Sabtu, 15 Desember 2018






.. " Ancaman Si Kuda Hitam Di Cokelat Klasik ? " ..
beberapa kali " gagal " mau masuk di
 Cokelat Klasik Cafe & Garden 
di daerah Raya Joyo Agung , Merjosari , Malang ,
 karena selalu terlihat penuh .
 maka disatu siang yang agak mendung , saya berharap 
disitu agak sepi . terkabul , siang itu hanya ada sekitar 30an 
pengunjung . mengapa saya tidak memilih malam hari 
untuk menikmati kerlap kerlip pemandangan yang cantik
 nun dikejauhannya ? weleh2 .... 
 saya bukan remaja yang
 butuh pacaran atau kencan malam hari hehehe .. 
jadi siangpun akan saya nikmati pemandangannya yang
 lumayan cantik . dengan kontur tanahnya yang
 memang ber lembah2 ,
 CKCG ini punya kelebihan dalam menata cafenya
 secara ber tingkat2 dengan konsep outdoor yang nyaman .
 dan karena sudah meng klaim sebagai CKCG , 
maka mudah dibayangkan kalau seluruh menu maminnya
 berbahan dasar coklat ! siang itu saya serahkan pilihan 
pada petugas CKCG untuk memberikan saya 
dua jenis minuman
 khas yang paling disukai pengunjung . 

saya mendapat Coklat Klasik Premium dengan dua macam
 topping yang berbeda . tapi melihat gedenya gelas , 
saya urung memesan light meals sebab sudah pasti
 perut saya protes dengan takaran yang berlebih ! 
oya Indonesia sebagai negara penghasil coklat kedua
 terbesar dunia setelah Ghana , 
rasanya kehadiran CKCG ini sangat bisa mendukung
 perwajahan Indonesia dimata dunia ! 
siapa tau kelaknya CKCG bisa menggurita seperti Starbucks yang
 meskipun Amerika bukan penghasil kopi tapi koq ya bisa
 mempopulerkan kopinya bangsa lain ?
jadi kalau coklat adalah salah satu produk primadona kita ,
 masak kita tidak mampu berbuat seperti Starbucks atau
 McD atau KFC dll ? dengan luasnya area cafe ini ,
 serta rasa coklatnya yang memang " coklat " 
( bukan coklat rasa yang aneh aneh .. ) 
saya optimis CKCG akan mampu bertahan dijagad
kuliner Malang Raya !
 atmosfer , layanan , rasa , dan harga saya pikir CKCG
 sudah memenuhi katagori " 3D / DDD  " 
( Dapat Diulang & Direkomendasikan ) . 
saya tidak tahu CKCG di Jaya Agung ini cabang yang 
keberapa di Malang  Raya , mungkin ada 3 atau 4 atau lebih ?
 angin semilir dibawah pepohonan sengon siang itu nyaris
 membuat saya ngantuk , maka saya harus bergegas
 menghabiskan coklat bertopping Oreo di gelas besar saya
 sebelum benar2 saya tertidur disitu hehehe ... 
 saat saya tulis ini , tepat disebelah kanan dari CKCG sedang
 berlangsung pembangunan dari
 warung Mie Setan yang nampak " spektakuler " dengan 
desainnya yang terlihat unik .
 keduanya memiliki karakter dan konsep yang berbeda
 meski pangsanya sama yaitu
 anak muda dan remaja . 
diam diam saya berharap bahwa keduanya kelak 
tidak " saling mematikan " sebab bagaimanapun
 persaingan untuk bisa merebut hati konsumen tidak bisa dipungkiri .
 apakah konsumen yang loyal pada CKCG selama ini tidak
 kemudian hijrah ke Mie Setan ?
 sebuah pertanyaan yang merupakan tantangan CKCG kedepan 
agar terus membuat inovasi2 yang menarik supaya
 mereka tidak ditinggalkan konsumen2nya yang loyal 
selama ini .. semoga !
( Writing & Photos : Titiek Hariati ,
 Malang , December 2018 )
 01 . coklat rasa coklat yang pekat !
02 . oreo premium
03 . banyak kehijauan
04 . ber lembah2
05 . datangnya kuda hitam dikanan cafe
06 . CKCG yang selalu padat





Jumat, 14 Desember 2018






( The Lost Poem )
.." The Fully Booked Hell " .. 
peak season ?
ask the guards of hell ..
which room is still free ?
" sorry , we are fully booked ..
see .. all beautiful things are here ,
drunkards , porn - stars , gamblers ,
 killers , slanderes , unbelievers etc etc ..
or ..
you want to meet your idol in music , film etc ?
some of them are suicide heros ..
but if you insist on me to give you free-room,
I will make the basement free for you ,
and of course also free for billions and billions of you 
so , welcome .... "
...... 
only the wind answered ..
( Titiek Hariati , December 2018 )
gambar diambil dari google 






Kamis, 13 Desember 2018





.. " Ngopi , Sebuah Budaya Baru ,
 Prestise atau Sekedar Ikut2an ? " ..
jaman now , siapa yang belum pernah merasakan
ngopi di cafe cafe ? tidak mengapa kalau belum pernah , 
sebab " cafe " hanya sebutan lain dari warung atau kedai .
 buat yang " tidak terima " cafenya disamakan dengan warung ,
ya silahkan saja sebab pada dasarnya keduanya adalah sama .
 saya pribadi hidup di 3 jaman dalam urusan perkopian .
 jaman pertama yaitu ketika kopi lebih populer di warung2 kecil
 di kampung kampung . kalau sore sekitar jam 3 - 4 , 
warung2 kopi mulai terlihat ramai dengan para 
" cangkrukers " yang menikmati sruputan kopi plus
 jajanan kampung semacam 
pisang goreng , ketela goreng dll yang umumnya
 serba digoreng .
  namanya saja warung kampung , cukup meja dengan
 " dingklik " atau bangku panjang yang muat 5-8 orang sekaligus .
  jaman kedua yaitu jaman pertengahan dimana kopi mulai
 populer diluar luar kampung yaitu di jajanan cepat saji 
seperti KFC , McD dll sebagai pilihan minuman
 disamping soft drink , ice cream dll.
jaman ke 3 yaitu jaman dimana kopi mulai 
" berdiri sendiri alias memisahkan diri " sebagai sebuah budaya baru
 yakni budaya bersosialisasi ataupun pertemuan2 bisnis 
di cafe cafe sambil nyruput kopi ! 
bahkan saat ini budaya cangkruk di warung2 kopi 
didesa desa mulai tergantikan dengan cangkruk ala kota2 besar
dimana cafe cafe dengan gaya kekinian sudah merambah
 hingga pelosok desa yang punya area tujuan wisata .
   sekitar 35 tahunan yang lalu , kalau saya kebetulan
 cangkruk ngopi dikawasan pedestrian di
 Kartnerstrasse ,  Wina , saya sering melamunkan bahwa apakah
 gaya ngopi yang sudah membudaya di masyarakat barat ini
 akan menular ditanah air ? di Malang jawabannya baru saya rasakan
  sekitar 7 - 9 tahunan yl 
 dimana saat itu tempat cangkruk ngopi masih terhitung jari al
di Jalan Kahuripan  ada Java Dancer sebagai yang senior .
 " kekhawatiran " saya menjadi kenyataan bahwa akhirnya
 Indonesia juga tertular virus ngopi dengan munculnya cafe cafe
yang menjamur pada 5 tahun terakhir .
 tetapi bisnis tetaplah bisnis bahwa tidak semuanya sukses 
dijagad perkopian ini . tercatat dalam blog ini saja ada sekitar  25 lebih cafe
 yang bangkrut , mlungsungi atau bahkan tidak terlihat lagi bekasnya .
 dan saya sebagai penikmat atau konsumen pada akhirnya juga berhak 
untuk  memilih menjadi pelanggan yang loyal di tempat2 yang
 memang memiliki " culture "
 baik dalam cara meramunya , rasanya , penyajiannya ,
 atmosfer tempatnya dan layanannya .
  akhirnya memang sulit dibantah bahwa 
 nyruput kopi memang butuh " faktor2 pendukung " tersebut diatas 
sebab ia sudah menjadi sebuah Kebutuhan / Need dijaman yang 
super sibuk dan super individuil ini dimana bertemu
kerabat , teman , rekan bisnis dll sudah beralih dari
 rumah2 pribadi ke cafe cafe !
ngopi di cafe sudah menjadi salah satu kebutuhan baru untuk 
sekedar melepas stres maupun urusan2 bisnis dan juga 
cangkruk rame dengan kerabat atau temen ..
naa ..  selamat cangkruk !
( Writing & Photos by : Titiek Hariati , Malang , Dec . 2018 ) 
keterangan foto : 
01 . daftar menu Exelso , MOG Malang
02 . light meals , Exelso , MOG Malang
03 . sejarah kopi , Exelso , MOG , Malang
04 . atmosfer , Exelso , MOG Malang
05 . pilihan kopi , Exelso , MOG Malang
06 . ( gambar terbawah ini diambil dari google )






 

Senin, 10 Desember 2018




.. " 50% atau Setengah Porsi di 
DhaharDine ? " ..
diawali dengan pertemuan tidak sengaja disebuah
kedai sayur antara saya dengan pak Donny ,
 pemilik DhaharDine resto .
 dari obrolan singkat saya mendapat informasi sekaligus 
undangan untuk mencicipi menu menu di restonya yang
 masih gres di perbatasan antara Kabupaten Malang dan Kota Batu , 
dekat dengan gerbang masuk ke Kota Batu kalau
 dari arah Sengkaling dan sebelah kanan jalan . 
maka selang 3 minggu setelahnya ,
 saya khusus perlukan untuk kesana sekaligus mencari 
bahan blog ini . tampak sebuah bangunan joglo khas Jawa ,
 berdiri ditengah area dan di kanannya terlihat bangunan
 rumah pribadi ( ? ) . beberapa papan ucapan selamat
 masih berjajar disitu , menandai bahwa resto ini 
memang masih gres ( meskipun sempat " heran " dengan
 banyaknya UNI di LN yang memberi ucapan dengan
menyertakan slogan DD yang seragam semuanya ) .
setengah ragu karena siang itu nampak 
sepi , saya bertanya " apakah buka ? " . 
dijawab petugasnya " silahkan , ini soft opening " . 
saya tidak langsung duduk tetapi jeprat jepret kanan kiri 
dan belakang yang beberapa bangunannya masih tampak 
dalam penyelesaian .
" semua menu 50% bu , selama soft opening " , 
dan saya minta ditunjukkan menu menu ikoniknya .
 sesuai judul restonya yang mengusung bahasa Jawa dan Inggris , 
maka menunyapun dari Timur ke Barat terutama Itali .
 tetapi ternyata masih banyak menu menu yang belum siap , 
sehingga pilihan tidak banyak . 
akhirnya Rosemary Roast Chicken dengan kentang goreng
 dan Slow Roast Beef juga dengan kentang goreng dan
 Iced Caramel Coffee plus Fruit Ice pilihannya . 
siang itu ada sekitar 6 pengunjung bersama saya , 
sehingga ruang gede disitu terasa melompong .
 view disebelah belakang memang lumayan cantik 
meskipun belum bisa dinikmati sepenuhnya . 
melihat bangunan2 yang sudah maupun yang sedang dalam 
penyelesaian , saya perkirakan DD ini mampu menampung 
sekitar 500 an pengunjung atau bahkan lebih kalau
 untuk jamuan prasmanan yang berdiri . 
oya tentang rasa menu2nya , saya tidak ingin banyak 
berkomentar selain memberi nilai 6 untuk rasa ,
 penyajian nilai 5 dan ukuran porsinya nilai 5 sebab 
saya tidak tahu apakah ini porsi diskonan atau memang 
seperti ini aslinya nanti ?
 terutama untuk potongan ayamnya yang " sak cuil "
 rasanya meski 50% " koq yo nemen temen " hehehe ..
apalagi kalau ternyata itu adalah untuk ukuran harga normal !
 di blog ini saya telah meng edit 40 / empat puluh warung lebih 
yang kurang / tidak sukses atau bangkrut karena
 bermacam sebab . tentu harapannya , 
DD sebagai pemain anyar di Malang Raya akan mampu
 bertahan mengingat besarnya investasi yang sudah ditanamkan , 
tentunya akan sangat sayang bila harus 
mengalami nasib yang sama dengan yang 40 tadi .
 saya tinggalkan Joglo cantik ini dengan rasa " ketar ketir "
 bahwa luasnya warung bukan satu2nya faktor penunjang sukses 
. atmosfer , lahan parkir , rasa , harga , layanan , 
penyajian , ukuran porsi , lokasi , dll yang
 harus saling menunjang agar pengunjung ingin
 kembali dan kembali lagi ! 
maka kalau saya ditanya apakah saya masih ingin
 kembali ke DD ? saya sulit menjawabnya ,
 setidaknya saat ini .
( Writing & Photos : Titiek Hariati , 
Malang , 11 December 2018 )
01 . Joglo Jawa
02 . pramusaji
03 . rumah pribadi ( ?)
04 . daftar menu
05 . Slow Roast Beef
06 . Es Karamel Kopi
07 . sudut DD
08 . meja akar jati kah ?
09 . pilihan minuman
10 . halaman belakang









 

Minggu, 09 Desember 2018






( The Lost Poem )
 .. " Fajar Tengah Malam " ..
( catatan kecil buat  sahabat )
pada setiap persimpangan ,
masih menyisakan pilihan , 
pada setiap jalan ,
masih miliki kemungkinan ,
bagaimana bisa bicara ,
ketika tersekat awan prasangka
dan segala cara nampak binasa ?
andai saja cukup percaya,
 masih ada kebenaran tersisa
dirimba abad dusta,
dan kita miliki cerita
semirip dongeng berantah,
agar masa terlewat tak sia sia ..
melewati senja bersama
hingga perjanjianNYA tiba ..
( Titiek Hariati , Malang , 10 Des. 2018 ) 
( gambar diambil dari google )


Sabtu, 08 Desember 2018







.. " Selamat Jalan Bpk . BA Sarida " ..
( sebuah catatan mengenang kepemimpinan
almarhum di
Surabaya Stock Exchange /
 Bursa Efek Surabaya )
kembali ketanah air setelah belasan tahun tinggal 
dinegara bermusim 4 tentu tidak mudah bagi saya untuk
 begitu saja langsung beraktivitas apalagi dijaman 
belum ada internet sehingga segala sesuatunya harus
 dilakukan secara manual termasuk mencari informasi , dll .
 tetapi sebuah iklan di koran JP tahun 1989 bulan Juni ,
 menarik perhatian saya untuk iseng2 melamar 
lowongan yang ditawarkan .
 tetapi karena nama perusahaan tidak disebutkan ,
hanya disebutkan posisi yang diperlukan ,
 maka sayapun dengan " bismillah " berangkat untuk 
berwawancara di Surabaya . 
sudah ada ratusan pelamar berkumpul tempat yang ditentukan
 dan semuanya tidak tahu perusahaan yang dilamar 
karena hanya tertulis di koran :
" sebuah perusahaan terkemuka mencari .... dst " .
 yang mewawancara saat itu 3 orang secara bersamaan ,
 saya heran , mengapa harus 3 orang ? 
giliran saya , portofolio diteliti dan pertanyaan pertama adalah
 " apakah pernah mendengar atau tahu atau belajar
 atau berpengalaman dibidang Pasar Modal ? " .
 uedhann .. sudah tentu belum pernah ,
 kalaupun pernah dengar paling2 sepintas lintas
 di radio atau TV ( saat itu belum ada HP apalagi internet ) 
yang kadang memberitakan tentang
 perdagangan saham yang itupun cuma sepintas lintas . 
tetapi kalau takdir sudah tergaris , 
apapun ketiadaan pengalaman dibidang itu akhirnya
 saya yang diloloskan diantara sekian banyak pelamar . 
posisinya adalah
Executive Secretary to the President Director of 
Surabaya Stock Exchange .
hari pertama masuk di kantor saya sudah tentu
tingak tinguk melihat lantai perdagangan saham yang
 kala itu masih semi elektronik dan manual ,
 dengan sekian banyak para pialang atau broker dari
 belasan perusahaan pialang . 
 diantar langsung oleh Direktur Perdagangan nya ,
 yth bapak Hasyim kala itu ,
 saya mulai diperkenalkan pada tetek bengek perdagangan
 saham dan kegiatan Pasar Modal . 
pada hari yang sama saya juga bertemu dengan calon boss saya .
 yth ( alm ) bpk . BA Sarida yang ramah dan kebapakan 
sehingga mengurangi kegugupan saya sebagai 
yang awam dibidang yang menjadi kepakaran boss ini .
 selanjutnya adalah perkenalan dengan segenap team work
 yang akan bersama sama mengoperasikan BES di Jawa Timur
 dan kedua setelah BEJ di Jakarta .
 seminggu pertama saya " dibiarkan " sendiri untuk 
penyesuaian plus pembelajaran serius tentang
 Pasar Modal baik melalui buku2 , makalah maupun 
langsung dari pimpinan yaitu bpk BA Sarida yang 
sangat telaten membagi ilmunya kepada saya .
 disamping rutinitas sebagai sekretaris beliau ,
 saya juga punya seabreg tugas yang menuntut
kerahasiaan informasi , ketepatan dan kecepatan 
karena BES harus bisa " momong " puluhan emiten yang
saham2nya  tercatat dilantai bursa BES se Jatim 
dengan ber macam2 karakter , budaya dan tradisi perusahaannya .
 contoh nya , menghadapi Maspion sudah tentu beda
 dengan Djarum atau Gudang Garam atau Bank Jatim dll . 
juga tugas keliling ke emiten2 merupakan hal yang menarik
 karena saya bisa belajar secara langsung bagaimana
 budaya di masing2 lingkungan kerja mereka .
 tidak berselang lama , 
saya diberikan kepercayaan untuk
 posisi Public Relations Manager yang tentu saja saya
 sambut dengan rasa syukur karena posisi sebagai
 image - maker atau image - builder dari BES ini sungguh
bukan sesuatu yang mudah mengingat saya memulainya
 dari nol dimana pengetahuan Pasar Modal saya
saat itu masih nol !
  posisi sekretaris untuk Dirut dipercayakan kepada kolega saya ,
 Linda Halim yang semula adalah sekretaris untuk
 Direktur Perdagangan . saya menempati ruang yang baru
yang berjarak sekitar 20 meteran dari ruang semula
 dimana  saya harus meninggalkan rutinitas lama sebagai 
" pengawal boss dari berbagai hal yang dapat merugikan
lembaga dan jabatannya maupun sebagai pribadi 
dari bermacam isu negatif maupun usaha pihak pihak
 yang ingin merintangi usaha2nya untuk membawa BES sebagai 
Bursa Efek Terbesar Kedua di Indonesia " .
tetapi ternyata tugas sebagai PRM  lebih berat ,
salah satunya adalah menjadi " jubir " perusahaan untuk 
rekan rekan mass media yang setiap sore menunggu 
hasil transaksi saham . 
Bursa Saham adalah Pasar Isu ,
 karena kemunculan sesuatu isu yang kebenarannya 
belum bisa dipastikan sudah langsung berpengaruh 
pada nilai saham dari
 perusahaan2 yang terdampak isu .
saya masih ingat teman2 wartawan yang biasa " ngepos " di BES
 antara lain dari Jawa Pos , Surabaya Post ( saat itu masih ada ) ,
 Bisnis Indonesia , Kompas , Jakarta Post ( juga masih ada ) , 
Warta Ekonomi , Tempo dan radio2 serta TVRI Surabaya dll .
 oya , setiap hari saya juga harus menempuh 
200km Malang - Surabaya - Malang yang kala itu 
bisa ditempuh lumayan cepat dengan bus PATAS
 karena belum adanya musibah lumpur dan
 terminalnya masih Wonokromo sehingga lumayan cepat 
kearah kantor kami di Jalan Pemuda . 
tetapi saya hanya beberapa tahun ber karir di BES karena
 masuknya teknologi dibidang telekomunikasi ketanah air
 ( masih AMPS ) yang sangat menantang dan 
dengan posisi yang sama sebagai PRM akhirnya saya
 " hijrah " ke bidang telekomunikasi dan 
sempat beberapa tahun disana . 
maka , catatan khusus ini sengaja saya dedikasikan kepada
 sosok yang saya hormati yaitu 
( alm ) bpk  BA Sarida ,
 karena dukungan , kepercayaan dan dorongan beliaulah
 saya mampu menjadi ujung tombak perusahaan 
bahkan di perusahaan2 lainnya setelah saya meninggalkan BES .
 sikap beliau yang kebapakan sangat mengurangi tekanan2 
sebagai orang awam dibidang yang beliau adalah ahlinya ,
 yaitu Pasar Modal ,
tetapi pada akhirnya jurang pengetahuan ini terjembatani
 ketika saya diberikan keleluasaan untuk
 menimba pengetahuan dan ilmu se banyak2nya dibidang itu .
 saat itu perdagangan saham bahkan bagi sebagian besar
 masyarakat masih dianggap gambling atau berunsur perjudian , 
sehingga mendorong BES untuk seringkali 
mengadakan acara dialog atau temu wicara dengan 
berbagai tokoh atau organisasi kemasyaratan guna memberikan
 informasi yang akurat tentang aktivitas  bursa saham .
 secara perlahan , pemahaman perdagangan saham dan 
Pasar Modal juga mulai masuk di kampus2 dan
 kunjungan ke BES mengalir  dari berbagai 
lembaga pendidikan , kampus2 , sekolah2 , instansi2 dll . 
bahkan dibeberapa Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta ,
 didirikan Capital Market Centre untuk lebih
 memasyarakatkan Pasar Modal baik dikalangan akademisi
 maupun masyarakat umum atau luas .
saya sering harus mengatur jadwal beliau untuk kunjungan
 maupun seminar2 Pasar Modal yang membanjir 
dan juga tamu tamu VIP yang secara khusus ingin 
berbagi informasi langsung tentang 
bursa saham dengan beliau . 
____________


dan tiba tiba saja ,  kemarin berita duka itu tiba ,
  saya merasa sangat kehilangan sosok yang " momong " ini .
 wafat di Jakarta dan dimakamkan kemarin ,
 8 Desember 2018 di Yogya . 
cukup lama saya tidak bertemu beliau , terakhir mungkin
 sekitar tahun 94 an dimana beberapa tahun setelahnya 
akhirnya BES merger dengan Bursa Efek Jakarta .
 kami tidak ada saling kontak sama sekali hampir 
seperempat abad , apalagi internet masa itu belum ada . 
jengah rasanya untuk sekedar berteleponan atau 
singgah ke BES bertemu eks kolega2 meski
 sebetulnya kantornya berseberangan dan juga
 kesibukan masing2 yang kala itu menyita waktu dan enerji .
( saya harus berkeliling ke berbagai provinsi
 bersama tim saya yang baru )
selamat jalan bapak BA Sarida ,
  semoga segala kebaikan , amalan , dan ibadah bapak
 mendapatkan balasanNYA dengan berlipat ganda pahala 
dan tempat terbaikNYA , aamiin ..
 memang hari hari kita di BES  tidak selalu diwarnai oleh
kemudahan , berbagai tantangan muncul baik dari
 dalam maupun luar . tetapi saya belajar banyak 
bagaimana menghadapi dan menyelesaikannya berkat
 keteladanan yang bapak ajarkan . 
selamat beristirahat dalam damai , semoga Allah SWT 
memberikan tempat terbaikNYA sebagaimana
 yang telah IA janjikan , aamiin ...
( Titiek Hariati , Malang , 08 Desember 2018 ) 
 Keterangan Foto : 
( dijepret oleh eks kolega di BES pada awal berdirinya BES
 dan pada saat saat terakhir dari
 persiapan pemakaman alm . bpk . BA Sarida )
01 . Alm . Bpk BA Sarida di trading-floor BES , 1989
02 . Pemberangkatan jenazah alm . 
dari Jakarta menuju Yogyakarta .
03 . Alm . berfoto bersama segenap tim awal dari BES
 di trading floor , 1989 ( saya no 6 dari kiri )
04 . bersama Linda Halim yang menggantikan saya sebagai 
sekretaris almarhum ketika saya bertugas 
sebagai PRM di BES
05 . Pelayat dirumah duka alm , di Depok
06 . selamat jalan bapak ...