Kamis, 15 Juli 2010

Warung Hujan



                           
                           WARUNG HUJAN




Terletak di desa Mbawang, Tunggulwulung, kelurahan Lowokwaru, atau sekitar 7km dari pusat kota Malang arah RRI Malang, warung yang bernuansa " ndheso " dan asri ini bisa ditemukan.
 
Namanya " Warung Hujan " meskipun kita tidak akan basah kuyup didalamnya. Dibangun diatas lahan yang bersebelahan dengan sungai dan lembah, warung ini " memanfaatkan " alam sekitarnya sebagai bagian dari nilai jualnya. 

Disisi lain warung ini juga ingin mengakomodir kebutuhan teknologi pelanggannya dengan menyediakan fasilitas hotspot dan perangkat elektronik lainnya guna menunjang kemudahan sebuah agenda baik meeting, seminar kecil, training dan lain lain.

Ikan atau ayam bakar dan goreng serta berbagai menu lain tersedia disini, disamping aneka juice dan bermacam minuman lainnya dengan harga terjangkau. Ikan bawal bakar misalnya, ditawarkan Rp. 10.000,-/sepuluh ribu per porsi atau cah kangkung Rp. 7.000,-/ tujuh ribu per porsi.

Kenyamanan lain adalah tempat parkir yang tersedia dilapangan kecil sebelah kiri warung berikut keamanannya, jadi selama pelanggan menikmati mamin tidak usah dirisaukan dengan gangguan pada kendaraannya. 

Masih ada lagi, bagi pecinta alam, hanya berjarak 5 menit berjalan kaki kearah sungai disebelah bawah warung, kita sudah akan menemui sebuah jembatan gantung dengan pemandangan bawah jembatannya yang luar biasa !

Nah ... bagi yang ingin menikmati suasana  
" ndheso " ditengah keruwetan kota, warung yang satu ini adalah pilihan yang nyaman meskipun tidak perlu memakai jas hujan saat bersantap disitu !






Keterangan foto ( all taken by me ) :

01. Cendela warung.
02. Jembatan bambu kearah tempat lesehan warung.
03. Sungai dibelakang warung.
04. Salah satu menu.
05. Sawah dibelakang warung.

CATATAN :

hari ini, 20/03/13 sekian tahun setelah saya tulis ini,
warung hujan ini nampaknya sudah tidak ada/mungkin sedang dalam tahap renovasi/ dll yang saya tidak jelas, namun sebagai
kenangan atas lokasi dan viewnya yang menarik, tulisan ini tidak saya hapus. 


pada catatan lain di awal juni 2013, saya kembali menelusuri area eks Warung Hujan karena mengangkat tulisan Situs Karimun yang ada didekatnya. ternyata yang tersisa dari warung ini hanya pagar bambu, gembok pagar dan sepotong sisa jembatan bambu yang dulu ada ditengah kolam. diatas catatan ini saya jepretkan " puing " itu beserta segenap kenangan pada sebuah warung yang ber atmosfer alami ini. semoga warung hujan masih akan muncul lagi ditempat lain yang jauh dari kebisingan kota, semoga ! ( th )

keterangan foto : ( taken by th ) : sisa warung hujan terjepret pada juni 2013.

Rabu, 14 Juli 2010

Jembatan Gantung Membelah Kota












Berbicara tentang jembatan gantung, terbayang bagaimana badan kita " terombang ambing " menitinya dan bahkan kalau dibawahnya menganga sungai deras atau jurang maka perut serasa mules... tapi begitulah si pengundang adrenalin ini justru digandrungi karena ke khas an nya.
" Wisata " kali ini memang sengaja menelusuri beberapa jembatan gantung yang ada di kota Malang karena lokasinya sering tersembunyi dari perhatian khalayak dan bagi sebagian orang bahkan sama sekali tidak menarik. 

Plus didorong keinginan untuk jeprat jepret , maka saya sengaja mencari salah satu jembatan gantung yang membelah kota Malang, tepatnya didesa Mbawang, Tunggulwulung, kelurahan Lowokwaru, Malang. Kalau diukur dari pusat kota Malang sekitar 7 km arah Blimbing. Yang memakai kendaraan roda empat bisa mengambil jalan Soekarno-Hatta, trus belok kiri arah RRI Malang dan lurus sampai desa Mbawang.

Disebuah warung yang bernuansa "ndheso" yakni " Warung Hujan " ( silahkan ke link kuliner untuk melihat warung yang satu ini ) , kendaraan bisa diparkir disamping warung dan kita cukup berjalan kaki kearah bawah warung sekitar 5/lima menit sudah akan sampai di jembatan gantung yang dimaksud.

Sebuah jalan bersemen dengan lebar sekitar 1 meter tampak membelah area persawahan yang " ijo royo royo " dan tidak jauh dari situ kita akan menuruni jalanan sedikit curam sebelum tiba di jembatannya. Sebuah pemandangan luar biasa akan ditemui dibawah jembatan gantung ini.
Sekitar 30 meter dibawah jembatan terhampar sungai yang cukup deras airnya dengan lembah lembahnya yang relatif masih asri. Sungguh beruntung bahwa ternyata ditengah kota Malang masih ada kehijauan yang semakin langka ditemui dan sungai ini relatif belum tercemari.

Diujung jembatan yang lain, saya menemukan sebuah lorong mirip goa yang sudah terkunci dan diberi pintu besi, dan konon merupakan persembunyian penduduk dijaman Belanda. Dan karena jembatan gantung ini merupakan penghubung antara wilayah Tlogo Mas dan Tunggulwulung maka tidak heran bila setiap harinya dipenuhi murid murid sekolah yang berjalan menyeberanginya. Padahal kalau mengambil jalan darat atau jalan raya, jarak keduanya ditempuh cukup jauh dan lama yakni sekitar 20 menit dengan kendaraan pribadi atau 40 menit dengan angkutan umum.

Sedih membayangkan bagaimana nasib area hijau ini 5-10 tahun kedepan? Apakah masih sama hijaunya atau disekitar sungai dan sawah yang asri ini sudah akan menjadi hutan ruko seperti halnya Malang saat ini? Semoga saja tidak sehingga anak anak sekolah masih akan menyeberangi jembatan ini dengan keceriaan yang sama karena mereka bisa bermain disepanjang persawahan dan jembatan serta sungai yang sudah makin menyempit ini ......

Lain kali ikut saya lagi ya menelusuri jembatan gantung yang lain .... yukkk ......

( Photos by : TH )

Keterangan foto dari atas kebawah :

01. Area persawahan disekitar jembatan gantung.
02. Tangga menuju jembatan gantung.
03. Arema cilik dijalan menuju jembatan.
04. Goa bekas persembunyian gerilyawan kita dijaman Belanda.
05. Lembah sungai dikaki jembatan gantung.
06. Sungai dibawah jembatan.
07. Anak anak sekolah bermain di jembatan.
08. Jembatan gantung.
09. Jalan sempit yg memisahkan area sawah.

Kamis, 08 Juli 2010

Pecinta Anak Itu Telah Pergi, AT MAHMUD




Abdullah Totong Mahmud, populer dengan AT Mahmud, tanggal 06 Juli 2010 yang lalu telah wafat diusianya yang ke 80. Sebuah usia yang patut disyukuri karena tidak setiap kita mendapat karunia usia sebanyak almarhum. Apa yang istimewa dari sosok yang satu ini? 

Bicara AT Mahmud, yang terbayang adalah keceriaan anak anak Indonesia menyanyikan lagu lagu ciptaannya yang berbilang ratusan. Sedikitnya ada 600 lagu anak anak telah lahir dari sumur inspirasi seorang AT Mahmud yang tak pernah kering. Beberapa yang terkenal misalnya :
" Ambilkan Bulanku " , " Pelangi " , dan banyak lagi.

Bagi ATM ( singkatan namanya ) , anak anak adalah sumber inspirasi dan kekuatan yang luar biasa. Anak merupakan sebuah dunia penuh kemurnian yang karenanya harus dijaga agar masa kanak kanak tidak terkontaminasi oleh dunia orang dewasa. 

Saat ini banyak anak anak yang lebih senang menyanyikan lagu lagu percintaan remaja dan dewasa ketimbang lagu anak, ini karena pencipta lagu lagu anak semacam ATM sangatlah minim dinegeri ini. Sampaipun pada kontes atau kompetisi menyanyi anak anak, ternyata lagu lagu yang mereka nyanyikan adalah sarat dengan lirik lirik orang dewasa mulai jatuh cinta hingga urusan patah hati, memprihatinkan.

Maka mendengar lagu lagu ciptaan ATM yang sarat dengan gambaran khas dunia anak, hati kita menjadi sedikit lega bahwa ternyata masih ada yang mau peduli pada kebutuhan akan lagu lagu anak anak yang sesuai . Tapi kini ATM sudah pergi, mewariskan sekitar 600 lagu yang akan mengalirkan royalti bagi keluarganya. 

Harapan kita semua bahwa keluarganya akan tetap meneruskan spirit almarhum dalam mencintai anak anak melalui pelestarian lagu lagu ciptaan almarhum yang begitu pas dengan dunia kanak kanak.

AT Mahmud, terima kasih atas lagu lagumu yang luar biasa buat anak anak Indonesia, semoga masih akan banyak penerusmu yang mengikuti jejak langkahmu ...
Tolong, " Ambilkan Aku Bulan " .......................... ( TH )

( Foto dari google )

Sabtu, 26 Juni 2010

Mata Airmu Dari Solo .............





Menjelang usia yang ke 93, ternyata maestro kroncong itu telah mendahului ultahnya menghadap Sang Khaliq, pada Kamis 20 Mei 2010 jam 18.17 di RS PKU Muhammadiyah, Solo. Infeksi pada paru parunya telah menjadi sebab dari kepergiannya yang sudah tertulis dalam buku takdirNYA.

Gesang Martohartono, sangat lekat dengan lagu fenomenal Bengawan Solo yang konon sudah diterjemahkan dalam 40 lebih bahasa asing dan dinyanyikan oleh puluhan penyanyi dalam dan luar negeri dalam bentuk PH, cassete, CD,VCD dll. Dan seperti sudah sering terjadi pada sebagian besar mahakarya para seniman, ilmuwan, negarawan dll, maka Gesang pun lebih banyak mendapat penghargaan di luar tanah airnya dari berbagai negara maupun lembaga di LN.

Hampir setiap langgam keroncong yang diciptakannya menjadi hit pada masanya dan masih cukup uptodate untuk di rekam ulang dalam versi yang lebih kekinian, bahkan dalam irama jazz sekalipun. Hidup dalam kesederhanaan hingga akhir hayatnya, Gesang memang potret khas dari seniman yang tidak berpamrih.

Selamat beristirahat maestro, semoga disana engkau senantiasa tetap mendendangkan Bengawan Solo mu yang sudah mendunia itu ..... ( TH )

( Foto diambil dari Galeri Foto KapanLagi.com )

Rabu, 23 Juni 2010

Ojo sungkan, ayoooo ..... kirim ke saya !




Mungkin banyak yang mengira saya diberi honor oleh pemilik depot/resto/restaurant/cafe/kedai dan lainnya yang ada di blog saya ( Wisata Kuliner ). Wah .. kalau iya, ber arti enak sekali ya, sudah makan/ minum gratis masih diberi honor lagi he he .. Jawabannya adalah : T I D A K . Lalu mengapa saya kok " mau maunya " memuat mereka di blog ini?


Pertama karena saya ingin lebih mengedepankan kulinari kota Malang ditanah air dan syukur syukur dibaca mereka yang di mancanegara. Kedua,sebagai " Arema Asli " tentu ikut bangga dengan bermacam kekayaan budaya, alam, tradisi, dan lain lain dari kota Malang termasuk kulinarinya.

Maka, silahkan saja yang punya keunikan2 khas Malang , apa saja, kuliner, wisata, misteri, dll dll bolehlah " nunut " di blog ini , tentunya kalau Anda belum membuat blog sendiri . Dan karena saya bukan jurnalis dibidang kuliner, maka tolong info kan kepada saya kalau Anda menemukan tempat hangout yang seru dan belum dituliskan disini.

Nah ... ditunggu infonya !

Keterangan foto ( all taken by : th ) :

01. Gunung Kawi melatar belakangi area nJetis, dekat Batu, saya jepret menjelang dhuhur.
02. Rujak Cingur di Depot Flamboyan Batu.

" Mister Penyet " , rajanya penyet ... !






Dari namanya, resto yang satu ini pastinya menyediakan menu menu yang serba di penyet. Memang tidak salah. Mulai tempe penyet, udang penyet, iga goreng penyet , bakso penyet dan penyet penyet lainnya yang dikemas baik dalam paket paket hemat maupun pilihan menu biasa.

Ada yang istimewa mengenai tempatnya, karena meskipun berlokasi ditengah kota ternyata resto ini menawarkan suasana " pinggiran kota " . Pecinta atmosfir lesehan akan dapat menikmati suasana lesehan yang segar karena berdekatan dengan kolam ikan ko'i yang beraneka warna.
Buat yang ingin " menggemukkan ikan " disitu dapat membeli makanan ikan dan langsung menebarkannya di kolam . Dipastikan puluhan ikan akan bergerombol didepan kita.

Yang punya hajat ulang tahun atau meeting kantor dan lain lain, dapat memakai lantai II sebagai ruang pertemuannya. Ruang ini bisa menampung hingga sekitar 200 orang. Sebagian bahkan dapat dipakai untuk lesehan dan sudah di sekat sekat.

Harga ? Paket hemat mulai Rp. 11. 500,- , jadi cukup terjangkau. Resto ini mudah dijangkau karena letaknya yang cukup strategis, di Jl. Terusan Dieng 49B, Malang , berdekatan dengan
kampus Universitas Merdeka.

Ingin makan dalam suasana lain bersama keluarga ? Cobalah Mr. Penyet.

( Photos by : TH )

Keterangan foto dari atas kebawah :

01. Resto tampak dari depan.
02. Lantai II untuk meeting dll.
03. Suasana lesehan didekat kolam ikan.



Minggu, 20 Juni 2010

Kerajaan AREMANIA , Arema Indonesia !!







Saya diingatkan seorang teman : " Kok ngga ada tulisan tentang Aremania nya di blognya ? " , waduh .. ini namanya kecolongan, sebab ide itu sudah luamaa ada di otak tapi belum belum ditulis sampai akhirnya keduluan kena tegur teman. Iya betul, kalau blog yang ditulis orang orang asli Malang memang akan janggal bila tidak menyentuh soal klub bola Arema Indonesia yang menjadi salah satu ikon kota Malang.

Menuliskan masalah Aremania bukan sesuatu yang " ujug ujug " atau " mak jleg " jadi, tetapi mau tak mau harus diurut kebelakang agar tidak ada yang tercecer atau merasa dicecer kan, sebab baik nama maupun aktivitasnya itu semua tidak lepas dari sejarah panjang aremania sendiri yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari klub bola Arema Indonesia.

Bicara nama saja, kita harus menengok sejenak ke jaman kerajaan Singosari di Malang yang kala itu dibawah kuasa raja Kertanegara, sekian abad lewat. Alkisah, patihnya yang bernama Kebo Arema bersama Mahisa Anengah merupakan duo perkasa dalam menaklukkan kaum pemberontak kerajaan plus dalam ekspansi kerajaan hingga Selat Malaka.

Nah, apakah terinspirasi oleh nama patih perkasa ini, dimana nama Arema kemudian populer sebagai kependekan dari Arek Malang yang terkenal sebagai biangnya musik rock dan olahraga ini. Adapun kesebelasan Arema sendiri resmi berdiri sejak 11.08.87 dan tidak terpisahkan dari nama nama pendirinya yakni alm. ( Jendral ) Acub Zainal serta putranya Ir. Lucky Acub Zainal.

Tetapi sangatlah tidak fair bila tidak mencantumkan sebuah nama lain yang ikut membidani lahirnya kesebelasan Arema, yakni Ovan Tobing yang kala itu menjadi Humas dari klub bola Persema, Malang. Dikenal dengan singkatan namanya OT, dialah yang bersusah payah kala itu memenuhi permintaan sang jendral untuk membentuk sebuah klub galatama di Malang.

TNI-AU pun berandil besar menawarkan Pagas Abdurahman Saleh sebagai home-based dan tahun 1992 Arema keluar sebagai juara galatama. Tercatat sejak ikut dalam Liga Indonesia, Arema 3X masuk dalam putaran kedua ( 8 besar ) . Ter seok seok dibelit masalah keuangan, maka pada setiap pergantian musim Arema selalu berganti manajemen. Sebagai misal tahun 2003, Arema terpaksa diambil alih oleh PT Bentoel Internasional Tbk, meski akhirnya tidak banyak menolong bahkan Arema harus merosot ke Divisi I.

Dengan suntikan dana dari manajemen baru, sekali lagi Arema membuktikan keperkasaannya sebagai Juara Divisi I Liga Indonesia 2004 dan kembali ke Divisi Utama pada tahun 2005.
Tahun 2008 pada era Liga Super Indonesia, Arema berada di posisi ke 10.

Tahun 2009, lagi lagi Arema tersandung masalah sponsorship . Maka Arema terpaksa dikembalikan kepada Yayasan Arema, sebab kebetulan pada saat yang sama PT Bentoel Internasional Tbk juga mengalami perobahan manajemen internalnya.

BLI selaku Badan Liga Indonesia membuat ketentuan baru yakni tim tim LSI diharuskan berbadan hukum. Maka pada kesempatan inilah Arema sekaligus memproklamirkan nama barunya yakni PT Arema Indonesia.

Bangganya? Sudah pasti. Sebab Arema Indonesia adalah SATU SATU nya klub bola yang 1000% ( seribu persen ! ) mendanai klubnya dari kocek sendiri alias swasta murni dan BUKAN dari dana APBD. Mungkin AI ini akan merupakan cikal bakal Klub Bola Profesional Indonesia I yang akan menjadi Industri Bola dimasa depan dengan pengelolaan manajemen profesional yang handal dan mencontoh klub klub bola prof dunia yang juga berhasil menghidupi sendiri klubnya bahkan ber ekspansi ke LN melalui FC FC nya ( Fans Club ) yang ber standar internasional!

Langkah langkah kecil itu akan menjadi langkah besar dikemudian hari, karena AI sudah dikenyangkan dengan kesulitan2 dan jatuh bangun dalam sejarah hidupnya. Yang lebih hebat lagi adalah para pendukungnya yang dikenal dengan sebutan AREMANIA, yang tidak putus putusnya mendukung dan mendukung klubnya dimanapun mereka bermain. Di dalam kota, diluar kota, diluar provinsi, diluar pulau bahkan kalau perlu luar negeri, selalu berkibar bendera bendera supporter AI yang ber logo SINGO EDAN !

Singo itu mungkin diambil dari lambang kelahiran bulan Agustus, yakni Lion, Arema lahir 11.08.87. Dan Edan adalah simbol betapa perkasanya semangat dan fisik para Singo mempertahankan klubnya. Lha wong Singo saja sudah perkasa, masih Edan pula, jadi dobel perkasa dan gilanya , kira kira begitu ?

Hadiah terindah yang diberikan AI kepada supporter dan kota Malang adalah keluarnya AI sebagai juara LSI 2010 yang lalu. Konvoi berlangsung 10/ sepuluh hari lebih di kota Malang dan sekitarnya. Adakah kota lain yang bisa menyaingi euphoria ini? Meski sempat dikeluhkan para pengguna jalan karena ber hari hari macet di mana mana, tetapi euphoria ini memang setimpal dengan perjuangan keras para pengurus, pelatih, pemain dan pendukung AI selama ini hingga akhirnya menjadi juara !! Tentu nama meneer Robert selaku pelatih AI dalam LSI yang lalu akan selalu terukir dalam ingatan publik bola Malang sebagai arsitek AI yang mumpuni dan menjadi pujaan Aremania .

Masih ada catatan penting lainnya khusus mengenai supporter AI, mungkin AREMANIA ( julukan supporter AI ) adalah satu satunya kelompok supporter bola yang " yatim piatu " alias sama sekali tidak mendapatkan bantuan dana maupun fasilitas, jadi " swasta murni " sama seperti klub yang dibelanya. Tetapi Aremania dengan segala sejarah, fanatisme dan loyalitasnya yang sudah teruji pada klub bola kesayangannya, patut dijadikan teladan dan ikon dari supporter bola lainnya ditanah air. 

Kreativitas, disiplin dan konsistensinya dalam ikut memelihara sportivitas dan fairness serta keamanan dan kenyamanan sebuah pertandingan bola, mendorong PSSI menganugerahi kelompok ini sebagai The Best Supporter sekian tahun silam. Bila klub bola lain masih dipusingkan dengan kebrutalan pendukungnya didalam dan luar stadion, maka kehadiran Aremania seolah menghapus citra brutal dan anarkis itu.

Getaran bumi dalam stadion setiap kali AI bertanding, adalah datang dari berbagai gerak, suara dan pekik pekik patriotis Areamania. 10 menit sebelum bertanding, Aremania senantiasa mengumandangkan Padamu Negeri yang membuat bulu kuduk berdiri karena bangga, haru dan
luapan rasa cinta pada bumi tercinta Indonesia seolah dibakar. Lalu siapa orang orang dibalik kreasi kreasi dahsyat yang memukau dan sudah diakui publik bola Indonesia ini?

Tersebut sampai saat ini ada dua " dalang " Aremania, yakni Yuli Sumpil dan Yosep. Pemilihan keduanya bukan melalui pemilu ala politikus yang suka berbohong tetapi hanya secara spontan saja, karena keduanya dianggap paling nyentrik, komunikatip, kreatip dan mungkin paling edan sesuai nama komunitasnya : Singo Edan.

Bila ada yang mau meneliti fenomena Aremania sebagai bahan desertasinya, mungkin menarik, sebab puluhan ribu manusia dalam stadion dengan mudah ditundukkan keduanya melalui
bahasa bahasa isyarat maupun yel yel yang heroik. Sang dirigen, itulah kata paling pas buat keduanya. Keduanya juga bukan tokoh pemuda atau organisasi, keduanya " hanyalah " supporter supporter yang amat fanatik dengan klub bola kecintaannya, Arema indonesia. 

Tetapi kesungguhan hati senantiasa membuahkan hasil positif, Yuli Sumpil lah yang terpilih mewakili Aremania ke Jakarta untuk menerima penganugerahan hadiah sebagai kelompok supporter Indonesia terbaik dan mendapat kiriman tiket pesawat gratis pp. Besar dan tumbuh dalam keluarga yang " pas pas an " membuat Yuli harus sering berkorban materi demi selembar tiket pertandingan AI, bila perlu dengan berat hati harus menjual asesoris2 klub kesayangannya mulai kaos, syal dll. Tapi Yuli memang mewakili potret dari kebanyakan supporter Aremania yang selalu siap berkorban apa saja demi klub kesayangannya, apalagi kalau harus ber hari hari " terlunta lunta " di Ibu Kota demi AI, maka para survivors ini sudah sangat teruji fisik dan mentalnya dalam menghadapi kerasnya Jakarta sekedar untuk bertahan hidup beberapa hari mendampingi klub kesayangannya.

Bayangkan, meskipun Aremania tidak mendapat support apapun , mereka tokh piawai mengatur kelompoknya dengan membuat Korwil ( Koordinator Wilayah ) di areanya masing masing yang saat ini sudah ada sekitar 125 Korwil lebih. Tiap Korwil diketuai seorang koordinator yang bertugas mengatur para supporter diareanya baik untuk masalah tiket, transpotasi dll nya. 

Inilah yang membuat Aremania disegani, sebab mereka bukan supporter bonek/ bondo nekad yang menerobos tanpa tiket atau berbuat anarkis. Tertib dan terkendali, inilah yang selalu ditunjukkan pada setiap laga. Hebatnya lagi mereka sudah saling komit untuk TIDAK meleburkan diri dalam sebuah organisasi yang mengikat atau dilebur oleh sebuah organisasi apalagi politik. Jadi para politikus yang ber siap siap akan " memanfaatkan " masa Aremania boleh kecewa sebab Aremania bukan masa yang bisa diajak ber money-politic .. !!

Keunikan klub bola Arema Indonesia plus komunitas supporternya yang heroik ini adalah semisal " mimi lan mintuno " kata orang Jawa, sehidup semati. Bila nanti AI tumbuh dan berkembang sebagai sebuah industri raksasa dengan melakukan diversifikasinya, harapan kita hanyalah semoga Aremania tidak pernah berubah semangat dan jiwanya sebagai kelompok supporter yang senantiasa menjunjung tinggi sportivitas dan fairness !!

Salam Satu Jiwa .... !! ( th )

Sumber :

01. http://zegreb.wordpress.com/2007/05/23/sejarah-arema/
02. http://suporter.info/yuli-sumpil-sang-dirigen-aremania/

Foto dari :

http://flickr.com/photos/29403947@N05/4677462291
http://ongisnade.wordpress.com/2008/07/31/merah-putih-aremania

Keterangan foto dari atas kebawah :

01. Aremania : supporter heroik !
02. Perang Bintang, Stadion Kanjuruhan, Malang, penganugerahan piala juara LSI 2010.
03. Salah satu kreasi Aremania.
04. Tim Arema Indonesia pada LSI 2010.