Selasa, 26 April 2016







.. " Ayunya TPA Batu " ..

wilayah Batu dan sekitarnya memang sudah " dari sononya " dianugerahi alam yang cantik . 
dengan alamnya yang berbukit dan gunung gunung , Batu memang pantas 
menjadi tujuan wisata para wisdom/domestik dan wisman/ manca .
maka ketika saya melihat sebuah TPA / Tempat Pemrosesan Akhir dari limbah atau sampah di Batu ,
 sayapun merasa " sayang / eman " koq area cantik seperti itu untuk TPA ?
 mungkin saja kelak area ini memang sudah dirancang menjadi sesuatu yang lain yang berkaitan dengan pariwisata , tapi disisi lain saya juga berpikir Apa Salahnya Kalau Menjadikan TPA Sebagai Wisata Pendidikan ? 
semoga disitu nanti akan ada semacam lab untuk para pengunjung bisa melihat 
proses daur ulang sampah menjadi bahan bahan lain yang punya nilai manfaat maupun ekonomis misal 
menjadi sejenis bahan bakar atau bahan bangunan dll ?
 kalau TPA dengan view cantik ini diatur lebih rapih dan berteknologi canggih , 
pasti akan banyak sekolah2 atau kampus2 yang mengunjunginya sebagai sumber informasi mengenai
 Daur Ulang Sampah Yang Berwawasan Ekologis sekaligus berwisata ke 
bukit2 sekitarnya yang cantik itu . mari kita tunggu !
( th )
( photos by : th , TPA Batu , April 2016 )
01 . cantik meski berbaur sampah
02 . jalanan mulus kearah TPA
03 . bagaimana perwajahannya kedepan ? 
04 . view cantik dikejauhan 







Senin, 25 April 2016







.. " Monkey Garage , Kelewat Cuek " ..
  memilih nama Monkey Garage yang " aiketcing "  dengan konsep All in One agaknya ingin dirangkul MG . 
model model All In One  seperti ini bukan hanya ditemukan di Car Wash tapi hampir disemua lini bisnis . 
contoh : barber - shop yang tak hanya melayani potong rambut tapi juga menyediakan camilan ringan hingga semi berat bahkan sampai menyemir sepatu pelanggan dan pijat ringan .
 upaya dan jurus " sekali tepuk 7 nyawa " ini memang beralasan sebab menunggu kendaraan dicuci ataupun di 
" makeup " terkadang cukup membosankan dan pelanggan dapat dihibur dengan berbagai 
layanan lain yang menarik dan pastinya merogoh kocek ! 
dengan tampilan yang garang , sangar dan terkesan " ngerock " dan efisien dengan adanya pemanfaataan 
eks peti2 kemas sebagai main - attraction nya yang " aiketcing " , 
tempat cuci mobil yang ada di Jalan Soekarno Hatta Malang ini  memang mudah menarik perhatian
 para konsumen terutama kaum muda .
disitu ada berbagai layanan untuk motor maupun mobil  meliputi 
Cuci , Salon , Cutting Sticker , Lighting , Distro dan Cafe 
 soal harga memang rank  nya lumayan lebar sebab sangat tergantung jenis layanan yang kita pilih .
 contoh : untuk layanan salon mobil yang kira kira kalau wanita itu sama dengan rawat wajah termasuk cuci , peelling , masker dst termasuk spa , itu sekitar 150 ribu , lalu kebawah yaitu 125 hingga 40 ribu .

 buat  yang menunggu kendaraannya selesai dirawat sambil ingin nyamil , tersedia bermacam snack seperti
 kentang goreng , sayap ayam , pisang goreng , onion rings dll sampai menu menu yang berat . 
dengan atmosfer yang casual , memang MG sangat pas untuk kongkow2 bahkan meskipun tidak sedang menunggu kendaraan dicuci , sah sah saja kalau hanya ingin menikmati suasananya . 
tetapi saya memang termasuk konsumen " cerewet " terhadap  hal hal 
yang berkaitan dengan kebersihan / kerapihan . 
 maka ketika saya masih temukan debu debu di pintu mobil yang baru 30 detik dicuci dan diserahkan pada konsumen , juga dibagian dalam mobil dan keset / alas kaki masih setengah bersih ,
 saya " nggondhok " karena kecewa ! 
mau protes ternyata semua petugas sudah " menghilang " dan sibuk , 
saya malas mau masuk kedalam untuk memprotes . maka protes saya terwujud dalam bentuk lain yaitu
 " Never and Never Again ! " ( wa  seperti judul lagu yaaa ? tapi ini serius ! ) 
padahal saya pernah dalam perjalanan pulang dari Pulau Sempu yang karena mobil sudah kotor parah dan 
tak ingin menunda sampai besoknya , saya mampir disebuah pencucian mobil sederhana  tanpa 
tiang hidrolik ( ! ) di Turen , waaa saya puas buangettttt karena ternyata  hasilnya kinclonggggg hingga ke 
detil mobil dan bawah2nya hanya dengan ongkos 25 ribu !
saking penasaran dengan pendapat publik tentang MG , saya sengaja me lihat2nya di internet  terutama yang menyediakan kolom kolom komentar .
eee ... ternyata sejak 2014 MG ini memang sudah lumayan " kebanjiran " komplain dengan alasan yang 
rata rata sama yaitu " masih berdebu , kotor dan komplain yang tidak pernah ditanggapi " ..... naaa ?? 
saya tidak tahu apakah pilihan nama Monkey Garage itu memang  sekedar untuk " lucu lucuan "
 atau benar benar punya arti Garasi Para Kera sehingga kita maklum bila
 hasil cucian dan salon memang tak bisa diharapkan banyak ?
diera persaingan ketat ini ,
seharusnya sebuah bisnis lebih ditekuni dengan sungguh sungguh kalau ingin tetap eksis atau 
pilihan lain adalah " sembrono " pada pelanggan dan 
hanya menunggu saat dimana pelanggan satu persatu pergi untuk tidak kembali .... 
Where are you , MG ? 
( th ) 

( photos by : th , Monkey Garage , Jl . Soehat , Malang , April 2016 )
01 . casual , sangar
02 . para kera ?
03 . atmosfer
04 . melihat yang satu ini seperti terseret mesin waktu
05 . capunk













.. " Mbelgedhess ..... " ..
  
 bagi yang asli Jawa , mendengar kata " mbelgedhess .. " tentu tak asing . 
sebab kata unik ini punya beberapa arti yang buat orang Jawa konotasinya memang agak negatip . 
terjemahan bebasnya bisa punya makna 
" omong kosong " atau " ternyata cuma bo'ong " atau " paling paling nggak bener atau nggak serius
 " atau " percuma saja " atau " sialan .. " .. dll yang memang kurang positip ! 
buat yang masih punya koleksi arti lain dari kata yang satu ini , silahkan menambahkan sebab memang tidak ada kamusnya tetapi sudah menjadi istilah baku untuk sesuatu yang bersifat " mengecewakan " ! 
tetapi benarkah kata ini harus dipinggirkan karena alasan alasan diatas ? 
ternyata sebuah kedai di Jalan Pisang Kipas no 6 Malang justru mengadopsinya sebagai nama warungnya dan mengangkatnya sebagai sebuah Daya Tarik !
 naaa , " Warung dan Cafe Mbelgedhess " ini rupanya mencoba " melawan arus " dan
 mencoba membuktikan bahwa Mbelgedhess bukanlah
 sesuatu yang harus identik dengan yang negatip .
 sebagai sebuah kedai yang ber konsep " nJawani " maka menu menu yang disediakan juga sangat khas Jawa dan ada yang disajikan secara prasmanan atau yang melalui pemesanan . 
di meja prasmanan kita dapat memilih deretan masakan khas Jawa seperti misal
 Sambel Goreng , Empal , Sate Komoh , Sup , Bali dll . 
yang ingin pesan menu menu khusus juga dipersilahkan memilih Ikan Ikan an , Ayam Ayam an dll .
karakter cafenya memang kurang kental dibanding atmosfer nJawani nya ,
 tetapi mungkin pada jam jam tertentu saya harus kembali kesitu bila ingin menikmati Jam Jam Ala Cafe
 ( saat saya datang itu pada siang hari yang terik ) .
 ada karakter wayang dibeberapa sudutnya yang terwakili oleh bentuk Gunungan dibeberapa tempat . 
maka ya sudah , apapun maunya si pengelola kedai , antara warung dan cafe atau sebaliknya ,
 kita serahkan saja pada konsumen untuk menilainya sebab ujung dari semua nya adalah 
konsumen sebagai pemejet tombol Hidup atau Mati nya sebuah impian pemilik atau pengelola bisnis .
 jangan takut dengan nama Mbelgedhess ,sebab pastinya tidak ada maksud pengelola kedai untuk 
" mem Mbelgedhess kan " tamu tamunya hehehe ..
 justru sebaliknya , kalau ternyata kedai ini memberikan layanan dan menu menu yang mengecewakan
bolehlah kita sebagai konsumen berucap " Mbelgedhessssss ... " ...
naaa ... penasaran ?
( th ) 

 ( photos by : th , Mbelgedhess , Jalan Pisang Kipas 6 , Malang , April 2016 )
01 . prasmanan khas masakan Jawa 
02 . gunungan
03 . tampak luar 
04 . belum saya buktikan
05 . " pak lek " 
06 . salah satu ikonnya









 

Minggu, 24 April 2016







.. " Ke Yogya Bukan Karena Kunto Ajie " ..
 tanpa terasa , keponakan keponakan yang dulu masih kuecillll2 tahu tahu sudah pinter mengirim undangan nikahnya ke saya .. 
lho , eee .. kowe wes siap rumah tangga to nDhuk batin saya ketika menerimaundangan dari Yogya sekian minggu yl . 
ya , Intan rupanya sudah siap lahir bathin memasuki
gerbang belantara rumah tangga dan saya tak punya alasan untuk tidak menghadirinya . 
timbang punya timbang , akhirnya milih jalan darat alias nyetir saja , sebab bisa " mondag mandeg " dimana suka , 
apalagi akhir akhir ini saya punya hobi baru yaitu " makan sedikit tapi sering " hehehe .. 
pilihan jatuh pada perjalanan malam hari atawa sebelum subuh menempuh jarak sekitar 500an km lewat
 Pujon dengan lekuk liku jurangnya . saya 100% fokus melihat jalan dan sementara harus
 minus musik supaya ndak " ngglambyar " hehehe , maklum mata saya adalah produk sekian dekade lewat .. 
tapi disisi lain sebetulnya saya juga masih saja  berpikir tentang Dress - Code yang diundangan ditulis
 ( saya terjemahkan bebas yaa .. )
 " kenakanlah baju putih terbaikmu dengan sepatu santai " kira kira gampangnya saja begitu ) . 
namanya saja yang nikah anak muda dan setua saya ini mendapat undangan dengan contoh foto calon mempelai
 memakaibaju putih2 dan celana jeans sertasepatu basket , jadi malah mikir 
" lha lek aku nggawe klambi karo sepatuan koyok iku koyok iku opo gak dikiro pasien RSJ ucul ? " hahaha .. 
maka blus putih tetap saya bawa tapi cadangannya adalah gaun batik klasik Yogya asli ,
 lho , ya harus bawa cadangan to , lha wong Dress Code tadi kan bukan untuk generasi saya hehehe ...
 melewati berbagai kota hingga masuk perbatasan Jateng , 

 saya seperti dibawa mesin waktu ke masa masa kuliah di Yogya dulu dimana kalau
 pas kangen rumah saya biasanya naik bus Anugerah namanya dan membawa blinjo mentah pesanan ibunda almarhumah ..
 akhirnya saya tiba di Yogya pada saat cuaca sudah cukup terik , huh .. panassss ,
dan saya yang tidak suka merepotkan kerabat tentu saja mencari Guest House untuk istirahat . 
pilihan jatuh diarea dekat atau dibelakang Malioboro yang saat ini sudah berubah wajah menjadi Hotel dan Guest House yang
 modern dan bagus2 dan sayapun lumayan pangling .
 tahun lalu saat saya ke Yogya untuk melayat ayahanda dari Intan yang akan menikah besok ,saya menginap di hotel dekat bandara Adisucipto , 
jadi tidak sempat melihat area ini . 
akad nikah berlangsung pagi hari tanggal 02 April 2016 dilanjutkan dengan resepsi pada jam berikutnya .
 pada acara semacam ini yang paling saya suka adalah saat saat berkumpul dan " gojhek-an " ( kata wong Yogya )
 dengan para kerabat dan teman . luar biasa rasanya memiliki sekian banyak 
keponakan , sepupu dll yang siang itu " tumpek bleg " dan jangan tanya soal selfie selfieannya !
diantara mereka ternyata ada satu " seleb " dari Jakarta yang bisa hadir yaitu Kunto Ajie eks Idol yang nge jazz !
namanya juga keponakan , jadi saya wanti wanti
 " masio awakmu seleb tapi iki yo bulikmu lo le " hehehe , suasana jadi padat hahahihi ..
 tidak di sia2kan , sudah pasti Kunto didaulat nyanyi hitung2 " mumpung gratisan " hehehe ...
 dan seperti lazimnya sebuah tradisi keluarga , 
semua ahirnya juga kena gilir nyanyi dan diujung acara kami semua sepakat bahwa
 nanti malam sebaiknya dilanjut dengan family gathering , setujuuu .... !
 tapi ee tunggu dulu , saya mendapat bisikan khusus dari kerabat yang datang dari Jakarta begini 
" mbak , kami ber 5 jadi ke Malang lho dan Senin subuh nyampe di Malang dan stay di Bukit Hijau ya?
 mungkin sampai Jumat baliknya ke Jakarta " ....  
naaa , hitung punya hitung , saya merasa tidak enak kalau mereka datang dan dirumah masih berantakan karena
 memang belum siap untuk kedatangan " rombongan " ..
 maka meski berat dihati saya terpaksa absen ikut family - gathering di IBIS Jalan Godean Yogya dan berpamitan untuk
kembali ke Malang pada jam 16.00 itu ...
banyak protes muncul tetapi saya pikir jauh lebih baik merapihkan rumah untuk tamu2 saya daripada
 mereka datang dalam keadaan rumah " berantakan " alias tidak siap ..
 sebetulnya tak ada yang harus secara khusus dipersiapkan , ini hanya masalah kebiasaan saja bahwa sayasuka menerima kerabat dalam
 keadaan rumah sudah rapih dan bersih hehehe .. 
 
naa , dalam perjalanan pulang ke Malang , berhenti sejenak di SOLO untuk makan malam dan 
dilanjut hingga kembali memasuki lekuk liku daerah Ngantang pada sekitar jam 22 yang terlihat gelap dan " seram "
 karena tidak ada lampu penerangan padahal jalanan berliku liku dan berjurang dibeberapa bagian !
saat melewati area Payung di Pujon saya surprise bahwa ternyata disitu masih rame dan terang benderang plus
 suara musik dibeberapa kedai yang lumayan keras ..
 ooo saya baru sadar bahwa itu adalah Malam Minggu dan saya yang nyaris tidak pernah " kluyar kluyur "
diatas jam 20 ini jadi seperti " ndheso " hehehe ...
( tapi saya pikir lebih baik " ndheso " daripada nanti di bilang " clubbers " ? )
sampai rumah sudah sangat pegel linu terutama kaki , maka langsung  blegseg sampai pagi ...
 dan Percaya Tak Percaya , inilah acara pokok saya seharian di hari Minggu yang cerah tanggal 03 April : 
bersih bersih rumah , mesin cuci padat , membongkar dua kamar yang akan ditempati
 kerabat2 selama liburannya di Malang ,
 memasang sepreinya , mengepel , membuat WC " klinchong " dll dll dan
baru berhenti pada jam 15 . 30 sore , huedehhh ....
 WA saya penuh dengan " protes " bahwa semalam rasanya lain minus saya yang konon biasanya jadi " koordinator acara " hehehe
tapi apa boleh buat , yang penting mereka hepi dan saya juga hepi dengan bersih bersih rumah ini hehehe ..
 oya yang pasti meski hanya " sekejap " di Yogya ,
 saya merasa sangat bersyukur bisa menyaksikan pernikahan keponakan dan juga suaminya yang
keduanya berkarir di RCTI ini dan tentu saja saya datang di Yogya karena itu 
( bukan karena mau lihat Kunto Aji nyanyi lo meski dia juga terhitung keponakan hehehe , maap Jie .. )
  naa , tulisan ini tentu saja saya tutup dengan secuil " pesan sponsor " buat Intan dan suaminya :
 dear Intan dan Feddy ,
selamat ya kalian sudah " berani " melangkah ke belantara rumah tangga yang seringkali " menakutkan " bagi
 sebagian orang yang alergi dengan komitmen ataupun bayang bayang tanggung jawab moril materiil ,
 selamat ! 
aku jamin sebenarnya tak ada satupun manusia yang 100%  siap lahit batin untuk menikah , karena selalu saja ada hal hal yang dianggapnya
 " belum siap " entah itu mental , ataupun materiil .. 
tetapi dalam keadaan tidak sepenuhnya siap inilah justru kunci dari hubungan per suamiistrian , menurutku .
maka apa yang suami belum siap diharapkan akan ditemukannya pada istrinya sebagai pelengkap ketidaksiapannya ,
 dan sebaliknya dan seterusnya .
 jadi janganlah berkecil hati bahwa setiap rumah tangga hampir selalu diwarnai dengan hal hal yang
Tidak Sepenuhnya Siap seperti misal
 bangun lebih pagi dari suami untuk menyiapkan sarapannya ,
 membangunkan istri untuk bersama sama sholat subuh dst dst sangat banyak . 
benturan kebiasaan , hobi dll akan kalian temui sepanjang perjalanan perkawinan , maka pandai pandailah saling " momong " supaya
 benturan2 menjadi sebuah sentuhan manis yang mengejutkan . 
misal : tiba2 menemukan hobi suami yang " menyebalkan " yaitu main game berlama lama seolah lupa istri ,
 maka mengapa tidak mencoba bermain bersama dan menikmatinya meski sambil
 memberikan " batas waktu bermain " hingga jam makan malam misalnya ? 
atau suami menjumpai hobi istri yang menjengkelkan yaitu shopping , maka cobalah sesekali ikutlah shopping tapi 
disertai sebuah " perjanjian " bahwa setelah dua jam jalan jalan mereka harus pulang untuk nonton bola di TV rumah ?
mungkin saja kalian tertawa membaca ini karena aku yakin kalian sudah jauh lebih sophisticated , 
sebab menetap dan  berkarir dikota sebesar Jakarta pastilah kalian merupakan pribadi2 tangguh yang sangat tahan uji fisik dan mental .... ! 
naaa , sekali lagi selamat yaaa ,
semoga kalian akan banyak menemukan persamaan2 diantara sekian banyak perbedaan , amin ... 
doa tantemu ,
( th )
 ( photos by : th , Yogya Tour , April 2016 )
01. barista - class di yogya
02 . " sah " ... lega ..
03 . gerbang jatim masuk jateng
04 . sesama penggila jazz , pak dhe dan keponakan , Harry dan Kunto Ajie
05 . kubah masjid unik dekat Solo
06 . tour menikmati lava Merapi
07 . melewati kompleks Gontor for Girls daerah Ngawi
08 . patung petikan kisah agung Ramayana
09 . Tugu , Yogyakarta , siapa yang tidak kangen ?
10 . seorang ibu muda cantik yang hadir dipernikahan Intan
11 . salah satu kerabat yang meng kado lagu untuk mempelai
12 . lha kalau ini " seleb " kita Kunto Ajie , mumpung gratis ya Jie ..
13 . " saya terima nikahnya .... " , terharu ..
14 . menu soto di Solo saat pulang
15 . Warung Adem Ayem Solo
16 . bisa ditiru supaya tidak seenaknya parkir !
17 . ayo kita jaga bersama Macan Tutul ... !
18 . menu lesehan ayam Malioboro
19 . Visit Jateng 2016
20 . pecinta Tembang Kenangan boleh bersuka cita !        


























Minggu, 17 April 2016






.. " Sate Sederhana yang tidak sederhana " ..

Karangploso tampaknya mulai menggeliat mengejar ketertinggalannya dengan daerah Sengkaling hingga Batu 
Sebagai jalan alternatif ke Batu , Karangploso mulai berbenah terutama untuk wisata kulinernya . 
Memang masih jauhhhh dibanding nDau misalnya , 
tapi setidaknya sudah ada upaya kearah sana . Diantara yang berbenah ,
ada satu warung sederhana yang juga berjuluk " Sate Sederhana " yang ada di Raya Karangploso
tepatnya di Jalan Perusahaan 28 Karangploso . 
Tidak perlu mengharap view atau atmosfer warung tertentu seperti umumnya warung warung yang
 " menjual panorama Batu " sebagai andalannya , disini yang penting adalah :
 lapar , pesan dan makan hehehe ..
Dengan Kambing sebagai ikonnya , maka segala perkambingan dapat dijumpai disini ,
 mulai sate , gulai , krengseng , dll yang serba kambing . 
Juga ada gulai sumsum kambing , sate goreng kambing dll .

  Naa .. saya termasuk yang pecinta kambing meski mulai waspada dengan usia hehehe , jadi " sederhana " saja
 pesanannya yaitu Nasi Gulai dan Sate Kambing , lho ? 
Lha bagaimana lagi kalau sudah " terlanjur " masuk warung kambing masak harus pesan gurami hehehe ..
 Maka yang saya maksud Tidak Sederhana adalah disegi Rasa , 
saya harus akui nilai 7 untuk warung yang sederhana tapi tidak sederhana dalam rasa ini !
 Apalagi disegi harga juga standar , sebab Sate Kambing Tanpa Lemak ternyata juga hanya 30 ribu sama
dengan yang ada dimana mana pada umumnya ..
Na , boleh saya rekomen buat pembaca ?
 Silahkan mencoba ... 
( th )
 
 ( photos by : th , Warung Sate Sederhana , Karangploso Malang , April 2016 ) 
01 . nasi gulai dan sate kambing ..siapa yang tahan ?
02 . yummyyy ...
03 . mudah menemukannya
04 . tampak luar di Jalan raya Karangploso Malang