Rabu, 22 November 2017





 .. " Yang Hilang , Yang Muncul " ..

beberapa tahun terakhir , Malang Raya diguyur 
kedai , warung , cafe , bistro , dan sejenisnya bak jamur dimusim hujan . 
 byurrrr .... sampai2 untuk sekedar mau ngopi saja masih harus
 buka2 internet dulu untuk membandingkan tempat 
ngopi 1 dengan yang lain berdasarkan " kesaksian " 
dari para pengunjung2nya !  
tetapi sebagaimana teori marketing mengatakan bahwa 
" yang lebih lama berada dibenak  kastamer adalah yang bertahan " 
maka diantara sekian banyak pemain pemain baru jagad kuliner tadi
 ataupun pemain pemain lama yang dikemas baru , 
ternyata tidak semua berhasil bertahan .
 nyatanya yang berguguran juga lumayan banyak .
 sekarang coba kita lihat yang satu ini . 
beberapa bulan yang lewat , dirumah pojok Merbabu 
depan gerbang masuk Hutan Malabar , ada sebuah kedai 
atau cafe , entahlah , saya belum sempat kesana . 
ketika saya sudah punya kesempatan kesana , 
ternyata kedai ini sudah tutup entah alasannya apa . 
dan pagi tadi seperti biasa saya jogging di Hutan Malabar , 
saya melihat ada baliho gede didepan rumah yang sama yang 
nampaknya akan menggantikan kedai / cafe yang lama . 
hal seperti ini terjadi dibanyak tempat yaitu :
ganti nama , ganti manajemen , ganti pemilik , ganti produk , 
ganti logo , ganti lokasi , ganti imej dll dll . 
apakah ini juga pertanda bahwa  bisnis kuliner Malang Raya
 sudah mencapai titik jenuh dan grafik mulai menurun ? 
saya bukan pengamat bisnis kuliner meski blog ini memuat
 hampir 300 tempat untuk hangout , jajanan , camilan atau ngopi . 
padahal tidak kecil diantara yang berguguran itu 
adalah cafe cafe besar dengan nilai investasi lumayan wah!
 tetapi memang tidak ada jaminan meski modal kuat . 
sebaliknya , kedai atau warung2 kecil dengan modal yang 
lebih kecil justru banyak yang bisa bertahan ditengah
 himpitan persaingan yang ketat . mengapa ?
 karena mereka umumnya " mengisi celah celah sempit " yang 
tidak dimiliki dan diabaikan oleh pemodal pemodal gede 
dibisnis yang sama .misal dengan cara :
penyebaran cabang yang kecil kecil tetapi ada diwilayah2 
yang strategis seperti kampus2 , pusat2 perkantoran dll . 
juga mereka menekankan pada menu menu paket yang
 murah meriah , sehingga kastamer tidak dipusingkan 
dengan detil mamin yang dipesan .
contoh : nasi , lauk dan teh cukup 10 ribu . 
Malang sebagai kota pendidikan adalah pasar yang empuk
 bagi bisnis kuliner " untuk anak kos "  , dan ternyata 
bukan hanya anak kos saja yang diuntungkan 
dengan murahnya " paket anak kos " ! 
sungguh dibutuhkan kreatifitas tinggi untuk bertahan
 ditengah persaingan . gencarnya iklan lewat radio , koran 
atau tv dll bukan jaminan , sebab kastamer sudah sangat cerdas
  sehingga cara cara konvensional yang hanya mengandalkan 
pelanggan2 lama/ kenalan2 sudah harus ditinggalkan . 
ada seorang remaja yang baru berusia 18 tahun sudah sukses
 dan menjadi jutawan dengan bisnis kuenya yang inovatif dan
 mengikuti trend jaman padahal ia juga masih berstatus siswa SMA . 
tidak ada yang tidak mungkin kalau 
kita siap bertarung ide ide , kejelian membaca peluang 
dan ketekunan dalam usaha serta tidak 
mudah menyerah ketika gagal !
( Titiek Hariati ) 
( writing & photos by : Titiek Hariati )

01 . Merbabu eatery ( 01 )
02 . Merbabu eatery ( 02 )
03 . Roemah Moeria ( sudah hilang )
04 . Pecel Pincuk ( sudah hilang )
05 . Java Cobek ( sudah hilang )









Tidak ada komentar: