Sabtu, 25 November 2017








  .. " Mbah Rasimun Kampung Payung " ..
mengikuti tren yang sedang menjamur di tanah air ,
 dimana kampung kampung saling berlomba menghias diri
 secantik mungkin dengan memilih tema tertentu ,
 Malang Rayapun ketularan . 
sebut saja Kampung Go Green yang mengusung tema kelestarian 
lingkungan , itu di Glintung Gang 4 , Malang . lalu juga ada
 Kampung Wisata Payung di Jalan Laksda Adisucipto ,
 Gang Taruna . Kampung Keramik , Kampung Sate Gule Kambing , 
Kampung Batik , Kampung Inggris , Kampung Tempe , 
Kampung Warna Warni , Kampung Putih dll .
mungkin saya menyebutkan nama kampungnya dengan kurang
tepat disini, tetapi saat melihat langsung ke beberapa 
diantara kampung2 ini saya 
 merasa bersyukur bahwa Kesadaran Wisata sudah
 makin tinggi tentang " bagaimana menjual kampung "  !
kita tengok misalnya kampung payung , 
yang ada di daerah Blimbing , jalan laksda Adi Sucipto .
 disana saya bertemu pembuat payung senior , 
mbah  Rasimun yang siang itu tampak sibuk mewarnai 
sebuah payung mini yang sudah 90% selesai . 
usia tidak menghalangi aktivitasnya dan bahkan masih 
sanggup melayani pesanan payung payung mini
dalam jumlah besar . 
 payung2nya adalah payung tradisional yang terbuat dari bambu dan
 kertas tebal sejenis kertas bungkus semen . motiv2nya juga klasik , 
 mengingatkan saya pada payung masa kecil 
dimana dulu payung2 ini populer sebelum muncul 
payung2 plastik atau kain yang modern . 
sayangnya saya tidak mendapatkan
 payung untuk ukuran dewasa sebab saat itu 
mbah Rasimun sedang sibuk memenuhi 
pesanan payung2 mini untuk sebuah Sekolah Dasar . 
dengan harga terjangkau yaitu 30 ribu untuk payung mini dan
 50 ribu ukuran dewasa , payung Hand Made ini sungguh patut 
diapresiasi mengingat cukup rumitnya pembuatannya 
serta memakan waktu tidak sedikit .
mbah Rasimun hanyalah 
satu diantara ratusan pengrajin di Malang Raya yang ikut 
mempopulerkan kampungnya melalui kerajinan lokalnya 
yang khas dan sepatutnya kita ikut bangga pada mereka2 ini
 sebab melalui tangan tangan trampil merekalah 
dunia dapat mengenal produk2
lokal kita sebagai kekayaan seni budaya bangsa !
dengan kemajuan teknologi pemasaran yang saat ini 
sudah sangat canggih , maka tidak mustahil mereka2 seperti 
mbah Rasimun ini menjadi incaran importir dunia ! 
kelemahan2 dibidang pencatatan Hak Paten haruslah didukung oleh 
dinas dinas terkait agar mereka2 seperti mbah Rasimun ini tidak 
ke bajak bajak seenaknya oleh para " predator industri " ! 
kedepan , sangat tidak mustahil kalau  akan muncul kampung2 
tematik yang lebih unik2 seperti misal :
 Kampung Ludruk , Kampung Teklek , Kampung Bakso ,
 Kampung Dalang  , Kampung Kasur dll  .
 naa .. yang merasa di kampungnya memiliki potensi tertentu , 
mungkin ingin menyusul ? sesungguhnya tidak 
ada sesuatu yang sia sia atau tidak bermanfaat . 
dari hal hal kecil yang nampak sederhana 
dapat lahir sesuatu yang luar biasa , contoh : 
akar bambu atau akar jati yang dulunya dianggap limbah,
ditangan mereka yang kreatif berubah menjadi benda
 dekoratif yang bernilai jual tinggi bahkan sudah diekspor!  
sesungguhnya ,
" Keterbatasan itu Hanya Ada Dalam Alam Pikir , 
 Adapun Batasnya Hanyalah Langit 
dan sebenarnya Kemauan Kitalah yang Menentukan 
Sukses atau Gagalnya sebuah impian !
( Titiek Hariati ) 
 ( Writing & Photos by Titiek Hariati )
 01 . semar , di dinding kampung payung
02 . glintung gang 4 , go green
03 . kampung payung
04 . mbah Rasimun sibuk
05 . mengebut pesanan payung
06 . kampung 3G ( 01 )
07 . kampung 3G ( 02 )
08 . kampung 3G ( 03 )
09 . glintung go green
10 . jalan masuk kampung payung
11 . dino di kampung payung
12 . bekas WC di kampung 3G
13 . keranjang2 di gerbang kampung 3G
14 . jalan masuk kampung 3G









 

Tidak ada komentar: