Minggu, 23 Februari 2020



 .. " Tahu Tahu Sudah Sebulan " ..
waktu adalah satusatunya yang manusia tidak
 mampu menghentikan . baru saja saya selesai
 menulis tentang pertemuan rutin Reboan
 atau Warung Wednesday Club yang terjadi tanggal 
15 Januari yang lalu , ternyata tanggal 
19 Pebruari yang lalu sudah ketemuan lagi !
tentu saja senang tetapi ada sedikit " kecemasan " 
bahwa sesungguhnya hidup hanyalah
 Super Singkat ...
 menyadari ini maka salah satu aktivitas kumpul2 
teman menjadi sesuatu yang mewah 
karena tidak ada seorangpun yang tahu
 Kapan Penjemputan Tiba ..

memilih tempat disebuah Guest House yang rimbun
 dedaunan , sesuai namanya , De Daunan , di Batu ,
 sekitar 11 orang berkumpul siang itu .
 topik yang dipilih memang agak " seram " yaitu : 
" Firasat Apakah Yang Anda Miliki Saat
 Orang Orang Terdekat Wafat " ?
 ( " Having a premonition death of our beloved people " ) 
 Ibu Indra yang menggagas topik ini harus
 berhadapan dengan beberapa peserta yang
 menangis saat bercerita pengalamannya kehilangan
 orang2 tercinta .. ( lha .. ? ) .
 Tiba2 tuan rumah yang juga owner dari guest house
 De Daunan ini berpamitan akan melayat saudaranya
 yang pagi tadi wafat , maka yang tertinggal 
hanyalah si nyonya rumah bersama kami2 .
 Tak lama hujan lebat turun . 
Waduh , betul2 topik diskusi yang dipilih dan sikonnya
 kok ya pas banget plus hujan lebat 
yang menambah suasana " magis " hehehe ... 
selesai makan siang dan puas ngobrol2 
kamipun berpisah lagi untuk bertemu kembali
 pada pertemuan Maret 2020 mendatang .. 
 semoga Allah memberikan kesempatan seperti
siang ini masih puluhan kali lagi , 
aamiin .. 
( Writing & Photos By : Titiek Hariati, 
Malang , February 2020 )
 keterangan foto :
01 . saya ( tengah ) terlihat serius ya .. hehe ..
02 . suasana diskusi
03 . deDaun yang penuh dedaunan ..
04 . oranye yang cantil
05 . kolam renang juga ada 
06 . hujan rintik2 ..
07 . sebagian sibuk foto2
08 . berfoto ria sebelum diskusi
09 . makan siang ala De Daunan
10 . atmosfer ruang pertemuan

Jumat, 21 Februari 2020






.. " Yang Ini Adalah Sabtu an " ..
pada komunitas yang lain , 
pertemuan rutinnya adalah setiap Sabtu ke 3 ,
 yang diberi nama Saturday Morning Club / SMC . 
kali ini pertemuan dikediaman ibu Tur yang
 agak berbeda sebab " dimeriahkan " oleh player
 yang konon sekaligus memperingati 
Tahun Baru , Imlek dll " tumplek Bleg " jadi satu .
 topik yang dipilih adalah
 " Bagaimana Cara Mewujudkan Resolusi 2020
 Yang Telah Dipilih Sebelumnya ? " .
 ( pada pertemuan Desember yang lalu memang
 sudah didiskusikan tentang pilihan
 resolusi 2020 ini dan kali ini adalah
diskusi tentang  upaya2 untuk mewujudkannya ) .
 namanya saja klub cas cis cus , 
maka diskusi kadang berjalan " gronjalan "
 karena para " pinisepuh " ini mulai pikun
 istilah2 tertentu dalam bahasa alien ini hehehe ..
tetapi semuanya menjadi cair ketika masuk
 acara hepi2 ! bahkan jangan heran kalau
 meja meja harus disingkirkan karena banyak
 yang ingin menggocang lantai .. wow ,
 jangan melihat usia ,
 kalau sudah urusan dance hehehe .. 
( kalau saya tetep saja bagian jeprat jepret sebab
 urusan dance saya lebih suka sebagai penonton  saja
hehehe  .. apa saya kurang musikalis ?
  nggak , sebab sayalah justru yang cuap cuap 
mengiringi yang sedang nge dance dengan
 It's Now Or Never atau Quando Quando
 atau Volare dll hehehe .. ) .
 ngobrol sudah , diskusi sudah , makan siang sudah ,
 nge dance dan nyanyi sudah ,
 maka pertemuan ditutup dengan Kemesraan 
dan Kapan2 yang merupakan janji bahwa
 kami akan bertemu kembali pada 
masa mendatang .. Bye and see you .. 
 ( Writing & Photos By : Titiek Hariati , 
January 25th , 2020 ) 
keterangan foto :
01 . rame2 sebelum bubaran
02 . dokter Nannerl sedang asyik ber duet
03 . monggo dahar ..
04 .dua dokter berdiskusi atau nyanyi ?
05 . gethuk asale soko telo ...





 .. " Reboan Di 15 Januari 2020 " ..
pertemuan rutin pada tiap Rabo Ke 3 ,
 terjadi 15 Januari 2020 yang lalu . 
memang tidak pas Rabo ke 3 tapi kadang ada
" excuse " ketika yang jadi host berhalangan
 pada Rabo ke 3 nya .
 tempat pertemuan tergantung host nya , kalau ingin
 dirumah sendiri ya boleh , di resto atau warung
 atau cafe atau hotel ya boleh .
kali ini mengambil tempat di SMK 3 Jalan
 Surabaya . lho kok disekolahan ?
 SMK ini memiliki hotel dan resto untuk praktek
 kerja siswa2nya . jadi , menurut ibu yang sudah
 berpengalaman menyelenggarakan 
berbagai pertemuan disitu , sebaiknya
 Reboan kali ini kami mencobanya disitu .
 setengah ragu ragu saat memasuki halaman sekolahnya ,
 sebab membayangkan sekolah
 adalah bukan tempat yang nyaman untuk
 pertemuan2 semacam Reboan atau 
bahasa aliennya klub ini adalah 
Warung Wednesday Morning / WWM . 
mungkin ada benarnya bahwa  untuk pertemuan2 
semacam WWM ini kurang nyaman karena 
" resto " ini memang bernuansa 
" tempat praktek atau magang kerja para siswa "
 terutama yang mengambil jurusan perhotelan .
tetapi surprisenya adalah bahwa 
kekurangan nyamanan ini ternyata mampu
 tertutupi oleh masakan masakan yang dihidangkan ..
 saya tidak segan memberi nilai 
7 dari skala 0 - 10 ! 
sebut saja Fuyunghai nya yang yummyyy ... , 
terus juga ada ayam rica2 , mie goreng ,
 gurami filet dll ... dua jempol boleh ! 
mengapa bisa begitu ? konon karena ini adalah
 praktek magang dibawah pengawasan
 para pembimbingnya , maka sudah 
pasti hasilnya keren ! 
( harapan saya , meski kelak tidak ada lagi
 pengawasan saat sudah lulus ,
 teruslah disiplin dalam berkarya agar kwalitas 
yang sudah baik ini tidak lalu menurun ! ) . 
oya topik yang dipilih dalam pertemuan kali ini
 adalah " Bagaimana Agar Tetap 
Terlihat Muda Dalam Semangat " . 
naaa ... karena penyampaian diskusinya dalam
 bahasa Madura e .. Inggris , muncul kelucuan2
 karena kesalah pahaman dalam memaknai
istilah " muda " yang memunculkan
 berbagai interpretasi .
pertemuan yang gayeng ini berakhir pada sekitar
 jam 13 .00 dan kami sepakat untuk 
bertemu kembali pada tanggal 19 Pebruari 2020
 di De Daunan Guest House kebetulan ownernya
adalah salah satu anggota WWM .
 sampai jumpa ya ... ! 
 ( oya .. saat mau pulang ternyata banyak ibu ibu
 yang " mbontot " memesan masakan untuk
 yang dirumah hehehe ...
 begitulah namanya emak2 .. )
 ( Writing & Photos By : Titiek Hariati , February 2020 ) 
keterangan foto : 
01 . rame rame sebelum berpisah
02 . saat diskusi
03 . saat makan siang
04 . jeprat jeprat adalah tugas sampingan saya
05 . batas ruangan resto dan guest house
06 . atmosfer resto SMK 3 Mlg
07 . daftar menu

Kamis, 20 Februari 2020




.. " Jam Berhenti Di Loe Mien Toe " ..
berdiri sejak sekitar 2014 , 
sebuah Roemah Coffee yang bernama 
Loe Mien Toe / LMT dan berkonsep jadul ini
 ada di Jalan Tata Surya 2 , Malang .
hanya sekitar lima menit dari rumah saya ,
 tetapi saya harus akui bersalah , 
karena saya " mengabaikannya " hingga satu
 sore saya merasa ingin menebusnya .
 hujan lumayan deras saat saya masuk di 
gerbangnya yang dikawal dua singa .
 dari pintu masuknya , telah jelas bendera yang 
diusung Roemah Coffee ini yaitu Gaya Djadoel .
 maka segera saja mata kita didominasi oleh ratusan
 barang barang antik yang mungkin sayapun
 bahkan belum lahir saat benda benda
 tersebut sudah umum digunakan orang
 pada jamannya . 
alat alat dapur , rumah tangga , hiasan hiasan 
dinding dll semuanya adalah datang dari
 Masa Lampau yang saya yakin sarat sejarah . 
seorang tamu berkomentar : 
" wah ,  ini seperti tas kulitnya Indiana Jones ya .. " 
 dengan pembagian ruang yang unik alias
 mirip labirin , sayapun hanya mendapat
 tempat duduk agak didepan karena sore yang
 berhujan itu LMT lumayan rame .
sayapun hanya ngopi plus singkong goreng karena
 jam makan sudah lewat dan 
belum saatnya makan malam . jam 15.00 .
 banyaknya fotografer maupun para " selfier " 
saat itu tidaklah mengherankan 
karena obyek foto di LMT ini memang berlimpah .
 sejak saya membuat blog ini pada tahun 2008 ,
 resto dengan gaya jadul seperti LMT ini
 sebenarnya cukup banyak yang sudah
 saya tulis di blog .
 tetapi namanya keberuntungan , 
memang tak dapat dikejar dan ditolak .
 banyak diantaranya yang bertumbangan . 
kalau saya lihat sejarah LMT sejak 2014 ,
 saya boleh ber optimis ria bahwa Roemah Coffee
 yang satu ini akan bisa bertahan sebagai 
tempat cangkruk bergaya jadul , 
semoga .
 meneliti daftar menunya yang menawarkan
 bermacam masakan populer seperti nasgor ,
 mie goreng , soto dll plus camilan2 seperti pisgor ,
 singgor dll juga deretan minuman2 populer
 dengan harga " anak kos " , 
saya sungguh yakin LMT masih akan bertahan
 bahkan 10 tahun kedepan ! 
satu2nya kekurangannya adalah tempat parkir 
yang nyaris Tidak Ada , sehingga ber siap2 lah
 berjalan agak jauh kalau ternyata harus
 memarkir kendaraan di halaman2 
rumah tetangga LMT ..
penasaran ingin menjajal piano jadulnya ?
 yukkk ..
( Writing & Photos by : Titiek Hariati , February 2020 ) 
keterangan foto :
01 . salah satu sudut LMT
02 . penjaga pintu masuk
03 . mesin tik jaman buyut buyut 
04 . silsilah pewayangan 
05 . atmosfer sebelah dalam
06 . nama sebelah luar
07 . singkong goreng disaat hujan
08 . daftar mamin dengan harga anak kos
09 . salah satu deretan benda antik
10 . tempat cangkruk sebelah luar
11 . halaman depan
12 . kucing yang ayem
 





.. " 02 . 02 .2020 " .. 
 Angka Cantik Yang
 Tak Akan Mungkin Terulang Lagi .. ! " .. 
pada 02 . 02 . 2020 yang lalu ,
 sulung saya tertakdir lahir pada tanggal kembar 
dengan saya hanya berbeda tahun hehe ..
 tentu pada angka yang cantik ini sulit dilewatkan
 begitu saja meski bukan hanya karena angkanya
 yang luar biasa ! 
maka sayapun mencoba menghadirkan teman2
 ( bukan kerabat dekat ! ) dari 5 komunitas
 yang berbeda beda . 
ini memang tidak seperti sebelumnya ditahun 2019
 yang saat itu juga ada kerabat2 dekat .
 mengapa demikian ? 
karena saya ingin berbagi kegembiraan bersama
 para senior yang berusia rata rata
 sudah diatas 70 !
 lho .. apakah mereka dari Panti Jompo ? 
 kebetulan bukan . meskipun usianya sudah 
sepuh2 , ternyata beliau2 ini masih bersemangat 
untuk kumpul2 di sana sini dalam berbagai
 komunitas berbahasa Madura e .. Inggris ,
 Belanda dan sebentar lagi Jerman !
konon untuk Melawan Lupa !
 bermacam latar belakang yang mereka miliki 
telah membuat grup grup ini semakin menarik
 disaat kumpul2 . ada yang mantan
 dosen , guru besar , profesor , dokter , pengusaha dll .
 lho apakah ada " mantan profesor " ? 
 maksud saya , 
pendidik itu sebenarnya adalah profesi sepanjang 
hayat yang spiritnya sebagai pendidik 
tidak dibatasi bahkan oleh masa pensiun .
 maka sengaja saya pilih sebuah lokasi yang
 memungkinkan mereka datang dengan kursi roda ,
 tongkat dll tanpa mengalami kesulitan .
 pilihan jatuh di lantai 5  Royal Cafe360 di Batu .
 dengan bantuan staf cafe , beliau2 nanti dapat
 memparkir mobilnya langsung didepan lift yang
 berjarak hanya dua meter !
 50 : 50 adalah perbandingan usia yang hadir yaitu
 50% berusia seangkatan saya kebawah ,
dan 50% diatas usia saya .
  sekitar 50 teman siang itu memenuhi lantai 5 
Royal Cafe360 yang memiliki pemandangan cantik
 360 derajat berkat dinding2 kacanya ini !
berada tepat diseberang Dino Mall/ Jatim Park 3 ,
cafe ini betul2 adalah sebuah
permata kota  Batu  .
 inti acara ini sesungguhnya sederhana saja , 
yaitu berbagi kegembiraan bersama .
 maka ketika dua instruktur senam dan dance saya
 hadirkan siang itu , ruangan di lantai 5 itu berubah
 menjadi semacam Dance School .. !
jangan mengira bahwa para senior2 itu hanya 
duduk manis , ternyata justru merekalah yang
lebih  banyak menghentak lantai mulai 
Poco2 , Cha2 , Samba dll wow ..!
 ( saya cukup bagian jeprat jepret saja sebab kalau
 menyangkut dance , saya lebih milih disuruh 
cuap cuap atau dibelakang mikrofon saja hehe .. )
 suasana makin hangat ketika mikrofon akhirnya
 berpindah pindah tangan dari para 
" penyanyi dadakan " yang gayanya mengingatkan
 pada film2 70an seperti Saturday Night Fever dll 
 tidak dibutuhkan suara merdu ,
 yang penting adalah guyub , lucu dan akrab .. 
yang tadinya malu malu menyanyi , mendadak
 menjadi " malu maluin " hihihi.. 
tapi inilah yang memang saya tunggu tunggu ..
 suasana sudah sangat cair , malah pada 
berebut nyanyi , opo tumon hehehe ..
  terharu saya melihat kegembiraan semuanya , 
adakah yang lebih mahal dari membuat sesama
 kita bahagia meski mungkin hanya sesaat ?
 tetapi tiada sesuatu yang tiada berujung , 
pada akhirnya kami juga harus berpisah kembali 
lewat lagu Kemesraan dll untuk berjumpa
 kembali dilain masa ..
 terimakasih atas semuanya , 
sungguh  tidak ada yang lebih berharga dari pertemanan,
 apalagi diusia yang sudah
 tidak lagi muda, rasanya mengoleksi benda2 tertentu
 sudah bukan lagi penting atau istimewa
 kecuali bahwa kita mampu " mengoleksi " teman
 dan kerabat yang kelak akan menjadi 
pengantar dan pendoa disaat kita menuju ke 
peristirahatan abadi .. 
 maka biarlah kalender telah menunjuk ke 
angka berapapun takdir bicara ,
 yang lebih penting adalah mengisi angka angka
 kelender itu dengan tabungan2 kebaikan 
yang bermanfaat bagi sesama ...
semoga .
( Writing & Photos by : Titiek Hariati , February 2020 ) 

keterangan foto : 
01 . sekitar 50 teman hadir
02 . adakah yang lebih berharga dari ini ?
03 . poco2 , cha2 , samba , apapun ..
04 . usia bukan halangan untuk hepi2 ..
05 . sesaat lupa masalah ..
06 . jangan melihat usia
07 . eks dokter , guru besar dll tidaklah masalah ..
08 . yang ini adalah ex Sriwedari , Ijen 32
09 . ini dari SMC 
10 . acara belum resmi dimulai,
 tapi senior yang satu ini sudah menghangatkan
 atmosfer ,
 terima kasih mbak Wiwik .. !
11 . para instruktur dance
12 . duet juga sah2 saja 
13 . biasanya jadi player , sesekali nyanyi juga okay !
14 . " paituners " 
15 . senior yang satu ini masih semangat menyanyi
meski harus dengan duduk .. makacih ya !
16 . wakil2 dari 5 komunitas yang hadir 
17 . pemandangan cantik dari lantai 5
18 . dinding2 kaca memungkinkan
 panorama 360derajat !