Sabtu, 21 Agustus 2010

Grasi & Remisi, Sebuah Ironi.





Terima kasih pada redaksi kabarindonesia.com atas pemuatan artikel Ironi " Grasi dan Remisi, Sebuah Ironi ." Kado ultah RI ke 65 tahun ini memang terasa pahit. Pelecehan Malaysia kepada negara kita plus pembebasan para koruptor kakap rasanya makin menghimpit dada rakyat yang sudah megap megap terhantam kenaikan tarif listrik dan harga harga kebutuhan pokok. Kalau memang pemimpin negeri ini sudah tidak mampu lagi menjaga martabat bangsanya dihadapan negara lain apalagi " hanya sekecil " Malaysia, mengapa masih saja mencekok-i rakyat kecil dengan pidato pidato yang membodohi rakyatnya padahal publik sudah sangat cerdas menganalisa ?

Contoh nyata ketidak mampuan pemerintah mengatasi kasus lapindo hanyalah satu diantara sekian banyak lainnya. Begitu sungkannya menghadapi Bakrie ataukah ada sebab sebab lain sehingga ribuan manusia harus dikorbankan atas nama " persungkanan " ? Mari kita beri jalan selebar lebarnya kepada anak cucu kita untuk memimpin negeri ini lebih tegas, jujur, adil dan konsisten serta beriman untuk menggantikan para pemimpin yang sudah sepuh sepuh dan mungkin lelah atau pikun?

Sejarah senantiasa berulang bahwa pada akhirnya kekuasaan melahirkan keserakahan yakni keinginan untuk tetap abadi di singgasana yang sudah terlanjur nyaman meski rakyatnya banyak yang bunuh diri akibat tekanan ekonomi. Tragis.

( Photo by TH, desa mBawang, Malang )

Tidak ada komentar: