Selasa, 20 Mei 2014






 .. " Berlian Terakhir di Batu " ..


bicara tentang berlian, orang akan membayangkan batuan mulia yang sulit didapat dan mahal. sulit karena ia harus melalui proses pencarian dan pengolahan yang lama 
serta mahal karena alasan keduanya.
  maka ketika di kota Batu, sekitar 20 km dari Malang arah Pujon, masih ditemukan 
' berlian berlian ' , ini adalah sesuatu yang luar biasa.

naa ... namanya berlian, pasti ada yang belum dan sudah diasah. yang belum diasah dan dipoles aura kecantikannya masih tertutup . lha yang sudah diasah, 
ia akan memancarkan sinar yang penuh pesona. 
 dan inilah yang saya temukan disepanjang Jalan Panglima Sudirman, Batu . 

' berlian berlian ' ini adalah peninggalan sejarah jaman kolonial Belanda semasa masih berkuasa di tanah air . dan Batu seperti halnya Bandung dan Malang agaknya menjadi area favorit penguasa Belanda waktu itu sebagai tempat istirahat atau ber weekend.


 yang dimaksud sudah jelas adalah rumah rumah eks petinggi Belanda yang masih tampak kokoh dan cantik disepanjang jalan Panglima Sudirman, Batu. beberapa diantaranya 
memang kosong tak berpenghuni serta kurang terawat . 
beberapa yang lain terlihat setengah terawat, 
jadi belum sepenuhnya memancarkan auranya yang anggun.

adapun yang terlihat berpenghuni dan terawat, adalah bak Menghentikan Mesin Waktu disaat orang memandangnya, karena terlihat sangat cantik dalam aura Tempo Doeloe nya ! 
bahkan kita bisa membayangkan betapa " noni2 Belanda " asyik dihalaman dan taman rumah rumah itu sambil membawa keranjang bunga atau menikmati
 matahari pagi di teras rumah rumah itu ... 

sayang sekali ada beberapa rumah yang sudah berganti wajah dengan hotel dan ruko atau cafe dan menghilangkan wajah aslinya sehingga Jalan Panglima Sudirman yang mestinya menjadi area Cagar Budaya dengan mempertahankan wajah kolonialnya agaknya 
mulai berubah wajah.



 ( mudah mudahan Walikota Batu tidak tergesa merubah perwajahan PangSud ini sebab sisa sisa berlian yang tidak banyak ini sesungguhnya bisa menjadi 
daya tarik tersendiri bagi 
Tujuan Wisata Nostalgia utamanya buat turis turis dari Belanda ) .

 andai saja kita bisa mencontoh Malaysia dengan Red City nya yang seolah
 Menghidupkan Kembali Masa Lalu yang menjadi bagian sejarah bangsa Malaysia dibawah penguasa Inggris saat itu serta mencontoh bagaimana mereka menjadikan perwajahan masa lalu menjadi sebuah ikon wisata budaya, 
pastilah berlian berlian di kota Batu ini tidak tergesa untuk di hancurkan dan diganti dengan bangunan bangunan masa kini yang tidak " memiliki ruh " 
alias hanya sekedar bangunan fisik an sich.

tidak jauh beda dengan kota Malang, yang penggerusan bangunan bangunan bersejarahnya amat cepat dan brutal, sehingga Malang secara perlahan tapi pasti tidaklah lebih dari sebuah kota dengan deretan ruko ruko dan bangunan bangunan modern 
" tanpa sukma " .

satu saat, anak cucu kita sudah pasti kesulitan untuk menemukan peninggalan fisik sebuah sejarah, kecuali lewat foto foto di internet atau buku buku sejarah.

sepanjang jalan PangSud di kota Batu mungkin sudah akan berubah menjadi deretan hotel dan cafe modern, dan kisah kisah romantisme jaman kolonial dimana sejarah mencatat 
keberadaan Belanda di rumah rumah itu, 
hanya tinggal kenangan di halaman buku buku sejarah atau internet . 

tidaklah terpungkiri bahwa peminat bangunan bangunan jadul ini lumayan tinggi, namun disaat pertimbangan bisnis lebih mengemuka, maka menghancurkannya bukanlah sebuah kemustahilan.

perlahan tapi pasti, berlian berlian ini memang  akan lenyap dari pandangan mata. 
berapa lama lagikah sisa sisa kecantikan dan peninggalan sejarah secara fisik  ini 
masih akan bisa dinikmati ? 
( th ) 

( photos by : th, Jalan Panglima Sudirman, Batu, Mei 2014 )

01. Bella, Bella
02. apakah pemiliknya dulu eks nakoda kapal Belanda ?
03. klasik, dilengkapi breathtaking-view dibelakangnya
04. plengsengan tinggi, sangat khas
05. ornamen atap dan cendela yang cantik
06. halaman luas yang menjorok masuk, lega dan lapang
07. terawat, semoga bertahan lama
08. tidak terawat, semoga tidak dihancurkan
09." minimalis jadul ", kotak kotak

2 komentar:

windy bella mengatakan...

Hi.. Saya anak pemilik rumah Bella Vista. tidak sengaja buka blog ini.
Senang melihat ada yang mau menuliskan sedikit tentang rumah yang selalu saya datangi tiap tahunnya bersama keluarga besar dan saudara.
Untuk mengklarifikasi, ini bukan rumah bekas belanda. ini rumah asli milik Buyut saya, yang saat ini sudah dibeli orang tua saya.
Sekali lagi terima kasih sudah mau menuliskan yang baik tentang rumah ini :)

krepektempe mengatakan...

dear Windy Bella,
aduhh, maaf sekali ya sebab tidak ada petunjuk apapun yang bisa saya peroleh tentang berlian2 di kota Batu ini sehingga saya " ngawur " saja mengatakan itu adalah rumah2 bekas Belanda hehe, tetapi membangunnya mungkin masih dijaman kolonial ya? Bella yang cantik, sekali lagi maaf dan terima kasih, kalau ke Malang lagi boleh kontak saya/ 0341 55 34 16, saya akan " rayakan " kesalahan info saya dg Bella hehe, salam buat kel.
dan berbanggalah bahwa Bella mewarisi sebuah Penanda Jaman yang cantik, berlian itu ! salam : th.