Jumat, 20 Juli 2018






.. " Lembah Tumpang Resort , 
Cantik dan Menyebalkan " ..
pelan tapi pasti , Batu mendapat saingan dari area area
 dilingkungan Malang Raya yang mulai berbenah diri dan
 mempercantik tujuan tujuan wisatanya . 
ini memang penting supaya arus pengunjung tidak " umpel2an "
kearah Batu saja , melainkan dipecah kebeberapa
 daerah lain yang tidak kalah SDA nya . 
salah satu nya adalah Lembah Tumpang Resort / LTR yang
 terletak di desa Karang Jambe , Tumpang Malang yang
 berjarak hanya sekitar 25 km dari kota Malang arah
 Gunung Bromo . tentu saja yang ditawarkan disini adalah
 tempat untuk bersantai dengan keluarga ditengah
 suasana alami dengan mengambil setting purbakala 
alias dikelilingi bangunan candi candi dan patung patung .
  kehijauan yang ditawarkan memang lumayan menyejukkan ,
 ditambah adanya dua kolam yang luas yang menawarkan
 kesegaran air alam desa Tumpang . 
juga disediakan delman bagi yang tidak ingin kelelahan mengitari 
luasnya resort ini . ditengahnya ada semacam bangunan
 pendopo untuk melepas lelah atau membuka bekal ?
LAYANAN KETUS dan LAMBAN ?
catatan secara khusus saya berikan kepada cafe satu2nya yang
 ada ditengah resort ini , yaitu masalah layanannya . 
 siang itu , sekitar 12 hari setelah lebaran , 
saya menemani kerabat dari Sumbar yang sedang 
berlibur di Malang . maunya saya " memamerkan " resort ini 
supaya mereka tidak hanya Batu Centris .
  setelah puas ber selfie ria dan jeprat jepret sana sini , kami ber 6 
istirahat di cafe yang merupakan satu2nya disitu ,
 yang siang itu sudah dipenuhi pengunjung ,
 maklum udara cukup terik dan tidak ada cafe lain disitu. 
setelah memesan menu dan membayarnya  di kasir , kami 
menunggu sambil menahan perut yang memang mulai berontak ,
 padahal saat Ramadhan pada  jam jam yang sama kami
 tidak merasakan lapar atau haus , aneh juga ...
 menunggu pesanan sambil ngobrol naglor ngidul ternyata 
1 jam sudah lewat dan bahkan memasuki 1 1/2 jam !
 kami minta penjelasan kekasir yang ternyata siang itu juga
 diprotes banyak pengunjung akibat lamanya layanan . 
lucunya , kasir masih terus saja menerima duit dari pesanan2
 yang baru sehingga praktis isi cafe siang itu adalah 
pemandangan puluhan pengunjung yang " tolahtoleh " 
dengan perut lapar .. bahkan ketika ada pengunjung yang
 bertanya tentang pesanannya yang tidak kunjung muncul ,
si kasir menjawab dengan ketus seolah tidak 
membutuhkan pengunjung , kami semua surprise .. !
sayapun  penasaran dan mencoba menyusup ke dapur untuk
 melihat cara kerja para petugasnya . saya kaget bahwa ada 
satu orang yang MENGANGGUR alias tidak ngapa2 ,
 sementara yang lain sibuk mengupas ini itu dan memasak
 entah apa yang dimasak sebab dari tadi tidak ada menu 
yang keluar dari dapur mereka ... !
 bahkan ketika saya minta agar minumannya didahulukan , 
tokh es jeruk bukan masalah untuk mempersiapkannya 
dengan cepat , ternyata juga sia sia sebab yang terlihat
 didapur hanyalah petugas2 yang " munyar munyer kesana sini
 tidak jelas apa yang dikerjakan " ... !
 dengan kejengkelan yang sudah sampai di ubun ubun ,
 kamipun akhirnya meminta kembali uang kami di kasir untuk
 membatalkan pesanan yang diikuti oleh 
sementara itu seorang bapak dengan keluarganya terlihat masih
 bertahan meski sudah hampir dua jam menunggu 
" anak anak saya sudah lapar , jadi ya ditunggu saja ... " 
katanya memelas , saya berdoa semoga bapak
 ini segera bisa dilayani pesanannya ! 
 sungguh sebagai Kesan Pertama , hal ini sangat merugikan LTR
 itu sendiri sebab menjadikan orang kapok datang kembali !
 alasan keterbatasan pegawai atau petugas dapat diatasi kalau
 mereka mempersiapkannya dengan lebih awal , misal :
 dua jam sebelum dibuka , sayur atau bumbu2 tertentu yang
 memakan waktu menyiapkannya sudah di sediakan sehingga
 ketika cafe dibuka dan pesanan mengalir , 
mereka tinggal " plang-plung " saja ... !
( bayangkan kalau ada pesanan capcai 10 porsi tetapi mereka
 masih harus merajang sayur2nya , bisa bisa
 selesai setelah 5 jam ..... ! )
manajemen persiapan , manajemen waktu , 
 manajemen layanan , dll dll haruslah secara detil dan teliti 
dirancang agar tempat yang sudah bagus ini tidak dinodai
 oleh layanan yang menyebalkan !!
 kalau saja siang itu ada yang menjual nasi bungkus siap makan ,
 meskipun 25 ribu per porsi pasti laris manis daripada
 pengunjung kelaparan menunggu pesanan yang 
di awang awang ... !!
LTR kami tinggalkan dengan kesan terbelah antara kesan
 keindahannya dan kejengkelan kami pada layanan cafenya ! 
 bagi yang ingin menginap disini , LTR memang menjadi
salah satu pilihan yang menarik meskipun kami meragukan 
disegi layanannya apakah resort ini sudah betul2 siap 
ataukah masih sebatas untuk praktek magang ?
semoga masukan yang tidak enak ini dapat diterima sebagai
sebuah kritik membangun agar LTR 
tidak mengecewakan wisatawan terutama yang manca 
karena akan berpengaruh pada nama baik Indonesia ... !
( Titiek Hariati , Juli 2018 )
( Photos by : Titiek Hariati , LTR Hari Pilkada 2018 )
01 . kolam renang ditengah LTR
02 . salah satu karya seni di LTR
03 . kolam yang mengelilingi bangunan candi
04 . jalanan di LTR yang sejuk
05 . pendopo untuk bersantai
06 . kerabat Sumbar
07 . salah satu sudut patung patung yang 
banyak ditemui di LTR 
08 . apakah dulunya tempat ini kebun kelapa sawit ?
( banyak ditemui di LTR )
09 . ikan ikan di kolam LTR









Kamis, 19 Juli 2018





.. " REBORN , yang kesekian kali ? " ..
bicara tentang bisnis kuliner ,
 tidak lepas dari kisah sukses dan gagal yang dialami pelaku2nya .
 salah satu contoh yang ada di Malang Raya , 
adalah yang ada di pojok Jalan Guntur atau Merbabu ini .
 entah karena pemiliknya berganti , atau hanya manajemennya ,
 atau penyewa tempatnya yang baru , 
apapun itu , tempat ini sudah " mlungsungi " beberapa kali .
 ini juga dialami oleh tetangganya yang berada
tidak jauh dari sini , yang dalam pengamatan saya kalau
 tidak salah sudah berganti wajah , konsep dan nama juga 4X .. !
 maka ketika nama terakhir yang muncul adalah " Reborn " ,
 saya langsung mengartikannya sebagai 
" kelahiran kembali " yang dalam bahasa jawanya
 semakna dengan 2nd-chanche ! 
( atau mungkin 3rd or 4th  hehehe ...  )  .
 dengan perubahan tampilan dan konsep ,
 ada harapan bahwa ini akan membawa angin segar atau 
setidaknya akan lebih menarik pengunjung ! 
meneliti daftar menunya , memang cafe cafe sejenis ini tidak 
banyak berbeda meski soal nama menu bisa saja dimodifikasi 
sebagaimana tampilan dalam sajiannya . 
 saya lebih penasaran pada atmosfer nya yang disebuah sore 
saya coba untuk sekedar ngopi dan nyamil di Reborn ini .
 memang terasa beda dengan suasana cafe sebelumnya dilokasi
 yang sama karena Reborn lebih menawarkan
 privasi meskipun kita juga dapat memilih tempat yang lebih berbaur .
 dengan interior yang terkesan lebih " serius " 
dibanding cafe yang sebelumnya , 
maka Reborn nampaknya lebih siap bersaing dengan
 tetangga2nya yang mulai melesat , sebut saja The Library 
yang berjarak hanya beberapa puluh meter ! 
 Jalan Merbabu & Guntur yang dulu steril dari kedai2 atau cafe2 ,
 kini sudah menjelma menjadi lokasi 
nongkrong dan ngopi yang ramai .
 tentu tidak mudah untuk bertahan ditengah persaingan ketat ,
 tetapi kalau Reborn konsisten dalam 
layanan , rasa , atmosfer dan harga , 
tidak mustahil ini akan menjadi nama terakhir yang 
mereka tidak perlu ganti2 lagi selamanya .. !
dan hanya waktu yang akan membuktikannya ...
 ( Titiek Hariati , Juli 2018 )
( photos by : Titiek Hariati )










 

Selasa, 17 Juli 2018





.. " Museum Mpu Purwa Tidak ( Lagi ) Angker " ..
Kota Malang menambah koleksi museumnya yaitu 
Museum Mpu Purwa yang berlokasi di daerah Mojolangu ,
 Lowokwaru dan masuk dari Jalan Soekarno Hatta , Malang .
 Baru berusia 3 hari saat saya menulis ini , 
dan museum yang satu ini hadir dengan perwajahan
 yang lebih kekinian dibanding saat untuk pertama kali saya
 melihatnya sekian bulan yang lalu . 
Saat itu kesan angker memang mendominasi ruangan2nya yang 
belum tertata . Ditambah koleksi patung2nya
 yang masih terserak .
 Kemarin kesan itu sudah lenyap . 
Dengan melihat temuan benda dan arca arca purbakala
 yang ada disitu , kita dapat menelusuri sejarah dari kerajaan2
 di Jawa khususnya Jawa Timur.
 Kanjuruhan yang merupakan cikal bakal raja raja Jawa
 meninggalkan jejaknya yang mengagumkan yang
 dapat dilihat di museum ini ,
 juga kerajaan Singhasari dengan 
Ken Dedes nya yang melegenda .
Diruangan atas kita juga bisa melihat diorama dari
 Mpu Purwa yang menghadirkan gambaran dari 
 peradaban tinggi para leluhur kita . 
 Sebuah wisata edukadi yang bagus buat anak2 sekolah 
maupun mahasiswa agar mereka mengenal
 kebesaran nenek moyangnya dimasa lampau serta 
melestarikan warisan budayanya,
  agar mereka tidak terjebak dalam arus budaya modern
 yang bisa melenyapkan jatidiri mereka 
sebagai pewaris budaya timur yang luhur !
 Museum buka setiap hari mulai pukul 7'30 sampai jam 4 sore ,
 sementara ini tidak ada pungutan tiket masuk 
tetapi pengunjung dapat mengisi sumbangan sukarela 
dan tersedia guide bila diperlukan . 
( Titiek Hariati , Juli 2018 ) 
( writing & photos : Titiek Hariati , July 2018 )









 




.. " Bola Mempertemukan Sejoli Presiden " ..
Presiden Perancis nan muda dan cakep bertemu ditempat 
duduk para VVIP dengan Presiden Kroasia nan muda 
dan cantik untuk bersama sama menyaksikan final antara
 timnas kedua negara itu yang juga disaksikan oleh
 pimpinan negara tuan rumah .
 Dan ketika akhirnya Perancis unggul , sementara Kroasia 
menempati posisi runner up , keduanya saling berucap selamat 
melalui sebuah pelukan hangat . Adegan  ini bukan 
direkayasa untuk sebuah sinetron melainkan terjadi secara alami
 dan spontan yang tentu saja tidak dilewatkan oleh
 jutaan kamera sedunia . berpelukan seperti itu adalah
 " hal umum atau biasa " untuk budaya barat sebagai ekspresi
 rasa sukacita atau sebaliknya rasa empati atas
 sesuatu kesedihan atau bencana .
Yang tidak biasa adalah karena keduanya malam itu merupakan
 simbol yang mewakili negara negara finalis Piala Dunia 2018
 sehingga keduanya seolah dalam garis takdir sebagai
 presiden2 nan muda dan cakep yang seolah 
" andai saja keduanya adalah berpasangan pastilah
 menjadi sangat ideal " ... 
 Adegan selanjutnya juga sangat menarik karena dengan 
naluri keibuannya presiden Kroasia ini memeluki setiap
pemain dan official dari kedua tim finalis seolah ia
ingin menyampaikan terimakasihnya atas perjuangan keras
 kedua kesebelasan yang sudah tampil memukau !
 Yah .. gawe Piala Dunia sudah berakhir dengan penuh catatan
 yang kaya kejutan dan ironis . 
Betapa tidak ketika tim tim yang dijagokan bertumbangan
 dan tim tim yang di " sepelekan " justru bertahan .
 Selain tim , pemain pemain yang sudah melegendapun 
dipaksa pulang dengan penuh kekecewaan karena
 tidak berhasil menunjukkan kehebatan dari
 gaji mereka yang triliunan ... !! 
Rusia menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia yang 
meninggalkan banyak catatan indah , sedih , kecewa ,
 sesal , marah , bahagia , dst dst karena sesungguhnya
bola bukanlah sekedar bola melainkan juga
 mewakili  Budaya  , Tradisi , Spirit dll 
dari sebuah Bangsa .. !
beberapa minggu kita sudah dibuat tegang oleh pertandingan2 
yang seru dan yang memompa adrenalin karena ada
 idola idola kita yang bertarung disana ,
 maka sungguh Piala Dunia adalah lebih tepat disebut 
sebagai Ajang Pemompa Adrenalin Dunia ( APAD ) . 
2020 kita akan mengarahkan pandangan ke Qatar sebagai
 tuan rumah Piala Dunia 2020 , ini juga sesuatu yang menarik
 bahwa kita akan menyaksikan 
sentuhan budaya Timur Tengah dalam 
penyelenggaraannya setelah sebelumnya Rusia .
 bola menggelinding melawati ras , budaya , tradisi dan bangsa
 yang berbeda beda namun disatukan dalam sebuah
 gairah yang sama yaitu Sepak Bola .
 maka bila bola dapat merekatkan perbedaan ke4nya , 
dan membuat para pimpinan negara saling akrab , 
mengapa kita masih butuh peperangan ?
( Titiek Hariati , Juli 2018 )
( photos taken from TV )







 

Kamis, 12 Juli 2018







 .. " Andai Betawi Seperti Saat Lebaran " ..
 undangan ber lebaran di Betawi memang punya beberapa alasan .
 di Malang " para pinisepuh " sudah 95% wafat dan
 di Betawi sesepuhnya hanya tinggal dua saja . selebihnya adalah
 generasi saya dan dibawah saya dan generasi para cucu dari
 kakak , sepupu , keponakan dll .
 dan meskipun di Betawi dan Bandung hanya ada 15 / lima belas 
kepala keluarga yang jauh lebih sedikit dibanding yang ada di 
Malang Raya dan luar pulau , saya tetap putuskan
 berlebaran di Betawi karena ingin bertukar atmosfer lebaran 
bersama kerabat disana .
 malam takbiran saya berada dalam pesawat yang nyaris 
melompong dan banyak penumpang yang saling berpindah tempat
 sesukanya .. ini pertanda baik sebab saya sungguh berharap 
hal yang sama akan terjadi selama lebaran nanti . 
dugaan tidak meleset . dari cengkareng hingga tempat menginap ,
 Jakarta lebih mirip jalanan di kota2 kecil seperti Blitar dll yang
 tidak macet dan lengang ... rasanya lega dan udara Jakarta 
terasa lebih sejuk dan sehat ! 
tetapi ternyata seluruh acara saya di Betawi sudah disusun rapih 
dan padat oleh " nyonya dan tuan rumah " hehehe .. 
begini katanya : " dari bandara , tiket sudah disediakan 
untuk nonton pameran seni di museum modern art... " ...

 na lo , kalo baru landing saja sudah
 disiapkan acaranya , 
maka bisa dibayangkan bagaimana dengan besok dan besoknya 
dan besoknya yang sudah pasti sangat padat ! 
naa .. berhubung sudah ada di museum seni modern ,
 maka harus ikhlas antre panjang untuk giliran masuknya 
yang akhirnya harus dipotong untuk berbuka lebih dulu
 di kedai kopi yang ada di museum .
ini adalah berbuka yang terakhir kali dibulan Ramadhan . 
menyempatkan sholat diarea yang sama dan setelah sebelumnya 
menikmati ta'jil di kedai kopi , kami kembali masuk antrean
 untuk melihat karya karya seniman Jepang Yayoi Kusama .
 dalam perjalanan panjangnya sebagai seorang 
seniman seni kontemporer , YK memang luar biasa dalam
mengekspresikan rasa yang bergejolak dalam bathinnya dan
 karya karyanya membuktikan kepiawaiannya dalam
 olah seni baik lukis , patung , instalasi , audio visual , dll . 
 antrean yang hampir dua jam terbalas dengan karya2nya meski
 kaki saya sudah terasa mati rasa hehehe ...
malamnya bergabung pula" tuan dan nyonya rumah " yang satunya ,
lengkap sudah " The A Team " hehehe ..
ber 6 kami makan malam di GI sambil merencanakan detil
 acara esok hari  ( ini untungnya punya " EO " hehehe ... ) .
 malam takbiran memang tidak bisa menikmati suasana yang
 khas seperti halnya di Malang yang berupa barisan
anak anak 
masuk keluar kampung membawa obor atau
 lentera sambil melantunkan takbir ..
 dan pagi hari , rencana sholat IED di Masjid Istiqlal ternyata
 batal karena waktu yang sudah tidak terkejar dan 
dskan untuk sholat IED di masjid terdekat yang pagi itu
 sudah dipadati oleh para jamaah . 
setelah sholat Ied ternyata tidak menemu opor ayam dll 
sebagaimana tradisinya , melainkan sudah tersedia lasagna .. lho ,
 apakah ini lebaran rasa Itali ? apa boleh buat , nikmati saja ..
( ini adalah " gejala " lebaran ala anak2 jaman now hehehe .. )
 sekitar jam 10 kami sudah berkumpul dikediaman sesepuh di
 Jakarta Timur untuk ber halalbihalal dengan segenap 
kerabat di Betawi . naa ... barulah disitu terasa lebaran
 dengan menu menu khas " riyoyo " !
  dalam kesempatan ini sekaligus dibahas bermacam isu keluarga
untuk memotivasi generasi muda keluarga agar 
kedepannya mereka lebih aktiv merekatkan diri satu dengan
 yang lain guna menghindari 
Ketidak Tahuan Antara Keluarga Satu Dengan Yang Lain 
terutama bagi yang berada di
 luar kota , provinsi maupun pulau bahkan negeri !
 pemanfaatan gadget sebagai perekat kekerabatan adalah penting , 
sehingga tidak ada alasan lagi bagi mereka yang berjauhan
 untuk tidak saling mengenal dan " guyub " !
 menjelang sore acara berakhir dengan janji akan bertemu lagi
 pada bulan Agustus ditempat yang sama sekaligus untuk
 melepas perjalanan panjang saya selama sebulan yad ! 
malam harinya kami berkunjung kepada kerabat yang lain
 dan disini kami bertemu menu lebaran khas dari Riau 
antara lain Ketan Srikaya yang yummyyy ... !
benar2 perut dibuat kaget setelah berpuasa sebulan tiba tiba
 sejak pagi nonstop diisi bermacam mamin !
 esok paginya , sesuai " minutes of show " , adalah kunjungan
 ke Bintaro untuk menengok kediaman para 
" tuan2 dan nyonya2 rumah " yang mengundang saya hehehe ...
 setelahnya , kami menghabiskan beberapa jam di IKEA yang
 siang itu lebih mirip sarang semut ! 
 
berhubung sudah terlanjur masuk , ya dinikmati saja meski 
harus membatalkan rencana mencicipi " bakso Swedia " karen
 antreannya yang menghilangkan selera lapar .
 oya , IKEA memang sejak jaman Majapahit sudah jadi favorit saya
 karena style nya yang bergaya muda ,
 simpel dan serba praktis . 
bahkan ketika anak2 saya masih balita , mereka sudah akrab 
dengan hal2 berbau IKEA karena desainnya yang 
sangat berpihak pada keselamatan dan keamanan balita ,
 jadi kali ini saya merasa bisa melepas kangen dengan 
kehadiran IKEA di Betawi  
( semoga segera disusul di kota2 lainnya ) .
khusus untuk hari yang  ke 3 ,
 agenda saya tidak  boleh diubah atau ditawar siapapun ,
 yaitu ke Kota Tua atau Old City Jakarta  hehehe ...
 ada bermacam museum disana , Museum Wayang , Museum Pos ,
 Museum Bank Mandiri , Museum BI , Museum Keramik dll
 yang pasti kurang kalau hanya sehari untuk mrlihat semuanya . 
maka saya prioritaskan untuk jeprat jepret di sekitar
 alun alunnya dan Museum  Wayang serta Batavia Cafe
 yang siang itu lumayan padat  di hari ke 3 lebaran. 
saya bersyukur bahwa Jakarta memiliki sisi2  kelestarian budaya
 lewat berbagai upaya seperti
 penyelamatan  gedung2 kuno bersejarah ,
 museum2 , atraksi2 lenong , silat dll yang perlu
 diketahui& diwarisi  
terutama oleh generasi gadget ! 

Batavia Cafe yang terjaga keasliannya menjadi salah satu ikon
 Old City yang seolah menghidupkan kembali suasana 
 kolonial Belanda ditanah air . saya merasa betah disana karena 
pelan2 sudah mulai jenuh dengan berbagai cafe modern
 yang tidak jauh beda satu dengan yang lain meski 
mengusung nama cafe dan mamin yang beda dan aneh aneh .. 
 malam harinya yang sekaligus merupakan malam terakhir 
saya di Betawi , saya nikmati dengan dua kerabat yang berbeda .
 satu dari Bogor dan yang lain dari Jakarta . 
 mengingat banyaknya balita yang ikut , pilihan jatuh ke
 pizza yang relatif populer buat anak anak . 
farewel - party ? bukan , sebab 
setiap perpisahan itu sebenarnya adalah awal untuk perjump
  untuk packing sebab saya mendapat pesawat terpagi ke Malang .
 jam 23.30 baru selesai packing ,
 jam 3 pagi sudah harus bangun karena selambatnya jam 4 
sudah harus berangkat ke bandara .
 lucunya , salah satu dari pasangan " tuan dan nyonya rumah "
 saya di  Betawi juga ikut ke Malang meski beda pesawat ,
 alasannya sederhana :
 " bagaimanapun harus mudik " hehehe ..
 lebaran yang " ngalor ngidul " ini memang tidak harus 
diperdebatkan ,  bukankah dimana mana adalah bumiNYA 
dan bersyukur adalah kuncinya ?
hanya satu yang " ngangeni " yaitu 
lengangnya jalanan2 ibu kota dengan udaranya yang
 lebih sejuk dan langit terlihat kebiruan serasa sedang tidak
 berada di kota 
terpadat & terbising & terpolusi Indonesia ..
 ( Titiek Hariati )
( Writing & Photos by : Titiek Hariati  & Oliver ) 
01 . " buah labu" , karya Yayoi Kusama
02 . leaflet tentang YK
03 . kaca pesawat yang retak2
04 . sebuah toko kosmetik di bandara
05 . di museum macan
06 . " bunga " , karya YK
07 . kemeja , desain oleh YK
08 . blackwhite , karya YK
09 . saya jepret dari luar ruangan pameran YK
10 . sholat IED dilapangan , batal ke Istiqlal
11. bertemu ketupat dll khas Riau
12 . pancious
13 . batavia cafe , khas ala kolonial Belanda
14 . soto betawi
15 . salah satu sudut batavia cafe yang djadoel
16 . kroket londo
17 . atmosfer cafe
18 . iga
19 . lumpia resep djadoel
20 . alun alun Kota Tua Batavia
21 . sup jamur
22 . wayang titi
23 . ondel ondel
24 . farewell evening
25 . dalam perjalanan pulang , Mahameru ( 01 )
26 . Mahameru ( 02 )