Selasa, 05 Januari 2021

 
 
 
  .. " Vaksin Ooo .. Vaksin  " ..
  dilayar TV dan WA WA beredar gambar dikawalnya
 vaksin vaksin gelombang pertama ke 
beberapa provinsi . 
saya di WA teman  yang ada di salah satu grup 
" keminggris " , begini : 
" mbak , untuk kita kita kapan ya kira kira ? " .
 " Ha .. Ha " bathin saya . lho ? 
iya pasti tertawa lha wong sudah jelas yang
diprioritaskan adalah para pahlawan 
garda depan 
kita yaitu NaKes dan segenap timnya .
 terus ke para pengawal negara yaitu kalangan militer .
 nantinya ASN juga didahulukan . 
( kalau para pejabatnya ya tidak usah dipertanyakan ) .
 naaa ... setelah nanti warga masyarakat yang
 berusia hingga 59 tahun mendapat jatah vaksin , 
maka barulah yang 59 keatas mendapat giliran
 yang ternyata juga tidak otomatis !
 konon akan ada semacam pemeriksaan teliti 
tentang riwayat kesehatannya karena tidak
 semua lansia begitu saja dapat di " jrus " vaksin ! 
bukan saja masalah alergi tetapi memang untuk 
riwayat kesehatan tertentu tidak harus
 atau lebih tepatnya tidak dianjurkan 
untuk di vaksin ! 
nah .. mumet bukan bahwa nampaknya semakin
 bertambah usia semakin tidak mudah dalam 
urusan per vaksinan. 
 maka kepada teman yang bertanya tadi saya hanya
 bisa menjawab " let's wait and see " 
lha wong saya sendiri ya nggak jelas kok !
 diluar dugaan teman tadi ganti tertawa
 " ngakak " ( ter bahak2 ) . 
saya heran , lho apa pasal ?
 sambil menahan air mata saking kekelnya tertawa 
teman tadi berkata 
 " o .. pancene wong tuwo tuwo iku entek enteki 
jatah vaksin ae .. bayangno Indonesia iki
 ono pirang juta wong tuwo , 
dadi sing umure wis diatas 60 kethok e
 gak perlu di vaksin ae , sebab percuma ,
 paling paling tanpa kena covid pun
 yo wes pasti dutttt .. hahaha ...
 mangkane dikarekno ! "
 aduh , saya merasa dosa kalau tidak menterjemahkan ,
 begini lho kira2 terjemahannya : 
" o .. memang para lansia itu ngabis2in vaksin saja .. 
bayangkan Indonesia ini berapa juta
jumlah lansianya , jadi yang sudah 
berusia 60 keatas kelihatannya nggak perlulah
 di vaksin , percuma , sebab
 tanpa terpapar covidpun mereka ya pasti bablas 
.. hahaha ..
 itu sebabnya mereka paling terakhir gilirannya "
 (  Masya Allah .. ! Allahu Akbar .. ! )
saya sungguh tidak ikut tertawa ,
 bahkan dalam hati diam diam
 seolah sependapat .. 
dengan rata rata penderita penyakit " berat "
 umumnya diderita mereka yang diatas usia 60
 ( jantung , kanker , koles , diabet , darah tinggi dll ) 
maka sudah tentu vaksin menjadi sebuah hal 
yang tidak sederhana dan tidak bisa asal jrus saja
seperti halnya kepada yang masih belia .
 tetapi kata siapa bahwa penyakit berat2 itu 
didominasi yang sepuh 2 ? jaman now ,
yang tersebab gaya hidup dan pola makan tidak sehat ,
 justru usia remaja hingga sekitar 30an banyak 
ditemukan menderita berbagai penyakit berat diatas .
stroke diusia dibawah 30 saat ini sudah
 terbiasa ditemui . naa .. sungguh saya tidak tahu
 bagaimana dengan mereka dalam
 per vaksinan nanti ..
 
sebagian pakar ( entah benar entah hoax ) 
ada yang berpendapat bahwa vaksin tidak menjamin
 kebal covid , apalagi saat ini covid sudah 
bermutasi lagi konon dengan lebih ganas ..
 saya tak ingin membebani diri sendiri dengan
 soal vaksin ini . divaksin atau tidak ,
 tokh saya masih harus tetap patuh dan ketat 
dalam prokes meski dirumah saja .
 apakah kalau sudah di vaksin berarti kita bisa 
bebas kumpul2 dll karena sudah punya " kekebalan " ?
 tentu ini salah besar! 
maka buat saya , di vaksin atau tidak ,
 benteng kita adalah patuh pada prokes baik 
dirumah atau dimana saja sebab kita tidak 
pernah tahu apakah orang2 yang berada dalam
 lingkaran kontak dengan kita itu sehat
 atau tidak atau bahkan kita sendiri yang 
berpotensi menularkannya tanpa 
kita sadari karena OTG ? 
 
sungguh Hidup Berdampingan dengan monster
 tak terlihat ini adalah sebuah
 Ujian Kedisiplinan Diri jika kita masih
 ingin selamat dengan atau tanpa vaksin !
( Titiek Hariati , 04. 01. 21 )
gambar2 diambil dari google 

Senin, 04 Januari 2021



.. " De Potrek Yang Ngumpet " ..

saat ingin kembali mengambil beberapa jepretan
arah Cangar ( lagi ) pada Desember yl ,
ternyata rencana gagal total . apa pasal ?
setelah melewati belokan kekiri arah Selecta , 
dan luruskeatas arah Cangar ,
 sekitar 1km 

saya melihat " sesuatu " dikiri jalan yaitu papan 
penunjuk " de POTREK " .... ! ups , apa itu ? 
maka saya belok kan gerobag kesebuah jalan 
perumahan tapi nyaris putar balik karena ternyata
disitu hanya ada beberapa bangunan rumah .
 tiba2 seorang satpam me lambai2 kan tangan pada saya 
meminta untuk terus masuk .  

setengah ragu2 saya tidak jadi balik kucing tapi lurus
 kearah sebuah halaman parkir yang tak begitu luas .
 disambut dua petugas parkir 
disebuah gerbang yang 
memberikan daftar menu pada saya:
 " silahkan bu, ini langsung dibawa saja ya
 nanti tinggal mengisi pilihan menunya " ..

 saya melongo sebab baru sekarang ada model 
" sambutan " seperti ini dimana kita baru saja
 akan masuk gerbang sudah disodori daftar menu
 ( rasanya agak mengganggu juga .. ) .
 memasuki halaman dalam , 
barulah terlihat kecantikan cafe De Potrek ini ... !

dikelilingi panorama alam yang cantik , 
bangunan berlantai dua ini memang layak dimasukkan
 daftar cafe yang harus dikunjungi ! tentu saja 
saya naik keatas untuk lebih bisa menikmati
 kenyamanannya dan nun didepannya terlihat
 area Selecta yang jaraknya memang cukup dekat .

memilih duduk ditepi pagarnya dilantai atas , 
saya merasa bersyukur menemukan cafe ini 
karena bisa memberi oxygen bersih pada paru2 saya
 ditengah pandemi . 
oya .. saat masuk tadi juga ada prokes standarnya , 
mulai masker , cuci tangan , ukur suhu 
( kecuali tes antigen tidak diwajibkan hehehe .. ) .

hanya ada sepasang muda/i saat itu yang bersama
saya dilantai atas , maka sayapun memberanikan 
diri memesan Avogatto dan Nasgor Iga plus
 Mie Udang . ups .. ! 
udara dingin memang bikin rakus hehehe ... 
saya cukup berlama lama disitu karena masih sepi
 dan saya sayangkan bahwa tempat secantik ini
 belum banyak dikenal rupanya 
( kata pramusaji 
" baru beberapa hari dibuka bu .. " 
.. ooo .. pantas ! ) . 

soal rasa saya rela memberikan nilai 7
 untuk maminnya , atmosfer juga 7 , layanan 7 
meski sayangnya untuk akses masuk cukup 5,5 saja
 sebab betul2 tidak mampu menampilkan
 keindahan cafenya ! selain jalan masuk yang
 tidak lebar karena ada beberapa bangunan2 rumah
 ( mengapa tidak dilebarkan saja dengan
 mengorbankan bangunan2 yang ada disitu
 atau dipindahkan kearea lain sehingga 
dari jalan raya bisa langsung terlihat ? ) 
juga ruang parkir yang tak terlalu luas akan
 cukup sulit jika cafe ramai .


puas tenguk2 mencuci paru2 dan jeprat jepret ,
 saya batal kearah Cangar karena sudah mendapat 
" gantinya " yaitu De Potrek yang memang 
layak untuk di potrek2 ! 
sebuah tempat cangkruk baru yang cantik sudah
 hadir menambah ayunya Batu dan seusai pandemi 
nanti rasanya saya ingin kembali lagi dengan
 " geng geng " saya hehehe ... 

( jangan kelewat serius mengartikannya ,
 nanti pembaca bisa pusing sendiri lho .. ) 
naa yang penasaran silahkan menjajal
 De Potrek ..!
( Writing & Photos : Titiek Hariati , 04 . 01. 21 ) 








keterangan foto :
01. panorama dari teras lantai atas 
02 . tangga ke lantai atas
03 . teras bawah buat yang malas keatas
04 . ruang atas
05 . kebun dibawah
06 . mie goreng udang
07 . nasgor Iga
08 . sudut lain
09. de potrek coffee 
10 . teras bawah yang lapang
11 . lorong romantis
12 . etnik ?
13 . selecta terlihat dari atas
14 . teras dari sudut lain














Minggu, 03 Januari 2021

 
 
 
 
 
 .. " Takdir Atau Bukan Takdir ? " ..
seorang teman bertanya 
" mbak , supaya kita tahu orang yang kita sukai itu
 memang takdir kita atau bukan , gimana ya ? " . 
waduh , pertanyaan mudah dengan jawaban sulit ini 
ya tidak mudah . mengapa ?
 karena pada jaman eyang eyang kita dulu ,
 jangankan pacaran atau saling suka , lha wong ketemu
 atau kenal saja nggak berkesempatan ,
 tahu2 saling dijodohkan dan eee.... kok ya bisa awet 
sampai bercucu cicit ..
 apakah itu karena mereka memang sudah takdir , 
atau karena patuh pada orang2 tua atau 
karena cinta datang setelah menikah atau apa ?
 saya juga nggak tau .. 
lha dijaman serba instan ini , ketemu , suka , bras bres 
e... tahu2 malah hamil sebelum nikah !
 waduh , super cepat ! apakah itu takdir ?
 kalau hamil duluan itu sih jelas bukan takdir sebab
 menurut saya lho ya , takdir itu pasti yang
 bagus bagus , yang bener , yang tidak 
melibatkan nafsu syahwat !
 selanjutnya saya harus sedikit mikir 
" gimana ya kira kira sebuah hubungan laki perempuan
 yang berdasar takdir itu ? " .
 setelah merenang renung sejenak dengan sambil 
mengingat ingat beberapa film yang box office yang 
sepertinya bicara tentang Takdir ini maka 
kesimpulan saya sementara ini kurang lebih begini :
" takdir " itu terjadi adalah ketika :
01 . terjadi pertemuan tak terduga / tak diskenario
 dan dalam sekilas pintas terjadi
 sengatan listrik 250 volt ! 
mau disebut percikan ? silahkan saja wong saya ini
 orang jadul yang kurang ngikuti
 istilah2 milenial ..
 02 . kalaupun pertemuan itu diatur misal seperti 
acara First Date yang kencan buta itu,
 bisa saja sengatan tadi terjadi meskipun
 tidak sehebat nomor 01 ) 
diatas ( hmm .. ) .
03 . kalau itu lewat sebuah perjodohan antar keluarga ,
 250volt ya bisa saja terjadi meskipun mungkin
 dimulai dari 100 - 150 - 200 volt sebab maklum
 disaksikan sanak keluarga hehe..
04 . juga bisa datang lewat tragedi ,
 misal putus nyambung tetapi akhirnya  ketemu
 dan berkumpul lagi setelah berpuluh tahun terpisah .
saya ternyata masih diuber pertanyaan lagi gini :
 " lha kalau itu takdir , kenapa setelah lama menikah 
kok mendingin bahkan ada yang
 isinya tengkar saja tapi nggak pisah2 ? " .
 waduh .. teman ini pertanyaannya macam2 saja
 tetapi itu memang kenyataan yang umum terjadi .
 maka " mosok takdir tapi kok nggak harmonis ? "
 padahal konon takdir itu bagus2 , rukun , harmonis, 
hingga akhir hayat ? 
maka dengan gaya seperti " ustadzah " yang sedang
 berceramah saya jawab begini : 
" sebuah pernikahan itu adalah kawinnya 
dua kepribadian, latar belakang , status sosial , 
budaya dll yang bisa saja saling bertolak belakang .
 istilahnya , kita mendapat 60% dari yang 
kita impikan saja itu sudah bagus .
 sisa yang 40% ya ... itulah UJIANNYA ! 
 
Tuhan juga ingin menguji kita dengan anugerahNYA
 yang berupa jodoh , yaitu agar kita menjadi 
manusia2 yang Sabar , Telaten , Momong ,
 Saling mengingatkan , menguatkan, 
melengkapi , memaafkan , melindungi , dan 
me .. me .. me .. yang lainnya sehingga pernikahan
 itu mewujudkan sebuah warna baru dari 
dua warna yang tadinya berbeda . 
contoh , dulu wanitanya Merah , prianya Biru , 
setelah menikah dan melewati masa masa penyesuaian
 maka warna " mereka " adalah UNGU ,
 bukan lagi Merah dan Biru .
 sebab kalau saling ngotot 
" Merah saja atau Biru saja " , maka yang muncul 
bukannya ungu tapi ambyarrrrr..
.buyarrrrr... !!
 jadi menurut saya , Takdir itu juga membutuhkan 
sebuah UPAYA untuk melestarikannya agar 
hingga akhir hayat Takdir terasa indah ! 
jangan mentang2 " ah .. dia kan memang takdirku "
 lalu kita seenaknya karena merasa pasangan
 kita tokh sudah menjadi takdir kita meski
 kita memperlakukannya semau gue .. 
 adapun soal percikan tadi , boleh2 saja kalau 
memang merasa kesetrum , meskipun ada juga yang
 kesetrumnya pelan pelan alias 
" karena kulino " 
( misal antar teman atau boss dan bawahan , 
hmmm .. ) .
 naa .. saya pikir jawaban sudah ketemu , 
semoga teman tadi bisa mengurai sendiri apakah
 dia memang merasakan kesetrum atau
 kesetrumnya dimulai dengan 5watt atau 
langsung 250volt , hanya dia yang tahu .. 
doa saya semoga yang dia sukai juga punya rasa
 yang sama , lha kalau tidak
 lhak tiwas merasa " takdir " tapi sebetulnya 
musibah ? 
naa .. siapa lagi yang masih belum puas dengan
 uraian awur2an ini ? 
hehehe .. selamat menemukan takdir ! 
( jangan lupa Takdir tidak hanya ditunggu tapi 
ia juga perlu diusahakan bahkan diperjuangkan.
 percikan menjadi sia sia ketika tidak ada upaya
 selanjutnya alias melempem hehehe .. )
( Titiek Hariati , 04.01.21 )
gambar2 diambil dari google

Selasa, 29 Desember 2020




.. " Selamanya Bersama Covid19 ? " ..
ketika khalayak dunia masih ribut 
masalah vaksin covid19 untuk menangkal virus 
mematikan ini , dengan entengnya seorang
 teman berujar : 
" mengapa harus panik , bahwa kemungkinannya
adalah kita akan hidup berdampingan selamanya 
dengan virus ini , adalah tidak mustahil 

 mengapa ?
karena jaman nampaknya sudah semakin terpolusi ,
 ya manusia , ya mentalnya , ya spiritualnya ,
ya alamnya , ya udaranya ,
 ya segalanya makin rusak binasa . 
akibat dari itu semua , kita harus mau
 menanggungnyahingga anak cucu yaitu
 sebuah dunia yang tercema nafas 
hidupnya se hari2 .. 
salah siapa ? 
juga manusia itu sendiri yang lebih memilih
kenikmatan hidup diatas kerusakan tempat 
dia hidup ! 

jadi , new normal adalah
 hidup baru berdampingan selamanya 
dengan covid 19 dan mungkin virus2 lain yang
 kelak lebih dahsyat " 
 saya tercenung mendengar " khotbahnya " yang
 rada2 masuk akal menurut saya . 
bisa saja segala macam kerusakan lingkungan 
akibat ulah manusia mengakibatkan bermutasinya 
beragam virus menjadi sesuatu yang
 tak terkendali bahkan vaksinpun tak menolong .
 kehendak Ilahi ? 
jangan mudah menuduh bahwa bencana ini adalah
 hukumanNYA atas tingkah polah manusia 
yang sudah kelewat batas . 
tetapi memang jika dihubungkan dengan
 tingkah polah manusia terhadap alam dan
 lingkungannya serta kepada sesamanya yang
 terkadang lebih mirip kelakuan hewan , 
bisa jadi Tuhan sudah merasa muak karenanya 
dan dibiarkanNYA manusia merusak 
dirinya sendiri agar merasakan akibatnya 
serta ditungguNYA kelak di 
Hari Pengadilan Tertinggi dengan setumpuk tinggi
 berkas2 dari daftar dosa manusia .. 

pandemi ini sungguh sebuah pembalikan sejarah manusia 
dengan alamnya . bayangkanlah ketika manusia 
mencemari udara dengan berbagai kepandaiannya 
mulai dari karbon kendaraan , 
cerobong2 asap industri yang menyemburkan 
racun ke udara , sampah2 tak terurai ke lautan ,
 limbah limbah beracun ke sungai sungai dst dst dst
 maka kini saatnya kita harus mau 
menerima Udara Yang Mengandung Virus Mematikan
 disetiap hirupan nafas!

masker ? juga tidak 100% menjamin !
 cuci tangan dan hand sanitizer ?
 juga tidak menjamin ketika ternyata virus bisa
 saja masuk dari mana mana tak terkecuali bahkan
 ketika masker sudah dipakai dan tangan 
sudah tercuci bersih . 
dari mana virus masuk ? 
barulah mari kita berikan ruang lebar bagi
 Kehendak Ilahi 
yang sudah bosan melihat tingkah laku manusia ini
 sehingga Rumah Rumah Ilahi dibumi ,
 masjid , gereja , dll seolah enggan menerima 
kunjungan manusia2 yang penuh dosa dan 
seolah berkata : 
" tinggalah kamu dirumah saja jika kamu datang
 ke rumah2KU hanya untuk berpamer pada 
tetanggamu sebagai orang yang taat
 namun kenyataannya kamu ingkar 
dan berbuat kerusakan dimuka bumi .
 dapatkah kamu berdoa tanpa harus terlihat tetanggamu
 dari rumah dan kamar2mu yang senyap
 namun sungguh2 , karena Aku mengetahui 
apa2 yang kamu tampak dan sembnnyikan " 

 selama pandemi , ditutupnya kegiatan2 kemaksiatan
 dimalam hari seperti night club dan sejenisnya
seolah mengurangi tumpukan dosa manusia 
agar Tuhan " bersedia " kembali 
mengampuni dosa2 umatnya yang selama ini sudah
 kelewat berat dan berkarat ..
 apakah pandemi ini sebuah pencucian dari Ilahi ?
 apakah pandemi ini sebuah 
" latihan peniupan Sangkakala " ? 
apakah pandemi ini justru merupakan awal 
dari akhir jaman ? dst dst menggunung pertanyaan 
yang tidak terjawab .. 
baiklah jika memang New Normal ini akan
 berlaku selamanya , selamanya berdampingan
 dengan covid19, dalam susah senang maupun 
dalam hujan dan kemarau , 
maka dapat jatah vaksin ataupun tidak , 
rasanya kita harus mulai 
Menjadi Terbiasa Berdampingan 
Dengan Covid19 
yang berarti membiasakan dalam kultur baru
 untuk : " merubah sikap mental 
dari yang biasanya menjadi yang
 tidak atau bahkan luar biasa antara lain :
01 . menjaga kebersihan diri, rumah , dan lingkungan 
lebih dari biasanya , terutama
 kebiasaan mandi setelah berada diluar rumah
 meski dekat atau sebentar .
02 . efisien dalam pemakaian energi,
 mulai listrik , bbm , gas untuk dapur , dll 
karena pemasukan / pendapatan 
sedang dalam masa sulit .
03 . patuh dan disiplin pada 3M bahkan 4M
 yaitu plus Mandi .
04 . meniadakan beban2 angsuran mulai untuk 
kendaraan , barang2  dll alias memakai apa yang 
sudah ada saja .
05 . disiplin diri untuk patuh pd rumus pribadi
 dalam memanfaatkan penghasilan ataupun
 uang pensiun yang ada yaitu :
" 4 , 3 , 2 , 1 " : 
40% untuk makan dan belanja kebutuhan pokok , 
30% untuk melunasi angsuran bulanan yang
 terlanjur ada sejak sebelum pandemi , 
20% dana darurat yang tidak diutak atik alias
 ber jaga2 jika se waktu2 perlu misal beli 
obat , sakit dll yang tidak tercover asuransi 
dan 1% untuk Amal . 
 kombinasi ini bisa berubah karena tiap orang 
ber beda2 kebutuhannya tetapi berapapun itu
 ke 4 nya harus dipatuhi !
06 . nonton, jalan jalan ke mall , ngopi dll harus
 dipangkas drastis ! selain untuk alasan kesehatan
 juga alasan Keamanan Finansiil sebab
 yang berlaku saat pandemi adalah lagunya 
Tom Jones : Help Your Self .. ! 
jangan menggantungkan diri pada orang lain 
karena yang menjadi gantungan juga tidak tahu
 bagaimana akhir pandemi ini !
07 . pilih mamin yang sehat2 saja dan hindari yang
 mengundang masalah 
( minyak/ gorengan2 , lemak , dll ) dan perbanyak
 yang menambah imunitas tubuh 
( buah dan sayur dan susu ) 
08 . jika kebetulan menjadi anggota dari banyak
 komunitas ( maklum , konon makin banyak
 makin populer dan makin banyak yg nge like 
di sosmed , syukur2 kalau dipakai iklan hehehe ..
konon ini resep 
kaya mendadak dijaman now ) 
maka hindari 
Undangan2 Yang Berpotensi Kerumunan 
ataupun Tidak Kerumunan Tapi Tidak Sehat 
misal 2-4 orang saja tetapi merokok dll 
.( saya bersyukur hingga usia seperti sekarang ini
 dan hidup lama dinegara bule , satu batangpun
 tidak pernah saya kenal atau coba
 sebab saya membayangkan saja sudah ngeri 
ada asap kok dilewatkan paru paru hiiii... ) 

 kalaupun " terpaksa " di/ ke luar rumah , 
hindari seperti pasar , mall , dan tempat2 yang 
berpotensi padat pengunjung tetapi pilih yang
alamnya terbuka, senyap dan udara bersih 
( jangan protes , sebab nyatanya masih banyak yang
 lebih suka ke tempat2 ramai dan weekend pula ! ) . 
hari biasa pun saat ini sudah ramai sebab
 kalau kebanyakan orang menghindari weekend 
atau hari2 libur maka menumpuknya justru 
di hari2 biasa .. 

09 . pilih cara beli mamin TakeAway dengan catatan 
si penjual ber masker , warung atau cafenya
 mentrapkan prokes dan tidak ada kerumunan . 
inipun jangan jadi kebiasaan seperti lewat GoFood
 yang tidak bisa dikontrol kebersihan penjualnya ,
 maka yang terbaik adalah : 
Masak Sendiri meski tak seenak warung !
10 . perhatikan aset2 dirumah yang
 Liquiditas nya Tinggi misal kalau ada Emas 
atau asesori lain yang bisa menjadi 
Penyelamat Disaat Darurat !
sebaliknya , jika ingin berinvestasi maka pilih juga
 sejenis Emas yang mudah dicairkan saat
 berkebutuhan mendesak .
naa .. masih kurang ? rasanya tidak . 
11 . terakhir , rapihkan dan kumpulkan segala 
dokumen2 berharga dirumah , 
mulai sertifikat rumah dll dalam box khusus yang 
sudah tertata menjadi satu , sehingga disaat darurat
 ( banjir , gempa dll ) tidak bingung men cari2 
karena semua sudah ada dalam box yang sama 
dan tersegel aman dari air , api dll .
 ini musim pandemi , segala debu yang menempel
 di dokumen2 bisa berbahaya , 
maka simpan sedemikian rupa agar aman dari 
segala ancaman bahaya .
virus covid saat ini bahkan diberitakan telah
 bermutasi menjadi ribuan wajah yang lebih ganas
 dan cepat menular , 
sungguh hanya Tuhan Yang Maha Menyelamatkan
 dan Melindungi , ketika para ahli kita sudah 
babak belur mengatasinya ..... aamiin ... 
( Writing & Photos : Titiek Hariati , Malang , 29 . 12. 20 )
keterangan foto :
foto foto jadul sejak 2015 sd 2020 ,
 antara gunung2, laut 2, bukit , sawah , air terjun dll 
( cangar , senggigi lombok , batu ,
 coban pelangi , coban putri , bajul mati , 
tumpak sewu dll )
keterangan foto dibawah ini :






01 . KL ( 2015 )
02 . Thailand ( 2019 )
03 . Melbourne ( 2016 )