Jumat, 13 Agustus 2021

 


.. " Obrolan Ditengah Alas Jati " ..
kemarin saya di japri temen di WIC 
" pengen ngobrol2 nih , terakhir di Bajul Mati to ? "
 kebetulan saya kemarin memang ada urusan
 kearah Joyo Agung , ya sudah sekalian saya
 jemput teman tadi dan tepat jam 10.30 sudah berada
 ditengah alas jati disitu sambil 
minum wedhang uwuh ..
 lho lho pandemi kok ngobrol ?
 pertama , tempatnya terbuka ditengah kebun jati .
 kedua , bawa gelas sendiri dan
 prokes ketat yaitu dobel masker , cuci tangan
 sebelum masuk dan ukur suhu meski
 petugasnya yang harus diingatkan hehehe ..
 ditempat seluas itu hanya ada 4 orang yaitu 
meja kami dan meja satu lagi dengan jarak sekitar
 25 meter dari kami . setelah basa basi
 soal kesehatan masing masing dan 
aktivitas selama pandemi , terjadi obrolan
 antara lain sbb 

( T / temen ) : gimana ya sepertinya 
pandemi ngga abis2..
( S / saya ) : sepertinya ngga perlu dipikirin 
banget2 kapan berakhirnya , anggap saja
 ngga ada akhirnya alias kita memang ditakdir
 akan hidup berdampingan dengan 
virus ini sepanjang hayat ..
( T ) : waduh , lha gimana dengan mereka2
 yang kehilangan pekerjaan , bangkrut dll kan
 tambah parah kedepannya 
( S ) : itulah tantangannya sekaligus hikmahnya..
 harus putar otak untuk mengerahkan 
segenap kreativitas agar bisa survive 
dan tidak terlampau menggantungkan diri pada
 pemberi kerja tapi menciptakan kerja
 atau pekerjaan atau syukur2 membuka lapangan kerja ..
( T ) : nggak mudah ..
( S ) : sangat betul , tetapi inilah era baru kita ,
 teknologi menjadi tumpuannya sebab
 sudah tidak bisa lagi meninggalkannya baik
 untuk pendidikan , pekerjaan , kesehatan dan
segala aspek kehidupan sudah akan
bergantung teknologi dan cara cara
 manual sudah akan terlindas ..
( T ) : iya sih .. tapi kan masih banyak juga 
yang belum nggeh dengan internet ..
( S ) : lha boleh2 saja asal siap dengan ketertinggalan
( T ) : oya mbak , omong2 aku dan suami 
kemarin rasan rasan karena pas kami lewat jalan
 yang agak ruwet lalinnya kok malah ada
 baliho atau iklan itu lho yang guede guede 
dari para politikus .. 
( S ) : wah , ganti topik yo ..
( T ) : iya nih , kan 2024 masih lama dan 
lagian ini masih dipusingkan pandemi kok ya
 sudah mulai kampanye .. biaya baliho atau
 iklan2 itu kan mahal ,apalagi tersebar 
diberbagai provinsi , kan lebih baik untuk 
mendukung pencegahan covid19 atau mendukung
 program vaksinasi ?
( S ) : ada duitnya kok ..
( T ) : lha justru itu , mbok buat membantu
 rakyat kecil kek misalnya , itu kan juga
 kampanye halus tapi lebih mengundang simpati
 katimbang iklan2 itu ..
( S ) : saya buta politik , tapi saya setuju pendapatnya
 situ ..memang upaya mendapat dukungan
 atau simpati masyarakat itu lebih tepat
 dengan aksi yang nyata , misal mendatangi 
tempat2 terpencil untuk membantu masyarakat
 disana dengan membangunkan fasum 
yang saat pandemi ini dibutuhkan sekali
 misalnya posko posko baik untuk 
yang terpapar maupun isoman ataupun
 untuk tempat penyimpanan bantuan sembako dll .
 mereka itu harus mau naik perahu atau
 jalan kaki ke tempat2 yang sulit dijangkau, 
nah .. kira kira mau tidak ? 
( T ) : walahhh .. paling paling kalau program 
blusukan ya ke pasar pasar di kota kota besar .. 
pokoknya agar terlihat sedikit merakyat
 hihihi .. ( kami tertawa bersama ) 
 sudah ada gambaran siapa idola capres ?
( S ) : lho kalau aku ditanya idolaku ya pasti ada to ..
 tapi masih terlalu dini untuk memastikan 
apakah ybs melangkah kesana karena
 nampaknya sejak sekarang saja sudah banyak
 yang ingin menjegal njegal ..
( kami serentak tanpa direncana menyebut 
sebuah nama dan kami tertawa lagi bersama ) 
( sampai disini wedhang uwuh kami datang
 dan kami mengalihkan topik obrolan ke isu lain )
( T ) : waduh gara gara pandemi , rencana kita ke
 New Zealand batal yo mbak ,
 tapi duitnya sudah menguap ..
( S ) : hehehe .. iya .. 
( kami mengobrolkan sejenak club kami di FF
 yang memang rutin melakukan 
perjalanan2 ke LN dalam rangka kerjasama
 persahabatan & budaya & bertukar akomodasi

( T ) : tambah sulit kayaknya ya , 
mungkin nanti disini sudah aman tapi negara
 yang dituju masih keberatan .. atau sudah
 dinegara tujuan tiba tiba saja kita harus
 dikarantina dan nggak bisa ngapa2 disana ,
 percuma ..lha virusnya ngga bisa ditebak ..
( S ) : itulah .. pokoknya , kita jaga saja 
imunitas diri agar orang orang terdekat dan 
lingkungan kita juga terjaga .. 
masalahnya kita menghadapi ancaman yang
 tak kasat mata ..
( T ) : iya sih .. ee iya , rujak cingur yang masih
 buka dimana ya ?
( S ) : ( lho .. secepat kilat topik berganti ke rujak ) 
kenapa ?
 pandemi gini kok beli rujak ? 
( T ) : dibawa pulang kok ,
 tapi kalau penjualnya ngga bermasker ya batal 
dan warungnya harus yang bersih ..
 ( saya mengantarnya langsung ke jalan 
Oro Oro Dowo dan bersebelahan dengan soto 
yang terkenal disitu , ada warung rujak yang
 terlihat bersih dan penjualnya bermasker
 serta suaminya yang bagian menerima uang
 atau semacam kasir ) 
maka teman tadi memesan dua bungkus dan
 saya ditraktirnya sebungkus dan kami 
menunggu selesainya rujak kami setelah
 pembeli sebelum kami mendapat rujaknya 5 bungkus .
sepanjang perjalanan pulang ternyata teman
 tadi masih melanjutkan isu capres karena kami
 melewati salah satu baliho atau 
iklan yang dimaksud . gerutunya terdengar lagi
 " mosok ukurannya bikin sumpeg jalan, 
lagian tanpa iklanpun orang ya sudah tahu .. "
 saya tidak berkomentar karena saya berfikir
 lebih sederhana yaitu bahwa
 Pemimpin Sebuah Bangsa Itu Adalah PilihanNya ,
 siapapun , lepas dari itu idola kita atau bukan ,
 sebab setiap jaman membutuhkan pemimpin
 yang pas dan sesuai dengan kebutuhan
 pada masanya yang tidak dapat
 dipertukar tukarkan dan Allah Maha Tahu .
 Soekarno misalnya  , dibutuhkan untuk
memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan
 memompa semangat bangsa yang baru merdeka dan
 merangkak untuk lepas  kemiskinan akibat
 tekanan lama penjajahan . 
lalu Soeharto muncul untuk mengisi kemerdekaan
 yang dirintis Soekarno dengan
 disiplin militernya guna mengamankan bangsa 
dari berbagai ancaman secara politis , sosial
 maupun ekonomi .
 setelahnya muncul BJ Habibie yang
 meskipun " hanya " melanjutkan masa jabatan
 Soeharto yang saat itu terkena tuntutan mundur ,
 mengisi catatan sejarah bangsa Indonesia
 dengan berbagai langkah diplomatis dikancah
 internasional meskipun dibawah Habibie
 kita kehilangan TimTim . 
tetapi kepiawaian seorang Habibie dibidang
 kedirgantaraan yang membuatnya mendapat
 gelar kehormatan di Jerman yang dikenal sebagai
 negara yang sulit mengakui kepandaian
 bangsa lain , sangatlah membanggakan Indonesia .
teknologi menjadi perhatian utama Habibie 
meskipun ide ide cemerlangnya tak dapat 
terealisir sepenuhnya karena habisnya
 masa jabatannya .
 kehadiran Gus Dur sebagai presiden ke 4 ,
 melengkapi pilar pilar
 yang sudah ditegakkan presiden2 
sebelumnya yaitu Spiritual  dan Toleransi .
gaya nya yang spontan dan penuh humor
 namun sarat sindiran , sering membuat mereka2 yang 
" kesinggung " lumayan kepanasan . 
tetapi lagi lagi tak sampai diujung perjalanan , 
Megawati muncul sebagai presiden ke 5 dst dst ...
hingga presiden yang terakhir . 
jadi saya tidak khawatir bahwa kelak Jokowi akan
 digantikan oleh " mereka yang kurang tepat " 
sebab memimpin 250 juta lebih rakyat  sudah
 pasti Allah akan memilihkan yang terbaik
 untuk bangsa ini meski mungkin saja melalui
 perjalanan yang tidak mudah alias terjadi 
saling sikut dll seperti yang sudah sudah dalam proses 
perekrutannya . sesuatu yang " wajar " .
kekhawatiran teman tadi bahwa baliho baliho yang
 " nggedablah " akan membawa pengaruh 
pada cara rakyat menentukan pilihannya ,
 saya tidak sependapat .
 saya lebih meyakini sebuah kerja nyata yang 
 dampaknya langsung bisa diarasakan oleh
 rakyat itulah yang akan mempengaruhi
 mereka dalam memilih pemimpinnya . 
kejengkelan teman tadi saya balas dengan
 menghidupkan radio di gerobak saya dan
 terdengar potongan lagu jadul 
" One Moment In Time " dan saya dengar
 teman tadi lamat lamat ikut menyanyi hehehe ..
 begitulah obrolan kami siang itu akhirnya  
berakhir ketika saya mengedropnya di depan
 McD Watu Gong karena di area itu 
memang komplek para akademisi dan 
dia tidak mau diantar hingga depan rumahnya
 konon " biar mbak bisa lurus pulang , 
ngga harus belak belok " .. setuju .
( Penulis & Foto : Titiek Hariati , 14 .08 .21 )
keterangan foto :
01 . sd 07 suasana di Alas Jati .
08 . Teman ngobrol
09 . Rujak Cingur Oro2 Dowo
10 & 11 . Yang nulis & njepret2 .

Kamis, 12 Agustus 2021

 
 
 
  .. " Perbedaan Keyakinan = Kiamat Kecil ? " ..

maraknya pernikahan yang dilakukan sebagian seleb kita di luar negeri , adalah karena alasan perbedaan keyakinan dimana Indonesia tidak mengenal pernikahan beda agama ( Pasal 2 ayat 1 ) UU No 1/ 1974 ) . tetapi saya tak hendak membahasnya dari sisi hukum karena itu bukan keahlian saya . saya hanya ingin melihatnya dari sisi " manusia " dimana dua orang yang kebetulan berbeda keyakinan saling suka tetapi harus berhadapan dengan aturan , undang undang , hukum dan yang terberat adalah berhadapan dengan Hukum Hukum NYA . ambil contoh saja contoh wanita muslim dengan pria Nasrani . saya tahu , betapa banyak pasangan2 bahagia yang harus mengakhiri hubungan sebelum menikah karena perbedaan keyakinan. tentu timbul pertanyaan klasik " mengapa menunda hingga hubungan berlangsung lama dan lekat jika dari awal sudah disadari bahwa mereka tak mungkin disatukan ? " . pertanyaan mudah dengan jawaban yang sulit karena menyangkut yang bernama Hati . tetapi penundaan untuk tidak mengakhiri terlalu cepat sebenarnya bukan penundaan tanpa"  harapan " . harapan ? manusia bisa bertahan atau survive karena harapan . dan harapan pasangan berbeda keyakinan ini umumnya adalah : 01 ) pernikahan yang bisa mengesahkan perbedaan mereka . 02 ) sebuah harapan bahwa salah satu dari keduanya akan mengikuti keyakinan pasangannya . harapan pertama rasanya Lebih Mudah karena saat ini ada beberapa negara yang bisa menjadi solusinya dan setelahnya dapat dicatatkan ditanah air secara sipil . harapan kedua lebih sulit . terutama karena keduanya lahir dan besar sudah dalam lingkungan masing2 yang mengajarkan nilai nilai religius kuat . kalau sudah begini , adakah harapan ke 03 ) untuk mereka ? saya tidak menyebutnya " harapan " tetapi " kemungkinan " yaitu : jika harapan ke 01 ) dan 02 ) bukan pilihan maka yang ke 03 ) adalah Perpisahan atau Tetap Dalam Hubungan Meski Tidak Secara Fisik karena tidak kuasanya bagi keduanya untuk saling kehilangan . mereka tetap memelihara hubungan secara batiniah tetapi tidak ada ikatan dan sentuhan fisik . sanggupkah ? jika pertalian batin telah sedemikian kuat , sesungguhnya mereka telah melampui kebutuhan secara fisik dan ikatan batin itulah yang membuat mereka bahagia . sulit dipahami ? bagi sebagian orang mungkin . tetapi marilah sejenak kita kembali pada harapan ke 02 ) . apakah ada upaya upaya dari salah satu atau dari keduanya untuk membawa pasangannya sekeyakinan dengan dirinya ? mungkin ada dan mungkin tidak pernah ada . kalaupun ada upaya itu , biasanya hanya terbatas pada pembicaraan2 yang tidak menimbulkan konflik karena masing2 tahu bahwa INTI dari perbedaan keyakinan itulah yang akan menjadi sumber konflik nya dan itu yang mereka coba hindari . mengikuti keyakinan dari salah satu pasangan adalah sebuah KEAJAIBAN yang hampir mustahil dilakukan manusia kecuali bahwa itu adalah KehendakNYA ... ! mengapa ? sesungguhnya IA adalah Maha Berkehendak kepada siapa yang IA ingin memberikan petunjuk pada kebenaranNYA dan kepada siapa yang IA tidak berkehendak karena IA Maha Tahu bahwa manusia akan berpaling setelah mendapat petunjuk . jadi kemana akhirnya pasangan ini harus melabuhkan hati dan impiannya ? jika ada pemahaman tentang keyakinan  masing2 dan menemukan titik perbedaan nya yang tak mungkin disatukan , dapatkah kiranya salah satu dari mereka menjadi lebih paham dan sadar bahwa ada " X " yang terasa lebih Logis dan Acceptable dari keyakinan pasangannya ? diperlukan sikap yang lebih terbuka untuk saling memahami sebelum menyimpulkan bahwa " aku tak mungkin berubah keyakinan " . sungguh tulisan ini tidak memiliki tendensi tertentu kecuali bahwa mencoba melihat kemungkinan adanya keterbukaan hati dari masing masing untuk memahami keyakinan pasangannya dan alasan mempertahankan atau justru melepasnya . tetapi , " melepas sementara sebuah keyakinan " hanya supaya dapat menikah , sudah tentu bukan pilihan karena itu adalah tipuan terhadap Tuhan dan sesama manusia . bagaimanapun , sebuah pernikahan haruslah didasari oleh kejujuran dan keikhlasan . saya pernah mendengar komentar seorang teman " wanita itu bodoh banget , yang naksir dia itu kan orang hebat , terkenal dan lumayan mapan , kok ngga mau sih ? agama kan bukan halangan ! " . saya tidak menjawabnya karena saya tahu si wanita yang kebetulan muslim tadi berpegang teguh pada HukumNYA yang tidak mengijinkannya bersuamikan dengan yang non muslim didasari oleh penjelasan tertentu didalam kitab sucinya . selalu ada alasan yang jelas dibalik setiap ketetapanNYA ,dan Tuhan bukan Asal Melarang . dan jika satu saat ia bertemu ( lagi ) cinta sejatinya namun berbeda keyakinan , saya yakin ia masih akan tetap seperti itu karena ia ingin meraih cintaNYA dan bukan cinta pria yang ingin membawanya menjauh dariNYA .. tidak banyak yang bisa memahaminya , tetapi ia tidak memerlukan seisi stadion untuk bertepuk tangan kepadanya jika ia memilih pria yang berseberangan keyakinan , melainkan hanya satu tepukan tangan yang diharapkannya , tanganNYA .. tetapi bisa saja dalam hati kecilnya ia berharap bahwa Tuhan akan memberinya cinta sejati yang sekeyakinan dengannya atau pasangan beda keyakinannya  akan menemukan kebenaranNya bersamanya disepanjang hidup mereka .. hope is hope ..

( Titiek Hariati , 12 .08.21 )  

 

 

 

 

 

 


 

 
 
 
 
 .. " OMAH SEMAR YANG SENYAP " ..
kebetulan ada kepentingan untuk
berkunjung sejenak dikerabat yang sedang 
memperingati 1000 hari wafatnya ibunda mereka
 di Tumpang , sekitar 25 km arah Bromo ,
maka sekalian saya manfaatkan untuk menjajal jalanan
 ke Tumpang disaat pendemi yang sudah
 beberapa tahun ( ! )ini  tidak saya jelajahi .
 
 siap siap dengan kartu vaksinasi tahap 1 ( Astra Z ) 
 yang saya kira bakal ada cegatan atau
 pemeriksaan . ternyata sama sekali tidak ada, 
sebab selama nopol " N " memang masih
 boleh riwariwi .
 usai ke kerabat , saya jablaskan arah Poncokusumo . 
tentu saja kalau tidak pandemi
 sudah pasti sekalian ke Bromo , 
tapi sejak Bromo dll ditutup maka tidak ada lagi 
tempat tempat wisata yang dikunjungi dan
 pastinya matisuri .
 sepanjang jalan sangatlah  sepi , bahkan beberapa 
belas kilometer tidak nampak sepotong 
kendaraanpun atau manusia , sebuah
 pemandangan yang membuat miris tapi juga 
melegakan yang berarti banyak warga yang patuh
 untuk " anteng " dirumah saja . 
rasa sedih muncul menyaksikan betapa 
kebun kebun apel yang dahulunya didaerah ini 
merupakan primadona , nampak kering kerontang
 dan tak terurus . ( kalau didaerah Batu 
masih banyak yang berjualan apel , apakah
 kebun2 apel di Batu tidak seperti di Poncokusumo ? )
  
 melewati beberapa warung2 yang masih
 buka , saya melihat kerumunan milenial
 disana sini . 
saya tidak masuk untuk
 melihat apakah mereka juga patuh prokes 
dengan pintu masuk yang menyediakan 
kran dan sabun serta ukur suhu dan tentu
 saja masker bagi yang datang ? 
( meski saat ngopi akan dilepas tetapi kalau jarak
 duduk berapat rapat apakah ini tidak 
mengundang klaster baru ? ) . 
disuatu area yang indah , mata saya menangkap 
sebuah bangunan khas Jawa , joglo , dan nama 
yang dipasang disitu adalah : 
" OMAH SEMAR " !
buru buru saya buka HP untuk mencari informasi 
tentang OS ini . lho kok pake tiket masuk ?
 bukan resto to ?
 juga ada tiket parkir , tiket ke WC dll weleh 2 ...
 karena sepi , saya bertanya pada penjaga disitu
 yang memberi info bahwa saat ini OS buka tanpa tiket
 masuk tetapi minus segala atraksi yang
 sebelumnya ada ( sebelum pandemi ) .
 oo .. gitu , apa saja sih ?

 konon OS ini bisa dijuluki sebagai Omah Seniman 
karena disitu ada berbagai ragam kesenian
 untuk tamu tamunya . mulai dari Teater Mini , 
Pelajaran Membatik , Melukis Topeng , Menari ,
Bermain dan juga area untuk berkuda bahkan camping .
 juga bagi yang ingin punya hajatan ultah dll
 bisa menyewanya plus cateringnya .
 dengan pemandangannya yang cantik , OS ini 
dapat disebut sebagai tempat transit 
ke dan dari Bromo . saya merasa tertarik untuk
 masuk karena dari luar pertokohan Semar
 yang dalam pewayangan menyimbolkan 
karakter Bijak dan Sabar , 
tampak mendominasi exterior dan interior nya .
 terbagi atas beberapa bangunan , OS ini memang
 sangat luas .dijalan masuk , lebih mirip tempat
 pentas yang luas dan disebelah belakangnya 
ada bangunan2 lain yang mungkin 
sebelum pandemi dipakai untuk bermacam atraksi .
 
  suasana yang sepi  " nyenyet "
 akhirnya memancing saya untuk menjajal
 atmosfernya .. tapi sebelumnya saya sengaja
 " mengendus " kearah dapur untuk melihat 
kepatuhan prokes nya dimana saya lihat ada
 dua remaja cewek cowok yang sedang 
menggoreng sesuatu dengan bermasker ! 
disebelah depan , ada semacam pojok kopi 
dengan seorang baristanya , saya tanya 
" buka sampai jam berapa ? " , 
" selama pandemi dan PPKM ini hanya sampai 
sore saja inipun sangat sepi . tapi kami tetep
 prokes meski sepi sebab ada pengawasan " .
 
 oo gitu ..maka saya memberanikan diri memesan
 coklat panas dengan pangsit saja
 dan bingung menentukan tempat duduk saking
 luas dan sepinya . 
( dengan catatan minuman dikemas dalam 
gelas sekali pakai yang bertutup 
dan pangsit memakai stik bambu/ kayu
 sekali pakai )
saya pilih duduk dipintu masuk yang ada tempat
 pentas tadi  dan melakukan jepretan sana sini .
 Omah Semar sebetulnya sebuah gagasan luar 
biasa karena menampung ide ide dan 
karya karya seniman lokal maupun manca 
yang mampir .
 
  tetapi pandemi memang tidak kenal 
seniman , dan sangat disayangkan jika 
tempat ini berakhir tak terawat atau bangkrut .. 
saat berkeliling tadi ternyata saya bukan 
pengunjung pertama , karena di sebelah belakang
 yang jauh dari tempat saya duduk , ada dua orang 
yang nampak sudah selesai ngopi dan 
bersiap akan pulang ..
 
 oya tak perlu protes kalau ternyata untuk BAK 
maupun BAB kita harus membayar disitu , yang
 dibedakan mulai 3 hingga 5 ribu rupiah . 
lho bukannya itu fasilitas yang wajib ada
 ditempat2 seperti ini ? saya tak punya jawabnya
 tetapi anggap saja hal ini dapat sedikit membantu
 kelangsungan hidup OS yang notabene 
adalah Omah Seniman yang juga
 butuh survive ..
 
 sejam disitu , saya tinggalkan Omah Semar dengan
 adukan emosi bahwa pandemi memang mampu membolakbalikkan kehidupan dan demikian 
agaknya kehendakNya agar kita sekalian 
tetap " Eling / Ingat " disaat
 nikmat maupun musibah kepadaNya karena 
seringkali disaat nikmat kita lupa ..
 dalam salah satu falsafah Jawa Semar mengatakan : 
 
 " Gusti Kang Murbeng Dumadi Ing Ngendi
 Papan Tetep Siji , Amargane Thukule
Kepercayaan lan Agomo  Soko Kahanan ,
 Jaman , Bongso lan Budoyo  kang Bedo Bedo . 
Kang Murbeng Dumadi Iso Maujud Opo Wae
 Ananging Mewujudan Iku Dede 
Gusti Kang Murbeng Dumadi " .
 Sayangnya saya tidak " mempretelinya " disini 
karena bisa habis halaman blog ini hehehe ..
 Yang jelas ini memberikan kita peringatan
 akan ke Esaan Tuhan dan kewajiban2 
sebagai mahlukNya .. 
 sebuah tempat beristirahat sekaligus meng edukasi
 yang bagus untuk anak anak dan kita ....
( Titiek Hariati , 12 . 08 .21 )
keterangan foto :
01 . entrance , mirip tempat pentas
02 . halaman belakang
03. patung Semar
04 . sebentar turun dijalan sepi
05 . sepi .. ( 01 )
06 . sepi ... ( 02 )
07 . bertemu ibu pengangkut kayu bakar
08 . enak buat leyeh leyeh ..
09 . gerbang masuk
10 . dekor tradisionil
11 . pojok kopi
12 . pangsit
13 . sepeda onthel
14 . Omah Semar
15 . Semar In Colour
16 . joglo 
17 . dicelah celah plastik warung jalanan 
yang tutup , ada view cantik
18 . salah satu sudut

Selasa, 10 Agustus 2021



 .. " Yang Milih Yang Salah ?! " ..
berita paling akhir adalah kemarin dulu ,

 yaitu digerebeknya 5/ lima anggota DPRD Labura

 ditempat karaoke bersama 8 cewek cantik .

 terkejutnya publik ? anehnya , terasa " biasa saja "

 akibat sudah Sangat Seringnya

 membaca , melihat , mendengar , bagaimana 

polah tingkah para wakil wakil rakyat dinegeri ini !

 bahkan sejak saya kembali ketanah air sekian dekade silam , saat itu saya baca di koran dan siaran radio  plus TV hitam putih ada anggota2 DPR RI maupun DPRD yang macam macam kelakuannya . korupsi berjamaah ? itu lumrah katanya . ketahuan nikah siri ? itu sial kecil . selingkuh ? enggak kok, cuma belum sempat cerita sama istri . karokean dengan punggawa karaoke yang kinyis kinyis dan tidak seperti istri2 dirumah yang dasteran klombrot ? ah , refreshing sejenak .. nikah  dan bikin kerumunan saat pandemi ? walah , wong nggak sampai 200 orang kok .. tidak hanya anggota DPR RI dan DPRD yang bikin gemes , juga pejabat pejabat lainnya yang tidak kalah serem dan hebohnya membuat kita semua tersadar bahwa Ada Sesuatu Yang Harus Dibenahi Dalam Proses Perekrutan Wakil Rakyat ! cukupkah memiliki biodata bersih yang menyangkut riwayat hidup dan pencapaian akademik yang cukup serta peran dalam masyarakat yang sudah 

terecord ? mungkin perlu ditambah satu lagi yaitu : sebulan sebelum calon ybs diikutkan dalam pemilihan , biodata dan foto foto kegiatannya dipublikasikan dan publik dapat memberikan opininya sebulan penuh tentang calon tersebut . mungkin akan timbul beragam pendapat , dan dari sanalah Tim Penilai akan memberikan keputusannya tentang layak tidaknya calon ybs ikut dalam pemilu . jika ada perbedaan pendapat yang berpotensi konflik antara Tim Penilai dengan partai dari si calon , maka musyawarah masih dimungkinkan untuk mendapatkan kesepakatan . memilih calon hanya berdasarkan popularitas adalah sebuah keteledoran , karena Popularitas Tidak Menjamin dimilikinya Integritas ! dicalonkan karena duitnya ? sangat 

mungkin karena sebagian dari kita masih percaya bahwa Money Talk itu masih berperan . padahal kita juga punya sejarah bahwa seorang tukang tambal ban pun bisa jadi wakil rakyat tanpa duit !naaa ... kalau sekarang terjadi begitu banyak wakil rakyat yang mencederai kepercayaan rakyat dengan berbagai skandal , siapakah yang lebih bisa disalahkan ? yang melakoni skandal sudah jelas bulunya menjadi hitam . tapi bagaimana dengan orang orang yang dulu memilihnya ? tidakkah  si pemilih juga berkontribusi dalam Kesalahan Pilih nya ? ya atau tidak ? pasti ada yang menjawab " dulunya dia orangnya baik kok , sama sekali tidak menunjukkan tanda tanda akan menjadi orang yang tidak jujur " ( apapun kasusnya ) . nah .. semoga kasus demi kasus dapat membuat kita kita  sebagai pemilih yang lebih cerdas ! ingat 

sekali lagi : " Popularitas Bukan Jaminan Intergritas " tetapi " Integritas Adalah Jaminan Untuk Meraih Popularitas " meski itu bukan tujuan mereka ( ingat saja tokoh2 sederhana yang humble tetapi dikenang dan terkenang karena kejujurannya semisal alm . ( Jendral Polisi ) Hoegeng , alm . Artidjo Alkostar ( Dewan Pengawas KPK ) dll . ) Nah .. pertanyaannya sekarang adalah : " sudah siapkah saya dan pembaca untuk menjadi pemilih pemilih wakil rakyat yang berintegritas tinggi ? " . bagaimana caranya ? dunia digital saat ini ikut membantu kita mencari , menelisik , menemukan , mengumpulkan , data dan biografi serta track record siapapun dijagad semesta ini selama yang dicari bukan nama fiktif . juga melalui berbagai komunitas maupun grup grup , kita bisa temukan bagaimana seseorang dalam kehidupan bermasyarakatnya . kemudahan kemudahan ini dapat dimanfaatkan untuk mengumpulkan data sebanyak mungkin tentang para calon dalam   sehingga pemilu tidak ada lagi alasan " dulunya terlihat baik / jujur " . kebaikan dimasa lalu yang jumlahnya tak terhitung , dapat terhapus oleh kejahatan yang terjadi dalam semenit ! marilah kita juga berani lebih jujur dalam mengemukakan pendapat agar tidak ada calon calon wakil rakyat atau pemimpin2 yang terpilih hanya " karena sudah terlanjur 

kenal baik , karena segan / sungkan , karena tetangga dekat , karena masih kerabat , karena sesama rekan partai , dan yang terparah adalah " karena sudah terlanjur makan amplopannya " !memang tidak ada manusia yang sempurna , dan para calon wakil rakyat juga bukan malaikat yang ZeroSin atau Guiltless person  . tetapi antara khilaf dengan kesalahan yang disengaja itu berbeda . ia tidak perlu menjadi malaikat , hanya perlu kemampuan menjaga amanah dan satunya kata dan perbuatan alias tidak munafik . sesederhana itu , dan sesulit itu bagi sebagiannya. segala kemuliaan dan kehormatan pribadi, keluarga dan lingkungan ikut ternoda ketika sebuah skandal terbongkar . nungkin ayat dibawah ini lebih pas buat mengakhiri tulisan ini :

QS : Al Ahzab ayat 72 : " Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit , bumi dan gunung gunung , tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu  dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya ( berat ) , lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sungguh , manusia itu sangat zolim dan sangat bodoh " . 

Jika begitu beratnya memikul amanah karena konsekwensi dunia akheratnya yang begitu besar , maka boleh lah kita ter heran heran mengapa banyak diantara manusia yang ber lomba2 ingin menduduki jabatan atau posisi posisi yang penuh amanah hingga mengorbankan segalanya untuk mencapainya ? Padahal dikelak nya , ia harus mempertanggungjawabkannya dihadapanNYA pada setiap sesuatu yang telah pernah dipikul dan diperbuatnya . Lalu ketika ia mengkhianati amanah , kira kira seperti apakah balasan yang akan diterimaNya ? Dan karena kehidupan akherat masih tertangguh hingga Hari Pengadilan Tertinggi , maka manusia masih merasa " baik baik saja " meskipun ia mencederai amanah terlebih sebagai wakil rakyat ... Masih beranikah berebut kursi ?
( Titiek Hariati , 10 . 08 . 21 )
gambar2 dari google .