Jumat, 13 Agustus 2010

CATATAN RAMADHAN ( 4 )





Jum'at tanggal 13 bagi sebagian orang dipercaya sebagai hari " angker " hingga sebuah serial film barat membuat khusus " Friday the 13th " yang bermuatan horor. Tapi kita tidak membahas itu, karena dalam keyakinan kita semua hari adalah baik serta diciptakanNYA untuk kita isi dengan nilai nilai kebajikan. Bila mana terjadi sesuatu, entah musibah atau hal hal yang tidak menyenangkan pada hari hari atau tanggal tertentu, ini juga bukan karena angka 13 atau Jum'at Kliwon dan semacamnya, tetapi memang sudah suratanNYA serta tidak lepas dari kelalaian manusianya sendiri. Contoh : kecelakaan tergulingnya KA, yang ternyata akibat hilangnya bagian tertentu dari rel yang tercuri.

Melihat deretan jemaah yang hadir pada saat tarawih di hari ke 4, rasanya masih melegakan karena setidaknya didalam masjid perumahan kami masih terlihat padat. Alhamdullilah. Ceramahnya adalah tentang gaya leadership dari para sahabat Nabi Muhammad SAW yang masing masing memiliki ke khas an. 

Peran para sahabat ini sangatlah penting dalam sejarah perkembangan agama Islam, karena sebagai pen siar dan penerus ajaran Islam didunia mereka ini telah ikut menegakkan pilar pilar ke Islam an yang akhirnya menyebar keseluruh penjuru dunia. Banyak teladan yang bisa diambil dari para sahabat Rosul kita terkasih Nabi Muhammad SAW ini, terutama dalam interaksinya dengan Rosul sendiri maupun pengikut pengikutnya.

Konsistensi, kejujuran, keberanian, kesabaran, dan banyak lagi nilai nilai yang dapat diambil dari mereka yang teriwayatkan dalam Qur'an maupun Hadist. Dan ternyata ceramah ini bagaikan " nyambung " dengan ceramah subuh pagi tadi yang khusus membahas tentang nilai kejujuran sebagai basic terpenting pada akidah seseorang. Dikisahkan oleh sipenceramah begini :

" Di Sunan Ampel, salah satu pegawai saya, pekerjaannya tukang rumput, bergaji hanya sekitar 200 ribuan. Satu saat dia menyerahkan kalung emas seberat 100 ( seratus ) gram yang ditemukannya di jalan, ke kantor saya untuk dibuatkan pengumuman bagi yang merasa kehilangan.

 Mungkin kalau dia tidak jujur dapat saja kalung tersebut dianggapnya sebagai " rizki " NYA dan disimpannya sendiri, nyatanya tidak dilakukannya walaupun tidak ada yang mengetahuinya. Inilah contoh dari sebuah kejujuran dan rasa malu dihadapanNYA, dan bukan rasa malu dihadapan manusia " .

Diam diam terbayang betapa para koruptor negeri ini yang sudah " makan uang rakyat " ber puluh bahkan ratus ratus Milyar ternyata  masih bisa senyum senyum tanpa rasa bersalah dilayar kaca dan mungkin juga masih bisa tidur nyenyak.

Akhlak malu dihadapan ALLAH SWT inilah yang harus terus menerus kita pelihara meskipun tidak ada manusia lain yang mengawasinya sebab hal ini akan menyelamatkan kita dari setiap
tindakan jahat atau maksiat.

Dalam perjalanan pulang ke rumah saya yang hanya berjarak sekitar tiga menit dari masjid perumahan, seorang ibu tetangga yang bergerak dibisnis catering berjalan beriringan dengan saya. Beliau mengeluhkan dapur rumahnya yang terasa mulai menyempit akibat perkembangan bisnis nya yang pesat. Saya langsung antusias memberikan tips bahwa sebaiknya dikembangkan keatas alias membuat lantai II, III dst. 

Ternyata malah saya keliru, sebab katanya : " O anu, saya mau buka cabang di Batu saja untuk lebih mendekati konsumen yang di Batu " ... nah, alhamdullilah, ternyata malah beliau punya jalan keluar lebih dahsyat ! Saya ikut senang sebab kalau bisnisnya berkembang makin hebat, pasti sebagai tetangga saya bisa ber siap siap untuk satu saat kalau nanti " mantu " bisa dapat diskon catering hehe ...

Sampai rumah saya lanjutkan dengan rutinitas harian, menyapu luar dan dalam rumah, mengepel, merapihkan ini itu, belanja untuk nanti sore berbuka dan ada waktu yang tersisih sekitar 1 jam untuk nulis nulis blog ini, sebelum masuk ke agenda lainnya hari ini.

Sungguh saya tidak tahu malu kepada NYA kalau ternyata nikmat seperti ini tidak saya syukuri, dimana saya tidak perlu lagi seperti dulu mengukur jalan tol setiap hari antara Malang - Sby
selama beberapa tahun demi kelangsungan study anak anak saya. Bila masih banyak mereka yang berkekurangan setiap saat bahkan lahir maupun bathin, maka patutlah saya bersyukur se dalam2nya bahwa ternyata saya masih dilimpahi kemudahan dan kenikmatan yang meskipun dalam kacamata manusia itu masih " tidak seberapa " . Alhamdullilah.

Nah ... bagaimana menurut Anda? ( Lho kalimat penutup ini kok seperti meniru gaya pakar marketing Hermawan Kertajaya ya hehe..maaf pak Her... )

Photo : Faisal Mosque, by : M. Rizwan Rofique, dari google.co.id.

Tidak ada komentar: