Jumat, 01 Desember 2023


 

 
 
.. " Pilihanmu , Pilihanku " .. 
memasuki masa kampanye 28 Nopember 2023 sampai 
10 Februari serta 21 hari sebelum minggu tenang
 yakni 21 Januari sampai 10 Pebruari ,
 suhu terasa memanas . 
betapa tidak kalau yang kita baca di sosmed , ataupun
disaksikan  dilayar TV , seolah harapan bahwa 
pilpres lali ini akan berlangsung damai , sejuk dan saling menghormati , rasanya cuma tinggal harapan .
mana yang fakta dan mana yang hoax makin kabur batasnya , 
dan saling membuka aib dari para capres maupun
 cawapresnya menjadi santapan harian tanpa sungkan 
dan etika seolah itu sah sah saja tanpa ada bantahan 
atau perlawanan dari yang dibuka aibnya ! 
parodi atau sindiran bahkan ejekan dan hinaan secara 
terbuka membuat kita seakan lupa bahwa kita adalah
 bangsa yang berbudaya dan beradab , 
dan rasanya menjadi " asing dinegeri sendiri " 
gara gara perubahan gaya berkomunikasi dan 
berinteraksi sebagian masyarakat kita yang telah 
sangat jauh meninggalkan etika ketimuran !
 miris , sedih , prihatin dan sejenisnya melanda hati 
jika membaca dan melihat dilayar kaca betapa 
tokoh tokoh yang seharusnya menjadi panutan
 mendadak menjadi monster !
belum lagi cuitan warga " biasa " atau bukan tokoh
 yang tak kalah seramnya seolah adalah menjadi hak setiap
 warga untuk mencaci maki siapapun secara terbuka , 
kasar dan tidak perlu memandang usia dengan 
pilihan kalimat serta gerak tubuh maupun mimik
 yang penuh penghinaan pada siapapun yang 
mereka ingin kritik atau permalukan ! 
disisi lain , seharusnya siapapun sadar bahwa hanya si penconloslah kelak yang paling tahu siapa tokoh
 yang dia pilih dibilik pencoblosan meskipun disaat
 kampanye mereka seolah pendukung salah satu pasangan 
 dan mereka juga  mau menelan berbagai suapan baik
 dalam bentuk uang maupun barang . 
saya tak berniat menulis tentang masing masing pasangan
 berikut riwayatnya , karena maksud tulisan ini 
bukan kearah sana .
 saya hanya ingin berkeluh kesah seputar perkembangan
 yang terjadi saat ini dimana era digital telah
 mengambil alih bentuk berkomunikasi masyarakat 
kita yang menjadikan sosmed sebagai 
Ajang Curhat Hal Hal Pribadi , Ajang Saling Memaki , 
Ajang Bergaul Bebas Yang Kebablas ,
 Ajang Saling Membuka Aib , Ajang Penipuan ,
 Ajang Penghinaan , Ajang Pembunuhan Karakter ,
Ajang Dakwah , Ajang Saling Menasehati , Ajang Transaksi , Ajang Berbagi Ilmu & Pengetahuan , dst dst! 
bahkan dengan teknologi AI , keadaan semakin parah
 karena siapapun bisa menjadi apapun dan 
apapun bisa disulap menjadi siapapun ! 
maka jika setiap aib para capres dan cawapres sudah
 diumbar sedemikian rupa , tinggal sekarang kita sekalian 
sebagai calon pencoblos pada Pebruari 2024 yad , 
bagaimana kita mampu memilah dan memilih 
mana mana yang hoax dan fakta agar dibilik pencoblosan 
kelak tidak terjadi kesalahan coblos 
karena nasib bangsa kita dengan penduduk hampir 
300 juta jiwa ini sudah pasti tidak dapat dipertaruhkan 
lewat kesalahan mencoblos ! 
( Titiek Hariati , 01.12.23 )
gambar diambil dari google

Tidak ada komentar: