Selasa, 28 Desember 2021

 

 
 
 .. " Kekayaan Kemakmuran Abundacio ? " ..
sekitar setengah tahun lebih yl 
saya ketempat ini untuk pertama kali . 
dan yang kedua kali adalah bulan yang lalu
 tetapi baru saat ini saya sempat 
memposting tersebab berbagai hal 
diantaranya termasuk " mbolang lokal dan nasional " hehehe ..
 
 

 
 
terletak di Jl. Raya Tegalweru, nDau , 
kabupaten Malang , lokasi kuliner yang satu
 ini memang punya catatan tersendiri .
 pemiliknya adalah eks N-1 yang meski 
saat itu belum sampai selesai menjabat 
dan harus digantikan wakilnya 
karena sesuatu hal .
 
 
 
kedua, panggilan akrabnya Abah Anton ,
ini juga menyediakan kebun durennya 
sebagai salah satu daya tarik restonya disitu ! ketiga , pengunjung dapat menikmati
 jajanan maupun menu menu tradisional disamping alamnya dan tentu saja
durennya ! 
pengalaman saya dua kali kesana , 
apalagi saat pandemi, membuat saya miris melihat antrian pengunjung untuk 
mengambil makanan yang prasmanan . 
setelah antri mengambilnya , 
parahnya masih harus sekali lagi 
mengantri didepan kasir dengan memegang makanan yang dipilihnya ! 
sebuah keadaan yang rentan penularan
 covid akibat berdesakan dan terbukanya makanan selama antrian . 
baru pada kunjungan yang kedua karena
 datang lebih pagi dan belum saatnya
 jam makan siang , saya berani menuju
 meja prasmanan dan tentu saja
 setelahnya adalah durennya untuk
 dibawa pulang ! 
maka ada saran bahwa saat pandemi 
seperti ini hendaknya manajemen tetap bersedia memperhatikan hal hal dibawah ini :
 
 
* pentingnya pemeriksaan suhu pengunjung
 atau lebih keren lagi lewat scanner pedulilindungi !
* hindari antrian dimeja prasmanan 
dengan cara layanan layaknya resto biasa alias pemasanan lewat pramusajidi meja meja !
* antrian di kasir juga dapat dihindari 
dengan pembayaran awal TANPA membawa makanan yang dipilih karena ada
 layanan meja dari pramusaji  
dan DIPISAHKAN antara 
kasir TUNAI dan NON TUNAI untuk menghindari panjangnya antrian 
yang rentan covid !
penjagaan yang longgar terhadap pengunjung tentu menyenangkan bagi mereka
 yang tidak setuju vaksin atau bagi mereka 
yang kebetulan sedang demam diatas 37/38*. ramainya cafe atau resto memang
 menyenangkan bagi manajemen sebab
 menjamin kelangsungan kesejahteraan karyawannya , tetapi jangan sampai 
menjadi kluster baru apalagi saat ini
 Omicron mulai mengintip !
 
adalah benar bahwa takdir itu ada , 
tetapi Allah juga mewajibkan manusia
 untuk BERUPAYA menjaga 
dirinya , raga dan jiwanya , agar selamat ,
 sehat dan barokah dunia wal akherat !
 

 naa ... yang penasaran dengan tempat ini 
atau mencari makna kata Abundacio ,
 maka judul tulisan agaknya sudah mewakili bahwa 
Kekayaan dan Kemakmuran adalah
 harapan ownernya dengan
 nama Abundacio , 
dan diatas semua ini tentu kita berharap
 bahwa kekayaan hati adalah
 lebih utama ...
yukkk ...!
( Writing & Photos : Titiek Hariati , 
baru sempat diposting pada Desember 2021 )
keterangan foto : 
01 . gerbang luar Abundacio
02 . gerbang resto
03 . hasil antrian saya 
04 . taman ( 01 )
05 . taman ( 02 )
06 . tempat makan terluar
07 . harapan yang pupus ..
08 . parkiran yang luas
09 . salah satu pohon duren
10 . dapat satu pilihan !
11 . masih milih milih lagi .. !
12 . sudut lain
13 . mabuk duren ..

 
 
 

 
 

 
 
Bagian Akhir / Ke 10  Dari :
.. " mBolang 2300km Malang - Banten PP "
( 10 0f 10 )
__ " Kumpulan Dari Yang Tak Biasa " __

hanya selangkah pergi dari rumah selama 15 hari
 telah ditemui 5/ lima macam perbedaan bahasa ,
 budaya , kebiasaan dan kearifan .
 maka beruntunglah yang pernah mendapat
 kesempatan untuk menjadi penjelajah planet bumi
 apalagi ruang angkasa , bahwa mereka dapat melihat
 dan menangkap kekayaan batiniah lewat
 perbedaan perbedaan . 
 
 

 

 

 

 juga jangan lupakan sejarah :
 
 

 
 ( mungkin ada yang tahu atau ingat lagu 
" Sepasang Mata Bola "
 melihat tiga foto diatas ? " )
 kalau tidak ingat / tahu , kita sudahi serial 
" mBolang 2300 km Malang - Banten PP "
dari 01 sd 10 ini
 lewat foto dibawah ini :

 
jangan menumpuk harta hanya untuk 
kenikmatan semu keseharian yang fana karena 
daripadanya tak ada yang dapat menambah 
hartakarun qolbu . 
berjalan dan kenalilah sebanyak mungkin segala yang diluar sana , akan ditemukan betapa
 IA menciptakan semuanya agar manusia saling
 belajar , menghargai , memahami 
serta melengkapi . 
jika masih disibukkan dengan mencari celah
 kekurangan orang lain bahkan menciptakan
 fitnah fitnah sampah yang tak berharga dari
 kotak kotak yang terbuang dalam parit ,
 maka hidup tidak punya nilai apa apa 
kecuali menjadi lidah lidah nyinyir
 antar grup grup .
 hidup sangatlah singkat dan berharga dan manusia hanya diberikanNYA kesempatan
 pendek untuk memilih
 antara menjadi yang baik atau 
menjadi yang tidak baik didunia ,
wal akherat .
yang kurang beruntung hendaknya 
hatinya kaya dengan 
kesabaran dan keihlasan serta 
kekuatan iman .
 yang sangat beruntung hendaknya 
hatinya kaya dengan empati , 
kedermawanan 
dan perhatian serta tangan
 yang siap menolong sesama 
bahkan disaat yang tidak diminta . 
sungguh pada keduanya sama sama
 diberikan ujian
 tetapi ujian yang lebih berat justru ada
 pada ujian kenikmatan !
saya akhiri tulisan serie 01 sd 10 ini dengan 
ucapan terima kasih yang dalam
 kepada pihak pihak
 yang telah memungkinkan perjalanan ini
 serta rasa syukur  kepada mereka yang saya jumpai baik yang disengaja maupun
 yang tidak terduga diperjalanan ..







( Writing & Photos : Titiek Hariati , 
posted on Dec. 28th , 2021 )
keterangan foto : 
01 . jaman penjajahan
02 . model dadakan di Kota Tua Jakarta
03 . dinding hotel di Solo
04 . mau ditraktir ?
05 . lukisan dinding Kota Tua Jakarta 
06 . resto seniman Kota Tua Jakarta

***********
07 . miniatur Masjid Agung ,
 Kota Tua Jakarta
08 . Misty , di cendela 
Hotel Astera Bintaro
09 . lukisan disalah satu dinding
 gedung UMKM Kota Lama Semarang 
10 . kotak telpon antik Kota Lama Semarang
11. buah buahan dipasar Bintaro
**********
12 . sejarah perjuangan ( 01 )
13 . sekarah perjuangan ( 02 )
14 . sejarah perjuangan ( 03 )
***********
15 . membonceng pak Jokowi hehehe ...
 di Kota Lama Semarang 
16 . tas saya yang setia menemani 
bahkan hingga kebenua lain
***********
17 . salah satu sudut 
Kota Lama Semarang
18 . seribu pintu Semarang
19 . bukit cinta , antara 
Ambarawa - Salatiga 
*********

















Kamis, 23 Desember 2021


  
 

 
 
 
 

 ( 09 of 10 ) 
 .. " mBolang 2300km Malang - Banten " ..
( -- " Dari Cihampelas Ke Lawang Sewu " -- )
*********
dibagian ke 9/ sembilan mbolang ini ,
 sedikit lebih panjang dan " ruwet " tersebab
 bermacam hal yang muncul disepanjang perjalanan
 baik yang lewat tol maupun yang " manual " . 
berjalan ditol bukan tanpa masalah karena 
musuh utama adalah kejenuhan dan akibatnya
 bisa fatal karena mengantuk 
kecuali musik atau radio yang terus menerus
 diputar penghilang bosan . 
 
 

 

  meninggalkan Bandung pada pagi hari setela
 makan pagi dan berpamitan pada nyonya rumah 
dan keponakan2 yang mengantar hingga
 pagar rumah .
 jeprat jepret bahkan dalam baju rumah
 adalah sebuah tanda bahwa nyonya rumah
 belum sempat mandi meskipun kami semua
 sudah sholat subuh hehehe
 
 

 

 dibagian ke 9/ sembilan mbolang ini ,
 sedikit lebih panjang dan " ruwet " tersebab
 bermacam hal yang muncul disepanjang perjalanan
 baik yang lewat tol maupun yang " manual " . 
berjalan ditol bukan tanpa masalah karena 
musuh utama adalah kejenuhan dan akibatnya
 bisa fatal karena mengantuk 
kecuali musik atau radio yang terus menerus
 diputar penghilang bosan . 
meninggalkan Bandung pada pagi hari setelan pagi dan berpamitan pada nyonya rumah 
dan keponakan2 yang mengantar hingga
 pagar rumah .
sebuah janji akan bertemu lagi di Malang
 adalah peringan rasa haru karena mereka sudah 
" memanjakan " saya selama di Bandung .
 arah perjalanan adalah Semarang ,
 dengan mengambil " jalan manual " hingga 
Cirebon lewat Sumedang dll yang 
saya coba merincinya sbb :
 
 
 * Bandung - Semarang lewat tol Cileungsi
 pada jam 7.01  melewati kampus ITB dan Unpad
 yang baru di Jatinangor kabupaten Sumedang .
 lanjut hingga Cadas Pangeran arah 
Majalengka . tiba di Plumbon barulah masuk tol 
arah Semarang dengan berhenti dua kali
 di rest area yang maaf saya lupa namanya , 
untuk mengistirahatkan mata dan
 punggung sejenak dengan kopi dan camilan
 sambil mengisi etoll-card untuk ber jaga jaga agar tidak kehabisan ditengah jalan . 
selanjutnya , maaf tidak terlampau merinci 
perjalanannya karena masih panjangnya
 mbolang saya di Semarang nanti yang  saya
 wakilkan lewat foto foto saja disini yaa ...

 
 
 
 
 
  .. " S E M A R A N G " ..
 sekitar jam 13 tiba di Semarang , 
langsung mencari guest house tetapi malah 
mendapat Hotel Amaris yang letaknya tak jauh
 dari Simpang Lima dengan diskon yang luar biasa
 dimana masa pandemi memberikan
 banyak " keuntungan " bagi traveler ! 
dilantai 3 dengan atmosfer yang resik dan terbuka
saya merasa lega . hanya sejenak meletakkan
 barang barang yang tak banyak di kamar , 
selanjutnya tidak membuang waktu 
untuk mbolang ! 
 

 
 
 
setelah makan siang disekitar Jalan Pemuda ,
saya langsung tancap gas ke area
 Kota Lama Semarang yang berada di
 Jalan Let Jend Suprapto , Semarang Utara .
 sebuah tujuan wisata yang menarik karena 
sebagian besar bagunan bangunan kunonya
 masih terawat dan beberapa difungsikan
 sebagai cafe , pusat UMKM , pasar barang antik ,
 galeri , museum  dll . 
seperti halnya Kota Tua di Jakarta , 
disinipun dibuka 24 jam dan tidak ada tiket masuk
 karena areanya yang memang terbuka . 
 
 

 
 bagi pecinta fotografi , Kota Lama ini laksana 
samodra ide yang tak punya dasar , sebab disudut
manapun kita akan temukan angle angle
 yang unik menarik dan otentik ! 
gerimis menyertai blusukan saya dan bahkan 
secara tak terduga saya bertemu 
dengan eks kolega
  di Yogya yang kami sudah berbelas tahun tidak bertemu !   demikian agaknya saat Allah berkehendak , 
dimana dan kapanpun tidak sebutir mahlukNya
 yang mampu mengetahui dan menolaknya .. 
 
 
 

 

 
 puas mblusuk , sayapun bergegas kearah 
Lawang Sewu sebagai tujuan lain yang saya
 sudah lama mengimpikannya karena 
beberapa kali ke Semarang selalu saja meleset ! 
tetapi akibat kelewat lama menikmati Kota Lama
maka saya harus menanggung kerugiannya 
karena ternyata tour ke Lawang Sewu harus
 tertunda hingga besok pagi alias sudah tutup .
 " Maaf .. besok pagi saja karena ini sudah
 akan tutup dan mengelilinginya membutuhkan 
waktu lama " , kata petugasnya .
 apa boleh buat , gerobag diarahkan ke bagian lain 
dari kota Semarang dengan
 bantuan arah dari mbah Google , tujuannya 
adalah :
 Klenteng Sam Poo Kong . 
 
 
 
terletak di Semarang Barat tepatnya di Bongsari
 adalah merupakan Klenteng Tertua di Semarang
 dan memiliki  perpaduan gaya arsitektur 
China dan Jawa . 
dan sekali lagi , kesialan nyaris kedua kali
 menimpa saya karena disinipun klenteng cantik 
ini sudah hampir tutup ! 
 
 
 tetapi beruntung ada serombongan pengunjung 
Bandung  dalam satu bus
 yang baru saja memasuki area klenteng 
dan petugas memberitahu saya bahwa 
" kalau bersedia bergegas dan bergabung dengan
 rombongan , maka masih dimungkinkan
 masuk sebelum kami tutup ! "  
 woulaaa ! yo wes , 
mana mau saya dua kali sial
maka setelah tiket masuk saya ambil , 
saya berlarian menyusul kedalam klenteng dan 
" bergabung " dengan rombongan ... !
 ternyata mereka belum terlalu jauh dan setelah
 bertemu maka sayapun memisahkan diri 
untuk menjelajahi klenteng besar 
yang cantik ini !
 matahari berangsur tenggelam dan beruntung 
saya mendapatkan sudut sudut yang menarik
 dengan bantuan cahaya minim sunset yang
remang remang nyaris gelap !
patung patung berukuran besar 
yang banyak disitu , menambah suasana sedikit 
" mistis " karena saya adalah 
pengunjung terakhir dan rombongan tadi terpisah
 jauh diruangan lain ! 
saya butuh banyak jepretan dan saya harus
 memanfaatkan waktu " seefisien " mungkin 
karena saya tidak boleh tertinggal dari 
rombongan saat keluar nanti kalau tidak ingin 
terkunci didalamnya hiiiii .. 
 
 
 saya tinggalkan Sam Poo Kong menuju arah
 Simpang Lima untuk menangkap " ruh " nya 
diwaktu malam . deretan warung disitu tidak 
saya lewatkan untuk dapat " menangkap " atmosfer
Simpang Lima dan saya
 nikmati sotonya sambil jeprat jepret .
setelahnya saya menyeberang ke bundarannya dan berjalan mengelilinginya setelah sebelumnya 
mendapat tawaran untuk naik 
becak berlampu yang
 ada disitu dengan tarif 50 ribu sekali keliling .
( ingatan saya terseret ke masa bekerja di dua tempat , 
pertama ,
 saat di perusahaan telekomunikasi yang kala
 itu masih berbasis teknologi Analog 
sekitar tahun 2000 an di Surabaya dan
 kedua ,
saat di Universitas Ma Chung .
 keduanya sering menugasi saya ke Semarang
 dengan fungsi yang berbeda dan keduanya
 membuat saya kangen 
dengan Simpang Lima yang sarat catatan bersama
 kolega kolega saya saat itu ,
dimana kami selalu bersantai di 
bundarannya selepas jam tugas di Semarang )
 
 
 
 selanjutnya saya sambung dengan acara cangkruk
di sebuah mall
yang tak jauh dari situ sambil mengamati atmosfernya 
dan kembali ke Amaris menjelang jam 22 .00 .
perjalanan Bandung - Semarang dengan
 segala aktivitas saya seharian ini membuat 
malam saya di Amaris " mak bleg " karena
 saya ingin bangun esok pagi dengan
 tubuh yang lebih segar !
 agenda hari kedua di Semarang agaknya sudah jelas ,
 yaitu Lawang Sewu dan setelahnya
 akan melanjutkan
 perjalanan arah Ambarawa . 
sarapan di hotel tak banyak memberikan pilihan
nasgor atau roti rotian . maklum , mungkin karena diskon hotelnya yang sudah gede hehehe
 
 
 
 
 dan sebagai pengunjung Lawang Sewu yang
 terbilang terpagi , saya ingin memanfaatkan 
jam jam terakhir saya di Semarang
 pagi itu dengan membayar 75 ribu untuk guide mereka
 disamping tiket masuknya yang 20 ribu
 agar mendapatkan gambaran komplit dari
 gedung bersejarah ini . 
dijaman Hindia Belanda komplek Lawang Sewu
 atau Seribu pintu ini adalah bekas kantor 
perkeretapian belanda atau
 Nederlands Indische Spoorweg Maatschappij . 
 
 
  memang tidak benar benar ada 1000 pintu disitu , 
tetapi hanya 429 pintu yang oleh orang kita 
dimudahkan saja menyebutnya seribu pintu 
atau Lawang Sewu . 
bangunannya masih sangat  kokoh dan terlihat
 terawat serta memigian2 bersejarahnya , 
misalnya ada ruang perkantoran untuk
 pejabat Belanda
 dan pegawai inlander , juga ada ruang penjara
 yang dijaman Jepang terkenal dengan penyiksaannya
 yang kejam dan ruang ruang lainnya yang
 tak kalah seru sejarahnya sehingga bermunculan 
berbagai kisah mistis ! 
Urban Legend adalah istilah dimana bangunan sejenis Lawang Sewu ini berpotensi menimbulkan imajinasi tertentu bagi pengunjungnya . 
sudah puluh bahkan mungkin sekitar 200an jepretan
 saya buat di situ , 
terutama pada bagian bagian yang terlihat
 sangat jadul dan otentik .
 guide sangat membantu dalam memahami fungsi 
sejarah dari tiap tiap bagian gedung dan
 banyak hal membuat adrenalin mengalir 
lebih deras . 
 
 
 
 misalnya ketika saya diijinkan untuk memasuki
tertentu gedung yang punya 
masa lalu kelam . 
sangatlah wajar jika kemudian bermunculan 
versi seram dari Lawang Sewu ini 
sebab dipagi itupun
 saya terkadang merasa bulu kuduk berdiri
 pada bagian2 tertentu . 
apakah saya berlebihan atau berhalusinasi 
 mungkin ya mungkin tidak , saya 
tak punya jawabannya .
 mungkin jika tanpa guide saya akan cukup sulit 
menemukan ruang2 tertentu atau jalan keluar
 karena mirip labirin yang tanpa ujung . 
akhirnya saya tinggalkan Lawang Sewu 
setelah sekitar 
dua jam lebih berada disitu dan sebuah perjalanan lain sudah menunggu menuju Ambarawa ! 
tentu saya tahu bahwa masih seabreg tempat tempat menarik lainnya di Semarang 
seperti misalnya
 Brown Canyon , Taman Bunga Celosia , 
Air Terjun Kali Pancur , Kampung Pelangi ,
 Pantai Tirang dll .
 tetapi apa boleh buat saya
 hanya harus memilih beberapa dan tujuan 
selanjutnya kearah Ambarawa dengan 
rencana singgah di
 Taman Ekologi , Dusun Semilir !
  
 
 
A M B A R A W A
 
Ambarawa atau dijaman dulu adalah Limbarawa
 adalah bagian dari Kabupaten Semarang .
 selain alamnya yang indah ,
 Ambarawa juga dikenal 
dengan beberapa ikoniknya antara lain 
Museum Kereta Api , Benteng Willem I ,
 Goa Maria Kerep , Rawa Pening 
dan yang tergolong baru adalah tempat rekreasi 
Dusun Semilir  . 
maka sangatlah jelas tujuan saya
 ke Ambarawa , setidaknya 2 - 3 diantaranya
 akan saya kunjungi . 
yang terdekat dari kota Semarang
 adalah Taman Ekologi Dusun Semilir , 
sebuah Taman Ekologi dengan wahana wahana yang seru disamping itu juga menyediakan wisata 
kulinernya dan wisata souvenir
 dari berbagai kreasi lokal .
 
 
 mungkin Taman Ekologi ini merupakan salah satu 
upaya menghidupkan ekonomi 
dari para pelaku UMKM .
tetapi hujan rupanya ikut menyertai 
blusukan saya di taman ekologi ini sehingga
 saya harus mblusuk sambil berlarian menghindari
 lebatnya air langit.. !
oya tiket masuk memang tidak terlalu mahal , 
20 ribu utk dewasa atau 25 ribu dengan satu ekstra kupon
 untuk makan secara " gratis " dengan menukarnya 
di cafe atau kedai kedai disitu dengan menambahkan
 sisa harganya . 
tetapi jangan terlampau berharap dengan 
" iming iming " ini sebab pengalaman saya
 bahwa hampir 99 % ( ! ) cafe atau 
kedai2 ternyata Tidak Ada Yang Bersedia menerima
 sistim kupon ini
 alias mereka menghendaki pembayaran 
penuh dan langsung secara tunai !
 
 

 
 
  nah , ini sebuah masukan bagi manajemen bahwa 
cara atau trik trik semacam ini sebaiknya dihapuskan 
kalau tidak ingin mendapat kecaman banyak 
 pengunjung yang kecewa dan merasa kelebihan 
tiket yang 5000,- itu hanyalah 
sebuah akal akalan!
( karena kelebihan ini tak dapat 
diminta kembali )
tiba di Ambarawa langsung menuju ke
 Museum Kereta Api yang siang itu kebetulan
 sepi . sayangnya karena bukan weekend, 
 maka saya tidak dapat mengikuti tour
 naik KA uap Ambarawa - Tuntang
 yang terkenal itu .
 
 
 
 menelusuri museum ini seolah kita ditarik 
 dimana masa kecil saya masih mengalami sebagian
 dari model model KA 
yang ada disitu .
 mulai dari model trem listrik hingga KA yang 
lebih modern
 yang menghubungkan kota kota besar .
 ruangan penjualan tiket maupun hall yang 
masih terawat baik dan luas yang dijamannya 
pasti hanya pejabat2 penting saja yang
 dapat memakai ruangan2 VIP itu . 
dan berada didalamnya saya merasakan 
udara dingin yang membuat merinding hehehe ..
 
 
 jeprat jepret di Museum ini sangatlah menarik
 karena banyak sudut sudut unik pada
 gerbong gerbong KA maupun peralatan2 
stasiun KA jadul yang masih terawat baik . sejarah lengkap perkereta apian Indonesia dapat dilihat 
dan dibaca disini . sebuah Wisata Edukasi yang
 bagus untuk anak anak sekolah .
tujuan berikutnya adalah Benteng Willem I 
yang sudah saya gadang gadang bakal 
menantang karena sisasisa bangunannya yang 
pastinya luarbiasa untuk obyek jepretan disamping 
sejarahnya yang luar biasa ! 
gerobag sudah mendekati benteng
 dan jalanan makin menyempit serta becek
 karena hujan deras . 
mendadak muncul beberapa kali petir yang 
memaksa saya mengurungkan niatan dengan 
pertimbangan keamanan .
 
 
S A L A T I G A
 
sungguh berat hati saya meninggalkan 
Benteng Willem I yang sudah didepan mata , 
tetapi alam agaknya memberi peringatan
 untuk tidak melanjutkannya karena 
saya melihat dari 
gerobag saya atmosfer disekitar benteng mulai 
diselimuti awan tebal hitam .. 
gerobag mundur hingga jalan raya 
dan lanjut kearah Salatiga
 Ambarawa  - Salatiga berjarak hanya beberapa menit
 saja kecuali kalau berjalan kakai hehehe ..
 
 
 saya juga melewati satu tujuan wisata lain yaitu 
Bukit Cinta yang saya lihat dari 
gerbang luarnya terlihat tertutup . 
 beberapa tujuan wisata memang masih belum
 buka kembali setelah pandemi panjang yang 
masih belum sepenuhnya selesai ini . 
hujan lebat masih mengguyur hingga Salatiga 
dan tiba saat menjelang maghrib . 
gelap  dan hujannya Salatiga , agak sedikit menyulitkan untuk mencari tempat ishoma .
tetapi beruntung ketika akhirnya  
menemukan sebuah alamat di internet adanya
 Guest House yang semoga bisa dijadikan tempat
 bermalam  terutama mandi dan sholat .
 mutar mutar menuruti arahan GPS ,
 Guest House yang dimaksud akhirnya
 ditemukan disuatu perumahan yang agak masuk
 kedalam . tapi .. lho .. 
agak ragu ragu karena lebih
 mirip dengan kos kos an untuk mahasiswa hihihi
tapi karena hujan dan sudah ingin
 segera ishoma
 sebelum mbolang berlanjut dimalam hari nanti ,
 saya langsung masuk memesan tempat untuk semalam saja .
 " maaf .. apakah sudah pesan lewat
" pegipegi " ? " .
 naa ... dijaman digital ini ternyata makin sulit
 untuk hal hal spontan ,
 semuanya harus lewat dunia maya dan bahkan
 Guest House yang lebih mirip kos kosan dan nampak kurang " higinis "
 harus lewat pemesanan online .
saya tinggalkan daripada ruwetmbulet !
 ( alasan yang lebih jujur adalah bahwa 
kalau saja Guest House nya selevel yang ada 
di Jl. Lasem atau Jl. Telomoyo atau Jl . Kawi
 atau Jl . Merbabu di Malang , mungkin saya masih mencoba memesan via pegipegi ,
 istilah milenialnya masih 
" worthy " hihihi .... ) . 
 
 mencari tempat makan berakhir disebuah
 tempat yang berjuluk Kampung Kemiri dan 
\hingga selesai 
makan ternyata hujan belum reda .
maka hanya ada dua pilihan :
antara bermalam di Salatiga atau lanjut saja kearah Solo . 
jika saya masih berkeinginan menengok 
Benteng Willem I dan Rawa Pening , pasti saya
 memilih semalam di Salatiga .
 tetapi entah karena
 pengaruh cuaca saat itu , akhirnya saya memilih 
untuk lanjut saja ke arah Solo pada
 malam yang sama !
 
 
 
jarak sekitar 55 km dalam cuaca hujan lebat
 tentulah harus dibarengi kehati hatian meskipun 
malam itu jalanan lumayan lengang .
 tak banyak yang saya bisa kisahkan tersebab
 gelap malam dan saat pandemi rasanya membuat 
besar orang lebih memilih
 berhangat hangat dirumah sambil nonton TV . 
 sekitar satu jam lebih dari Salatiga , 
akhirnya tiba di Solo dalam cuaca yang sudah lumayan  dan menjelang larut malam .
 ini karena tadi berlama lama ditempat
 makan Salatiga sambil meluruskan punggung dan sholat . 
 
 

 buka buka internet menemu alamat 
Hotel Amarelo , Jl . Gatot Subroto . 
hotel bintang 3 ini memang tidak mau ribet seperti 
" kos kos an " di Salatiga tadi , dan mereka menerima
 berbagai cara pembayaran 
yang disaat pandemi ini memang diutamakan
 supaya hotel bisa tetap survive !
andai bukan pandemi , saya yakin harus membayar
 hampir 3x nya dan malam itu saya bersyukur 
mendapatkan kamar yang nyaman dilantai 3 dengan
 kebersihan hotelnya yang membuat sreg !
 terdorong seharian mblusuk mulai 
Semarang , Ambarawa , Salatiga dan berakhir di Solo,
 malam itu sayapun langsung " bleg sek " hehehe .. 
 
 
dan pagi hari di Hotel Amarelo Solo ini , 
tentu saja saya tidak mendapat breakfast dengan 
hotel bertarif pandemi ini hihihi ..
tidak ada komplain sebab saya
 bahkan ingin menikmati Sego Liwet Solo yang
 tersohor itu .beruntung bahwa  diseberang hotel saya ,
 ada mbok mbok penjual Sego Liwet yang pagi pagi sudah siap melayani pembeli lapar seperti saya hehehe ..
 mana mungkin keju kejuan atau burger burgeran 
atau pasta pastaan  bisa melawan nikmatnya 
Sego Liwet Solo dipagi hari ?
 dalam kamar saya nikmati Sego Liwet ini
 sambil mendengarkan berita pagi yang masih saja
 seputar covid19 yang agaknya mulai 
melandai tetapi masih memintakan 
kedisiplinan untuk 3 - 5 M .... !
 
 
dari cendela hotel saya terlihat apartemen 
Paragon Solo dikejauhan .
 2015 saya tinggal beberapa hari di Paragon atas 
undangan sohib saya yang saat itu 
akan boyong ke Melbourne .
2016 saya mengunjunginya di Melbourne dan
 kami mbolang di Melbourne selama beberapa minggu .
ah yaa ... betapa waktu tak terhentikan 
dan tiba2 saja saya  merindukan saat saat itu
 kembali ketika kami cangkruk ngopi 
di Brunetti ,
Victoria Arcade dll .. 
 
 
 
 
 lamunan saya buyar ketika sebuah WA masuk
 dari elang elang saya di Bintaro :
" apa mama masih di Solo ? " ... hehehe ..
 kalau dulu semasa mereka sekolah ,
 sayalah yang selalu memonitor mereka kalau sesekali mereka terlambat pulang sekolah dll 
dan saat inikeadaan terbalik ,
 sayalah sekarang yang dimonitor hehehe .. 
turun untuk check-out pada sekitar jam 10 pagi ,
 mungkin resepsionist berpikir 
" wong iki mek nunut turu tok rupane " 
hehehe ..
( iyo mbak , turu karo sarapan cah ayu ! )
 
 
 
 mbolang di Solo pada pagi cerah adalah kesempatan bagus .
 saya ingin bernostalgia ke Pasar Klewer dimana
 saya suka dengan budaya " nyang nyangan " 
( tawar menawarnya ) yang khas Solo !
saya coba iseng menawar daster batik pendek 
 untuk santai dirumah , 
5/lima biji 100 ribu , eee .. dijawab
 " sampun monggo njenengan nambah
 gangsal ewu kemawon  " 
( silahkan , tambahkan 5000,- saja ) .
 naaa .. saya pulang membawa 5 buah daster 
untuk 105 ribu yang kalau sudah di toko di Malang mungkin per bijinya sekitar 40-50 ribu . 
 
 
 selanjutnya saya mencari toko oleh oleh 
karena ada beberapa kerabat dan tetangga
 yang secara " canda " menyiratkan 
harapannya akan oleh oleh..
 memilih oleh oleh tentu saja menyenangkan karena
 saya sendiri 
dapat memilih camilan2 yang saya sukai . 
jarak Solo - Malang sekitar 328 km dengan
 waktu tempuh sekitar 4 jam . 
saya melihat jam dinding di
 Pasar Klewer menunjuk hampir jam 13 , 
maklum muter muter keliling kota Solo plus 
Pasar Klewer rupanya menghabiskan waktu
 hampir tiga jam lebih .. 
 

jujur saja , Solo adalah salah satu
 tujuan wisata yang kaya dengan spot menarik ,
 unik dan otentik ! sebut saja wisata alamnya
 yang beragam , galeri galeri dan museum museum seninya
 baik yang milik pemkot maupun pribadi , 
gedung gedung peninggalan jaman
 Hindia Belanda
 yang keren keren mirip studio Hollywood , Masjid Masjid bersejarah , keraton , dan seabreg cafe cafe modernnya
 yang super keren ! 
 
 

 
  
 
 mungkin saya perlu menginap 
2-3 hari di Solo untuk menelusurinya secara
 komplit atau bahkan lebih ?
agaknya lain kali saya harus kembali secara khusus 
ke Solo untuk menuntaskannya !
tetapi kali ini saya harus
 putuskan untuk melanjutkan perjalanan 
kearah Malang saja setelah sekitar 
15 hari mbolang... !
 
 
 TITIK  MUSIBAH  VANESSA
 dari Solo masuk gerbang tol Karanganyar 
arah Jombang . tetapi ditengah perjalanan , 
sempat berhenti di Rest Area Ngawi
 untuk makan siang .
 sedikit masukan bahwa di Rest Area seperti ini 
sebaiknya harga harga menu diteliti atau jika
 perlu ditanyakan tanpa sungkan .
 jika tidak , mungkin akan seperti warung warung
 disepanjang trotoar Malioboro yang dikenal 
tanpa tarif dan tiba tiba harus membayar 
50 ribu untuk Nasi Pecel atau Bakso!
turun ke jalan biasa di Jombang , 
melewati TKP dimana sejoli 
Bibi dan Vanessa tewas . 
sungguh tragis sekaligus sebuah pengingat
 bahwa tidak dibutuhkan  jagoan dijalanan karena
 nyawa yang hanya selembar ini memerlukan
 perawatan dan kehati hatian dengan pengendalian Ego !
 mabuk ataupun menanggung stres tertentu
 sambil berkendara adalah kebodohan .
 jikapun tak ada tempat 
istirahat menenangkan diri , maka
istirahat ataupun tidur sejenak dalam gerobag
 adalah pilihan bijak daripada mengantarkan 
nyawa kepembatas besi dan aspal 
secara sia sia . 
melewati Kasembon , lalu Batu danakhirnya tiba di
Malang sudah sekitar jam 19 lebih .. 
 
 

 
 
 
 CATATAN  KECIL
" kemanapun langkah mengayun , 
bumi kita adalah Tempat Belajar Tiada Akhir ! 
penghuni planet bumi yang ber bangsa bangsa ,
ber budaya budaya , ber tradisi tradisi serta 
ber kearifan lokal yang beragam dan beraneka ,
 adalah sebuah Universitas Kehidupan
 yang tanpa gelar
 tetapi mampu meluluskan mereka mereka
 yang berhasil menyesuaikan diri dan beradaptasi 
terhadap setiap perubahan ! 
jika kita hanya Merasa Besar Dalam 
Tempurung , tidak terasah oleh perbedaan dan
 keragaman dunia , dikhawatirkan kita akan 
menjadi Tong Kosong Yang Nyaring ! 
tidaklah perlu melancong hingga luar negeri 
atau angkasa , tetapi bahkan dalam satu RT atau
 kampung atau desa atau kota , 
 perbedaan itulah yang akan mengasah 
kearifan ! 
tetapi jika alam memberi kesempatan menjelajah bumi , syukurilah karena lembar lembar 
buku kehidupan akan penuh dengan goresan
 yang mungkin tidak dialami oleh yang lain . 
menangkap sekeliling , tidak hanya butuh mata kasat .
 ia butuh mata hati yang mampu
 membaca rasa dan empati . 
jika hanya melihat dengan mata kasat , 
engkau adalah wisatawan . 
tetapi jika dengan mata hati , 
engkau adalah salah satu dari bahasa alam ! "
dan akhirnya , 
bagian akhir dari mbolang , temukan di :
( 10 of 10 )
.. " mBolang 2300km Malang - Banten PP " ..
( -- Say It With Pictures -- )
( Writing and ( 90% ) Photos by : Titiek Hariati )
posted on : Dec .21st , 2021
keterangan foto : 
01 . setarbak Kota Lama Semarang
02 . Lawang Sewu 
03 . cendela tua , Kota Lama Semarang
04 . lorong cantik Kota Lama
05 . Klenteng Tertua Semarang
**********
06 . arah Cirebon ( 01 )
07 . ( 02 )
08 . ( 03 )
**********
09 .  dalam perjalanan
10 . tulisan di truk yang lucu
11 . hujan
**********
12 . kampus UNPAD yang baru 
**********
13 . halaman belakang Lawang Sewu
14 . diantara pilar Lawang Sewu
15 . keropos menandai waktu di Kota Lama 
**********
16 .Lumpia Semarang di besek 
17 . lorong hotel
18 . gereja blenduk Kota Lama
19 . salah satu sudut Kota Lama
20 . pasar ureg ureg ( barang antik ) Kota Lama 
***********
21 . dinding tua yang cantik di Kota Lama
22 . tak terduga bertemu di Kota Lama , takdir ?
23 . love letter hehehe ....
24 . sepeda sepeda Kota Lama 
25 . macan dan saya 
***********
26 . salah satu bangunan klenteng Sam Poo Kong
27 . Sam Poo Kong
28 . mencoba jadi patung yang mini
29 . gerbang depan Sam Poo Kong
**********
30 . kereta wisata Simpang Lima Semarang 
31 . atmosfer kedai kedai Simpang Lima
**********
32 . Mall dekat Simpang Lima
33 . cangkruk di Mall
**********
34 . samping Lawang Sewu
35 . konon ini gedung untuk pegawai " inlander "
36 . cendela kaca cantik Lawang Sewu
**********
37 . masih Lawang Sewu 
38 . jadul
**********
39 . tempat air bawah tanah di Lawang Sewu
40 . pohon asli sejak jaman Hindia Belanda 
**********
41 . depan Taman Ekologi Dusun Semilir
42 . atap warna warni disitu
**********
43 . robot robot untuk selfie di Taman Ekologi DS
44 . " plorotan " disitu 
**********
45 . cottages di DS
46 . toko souvenir DS
47 . arah kebelakang DS
48 . menara tempat meluncur di DS 
**********
49 . depan LOKO di Museum KA Ambarawa 
50 . dalam loket penjualan tiket KA jaman Belanda 
51 . lorong Museum KA yang senyap
**********
52 . ruang meeting Museum KA yang bikin merinding
53 . menjajal gerbong jadul yang bersejarah 
**********
54 . arah Salatiga
**********
55 . Bukit Cinta yang masih ditutup
56 . arah Salatiga 
**********
57 . makan malam di salatiga 
**********
58 . arah Solo
59 . Amarelo Hotel Solo 
60 . Lobby Hotel Amarelo 
**********
61 . Sego Liwet Solo
62 . View dari Cendela Hotel 
*********
63 . Memori 2016 , Brunetti Cafe , Melbourne
64 . Flinderstr . Melbourne
65 . ngopi di Brunetti
**********
66 . dawet ayu Solo
67 . Pasar Klewer Solo 
**********
68 . toko oleh oleh Solo
69 . sekotak oleh oleh 
**********
70 . memulai perjalanan ke Malang dalam cuaca cerah
71 . Tugu Keris Solo
**********
72 . arah Malang
73 . Gondangrejo
74 . KA lewat
75 . masuk Jombang
**********
76 . Titik Maut Vanessa dan Bibi 
**********
77 . Rest Area 
78 . Rest Area
79 . Pujon Hill
**********