Kamis, 21 Januari 2021

 
 
 .. " Sekerdil Itukah Trumph ? " ..
menyaksikan pelantikan Presiden Amerika ke 46 
Joseph Robinette Biden Jr . dan Wakilnya
 Kamala Devi Harris secara live semalam ,
 seolah berada pada era " luar planet " .
 pertama karena untuk pertama kalinya : 
 01 . pelantikan berada dalam masa pandemi yang
 berkepanjangan tanpa tahu ujung akhirnya ,
 sehingga keseluruhan suasana pelantikan berobah
 drastis baik disegi jumlah tamunya
 maupun prokesnya
02 . penjagaan yang konon mengerahkan hingga
 puluhan ribu polisi dan tentara untuk mencegah 
terjadinya ( kembali ) kerusuhan dari para
 pendukung mantan presiden , Trumph .
03 . munculnya sang Wapres Wanita yang merupakan
 hal baru dalam sejarah kepresidenan Amerika
 terlebih Kemala Devi Harris merupakan
 peranakan India Jamaica . 
04 . munculnya Lady Gaga dan JLo serta 1
 penyanyi country yang menyemarakkan acara
 pelantikan meski terkesan sangat simpel , singkat 
 namun cukup hikmat . 
05 . hadirnya hampir semua mantan presiden 
Amerika , Clinton , Bush , Obama kecuali 
Jimmy Carter . 
 Tetapi diatas semuanya tadi , tentu saja isu terbesar
 yang seolah " menodai " kehikmatan tadi adalah
 Ketidakhadiran Mantan Presiden Amerika ,
 Trumph , yang  konon dengan istrinya , 
mereka menuju California !
opo tumon ?!
 apa yang bisa diamati publik dunia tentang hal ini ?
 Amerika yang di gadang sebagai negara Adikuasa , 
superpower , yang paling menganak emaskan
 Demokrasi dan selalu men dengung2kannya
 di tataran global ternyata justru memberikan 
contoh terburuk dalam demokrasi yang
nampaknya  " kebablas " ! 
dan Trumph yang hingga menit menit akhir 
kekuasaannya , bahkan Tidak Sudi mengakui
 kemenangan Joe Biden dan " ngotot " bahwa
 dibawah pemerintahannyalah Amerika berjaya !
 secara protokoler , pergantian kepemimpinan
diikuti oleh agenda serah terima jabatan
 dan hal hal lain yang terkait ,
tetapi seolah dianggap angin oleh Trumph yang
 dengan seenaknya melenggang meninggalkan 
Gedung Putih tanpa perlu mengikuti tata krama
 sebagaimana layaknya mantan presiden
 kepada penggantinya ! 
saya yang cuma penonton awam dari layar kaca ,
 menyaksikan betapa yang mendapat 
tepukan tangan justru adalah kehadiran dari 
mantan Wapres nya , Mike Pence .
 drama ini tentu saja tidak sesederhana yang terlihat .
 kalau bangsa Amerika merasa " malu " oleh
 kelakuan mantan presidennya , 
tentu saja saya sebagai bangsa Indonesia hanya
 bisa berkomentar 
" Lha Koen Biyen Kethok Opo Kok Milih Trumph ? " . 
( terjemahan bebasnya :
" Lha kamu dulu memilih Trumph itu 
dasar penilaiannya apa ? " ) .
 apakah karena dia bilioner , atau karena ia pemilik 
 hak paten pemilihan Miss Miss an Dunia , 
 atau karena potongan rambut dan
gaya bicara serta bahasa tubuhnya yang unik
 yang sering diparodikan pelawak2 Amerika 
atau karena apa ?
 saya juga tidak tahu . 
hanya ketika ia sudah terpilih dan beberapa kali
 muncul di TV dalam berbagai isu 
lokal dan internasional , saya
 yang nggak ngerti politik " babar blas " ini hanya
 mengelus dada 
" Lha Kok Ngene Yo Presiden Amerika Sing Anyar Iki , 
Wes Gak Karismatik , Gak Wibawa plus
 nek ngomong kok koyo sak enak udele dewe ! "
 ( terjemahan bebasnya :
" Kok seperti ini ya presiden Amerika yang satu ini , 
selain tidak karismatik dan tidak berwibawa 
juga bicaranya kok seenaknya sendiri " ? ) . 
 tentu saya berharap saya salah , 
tetapi ternyata hingga saat Trumph meninggalkan 
Gedung Putih ternyata karakter itu tidak berubah
 alias melekat erat dalam sikap dan tuturkatanya
 yang " norak " !
 mengapa tidak seperti pendahulu2nya yang begitu
 berjiwa besar dan menghormati penggantinya 
dengan mengucapkan selamat dan
 memberikan dukungan moril  ?
 bahkan saya masih ingat saat debat pertama antara
 Trumph dan Biden , alamakkk... 
yang merasa jengah malah penontonnya
 menyaksikan betapa Trumph seolah 
meremehkan covid
 yang akhirnya malah " kuwalat " karena
 kesombongannya malah dialah  yang terpapar ! 
manusiakah mahluk ini atau .. ? 
 tetapi sebagaimana pepatah 
" pengalaman adalah guru terbaik " , semoga dengan 
munculnya komedi Trumph ini ,
 bangsa Amerika akan lebih sadar bahwa 
memilih seorang pemimpin itu tidak 
sekedar melihat kesuksesannya disatu sisi 
( dalam hal ini bisnis untuk Trumph,
 meskipun isu isu banyak beredar dia bahwa 
juga terlibat dalam berbagai kasus yang 
melanggar hukum ) ,
 tetapi harus juga dilihat secara utuh
 sebagai Manusia !
 personality dan karakter yang menghias seorang
 manusia itulah yang akhirnya membedakan
 Martabat nya dan Bukan Harta atau Pangkatnya !
 mau bukti ?
 Trumph adalah ( saat itu ) presiden dari sebuah 
negara besar , yang semestinya sangat terhormat , 
tetapi karena tidak memiliki manner ,
 maka martabatnya jatuh dibawah 
mantan2 presiden lainnya yang menjunjung tinggi
 Tata Krama . 
 maka , masihkah kita menganggap Tata Krama
 itu tidak penting ? sungguh seseorang tidaklah dilihat 
semata dari status sosialnya karena 
dalam berkehidupan dan bermasyarakat ternyata
 tata krama masih dominan ,
bahkan untuk bangsa yang sebebas Amerika
dalam tata pergaulannya .
 tentu saja ini terkecuali bagi mereka yang hidup 
menyendiri di tengah hutan yang 
tidak terlampau  membutuhkan kontak sosial ...
atau sebaiknya Trumph berada disana ?
( Titiek Hariati, Malang, 21.01.21 )
( foto2 saya jepret langsung dari MetroTV semalam
 plus gambar kartun diambil dari google )
 
 

Tidak ada komentar: