Selasa, 24 Oktober 2017











.. " Selecta , Tidak Tergerus Jaman " ..
ditengah perkembangan dan kemajuan yang pesat kepariwisataan
 kota Batu yang bahkan gaungnya hingga mancanegara ,
 ternyata kharisma Selecta tidak tergoyahkan .
sekian dekade lewat , Selecta merupakan primadona sebagai 
tempat peristirahatan dan pelancongan yang tersohor . 
bahkan sejak jaman kolonial tempat ini sudah mengukir sejarah dimana
 Bung Karno dan Bung Hatta pernah singgah beberapa hari di situ 
( di blog ini akan saya tulis secara terpisah tentang ini ) . 
menurut legenda , konon seorang Belanda bernama
 Ruyter de Wild meminta saran Raja Singosari tentang 
Dimanakah Tempat Paling Tepat Untuk Mendirikan Peristirahatan
 Yang Elok dan Sejuk di sekitar Malang . 
sang raja kemudian mengutus seorang empu yang sakti dan
 melalui terawang spiritualnya , sang empu menunjuk kawasan yang 
dikemudian hari berjuluk Selecta itu . 
sekitar tahun 1928 pembangunannya dimulai meskipun 
diawal revolusi sempat mengalami banyak kerusakan . tetapi oleh
 ke 47 tokoh saat itu , Selecta kembali dibangun dan dapat 
kembali dinikmati masyarakat sebagai sebuah tujuan 
wisata alam yang cantik .
naaa ... terakhir saya ke Selecta adalah saat reuni bersama
 teman teman dari Jakarta yang tahun 2013 itu memilih Selecta 
sebagai tempat hangout . 4 tahun lebih saya tidak menengoknya lagi
 hingga minggu yl tiba tiba saja saya secara spontan bersama
 seorang teman ingin menengok Selecta .
ada beberapa alasan . 
pertama karena kangen Sup Buntut nya yang khas .
 kedua , ingin blusukan ke Bima Sakti untuk mencari jejak 
bapak bapak proklamator disana . ketiga , penasaran:
 seperti apa wajah Selecta saat ini ?
 maka memilih hari Selasa untuk kesana adalah dengan harapan
tidak macet dan menghindari tumpukan pengunjung .
 tidak meleset , sepanjang jalan arah Selecta ternyata lumayan
 lancar jaya , tetapi memasuki area parkir Selecta ternyata
 dugaan sangat meleset . piluhan bis pariwisata tampak berjajar rapih
 belum lagi mobil mobil pribadi . 
weleh2 ... ternyata Selecta tidak mengenal hari biasa , 
konon hari2 diluar weekend / liburanpun selalu penuh , wow ..! 
digerbangnya disambut dengan tulisan yang berkaitan dengan 
HUT kota Batu ke 16 , sayapun maklum bahwa 
kota Batu adalah " pemilik " Selecta !
beberapa bagian yang khas dari Selecta nampaknya tidak 
mengalami perubahan yang berarti , seperti misal
aquarium dijalan masuknya , 
restoran restoran di sebelah kolam renang berukuran Olympiade itu
 ataupun papan lucur dan papan loncatnya yang
 sejak jaman saya balita dulu hingga saat ini nampak tidak berubah ,
 luar biasa .. ! tetapi lebih masuk lagi kedalam ,
 saya sadar bahwa wajah Selecta sudah berubah dengan hadirnya
 berbagai wahana dan perluasan taman taman dan bangunan
 disana sini yang 2013 yang lalu belum seperti ini . 
 dibeberapa lokasi bahkan tampak masih sedang dalam tahap 
pembangunan , juga bermacam fasilitas  melengkapi Selecta 
sebagai tujuan wisata legendaris . 
ada Skybike , Jetcoaster , kolam anak anak , sepeda air ,
 persewaan kuda dll . duluuuu , sebagai anak kecil kalau
sedang diajak ortu berjalan jalan di taman Selecta ,
 saya harus bersusah payah naik turun lembahnya yang 
terkadang cukup curam dan licin .
 saat ini , hampir hampir saya melihat taman taman dan 
lembah lembah itu seolah rata dan dipenuhi bermacam tanaman hias , 
patung patung maupun pondok pondok peristirahatan tanpa 
harus terlalu bersusah payah naik turun .
 sangat banyak ditemui obyek maupun lokasi menarik untuk 
berselfieria , yang seolah memanjakan para
pengunjungnya . tentu saja , disatu sisi saya melihat Selecta
 saat ini sudah jauh lebih nyaman untuk berjalan jalan ditaman tamannya .
 meski disisi lain , saya juga merasa kehilangan karena beberapa 
bagian legendaris ikut hilang tergerus kemajuan jaman .
 namun Selecta agaknya masih memiliki magnet kuat diantara
 " pesaing2nya " yang modern seperti Museum Angkut , Secret Zoo , dll 
karena Selecta memiliki sesuatu yang tidak akan pernah dapat
 tersaingi yaitu Historical  Background nya yang luar biasa
 dan tidak akan bisa terpinggirkan oleh jaman .
penasaran ? 
( Titiek Hariati ) 

( writing & photos by : Titiek Hariati )

01 . taman sebelah dalam
02 . kolam renang ukuran olimpiade yang legendaris
03 . menyambut Ultah Batu Ke 16 di gerbangnya
04 . jalan masuk dengan kolam ikan yang khas
05 . papan loncat yang masih utuh
06 . sudut taman yang lain
07 . ken dedes
08 . lumut hijau yang cantik
09 . buat ber selfie ?
10 . tebing2 khas dijalan masuk ke gerbang Selecta
11 . jet coaster
12 . mau bersepeda air ?
13 . kolam anak anak
14 . sudut lain lagi
15 . sky bike
16 . beli makanan ikan 2000,- untuk ikan2 ini









 

Sabtu, 21 Oktober 2017





 .. " Sepotong Doa Buat Oki ( dan Oki Oki lainnya ) " ..

 kemarin , Sabtu 21 Oktober 2017 , seperti biasa , 
tiap pagi saya sudah berada di hutan mini Malabar sebelah 
pasar Oro2 Dowo Malang untuk menggerakkan kaki alias jogging. 
saat mau masuk ke hutan ,
 saya melihat pemandangan menarik. 
seorang bocah duduk diatas sadel motor kereta sampah 
dan sementara ayahnya menyapu disepanjang Jalan Cerme . 
terjadi obrolan pendek :
( S / saya ) : lo , kamu nggak sekolah ?
( A / anak ) : libur .
( S ) : libur apa ? namamu siapa ?
( A )  : Oki , sekolah saya fullday , kalau Sabtu libur .
( S ) : oo ... dimana itu ?
( A ) : di Rampal ( dia menyebut nama sekolahnya )
( S ) : kelas berapa ? umurmu berapa sih ?
( A ) : kelas 3 , hari ini saya pas 10 tahun .
( S ) : o .. ulang tahun ya ..
( A ) : iya ... ( tersipu )
pada saat yang sama ayahnya datang dan ikut mengobrol :
( B / bapak ) : ini libur bu jadi bisa ikut
( S ) : iya pak , maaf ibunya apa juga bekerja ?
( B ) : iya ( menyebutkan nama tempatnya )
( S ) : Oki kalau sudah gede cita citanya mau jadi apa ?
( A ) : tentara .
( S ) : bagus , tapi harus rajin ya sekolahnya ! 
selamat ulang tahun ya semoga kalo kelak Oki  sukses jadi jendral
 maka Bapak Ibu Oki tidak perlu lagi bekerja ya ... 
( saya tahu ini sangat klise tetapi saya tidak
 menemu kata yang lebih baik )
 setelah berbasa basi ayahnya melanjutkan laju kereta sampahnya 
dan saya antar dengan pandangan mata hingga mereka hilang di belokan .
saya tahu ada ribu bahkan mungkin jutaaan Oki Oki lain yang
 bahkan jauh kurang beruntung , 
tetapi saya juga  menemukan bahwa dari kekurang beruntungan
 seringkali justru lahir mereka mereka yang luar biasa
 prestasinya dan berhasil mengangkat harkat dan
 martabat keluarga , nusa dan bangsa .
Oki termasuk yang sangat beruntung mempunyai ortu yang
 melihat pendidikan sebagai salah satu tonggak masa depan yang
penting . maka semoga Oki dan Oki Oki lainnya berhasil 
meraih impian2nya ! 
amin .
( Titiek Hariati ) 
 ( writing & photos by : Titiek Hariati )

01 . menikmati liburan
02 . Father & Son
03 . Oki











 





.. " Makin Lama Makin Sulit " ..

mengumpulkan " tulang terserak " tidaklah mudah .
 begitu juga ketika tanggal 14 Oktober 2017 yang lalu dirumah saya ,
 ternyata hanya bisa terkumpul 70% dari total undangan . 
inipun sudah " terbilang lumayan " sebab sebelumnya di tempat lain 
malah lebih sedikit . alasan yang umum adalah masalah
 kesehatan , sibuk , bahkan 12 diantaranya adalah memang 
" sudah mendahului " menghadapNya .
 maka dari yang ada inilah harapan tertitipkan agar tali 
persaudaraan diantara teman bisa terjaga , syukur syukur kalau
 kedepannya masih bisa selalu hadir dan sehat sehat plus
 bisa menyumbangkan ide ide yang bermanfaat bagi komunitas .
acara tanggal 14 yl seperti biasa ada sambutan ini itu , 
doa dan Ishoma . terakhir adalah santai karena acara2 begini
tidak pernah kekurangan penyanyi meskipun soal
 kwalitas suara tidak perlu diperdebatkan . 
 justru yang pinter2 nyanyi diharap membatasi diri ,
 dan yang nyanyinya fals serta tidak jelas nadanya itu yang dicari !
 disana sini hahahihi akibat dari ulah para " bintang tamu " yang 
mendapat teriakan " mudun .. mudun " malah keras nyanyinya !
 yo wes , memang yang penting hepi  
( saking serunya sampe lupa untuk foto bareng2 dan ketika yang
 tersisa tinggal 50% baru teringat untuk foto rame2 ... 
oalaaa ... dasar wes pikun kabeh hehehe ... ).
akhirnya tokh acara harus berakhir juga dan 
 menjelang sore kami bubar dengan janji
awal Desember bakal kumpul lagi dalam acara yang
 lebih akbar di Batu . sampai jumpa ... !
( Titiek Hariati ) 
( writing & photos by : Titiek Hariati )

01 . tamu tersisa 50% baru keinget foto bersama .. 
02 . merdu nggak penting , yang penting hepi ..
03 . " kembar " lain bapak lain ibu ..
04 . usulan2 untuk komunitas ( 01 )
05 . usulan2 untuk komunitas ( 02 )
06 . hepi2 boleh , sholat ojo nganti lali ...
07 . waa .. lagu nostalgia ... ?
08 . weteng mules ketawa terus ..
09 . teras belakang memang cucok untuk hepi2 ..











 

Senin, 16 Oktober 2017










 .. " Tertolak Ke Festival Kopi Lumajang " ..
( sebuah catatan ketulusan saudara2ku di Ampel Gading )

hari minggu kemarin , 08 Oktober 2017 ,
 sudah terniat pagi pagi akan " jablas " arah Lumajang yang 
berjarak sekitar 100 km dari Malang . 
yang menjadi magnetnya adalah KOLESEM alias 
Festival " Kopi Lereng Semeru " yang merupakan agenda tahunan . 
Lumajang salah satu pesohor kopi ditanah air disamping 
Aceh , Toraja , Bali dll . rencananya panitia akan membagikan
sejumlah 1.255 cangkir kopi gratis pada pengunjungnya .
 mengapa 1.255 ?itu sudah sesuai dengan usia Lumajang . 
bertempat di Alun Alun Kabupaten Lumajang , 
akan dapat dipastikan festival ini bakal meriah dengan hadirnya 
puluhan barista ! saya pun sudah " cekot cekot " ingin
 segera bergabung sekaligus kangen dengan perjalanan ke
 Lumajang yang me liuk2 cantik itu ! 
setelah semua perlengkapan standar lengkap , sayapun 
jam 7 pagi sudah " bablas " arah Tumpang . mengambil rute 
Tumpang , Turen , Dampit , Lumajang . 
lo mengapa ke Tumpang dulu ? 
saya harus menjemput seorang kerabat yang akan menemani acara 
ngopi saya ! dan kebetulan hari minggu , kemacetan
 dimana mana ( bukan hari Minggu pun juga macet ! ) . 
naa .. ternyata di Tumpang saya malah masih harus menghabiskan waktu
 sekitar 1,5 jam karena kerabat ybs masih ada di lapangan senam ,
 weleh2 ...setelahnya saya terpaksa harus sedikit ngebut " menebus " jam
 senam tadi . dan selewat Ampel Gading disebuah desa yang asri ,
 saya mendadak merasa harus" kebelakang " dan 
berhenti di sebuah Alfamart. 
setelahnya ternyata perut juga mulai menagih , 
maklum saat berangkat tadi hanya " plak pluk " seadanya alias terbutu buru .
 kebetulan disamping kiri AM ini ada warung bakso dan nasgor . 
maka sambil memesan dua naspor , 
kami mengobrol dengan pemilik warung tentang Lumajang dll yang
 konon masih sekitar 1,5 jam lagi harus saya tempuh dari situ .
 cuaca mendung , saya tiba tiba merasa ragu bagaimana kalau 
nanti hujannya " mak bres " dan pulangnya sudah 
mulai gelap dengan kondisi jalanan yang me liuk2 
dan ber jurang2 serta licin ? maka secara guyon saya berkata 
" yo wes opo jare Gusti Allah ae , mohon dilindungi hehehe ... " ... .
 tiba tiba saya ingat harus mengambil sesuatu di mobil 
 dan saya berdiri untuk mengambilnya . lho ... mana kuncinya ?? ..
kunci yang fungsinya sekaligus alarm membuat saya 
" kelimpungan " sebab setelah diintip kedalam mobil dipastikan
 tidak " nyantol " didalamnya . 
kami ubleg menuruti jejak awal mulai parkir hingga WC dan 
ke arah warung nasgor dll , sia sia .. mengetahui ini ,
 secara mengejutkan , saya mendapat bantuan luar biasa dari
 berbagai pihak . pemilik warung , pramusaji , tetangga tetangga warung ,
 beberapa jemaah masjid didepan warung , para staf AM bahkan 
para pejalan kaki yang kebetulan lewat dan penasaran 
dengan apa yang sedang kami cari . 
sekitar 15 orang secara bergantian " mengublek " jalur kunci .
 aduhhh ... terharu , dan sulit saya tolak sebab mereka spontan 
dan begitu tulus ! tiba2 sebuah mobil Yaris merah plat N masuk AM , 
saya berinisiatif mencoba meminta tolong untuk 
membuka mobil saya dengan kunci beliau . 
percobaan gagal , yo mesti ae bathin saya , mosok beda merk bisa bobol ,
 la wong sesama merk saja tidak tembus .
 tiba tiba saya ingat di TELKOM Blimbing Malang , seorang satpam
disana pernah membantu saya membuka pintu mobil saya yang 
saat itu terkunci dari dalam akibat pikun , 
hanya dengan penggaris sederhana . 
 maka ide ini saya lontarkan pada para " relawan " di desa ini
ada yang memiliki penggaris ? maka rame2 mereka menawarkan 
bermacam alat mulai penggaris , fiber etiket harga dll .
 kesemuanya dicobakan " ala satpam Telkom Blimbing dengan arahan dari
 saya " bak instruktur kriminal membuka pintu mobil , Masya Allah .. ! 
gagal , karena semua alat tersebut terlalu lunak ,
 kita butuh penggaris logam ! ternyata didesa itu tidak ada toko alat tulis ,
weleh2 ... saya kembali memohon bantuan bapak pemilik Yaris merah yang 
masih " setia " mencoba membantu untuk membuka pintu mobil ,
 yakni untuk " nunut " mobil beliau hingga toko alat tulis yang ada disekitar 
desa itu arah Malang . " iya bu , monggo ... " 
dan sayapun bersiap untuk naik dan 
cari penggaris logam . tiba2 pintu mobil diketuk dari luar
oleh seorang bapak yang sedari tadi paling getol membantu :
" buuu ... lho nanti bagaimana ibu bisa kembali kesini lagi ? 
kan bapak ini terus ke Malang ?
 sudah bu saya antar pake motor saja supaya nggak
 repot pulangnya ! " ... saya mlongo ,
bahwa sesuatu yang tidak saya pikirkan ternyata malah 
ditawarkan dan dipikirkan oleh orang lain ..
 akhirnya saya dan kerabat turun dari Yaris dengan ucapan terima kasih
 dan kerabat saya lah yang dibonceng motor oleh bapak tadi untuk 
berburu toko penggaris logam .
sambil menunggu hasil perburuan penggaris logam
  dan dimana sudah hampir dua jam saya diubleg masalah kunci ini,
 sayapun memesan kopi diwarung yang sama untuk
sedikit melepas ketegangan .
 bersama saya ada  pramusaji, ada staf2 AM , 
ada jemaah masjid depan warung , ada pengunjung warung , 
ada tetangga2 warung dll 
seolah sedang ada Rembug Desa hehehe ...
  tiba tiba kami dikejutkan dengan seruan dari pemilik warung 
yang keluar dari pintu AM  :
" buuuu .... ini kuncinya !! " .... what ?!! .... 
semua kaget dan suprise " lhoooo ... ketemu dimana mbak ? " , 
saya sungguh tidak percaya ... " dipintu WC bu , nyantol , 
saya tadi yakin kunci tidak hilang , jadi saya ubleg terus " ... 
ya Allah , sungguh luar biasa upaya mbak Sania ini ,
 padahal tadi sudah banyak yang ngubleg arah WC tetapi
tidak menemu apa apa ,lha kok malah " ngglethek " nyantol 
dipintu sebelah dalamnya ?
 .... pikun oh pikun ....
langsung kami menelpon bapak dan kerabat saya yang sedang
berkelanamencari toko penggaris logam dan meminta mereka kembali .
 jam sudah makin siang , gerimis mulai turun , mendung ,
saya makin berkeyakinan dengan cara Allah 
bekerja mengingatkan umatnya untuk tidak melanjutkan perjalanan, 
dan karenanya saya ikhlas bahwa mungkin dibalik 
Festival Kopi Lumajang ada " sesuatu " yang
 tidak positip untuk  saya hadapi . 
saat berpamitan , saya hanya bisa meninggalkan beberapa kenang2an
 untuk pemilik warung dan bapak pemilik motor tadi lewat 
beberapa barang yang ada di AM sebagai satu2nya toko terdekat ,
disertai ucapan terima kasih atas
 ketekunan dan ketulusan mereka membantu .
 saya tahu barang2 itu tidak seimbang dengan nilai keikhlasan
 dan ketulusan mereka membantu tetapi setidaknya saya
 masih diberi kesempatan kecil mengekspresikan rasa terima kasih saya .
 kepada mbak Sania dan staf2nya , kepada para staf Alfamart , 
kepada bapak pemilik motor dan ibu , kepada bapak
yang memasakkan nasgor , 
kepada beberapa jamaah Masjid , kepada bapak pemilik Yaris merah ,
 kepada mas2 dan mbak2 yang kebetulan lewat dan membantu tanpa
 saya kenal , semuanya saja tanpa kecuali , 
semoga kebaikan Anda Anda mendapatkan balasan pahala yang setimpal 
dan disegerakan didunia dan kelak di akherat , amin ...
saya diam diam merasa sedih bahwa di kota kota besar bahkan 
di Malangpun , ketulusan semacam yang mereka miliki itu sudah luntur .
 masing masing telah disibukkan dengan urusannya sehingga 
" tidak ada waktu "
 untuk peduli pada orang kesulitan orang lain .
saya putar balik arah Malang dengan berbagai rasa .
 sungguh tidak ada penyesalan , justru tertumpuk rasa syukur bahwa 
Allah Bekerja Dengan caraNYA yang 
terkadang tidak mudah dipahami tetapi kalau kita pasrah dan yakin
 maka segalanya akan dipermudahkanNYA , amin ..
( Titiek Hariati )

01 . Festival Kopi Lumajang ( gambar dari google )
02 . pohon kopi ( gambar dari google )
03 . mbak Sania dan rekan , Ampelgading ( photo by : Titiek Hariati )
04 . cappucino , Library Coffee , Malang ( photo by : Titiek Hariati )