Minggu, 14 Mei 2017





.. " Indigo , yang Mewah ( mepet sawah ) " ..

setelah lembah lembah dan gunung serta laut menjadi rebutan 
para pengusaha kuliner yang ingin menjual panorama sebagai daya jual makanannya , maka trend lain di Malang Raya saat ini adalah membuka 
cafe ataupun bistro yang mewah alias mepet sawah . 
dan dengan makin banyaknya usaha kuliner yang berebut sawah , 
maka sawah sawahpun areanya makin menyempit dan 
nyaris hilang karena didesak oleh munculnya kedai kedai tongkrongan yang memilih sawah sebagai view andalannya . 
lho kalau sawah andalannya kan berarti tidak hilang ? ya hilang ,
 wong sebagian dari sawah itu dipakai untuk bangunan bangunan cafe dll sehingga sawahnyapun menyempit dan sekedar untuk " hijau hijauan "
para penikmat cafe didekatnya . 
salah satu pengikut trend " mewah " ini adalah berjuluk 
'' INDIGO Cafe and Bistro "
letaknya yang memang mepetsawah plus dijalan alternatif arah 
Malang - Batu yang membuat kedai yang satu ini lumayan menarik . 
terbilang masih gres karena belum seumur jagung , 
INDIGO menawarkan suasana yang lumayan nyaman untuk hangout 
bersama teman atau keluarga . 
sesuai konsepnya yang bistro , maka selain menawarkan berbagai jenis minuman juga menyediakan light meals yang kurang pas untuk
 mereka yang lapar besar . 
 ada berbagai jenis kopi dan jus  , juga ada nasgor , spaghetti , 
roti bakar , french fries dll meski dalam porsi mini sesuai konsep 
bistro yang diusungnya . disini memang bukan masalah
 pemuas lapar yang dicari pengunjung , 
tetapi adalah suasana yang lebih pas untuk ngopi sambil 
ngobrol ngalor ngidul atau sambil ber wifi ria ! 
dari arah Malang yang lebih mudah adalah kalau kita menemukan kampus Universitas Tri Buwana Tungga Dewi didaerah perumahan 
Batu Permata , dari sana kita ikuti saja jalan lurus arah Batu 
dan hanya sekitar 7 menit kita sudah akan melihat Indigo disebelah kanan 
jalan . letaknya yang agak lebih tinggi dari jalan raya membuat 
cafe yang satu ini mudah terlihat . 
 daya tarik lain adalah harga menu menunya yang pas untuk kantong mahasiswa  sehingga yang ( sudah ) bukan mahasiswa akan
ikut senang menikmati nya hehehe ...
INDIGO punya beberapa makna , pertama artinya warna nila 
atau keunguan , dan makna kedua adalah bahwa istilah ini 
dipakai untuk anak anak yang berbakat melihat mahluk astral .
 yang mana yang lebih pas untuk kedai ini tidaklah penting . yang penting saya memberi nilai 6,5 dalam skala 0-10 untuk maminnya 
dan 7 untuk suasananya .
 naa .. yang sudah penasaran dengan INDIGO , silahkan 
mulai memasang GPS ....!
( Titiek Hariati )
 ( writing and photos by : Titiek Hariati , INDIGO cafe & bistro )

01 . mepetsawah
02 . nila atau bisa melihat mahluk astral ?
03 . atmosfer salah satu sudutnya
04 . yang suka Itali
05 . nasgor mini
06 . roti bakar
07 . daftar menu , murah meriah
08 . halaman parkir yang diatas jalan raya
09 . miauwwwww ....









 

Senin, 01 Mei 2017









.. " Mengejar RidhoNYA Hingga Tepi Lahat " ..

banyak pertanyaan seputar kegiatan saya yang " tidak jelas " beberapa
 tahun terakhir . kalau biasanya subuh sudah berangkat 
ke Surabaya untuk bisa ngantor tepat jam 8 , 
atau jam 6 pagi saya sudah berdiri didepan ruang kuliah sehingga 
mendapat protes mahasiswa yang kesulitan mencari angkot pagi2 karena
 pada jam 8 saya harus sambung ke tempat kerja yang lain ,
 atau karena meja kerja saya di kantor hampir selalu tampak kosong karena saya jarang  berada disatu tempat yang sama melainkan 
harus berkeliling dari satu provinsi ke provinsi lainnya secara solo
 untuk " menjual nama " sebuah kampus yang masih gres 2007 - 2010 yl 
dst dst . lo .. kok sekarang saya seperti " ambles bumi " bak
 Ontorejo yang setelah tanah digedug 3X baru muncul ? 
demikian nampaknya roda kehidupan
saya merasa ada " sesuatu " yang selama ber sibuk sibuk di jalan , 
di kantor , di kendaraan , di pesawat , di KA , di ruang kuliah , 
di seminar2 , di ... di .. di .. yang seperti tidak ada habisnya itu , 
telah banyak saya abaikan karena " kekurangan waktu " . 
maka ketika beban merawat dan membesarkan serta mengentaskan anak anak telah terangkat dari bahu , saya seolah ingin mengejar " sesuatu " 
yang dulu lebih banyak saya abaikan dengan alasan " sibuk " ! 
Masya Allah .. !
maka dalam kurun waktu setahun terakhir , 
saya merasa Perlu dan Butuh untuk menenggelamkan diri saya
 diantara Huruf Demi Huruf yang ada didalam KitabNYA , Al Qur'an , 
bersama kelompok kecil kami dibawah bimbingan
seorang Ustadz yang cukup penyabar . 
penyabar , karena kami bukan lagi remaja yang memiliki ingatan tajam , melainkan sekelompok " ibu ibu " yang mengais ingatan diantara 
bermacam persoalan kehidupan . 
 mempreteli makna yang terkandung pada setiap huruf dan kata 
didalam Al Qur'an secara rinci dan detil sungguh memerlukan kesabaran 
tinggi karena Al Qur'an hadir dalam tatabahasa Arab yang 
sangat berbeda dengan bahasa kita baik secara 
tatabahasa , penulisan , pemahaman dan ungkapan ungkapan . 
dua kali seminggu kelompok kecil ini bertemu untuk belajar bersama dan diskusi serta mengerjakan tugas tugas , selebihnya untuk 
mempersiapkan bahan bahan pertemuan dengan Ustadz pada minggu berikutnya , demikian seterusnya .
 lucunya , kami mengawali kegiatan ini justru dengan Surat Terpanjang , 
Al Baqarah ( Sapi Betina ) yang berjumlah 286 ayat ! 
bak pengikut lomba marathon yang langsung berjarak 100km , 
kamipun terkadang terseok , tetapi kami sadar bahwa Allah senantiasa memberikan kemudahan dibalik kesulitan .
masih sangat panjang perjalanan ini hingga kelak bisa menamatkannya ,
dan masih sangat banyak yang harus kami pelajari hingga 
kelak kami memaklumi isinya dengan lebih benar .
 ribuan buku buku bisa saja menjadi guru kami , tetapi hadirnya 
seorang pembimbing memang lebih baik agar tidak salah dalam memahami
isi dan makna Al Qur'an .
 pertanyaan yang muncul hampir disetiap detik adalah 
" akankah Allah mencukupkan usia kami hingga kelak kami tamat membedah
 Al Qur'an ? " . tidak ada yang mampu menjawabnya .
 dan andaipun tidak , kami bersyukur bahwa perjalanan yang lamban 
dan terseok seok dalam mencari hidayahNYA diantara huruf huruf 
dari KitabNYA ini telah pernah kami mulai meski tidak seorang 
diantara kami yang tahu hingga batas manakah
 IA ijinkan kami menelusurinya .
sungguh tidak ada kata terlambat untuk mengejar ridhoNYA , 
meski mungkin cara tulis dan baca kami tidak bagus dan penguasaan  tata bahasa Arab kami masih dangkal ditambah 
pemahaman penafsiran kami yang seringkali salah , 
semoga kelemahan kelemahan ini Engkau ampuni dan ijinkan kami 
merangkak demi setapak mengharap cintaMU .. 
Ya Allah , ampunilah kami dan berikanlah Ustadz dan teman teman kami kesehatan , agar mereka selalu bisa hadir untuk 
memuliakan namaMU lewat huruf huruf yang kami pelajari
 dalam KitabMU , amin YRA ..
( TH ) 
( photos by : TH , dirumah BH , April 2017 )

01. di masjid bersama Ustadz pembimbing bedah Al Quran kami .
02 . mengerjakan PR dan diskusi rutin dirumah yang dilakukan 
sehari sebelum pertemuan dengan Ustadz di Masjid . 
03 . - sda -
04 . setelah tugas2 PR dan diskusi selesai , dilanjut 
makan siang dan berpamitan pulang .








 









.. " Bawang Gunung Rinjani , NTB " ..

sebelum ini , saya menulis tentang warung soto di Dau yang menjual
 Bawang Hitam . kali ini saya hanya menulis pendek saja
 tentang kiriman Bawang Hitam dari NTB yang konon tumbuh
 di Sembalun , Gunung Rinjani .
 mengapa saya " ngotot " 2X menulis tentang ini ?
 back to nature agaknya yang terbaik saat ini ditengah terpaan jutaan
 obat obatan kimiawi yang kadang tidak jelas khasiatnya . 
Bawang Hitam ini boleh dikonsumsi rutin untuk pencegahan berbagai 
gangguan kesehatan . namun demikian , semuanya masih perlu
 dukungan Pola Makan dan Hidup Yang Sehat .
 apalah artinya pencegahan sakit kalau kedua pola tadi tidak terjaga .
misal : tiap hari suka nyamil goreng2an atau makanan makanan yang 
 berlemak jenuh , 
maka Bawang Hitam tidaklah berguna .
tidak cukup berbekal BPJS karena ketika kita sudah sakit ,
 pengobatan gratispun sudah tidak bisa dinikmati kenyamanannya .
disekitar kita ada ribuan Apotik Alam yang disediakanNYA untuk
 kita yang berakal , mulai dari kunir , jahe , asem , kencur , blimbing , wortel ,tomat , ketimun , manggis , dll yang seabreg .
 mengapa kita lebih suka obat obatan pabrik ketika alam begitu 
bermurah menyediakan yang sehat dan tidak berefek samping ?
 na , selamat Kembali ke Alam !
( TH ) 


( photos by : TH , April 2017 )