Jumat, 18 Januari 2019



.. " Jaman Now , Jaman Hoax " ..
sesuatu yang hoax saat ini sudah dianggap lumrah .
 tetapi disisi lain , ada kecenderungan bahwa  
orang nampak makin cerdas untuk 
membedakan mana hoax dan tidak . 
adapun yang masih terkena virus hoax biasanya rame2
 ditegur WA grupnya supaya tidak meneruskan
berita hoaxnya . lha yang di japri , 
biasanya masih ada tarik ulur antara percaya dan tidak .  
 demikianlah tipe informasi dijaman digital , 
dimana miliaran informasi tiap detik berseliweran
 dan kita sebagai usernya memang dituntut
 cerdas kalau tidak ingin dicerdasi orang lain hehehe .. 
lalu bagaimana cara membedakan atau
 menyikapi informasi yang sliweran dan liar ini ?
ada langkah2 sederhana dan aman agar kita tidak
 terkena kasus cyber crime gara gara ikut
 menyebarkan informasi bohong . 
dan dari pengalaman pribadi saya biasanya begini :
01 ) masuknya sebuah informasi , 
saya endapkan dulu bila sifatnya tidak urgent 
dan umum ( misal ada berita sakit atau 
meninggalnya tokoh A ) yang tidak 
berkepentingan / berpengaruh kepada saya . 
02 ) bila sifat informasinya cukup berpengaruh pada
 saya ( misal isu pemakaian zat2 tertentu yang 
berbahaya pada jenis merk kosmetik yang 
kebetulan saya juga memakainya dll ) maka
 saya akan mencari tahu lebih dulu baik melalui 
internet maupun manual kepada pihak2 yang terkait
 karena bisa saja persaingan bisnis menjadi
 sumbernya atau isu tersebut memang benar adanya . 
 03 ) sebaiknya tidak mudah terpancing 
oleh isu isu menarik / bombastis meskipun
 menggelitik hati kita untuk men share nya segera
 dengan yang lain . terlalu cepat men " share " tanpa
 terlebih dulu men " saring " nya adalah sebuah
 ketidakcerdasan yang tidak mustahil
bisa  membawa kita dalam masalah hukum .
 jaman memang sudah berubah cepat dimana 
internet menjadi sebuah berhala yang manusia
 memujanya sebagai sebuah Dewa Penolong 
disaat kebuntuan informasi atau masalah . 
hampir tidak ada isu yang tidak disinggung di internet
 seolah dunia sudah dalam genggaman tangan kita
 melalui HP atau laptop . 
dari miliaran isu ini , juga ada miliaran kepentingan
 yang beragam dari para pemostingnya , 
mulai dari mereka yang jujur hingga yang menipu  .
 lalu dimana posisi kita sebagai user ?
 HP atau laptop hanyalah sebuah alat atau 
perangkat untuk mendukung kebutuhan hidup kita . 
ia bisa menjadi pendukung yang positip bagi kita
 tetapi juga bisa sebaliknya bila
 kita menyalah gunakannya . 
sungguh , pada akhirnya pilihan ada
 ditangan masing masing .
( Titiek Hariati , Malang , Januari 2019 , 
gambar2 diambil dari google ) 










 

Rabu, 16 Januari 2019



.. " Robusto , Warkop Milenial " ..
menilik tampilan dan usianya ,
 remaja yang sedang asyik meracik kopi pesanan
 saya itu lebih mirip anak muda yang sedang
 main main didapur . 
vietnam drip akhirnya selesai dan ada dimeja saya .
 " mas ini owner nya ya ? " saya dengan setengah 
hati bertanya sebab gaya tampilannya santai 
dan sempat meminta maaf karena 
" bercelana pendek " saat mendekati meja saya . 
" iya bu " , maka sayapun tidak setengah hati lagi .
 
mengapa saya " tega menghakimi " penampilan
 celana pendeknya ? dari sekian puluh 
bahkan ratus cafe di blog ini dimana saya sudah 
" blusukan " , umumnya ownernya lebih tua atau dewasa usianya serta dengan tampilan " lebih serius " hehehe ..
 maka hampir 15 menit berikutnya dari
jawaban " iya bu " tadi ,
  saya mendapat " kuliah singkat " tentang
 bermacam hal dijagad perkopian lokal
 plus rencana2 kedepannya dalam mengembangkan 
cafenya . " Robusto itu bahasa Spanyol yang
 artinya adalah kurang lebih kokoh " ,
 jelasnya kepada saya yang salah kira dengan 
" robusta " sebagai salah satu jenis kopi .
  saya bahkan diantar ke lantai dua untuk melihat 
ruang yang bisa disewa untuk event2 yang membutuhkan
 privasi . cafe ini memang terletak di 
Jalan Raya Tlogomas no 2 yang dikenal sebagai salah 
satu lalin teruwet di Malang meskipun tidak perlu
 khawatir dengan parkir karena disebelah belakang 
dari Robusto ini ada halaman yang 
lumayan luas untuk parkir . 
keberaniannya untuk memilih lokasi ini sudah tentu 
bukan tanpa pertimbangan . 
beberapa kampus ada 
didekatnya dan kelas Robusto  yang diatas kelas warkop2 
mahasiswa yang mengkerubuti area area kampus , 
adalah semisal ajakan untuk 
" menaik kelaskan " 
budaya ngopi mahasiswa ke sebuah atmosfer yang
lebih berkelas ! semoga begitu .
saya juga ingin menjajal Spring Roll dan Spagheti nya , 
sebab penasaran bagaimana anak muda ini 
merepresentasikan kelas dari Robustonya . 
dari skala 1-10 , saya rela memberikan 6,5 untuk keduanya
 baik segi penyajian maupun rasa dan harga .
 jaman memang telah berubah . kalau jaman saya , 
yang namanya pengusaha itu umumnya mereka yang
 berusia diatas 30an dan itupun masih pemula .
 
baru ketika mereka berusia 60 an , terlihat sudah
 mapan dan sukses . abad milenial
 dengan segala tantangannya , telah dijawab oleh 
sebagian dari generasinya dengan sebuah keberanian
 yang tidak terlintas 50 tahun yang lalu .
 saya ikut senang dan bangga bahwa saat ini makin
 banyak anak anak muda kita yang memiliki jiwa entrepreneurship tinggi disertai semangat risk-taker
 mulai yang kelas PKL an hingga yang kelas bintang lima !
 maka kalau Robusto saya letakkan sebagai
 kelas bintang 2 , semoga kelak akan bisa mencapai 
yang lebih tinggi alias mendunia dengan
 membawa perwajahan kopi Indonesia ! 
 lha mosok kalah dengan Starbucks yang kopinya impor
 tetapi bisa mendunia ? kekayaan beragam jenis kopi
 ditanah air adalah sebuah harta karun budaya kopi
 ala Indonesia yang harusnya bisa mengalahkan 
Starbucks !dan saya optimis ditangan 
pengusaha2 muda yang cerdas seperti 
Hans Chandra Wijaya ini kopi Indonesia satu saat
 akan menggeser Starbucks ! 
 sebuah visi yang harus dimiliki agar warkop warkop 
Indonesia bisa bertebaran di 5th Avenue atau 
tempat nongkrong ngopi di Kartnerstrasse Vienna
 dimana saya biasanya cangkruk .
semoga ! 
( Writing & Photos : Titiek Hariati , 
Malang , 15 January 2019 ) 
 keterangan foto :
01 . vietnam drip
02 . sibuk meracik
03 . alat musik lengkap di lantai dua
04 . atmosfer lantai bawah
05 . spring roll
06 . spagheti
07 . tampak depan
08 . pilihan cukup banyak
09 . matter of taste







 

Senin, 14 Januari 2019







.. " Di Dempo Juga Ada Ayam " ..
tidak ada lagi area steril di kota Malang , 
termasuk Jalan Dempo yang letaknya dibelakang
 Ijen Boulevard . bangunan bangunan ex 
jaman kolonial disitu secara perlahan tapi pasti mulai
 berdandan dengan sentuhan kekinian .
 disatu pojok , dengan alamat Jalan Dempo nomor1 ,
 sejak sekitar dua tahun terakhir sudah 
" mlungsungi " menjadi Depot Ayam Goreng .
 saya memang baru kemarin mencicipi sebab tiap kali
 lewat disitu , terkesan " sepi sepi " sehingga
 saya putar balik kearah lain yang lebih terlihat 
berkerumun . ini adalah bahasa psikologis dimana 
manusia lebih mudah dipengaruhi oleh 
sesuatu yang " diminati banyak orang " padahal 
belum tentu memuaskan .
 kemarin juga sama , hanya ada satu meja terisi saat 
saya masuk . dengan ruangan2 yang terasa 
lapang dan lega , depot yang satu ini memang 
punya kelebihan atmosfer yang  sejuk nyaman .
 disebelah dalam atau belakang saya malah 
menemukan lebih banyak privasi .
pilihan menu saya sudah tentu ya ayam ,
 meskipun disitu menyediakan opsi udang dan gurami .
 ayam penyet , kuah asem , oseng2 tahu tempe ,
 itu yang saya pilih . dari segi rasa , skala 1 - 10 , 
saya ikhlaskan 6,5 dan layanan , atmosfer , 
harga dan lahan parkir saya berikan angka 7 . 
tentu saya betah untuk diminta berlama lama disitu
 karena suasana yang tenang , bersih dan sejuk
 meskipun 1,5 jam lewat tak terasa .
  untuk rombongan yang sekitar 100 orang bahkan
 lebihpun  tempat ini terlihat tidak masalah , 
dan event2 seperti ultah dll rasanya juga pas .
 naa .. yang penasaran seperti apa perwajahan 
Jalan Dempo jaman now , 
buat yang diluar Malang atau negeri, silahkan buka2
 internet untuk melihat ayam penyetnya
 .. yukkk ...
( Writing & Photos : 
Titiek Hariati , Malang , January , 2019 ,
 saya tulis di tempat service Daihatsu Blimbing , 
sambil nunggu  ) 
keterangan foto :
01 . ayam penyet dan oseng2 tempe tahu
02 . atmosfer depan
03 . atmosfer belakang
04 . pilihan menu
05 . kasir






 

Sabtu, 12 Januari 2019



 .. " Berhala Jaman Now ? " ..
bukan rahasia bahwa saat ini HP menjadi 
kebutuhan paling tinggi melebihi teman , saudara atau 
pasangan hidup ataupun pacar . masak segitunya ? 
ya iyalah , betapa paniknya seseorang ketika sadar
 HP nya ketinggalan atau ketlisut atau lowbat dll 
yang kalau itu teman atau pasangannya yang 
ketlisut masih bisa ditolerir dengan 
" ah , paling2 nanti kan pulang juga .. " ! 
keluhan para ortu angkatan saya adalah bahwa kalau 
kumpul2 dengan anak atau cucu atau kerabat ,
 aktivitas di ruang kumpul2 atau meja makan 
adalah HP , dan obrolan menyusut . 
belum lagi yang punya kepentingan gawat seperti 
sedang kasmaran , maka HP menjadi berhalanya !
 mingset sana mingset sini untuk 
menyembunyikan 
 komunikasinya dengan si do'i dan segala aplikasi yang
 bersifat melindungi rahasia WA , Insta , FB dll 
dipakai agar kerahasiaan terjamin .
 perpecahan dan perceraian meningkat gara gara HP
 dan sosmed sudah menggantikan komunikasi manual .
 George Orwell yang saya baca bukunya yang
berjudul " 1984 " sudah melihat jauh kedepan bahwa
 kita akan hidup dijaman yang serba " less " .
 paperless , officeless , cashless , dan less less lainnya 
yang pada akhirnya tidak mustahil humanless
 alias jaman robot ! dan di negara2 maju hal ini sudah lama 
 terbukti . industri2 sudah memakai robot dan
 manusianya makin sedikit sebab robot tidak perlu 
digaji dan dipensiun serta bayar pajak !
dengan saat ini setiap orang via HP nya dapat 
mengendalikan kegiatan hidupnya cukup dengan 
klak klik fitur HP , maka untuk apa lagi ke
 bank , restaurant , daftar sekolah , booking tiket ,
 check in pesawat dll secara manual ? 
sekolah atau kuliahpun sudah dapat tergantikan 
dengan sistim online , maka benar benar manusia
 dihadapkan pada persaingan besar yaitu 
Teknologi Digital dan Kecerdasan Buatan yang
dulu hanya ada di komik komik fiktif ! 
 tidak mustahil satu saat kita tidak lagi perlu dan
 tidak bisa lagi melamar kerja bahkan 
lapangan pekerjaan amblas karena sudah
 digantikan robot2 dan mesin2 cerdas lainnya ! 
silaturahmi lebaran atau hari hari keagamaan 
lainnya sudah digantikan dengan kunjungan via 
hologram yang saat ini masih memakai 
videocall !
 miriskah ? ada yang berpendapat justru
 menyenangkan karena bisa berhemat ongkos pesawat
 dan oleh oleh . dipihak lain ada yang sedih karena 
silaturahmi secara fisik atau manual sudah 
makin menyusut  dan kehilangan ruh nya .
 lalu bagaimana sebaiknya menyikapi perkembangan 
jaman yang pesat ini ? nasehat kepada 
anak cucu untuk mengurangi aktivitas HP disaat
 kumpul2 mungkin tidak selalu berhasil apalagi kalau
  berdalih untuk aktivitas pekerjaan yang tidak bisa
 ditinggalkan walau pas kumpul2 . 
jadi bagaimana sebaiknya ? 
sungguh tidak ada nasehat yang dapat bersifat 
general karena masing2 keluarga memiliki 
" family culture " yang beda beda .
 hanya dengan " wisdom " sesuatunya dapat dikendalikan
 dan para ortu memiliki tugas untuk menanamkan
 kesadaran ini agar putra putrinya tidak HP maniak
 disaat saat silaturahmi yang menjadi barang mewah
 karena kesibukan yang merampas
 waktu bercengkerama dalam keluarga . 
 saya yang hidup melewati 4/ empat jaman merasa 
bersyukur bahwa Jaman Emas itu pernah ada
 dimana komunikasi manual masih terpelihara
 meskipun disisi lain ada kesulitan2 
dikarenakan Jarak , Tempat dan Waktu yang 
saat ini sudah bukan lagi masalah . 
yang demikian ini memang plus minus sebuah jaman .
maka pertanyaannya :
 sudah siapkah kita digantikan dan 
hidup berdampingan dengan robot2 ... ? 
( robot PRT , robot sahabat , robot teman kencan , 
robot perawat disaat kita sakit dll ? )
( Writing : Titiek Hariati , January 2019 )
all pictures taken from Google . 






Jumat, 11 Januari 2019



.. " Moen Moen Steak atau Steak2an ? " ..
bicara tentang steak , 
tentu saja jajanan steak untuk anak sekolah
 atau mahasiswa pasti ya beda dengan 
steak hotel bintang lima . 
maka jangan terlalu berharap kalau bertemu dengan
 harga steak yang belasan atau beberapa puluh ribu 
saja sebab memang resto tertentu mendesain 
untuk pasar yang lebih luas yaitu
 anak muda atau mahasiswa dan Malang
 sebagai kota pendidikan sangat pas ! 
salah satunya adalah Moen Moen Steak yang punya 
beberapa cabang di Malang dan saya kemarin dulu 
mampir di cabang Soekarno Hatta no 27 , 
Blimbing Malang . 
terasa bahwa saya disitu seperti " salah tempat " sebab 
 pengunjungnya memang kaum muda dan 
mereka pasti ya fine fine saja dengan
 steak ala Moen Moen . 
memiliki atmosfer yang lumayan nyaman di
 lantai dua meski sedikit berisik suara lalin , saya siang itu mengombinasikan menunya dengan 
Es Lidah Buaya yang lidah buayanya saya temukan 
didasar gelas saya sekitar  7 - 8 potong kecil . 
juga saya pesan yang kontras yaitu teh panas atau hangat 
yang sayangnya terkesan cangkirnya kurang bersih
 mencucinya sehingga bekas teh yang kecoklatan
 masih jelas terlihat 
( sebuah masukan untuk bagian pencucian ) .
 untung daging nya yang tipis cukup empuk ,
 mungkin karena " dipukul pukul " cukup lama dan rata . 
( menulis tentang " pukul pukul " ini ,
 tiba tiba saya kangen bikin Wiener Schnitzel hehehe ... )
 yahh .. untuk sebuah siang yang casual dan 
tidak banyak tuntutan, 
Moen Moen bolehlah  dicoba ..
( Writing & Photos : 
Titiek Hariati , Malang , January 2019 )
 keterangan foto :
01 . atmosfer lantai dua 
02 . lantai satu  
03 . salah satu varian hotplate nya
04 . atmosfer lantai bawah