Minggu, 23 Juli 2017









.. " Yang Jorok , Jangan Pernah Ke 3 Warna " ..

sedih melihat pantai pantai yang ada dipenjuru tanah air umumnya kotor ,
 terserak  macam macam sampah dan air lautnyapun bahkan berminyak entah itu sisa solar dll dari perahu2 
atau lainnya . maka sayapun sangat penasaran dengan sebuah kawasan konservasi yang 
menamakan dirinya Pantai 3 Warna ( saya singkat P3W ) ! 
terletak di Malang Selatan , sekitar 85 km dari kota Malang atau sekitar 3 km dari pantai Sendang Biru ,
 P3W ini sebetulnya adalah area konservasi yang dilindungi serta dijaga kelestariannya secara khusus .
 namun rupanya kawasan ini justru ingin dijadikan Wisata Edukasi bagi masyarakat umum untuk 
menumbuhkan rasa Ikut Memiliki dan Melindungi Segala Bentuk Hayati Yang Ada Didalamnya
 Demi Kelangsungan Kelestarian Alam . 
 maka P3W sengaja dibuka untuk umum melalui persyaratan2 tertentu antara lain :
01 . harus mendaftar terlebih dahulu secara online melalui FB , CMC 3 Warna ( Bhakti Alam Semesta ) untuk menentukan masih tersedianya kuota atau tidak ( per gelombang masuk adalah tidak lebih dari 100 orang dengan batas waktu tinggal di P3W sekitar 2jam saja ) serta menetapkan tanggal kunjungan .
02 . maksimal per kelompok pendaftar adalah 10 orang dengan 1 penanggung jawab kelompok .
03 . biaya masuk 10 ribu/ orang dan diwajibkan memakai guide dengan biaya 100 ribu guna menghindarkan
pengunjung dari hal hal yang tidak diharapkan ( tersesat , mengotori kawasan , mesum dll )
04 . setiap barang bawaan pengunjung akan diperiksa dan didaftar secara rinci di pos jaga baik pada saat masuk maupun keluar P3W untuk memastikan tidak ada barang atau sampah yang tertinggal di kawasan P3W 
dengan sanksi denda 100ribu per item dari barang yang dengan sengaja/ tidak tertinggal
 di kawasan konserevasi , kecuali si pengunjung bersedia masuk kembali ke kawasan P3W  untuk memungutnya . 
05 . selama berada di kawasan P2W pengunjung harus patuh pada aturan2 yang ada termasuk
 misalnya memakai baju pelampung bagi yang melakukan kegiatan menyelam atau snorkling dll .
saya sengaja berangkat cukup pagi dari Malang sebab cuaca sangat tidak menentu dan
 khawatir turun hujan pada siang hari . untuk sampai di P3W kita akan tiba lebih dulu di dekat pantai Clungup
 untuk kemudian memakai jasa ojek yang tersedia disitu menuju kawasan konservasi . 
dengan hanya membayar 5000,- untuk ojeknya , melalui jalanan yang lumayan berbatu batu sekitar 1km ,
kita sampai di pos penjagaan I . mereka akan melakukan pengecekan tentang 
nomor booking online kita , dan membongkar barang bawaan kita untuk didaftar secara detil mulai jenis
 barang dan jumlahnya misal : baju renang 1 , handuk 1 , botol mineral 2 , kacang 1 bungkus , roti 2 biji dst dst
 simpan baik baik list nya sebab saat pulang nanti akan ada pemeriksaan ulang tentang
 kelengkapan barang atau sampahnya , jadi jangan ada satupun yang tertinggal .
maka ketika pulang kita juga harus tetap membawa 2 botol kosong mineral , bungkus kacang kosong 1 dll.
setelah lewat pemeriksaan , guide akan mulai membawa kita dengan berjalan kaki sepanjang 
sekitar 1km menuju P3W dan kalau kita memerlukan bantuannya semua barang bawaan  dapat 
diberikan pada si guide ( bagaimanapun harus kita ingat
 bahwa   guide bukanlah keledai .. ! ) . 
naaa .. dalam perjalanan ini kita akan melewati pantai Gatra dengan pasirnya yang bersih ,
 disitu boleh puas ber selfie ria ! juga guide sering menawarkan diri untuk membantu memfoto , 
maka mungkin saja bagi yang datang sendiri dan tidak terbiasa ber selfie boleh meminta tolong guidenya .
dari pantai Gatra sudah tidak jauh lagi kita akan sampai di P3W . 
tentu saja saya senang sebab memang pantainya bersih dan nyaman untuk ber snorkling . tetapi
ternyata tidak sepenuhnya bersih ! sepupu2 saya yang hobinya melakukan
 pemotretan bawah air merasa kecewa 
" waa .. mbak , airnya tercampur seperti sejenis minyak atau solar . kata petugas itu terbawa dari 
pantai lain , waduh .. kok bisa sih ? " ... 
saya yang hobinya juga jeprat jepret tapi didarat , ikut kecewa sebab bukan karena mengganggu
pemotretan bawah air dari sepupu2 itu tetapi membayangkan bahwa cukup banyak
 kehidupan bawah laut yang terganggu karenanya ...! 
 naaa .. semoga tulisan2 semacam ini dapat menggugah hati mereka2 yang " sembrono " pada alam karena 
1 kerusakan akan berpengaruh dan berakibat pada kerusakan yang lainnya ... ! 
dan jika tidak dimulai dari sekarang serta tidak disadari oleh setiap orang seperti saya , 
mungkin 5-7 tahun lagi kawasan2 semacam P3W hanya tinggal cerita karena dipenuhi dengan 
kerusakan2 dan kematian dari penghuni2 bawah lautnya !
setelah sekitar dua jam , nama kelompok kami diumumkan dan dinyatakan waktunya telah habis untuk 
kemudian diminta meninggalkan kawasan dan digantikan oleh pengantri yang lainnya . 
 pada pos jaga yang lain , kami harus melewati pemeriksaan ulang dan untunglah semuanya okay!
dengan perut yang mulai ber jazz ria , kelompok kecil saya menuju pantai Bajul Mati dan saya mengunjungi warung langganan saya untuk menikmati Tuna Bakar dan Sambel lalapnya\
 yang siang itu sangat mengundang selera .. ! 
setelah makan , rasanya sangat ingin " leyeh leyeh " karena atmosfer pantai dan
 pepohonan disitu sangat meninabobokkan . 
 dalam perjalanan pulang ke Malang
 terlihat banyak penjual pisang dan pete didesa desa terdekat dari Sumawe .
 sebelumnya saya hanya sempatkan singgah disalah 1 dari kerabat di Sumawe ,
 sebab kalau saya turuti semuanya
  bisa bisa saya harus menginap saking banyaknya kerabat dan biasanya mereka " memaksa "
 saya untuk membawa bermacam hasil bumi . 
maka siang itu saya " hanya " mendapat oleh oleh seikat pete dari kerabat pemilik
kedai " sempu " didepan SPBU Sumawe ini , sekaligus inilah alasan mengapa
 sepupu sepupu saya " jelous " dengan pete yang saya peroleh
 dan memaksa untuk berhenti dan mborong pete yang dijual disepanjang jalan  desa desa 
yang berdekatan dengan  Sumawe .
sungguh ini adalah sisi lain dari sebuah perjalanan ke desa desa , 
apapun yang tumbuh di kebun mereka , 
mereka akan membaginya dengan tamunya ,atau menjualnya hehehe ...
 diam diam saya berharap , bahwa suatu saat semua pengelola dan pengunjung pantai pantai yang
ada diseluruh tanah air akan memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya kebersihan yang menjadi inti 
dari kelangsungan hidup segala mahluk yang ada dilingkungannya . 
kita tidak akan lagi menemukan terumbu2 karang yang rusak , ikan atau burung2 yang mati terkena
 limbah minyak dll disepanjang pantai , pasir pasir yang penuh botol2 ,
 kotak2 dan tas tas plastik atau kresek dll 
 sehingga anak cucu kelak masih akan dapat menghirup udara bersih pantai ,
 bermain di pasir pantai yang putih dan menyelam di air laut yang jernih kebiruan
 tanpa harus gatal gatal dimata atau kulit terkena limbah ...
 P3W hanyalah setitik upaya positip ditengah maraknya kerusakan lingkungan diberbagai
 kawasan tanah air  yang masih sangat jauh dari yang harus kita capai untuk
 mengembalikan alam kita seperti 100 tahun yang silam ...
 mungkinkah ? wallahualam ..
( Titiek Hariati )
 ( writing and photos by : Titiek Hariati , 3 warna beach , july 2017 )


01. 3 warna 
02 . daun pupus dipantai Gatra
03 . prasasti 
04 . pasir Gatra
05 . mangrove
06 . 3 warna
07 . pemeriksaan barang bawaan di pos I
08 . pangkalan ojek menuju Clungup
09 . jalanan yang lumayan tidak rata
10 . guide membawa barang barang pengunjung
11 . pemeriksaan waktu pulang
12 . perhatikan sampah Anda
13 . menu lengkap di Bajulmati
14 . memborong pete
15 . sampah yang terbawa arus
16 . ombak pantai Gatra
17 . rawa yang cantik dalam perjalanan menuju 3 warna 
18 . kehijauan di pantai Gatra
19 . rindang













Rabu, 19 Juli 2017





  
.. " Cantiknya Cobek di Java Cobek " .. 

Cobek sedang " in " . 
Kalau dijaman dulu , cobek atau cowek hanya dikenal 
didapur dapur jadul , maka saat ini cobek menempati ranking atas untuk penamaan dari resto , kedai , dan cafe cafe . 
Cobek menjadi nilai jual karena ia mewakili jamannya yang jadul tetapi 
tetap dirindukan meski telah banyak peralatan canggih untuk 
menggantikan fungsinya menghancurkan rempah rempah .
Sebagai peralatan inti didapur , hampir setiap rt memilikinya . 
Tetapi saya cukup miris ketika berkunjung kerumah beberapa pasangan muda masa kini , saya tidak menemukan cobek melainkan 
blender dan sambal sambal botolan plus bumbu bumbu yang sudah jadi 
dalam kemasan2 cantik yang praktis . 
" waaa .. ngapain susah2 te , kami berdua kerja jadi nggak ada waktu untuk ngulek2 seperti ibu saya dulu , 
ini kan praktis tinggal plang plung jadi deh ... " ,
 saya mlongo tetapi juga tidak menyalahkan mereka . 
Jaman bergeser dimana saat ini sudah makin sedikit ibu ibu yang diam
 dirumah merawat anak dll sebab  dengan latar belakang pendidikan yang bagus mereka tidak ingin " tersia sia " hanya berdiam dirumah
 disamping kebutuhan finansiil yang memang mendesak .
 Tetapi tentu masih banyak mereka yang merindukan gaya masak ala " ibu ibu jadul " yang konon rasa masakannya tidak akan pernah tergantikan
 oleh bumbu bumbu jadi yang " plang plung " tadi . 
Naaa ... salah 1 yang masih mencoba memelihara gaya jadul ini adalah 
" Java Cobek " di Jalan Raya Kauman , Malang , Jatim .
 Jujur saja menurut saya , areanya sebenarnya " kurang pas " untuk sebuah tampilan kedai yang  cantik karena disitu  berlalin padat dan cepat
 sehingga orang cenderung tidak terlalu memperhatikan 
apalagi letaknya  dipojok . 
Bersebelahan dengan ruko ruko yang Non Kuliner , menjadikan kedai ini 
 perlu " diwaspadai " agar kita tidak kelewatan sebab sepintas 
lintas tidak terlalu mencolok . 
Namun ketika saya masuk kedalamnya , saya tahu bahwa kedai yang 
satu ini " tidak main main " dengan konsep cobeknya . 
Ditata secara rapih dan lumayan artistik serta bersih , 
kita akan merasa nyaman dan lapang . Daftar menunya tentu saja
 didominasi " cobek cobek an " dan tinggal memilih level
 kepedasannya meskipun tidak tertulis . 
Dideretan minuman , 
saya bertemu dengan favorit saya sejak kecil yaitu Es Dawet ! 
( secara kebetulan , duluuuu ... saat saya remaja , didepan Java Cobek ini 
ada penjual rujak cingur tersohor di Malang yang juga menjual es dawet yang lezat , jadi saya mencoba melunasi kekangenan saya di 
es dawetnya Java Cobek yang memang yummyy hehehe ... ) . 
Pilihan menunya luas mulai yang Ikan2an , Ayam2an , Sayur2an , dll yang semuanya akan ditemani sambal di cobek !
Dari rasa , harga , layanan dan atmosfer , saya tidak keberatan untuk
 memberi nilai 7 karena " rasa cobeknya yang khas " plus faktor2 pendukung lainnya dari kedai ini yang saya temukan layak untuk dikunjungi 
( lagi dan lagi ! ) !
 Hanya sedikit sulit bagi mobil karena lahan parkir terbatas dan 
area yang padat lalin , maka saya sarankan untuk parkir sedikit agak jauh
 atau naik motor , angkot atau jalan kaki ! 
Semoga hadirnya Java Cobek dijagad kuliner Malang Raya akan 
" mengingatkan " para generasi muda untuk kembali mencintai 
tradisi dapur ibu yang jadul agar mereka mengenali apa itu 
Kunir , Asem , Kencur , Jahe , Sereh , Kluwek dll !
 Sebab banyak diantara mereka yang hanya mengenal Bumbu Bumbu 
Kemasan Pabrik yang serba " plang plung " , sangat disayangkan !
 Kita butuh lebih banyak Java Cobek Java Cobek lainnya , 
dan semoga ini bukan hanya sekedar fashion untuk mendongkrak nilai jual tetapi adalah mengusung " misi " yang lebih luas ... !
Semoga .
( Titiek Hariati )

note : kepada pengelola Java Cobek ,
minta maaf bahwa tulisan ini muncul sangat terlambat sebab saya
 baru kembali dari Jateng , terima kasih .
( photos by : Titiek Hariati , Java Cobek , 
Jl . Kauman 22 ,Malang , Juli 2017 )

01 . yummyyyyy ...
02 . atmosfer yang nyaman
03 . dinding cantik
04 . " dingklik " masa kini 
05 . sebelah kiri
06 . bisa ditemukan dipenjual2 kerajinan Sengkaling 
07 . daftar menu dengan harga standar
08 . es dawet ... segarrrr ...
09 . kauman 22 , malang
10 . kripik dll khas malang



 

Selasa, 18 Juli 2017







 .. " Ketika 'big boss' turun gunung di Mie Cobek " ..

kota Malang nampaknya belum bosan bosan menambah jumlah
tujuan wisata kulinernya yang pada kurun waktu 5 tahun ini membludak 
 salah satunya adalah kawasan  Jalan Kawi Atas Malang yang menambah 
lagi koleksi lokasi hangoutnya dengan hadirnya wajah baru 
dijagad " per MIE an " di Malang yaitu " Mie Cobek " .
 sesuai namanya , memang kedai yang satu ini menampilkan Cobek
 ( atau cowek , bahasa Jawa ) sebagai " primadona " nya ! maka dalam daftar menunya terlihat dipenuhi  dengan cobek cobek yang mengawal
 antara lain :
Mie Kuah Cobek Ayam Cincang , Mie Kuah Cobek Sapi Cincang ,
Mie Kuah Cobek Empal , Mie Cobek Ayam Kremes , 
Mie Cobek Jamur Kremes dll .
Cobek dalam kultur kita umumnya dipakai untuk " ngulek " atau menghancurkan bumbu atau rempah rempah secara manual
 dan 
yang paling khas dari cobek adalah untuk membuat sambal 
( meskipun sambal masa kini dapat saja di blender atau dibeli dalam botolan pabrik , tetapi siapakah yang bisa membantah bahwa sambal yang dibuat secara manual diatas cobek adalah yang terbaik ? ) . 
 maka dikedai ini Cobek dihadirkan bukan sebagai asesoris tetapi menjadi sebagian "Ruh" nya karena ia mewakili sebuah
 " warisan budaya kuliner " ... ! 
dan untuk lebih mendukung tema ini ,
 interior kedai juga dipadankan dengan sentuhan sentuhan kecil dari 
Wayang Kulit , gambar punakawan maupun kerajinan bambu . 
meja saya memesan dua menu yang berbeda dengan level kepedasan yang
 juga berbeda . keponakan yang semeja dengan saya berkomentar :
" toppingnya memang top ya .. " , 
saya tidak membantah " la wong pancen iyo " ..
 tetapi kedai ini ternyata juga menyediakan menu " nasi2an " bagi yang 
sedang tidak ingin menyantap mie2an . 
ada nasi lemak misalnya atau juga lalap2an . 
tetapi diatas semua 
yang saya tuliskan diatas , sebenarnya ada hal lain yang buat saya juga menarik yaitu hadirnya owner atau bigboss yang siang itu 
menawarkan pada saya untuk melakukan jepretan2 dilantai duanya .
 tentu saja saya iyakan dan siang itu saya beruntung karena lantai dua dalam keadaan sepi ( saya datang memang sudah lewat jam makan siang ) . 
disini saya melihat atmosfernya berbeda dengan lantai bawah 
meskipun sama sama nyaman . 
puas jeprat jepret saya kembali turun dan saya mendapati 
" pemandangan indah " yaitu si pemilik kedai , bapak Priyatno yang ramah itu , sedang membereskan dan membersihkan meja meja yang ditinggalkan pengunjung kedainya .ini termasuk adegan langka , 
karena biasanya pegawai2 kedai atau resto lah yang melakukannya . 
 juga saya lihat beliau mendatangi beberapa meja dan menyapa ramah tamu tamunya termasuk meja saya dengan
" silahkan lho dimeja sebelah sana itu kalau menginginkan acarnya " 
atau ini " mari bu , kalau ingin berfoto bersama biar saya yang memfotokan dan ibu bisa pindah kemeja depan ibu sebentar ,
supaya lightingnya lebih bagus " ...
 tentu saja kalau saya diminta menilai kedai ini saya akan mulai dengan  atmosfer kedai yang lumayan nyaman ,
 menu menunya yang beragam dan unik , rasa masakannya juga 
menempati level 7 dari skala 1 -0 10 dengan  harga harga menunya yang cukup standar,  rasanya saya masih harus menambah angka untuk kedai ini
 yaitu Layanan Pak Boss nya yang humble dan ramah ,
 sesuatu yang jarang saya temui kecuali hanya di beberapa kedai saja di Malang ini yang sekelas Mie Cobek .
 naa ... yang penasaran dengan Mie Cobek dengan jenis mie nya yang tipis dan kuecilll ini , bisa langsung ke
 Jalan Kawi Atas 34A Malang atau mencoba lewat delivery  , 
pesan saja dulu di 0341 585870 atau WA  08953 40052 888 . 
siapa tahu bahkan pembaca akan mendapat surprise 
bahwa sang big-boss sendiri yang akan mengantarnya ...  ? 
( Titiek Hariati )


( photos by : Titiek Hariati , Mie Cobek Malang , 18 July 2017 )

01 . 2nd floor atmosphere ( 01 )
02 . 2nd floor atmosphere ( 02 )
03 . mie cobek ayam jamur
04 . mie cobek kuah sapi cincang
05 . green window
06 . samyang
07 . order here
08 . daftar menu
09 . memesan

.







Minggu, 14 Mei 2017





.. " Indigo , yang Mewah ( mepet sawah ) " ..

setelah lembah lembah dan gunung serta laut menjadi rebutan 
para pengusaha kuliner yang ingin menjual panorama sebagai daya jual makanannya , maka trend lain di Malang Raya saat ini adalah membuka 
cafe ataupun bistro yang mewah alias mepet sawah . 
dan dengan makin banyaknya usaha kuliner yang berebut sawah , 
maka sawah sawahpun areanya makin menyempit dan 
nyaris hilang karena didesak oleh munculnya kedai kedai tongkrongan yang memilih sawah sebagai view andalannya . 
lho kalau sawah andalannya kan berarti tidak hilang ? ya hilang ,
 wong sebagian dari sawah itu dipakai untuk bangunan bangunan cafe dll sehingga sawahnyapun menyempit dan sekedar untuk " hijau hijauan "
para penikmat cafe didekatnya . 
salah satu pengikut trend " mewah " ini adalah berjuluk 
'' INDIGO Cafe and Bistro "
letaknya yang memang mepetsawah plus dijalan alternatif arah 
Malang - Batu yang membuat kedai yang satu ini lumayan menarik . 
terbilang masih gres karena belum seumur jagung , 
INDIGO menawarkan suasana yang lumayan nyaman untuk hangout 
bersama teman atau keluarga . 
sesuai konsepnya yang bistro , maka selain menawarkan berbagai jenis minuman juga menyediakan light meals yang kurang pas untuk
 mereka yang lapar besar . 
 ada berbagai jenis kopi dan jus  , juga ada nasgor , spaghetti , 
roti bakar , french fries dll meski dalam porsi mini sesuai konsep 
bistro yang diusungnya . disini memang bukan masalah
 pemuas lapar yang dicari pengunjung , 
tetapi adalah suasana yang lebih pas untuk ngopi sambil 
ngobrol ngalor ngidul atau sambil ber wifi ria ! 
dari arah Malang yang lebih mudah adalah kalau kita menemukan kampus Universitas Tri Buwana Tungga Dewi didaerah perumahan 
Batu Permata , dari sana kita ikuti saja jalan lurus arah Batu 
dan hanya sekitar 7 menit kita sudah akan melihat Indigo disebelah kanan 
jalan . letaknya yang agak lebih tinggi dari jalan raya membuat 
cafe yang satu ini mudah terlihat . 
 daya tarik lain adalah harga menu menunya yang pas untuk kantong mahasiswa  sehingga yang ( sudah ) bukan mahasiswa akan
ikut senang menikmati nya hehehe ...
INDIGO punya beberapa makna , pertama artinya warna nila 
atau keunguan , dan makna kedua adalah bahwa istilah ini 
dipakai untuk anak anak yang berbakat melihat mahluk astral .
 yang mana yang lebih pas untuk kedai ini tidaklah penting . yang penting saya memberi nilai 6,5 dalam skala 0-10 untuk maminnya 
dan 7 untuk suasananya .
 naa .. yang sudah penasaran dengan INDIGO , silahkan 
mulai memasang GPS ....!
( TH )
 ( writing and photos by : Titiek Hariati , INDIGO cafe & bistro )

01 . mepetsawah
02 . nila atau bisa melihat mahluk astral ?
03 . atmosfer salah satu sudutnya
04 . yang suka Itali
05 . nasgor mini
06 . roti bakar
07 . daftar menu , murah meriah
08 . halaman parkir yang diatas jalan raya
09 . miauwwwww ....