Lombok untuk mencari souvenir tertentu dari 
berbagai kerajinan tangan khas cukup datang ke Balai ini dan mencari oleh olehnya .
 saya lihat pengunjung balai ini juga banyak wisman nya terutama Jepang sebagai
 wisman yg dikenal cinta budaya dan bukan cinta belanja .
masing2 wisman memang punya karakteristik sendiri2 dalam melakukan perjalanan overseasnya.
 btw kalau orang kita kira kira terkenalnya apa ya kalau sedang melancong diluar negeri  ?
 yang jelas kita juga dikenal sebagai turis yang pinter tawar menawar harga hehehe ..
 ( th )


( photos by : th , Balai Kerajinan Mataram , Lombok Island , August 2015 )

01 . katak katak cantik
02 . tenun ikat yang sangat memikat
03 .  " menunggui ibunda bekerja " ..
04 .meubel khas Lombok
05 . yang tak tergeser jaman ..
06 . salah satu sudut
07 . batik khas Lombok

Sabtu, 30 Januari 2016






.. " Menerjang Ombak Pulau Batu Payung " ..
( 04 of 15 ) 

ditemani dua bocah anak nelayan dan bapak mereka di kemudi kapal ,
 saya ( dua anggota rombongan kecil saya yang lain ternyata tidak mau ikut menyeberang dengan alasan " takut ombak " dan " khawatir mabuk laut " )  menyeberang ke Pulau Batu Payung dalam cuaca cerah dan ombak tinggi .
 arah laut lepas sebenarnya membuat sedikit deg deg sebab sedikit saja salah arah atau terbawa angin ,
 bisa bisa kapal kecil kami nyampe di Australia hehehe ( itupun kalo nyampe ) 
 tetapi sebelum benar benar masuk batas laut lepas , kami sudah berbelok ke kiri menuju sebuah
pulau kecil yang disebut Pulau Batu Payung dan Batu Kura Kura .
 lha sebenarnya saya mencari cari mana bentuk payung dan kura kuranya ? 
tetapi mengapa saya harus repot repot mempermasalahkan ? 
" apa arti sebuah nama ? " ( Shakespeare ) , maka sayapun manthuk manthuk saja ketika mereka
 membawa saya ke dua gugusan batu yang dimaksud .
  ternyata dipulau terpencil yang cantik ini kami juga sudah ditunggu tiga orang penjual kelapa muda .
 lho ? " apa mas mas ini memang jualannya ditengah laut begini ? " saya bertanya penuh penasaran sebab
 tempat mereka berjualan kelapa muda itu dikelilingi laut . 
" iya , memang tak selalu rame , tapi kalo pas rame ya lumayan " . 
maka demi " keadilan dan pemerataan " sayapun membeli dari ke 3 nya masing masing sebuah kelapa muda dan kami rame2 meminumnya bersama sama sambil ngobral ngobrol . 
momen momen seperti ini akan sangat kuat tertancap dalam ingatan , bagaimana tulusnya sebuah obrolan dari
 hati ke hati yang akhirnya menjadi setengah ajang curhat .
" yaa maunya sih kerja yang lebih baik , tapi gimana ya keadaan belum mengijinkan " ,
 itu keluhan rata rata dari para generasi muda ini , saya tercekat mendengarnya .
andai saja saya ini bisa berbuat sesuatu untuk mereka mereka yang seperti ini , keluh batin saya . 
kami berfoto bersama dan beberapa jam yang saya habiskan di pulau cantik itu akhirnya harus diakhiri dan 
 saya kembali menyeberang ke pantai ditemani dua anak nelayan dan bapak mereka ..
 ombak masih sama tingginya , angin menerpa kencang , dari jauh pantai dengan pasir putihnya yang bersih seolah memanggil saya untuk segera melanjutkan perjalanan ..

 dipantai saya dikerubuti anak anak nelayan lainnya yang meminta foto bersama dan bertukar nomor HP 
" kapan kembali kesini bu ? " , saya terharu karena wajah wajah legam dan " gosong " mereka itu begitu tulus .
 yang menonjol adalah bahwa warna rambut mereka yang kemerahan pirang campur coklat itu adalah
 ASLI bukan hasil cat2an seperti kata mereka
 " ini karena kena matahari sama garam bu ... " , saya kagum dengan cara alam bekerja ....
 semoga dalam waktu dekat , ada tangan tangan penuh kepedulian pada generasi muda didaerah2 terpencil seperti
 ini agar jam jam produktif yang semestinya mereka habiskan dibangku bangku sekolah untuk 
memperbaiki nasib dan masa depannya benar benar akan dapat mereka nikmati dan
 tidak hanya bermain main dipantai tanpa ada pengarahan serta mensia siakan masa keemasan mereka dengan
 kegiatan kegiatan yang kurang atau tidak produktif ..
siapapun pembaca tulisan ini , 
Anda jauh lebih baik dan cerdas serta kreatif inovatif daripada seorang saya ,
 mungkin Anda memiliki sesuatu yang bisa disumbangkan secara moril bagi
masa depan yang lebih baik buat adik adik ini ?
 semoga !
 ( th )


( photos by : th , Pulau Batu Payung , Lombok Island , August 2015 )

01 . bapak nelayan pengemudi kapal
02 . anak anak nelayan , rambut asli lho !
03 . bentuk payungkah ?
04 . rima dan badri , anak anak nelayan yang ikut dikapal
05 . saya dan para penjual kelapa muda ( dijepret oleh salah satu penjual kelapa muda )
06 . pasir pantai yang bersih dari sampah
07 . lumut hijau di pantai yang cantik





















.. " Melantai di Tahi Kerbau Desa Sade " ..
( 03 of 15 ) 

mengepel lantai dengan kotoran kerbau sudah tentu hanya kita temukan di perkampungan Sasak yakni di SADE ,
 yang juga merupakan kebiasaan penduduk asli diluar Sade .
 Sade adalah sebuah kawasan khusus yang dipersiapkan untuk wisata budaya yang ada didekat Mataram .
 disana kita dapat melihat bagaimana penduduk asli dalam kehidupannya sehari hari ,
 baik generasi tua maupun yang muda . 
rumah rumah penduduk masih memakai tradisi asli yakni bangunan yang mengutamakan atap sirap serta
 memiliki lumbung lumbung yang berbentuk sangat khas . 
dan sebuah bale atau balai yang menjadi ciri khas sebuah desa dimana segala
 permusyawaratan warga dilakukan disana.

  selain bercocok tanam , para wanitanya umumnya adalah menenun sebagai penopang ekonomi keluarga.
 mereka juga  membuat dan menjual berbagai souvenir .
 dibeberapa sudut kampung saya melihat para wanita tua maupun muda, berkumpul dan becanda dengan 
anak anak mereka , sebuah perintang waktu yang khas dikampung ini . 
saya sadar bahwa kampung semacam ini memang " sengaja " dikedepankan sebagai atraksi turis ,
 tetapi saya yakin bahwa tradisi dan budaya asli yang ada di pulau ini ( semoga juga ) masih dijaga sangat kental .
 seperti kata guide dikampung Sade ini 
" Jadi kalau mau mengawini gadis yang diincar , memang harus bisa mencurinya ! 
nanti setelah beberapa hari baru dikembalikan pada orangtuanya ! "  . 

 pada sebuah rumah penduduk , saya diberi penjelasan bahwa letak kamar si gadis biasanya disebelah
 kamar ortunya jadi si " pencuri " harus cukup lihai untuk mencurinya .
 naa , jangan saya didesak bagaimana caranya , sebab saya sendiri bingung memikirkannya hehehe .. 
dan soal kotoran kerbau untuk mengepel lantai rumah2 dikampung ini  juga jangan bertanya lebih lanjut pada saya ,
 sebab kalau tidak tahu caranya janganlah menirunya daripada nanti malah rumah dikerubuti lalat ! 
inilah kekayaan budaya Indonesia yang unik dan khas ! 
beberapa jam dihabiskan di kampung SADE ini membuat saya betah sebab penduduknya
 sangat ramah dan terbuka. tenunan yang dihasilkan sangatlah beragam dan indah2 , sulit buat saya menahan diri untuk tidak membelinya meski hanya sepotong . 
siapa bilang Armani lebih indah dari tenun tenun ikat ini?
( th )


 ( photos by : th , Desa SADE suku Sasak , dekat Mataram , Lombok , August 2015 )
 01 . suasana di halaman dalam kampung Sasak
02 . tenun khas 
03 . lumbung padi
04 . gerbang masuk kampung wisata SADE
05 . mengobrol , para wanita kampung Sade
06 . gadis kecil yang lucu 









Jumat, 29 Januari 2016










 .. "An Escape , Lombok Island " ..
( 01 of 15 )

1990 untuk pertama kali saya menginjakkan kaki di pulau Lombok ,
 tetapi untuk urusan pekerjaan di Newmont. dan pada akhir Agustus 2015 yang lalu , 
untuk kedua kalinya saya kembali kesana meski tujuannya bertolak belakang , untuk " bertukar hawa "
 alias bersantai beberapa waktu . 
dengan bergaya backpacker , saya sebetulnya sudah siap lahir bathin untuk " ngemper " 
( baca huruf2 " e " nya seperti membaca Batuceper ) . tetapi Lombok sudah banyak berubah ,
 setidaknya daerah2 wisatanya sudah mulai tertata , sehingga tidak dapat dikatakan Lombok " murah " karena
 sentuhan dolar disana sini akibat makin derasnya investor asing masuk seperti halnya Bali .
 apa boleh buat , pariwisata memang memiliki sisi sisi yang tak terelakkan ,
termasuk komersialisasi disegala aspeknya . dan karena buat saya Lombok itu lebih pas dikisahkan lewat foto
 daripada kata kata , maka saya membaginya dalam 15 / lima belas sekuel pendek2 .
sebab kalau dirangkum jadi satu akan banyak menghilangkan kecantikan Lombok . 
bagaimana mungkin kita memuja kecantikan negara lain kalau 
keindahan negara sendiri dilewatkan ?
na , ikuti jalan jalan saya kali ini yaa meskipun mungkin ada yang sudah sering ke Lombok .
( photos by : th , Lombok Island , August 2015 )
 01 . Batu Kura Kura in CANVAS .
02 . Sunshine  , Sand and Sea of Senggigi
03 . Gili Trawangan , warm atmosphere
04 . welcome ..
05 . " kapal jodoh " some say so ..   



.. " Dari Awan Ia lebih Cantik " ..
( 02 of 15 )
berangkat dari Juanda dengan penerbangan terpagi menuju Mataram , 
rombongan kecil saya tiba di Mataram juga masih lumayan pagi .
perjalanan yang hanya memakan waktu beberapa puluh menit itu tidak saya sia siakan 
 jeprat jepret dari ketinggian sekian ribu meter sungguh sangat berharga . mungkin saat menciptakan gugusan pulau pulau disekitar Lombok ini TUHAN sambil tersenyum ?
 perjalanan terasa terlalu singkat sebab keindahan yang terlihat dari atas sangat menawan .
 mendarat dengan selamat di Mataram International Airport dalam udara cukup cerah . tak ada bagasi , kami semua cukup membawa tas punggung , namanya saja " backpacker " meskipun aspal ,
 sebab pihak " sponsor " saya tidak mengijinkan untuk " bekpeker-an " alias harus stay dihotel yang normal yang sudah disediakan hehehe .. driver sudah menjemput dan membawa kami ber 3 ke sebuah warung dekat bandara yang
 konon adalah " satu2nya " disitu , tak heran kalau agak bejubel .

 berhubung saat berangkat tadi masih subuh , jadi memang lumayan lapar dan dipesawat juga " hanya " dapat roti ,
 maka seperti layaknya perut Asia yang " makan itu identik nasi " maka kamipun langsung nyam nyam ..
 menu standar , nasi campur , ya sudah , tak perlu diperdebatkan , yang penting kenyang hehehe .. 
Mataram dengan cidomo nya ternyata memang sudah banyak berubah terutama pada fasilitas untuk pariwisatanya meskipun sebagian lainnya juga masih tidak berubah seperti 1990 yl .
 agenda kami rupanya sudah diatur oleh pihak " sponsor " dengan cukup padat ,
 sehingga tampaknya akan Tiada Hari Tanpa Kluyuran , begitu kira kira acaranya nanti .. 
( th ) 
  ( photos by : th , OTW to Mataram , August 2015 )

01 . cantiknya dari atas awan 
02 . breathtaking - view 
03 . sulit diurai kata kata
04 . menu " satandar " dekat bandara Mataram






 

Kamis, 28 Januari 2016










.. " Berlian2 Tersembunyi Di Lawang " ..

dibandingkan Malang , diam diam Lawang , yang hanya berjarak sekitar 20km dari pusat kota Malang arah Surabaya , ternyata masih menyimpan banyak " harta karun " yang luar biasa !
 di Malang telah dan sedang terjadi penggerusan besar besaran terhadap permata permata sejarahnya dan 
lebih memilih secara kemayu yang tidak ayu yaitu lipstick lipstick modern yang berupa Ruko Ruko 
bahkan diarea area elit yang dulunya tabu untuk dijamah dunia usaha .
 permata permata itu adalah bangunan bangunan kuno bersejarah yang masih kokoh dan tegak berdiri meskipun beberapa diantaranya ada yang mulai termakan jamur karena kurang terawat .
 penggempuran tanpa ampun di Malang ini seolah tak peduli pada kepentingan anak cucu untuk kelak dapat 
tahu sejarah perjalanan bangsanya karena sebagian dari bangunan bangunan tadi turut andil dalam
 mencetak sejarah bangsa Indonesia sebelum dan sesudah kemerdekaan .
lucunya , kelak anak cucu kita akan mengenal kawasan Ijen Boulevard sebagai kawasan industri dan ruko ruko ,
 dan siapa tahu bahkan Bank Indonesia yang masih anggun berdiri di Alun Alun Malang itu nantinya
 juga jadi mall atau ruko ?? 
maka dengan sengaja , saya mencari beberapa daerah disekitar Malang Raya yang kira kira masih menyimpan  permata permata sejarah , dan perjalanan awal saya mulai di Lawang dengan pertimbangan bahwa
 dimasa lampau Lawang juga menjadi area peristirahatan bangsa Belanda mengingat hawanya
 yang sejuk seperti halnya Malang dan Batu .

  ternyata bukan hanya permata , bahkan berlian berlian masih bisa saya jumpai di Lawang . 
saya sangat bersyukur bahwa Lawang " belum " melakukan penggerusan sejarah se brutal Malang , dan bahkan penghuni penghuni dari berlian berlian sejarah ini masih merawatnya dengan penuh cinta ! 
secara khusus saya ingin berterima kasih kepada enam penghuni dari 11 bangunan bersejarah yang saya datangi ,
 yang telah sedemikian terbuka dan ramah mengijinkan saya menjepret berlian berlian ini 
bahkan mempersilahkan untuk masuk melihat beberapa bagian yang masih asli dari bangunan tersebut .
ada dua bangunan yang masih melestarikan nama asli dari bangunannya yaitu
 " Rozengaard " dan " Bezichtberg " yang sesuai tradisi pada jamannya bahwa setiap bangunan selalu memiliki 
nama nama yang terukir / tercetak disebelah depan dari bangunannya.
 dengan halaman halaman yang rata rata luar biasa luas dan lapang serta arsitektur bangunan yang 
mewakili jamannya , seolah kita ditarik mesin waktu kejaman Indonesia masih 
dibawah pendudukan Belanda dan Jepang . 
bangunan2 yang masih kokoh ini  sesungguhnya adalah representatif moral jamannya dimana 
model model MarkUp dan Korupsi belum membudaya ,
 sehingga bangunan2 ini bisa bertahan diterpa jaman dan cuaca karena
 kejujuran para pekerjanya yang " tidak menjadi tikus dari bahan bahan bangunannya "!

 sangat kontras dengan masa kini yang seringkali bangunan ambrol meski belum sebulan karena
 semennya lebih banyak masuk ke kantong2 pribadi ! 
maka berlian berlian yang tersisa hanya beberapa gelintir ini sesungguhnya adalah sebuah Rekaman Jaman sekaligus cermin bagi kita semua betapa secara perlahan tapi pasti bukan hanya bangunan bangunan yang tergerus
 tetapi juga nilai nilai dimana pengagungan pada materi saat ini telah melesat jauh diatas
 pengagungan pada nilai nilai luhur bangsa Indonesia dimasa lampau .
semoga berlian berlian ini masih bisa bertahan beberapa waktu lagi sebelum nanti datang investor2 yang melirik sisi sisi komersiil  dari padanya , berapa lama lagi ? 
( th )


( photos by : th , Berlian Berlian Sejarah di Lawang , Malang , January 2016 )

01 . berpenghuni dan terawat
02 . sekarang menjadi Balai Pertemuan
03 . masih seperti aslinya 
04 . luas namun kurang terawat
05 . andai lebih terawat akan sangat cantik
06 . berpenghuni meski " kusam " 
07 . ini bukan untuk shooting film horor lho ..
08 . pohon pohon langka dihalaman yang luas