Selasa, 21 Mei 2013






" Goede morgen mevrouv en meneer ... "
( sebuah perjalanan ke masa lampau di merbabu 4, malang )


Ada beberapa alasan ketika seseorang memutuskan untuk menikmati santap pagi/siang/malm disebuah tempat tertentu. Mungkin rasa, mungkin harga, mungkin lokasi, mungkin ada yang ditaksir disitu, mungkin lari dari kegalauan dst dst pokoknya pasti ada. 

Dan saat saya memutuskan untuk berbelok ke sebuah cafe di Jalan Merbabu no 4, juga beralasan, yakni ingin menikmati sisa jejak masa lalu atau tempo doeloe dari bangunannya. Mengapa bukan menunya? Karena saya hampir pasti bahwa di cafe cafe sejenis , " biasanya " rasa tak beda jauh hanya sedikit beda di tampilan, nama dan harga hehe .. ( meski saya bisa saja salah ) .

Jadi begitu masuk, hal pertama yang saya lakukan adalah minta ijin untuk jeprat jepret apa yang saya lihat sebagai " rekam jejak masa lalu " baik itu bangunan fisik ataupun meubelnya, juga atmosfer yang dibangun oleh keduanya. 

Dan seperti juga ditempat lain yang pernah saya kunjungi, pramusaji hanya bisa " melongo " dan berpikir bahwa saya salah alamat karena datang tidak untuk memesan menu tetapi jeprat jepret , apalagi saya datang selewat jam makan siang, jadi " mumpung " sepi saya " merajalela " hehe .. 

Menurut si pramusaji, yang menjadi menu khas disini memang Sate, Steak dan Kopi baik modern maupun yang  tradisionil. Jam saya tiba untuk makan disitu sudah sangat tanggung sehingga saya tidak memesan ketiganya, tapi yang lebih " light " saja, Nasi Goreng Kambing ( lho, kambing kok ringan ? ndakpapa sebab kalau dicampur nasgor paling paling hanya seiris kecil di potong kecil kecil, beda kalau sate atau gulai kambing nya hehe ... ) plus juice sirsat dan naa lho .. ini kok ada tambahannya, yaitu tortila kambing, aduh, kambing kambingan disiang bolong ... ( percayalah bahwa orang kurus lebih banyak isi perutnya dibanding yang normal hehe .. )

Mengusung nama teysa's , dan sesuai yang tertera di papan nama sebelah luar dari cafe ini yaitu "  teysa's lunch and dining, meeting/ gathering/ birthday/ parties/ wisuda/ wedding " terus disisi lain tertulis " teysa's, sate, steak and coffee " maka bisalah ditebak bahwa disini kita dapat memperoleh hampir apapun yang diperlukan. 

Belum cukup, masih ada lagi yang ditawarkan, yaitu menu menu khusus yang disediakan hanya antara jam 07.00 sampai 10.00 pagi yang pastinya dengan harga yang juga khusus. Sebut misalnya, nasi rawon/ soto ayam/ campur/ goreng dan juga ada mie ayam pangsit, roti bakar dll yang bertarif antara 7 hingga 9 ribu saja. Lha bagaimana kalau sarapannya agak terlambat diatas jam 10? Menurut si pramusaji " selama masih ada persediaannya ya dilayani meskipun sudah lewat jam 10 " ooooo .... ( tapi jangan jam 12 minta sarapan yaaa hehe ... ) ..

Naa ... kalau jam jam " normal " diatas jam 10 itu, tersedia banyak sekali pilihan yang menurut saya ini adalah menu nusantara disamping  western dan oriental, pokoknya komplit dari " barat sampai ke timur " hehe .. Ada sup buntut, nasi timbel, bakso ujung pandang, mie ayam nugget, chicken tikka with butter rice, dll dll. Deretan pilihan juice nya juga lumayan bagi penyuka juice. Harga mamin ? Antara 5000,- hingga 35.000,-  jadi cukup lebar range nya .. 

Live music setiap malam dapat dinikmati disini, meski " aslinya " konon jazz, tapi mereka juga siap melompat kemana saja, plus yang mau hepi hepi nyanyi kalau cukup pd ya boleh hehe .. 

Naaa ... mengamati  bangunan fisik terutama dibagian ruangan dalam dari cafe yang bernafas tempo-doeloe ini, terutama dinding dindingnya yang  berlapis  kayu dan beberapa meubel antik yang masih terawat dengan baik, lalu juga kusen dan teralisnya yang masih asli yang menemani tembok tembok tebal disekitarnya. 

Dalam imajinasi saya seolah ada sapaan ramah " Goede morgen .. " yang mungkin itu dulu sering terucapkan oleh penghuni lama cafe ini dan mungkin adalah " londo londo " ? .. Wallahualam, karena si pramusaji juga tidak tahu sejarah dari rumah cantik ini kecuali menyebut nama pemilik yang sekarang.

Seharusnya, rumah rumah seperti ini dilestarikan dan mendapat aturan khusus untuk tidak dimusnahkan atau dirombak total sebab perwajahan kota Malang mestinya memiliki sisi sisi kesejarahannya yang akan dapat dinikmati oleh anak cucu kita. Bayangkan kalau semua wilayah di Malang ahirnya menjadi ruko dan area bisnis, maka wajah cantik kota Malang tempo doeloe hanya tersisa di post-card atau internet saja. 

Bagaimana bila tiap rumah kuno bersejarah yang dijadikan area bisnis lalu menyediakan semacam brosur gratis yang memuat sejarah dan latar belakang rumah tersebut sehingga  para tamu restoran/ guest house/ boutique / spa dll akan mengetahuinya dan menghargainya sebagai sebuah kepingan sejarah dan bukan sekedar bangunan kuno biasa ... ?

Alangkah indahnya bila hal seperti ini bisa terwujud, karena masing masing pemilik bangunan berarti ikut serta andil secara aktif didalam pelestarian sejarah dan budaya bangsanya. Siapa yang akan memulai ?? ( th )

Keterangan foto ( all photos taken by : th ) :
01. Nasgor kambing ala teysa's.
02. Birthday, wedding dll silahkan ke teysa's !
03. Salah satu sudut teysa's.
04. Sate, Steak, Coffee.
05. Teras luar serba rotan.
06. Menu sarapan antara 7 - 9 ribu .




Tidak ada komentar: