Senin, 31 Maret 2014






.. " 100 tahun kotaku, Malang " ..
 hari ini, 1 April 2014, kota Malang genap seabad. 
sebuah perjalanan panjang yang dimulai dari jaman prasejarah hingga menjadi kota mall dan ruko serta spanduk. tentang asal muasal nama " Malang " memang masih 
terjadi perbedaan pendapat meskipun beberapa bukti bukti telah ditemukan namun karena lebih dari satu maka semuanya seolah memiliki benang merah. 

maka, apalah artinya perbedaan yang ada, ketika kota Malang bertumbuh dari jaman prasejarah, kemudian jaman penjajahan Belanda, lalu masuk kejaman kemerdekaan hingga jaman dimana Malang juga dipenuhi para koruptor2 sesuai tren jaman.

salah 1 bukti sejarah yang ada menyebutkan adanya nama " Malangkucecwara "

( maaf huruf yang tersedia tidak memiliki penulisan yang tepat untuk huruf "c " nya atau penulis yang malas membuka buka fiturnya ? ) yang ditemukan sekitar 7 abad lampau
 dijaman kerajaan Singhasari dan Ken Arok. 

1 April 1914 tercatat sebagai tanggal kelahiran Malang sebagai sebuah " kota "
( bukan kerajaan ) dan lambang nya yang menggambarkan 3 ekor singa dengan ornamen yang lebih khas Eropa, bertuliskan : 
" Malang nominor, sursum moveor " ( Malang namaku, maju tujuanku )
yang dipakai selama 50 tahun !


pada 1 April 1964, oleh Prof. Dr. R. Ng. Porbatjaraka, diusulkan untuk meletakkan kata 
" Malangkucecwara " dalam simbol kota Malang sesuai yang ada dalam prasasti yang ditemukan di Singhasari yang mempunyai arti :
"Tuhan Menghancurkan Yang Bathil "
yang berlaku hingga saat ini.



peninggalan peninggalan prasejarah bertebaran disekitar kota dan kabupaten Malang dan juga peninggalan peninggalan jaman penjajahan Belanda maupun Jepang.
 ini membuktikan betapa Malang sebenarnya sejak jaman purba merupakan sebuah wilayah strategis dari segi ekonomis maupun politis dengan SDA yang dimiliki.

 saat ini, Malang telah berubah menjadi sebuah ikon untuk berbagai bidang.
 pendidikan misalnya, sekian puluh universitas terkemuka ada di Malang, 
dan setiap tahunnya Malang mendulang puluhan ribu mahasiswa baru, 
belum lagi siswanya dari luar kota/ pulau. 

 

dibidang bisnis, terutama agrobisnis, Malang masih merajai. dibidang pariwisata, masih menjadi salah 1 primadona tanah air dengan kekayaan alam, budaya dll nya yang menjadi 
tujuan wisata dari seluruh penjuru tanah air dan dunia. 

 

 pada 1- 2 dekade terakhir ini memang Malang juga menjadi " ikon " dari berbagai tindak korupsi para pejabat atau wakil wakil rakyatnya. 
ini perkembangan baru yang ikut meramaikan sejarah kota Malang disamping cukup tingginya angka kejahatan dibidang bidang lain seperti : 
narkoba, pencurian, perampokan, pembunuhan dll. 
sebuah tantangan jaman.

 juga makin semrawutnya lalulintas dan spanduk/ baliho dll yang ironisnya justru baliho2 yang " nggedablah " itu dipasang oleh sang pemimpin, 
maka marilah bersama sama kita saksikan betapa kota tercinta ini akan semakin ruwet.

perubahan itu tidaklah perlu bergembar gembor, karena tidak akan pernah terjadi perubahan apabila kita sendiri, diri kita sendiri, tidak mau berubah. 
pertama bagaimana menata lingkungan sendiri, rumah, halaman, got got,  dst sebelum kita memberikan kritik pada rumah tetangga.
 sehingga " tukang kritik harus juga mampu menjadi sekaligus tukang pemberi solusi " , demikian itu sebuah " fair-play " !

Selamat Ulang Tahun kotaku tercinta, 
angka 100 adalah sesuatu yang sarat makna dan pesan, semoga pemimpin2 di wilayah ini memelihara orientasi kepemimpinannya kepada kepentingan dan kesejahteraan masyarakatnya, dan TIDAK untuk kesejahteraan pribadinya.

jaman demi jaman yang engkau sudah lewati, akan semakin mendewasakanmu menghadapi tantangan tantangan yang semakin berat dan besar dimasa mendatang !
sebagaimana tertera dalam simbolmu :
 " Tuhan menghancurkan yang bathil " ini akan menjadi dasar kita semua dalam menjalankan peran masing masing di kota ini,sehingga kota Malang akan senantiasa berada dalam rahmat dan lindunganNYA, amin. ( th )
 

( gambar2 dari google ) 
01. bunga ultah
02. lambang kota Malang yang lama
03. lambang yang sekarang
04. bis Batu Malang
05. alun alun Malang yang rindang dan bersih/ 1900 
( lanjutan dari tulisan ini ada di artikel " Ik ging naar Bad Huis Weg " , Mei 2014 )




















.. " Pak Yit, Sugeng Tindak Pak .. " ..

 4 sms pagi tadi hampir bersamaan masuk dengan berita yang sama  . 
Innalillahi .... mantan Kepala Sekolah kami telah wafat. padahal pada reuni terakhir diawal bulan ini, baru saja beliau kami " rasani " untuk dijenguk ber ramai2 yang pasti akan menggembirakan beliau dan rencananya nanti sekitar bulan Mei ini. 
demikian itu rahasiaNYA, yang memiliki kehidupan dan kematian.

pak Yit demikian kami menyebutnya, adalah sosok Kasek  sederhana dan penuh pengabdian pada dunia pendidikan. dengan sepeda onthel dan kacamatanya yang khas, 
beliau adalah sosok Guru yang sebenar benar guru, kejujuran itu.

 kasek bersepeda onthel bukan barang aneh dimasa itu. 
beda jauh dengan saat ini yang tidak lagi mengenal onthel. dihalaman sekolah kami berderet deret sepeda milik guru dan murid, sebagian bahkan hanya jalan kaki 
atau naik becak. 
( saya termasuk yang berjalan kaki dan baru pada kelas terakhir mendapat hadiah sepeda 
yang saya terima dengan luapan rasa gembira )

 sosok pak Yit senantiasa menyisakan kenangan terutama pada Kaos Kaki nya yang sering menjadi bahan guyonan murid murid karena tinggi sebelah akibat gelang karet yang menahannya terkadang kendor. mengapa terlihat? sebab celana panjang beliau itu terlipat sedemikian rupa alias " cingkrang " sehingga kaos kaki itu menjadi bagian kenangan.

dibalik kesabarannya, terkadang pak Yit juga sangat disiplin secara mendadak dan murid murid sering dibuat surprise. kalau sudah begini, 
semua " mengkeret " dan tunduk pada perintah beliau yang ternyata juga bisa sangat tegas dibalik sikap sabarnya.

hari ini, telah sampai akhir dari perjalanan panjangmu , 
perjalanan mengarungi peranmu sebagai pendidik dan kepala  keluarga. kami semua menyimpan kenangan itu disebuah tempat istimewa dihati kami, 
karena sosok sepertimu sangatlah sulit untuk dicari padannya saat ini.

terima kasih tak terhingga pak Yit, atas semua jerih payahmu mendidik  dan membimbing masa remaja kami yang terkadang sulit dan penuh pemberontakan.

Pak Yit, selamat jalan menuju keabadian, 
semoga ALLAH SWT memberikan tempat terbaikNYA kepada pak Yit, serta membalas setiap
 jerih payah dan jasa pak Yit yang sedemikian besar kepada murid murid dan
 dunia pendidikan pada umumnya.
Amin.
( th )
( foto bunga dari google )

Minggu, 30 Maret 2014






.. " For Your Info " ..

dengan adanya perpindahan alamat, renovasi, berganti nama/ imej, atau ditutup dll maka beberapa diantara tempat tempat kuliner yang tertulis di blog ini mengalami 
ketidak sesuaian. 
demikian mohon maklum bila ternyata informasi yang ada dalam blog ini tidak ditemukan /
 tidak sesuai lagi. atas perhatian/ pertanyaannya, terima kasih. 
salam : th
( gambar dari google )







 .. " Ke penyet di War-Nyet Jalan Bogor " ..

judul diatas bukan kiasan, tapi sebenar benarnya kepenyet. hampir tidak ada yang 
" selamat " di warung ini karena semuanya akan di dan ke pencet e .. penyet! 
dimana itu? 

itu terjadi di Warung Penyet di jalan Bogor, Malang, depan Taman Makam Pahlawan. kita sebut saja " korban korban " nya misalnya : 
ayam, udang, ikan, iga dan tempe pun tak bisa selamat !

mengusung yang serba penyet ini, ternyata penggemar penyet2an ini di Malang cukup banyak, terbukti bahwa di WarNyet ini tampak hampir selalu padat. 
pilihan menunya cukup beragam, jadi tidak perlu khawatir bagi yang tidak suka ayam, tersedia iga atau ikan ikan penyet mulai lele, nila, gurami dll.

minuman juga punya sederet pilihan menarik. es tape misalnya, bukan tape ketan hitam, tapi tape putih dari singkong dengan sensasi rasa raginya itu lho ... !




view yang bisa dinikmati adalah Taman Makam Pahlawan kota Malang, ini bukan gurauan, tapi serius. maka WarNyet ini memang sebuah tempat bersantap yang sekaligus membawa kita kepada rasa syukur yang dalam bahwa 
atas jasa mereka2 yang terbaring di TMP inilah kita semua pada saat ini bisa menikmati kebebasan ber hangout dengan teman dan kerabat di tempat seperti Warung Penyet ini.

adakah saat ini kita bisa santai menikmati penyet penyetan ini  kalau saja tidak ada para pahlawan yang terbaring didepan WarNyet ini ? 

maka, sungguh tidak ada salahnya bila perenungan ini terjadi saat bersantap di Warung Penyet yang satu ini, sah sah saja, dan siapa tahu menambah selera makan sebab sebagian dari " si penjajah sudah kita penyet penyet dipiring " ? 



 soal harga, termasuk " standar " , dengan rata rata per orang sekitar 20 ribu 
( lengkap mamin ) maka tidaklah heran kalau pengunjung warung ini 80%  yang saya amati adalah anak sekolah/ mahasiswa. 
naa .. mau coba ? ( th )



  ( photos by : th, Warung Penyet, Pebruari 2014 )

01. penyet penyetan
02. iga penyet .... yummyyyy !
03. nila penyet juga ada buat yang suka
04. es tape dan es cincau hmmm ...
05. iga, ayam, tahu
06.  war-nyet
07. atmosfer

Jumat, 28 Maret 2014





.. " Astrud Gilberto, Fly Me To The Moon "..

29 Maret 1940, Astrud lahir dari seorang ibu Brasil dan ayah Jerman. 
Astrud dikenal sebagai " Brazilian Samba and bossanova singer " yang salah 1 hitnya meledak dengan penjualan diatas 1 juta copy, The Girl From Ipanema. 

lahir di Bahia, namun besar di Rio de Janeiro, diusianya yang ke 19 Astrud menikah dengan Joao Gilberto. namun sayang pernikahan ini tidak bertahan lama, 
keduanya bercerai pada tahun 1960. 

tahun 1963 Astrud pindah ke Amerika dan mempunyai hubungan istimewa dengan patner musiknya seorang pemain American Jazz Saxophone, Stan Getz. 
tahun 70 an, Astrud banyak menulis sendiri lagu lagunya, bahkan dalam berbagai versi bahasa asing seperti : 
Portugis, Spanish, Perancis, Jerman, Itali dan Jepang.

tahun 1982 anak laki laki Gilberto , Marcelo,bergabung sebagai bassistnya .
 sedang  anak yang lain dari Astrud, Gregory Lasorsa bermain pada gitar. 

Astrud pernah berkolaborasi dengan Michael Franks dalam salah satu lagunya, Beautiful You. juga pernah mengundang George Michael dalam salah 1 albumnya. 

Astrud menerima penghargaan " Latin Jazz USA Award for LIfetime Achievement " tahun 1992 serta memperoleh penghormatan  dalam 
" International Latin Music Hall of Fame " tahun 2002.
pada tahun yang sama, meski tidak secara resmi diumumkan, Astrud berpamitan dari dunia panggung musik. 

dengan warna suaranya yang khas, tenang dan nada nada yang khas Latin, saya sebagai penggemar beratnya, masih ingin menikmati vocalnya lebih lama lagi!

Selamat Ulang Tahun ke 74, semoga masih akan muncul album album yang lain meskipun tidak lagi dapat menikmati aksi panggungmu. 
saya petikkan potongan lirik lagumu " Corcovado " , saya suka lirik ini sebesar kesukaan saya pada lirik lirik lainnya yang begitu indah. 
harapan saya , semoga orang orang yang saya cintai ikut membaca ini :
" Quero a vida sempre assim ..
Com voce perto de mim ..
Ate o apagar de velha chama .. "

musik adalah sebuah anugerah pada kemanusiaan, dan engkau telah ikut memperindahnya, Happy Birthday ! ( th )
( foto Astrud Gilberto, dari Google )
 



Kamis, 27 Maret 2014






 .. " Nayamul yang diatas lumayan"..
( kepanjen mengejar batu? )


ini adalah warung ke II di Kepanjen yang saya tulis di blog ini , sekitar 17km dari Malang, di jalur lingkar barat yang aspalnya mulus dan jalannya lebar.
 warung ini  terlihat tidak pernah sepi jam berapapun. dan menilik plat mobil mobil  diparkiran,  warung ini mungkin lebih pas disebut " peristirahatan jasmani rokhani " bagi yang sedang dalam perjalanan. 

ada plat mobil H, B, L, AG, dst. disitu juga ada tempat untuk sholat, mandi, dan tentu saja makan. nama warungnya " NAYAMUL " yang dalam bahasa khas Malang yang serba di bolak balik, artinya Lumayan .


sering dalam tulisan2 saya di blog ini beberapa pembaca terutama yang bukan asli Indonesia, mencari cari arti kata tertentu di Terjemahan Google. 
saya sungguh merasa bersalah, sebab yang dicarinya hampir pasti tidak akan ketemu, misalnya saja kata kata : 
umpel-umpelan, mak-klotak, cengengesan, bludreg dll. 


 maka khusus kata Nayamul ini bagi pembaca bukan asli Arema, saya ingin bantu mengartikannya yaitu dibalik saja menjadi "lumayan"  yang kurang lebih artinya adalah :
" not too good not too bad " , atau " sedang sedang saja " atau " it's okay " hehe ... 

dan sesuai namanya, sayapun menemukan semuanya serba lumayan di warung yang satu ini. lokasinya, atmosfernya, makanannya, layanannya, dan ... harganya ! 
dengan model prasmanan, saya jujur saja malah bingung, sebab saya tahu dari ujung ke ujung yang jumlah jenis masakannya ada sekitar 20 an, bagi saya semuanya mengundang air mata e.. liur ! 


 daftarnya sebagian adalah  ini : 
botok udang/ tempe tahu/ simbuk-an/ ontong, jangan bayem, jangan asem, jangan lodeh, kare, opor, sambel goreng, gule, pepes, oseng oseng, tumis kangkung, ikan goreng ( lele, mujair dll ), tahu/ tempe/ bakwan/ begedel / mendol goreng dst dst
 waaa .. bisa sampai habis halaman ini untuk menyebutnya satu2 ! 

maka setelah piring saya berisi nasi, saya malah " tingak tinguk " bingung 
mau mengambil apa lagi?
akhirnya saya menuju botok udang dan kare plus sambal, sudah, ini kombinasi yang tidak pas tetapi inilah menu " bingung " hehe .. 

dengan atmosfer yang begitu " ndheso " dan full bambu, saya merasa makan siang/ sore itu ( jam 15.00 ) sedang bersantap sebuah ketenteraman, lha ini yang 
mungkin tidak ditemukan di cafe cafe ! 

dan percaya tidak percaya, akhirnya saya kembali lagi ke deretan makanan di meja prasmanan untuk yang ke 2x ( tanpa nasi ) mencari sesuatu yang " ndheso " yang saya tidak tahu namanya tapi sedepnya woiiiii ....  
dan es jeruk melengkapi semuanya !


 dan akhirnya ini hebatnya : dengan porsi bebas dan sedepnya yang diatas rata rata, kasir ternyata hanya menghitung per orangnya 18 ribu ! 
padahal ( ingat ) saya tadi 2x lho mengisi piring dan lapor kasir. 

maka saat saya meninggalkan warung ini kembali kearah Malang, saya ingin rasanya mengubah nama Nayamul menjadi warung " Raul Asaib "
 ( silahkan dicari di kamus ya ! hehe ) .. 

naa , yang kebetulan dalam perjalanan melewati Kepanjen lingkar barat, boleh membuktikannya sendiri tapi awas jangan kelewat membaca peringatan di meja prasmanannya yaitu : " Awas Pedas " dengan anak panah kearah kanan ! 
( saya saat itu mengambil yang disebelah kiri demi keamanan perut hehe ... ) .
 tapi buat yang tidak sempat ke Kepanjen, 
didekat stadion Kanjuruhan Malang juga ada cabangnya !

naaa .. apakah Kepanjen kedepan akan menjadi seperti Batu dengan wisata kuliner dan wisata wisata lainnya ? sebuah pertanyaan yang patut dijawab oleh warga Kepanjen yang nampak mulai menggeliat " mengejar " Batu ... ! 
yukkk ... ( th )

( photos by : th, Warung Nayamul, Kepanjen, Malang ) 

01. yummy ....  ( tapi ini bukan porsi saya, pinjam untuk difoto hehe )
02. botok, botok
03. banyak pilihan
04. nayamul
05. atmosfer
06. iwak kali
07. lingkar barat Kepanjen



Selasa, 25 Maret 2014






 .. " Ke cangkruk di Kopi Teko, Batu " ..

budaya cangkruk saat  ini sudah menjadi sebuah kebutuhan. 
entah itu sekedar ngobrol dengan teman tanpa topik, atau dengan topik tertentu bersama kolega kantor, calon teman hidup, atau siapapun yang sedang kita perlukan.

waktu cangkruk pun 24 jam, 
 tidak ada lagi istilah tea/ coffee-time, tiap saat dapat saja menjadi tea/ coffee-time. buktinya apa? bahwa kita lihat di kedai kedai kopi hampir 24 jam selalu ramai, jadi sebenarnya waktunya terserah kita.

juga istilah Kedai/ Warung Kopi itu tidak terbatas pada kebutuhan ngopi dan nyemil, bahkan makanan makanan beratpun bisa tiap saat. 
jam 10 pagi pesan kopi plus steak? atau jam 4 sore ngopi plus nasi rawon?
siapa yang melarang ?
demikian sepintas lintas gambaran kedai kedai kopi setidaknya yang ada di Malang Raya, yang pada beberapa tahun terakhir ini booming. 



 entah bagaimana para ortu saat ini memenuhi kebutuhan anak2nya yang kebetulan nge kos diluar rumah/ kota, sebab kalau melihat dimana mana kedai kopi selalu padat oleh siswa/i SMA atau mahasiswa/i, 
pastilah tiap bulan mereka menyisihkan budget untuk Cangkruk ini. 



 kita tidak bicara dengan standar menengah keatas, 
tetapi standar umum/ rata rata mungkin kiriman saat ini berkisar antara 1.5 - 2 juta/ bulan yang harus cukup untuk membayar kamar kos, makan, transpot, kebutuhan kuliah dll. plus biaya cangkruk-an yang berkisar antara 250 ribu/ bulan keatas.

 masa masa itu sudah lama saya lewati dengan anak anak, " beruntungnya " bahwa masa itu percangkruk-an belum mem-booming, 

sehingga anak anak cukup cangkruk di kantin kampus atau dekat tempat kosnya yang murah meriah.
sebuah pergeseran jaman.

salah satu tempat cangkruk diluar Malang adalah Kopi Teko, 
dijalan Diponegoro, Batu, sekitar 15 km dari Malang. 
style yang diusung hampir seragam dengan umumnya kedai kedai kopi yang sudah ada, yaitu " menjadulkan atmosfer " dengan interior antik, lalu menu menu yang orientalis hingga yang ke barat barat an, meski yang lokal juga ada. 



sepintas kedai ini mengingatkan pada aktivitas membuat mie yang serba " blak bluk " di satu kedai mie Jalan Soekarno Hatta Malang ( di blog yang sama juga sudah saya tulis mengenai kedai ini ), karena siang itu saya juga jeprat jepret di dapur mie Kopi Teko ini. apakah memang mereka 1 group ? 

siang itu saya mencoba menu dim-sum dan sapi lada hitam ( kalau tak salah ingat lo hehehe .. sebab jarak saya menulis ini dengan cangkruknya sudah sebulan lebih hehe .. ) . skala 1 - 10 saya berhenti di angka 6.5 untuk maminnya. 


dan lokasinya yang persis dijalan raya arah Malang - Batu, memang strategis tapi cukup bising. naaa .. buat yang ingin " nyemil ringan maupun berat " boleh mencoba Kopi Teko ini yang memiliki seabreg pilihan kopi yang sulit dilewatkan !
siap untuk cangkruk? yukkkk .... ( th ) 

( photos by : th, Kopi Teko, Batu, Pebruari 2014 ) 

01. card menu
02. Kopi Teko
03. dim sum
04. lada hitam
05. suegerrr ... 
06. teras luar
07. nasgor
08. menu menu baru
09. " radio gaga "
10. sexy ..









hari ini, 26 Maret 2014, ada dua kerabat yang merayakan ultah yang 
" ajaibnya " juga pada usia yang sama.
 selamat ulang tahun. 
angka tidaklah saya sebutkan karena seperti pada umumnya, orang lebih suka merahasiakan dengan alasan tersendiri. 

tentu akan sangat menyenangkan dapat merayakannya bersama sama, tetapi harapan terkadang tak selalu terkabul. 
telepon, sms, email ataupun ucapan langsung disertai cipika cipiki dan mungkin nanti malam ditutup dengan makan malam disebuah tempat atau hanya nyemil bersama ramai ramai dirumah, apalah bedanya ,
sebab ultah memang tidak harus dirayakan secara megah mengingat tahun ketahun itu merupakan " perpendekan dari jatah usia yang ada " .

mungkin akan lebih bermanfaat bila ada sedikit waktu untuk merenung akan apa apa yang 
telah , sedang dan akan dilalui.
tentang apa apa yang masih perlu ditingkatkan/ diperbaiki/ dikembangkan/ ditinggalkan/ dihindari dst  hanya yang berultah lah yang paling tahu.

sekali lagi, semoga pertambahan usia semakin memperkaya wisdom dan menebar kearifan,
 amin.
Happy Birthday !
( th , gambar dari google )















Senin, 24 Maret 2014





 .. " R.I.P " ..

lama berada diatas kursi roda dan melewati hari hari recovery yang sulit dan panjang, 
maka rencana Tuhan selalu yang terbaik. 
selamat jalan, meski kita hanya sesekali berkumpul bersama keluarga besar, 
namun kepergian ini tetap menyisakan kehilangan.
dalam istirahat panjangmu ini, semoga segenap kedamaian menyelimutimu, 
dan Tuhan memberikan tempat terbaikNYA, amin.
( th )

( photos by : th, March 2014 )





 .. " Bertemu Semar di Lesehan Gentong, Kepanjen " ..

Kepanjen, sebuah kecamatan yang saat ini menjadi pusat pemerintahan  dan ibu kota Kabupaten Malang, sekitar 17 km dari kota Malang,  memiliki beberapa lokasi kuliner yang terkenal.
 Ada Bakso Duro, Bakso dan Es Gunung, dll. 

Di desa Palaan, Ngajum, Kepanjen, ada 2/ dua warung yang juga terkenal. Salah satunya akan kita kunjungi kali ini, yaitu Lesehan Gentong. Warung ini memang sudah beberapa tahun berdiri, tapi baru sekarang saya dengan sengaja ingin lesehan disitu. 

Mengapa kok baru sekarang? 
Inipun terjadinya tidak direncanakan alias spontan gara gara saya bertatap muka dengan Semar. Lho ? Dari sela sela pagarnya saat saya lewat didepan warung ini saya melihat sepintas tokoh pewayangan yang maha bijak ini, Semar. Maka saya yang kebetulan 
" ngefans " dengan Semar, langsung berhenti dan menemuinya.




 Siang terik itu hanya ada sekitar 15 tamu disitu, jadi saya masih leluasa memilih tempat tersantai. " Apa mbak yang terkenal disini?" ... " Bebeknya buu ... " ... 
Jadi daripada susah susah memilih menu ya manut mbaknya saja hehe .. 
Naa, setelah jeprat jepret Semar, sayapun sempat " leyeh leyeh " sambil menunggu Semar e .. bebek dan tahu. Minuman yang ditawarkan mbak tadi adalah Es Degan Jeruk yang ternyata memang suegerrr karena kombinasinya lumayan pas ! 


Lha karena jarak kedatangan Es Degan Jeruk dengan bebeknya lumayan bikin ngantuk, begitu si bebek datang ternyata gelas minum saya sudah kosong hehe ... 
( udara terik yang saya jadikan kambing hitamnya )

Untuk bebeknya yang dibumbui begitu sedep, asem pedes manis asin, pokoknya pas, saya beri nilai 7. Apalagi dimakan saat betul betul sudah lapar, rasanya boleh saja ditambah menjadi 7.5 ! Warung ini menyediakan masakan masakan " standar " tetapi bila ingin yang agak diluar standar ya boleh saja mencicipi bebek ini .




Disaat pulang saya masih menyempatkan " berpamitan " pada Semar dengan beberapa jepretan lagi, semoga kalau saya kembali lagi ke warung ini Semar masih akan ada disitu.
( th )



( photos by : th, Lesehan Gentong, March 2014 )

01. dewa nan bijak
02. bebek pedas
03. gentong ?
04. atmosfer
05. pramusaji, tapi kalau malam2 melihat rambut begini serem juga ....
06. lesehan
07. jeruk degan
08. jalan raya Ngajum
09. bebek pedas
10. semar, semar









 

Minggu, 23 Maret 2014





 .. " Tidak sempat? Kesini saja ! " ..

" perbanyak minum vitamin C secara teratur, agar tubuh, kulit, dan pastinya jiwa ikut sehat ! " , demikian sering kita dengar, tetapi sempatkah kita melakukannya? terutama bagi yang super sibuk baik di kantor, kampus, dll bahkan 
yang dirumahpun kadang " tidak sempat " peras memeras nya. 

yang berupa minuman siap minum maupun tablet, rasanya masih kalah dengan yang fresh. maka kalau tidak sempat memerasnya sendiri , sekarang di Malang sudah bertebaran Jeruk Peras. dengan 5000,-/ gelas kita akan langsung menikmati 
sari 5/ lima jerukmanis yang segar dan sehat !

lha kalau yang beginian juga tidak sempat, ya baiknya didalam tas kita selalu sedia tablet vitamin C atau jeruk segar, jadi kalau pas berhenti di lampu merah bisa 
" dikerokoti " hehe ... selamat ber vitamin C !


( photo by : th, Jeruk Peras Segar , Malang, Maret 2014 )





.. " Monopoli, " kekurangan " nampan ? " ..

mungkin ini standar layanan termodern yang entah dicomot dari mana atau negara mana, saya yang jadul hanya " mlonga mlongo " sewaktu pramusaji 
membawakan pesanan menu kemeja saya tanpa nampan alias piring menu dipegang langsung dan diletakkan diatas meja.

itupun antara 2/ dua pramusaji yang berbeda , cara meletakkannya juga beda. yang pertama agak " kemlotak " jadi terkesannya " niii .. makan ", 
sedang pramusaji kedua sangat sopan dan meletakkannya perlahan sambil mengatakan " silahkan buu ... "

lepas dari adegan apa saja didapur seorang Chef yang bisa terjadi dalam menu pesanan kita, tapi rasanya " kurang sreg " saja menyajikan pesanan mamin tanpa nampan di satu tempat sekelas Monopoli Jalan Guntur  ini meski mungkin 
supaya terkesan " casual dan akrab " bak bro and sis pada tamunya . 




lha apalagi kalau piring tersebut berisi saus atau kuah, maka bisa saja jari jari pramusaji tersentuh saus/ kuah dan membuat rasa lapar berkurang atau 
bahkan hilang 
( tergantung kuku si pramusaji bersih apa enggak hehe .. )

pramusaji ke 3 kebetulan cewek yang mengantarkan minuman menjawab pertanyaan soal nampan ini :
" kalau makanan hanya satu piring memang disajikan tanpa nampan, kalau lebih dari 1 baru memakai nampan, tapi minuman selalu pakai nampan " .....

inilah problemnya orang jadul masuk cafe anak muda! 
pasti tidak ada seorangpun yang mempermasalahkan ini kecuali saya, tetapi ternyata tidak juga, sebab gerutu yang sama diutarakan oleh tamu lain yang tergolong masih muda sebetulnya, begini gerutunya :
" apa bedanya 1 piring atau lebih, nampan itu tidak membedakan isinya, tapi nggak enaklah kalau makanan apalagi berkuah disajikan tanpa nampan " ....

adegan itu terjadi di cafe atau resto atau apalah namanya, Monopoli, di pojok jalan Guntur atau Merbabu, Malang. saya sengaja kesana pada siang hari sebab pada malam hari rasanya sudah " sesek " sebelum masuk, selalu tampak bejubel ! 

siang itu hanya sekitar 30 orang sehingga saya bebas jeprat jepret dengan seijin staf disitu. cafe ini merupakan group dari Ria Jenaka yang ada dijalan Bandung maupun yang ada di daerah nDau, Batu. 
saat ini Monopoli juga membuka cabang baru di Jalan Soekarno Hatta yang 
sama ramai dan bejubelnya !

tak jauh beda dengan Ria Jenaka, menu menu di Monopoli ini juga beragam, 
mulai yang Chinese Food, Western, Indonesia, dll. 

minuman? 
waa .. ini hanya pinter pinternya meramu dan memberi nama saja, jadi kalau ada puluhan jenis minuman dengan nama nama unik bin aneh rasanya ya tidak perlu bingung sebab kalau sudah terhidang di meja, "ramuannya " ya itu itu juga, 
hanya kombinasinya di " wolak walik " jadilah ada yang bernama :
 Es Kumbokarno, Es Punakawan Punch dll. 



nama nama wayang disini memang lumrah sebab group Ria Jenaka ini nampaknya memang kental dengan falsafah wayang terutama Semar sebagai tokoh sentralnya.
disalah satu banner misalnya tertulis falsafahnya yang terkenal yaitu :
" Urip Kuwi Mung Mampir nGguyu "
( Hidup itu Hanya Sekedar Persinggahan Untuk Tertawa  )

 sebuah falsafah yang amat dalam maknanya, dimana rentang waktu seseorang 
saat tertawa hingga selesainya itu sangatlah singkat. 
tidak ada orang yang tertawa terus menerus seharian. 
paling lama mungkin 1 - 2 menit kecuali kita menonton komedi yang inipun tertawanya tidak terus menerus tetapi terhenti sebelum tertawa lagi dan terhenti lagi demikian berulang ulang.

maka sesungguhnya hidup ini sangatlah singkat dibandingkan keabadian nantinya.
 dan hidup yang singkat ini hendaknya terisi oleh hal hal yang  bermanfaat 
baik bagi diri sendiri maupun orang lain agar dalam keabadian nantinya kita 
tidak berada dalam sesal.

oya kembali pada menu menu, Ayam Betutu disini menurut saya nilainya ada pada 6.5, sedang Iga yang bersaus paprika menurut saya ada pada 7 tetapi terpaksa dikurangi lagi 1/2, jadi 6.5. kenapa ? 
karena pada bagian tertentu daging iganya masih agak alot dan tidak diberikan pisau sehingga kesulitan untuk memisahkan daging dari otot/"kulit"nya. 

" mbak, apakah iganya tadi diambil dari freezer?" ... " iya, mengapa ya buu ?" .. 
sedikit masukan saja bahwa ada baiknya dipersiapkan  2-4 porsi iga beku yang dikeluarkan dari freezer dan diletakkkan di pendingin biasa agar tiap saat tersedia  iga yang siap dimasak, 
supaya tidak " alot " dan tamu tidak menunggu kelewat lama.

" apa yang membuat Monopoli ini kalau malam kok sampai meluber luber pengunjungnya ?", saya penasaran, apa ada makanan/ minuman khusus atau apa? 
" ndak bu, ya anak anak muda aja suka nongkrong2 disini, juga musiknya " .... 
oooo ... 

naa  .. seperti halnya Ria Jenaka, disinipun kita temui banyak barang barang antik, seperti gramaphone, radio, iklan iklan jadul dll.
sebuah tempat hunting foto yang mengasyikkan terutama buat fotografer penyuka  benda benda jadul.

ya sudah begitu saja kesan saya tentang Monopoli ini. 
atmosfernya yang " casual " nampaknya menjadi salah 1 daya tariknya, juga ada area lesehan bagi yang suka " duduk bawah " .

dan dengan penataan kursi  meja yang demikian padat 
hampir tak berjarak, pada malam hari, dari jauh tamu tamu resto ini  terlihat mirip 
 " ikan pindang dikeranjang", alias padat merayap hehe .. 

naaa ... yang punya nampan berlebih bolehlah " disumbangkan " ke Monopoli ya hehe ...
( kepala sama isinya , pendapat boleh beda to ? ) 
( th )




 

 ( photos by : th, Monopoli Resto, Merbabu, Malang, March 2014 )
01. menu dari/ buat Big Bro dan Bang Toyib hehe ..
02. ayam menggerutu e.. betutu
03. sugeng rawuh dan sugeng lesehan
04. belahan jiwa e.. iga
05. atmosfer di teras taman
06. awas jangan salah baca !
07. menu menu ala Ria Jenaka
08. es Kumbokarno
09. hidup memang sangat singkat !
10. robinson
11. mainan?
12. pojok jalan guntur