Sabtu, 24 Oktober 2020



.. " C A N G A R , Yang Berubah " ..
cukup lama tidak ke Cangar ,
 sebuah area cantik sekitar 15km dari kota Batu
 arah Sumber Brantas . dan saat pandemi dimana saya
 betul betul butuh udara lebih segar , 
saya berniat menengoknya . 
tentu saja pada hari biasa untuk menghindari 
kerumunan . jalanan ke Cangar masih seperti dulu ,
 meliuk liuk , menanjak dengan belokan2 yang 
lumayan tajam . 
beberapa bangunan bekas pabrik jamur terasa 
sangat mengganggu panorama yang dulunya terbuka ,
 juga adanya penambahan rumah rumah penduduk
 dan warung warung sepanjang jalan yang juga 
mulai mengurangi panorama cantiknya .
 bahkan mendekati gerbang Wisata Alam Air Panas
 nya yang terkenal itu , saya dikagetkan oleh sebuah
 bangunan super gede yang lebih mirip pabrik , 
yang ternyata adalah sebuah resto ! 
apa boleh buat kalau aturan tentang ukuran dan
 ketinggian serta lingkungan bangunan tidak ada ,
 maka bukan salah pembangunnya ketika 
muncul rancangan2 bangunan yang 
sama sekali Tidak Ramah Lingkungan
 dan semata hanya untuk mengejar
 potensi keuntungan bisnis ! 
akhirnya saya tiba didepan gerbang tujuan
 Wisata Alam Air Panas Cangar
 yang menjadi semacam
 " Wisata Kesehatan atau Terapi " itu yang saat ini
 sudah tertata lebih rapih dengan
 mematuhi protokol selama pandemi ini . 
konon , sumber air panas disini sangat bagus
 untuk mereka yang memiliki masalah dengan
 tulang ( reumatik ) , kulit ( gatal2 , alergi , dll ) .
 seorang kerabat pernah becanda begini
 " mbak , kalau berendamnya rame2 serem juga ya
 sebab kita bercampur dengan segala 
macam penyakit kulit yang mungkin saja menular hiii ... "
  saya tak berkomentar sebab saya pikir
 dengan temperatur air panasnya yang 
rata rata diatas 55C
 kuman2 itu ( semoga ) sudah mati hehehe .. 
dan berhubung pandemi , kali ini saya hanya ingin
 jeprat jepret saja tanpa berendam ,
 sebab saya belum jelas bagaimana penularan covid19
 lewat media air hehehe ..  
jadi yang lebih saya nikmati sebenarnya adalah
 perjalanan dan udaranya serta ada sebuah tempat lain
 yang masih harus saya kunjungi 
diarah pulang ke Batu nanti yang tidak jauh letaknya
 dari Wisata Alam Air Panas Cangar ini ..
 naa , ketemu disitu yaaa ..
( Writing & Photos : Titiek Hariati , 24.10.20 ) 
keterangan foto :
01 . Cangar
02 . hijau sejauh mata memandang
03 . resto atau pabrik ?
04 . gerbang Wisata Alam Air Panas
05 . cantiknya Cangar
06 . Agro Techno Park UB di area 
Wisata Alam Air Panas Cangar
07 . bunga bunga Cangar

Minggu, 11 Oktober 2020

 

                 .. " Jangan Dinilai Harganya " ..

pandemi membuat banyak perubahan bahkan total .
selayak mata uang , pandemi membawa dua sisi
 yang tidak diduga sebelumnya bahkan oleh para pakar . 
 banyaknya PHK maupun kebangkrutan usaha kecil
 maupun besar , mendorong orang untuk
 berkreasi dan berinovasi jika tidak ingin terlibas 
kesulitan yang tanpa akhir !
  juga tahun ini nampaknya bukan tahun " permudikan "
 karena pembatasan disegala bidang . 
tentu saja termasuk diantaranya adalah
 anak anak saya sendiri yang sejak Januari 2020
 yang lalu saat kami berlibur bersama di 
Bandung, belum lagi bertemu . 
 tertolong teknologi , program mudik diganti lewat
 VC dll . dan masa masa " tidak bisa mudik " ini 
agaknya membuat mereka ingin membagi
 kerinduan pada " kampung halaman " 
dengan 
memberondong saya lewat berbagai kiriman .
 terhitung mulai Maret hingga yang terakhir
 adalah minggu yang lalu , saya seolah
 punya " rutinitas " membukakan pagar
 mas mas pengantar paket hehehe .. 
ada makanan , peralatan masak , laptop , suplemen dll .
 tentu semuanya datang secara surprise sebab
 anak anak memang menyukainya . 
yang terhitung " agak sering " adalah pizza , karena
 mereka tahu saya menyukainya sebagai
 teman nonton TV dan kedatangannya memang
 saat saat saya duduk manis didepan TV 
pada sekitar jam 20 an . 
 sekian tahun yang lalu sulit membayangkan 
bagaimana cara mengirim makanan dari jarak 
ratus bahkan ribuan kilometer . dan dijaman 
digital ini , jarak dan waktu seolah
 bukan lagi masalah . 
tentu perhatian anak anak ini sangatlah mengharukan
 saya sebagai ibu , dan saya selalu
 mengabadikannya lewat Instagram 
meskipun mereka selalu bilang 
" mama , nggak usah di IG kan " hehehe..
 cerita apa lagi yang layak saya IG kan jika bukan
 tentang mereka dan perjalanan2 saya sendiri 
yang terkena pembatalan karena pandemi ?
 jepretan2 saya dihalaman ini adalah sebuah
 " dokumentasi pribadi " yang saya ingin bagikan
 disini dengan mengusung 
sebuah pesan sederhana yaitu : 
 " Jangan menilai pemberian dari harganya , 
tetapi lihatlah kedalaman perhatiannya
 karena itu sungguh tidak dapat
 dinilai dengan uang " !
  terima kasih anak anakku ..
semoga Allah melimpahkan pahala dan
 kemudahan bagi segala urusan2
 dunia dan akherat kalian ..
 aamiin ..
( Writing & Photos : Titiek Hariati ,
 Malang , 11 . 10 .20 )
keterangan foto :
01 . kejutan siang hari : laptop .. !
 ( anak2 saya tahu laptop tua saya sudah
 berusia hampir 10 tahun hehehe .. )
02 . kue lebaran
03 . minggu yl , seperti biasa , 
Mangga ala Harvest
04 . panci granite  Debelin
05 . kejutan malam : PHD ..
06 . suplemen masa pandemi
07 . Debelin yang lain .. 
08 . kejutan malam diminggu yang berbeda
 
 

 




.. " Rawon Temas Saat Pandemi " ..  

benarkah saya berani " ngrawon " saat pandemi 

  yang seharusnya Take Away saja ?   

satu siang saya berniat ke Batu yang dari rumah hanya

 sekitar 10 menit saking sepinya jalanan terkena corona .  
 tujuannya umumnya mencari sayuran atau buah
 dan pulangnya akan " mbontot " sesuatu
 yang kemungkinan besar adalah gulainya warung Mesir
 tersebab saya yang nggak pinter masak gulai ! 
lewat didekat Batu , menoleh ke kanan ,
 saya kaget sebab ada banner banner bertulis 
" Rawon Temas " !
 lho .. dalam catatan saya , kedai atau resto itu atau
 apalah namanya itu sudah berganti nama / fungsi 
mulai dari De Java yang ala 
cafe cafe kekinian , 
terus berubah menjadi SMK , sekolah kejuruan ,
 terus berubah lagi jadi kedai steak ,
 dan diantara itu ada satu lagi yang saya sudah lupa .  
 perubahannya ke Rawon tentu saja menarik buat saya
 sebab dari catatan blog ini , cafe atau pun warung2
 yang " gagal " umumnya adalah yang 
" kelewat banyak memiliki menu " !
 ya menu barat ya timur ya tengah2 .. 
maka " keputusan " warung yang satu ini untuk hanya
 memilih satu menu saja , Rawon ,
 menurut saya cukup smart ! 
naa .. sepintas saya lihat 
( saat itu masih jam 11 lebih sedikit )
  di halaman parkirnya hanya ada satu mobil .
 maka  saya putuskan untuk putar haluan arah 
Malang dan masuk dihalamannya . 
dilantai bawah hanya ada satu meja terisi pasangan 
paruh baya dan dilantai atas kosong . 
" boleh keatas ? " , saya diijinkan 
( pdhal dimana mana umumnya kalau masih sepi ,
 tamu ditolak keatas, mungkin pramusajinya
 yang malas naik turun tangga hehehe .. ) .
 ini kali ke 3 saya kesini , saat dulu masih berjuluk 
De Java saya sempat dua kali menikmati panoramanya.
 lantai atas memang menawarkan
 panorama cantik dan duduk diterasnya adalah
 sebuah ketenangan atmosfer . 
membungkus rawon ? 
rasanya kali ini saya harus menikmatinya secara
 penuh alias Rawon plus Panorama dan 
Udara yang sejuk ! ( tetapi diam diam saya 
memakai sendok dan gelas pribadi yang 
ada dalam tas saya kecuali piring kertas yang 
saya bawa tidaklah mampu menahan
 kuahnya jadi piring tetap milik kedai ini .. ) .
 rawon panas plus jeruk panas , 
keduanya saya selesaikan  secara " kilat " dan
 saya berada disana tidak lebih dari 30 menit
 setelah saya dengar ada mobil lain masuk
 ke halaman parkirnya . 
dari skala 1-10 , Rawon Temas ini berada di
 angka 7 , atmosfer 7 , layanan 7 dan harga juga 7 . 
saat saya sudah masuk ke gerobak untuk
 melanjut perjalanan , dua mobil yang lain masuk !
 beruntung saya sudah pulang . 
percayalah kali ini saya optimis bahwa dengan 
mengusung hanya satu menu andalan , Rawon ,
 warung ini akan bertahan dan tidak lagi 
akan ber gonta ganti fungsi dan nama ! 
 daging rawonnya yang empuk , kuah melimpah dan
 bumbu rawon yang pekat mungkin akan
 menyaingi Nguling atau yang lain , 
semoga .. !
( Writing & Photos : Titiek Hariati , 11 . 10. 20 )
keterangan foto : 
01 . yummyyy ..
02 . musik alam , kicauan burung
03 . panorama teras belakang
04 . sudut lantai bawah
05 . teras yang sejuk dan senyap
06 . atmosfer
07 . Herjuno dikejauhan
08 . papan luar ditepi jalan raya
09 . cuci tangan , masker ,
sarung tangan dan berjarak meski kedai sepi

Jumat, 09 Oktober 2020

 

 

.. " Mencari Susu Nongkojajar " ..

pandemi yang belum juga nampak ujung akhirnya yang membuat Indonesia dilarang masuk kelebih dari 60 negara , membuat perjalanan2 domestik" laris " meski dengan protokol ketat .maklum , para pejalan2 ini " gatal kakinya " kalaukelewat lama terjerat PSBB dirumah ber bulan2 . bagaimana dengan saya ? 3 perjalanan manca sudah batal dan mengublek sekitarMalang Raya adalah alternatif untuk sedikit bertukar atmosfer dan mencari bahan blog ini . 

 
kali ini saya memilih Nongkojajar yaitu sebuah
 desacantik yang searah dengan Bromo .
sekitar 40 km dari 
Malang dan dengan memilihhari biasa, maka
 perjalanan pulang pergi sangat senyap dan
 serasa " dalane embahe dewe "
 ( seperti jalan raya neneknya sendiri hehehe .. ) .
 cukup lama saya tidak ke Nongkojajar , terakhir 2016 !
sehingga saya harus ter heran2 dengan perubahan 
dan perkembangannya . disini ada beberapa industri
 besar seperti Pakan Ternak , Susu , dll .
bahkan hutan hutan pinusnya saat ini mulai terlihat
 menggeliat menjadi area area wisata yang 
ber lembah2 indah dan cafe cafe mulai bertaburan . 
 tetapi karena saya tidak berniat " cangkruk " , 
saya hanya ingin mengambil foto fotonya saja
hingga sampai di Koperasi Susu terbesar untuk
 menjajal Susu Telur Madu Jahe ( STMJ ) nya 
dan Susu Gula Aren untuk takeaway !
 udara sejuk Nongkojajar dikombinasi dengan 
susu hangat , rasanya lupa dengan pandemi hehehe .. 
diarah pulang , saya baru memperhatikan 
 papan papan ucapan selamat atas dibukanya 
 sebuah warung gede berjuluk " Omah Toetoer " ... !
( maklum , kadang nyetir fokusnya terbagi bagi )
penasaran , saya berhenti dan bertanya satpamnya
" pak , resto baru ya, sudah buka ? " ..
dijawab sudah dan dipersilahkan parkir di
halamannya yang luas .
 warung cantik ini tampak kosong melompong karena 
memang masih sekitar jam 11dan hari biasa
 dengan lokasi yang tidak seramai Batu pasti lah sepi ..
akhirnya saya mengublek warung yang masih gres
 dan dikepung panorama cantik ini !
saya lihat daftar menunya juga lumayan menarik . 
tetapi pandemi tidak mengijinkan saya untuk 
menu menu yang unik , karena disebelah 
depan saya ada stan bakso yang kuahnya nampak 
mengepul ngepul !" demi keamanan " ,
 dan supaya saya tidak hanya jeprat jepret saja ,
 saya membungkus bakso yang ternyata rasanya
 lumayan yummmyyy ... !! 
( harap dicatat : bakso kalo Take Away harus 
siap tidak berkuah, jadi pilihannya 
bakso bakar  dan pentol yang dimakan dengan 
kecap berlombok hehehe ,
 tetapi masih sangat panas alias baru selesai dimasak ! )
warung yang gres dan nyaman serta luas ini
 bisa jadi salah satu pemberhentian yang nyaman 
di Nongkojajar .  diantarkan seorang pramusajinya,
 saya  melihat lihat Pojok Oleh Oleh yang 
disitu yang berisi produk2 lokal mulai kopi , kripik2 ,
 bumbu2 masakan dll yang terkemas rapih .
membungkus beberapa sate bakso bakar dan pentol 
memang belum 100% kenyang , anggap saja pembuka
 selera makan hehehe ..
maka ketika dari sana saya  melewati beberapa warung ,
 kedai , cafe lainnya disepanjang perjalanan 
dari Nongkojajar arah pulang,
saya tertarik untuk mampir diwarung 
 " Anak Gunung " yang juga mengusung 
makanan dan minuman serta produk2 lokal
 untuk oleh oleh .
 di " Anak Gunung " siang itu saya hanya 
bertemu dengan sepasang suami isteri dari
 Surabaya .dan saya pilih ke lantai atasnya yang 
yang sepi dengan view yang lumayan cantik .
kali ini saya terpaksa memberanikan diri untuk 
makan ditempat dengan lalapan ayam kampung
 karena perut sudah memanggil dan 
dilantai atas hanya meja saya yang terisi . 
pramusaji yang mengenakan masker dan faceshield
juga membuat saya percaya  bahwa 
patuh protokol adalah vaksin !
saya kembali ke Malang setelah sekitar dua jam lebih
bertukar oxygen di desa Nongkojajar  .
perjalanan yang ber kelok2 dengan triple triple triple S
 yg banyak dan naik turun  ,
lumayan men charge adrenalin !
 semoga Nongkojajar bisa mensejajarkan diri dengan 
Batu dalam infra struktur kepariwisataannya,
meskipun ada kekhawatiran bahwa ini justru
 akan merusak keseimbangan lingkungan 
dan alamnya yang masih terlihat asri dan asli !
bagaimanapun ,semoga 
tidak kelewat menor seperti Batu .. !
  ( Writing and Photos : Titiek Hariati , 07 . 10 . 20 ) 
 catatan : munculnya sedikit masalah dengan New Blog Layout Management , membuat tulisan kali ini sedikit terlihat aneh layoutnya, mohon maklum hingga saya dapat menyesuaikannya kembali pada gaya layout yang biasanya , terima kasih .
keterangan foto : 
01 . jalanan arah Nongkojajar , senyap
02 . gerbang Nongkojajar
03 . view depan resto Omah Toetoer
04 . sepi .. resto gede nampak senyap ..
05 . susu jahe Nongkojajar
06 . salah satu kedai susu
07 . truk antri susu
08 . pasar Nongkojajar
09 . papan petunjuk arah G .Bromo
10 . sejuk..
11 . kopi lereng Bromo
12 . resto baru yang melompong ..
13 . ayam kampung yang gurih
14 . didepan " Anak Gunung " 
15 . kripik2 lokal
16 . sejukkk ...