Selasa, 29 April 2014






 .. " Susmedi Menggapai DewaRuci " ..

 disaat kota Malang menggalakkan usaha usaha kecil dan menengahnya agar bisa lebih tampil dipermukaan, dikenal, disukai dan akhirnya di beli, bermunculanlah puluh bahkan ratusan produk maupun jasa yang sebelumnya tidak ada bahkan tidak diperlukan. 

diantara sekian banyak kreatifitas, ide ide dan temuan temuan baru maupun daur ulang dari ide ide lama yang dikemas lebih gres dan fresh, tercatat misalnya :
batik Malangan modern, sepatu dan kaca mata lukis, lilin ukir, hiasan pasir, lampion, gitar akustik dst dst yang kesemuanya meramaikan jagad dunia handycraft dan jasa di kota Malang. 

yang secara resmi tercatat di Dinas Koperasi Pemkot Malang saja ada sekitar 150 home-industry, belum lagi yang tidak tercatat. maka berbanggalah kota Malang memiliki potensi luar biasa dibidang kreatifitas warganya ! 


tentu tidak semuanya langsung dapat mendulang rupiah bahkan dolar, 
karena lazimnya sebuah ide atau kreatifitas dan usaha itu akan diuji dilapangan oleh pasar . tetapi ketika ada pelaku pelaku jagad kreatifitas yang memang " tidak terlalu peduli duit namun lebih pada idealisme " maka kitapun akan berdecak kagum saat menyaksikan betapa 
mereka tetap tekun dan setia pada idealismenya dijaman yang 
sudah serba diukur dengan rupiah atau dolar ini.


kali ini saya ajak pembaca menjenguk salah seorang seniman idealis yang langka ,
yakni bapak Susmedi yang beralamat di Jl. Perusahaan, Malang.
 mencari rumah beliau sebenarnya tidak sulit tapi karena tetangga tetangga terdekatnya juga tidak menyadari adanya seniman dikalangan mereka, 
maka seolah olah sulit menemukannya.


menatah dan mengukir wayang kulit adalah keahliannya,
 dibantu oleh istri tercintanya yang menangani pengecatan plus finishingnya,
 jadilah pasangan ini klop dalam idealismenya.

 tokoh tokoh pewayangan " berserakan " di mejanya, ada yang sudah siap dipasarkan ada yang masih berbentuk kulit mentah meski sudah diukir. 
siang itu saya menjepret Bhima, Arjuna dan Gunungan serta 1 set perangkat gamelan mini dalam sebuah bingkai cantik.

ketekunannya menatah, mengukir, memberi warna secara detil serta menampilkan karakter karakter tokoh pewayangan sesuai pakemnya adalah keahliannya meskipun usaha ini terbilang kurang populer karena dijaman serba instan ini agaknya masyarakat lebih tertarik pada pergantian mode dibidang apapun yang serba cepat ini.

 maka penggemar wayang kulit, dapat dibilang semakin menipis, meski tidak lenyap.
dan  bila akhirnya pemesan pemesannya lebih banyak orang manca dibanding lokal, ini adalah sebuah lampu kuning bahwa satu saat nanti bangsa kita akan mengenal jagad pewayangan dari orang asing. 

siapa tahu anak cucu kita kelak ada yang berpamitan begini :
" mohon restu ya saya mau ke Belanda untuk penelitian tentang budaya Jawa khususnya gamelan dan wayang " ( jangan tertawa dulu, sebab di Belanda memang banyak pakar pakarnya dan kita yang mewarisi budaya tersebut ditanah air, malah alergi dengan keduanya )

pak Susmedi dengan kacamata tebalnya terus saja menatah dan mengukir kulit sapi untuk dijadikan wayang kulit, meski tidak tahu siapa atau kapan atau dimana  akan terjualnya. 
adakah yang mewarisi keahliannya ini minimal satu orang saja di Malang? 
entahlah.


 agaknya, Susmedi telah menemukan DewaRuci nya meski harus melampui perjalanan panjang, sulit dan berat. sebuah dedikasi budaya yang luar biasa.

( th )

( photos by : th, di bengkel wayang kulit Susmedi, Malang, April 2014 )

01. menatah kulit menjadi Dewaruci
02. gamelan mini lengkap
03. rampung
04. gunungan
05. menggarap kulit mentah
06. ada yang masih " setengah matang "
07. mengukir kulit




.. " Jangan pernah engkau bukakan kecuali kepada yang paling ber hak " .. 

( catatan kecil buat anak anakku yang cantik di 
PA Panjura, Malang )

senin tanggal 28 April yl, salah satu kunjungan rutin adalah ke PA, dan kali ini saya kembali menemui " anak anak terkasih " saya di PA Panjura, Malang yang sudah seperti rumah sendiri. tetapi jam saya datang memang kurang tepat sebab 
sebagian besar masih berada di masjid.

dan saya saat itu dalam keadaan bergegas karena munculnya  sebuah sms yang 
mengubah rencana yang sudah tertata di PA ini.
 saya sungguh menyesal tetapi berita dalam sms juga sangat mendesak, wahai, 
andai saja manusia bisa berada di dua tempat pada saat yang bersamaan .. 

tapi masih beruntung saya bertemu 4 remaja putri yang terlihat sibuk di dapur. kedatangan saya yang tanpa pemberitahuan hampir selalu " mengejutkan " mereka meskipun keterkejutan diakhiri dengan cipika cipiki hehe ..
 saya lihat hari ini ada sedikit " pesta jerawat " di wajah wajah cantik tanpa makeup ini, saya tersenyum dalam hati, hormonal remaja !

kami lalu ngobral ngobrol seperti biasa dan diam diam saya bersyukur bahwa dalam segala keterbatasan mereka di PA ini ternyata bocah bocah cantik ini masih teguh dalam memelihara tata berbusananya yang " terlindung ", alhamdulillah !

mengunjungi sebuah PA bukanlah diukur dari apa yang kita bawa secara materiil, namun berikanlah segala apa yang kita miliki secara immateriil !
 kepedulian, perhatian, kasih sayang, ketulusan dan semuanya yang ada dalam gudang qolbu, keluarkanlah ! 

mereka adalah anak anak atau adik adik atau cucu cucu atau keponakan keponakan atau saudara saudara kita juga yang sedang kurang beruntung karena ketidak hadiran orang tua atau orang orang yang seharusnya ada disisi mereka untuk mengasihi dan merawat mereka.

                " tidaklah penting engkau membawa sekarung uang apabila engkau tidak mampu memberikan perhatian dan ketulusan karena engkau melupakan kebutuhan utama mereka yang tidak memerlukan uang yakni perhatian "

anak anakku yang cantik,
jerawat jerawat itu adalah penanda betapa kalian sudah menginjak masa dimana debar debar itu hadir saat kalian bertatap sua dengan apa yang kalian impikan. 
biar saja kuncup kuncup bermekaran namun tolong jagakan baik baik agar kembang kembang indah tidak berguguran sebelum waktunya!

 kecantikanmu, rambut hitammu, jenjang lehermu dan indah betismu, kesemuanya biarlah tetap terlindungi dibawah kain kain sederhana itu,
 namun sesungguhnya engkau berbusana indah dan harum sulaman surga karena engkau lindungi auratmu sesuai perintahNYA . wahai, alangkah cantiknya !

sampai jumpa lagi anak anakku, ALLAH SWT tidak pernah jauh dari  bantal bantal kalian yang mungkin saja basah air mata di malam sepi, percayalah.
( th )


 ( photos by : th, PA Panjura, Malang, April 2014 )










" Fruitarian
Jalan Semeru tempatnya! "

yang mengaku asli Malang pasti " aspal " bila tidak tahu yang satu ini,
 Rujak Manis Semeru yang lokasinya didepan stadion Gajayana atau tepatnya didepan lapangan tenis dan bola di jalan Semeru, Malang . 

kebetulan saya tiap kali kedatangan kerabat luar kota, selalu diminta ke Rujak Manis ini sebab konon " semasa sekolah " mereka itu sering " andhog " disitu, 
jadi ingin bernostalgi. naa .. tidak perlu heran sebab rujak yang satu ini sudah ada sejak jaman Ken Arok e ... sejak saya masih sekolah di Malang.

tak banyak perobahan terjadi kecuali atapnya yang sekarang sudah ditopang batang besi dan tendanya diperluas, selebihnya tetap seperti dulu. 

naa .. buat yang belum berpengalaman kesini, ada sedikit tips yaitu bahwa porsi Rujak Manis ini lumayan gede, bahkan cukup untuk 2- 3 orang yang berukuran semini saya hehe ..
 jadi sebaiknya jangan langsung memesan sesuai jumlah orangnya, 
tapi cobalah dulu satu porsi untuk mengukur kemampuan perut menampungnya !

dimana rahasia sukses rujak ini mampu bertahan puluhan tahun? 
mungkin saja pada bumbunya yang khas, atau buah2nya yang nyaris komplit, atau porsinya yang gede, atau harga per porsinya yang sebetulnya tidak murah hehe .. 

naa yang sedang ketamuan kerabat luar Malang dan pengen tau kuliner khas, mungkin salah 1 nya Rujak Manis ini meskipun bukan Malang saja 
yang punya Rujak Manis.
naa .. suka buah buahan yang pedas? 
yukk ke Jalan Semeru Malang ! 
( th )


( photos by : th, Rujak Manis Semeru, Malang, March 2014 )

01. porsi gede ..
02. hmm, yummyyy ...
03. pake krupuk tambah asekkk ..
04. buah lengkap ..






Senin, 28 April 2014








Ki RANGAN, Ki RANGAN
 ( idealisme besar dibalik kaos )

janji saya penuhi untuk membawa pembaca mengenal Apa, Siapa, Bagaimana dan Mengapa serta Dimana nya kaos kaos seperti dalam tulisan sebelum ini 
( lihat : " Sayap Sayap Itu .. " , 27 April 2014 ) . 

mungkin ada yang berkomentar " apane maneh sing aneh ? kaos yo kaos ! " itu sangatlah tidak salah. yang perlu dikoreksi barangkali adalah " pesan " yang ada dibelakang kaos itu. 
lo, nanti pasti dikomentari lagi " pesan opo se? paling paling yo duit ! " , 
sekali lagi tidak saya bantah, tetapi masih ingin saya koreksi lagi bahwa
 " duit " nampaknya bukan satu2nya.

 sebab merawat, memelihara dan menekuni sesuatu agar sebuah idealisme itu terjaga dan itu butuh waktu serta ketekunan luar biasa, tidaklah dimiliki setiap pelaku bisnis utamanya
 kaos mengkaos atau sablon mensablon ini. 

tercatat sekitar 13/ tiga belas tahun merintis bisnis dibidang pembuatan sablon kaos ini bukan waktu yang pendek. pasang surut sudahlah pasti bahkan terkadang 
sempat menciutkan mimpi, apalagi ide yang diusung termasuk kurang populer dikalangan anak muda yang lebih suka kaos kaos bergambar " modern " seperti gambar grup band  dunia yang terkenal atau tulisan gaul yang aneh aneh yang sedang IN. 

tokoh wayang adalah pilihan yang " menentang arus " dijaman teknologi internet sudah mendunia. namun pak Budhi, begitu panggilan dari owner Ki Rangan ini, 
yakin bahwa Wayang sebagai Warisan Budaya Luhur Bangsa Indonesia,
 harus diangkat dan di tampilkan dipermukaan .



 dengan mengambil setting khas yakni kaos berwarna dasar hitam, munculah diatasnya tokoh tokoh dunia pewayangan seperti : Yudhistira, Khresna, Arjuna, Bhima dll. 
dalam perkembangannya, tokoh tokoh nasional terkemuka juga dimunculkan 
seperti Soekarno, dll. 

menghimpun anak anak muda berpotensi dibidangnya, usaha yang dirintis belasan tahun ini sudah mulai menapaki " jalan tol yang nyaris bebas hambatan " ! 
pesanan bahkan lebih banyak dari luar Malang dan pulau dan kesibukan yang saya lihat di 
" bengkel " nya di daerah Mergan Kelurahan adalah sebuah jawaban 
dari kerjakeras dan ketekunan berbelas tahun.

mengusung nama " Ki Rangan " sebagai trade-mark nya, nama usaha kaos mengkaos ini dalam bahasa Jawa sebenarnya kalau disambung yaitu " kirangan " punya makna : 
" Ngga tau yaa ... ". 
tetapi kejelian untuk memisahkan kata ini menjadi " Ki Rangan " seolah itu adalah sebuah nama dari seorang " Ki atau Aki " yang bernama " Rangan " 
( Ki itu dalam bahasa Jawa bisa berarti seseorang yang memiliki
 keilmuan atau kepakaran dalam bidang tertentu ) . 


naa .. ciri khas lain dari produk Ki Rangan ini adalah sablonannya yang 100% Hand-Made alias tidak memakai mesin atau teknologi. 
 maka ditunjang kwalitas kain kaosnya yang 100% katun, dijamin kaos ini tahan setrika, 
dan sablonannya awet ( lho saya tidak menerima suap lo dari Ki Rangan untuk menulis ini, tetapi 
1 kaos yang saya pernah beli itu sudah saya " tes " dengan saya setrika, ternyata aman )

untuk sebuah souvenir yang khas Malang, 
kaos Ki Rangan ini sangat tepat karena 100% merupakan olah ide, karya dan tangan Arema asli! " tidak masalah ketika kita berbeda ide, pendapat atau pikiran dengan orang lain, tetapi saat sudah masuk ke masalah teknis, kita harus satu warna ! " , 
itu tadi pesan p. Budhi menutup obrolan singkat kami. 
sebuah pesan yang terlihatnya sepele, namun bila dimaknai secara serius dan melihat apa yang dicapai Ki Rangan saat ini, pesan " sepele " tadi sungguh tidaklah sepele.

 Yogya punya Dagadu, Bali ada Joger, Malang punya Ki Rangan dan bahkan masih ada beberapa lainnya yang juga 100% asli buatan Arema !
 selamat menemukan Ki Rangan di outletnya yang juga ada di BATOS, MATOS dan MOG .... !
( th )

( photos by : th, Ki Rangan, Malang, April 2014 )

01. suasana kerja di " bengkel " Ki Rangan
02. pesanan menumpuk
03. santai tapi serius
04. Soekarno, Fatmawati dalam kenangan
05. sibuk, sibuk
06. gunungan ( dari google )














  " Anak Ajaib " itu telah pergi, 
selamat jalan Sang Maestro ...........
( kenangan pada Idris Sardi )

diusia 16 tahun sudah menggantikan ayahnya, M. Sardi, sebagai violis pertama orkes RRI Studio Jakarta dan pada usia 10 tahun sudah tampil memukau publik Yogya ( 1949 ). 
saat 14 tahun, usia yang belum memenuhi syarat , ia sudah diterima di 
Sekolah Musik Indonesia ( 1952 ) 
dibawah bimbingan gurunya orang Hungaria, George Setet.

mengenal biola diusia 6 tahun, Idris Sardi, sepertinya sebuah kelayakan 
mengingat ayahnya, M. Sardi saat itu juga sudah dikenal sebagai violist handal. 

dalam catatan sejarah kehidupan Idris Sardi, tertulis 
" lahir di Batavia, Hindia Belanda, 07 Juni 1936 " . 
harap dimaklumi karena Indonesia saat itu belum merdeka dan masih bernaung dibawah nama pemerintahan Hindia Belanda dan Jakarta masih berjuluk Batavia.

tidaklah terhitung lagi berapa konser tunggal maupun bersama sama dengan lainnya, yang sudah dilakoninya, juga karya karya besarnya yang berjumlah ribuan. 
ini karena dalam tahun 60 an Idris Sardi masuk ke jagad biola komersil meskipun kalau saja dilanjutkannya dalam biola serius atau klasik namanya akan sejajar dengan violist dunia ternama seperti Jascha Heitetz atau Yahudi Menuhin.

dalam kehidupan pribadinya, Idris tercatat menikah 3x, dan aktor berbakat Lukman Sardi adalah putranya dengan istri pertamanya, Zerlita. Tercatat Marini, penyanyi Indonesia tahun 70 an, adalah istri keduanya.

mengisi illustrasi film film besar dan terlaris di era 70 dan 80 an adalah keahliannya, 
yang mampu menguras sendu dan air mata penontonnya. 
tercatat misalnya film film :
Perkawinan, Pengantin Remaja, Cinta Pertama dll dimana Christin Hakim dan Slamet Raharjo saat itu merupakan dua bintang film remaja yang fenomenal  dan peran2nya terlihat sangat menyatu dengan musik yang digarap Idris Sardi. 

betapa tidak? 
pada nada nada tertentu, suara biolanya lebih mirip sebuah sayatan pisau tajam yang mengiris dan membuat kita berdarah darah, dan pada detik berikutnya mendadak berubah menjadi keceriaan anak kecil yang melompat bebas dan merdeka dipadang hijau ... 
Idris Sardi mampu melambungkan pendengarnya pada sebuah imajinasi yang tak terbatas !

penghargaan demi penghargaan mengalir. 
dan Indonesia sangat berduka kehilangannya pada 28 April 2014 kemarin. 
Sang Maestro telah beristirahat , musik musik karyanya yang merupakan masterpiece tidak akan pernah tergantikan, ia adalah karya karya agung yang abadi.

Selamat Jalan Maestro, mainkankanlah terus biolamu dialam abadi ....
( th ) 

( sumber wiki dan foto dari pekanbaru.co )

Minggu, 27 April 2014






 .. " Sayap Sayap Itu .. " ..

menemukan sesuatu yang kita sukai itu tidaklah semudah memilih gorengan, yang kalau setelah di " mek mek " atau di bolak balik lalu 
kita bisa seenaknya tidak jadi mengambilnya. 
itu adalah seperti halnya jodoh, yang kata anak anak sekarang itu 
" butuh sebuah percikan " 
( waa, percikan kalau ada gas bocor bahaya juga hehe ...)

naaa ... saya terkena " percikan " itu saat melihat sebuah kaos bergambarkan Presiden RI pertama, Soekarno dengan first lady pertama kita , Fatmawati, dalam sebuah adegan indah, berboncengan sepeda onthel. siapakah yang dapat 
menyamai keindahan mereka dalam foto diatas kaos ini?



 tetapi lebih dari itu, ada lagi yang membuat saya " terpecik " dua kali yaitu kata kata yang tertera diatas kaos yang sama. begini :

"  Laki laki dan perempuan adalah seperti dua sayap dari seekor burung.
bila dua sayap itu sama kuatnya maka terbanglah burung itu kepuncak yang setinggi tingginya.
Jika patah satu dari pada dua sayap itu, 
maka 
tak dapatlah terbang burung itu sama sekali "  
( kata kata dari Soekarno )

soal siapa yang akan memakai kaos ini tidaklah penting, 
tetapi menyimpannya sebagai sebuah pengingat dan penanda jaman, adalah menarik. 
saya tercenung melihat semuanya, betapa gambar dan kata katanya "klop",
 tetapi disisi lain saya sedih. mungkin itu hanya akan tinggal 
" kenangan " diatas kaos karena sesuatu yang sedemikian indah itu telah
 sedemikian langkanya saat ini.

Soekarno dan Fatmawati adalah penggalan sejarah bangsa ini meskipun keduanya akhirnya harus terpisah jaman karena ternyata 
 " Mencintai dan Memiliki " itu dua hal yang tidak sama.

duhh,
 siapa yang dapat membelenggu hati meskipun secara fisik seseorang
 sedang terbelengggu oleh keadaan ?
maka sangatlah benar,
 bagaimana mungkin burung dapat terbang saat salah satu sayap terpatahkan?
( th )


( photos by : th, April 2014 )
catatan kecil : 
penggagas kaos ini akan saya tulis dalam bagian lain
 secara terpisah.
( kepada bpk. B, terima kasih atas sharingnya yang luar biasa kemarin )



Kamis, 24 April 2014








 << Chernobyl dan Anak Anakku >>
( menggali trauma 26 April 1986 )

tiap tanggal 26 April, suka tidak suka, saya selalu dan akan selalu teringat tragedi kemanusiaan Chernobyl. 
saya bukan aktivis lingkungan hidup atau pendemo peperangan, 
tetapi sederhana saja, saat bencana kebocoran reaktor nuklir Chernobyl itu saya adalah ibu dari 2/ dua balita yang melahirkan dan membesarkan keduanya dalam jarak yang 
relatif dekat dengan bencana. 


Chernobyl adalah sebuah daerah di Ukraina Utara ( Oblast Kiev ) dekat perbatasan Belarusia, dan disitulah dulunya sebuah reaktor nuklir dibangun. para pekerjanya tinggal di kota lain diluar Chernobyl, yakni Prypiat yang merupakan kembaran Chernobyl namun dikhususkan untuk para pekerja proyek Chernobyl.

pada malam bencana, tepatnya 25 April 1986 jam 01.23 dinihari, sebuah reaktor mengalami kebocoran akibat sebuah " kelalaian kecil " salah seorang stafnya yang berakibat fatal karena 
malam itu petugas jaga hanya berdua. 



kebocoran radioaktiv dengan level paling tinggi ini, baru direspon 40/ empat puluh jam kemudian ( ! ) dengan mengungsikan semua penghuni Chernobyl dan Prypiat yang saat itu sudah terlanjur terkena radiasi tingkat tinggi dengan akibat yang sangat memilukan.

 mereka tewas karena luka bakar mengerikan atau
bertahan hidup dengan kerusakan fisik permanen ( unrepairable ) . sebuah bencana kemanusiaan telah terjadi dan
 awan radiasi menggantung diseluruh langit Eropa selama 
berbulan bulan, termasuk di kediaman kami, 
pusat musik klasik, Vienna.

pagi 26 April itu ( 1986 kita belum mengenal komputer apalagi internet secara meluas ) di radio2/ tv dll belum secara konkrit menyebut bencana itu.  baru menjelang  sore hari dan malam, 
di tv mulai muncul berita yang mencemaskan itu.


 tidak terelakkan bahwa semua orang menjadi panik termasuk kami. 
 betapa tidak, 
sebab mendadak cuaca seperti mendung tetapi terasa aneh dan udara tidak seperti biasanya. bulan April adalah bulan menjelang musim semi, tetapi sinar matahari terasa aneh.

pagi hari 26 April 1986 itu saya sedang berada di sebuah taman,
 Mozart Garten, Taman Mozart, untuk menjemur kedua balita saya seperti juga ibu ibu yang lain. 
( ingat bahwa saat itu HP juga belum dikenal, dan tiba tiba saja ada pemberitahuan secara " getok tular " alias mouth to mouth 
bahwa semua taman akan segera dikosongkan dan 
para pengunjung diminta segera pulang 
terutama yang membawa balita )


aduhhh,  saya bergegas pulang dengan dua balita dalam kereta mereka, dirumah telepon berdering dering, suami menelpon dari
 tempatnya bekerja  
( Institut Jantung Buatan Vienna ) :
" Du, gehts nirgendwo ! Close all the doors and windows, keep the children savely in their room and please pickup necessary thing  for about 1-2 months and keep it in freezer. not too long outside and put off all your shoes, jackett etc outside the door, I'll be home sooner 
( tidak lupa diakhir telepon selalu ada " Ich liebe Dich " hehe, 
sensor ya .. ) .... " 

kepanikan warga terlihat di toko tempat saya belanja, disana terjadi pemborongan besar besar an dalam jumlah yang tidak masuk akal tetapi belum ada pembatasan, 
jadi sayapun tidak dibatasi. 

sayuran beku, susu2 beku dan kaleng, makanan2 balita dalam kaleng, daging dll dll yang menurut saya sungguh tidak masuk akal seolah kami dihadapkan pada sebuah era peperangan besar dimana bahan makanan/ minuman bakal lenyap dari pasar pasar. 

sore hari di tv ada pengumuman resmi tentang bencana Chernobyl dan warga diminta melakukan hal hal penting terutama yang memiliki
 anak anak kecil antara lain :

01. segera menyiapkan cadangan mamin yang diproduksi SEBELUM 
26 April 1986 dalam jumlah yang cukup 
untuk beberapa bulan kedepan.

02. menutup  lobang lobang apapun yang ada di  kediaman masing2 serta tidak membiarkan pintu/cendela terbuka.

03. jaket, sepatu, topi dll yang dipakai diluar rumah, hendaknya digantung/ diletakkan diluar rumah misalnya di teras atau pintu luar apartemen atau di jemuran dll.

04. tinggalkan rumah hanya bila mendesak ( ke kantor, dokter dll ) selebihnya tidak disarankan keluar rumah terutama anak anak untuk beberapa bulan kedepan.

05. membeli alat detektor radioaktiv untuk mengetahui  tempat2 yang beradiasi tinggi dirumah dan mengamankan penghuninya.

06. apabila ditemukan adanya gangguan kesehatan, disediakan layanan khusus 24 jam dimanapun.

kami membeli satu detektor dan saat dicoba, aduhhh, hampir semua tempat/ barang didalam rumah itu menimbulkan bunyi " krikkkk .... krikk ... krik ... krikkkkk ... " pertanda dalam rumahpun sudah tercemari. saya panik juga karena bunyi yang sama juga muncul di beberapa bagian kamar anak anak. 

seorang pakar menenangkan hati saya dengan menjelaskan bahwa setelah  " beberapa waktu itu akan  berkurang " meski dampak 
secara langsung memang tak terlihat tetapi dalam 
jangka panjang bisa saja muncul berbagai gejala seperti : 
kanker kulit , kanker otak dll.

 saya tahu mereka tidak sepenuhnya jujur karena membaca kepanikan saya. jujur saja, saya ingin " mengungsi " dengan anak anak ketanah air saat itu untuk beberapa bulan, 
namun dari teman teman yang 
" senasib " dengan saya saat itu dan jumlah kami 
lumayan banyak disana serta dari beberapa pertemuan di KBRI maupun kediaman2 pribadi, saya akhirnya merasa lebih siap menjalani kehidupan " dibawah awan radiasi " bersama sama 
( bukankah sesuai ikrar " dalam susah dan senang " ? cieee ... )

bak hidup dalam bunker, 
komunikasi dengan dunia luar dan tanah air hanyalah melalui telepon. makanan dan minuman anak anak selalu saya deteksi lebih dahulu, kalau tidak ada suara " krikkk krikk " barulah 
saya suapkan pada mereka. 

saya harus sangat kreatif didalam rumah untuk menciptakan permainan2 yang membuat mereka betah dirumah.
 ada teater boneka dimana saya menjadi sutradara merangkap pemain dan mereka penontonnya hehe, ada petak umpet, ada menggambar bersama, ada menonton film kartun, ada dongeng diatas 
tempat tidur dll dll yang semuanya saya anggap sebagai sebuah blessing dimana saya sangat menikmatinya bersama keduanya   
(  e .. ketiganya, plus ayahnya saat itu hehe.. )

anak anak tidak menyadari apa yang terjadi. 
cendela2 dan pintu luar kami nampak menghitam dan bila saya dekatkan detektor, bunyinya sangat keras tak berjarak : " krikkkkkkkkkkkkkk .... " mengerikan !
mungkin sebuah novel bisa saya tulis dari kepungan awan radiasi ini, semoga saya mampu, tetapi novel kehidupan yang sesungguhnya sangatlah tebal halaman2nya dalam benak saya. 

saat ini kedua anak anak saya telah menapaki kehidupan pribadinya masing masing dan mereka adalah pasangan2 
 yang bahagia lahir batin, alhamdulillah.




saya sungguh berharap bencana semacam ini tidak akan pernah lagi terjadi karena Chernobyl sendiri membutuhkan sekitar 
20/ dua puluh ribu tahun ( ! ) untuk " pulih " dari 
bahaya radiasi bahkan mungkin lebih. 

adakah dampak tertentu saat ini dan nantinya yang sudah terlanjur ada dalam tubuh saya maupun anak anak saya akibat radiasi  
yang berbulan bulan ini atau mungkin tahun ?
tidak ada yang bisa menjawabnya secara pasti.

Chernobyl telah menjadi kota mati yang diberi julukan Ghost Town, juga sekitarnya termasuk Prypiat hingga radius sekian ratus kilometer. sungguh bencana kemanusiaan ini semata akibat keteledoran kita, manusia, 
yang lebih mementingkan segelintir kepentingan namun mengorbankan masyarakat dunia yang tidak berdosa.
sayapun tidak akan pernah sanggup lagi mengalaminya 
untuk kali yang kedua ! ( th )

( tulisan ini secara khusus saya buat untuk teman teman " senasib " yang hingga kini masih di Vienna, D, V, I, D, R, JM, RS, C, S, M, dll serta kedua rajawali2"koe", "ILD" )

( gambar gambar diambil dari google )


keterangan foto :

01. sebelum bencana, adalah sebuah TK di Prypiat
02. boneka yang ditinggalkan pemiliknya
03. eks ruang kelas
04. pusat kota Chernobyl setelah bencana
05. foto udara Chernobyl
06. yang ditinggalkan
07. tapal batas Prypiat 1970, difoto setelah bencana 1986
08. desa kosong
09. ribuan masker bekas
10. bekas hotel
11. grey, grey


 







 .. " Rujak ? Datanglah 1 jam sebelum lapar ! " ..
( Warung Rujak Pojok, Jl. Pejajaran, Malang )

kali ini, sengaja saya " mengublek " daerah Stasiun KA Malang yakni sekitar jalan Trunojoyo dan Pajajaran yang juga padat dengan bermacam kedai, resto, cafe, warung dll yang 
buat saya sama saja sebab semuanya sama sama menawarkan mamin hehe .. 

saya mencari sebuah warung " djadoel " yang sebenarnya sejak jaman saya masih remaja sudah ada disitu, tetapi mungkin saja sudah beda pengelola dan berganti nama, entahlah,
 yaitu Warung Rujak Pojok .

melihat deretan kendaraan yang parkir, saya sudah menduga pasti nanti rujaknya antre ! 
dugaan tidak meleset, diwarung yang berlokasi di pojok an Jalan Pajajaran dan 
depan stasiun KA Malang ini ternyata memang lumayan ramai.

 saya datang dengan perut sudah siap bersantap akibat perjalanan luar kota yang lumayan,
  yang ternyata ini adalah  sebuah kesalahan besar karena saya memesan menu andalan mereka yaitu Rujak Cingur.
 wow ... 10 menit lewat .. 20 menit ... 30 menit ... lho lho lho ... hampir sejam, 
dan dimeja sebelah saya ada anak anak sekitar 10 tahun an yang rupanya " sama menderitanya " dengan saya, mereka mulai protes :
" kok lama seeee ... " hehe, saya merasa " terwakili " ! 



 90% yang datang disitu rupanya sama sama memesan rujak, maka disana sini tampaklah wajah wajah " memelas " menunggu cingur e.. rujak ! 
( naa ... bagi yang tidak ingin bernasib seperti saya , silahkan memesan menu yang siap saji seperti rawon, nasi campur dll ) .

 untunglah disitu ada meja yang menyediakan lumpia, tahu berontak dll maka ( wow ... apakah ini sebuah trik ? ) tampaklah wajah wajah  " memelas " tadi ber bondong bondong kemeja kue dan mencari ganjalan perut sementara dengan lumpia, menjes dll termasuk : saya hehe .. 

tiba tiba : " mbak, rujaknya lomboknya berapa ya?" waduhhh,
 sudah hampir sejam ternyata masih baru ditanya lombok, ber arti saya masih harus menunggu lagi nihh ... o lala, untunglah sebuah lumpia sudah diluncurkan ...

 tapi masih belum selesai rupanya kisah rujak saya, sebab saat pramusaji keluar membawa rujak kok ternyata dibawa ke meja lain yang tamunya  justru belakangan datangnya. lho ?
 waktu saya tanya, dijawab " iya mbak maaf, lomboknya yang ngulek keliru !" ... 



 lengkap sudah penderitaan saya hehe ... tetapi saat cingur e.. rujaknya sudah dimeja saya, semua penderitaan terlunasi sebab memang rujaknya boleh dapat nilai 7.5 , dan saya menduga petis yang dipakai mungkin petis Madura ( waa, nanti jangan2 ada yang mengira saya punya ikatan emosi khusus dengan Madura hehe .. )
 es dawetnya juga boleh dapat nilai 7 sebab santannya asli, lidah saya sulit dibohongi hehe.

 ya sudah, saya tinggalkan warung yang satu ini dengan sebuah pesan ( penting ) buat pembaca :
" datanglah sebelum lapar bila ingin rujak ! ", dan selamat " menderita " hehe ... ( th )

( secara khusus dalam catatan ini, saya ingin menyapa kembali teman teman yang siang tadi berada di tempat yang sama, Mrs. Amir, Mrs. Hardi and friend , 
semoga kita kapan kapan bisa ngobrol2 lagi ) 



( photos by : th, Warung Rujak Pojok, Jl. Pajajaran, Malang, April 2014 )

01. rujak cingur penguji kesabaran
02. lumpia, es dawet
03. es degan
04. warung pojok
05. " peringan penderitaan "
06. daftar menu