Senin, 16 Januari 2017






 .." Tetangga Yang Hilang Berganti Topeng " ..
 judul diatas dapat dimaknai secara harafiah .
ya , sekian tahun yang lalu kami bertetangga disebuah perumahan bergaya bali dekat Malang TV .
 layaknya tetangga , saling mengunjungi bersilaturahmi dan bahkan karena mereka
pasangan campuran , Jawa Londo , maka ada benang merah yang memang mengakrabkannya . 
tetapi suatu peristiwa yang sungguh diluar nalar , 
tiba tiba saya "  kehilangan " keluarga  yang nampak " baik baik saja ini " . 
saat itu saya terpana bak tercengang ketika mereka menghilang " bak ditelan bumi " dan sebuah
 rumah yang tergolong mewah dan besar merupakan peninggalan jejak keluarga ini , 
melompong dan kurang terawat dengan beberapa kerusakan yang mulai terlihat disana sini
 serta tidak jelas sekarang menjadi milik siapa ..
 kerinduan saya pada kecantikan alam disekitar perumahan ini suatu siang membawa 
saya kembali kesana dan entah apa yang mendorong saya mampir ke rumah
kosong ini meski hanya lewat didepannya .. 
suatu malam , diteras lantai  atas rumah mereka ini saya dijamu Lasagne oleh tuan rumah yang
 memasaknya sendiri dan sementara nyonya rumah membuat makanan penutupnya ..
 lampu2 kota Malang disebelah bawah tampak begitu cantik dan suasana sangat romantis .
kami ngobrol dan becanda dengan putri2 mereka yang cantik2 dan malam itu serasa 
di Bali karena suasana sekeliling yang memang alami .. 
lamunan saya buyar ketika ada seorang lelaki paruh baya menegur dari
 balik pagar rumah kosong ini " bu , mencari siapa ? " ... 
ooo , saya baru sadar bahwa saya telah berdiri cukup lama diluar pagar mengamati teras lantai atas
 rumah yang tampak kurang terawat 
" anu pak , enggak , cuma kebetulan lewat sebab dulu saya sering main kerumah ini ... " ..
 " o mari buu silahkan masuk ndakpapa , sekarang ditempati beberapa anak kos dan saya ya disini 
ikut merawat sambil bikin topeng2 ... " .. oo topeng ??
 mendengar kata " topeng " sayapun terpancing untuk menengok dan tidak keberatan masuk untuk
 melihat karya topeng bapak yang ramah ini . bak seorang guide , 
bapak ini memperlihatkan pada saya beberapa karya karya topengnya mulai yang 
sederhana seharga 10 ribuan per biji hingga yang sejuta rupiah !
  memasuki rumah yang saya kenal ini, 
rasanya pilu juga , sebab ruangan2 yang dulunya bersih , rapih dan nyaman serta artistik tampak 
agak kumuh dan kusam .seorang anak kos tampak sedang memasak supermie di dapur . 
" topeng2 ini dipasarkan dimana pak ?" saya penasaran . 
" sebagian pesanan sekolah2 bu dan sebagian saya jual dibawah , ada lapak kecil " .. ooo ...
sayapun tidak bisa menahan diri untuk tidak ikut mewarnai topeng2 yang masih polos 
dan kami ngobrol sambil mengecat dan men"diskusikan " masalah 2
 seni budaya topeng di Malang Raya .
ketika akhirnya saya berpamitan pada pak tua pembuat topeng ini , saya tinggalkan
 rumah besar ini dengan berbagai rasa , 
ada rasa iba , sesal juga tak habis pikir bahwa anugerah dua putri yang cantik dan rumah mewah 
berikut status sosial yang baik tidak mampu membuat penghuninya bersyukur ,
 maka nasibpun menjadi berbalik seperti senja dan fajar .. 
 sungguh sebuah renungan kehidupan bahwa sekecil apapun anugerah ,
 patutlah disyukuri karena hal hal besar berawal dari yang kecil kecil dan  tidak ada alasan untuk tidak
 mensyukuri anugerah dan karuniaNYA .... 
saya juga doakan semoga bapak pengrajin topeng tadi laris dagangan topengnya ,
 sebab sebenarnya ia telah ikut menyumbangkan karyanya untuk 
kelestarian salah satu kekayaan 
budaya Indobnesia melalui topeng topengnya .... 
" matur nuwun njihh pak ... "
 amin YRA .. 
( TH )
( photos by : TH , Graha Dewata Malang , December 2016 )

01 . pengrajin topeng
02 .  yang 10 ribuan 
03 . mewarnai karakter topeng
04 . rumah besar itu
05 . disini dulu tuan rumah memasak untuk saya 
06 . teras atas itu
07 . yang masih polos
08 . sebagian dari karya karyanya
09 . yang ini agak mahal  














 

Tidak ada komentar: