Selasa, 28 Juni 2022

 
 
 
 
 .. " Bangkit Hingga Kapan ? " ..

kemarin Malang mendung nyaris gerimis 
dan saya batalkan kearah Cangar yang sudah 
direncanakan . gantinya adalah Matos , 
Malang Town Square , 
untuk mengubah " tema " tulisan kearah 
" kebangkitan dari pandemi " . 
Matos yang ada di Jalan Veteran ini memang sempat 
terpuruk selama dua tahun lebih bahkan 
lebih mirip gedung yang horor dimalam hari 
akibat kosongnya kegiatan saat itu . 
 

 
 
sempat saya pernah saksikan , petak petak toko 
stan stan yang melompong dan bisa dibayangkan 
berapa ratus karyawan yang sempat ter PHK .
 keadaan ini sangat kontras dengan yang saya 
saksikan saat ini dimana Matos seolah
 mendapatkan kembali aliran darahnya dan 
dimana mana yang yampak hanyalah kerumunan
 kastamer yang memadati hampir disetiap oulet
 mulai pakaian , alat alat rumah tangga , furniture ,
 atk , dll . dan yang terpadat nampaknya ada di 
bagian Food Court nya yang siang itu nyaris 
tak ada meja yang tersisa . 
sebenarnya ini bukan kali pertama saya menengok 
Matos seusai pandemi dinyatakan melemah . 
 
 
 
tetapi saat Jokowi mengijinkan lepasnya 
masker di tempat tempat terbuka , 
saya melihat kemarin bahwa masker masker 
sudah 80% ditanggalkan meski masih ditempat 
kerumunan . apalagi di Foodcourt yang notebene
 tempat makan minum , otomatis masker tak 
berlaku bahkan banyak pramusaji dan yang 
didapurpun sudah menanggalkan masker . 
sengaja saya hanya memesan minuman karena 
tidak berselera untuk makan disitu , 
dan saya hanya ingin menangkap atmosfer yang ada .
 disatu sisi saya senang melihat bangkitnya
 kembali bisnis kulinari dan juga yang lain lain yang 
melibatkan ratusan karyawan ini sekaligus 
berharap bahwa pandemi akan segera 
benar benar berakhir .
 disisi lain , berita merangkaknya kembali covid 
dibeberapa kota seolah sebuah " warning " yang 
tidak berujung . hingga saat ini memang Malang 
masih boleh bersyukur bahwa covid terkendali 
dengan cukup baik dan vaksinasipun 
masih terus berjalan . 
 
 
 
di cafe cafe saya sering saksikan padatnya kerumunan
 baik yang sedang ber reuni ria , syukuran , 
wedding , ultah dll termasuk saya sendiri yang 
dalam dua bulan terakhir ini melewati sekitar 6/ enam
 pertemuan secara berkelompok dengan 
komunitas ini dan itu . 
tetapi sayalah rasanya yang paling sering terkena
 teguran disetiap pertemuan atau reuni 
karena masih suka memasang masker disaat 
sebagian besar melepasnya baik saat pemotretan , 
ngobrol dll hehehe .. ( maafin ya .. )
Batu Plaza , Transmart , MOG , Malang City Point dll 
yang kesemuanya sudah saya blusuki , 
rata rata sudah kembali bergairah setelah 
masing masing sempat " mampet " . 
 
 
 
perisai menghadapi ancaman covid tidak hanya
 terletak pada vaksinasi plus booster , 
tetapi perisai terpenting adalah disiplin kita pada 
diri sendiri yang selama ini sudah " terlanjur "
 menjadi kebiasaan baru yaitu 
Masker , Cuci Tangan , Menjaga Jarak dan MANDI 
disetiap kali tiba dari luar rumah yang relatif 
lama / jauh serta berganti baju . 
paranoid tidak perlu , hanya sedikit diperlukan 
kesadaran bahwa " covid belum 100% lenyap , 
ia masih dapat berganti wajah dan menunggu
 kelengahan kita " . 
bermasker atau tidak adalah pilihan , 
sebagaimana ingin tetap sehat atau sakit , 
juga sebuah pilihan ..
( Writing & Photos : Titiek Hariati , 27.06.22 )
keterangan foto : 
01 . poster film saat saya ke Matos sekian hari yl .
02 . foodcourtnya yang padat
******
03 . melompong , saat grafik covid naik
04 . melompong , saat covid melonjak 
******
05 . saat ini , ramai
06 . saat ini , ramai di Gramedia 
******
07 . HBL Juni 2022 , saya bermasker
08 . HBL Juni 22 , saya bermasker
******
09 . saya di Matos Juni 2022 .
10 . saya di Matos Juni 2022 .
******
11 . kartun dari google
******

Minggu, 26 Juni 2022




 
.. " Ustadz Berbisnis ? " ..

tentu sah sah saja bagi seorang ustadz untuk berbisnis . 
bagaimanapun mereka adalah kepala keluarga
 yang memiliki tanggungjawab kepada istri dan 
anak anaknya untuk menafkahinya . 
lalu bisnis apakah yang " ideal " bagi seorang ustadz 
tersebab profesinya yang terkait keagamaan ?
hampir tidak ada batasan kecuali tentu saja ,
bidang bidang yang bertentangan dengan syariah . 
maka kalau kita temukan misalnya ada ustadz 
yang memiliki usaha dibidang transpotasi atau kuliner
 atau furniture dll adalah sesuatu yang wajar wajar saja . 
 
 
 
tetapi mengejutkan ketika hari hari ini kita 
menyaksikan dilayar TV serombongan orang atau 
tepatnya jamaah dari seorang ustadz yang 
cukup terkenal yang diduga
 mencederai kepercayaan umatnya yang sudah 
mempercayakan sejumlah besar uangnya sebagai 
bentuk investasi yang ditawarkan ustadz mereka . 
jumlahnya tidak kecil , umumnya rata rata
 antara 8 - 9 digit per jamaah !
wow ...
 bahkan wakil dari rombongan sekaligus jubir 
dari para penggeruduk
 ini menjelaskan bahwa tawaran berinvestasi tersebut
 disampaikan disebuah ceramah di 
Hongkong didepan para masyarakat kita disana 
dan si jubir tadi
adalah salah satu yang hadir dan ikut berinvestasi
 saat di Hongkong itu !
 lho .. kemana sang ustadz yang digeruduk 
jamaahnya ini ? konon malah sedang berada di LN . 
ups .. ! 
 
 
 
sebenarnya berita ini bukan yang pertama 
menimpa sang ustadz ini karena dalam " track record "
 nya ybs sudah beberapa kali pernah kesandung
 isu diseputar duit . lalu , mengapa masyarakat 
masih juga bersedia menginvestasikan duitnya ? 
masyarakat kita umumnya adalah memiliki 
sifat pemaaf yang besar dan mudah melupakan 
" kekhilafan " , lihat saja bagaimana mudahnya para
 koruptor mencalonkan diri lagi sebagai 
kepala daerah ataupun menjabat lagi dilembaga
 yang sama . tetapi jika " khilaf " dilakukan
 berulang kali dan bahkan jeruji besi 
pernah dirasakan ,
maka sebaiknya pertimbangan yang sehat 
tetap harus dimiliki bahwa 
" keledaipun tidak jatuh beberapa kali
 dilobang yang sama " ! 
jadi , jika ada keledai yang berulang kali jatuh
 dilobang yang sama , disebut apakah itu ? 
 
 
 
 sebuah pelajaran berharga sebenarnya dapat  kita 
tarik disini antara lain adalah :
01 . segala bentuk tawaran berinvestasi yang 
dikemas dalam sebuah ceramah keagamaan , 
 harus tetap dicerna  secara jernih untuk
 dapat memilah dan memilih mana yang
 bersifat keduniawian dan atau spiritual / akherati 
dan tidak mencampuradukkan keduanya secara
 membabi buta karena tergiur iming iming yang 
mungkin dikait kaitkan dengan ayat ayat tertentu 
sebagai pemikat .
02 . maraknya berbagai tawaran investasi dengan
 imbalan materiil  ( emas , tanah , hutan , villa dll ) yang
 sama sekali tidak dapat dibuktikan keberadaannya 
alias maya atau fiktif , jangan diikuti !
bahkan jikapun secara fisik dapat dibuktikan , tetapi
 ternyata itu adalah properti yang bermasalah 
( misalnya tanah yang dalam sengketa dll ) . 
 
 
03 . pelajari track-record dari si penawar investasi , 
jika perlu lakukan searching di internet 
karena semakin banyak kita tahu semakin mengamankan
 diri kita sendiri dari penipuan dan sejenisnya . 
04 . dalam setiap bentuk investasi akan selalu ada resiko .
 pelajari dan temukan Resiko Terkecil untuk 
meminimalisir kerugian jika terjadi kesalahan 
atau penipuan . 
05 . jangan terlalu mudah meminjamkan atau
 menjaminkan sesuatu barang , sertifikat ataupun
 dokumen dokumen dan juga  surat berharga 
untuk sesuatu investasi yang belum jelas .
06 . berhadapan dengan pembicara ulung yang
 menawarkan investasi , tetaplah ingat bahwa 
mereka hanyalah manusia biasa yang memiliki 
kemampuan mempengaruhi orang lain tetapi 
juga sekaligus berpotensi untuk 
memanipulasi . 
maka tetaplah berfikir logis bahwa 
" Tidak Ada Hujan Uang Dari Langit " 
kecuali lewat sebuah upaya dan kerja keras ataupun
 lewat investasi yang sehat dan memperlihatkan
 potensi resiko untuk lost dibanding 
janji janji keuntungan tetapi  maya alias masih 
di awang awang dan secara fisik materiil yang dijanjikan 
tidak bisa ditunjukkan .
 
 
07. terakhir , jika ternyata sudah terlanjur 
mengalami kerugian besar akibat penipuan dalam 
sebuah investasi , jangan ragu untuk segera 
melaporkannya ke yang berwajib karena mungkin saja 
kita tidak sendirian dan kejarlah tanggung jawab
 si penipu minimal membuatnya jera dibalik jeruji besi 
andaipun uang kita tidak kembali , 
agar tidak ada korban lain yang jatuh . 
kesimpulan : 
 apapun predikat terhormat seseorang , 
dosen , ustadz , dokter , bahkan mentri sekalipun dll ,
 tidaklah berarti mereka adalah manusia manusia
 yang Zero Fault dan 
semoga kita akan selalu waspada meski tidak 
perlu paranoid !
 
 
jika investasi ini itu bertujuan untuk mengembangkan
 modal dan bisnis , sebaiknya tidak melupakan investasi 
yang lebih penting yaitu investasi 
untuk membekali diri menuju perjalanan abadi 
dengan memperbanyak kebaikan dan ketaqwaan ,
dan wahai .. :
adakah yang ingin membantah investasi yang satu ini ?
( Titiek Hariati , 26.06.22 )
gambar gambar dari google
 


Jumat, 24 Juni 2022











 .. " Elinor , Potongan Mediteranian " ..
 
setelah La COCO di Batu , 
kini ada lagi satu cafe & eatery
 gres di daerah Junrejo , Batu , tepatnya di 
Jalan Ir . Soekarno 148 yang juga muncul dengan
 gaya Mediteranian ( kalau tidak mau jauh jauh , 
Bali pun banyak cafe cafe dengan 
style Mediteranian seperti ini ) . 
mengapa saya sebut Mediteranian ? 




saat saya blusukan di Yunani selama beberapa bulan , 
kemanapun disana mata saya arahkan , 
sebagian besar rumah rumah dan cafe cafenya  
didominasi warna putih atau broken white . 
Samos , Rhodos , Mykonos , dll menjadikan saya 
selama disana " menggilai " warna putih karena 
warna putih memantulkan panas Yunani dan 
terasa lebih menyatu dengan lingkungannya .



naa .. saat saya memasuki cafe Elinor yang terbilang 
gres ini , kesan " sejuk " itu tampaknya diupayakan dengan adanya kolam mini didepan dan lorong lorong 
serta ruangan ruangan yang dibuka dan terbuka lebar
 dilantai atasnya plus kebun dilantai bawah . 
gaya ini nampaknya sengaja dipilih untuk " mensiasati " 
cuaca Batu yang tak lagi dingin dan dengan
 tanpa ACpun diharapkan dapat membuat tamu tamunya
 cukup merasa nyaman . 





meskipun saya tak menemu Souvlaki ataupun Moussaka
 atau juga Spanakopita di Elinor ini , 
tapi minimal saya mendapatkan sedikit atmosfer ala 
Mykonos ( meski sedikit hehehe .. ) untuk sekedar 
pengobat kangen saya pada Yunani .. 
naa , yang belum pernah menjajal Elinor Cafe ini , 
silahkan mencicipi atmosfer dan menu menunya 
yang ringan sampai yang berat . 
sambil ngopi atau nge teh seperti Caramel Macchiato , 
Flat White , Ginger Caffe Latte , atau Black Tea ,
 Peach Tea dll bisa nyamil nyamil dengan
 Tofu Spice atau Mushroom with Salsa atau 
langsung ke menu beratnya seperti 
Pasta Paso , Penne Marinara atau Golden Rice Patty 
dengan saus jamurnya ! 




saya datang selewat makan siang di Malang , dan di
 Elinor saya nikmati atmosfer lorong lantai duanya
 sambil menjajal Sunny Day dan 
Hot Ginger Coffee Latte nya ! 
masih saya tambahkan Tahu Berbumbunya yang 
supermini meskipun semula saya berharap 
potongan tahunya tidak sekecil itu hehehe .. 
maka untuk LHAR 
( Layanan , Harga , Atmosfer dan Rasa ) saya berikan 
nilai 6 dari skala 1-10 sebab saya belum mencicipi
 main course nya . dengan range harga antara 18 - 39 K ,
 Elinor menempatkan posisinya " midle " karena 
kalau bicara harga anak kos sudah tentu dibawahnya 
dan kalau menyangkut level mereka yang sudah 
berpenghasilan tentu range berkisar antara
 50 sampai tak terhingga !



 ( tentu saja saya tidak bicara tentang kiriman bulanan 
untuk anak kos yang perbulannya jauh melebihi
 diatas gaji seorang manager dan tinggalnyapun
 di apartemen2 ... olala ... 
semoga mereka mereka kelak bisa sesukses ortunya ya
 yang keberhasilan ortunya berawal dari nol dan
 penuh dengan kesulitan kesulitan ! ) . 



( harap pembaca juga maklum bahwa blog ini tidak
 bicara tentang kulinari secara khusus seperti halnya
 ulasan ulasan saya di google , 
tetapi blog ini lebih kearah masalah masalah sosial
yang lebih umum, sehingga bisa saja
 nyrempet kesana sini .. )
naa ... jangan tunda ke Elinor yaa !
( Writing & Photos : Titiek Hariati , 
baru sempat diposting pada 
 24.06.22 )
keterangan foto :
01 . lorong sebelah belakang 
02 . lantai tiga
03 . halaman parkir
*******
04 . kebun sebelah bawah
05 . pemesanan disini
06 . penyejuk mata
*******
07 . tampak depan ( 01 )
08 . tampak depan ( 02 )
******
09 . sunny day
10 . tahu berbumbu dan kopi
11 . ginger coffee latte
******
12 . lorong belakang
13 . ruang dalam lantai dua 
14 . lorong sebelah depan
******
15 . saya menikmati atmosfer Elinor
16 . lantai tiga
******
17 . halaman parkir ( 01 )
18 . halaman parkir ( 02 )
******