Jumat, 13 November 2020

 

 
 .. " Bebek Kerto " Ngungsi "  ? " ..
 saya sebetulnya penyuka bebek goreng 
atau bakar atau kare . tetapi harus tahu diri ketika
lampu hijau menjadi kuning karena
 potensi kolesterol dll meski belum sampai kena 
semprit dokter hehehe ..
 maka ketika beberapa warung bebek favorit saya 
ada yang tutup , bangkrut ataupun berpindah tempat ,
 sayapun " merasa kehilangan " .. 
ada satu favorit saya yang tetap bertahan tetapi 
" nun jauh di sebelah Wendit " , 
jadi harus ada waktu khusus kesana .
 " alkisah " , satu siang saya harus mengambil bibit
 tanaman di Batu dan mengambil jalur
 Karang Ploso sebab jalur Sengkaling padat merayap.
 tiba di desa Tawangargo Karang Ploso ,
 dikiri jalan saya  menemu warung Bebek yang 
pernah saya cari2 : Bebek Kerto ! 
wow .. maka urusan di Batu tertunda sejenak , 
saya ingin " bernostalgi " dengan warung yang satu ini . 
bebek goreng adalah yang saya cari , 
meski disitu ditawarkan 1001 olahan bebek juga ayam ,
plus bermacam sayuran untuk pelengkapnya .
dan atmosfer warungnya yang berlokasi didekat
 kebun2 sayur membuat makan siang bertambah nikmat .
 dengan halaman parkir yang luas dan
 warung yang juga lapang ,
kontras dengan awal saya mengenal 
warung bebek ini sekian tahun silam di dekat
 rumah saya yang terkesan " sempit " .
 oya buat yang berdomisili di Malang Selatan , 
ada satu lagi Bebek Kerto di Kepanjen , di Jalibar
 ( jalan kembar ) . bagaimana pun saya 
senang bahwa ternyata
 sang bebek tidak ( jadi ) hilang hehehe ..
sungguh selera adalah hal yang memang tidak perlu
 diperdebatkan , karena ada puluhan
 warung bebek di Malang Raya , 
tetapi konsumen memang punya hak memilih ..
 yukkk ...
( Writing & Photos : Titiek Hariati , Malang , 13.11.20 ) 
keterangan foto :
01 . menu favorit saya
02 . panorama yang menemani makan siang
03 . logo khas
04 . sayur2 pelengkap
05 . view cantik dibelakang warung
06 . menikmati kesenyapan atmosfer
07 . satu2nya pengunjung dihari biasa










 

Kamis, 12 November 2020

 
 
 .. " Elpico Food Park , 
Pemanjaan Mahasiswa ? " ..
trend baru saat ini adalah bahwa kampus kampus pun
 diramaikan oleh cafe cafe kekinian dan
 bukan lagi kantin kantin seperti pada jaman saya 
kuliah dulu .
 kalau dulu kantin atau
 warung warung mahasiswa adalah cukup sederhana
 dimana kami para mahasiswa bisa bersantai
 selepas kuliah atau sebelum kuliah ,
 cukup dengan camilan gorengan atau sekaligus
 sarapan atau makan siang
 dengan pecel atau soto murah meriah atau 
mie kuah atau mie goreng . 
 minumnya cukup teh saja . 
kopi pada jaman itu adalah kopi tubruk atau 
kopi susu yang itu sudah terbilang mewah ! 
saya yang kos didaerah Terban atau Jalan C . Simanjuntak ,
 harus berjalan kaki atau naik sepeda ke
 kampus di Bulak Sumur yang berjarak sekitar 1km .
 uang saku ? jangan tanya , sebab masalah 
ke warung atau kantin itu sudah termasuk 
pengeluaran ekstra , 
jadi umumnya kami anak anak kos lebih banyak 
masak sendiri atau
 membeli lauk di warung terdekat
 ( nasinya menanak sendiri ! ) . 
 naa .. maka kalau saya perhatikan kehidupan 
mahasiswa jaman now , saya diam diam berhitung 
" kira2 uang saku rata2 para mahasiswa kita saat ini
 berapa juta ya perbulannya ?" .. 
mulai untuk membayar kos2annya yang super mewah
 bahkan ada yang tinggal di apartemen pribadi ,
 kemudian style life nya yang rutin nongkrong
 di cafe cafe atau resto resto , 
belum lagi acara " dolan " nya yang tidak cukup 
dalam negeri , tapi juga LN . 
dalam fashion , mereka juga terbiasa dengan 
brand2 mahal atau belanja online , pesen makan 
gofood , panggil goclean dll dll yang tidak
 terbandingkan dengan jaman saya dulu . 
 mana ada mahasiswa saat ini yang bersedia ke
 kampus dengan sepeda pancal ? masihkah ada
 mahasiswa yang saat ini bersedia cangkruk 
cuma di tempat kos saja dan 
tidak rame rame cangkruk di cafe cafe ? 
maka kalau di masing2 kampus saat ini kita temukan 
cafe cafe mewah , adalah karena karena memang 
jaman sudah berubah !
 tidak ada lagi camilan gorengan atau warung rujak
 disekitar kampus , daftar menu di cafe cafe kampus
 sudah berisi nama nama menu asing ..
 naa ..  salah satunya yang kita akan tengok adalah
  Elpico Food Park yang ada di depan kampus
 Universitas Ma Chung / UMC di 
 Vila Puncak Tidar Malang .
 sederet cafe dan resto disitu menampilkan kelasnya 
yang jelas bukan ala kantin2 . 
 suasana perbukitan Tidar yang sejuk dan kehijauan
 dimana mana , membuat nyaman untuk 
sekedar bersantai ataupun makan .
 ada sederetan pilihan cafe disitu . 
ada resto ataupun cafe yang khas Korea , Jepang ,
 Sumatra , Jawa dll dengan tampilan fisik menarik ,
 modern dan unik sehingga rasanya ingin
 mencoba nya satu persatu ! 
saya sengaja memilih cafe Mellacca atau Mallaca 
atau Malaka , bukan karena saya pernah
 blusukan ke Malaka Malaysia sekian tahun yang lalu ,
 dimana saya makan Nasi Lemak disana ,
 tetapi sekedar penasaran saja . 
 juga sekian tahun yang lalu , saat saya masih
 bergabung di Universitas Ma Chung / UMC itu 
sebagai " tukang keliling " kebeberapa provinsi
 ditanah air untuk " menjual " UMC , 
area foodpark ini belum ada kecuali beberapa
 kantin dilantai bawah dari UMC sendiri 
dimana saya sendiri hampir selalu makan siang 
disana bersama staf2 saya . 
 perobahan yang cepat ini sudah tentu bukan sebuah
 kebetulan tetapi ini adalah " tuntutan jaman "
 dimana tempat cangkruk bukan lagi sekedar
 tempat untuk makan tetapi sudah berobah menjadi 
sebuah kebutuhan sosial yakni 
tempat dimana para mahasiswa atau dosennya
 atau pegawai2 di kampus disitu bisa saling
 berinteraksi  secara nonformil diluar jam2 formal
 dengan secara nyaman .. ! 
kalau dulu di jaman saya kantin adalah tempat 
untuk " SMP / Setelah Makan Pulang " , 
maka saat ini cafecafe kampus itu adalah 
" SMP / Sebelum Makan ( adalah ) Perbincangan " ...
 Jaman berubah ! 
 dengan lama tinggal di cafe rata rata adalah 1 - 2 jam ,
 maka sudah pasti pengelolanya tidak ingin merugi 
bahwa secangkir kopi untuk keperluan duduk 1-2 jam 
haruslah bisa  mencapai 20-40 ribu rupiah !
 bandingkan dengan jaman kantin dimana secangkir
 kopi saat itu hanya sekitar seribu rupiah tetapi
 pengunjungnya cepat pulang / seperlunya saja 
di kantin alias tidak ber lama2 ! 
naa .. fungsinya juga sudah bergeser bukan sekedar 
tempat makan atau jajan tetapi bergeser 
menjadi tempat bersosialisasi ....
oya, untuk layanan , ragam menu , rasa dan harga ,
 saya rela memberikan 7 dari skala 0-10 buat Mellaca !
 naaa , penasaran ? 
silahkan menemukan Elpico Food Park di komplek 
perumahan elit Vila Puncak Tidar yang cantik itu
 .. yukkk ..
( Writing & Photos : Titiek Hariati , 
Malang , 13 . 11. 20 )
keterangan foto :
01 . salah satu cafe
02 . tempat parkir yang cukup luas
03 . gerbang masuk 
04 . Korea
05 . Kwetiau
06 . Nasi Kambing  Malaka
07 . pilihan menu
08 . salah satu dinding di Mellaca
09 . manis
10 . pilihan lebar untuk beragam selera
11 . Gerbang UMC
12 . Resto Mellaca
13 . jalan jalan disepanjang Elpico
14 . menu menu Malaka

Rabu, 11 November 2020

 
 
 
 
 
  .. " Rumah Susu Panderman Hill " ..
Malang Raya kaya dengan susu .
 Susu ? Iya , secara harafiah :
 susu dari induk sapi hehehe ..
 salah satunya adalah kota Batu . naa .. " saking " 
banyaknya susu , banyak dijumpai tempat2 yang
 menjual susu dengan berbagai produk susunya
 mulai kue2 , yogurt , ice cream dll . 
 Yang termasuk masih cukup gres adalah hadirnya
 " Rumah Susu " di daerah perbukitan yang
 terkenal , yaitu Panderman Hill .
 Sebuah bangunan yang berarsitek " klasik " dan
 tidak mengikuti trend kekinian yang umumnya
 disukai kaum milenial , berdiri megah di kaki
 bukit Panderman yang sejuk bahkan berangin .
 rumah rumah di bukit Panderman ini
 memang umumnya bergaya pertengahan karena
 sebagian besar adalah vila vila yang tidak
 dihuni untuk sehari hari .
 berlantai 3 , Rumah Susu yang saya kunjungi
 sekitar seminggu yang lalu , ternyata juga merangkap 
untuk Guest House disamping cafe .
 naik ke lantai 3 , saya bisa menikmati dengan leluasa
 si tampan Herjuno yang saat itu kebetulan 
tidak tertutupi awan sehingga 
ketampanannya mempesona .. !
 
 maka apalagi yang harus saya nikmati kalau bukan
 Susu Hangat dan Susu Coklat berikut 
Gado Gado yang siang itu ditawarkan pada saya
 karena ternyata memang hanya ada
 Gado Gado dan Nasgor yang bisa disiapkan 
disamping camilan2 ringannya . 
  mudah dibayangkan , seperti apa suasana hati ketika
 makan siang berhadapan dengan panorama
 yang tampan dari Herjuno 
atau Bukit Panderman yang cantik !
 udara siang itu sedikit berangin , 
seperti kata petugasnya 
" disini kami tidak menyediakan AC karena udara
 cukup sejuk " ( olalaaa .. ya iyalah .. hehehe .. ) .
 saya juga sempat diantar melongok kamar2 dari
 Guest House nya yang mulai 200 hingga 500/ night ,
 siapa tahu menjelang Tahun Baru
 bakal ada yang mudik lagi ?
  saya nikmati atmosfer Rumah Susu hingga sekitar
 dua jam . dan buat yang belum pernah kesana , 
jarak dari kota Malang ke Rumah Susu ini
 hanya sekitar 30 menit 
( saat pandemi lho , sebab jalanan sepi hehehe .. ) 
atau hanya sekitar 20an km saja ! 
 naa .. ayo nikmati susu daripada
 minuman2 bersoda yang tidak sehat ... !!
( Writing & Photos : Titiek Hariati , Malang , 11. 11. 20 )
keterangan foto :
01 . Panderman Hill dari teras Rumah Susu
02 . Secangkir susu hangat di teras Rumah Susu
03 . Tidak ada bosannya memandangi
04 . Klasik ..
05 . Teras sebelah , Herjuno ..
06 . Gado Gado
07 . Daftar Menu lengkap ,
tapi hanya ada dua yang tersedia
08 . Sebelah dalam
09 . Jl . Langsep , Panderman Hill


 



 

 

  " Mau Diapakan ( kota ) Malang ( koe ? ) "

subuh tadi , Rabo 11 Nopember 2020 , 

saya " blusukan " ke area Jl . Basuki Rahmad , Malang .

area ini sejak beberapa waktu berselang

 tertutup rapat karena sedang ada pengerjaan 

 proyek APBN senilai 23 M untuk

 3 proyek yaitu di Koridor Jl . Basuki Rahmad yang 

dikenal dengan Proyek Kayutangan Heritage , 

 Polehan dan Jl . Kauman Heritage .
 konon dalam rencananya , akan ada perbaikan
 pedestrian , ducting pipa dan kabel diatasnya ,
 juga batu ampyang , asesori lampu , 
kursi etnik dan taman . 
soal bagaimana bentuk dan pengaturan lalin nya 
kelak , saya juga belum jelas ,
 termasuk pemasangan batu andesit di 
pertigaan2 PLN dan perempatan Rajabali .
 tentu seperti biasa , terjadi pro kontra .
 tetapi proyek tetap berjalan .
 dan sayapun penasaran seperti apa sih 
" maunya " ? maka dengan seijin dua petugas ,
 subuh tadi saya masuk ke area2 yang
 sedang dikerjakan pembongkarannya yakni 
di depan PLN dan perempatan Basuki Rahmad .
 berdiri diatas bongkaran2 aspalnya itu ,
 membuat saya sejenak " terbang " ke 
masa masa dimana disepanjang jalan 
Basuki Rahmad begitu banyak kenangan 
masa muda terukir ..
 maklum , jaman jaman itu belum dikenal cafe cafe
 ataupun mall mall atau tempat tempat
 orang muda bisa " cangkruk " seperti sekarang ,
 jadi jalan jalan disepanjang Kayutangan 
ataupun Pecinan adalah alternatifnya hehehe .. 
alat2 besar pembongkar jalan dan aspal mulus disitu ,
 pada subuh tadi saya lihat ada di depan PLN  .
 melihat gambar atau foto foto yang
 tercetak di baliho yang dipasang disepanjang jalan
 yang ditutup , saya melihat " contoh soal " 
dari kelak seperti apa yang
 diinginkan proyek Heritage Kayutangan dll ini .
 campur aduk rasa yang ada , 
karena wajah Kayutangan yang saya kenal 
sejak balita sudah pasti akan berubah ..
 sebenarnya , di perempatan Kayutangan itu , 
hanya tinggal beberapa bangunan asli yang 
masih bertahan yang itupun sudah berubah fungsi .
 jadi upaya " mengembalikan ataupun minimal
 melestarikannya " , sungguh saya tidak tahu
 bagian mana yang harus dikembalikan dan
 dilestarikan meski saya Arema Asli .. 
 satu2nya yang bisa saya lakukan hanyalah
 menunggu hingga perwajahan baru tiba
 dan tidak ada lagi ( kesempatan bagi ) 
pertanyaan atau debat disana ..
( Writing & Photos : Titiek Hariati , 
Malang , 11. 11. 20 )
keterangan foto : 
01 . perwajahan kelak dari perempatan Kayutangan
02 . alat berat pembongkar wajah lama
03 . baliho penutup sepanjang Kayutangan
04 . bongkar ... !
05 . petugas jaga sepuh yang memberi ijin saya blusukan
06 . depan McD
07 . depan PLN dan toko Avia 

Senin, 09 November 2020





 
.. " Mudik Saat Pandemi ? " ..
hampir setahun tidak bertemu , 
sudah tentu keinginan mudik tak dapat ditolak
 sambil mematuhi protokol . 
sulung saya beserta istri dan kedua mertuanya 
berencana berlibur di Malang pada sebuah 
longweekend ! dirumah saya ?
 rasanya juga akan sulit 
sebab pandemi mewajibkan berjarak .
  maka tanpa setahu saya , rombongan kecil ini
ternyata malah  sudah check in di satu 
Guest House di Jalan Lasem , NAMU .
 sebuah guest house bergaya modern minimalis
 yang nyaman karena ukuran kamar kamarnya
 yang jumbo . 
surprise , sebab saya pikir keinginan mudik
 hanya sekedar becanda saja mengingat situasi
 masih belum 100% aman baik yang di 
Jakarta maupun Malang . 
 
 rombongan kecil ini kali ini mengambil Jalan Darat
 karena singgah dibeberapa kota disepanjang 
Jakarta Malang PP , al Solo dll . 
dan seperti " lazimnya tuan rumah " , saya siap 
dengan beberapa spot wisata yang saya pilihkan
 cukup aman dari kerumunan . 
tetapi mana ada yang sepi disaat liburan longweekend ?
 maka strategi nya adalah 
" Datang Terpagi dan Pulang Terawal .. ! "
 
 wisata kuliner Malang  dari tahun ketahun
memang tak banyak  tidak berubah .
 Rawon Nguling , Rawon Rampal , Rawon Brintik , 
Ronde Titoni , Cwimie Jalan Kawi Atas ,
 Pecel Kawi , Sate Ponorogo 
( meski bukan Arema Asli ) , Bakso Bakar , 
Bakso Gun yang berpanci , dll yang khas Malang .
 Cangkruk ngopinya terpaksa bolak balik
 Java Dancer karena beberapa yang lain
 selama pandemi ini ternyata tutup 
( atau bangkrut ? .. ) . 
 
 Pasar Oro2 Dowo juga disasar , 
ada kue lumpur dll . Kearah Batu dan Pujon , 
saya bawa ke Santerra de la Ponte 
dan Royal 360 didepan Jatim Park 3
 menikmati view Batu dan Herjuno dll . 
memang ada permintaan untuk tidak terlampau 
" menguras tenaga berwisata " , 
sebab Jalan Darat Jakarta - Malang PP
 memerlukan stamina meski sudah ada jalan tol . 
sayapun maklum . 
 pesatnya pertumbuhan wisata Malang Raya
 terutama Batu , membuat mereka kagum 
karena pada kunjungan terakhir sekian tahun yl
 masih belum sebanyak saat ini pilihannya 
terutama wisata kuliner nya ! 
jangan heran jika pemudik2 suka " boros njajan "
 di Malang , misal komentar begini : 
" waa.. di Malang masih ada ya nasi pecel 
dibawah 10 ribu , disana minimal 25 ribu belum lauk "
 .. ( opo tak dodolan pecel ae aku ndik kono , 
bathin saya hehehe .. ) . mungkin mereka 
bahkan akan nggeblak pingsan kalau 
tahu masih banyak nasi pecel 5 ribuan !
 demikianlah isi dunia .
 wisatawan ke Malang Raya tertarik kulinerannya
 dan murahnya harga , sebaliknya kalau kita 
ke Betawi misalnya , lebih untuk 
mengunjungi tempat2 wisatanya ,
 bukan kulinernya . 
 bagi saya yang penyuka jeprat jepret , lokasi2 semacam 
Kota Tua Jakarta , Pelabuhan Sunda Kelapa ,
 Museum2 dan peninggalan2 sejarah Betawi
 sangatlah menarik . jadi masing2 memang 
punya magnet sehingga terjadilah arus
" ngalor ngidul ngetan bali ngulon "  hehehe .
 naa , ini ada sedikit hasil jeprat jepret 
longweekend yang lalu yaa .. 
( Writing & Photos : Titiek Hariati , Malang , 09 . 11. 20 )
keterangan foto :
01 . dokter anak yang sedang beristirahat
 di Malang bersama ibundanya , 
di Santerra de la Ponte , Pujon
02 . besan dan menantu saya yang 
saya bawa ke Pujon
03 . ruang kamar Namu Guest House
 Jalan Lasem Malang yang lapang dan nyaman
04 . lobby
05 . jalan darat bebas mampir2
06 . guesthouse disukai karena
 tidak terlalu banyak tamu dan tenang
07 . cwi mie Jl. Kawi Atas
08 . cangkruk ngopi sambil ngemil
09 . saya ajak menjajal tempat 
setarbak baru di Ijen
10 . bermain 41 dll sambil ngopi
11 . besan saya di gerbang Santerra , Pujon
12 . menantu saya dan ibundanya di Pujon
13 . kangen warung2 rawon jadul di Malang
  antara lain Brintik ini 
( dua kali ke rawon Rampal sudah kehabisan
 padahal masih jam 10 pagi ! )
14 . favorit saya : Affogato ... !